Interim report
Page 1
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM/ INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024/ 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 AND FOR NINE-MONTH PERIODS ENDED 30 SEPTEMBER 2025 AND 2024
Page 4
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 1/1 Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali nilai nominal dan data saham) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS AT 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, except for par value and share data) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September 31 Desember/ Notes 2025 December 2024 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 5 1,417,030 1,518,688 Cash and cash equivalents Piutang usaha Trade receivables Pihak ketiga 8 430,670 304,815 Third parties Pihak berelasi 8 79,670 96,693 Related parties Investasi lain-lain - Other investments - bagian lancar 7 32,568 62,506 current portion Persediaan 11 109,255 68,549 Inventories Pajak dibayar dimuka - Prepaid taxes - bagian lancar 31a 103,526 123,110 current portion Piutang lain-lain - bagian lancar Other receivables - current portion Pihak ketiga 9 18,011 17,063 Third parties Pihak berelasi 9 657 546 Related parties Uang muka - bagian lancar 10 14,378 15,157 Advances - current portion Biaya dibayar dimuka - bagian lancar 9,972 6,584 Prepayments - current portion Pinjaman untuk pihak ketiga - Loans to third parties - bagian lancar 1,799 - current portion Aset lancar lain-lain 8,344 341 Other current assets Total aset lancar 2,225,880 2,214,052 Total current assets ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 6 41,321 37,488 Restricted time deposits Investasi lain-lain - bagian Other investments - tidak lancar 7 510,601 487,845 non-current portion Piutang lain-lain - bagian Other receivables - tidak lancar non-current portion Pihak ketiga 9 40,500 40,500 Third parties Investasi pada entitas asosiasi Investments in associates and dan ventura bersama 13 762,141 887,403 joint ventures Pinjaman untuk pihak ketiga - Loans to third parties - bagian tidak lancar 530 2,353 non-current portion Uang muka - bagian tidak lancar 10 46,258 65,282 Advances - non-current portion Biaya dibayar dimuka - bagian tidak lancar 4,322 7,098 Prepayments - non-current portion Pajak dibayar dimuka - bagian Prepaid taxes - tidak lancar 31a 53,053 32,687 non-current portion Properti pertambangan 14 393,163 416,209 Mining properties Aset tetap 12 1,218,856 974,740 Fixed assets Goodwill 15 737,278 737,278 Goodwill Aset takberwujud 1,661 2,335 Intangible assets Piutang jasa konsesi 39,946 37,823 Service concession receivables Aset pajak tangguhan 31d 30,106 42,223 Deferred tax assets Aset tidak lancar lain-lain 6,308 7,342 Other non-current assets Total aset tidak lancar 3,886,044 3,778,606 Total non-current assets TOTAL ASET 6,111,924 5,992,658 TOTAL ASSETS
Page 5
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 1/2 Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali nilai nominal dan data saham) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS AT 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, except for par value and share data) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September 31 Desember/ Notes 2025 December 2024 LIABILITAS LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang usaha Trade payables Pihak ketiga 16 272,255 172,642 Third parties Pihak berelasi 16 344,748 295,542 Related parties Utang dividen 25 - 16,831 Dividends payable Beban yang masih harus dibayar 17 246,582 267,135 Accrued expenses Liabilitas imbalan kerja jangka Short-term employee benefits pendek 1,011 1,436 liabilities Utang pajak: Taxes payable: Pajak penghasilan badan 31b 27,069 14,457 Corporate income tax payable Pajak lainnya 31b 16,522 10,894 Other taxes payable Utang royalti 14,833 21,085 Royalties payable Bagian lancar atas pinjaman jangka Current maturity of long-term panjang: borrowings: Utang bank 18 11,249 40,884 Bank loans Liabilitas sewa 6,517 2,656 Lease liabilities Liabilitas lain-lain dan provisi 19,433 29,137 Other liabilities and provision Total liabilitas jangka pendek 960,219 872,699 Total current liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Pinjaman dari pihak ketiga 17,893 18,248 Loans from third parties Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan Long-term borrowings, net of jatuh tempo dalam satu tahun: current maturities: Utang bank 18 587,578 645,705 Bank loans Liabilitas sewa 18,408 2,352 Lease liabilities Liabilitas pajak tangguhan 31d 55,494 60,440 Deferred tax liabilities Pinjaman dari pihak berelasi 32b 404,468 776,335 Loan from related parties Liabilitas imbalan pasca kerja 19 30,335 29,068 Post-employment benefits liabilities Provisi rehabilitasi, reklamasi dan Provision for mine rehabilitation, penutupan tambang 20 225,270 206,773 reclamation and closure Liabilitas jangka panjang lain-lain 19,537 17,556 Other non-current liabilities Total liabilitas jangka panjang 1,358,983 1,756,477 Total non-current liabilities TOTAL LIABILITAS 2,319,202 2,629,176 TOTAL LIABILITIES
Page 6
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 1/3 Schedule LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali nilai nominal dan data saham) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION AS AT 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, except for par value and share data) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September 31 Desember/ Notes 2025 December 2024 EKUITAS EQUITY Ekuitas yang diatribusikan kepada Equity attributable to pemilik entitas induk owners of the parent entity Modal saham - modal dasar Share capital - authorised 12.800.000.000 lembar; ditempatkan 12,800,000,000 shares; issued dan disetor penuh 7.786.891.760 and fully paid 7,786,891,760 lembar dengan nilai nominal shares at par value Rp3,125 Rp3.125 (nilai penuh) per saham 21 2,519,582 2,519,582 (full amount) per share Tambahan modal disetor 22 (96,511) (96,511) Additional paid-in capital Selisih transaksi dengan pihak Difference in value from transaction non-pengendali 23 148,775 148,778 with non-controlling interests Saldo laba Retained earnings Dicadangkan 24 55,000 45,000 Appropriated Belum dicadangkan 24 972,165 394,841 Unappropriated Kerugian komprehensif lain (134,393) (12,799) Other comprehensive loss Total ekuitas yang diatribusikan Total equity attributable to kepada pemilik entitas induk 3,464,618 2,998,891 owners of the parent entity Kepentingan non-pengendali 26 328,104 364,591 Non-controlling interests TOTAL EKUITAS 3,792,722 3,363,482 TOTAL EQUITY TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 6,111,924 5,992,658 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Page 7
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 2/1 Schedule LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali laba per saham dasar dan dilusian) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED 30 SEPTEMBER 2025 AND 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, except for basic and diluted earnings per share) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September Notes 2025 2024 Pendapatan usaha 27 3,609,128 4,049,958 Revenue Beban pokok pendapatan 28 (2,665,867) (2,930,171) Cost of revenue Laba bruto 943,261 1,119,787 Gross profit Beban usaha 29 (171,814) (202,193) Operating expenses Pendapatan lain-lain, neto 30 39,106 326,255 Other income, net Laba usaha 810,553 1,243,849 Operating income Biaya keuangan 36b (45,175) (53,737) Finance costs Penghasilan keuangan 36a 43,001 70,108 Finance income Bagian atas keuntungan neto Share in net profit of entitas asosiasi dan ventura bersama 13 4,178 73,906 associates and joint ventures Laba sebelum pajak penghasilan 812,557 1,334,126 Profit before income tax Beban pajak penghasilan 31c (157,688) (167,230) Income tax expense Laba periode berjalan 654,869 1,166,896 Profit for the period (Kerugian)/penghasilan komprehensif Other comprehensive (loss)/ lain periode berjalan: income for the period Pos-pos yang akan direklasifikasi Items that will be reclassified ke laba rugi: to profit or loss: Selisih kurs karena penjabaran Exchange difference due to laporan keuangan (8,497) 1,556 financial statements translation Bagian atas kerugian Share of other comprehensive komprehensif lain dari entitas asosiasi loss from associates dan ventura bersama 13 (14,562) (1,131) and joint ventures (23,059) 425 Pos-pos yang tidak akan Items that will not be reclassified direklasifikasi ke laba rugi: to profit or loss: Perubahan nilai wajar atas investasi Changes in fair value of pada funds pada nilai investment in funds wajar melalui penghasilan at fair value through komprehensif lain 7a (109,939) (140) other comprehensive income Pengukuran kembali liabilitas imbalan Remeasurement of post-employment pasca kerja - 542 benefit liabilities Pajak penghasilan terkait pos ini - (112) Income tax related to this item (109,939) 290 (132,998) 715 Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income periode berjalan, setelah pajak 521,871 1,167,611 for the period, net of tax
Page 8
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 2/2 Schedule LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali laba per saham dasar dan dilusian) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED 30 SEPTEMBER 2025 AND 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, except for basic and diluted earnings per share) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September Notes 2025 2024 Laba periode berjalan yang Profit for the period dapat diatribusikan kepada: attributable to: Pemilik entitas induk 587,324 1,074,705 Owners of the parent entity Kepentingan non-pengendali 26 67,545 92,191 Non-controlling interests Laba periode berjalan 654,869 1,166,896 Profit for the period Total penghasilan komprehensif Total comprehensive periode berjalan yang income for the period dapat diatribusikan kepada: attributable to: Pemilik entitas induk 465,730 1,075,390 Owners of the parent entity Kepentingan non-pengendali 26 56,141 92,221 Non-controlling interests Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income periode berjalan setelah pajak 521,871 1,167,611 for the period, net of tax Laba per saham Earnings per share diatribusikan kepada attributable to owners pemilik entitas induk 33 of the parent entity - Dasar (nilai penuh) 0.07542 0.15335 Basic (full amount) - - Dilusian (nilai penuh) 0.07542 0.15335 Diluted (full amount) -
Page 9
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 3 Schedule LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED 30 SEPTEMBER 2025 AND 2024 (Expressed in thousands of US Dollars) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to owners of the parent entity Penghasilan/(kerugian) komprehensif lain/ Other comprehensive income/(loss) Cadangan Bagian perubahan nilai penghasilan/ wajar aset (kerugian) keuangan pada komprehensif nilai wajar melalui lain dari penghasilan asosiasi komprehensif lain/ Selisih transaksi dan ventura Reserve for dengan pihak bersama/ changes in fair non-pendendali/ Share of other value of Difference comprehensive financial assets Tambahan in value from Ekuitas Saldo laba/Retained earnings income/(loss) at fair value Translasi mata Kepentingan modal disetor/ transaction with merging entities/ Belum from through other uang asing/ non-pengendali/ Total Modal saham/ Additional non-controlling Merging Dicadangkan/ dicadangkan/ associates and comprehensive Foreign currency Jumlah/ Non-controlling ekuitas/ Share capital paid-in capital interests entities equity Appropriated Unappropriated joint ventures income translation Total interests Total equity Saldo pada 1 Januari 2024 2,366,335 (212,235) 145,878 216,890 - 1,842,560 11,616 23,053 (28,097) 4,366,000 424,464 4,790,464 Balance as at 1 January 2024 Laba periode berjalan - - - - - 1,074,705 - - - 1,074,705 92,191 1,166,896 Profit for the period Penghasilan/(kerugian) komprehensif lain periode Other comprehensive income/(loss) berjalan - - - - - 394 (1,131) (126) 1,548 685 30 715 for the period Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income periode berjalan - - - - - 1,075,099 (1,131) (126) 1,548 1,075,390 92,221 1,167,611 for the period Perbedaan nilai dari transaksi Difference in value of restructuring restrukturisasi antara entitas transaction of entities under sepengendali (Catatan 4) - 30 - (216,890) - (2,140) - - - (219,000) - (219,000) common control (Note 4) Kehilangan pengendalian - - - - - - - - - - (304) (304) Loss on control Dividen (Catatan 25 dan 26) - - - - - (2,611,650) - - - (2,611,650) (154,412) (2,766,062) Dividends (Notes 25 and 26) Saldo pada 30 September 2024 2,366,335 (212,205) 145,878 - - 303,869 10,485 22,927 (26,549) 2,610,740 361,969 2,972,709 Balance as at 30 September 2024 Saldo pada 1 Januari 2025 2,519,582 (96,511) 148,778 - 45,000 394,841 13,547 12,395 (38,741) 2,998,891 364,591 3,363,482 Balance as at 1 January 2025 Laba periode berjalan - - - - - 587,324 - - - 587,324 67,545 654,869 Profit for the period Kerugian komprehensif lain Other comprehensive loss periode berjalan - - - - - - (14,562) (98,945) (8,087) (121,594) (11,404) (132,998) for the period Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income periode berjalan - - - - - 587,324 (14,562) (98,945) (8,087) 465,730 56,141 521,871 for the period Pencadangan saldo laba Appropriation of retained earnings (Catatan 24) - - - - 10,000 (10,000) - - - - - - (Note 24) Transaksi dengan pihak Transaction with non-controlling non-pengendali - - (3) - - - - - - (3) - (3) interests Dividen (Catatan 25 dan 26) - - - - - - - - - - (92,628) (92,628) Dividends (Notes 25 and 26) Saldo pada 30 September 2025 2,519,582 (96,511) 148,775 - 55,000 972,165 (1,015) (86,550) (46,828) 3,464,618 328,104 3,792,722 Balance as at 30 September 2025
Page 10
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 4/1 Schedule LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED 30 SEPTEMBER 2025 AND 2024 (Expressed in thousands of US Dollars) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September Notes 2025 2024 Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating activities Penerimaan dari pelanggan 3,496,740 3,979,919 Receipts from customers Pembayaran kepada pemasok dan kontraktor (2,078,072) (2,111,824) Payments to suppliers and contractors Pembayaran royalti (557,072) (740,217) Payments of royalties Pembayaran pajak penghasilan badan Payments of corporate income tax dan pajak penghasilan final (153,782) (195,496) and final income tax Penerimaan restitusi pajak penghasilan 4,634 6,924 Receipts of income tax refunds Penerimaan pengembalian Pajak Receipts of Value Pertambahan Nilai (“PPN”) 157,754 168,048 Added Tax (“VAT”) refund Pembayaran biaya karyawan (83,242) (80,482) Payments of employee costs Pembayaran Penerimaan Negara Payments of Non-Tax State Revenue Bukan Pajak (“PNBP”) untuk bagian (“PNBP”) for central government and pemerintah pusat dan pemerintah daerah (91,949) (32,123) regional government’s portion Pembayaran biaya keuangan (59,215) (47,811) Payments of finance costs Penerimaan pendapatan keuangan 42,104 68,979 Receipts of finance income Penerimaan lain-lain, neto 6,995 7,449 Other receipts, net Arus kas bersih yang diperoleh Net cash flows provided from dari aktivitas operasi 684,895 1,023,366 operating activities Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activities Pembayaran atas penambahan aset tetap (231,904) (230,879) Payments for addition of fixed assets Pembelian investasi lain-lain (24,234) (29,696) Purchase of other investments Pembayaran atas penambahan Payments for addition of mining properti pertambangan (11,019) (5,314) properties Penempatan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya (3,235) (1,129) Placement of restricted time deposits Pembayaran atas penambahan aset Payments for addition of intangible takberwujud (187) (411) assets Penerimaan hasil penjualan dan imbal Proceeds from sales and returns hasil investasi lain-lain 57,971 11,561 from other investments Dividends proceeds from Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 122 17,644 investment in associates Penerimaan hasil penjualan aset tetap 12 46 157 Proceeds from disposal of fixed assets Penerimaan kas dari divestasi entitas Cash receipts from divestment of asosiasi 13 - 510,304 associates Penerimaan pembayaran kembali Receipt of loan repayments to pinjaman ke pihak berelasi - 325,711 related parties Pembayaran untuk akuisisi entitas Payments for acquisitions of entities under sepengendali 4 - (219,156) common control Pembayaran atas penambahan Payment for additional investment in investasi pada ventura bersama - (390) joint venture Pemberian pinjaman ke pihak berelasi - (101,775) Loan given to a related party Penerimaan dari pencairan deposito berjangka yang dibatasi Proceeds from withdrawal of penggunaannya - 596 restricted time deposits Arus kas bersih yang (digunakan untuk)/ Net cash flows (used in)/provided diperoleh dari aktivitas investasi (212,440) 277,223 from investing activities
Page 11
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 4/2 Schedule LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS) INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE NINE-MONTH PERIODS ENDED 30 SEPTEMBER 2025 AND 2024 (Expressed in thousands of US Dollars) Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan. The accompanying notes to the interim consolidated financial statements form an integral part of these interim consolidated financial statements. Catatan/ 30 September Notes 2025 2024 Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flows from financing activities Pembayaran pinjaman Repayments of loan dari pihak berelasi 32b (711,400) (60,000) from related parties Pembayaran pinjaman dari pihak ketiga 35b (1,912) - Repayments of loan from third parties Pembayaran utang bank 18 (361,707) (14,103) Repayments of bank loans Pembayaran dividen kepada Payments of dividends to kepentingan non-pengendali 25,26 (109,459) (184,777) non-controlling interests Pembayaran liabilitas sewa 35b (3,908) (5,177) Payments of lease liabilities Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi 340,000 846,293 Proceeds from loan from related parties Penerimaan utang bank 18 283,595 8,355 Proceeds from bank loans Penerimaan pinjaman dari pihak ketiga 35b 1,914 10,659 Proceeds from loan from third parties Pembayaran dividen kepada Payments of dividends to pemegang saham Perusahaan 25 - (2,971,696) the Company’s shareholders Pembayaran biaya transaksi Payment of transaction atas utang bank - (70) costs of bank loans Arus kas bersih yang digunakan Net cash flows used in untuk aktivitas pendanaan (562,877) (2,370,516) financing activities Penurunan bersih Net decrease in kas dan setara kas (90,422) (1,069,927) cash and cash equivalents Kas dan setara kas pada awal Cash and cash equivalents at periode 1,518,688 2,534,480 the beginning of the period Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes on kas dan setara kas (11,236) (5,297) cash and cash equivalents Kas dan setara kas pada akhir Cash and cash equivalents at periode 5 1,417,030 1,459,256 the end of the period Lihat Catatan 35 untuk penyajian informasi arus kas Grup. Refer to Note 35 for presentation of the Group’s cash flow information.
Page 12
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/1 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM 1. GENERAL a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya a. Establishment of the Company and other information PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Alam Tri Abadi) (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 2 tertanggal 1 Desember 2004 yang dibuat di hadapan Ir. Rusli, S.H., Notaris di Bekasi. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-31123 HT01.01.TH.2004, tertanggal 23 Desember 2004. Akta tersebut diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52, tertanggal 1 Juli 2005 dan Tambahan Berita Negara No. 6922. Anggaran dasar Perusahaan telah diubah beberapa kali. Melalui perubahan anggaran dasar Perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. 100 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, tertanggal 31 Juli 2024, nama Perusahaan telah berubah yang semula bernama PT Alam Tri Abadi menjadi PT Adaro Andalan Indonesia. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU- 0046973.AH.01.02.TAHUN 2024, tertanggal 31 Juli 2024. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (previously named PT Alam Tri Abadi) (the ”Company”) was established by Notarial Deed No. 2 dated 1 December 2004 made before Ir. Rusli, S.H., Notary in Bekasi. The Deed was ratified by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in Decree No. C-31123 HT01.01.TH.2004, dated 23 December 2004. The Deed was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 52, dated 1 July 2005 and the Supplement to the State Gazette No. 6922. The Company's articles of association have been amended several times. Through amendment of the Company’s articles of association based on Notarial Deed No. 100 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta, dated 31 July 2024, the Company's name has changed from PT Alam Tri Abadi to PT Adaro Andalan Indonesia. This amendment to the articles of association was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on Decree No. AHU-0046973.AH.01.02.TAHUN 2024, dated 31 July 2024. Perubahan terakhir anggaran dasar Perusahaan adalah berdasarkan Akta Notaris No. 14 tertanggal 8 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, yang telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan Surat Menteri Hukum No. AHU- AH.01.09-0230492 tanggal 8 Mei 2025 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan, serta Surat Menteri Hukum No. AHU- AH.01.03-0126591 tanggal 8 Mei 2025 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar. Perubahan ini sehubungan dengan perubahan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. The latest amendment to the Company's articles of association is based on Notarial Deed No. 14 dated 8 May 2025 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta, which has been accepted and recorded in the Legal Entity Administration System based on Letter of the Minister of Law No. AHU-AH.01.09-0230492 dated 8 May 2025 regarding Acceptance of Notification of Changes to the Company’s Data and Letter of the Minister of Law No. AHU- AH.01.03-0126591 dated 8 May 2025 regarding Acceptance of Notification of Changes to the Articles of Association. This amendment is in connection with changes in the Company’s issued and paid-up capital. Pada tanggal 26 November 2024, Perusahaan memperoleh pemberitahuan efektif pernyataan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dalam suratnya No. S-157/D.04/2024 untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana Perusahaan dengan jumlah sebanyak- banyaknya 778.689.200 saham (10% dari 7.786.891.760 modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh). Pada tanggal 2 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan persetujuan pencatatan efek di PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dari Direksi BEI dalam suratnya No. S- 12569/BEI.PP2/12-2024. On 26 November 2024, the Company received the effective statement from the Financial Services Authority (“OJK”) in its Letter No. S- 157/D.04/2024 to conduct an Initial Public Offering of 778,689,200 shares (10% of 7,786,891,760 shares issued and fully paid up). On 2 December 2024, the Company received approval for the listing of its shares on the Indonesia Stock Exchange (“IDX”) from the Board of Directors of the IDX in its Letter No. S- 12569/BEI.PP2/12-2024.
Page 13
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/2 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya (lanjutan) a. Establishment of the Company and other information (continued) Pada bulan Desember 2024, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Adaro Energy Indonesia Tbk) (“AlamTri”) telah melakukan pengalihan kepemilikan sahamnya di Perusahaan sejumlah 5.811.178.298 saham melalui mekanisme Penawaran Umum Pemegang Saham (“PUPS”). In December 2024, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (previously named PT Adaro Energy Indonesia Tbk) (“AlamTri”) has effectively transferred its ownership of 5,811,178,298 shares in the Company through Public Offering of Shares (Penawaran Umum Pemegang Saham/PUPS) mechanism. Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, Maksud dan Tujuan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perkebunan buah kelapa sawit, perkebunan karet dan tanaman penghasil getah lainnya, aktivitas perusahaan holding, dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya. In accordance with Article 3 of the Company's articles of association, the Purpose and Objectives of the Company are to conduct business of oil palm fruit plantations, rubber plantations and other sap producing plants, holding company activities, and other management consulting activities. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2007. Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berlokasi di Cyber 2 Tower, lantai 26, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, No. 13, Jakarta Selatan. The Company commenced its commercial operations in 2007. The Company’s head office is in Jakarta and is located at the Cyber 2 Tower, 26th floor, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, No. 13, South Jakarta. Merujuk kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka (“POJK No. 9/2018”), Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi Dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (“Perpres No. 13/2018”), dan Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Verifikasi dan Pengawasan Pemilik Manfaat Korporasi (“Permenkum No. 2/2025”), Pengendali adalah Pihak yang mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijakan Perusahaan Terbuka, termasuk oleh karenanya kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. Selain dari itu, Pihak adalah orang perseorangan, perusahaan, atau Kelompok yang Terorganisasi. Referring to Financial Authority Services Regulation No. 9/POJK.04/2018 on the Acquisition of Publicly Listed Companies (“POJK No. 9/2018”), Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 13 of 2018 on the Implementation of Know-Your-Beneficial-Owner Principle by Corporation for the Purpose of Prevention and Eradication of Money Laundering and Terrorism Financing (“PR No. 13/2018”), and Regulation of the Minister of Law of the Republic of Indonesia No. 2 of 2025 on Verification and Supervision of Beneficial Owners of Corporation (“Regulation of the Minister of Law No. 2/2025”), a Controller is a Party that has the ability to determine, either directly and indirectly, in any manner the management and/or policies of a Public Company, including the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners. Furthermore, a Party refers to an individual, a company, or an Organized Group. PT Adaro Strategic Investments (“ASI”) selaku pemilik 41,10% saham pada Perusahaan bersama dengan Garibaldi Thohir selaku pemilik 5,83% saham pada Perusahaan, merupakan Pengendali dari Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 9/2018, yang mana per tanggal diterbitkannya laporan keuangan konsolidasian interim ini, kedua pihak tersebut juga merupakan Pengendali dari AlamTri selaku pemilik 15,37% saham pada Perusahaan. PT Adaro Strategic Investments (“ASI”) as the owner of 41.10% of the Company's shares together with Garibaldi Thohir as the owner of 5.83% of the Company’s shares, are the Controllers of the Company as referred to in POJK No. 9/2018, in which as of the date of the issuance of this interim consolidated financial statements, both parties are also the Controllers of AlamTri, which owns 15.37% of the Company’s shares.
Page 14
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/3 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya (lanjutan) a. Establishment of the Company and other information (continued) Merujuk kepada Perpres No. 13/2018 dan Permenkum No. 2/2025, Pemilik Manfaat dari Perseroan Terbatas merupakan orang perseorangan yang memenuhi kriteria, antara lain, memiliki kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. Referring to PR No. 13/2018 and the Regulation of the Minister of Law No. 2/2025, a Beneficial Owner of a Limited Liability Company is an individual who meets the criteria, among others, having the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners. Pemegang saham utama Perusahaan adalah ASI selaku pemegang 41,10% saham, Garibaldi Thohir selaku pemegang 5,83% saham dan AlamTri selaku pemegang 15,37% saham yang secara bersama memiliki 62,30% saham sehingga oleh karenanya memiliki kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan. Pihak yang berwenang mewakili ASI, baik di dalam maupun di luar pengadilan, serta bertanggung jawab penuh atas pengurusan ASI, adalah Direksi ASI. Dengan demikian, kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan dipegang oleh Direksi ASI yang anggotanya terdiri dari Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya dan Arini Saraswaty Subianto. The main shareholders of the Company are ASI, as the holder of 41.10% of the shares, Garibaldi Thohir as the holder of 5.83% of the shares and AlamTri as the holder 15.37% of the shares, who collectively own 62.30% of the shares and therefore have the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members the Board of Commissioners in the Company’s General Meeting of Shareholders. The authorised party to represent ASI, both within and outside of the courts, and who is fully responsible for the management of ASI, is the Board of Directors of ASI. Thus, the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners of the Company is vested in the Board of Directors of ASI, whose members consist of Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya and Arini Saraswaty Subianto. Pemegang saham utama AlamTri adalah ASI selaku pemegang 47,79% saham, dan Garibaldi Thohir selaku pemegang 6,73% saham, yang secara bersama memiliki 54,52% saham sehingga oleh karenanya memiliki kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham AlamTri. Pihak yang berwenang mewakili ASI, baik di dalam maupun di luar pengadilan, serta bertanggung jawab penuh atas pengurusan ASI, adalah Direksi ASI. Dengan demikian, kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris AlamTri dipegang oleh Direksi ASI yang anggotanya terdiri dari Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya dan Arini Saraswaty Subianto. The main shareholders of AlamTri are ASI as the holder of 47.79% of the shares, and Garibaldi Thohir as the holder of 6.73% of the shares, who collectively hold 54.52% of the shares and therefore have the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners in AlamTri’s General Meeting of Shareholders. The authorised party to represent ASI, both within and outside of the courts, and who is fully responsible for the management of ASI, is the Board of Directors of ASI. Thus, the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners of AlamTri is vested in the Board of Directors of ASI, whose members consist of Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya and Arini Saraswaty Subianto.
Page 15
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/4 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya (lanjutan) a. Establishment of the Company and other information (continued) Pemegang saham ASI adalah PT Adaro Strategic Capital (“ASC”) selaku pemegang 74,93% saham dan PT Adaro Strategic Lestari (“ASL") selaku pemegang 25,07% saham. Pihak yang berwenang mewakili ASC dan ASL, baik di dalam maupun di luar pengadilan, serta bertanggung jawab penuh atas pengurusan ASC dan ASL, adalah Direksi ASC dan Direksi ASL. Dengan demikian, kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris ASI dipegang oleh masing- masing Direksi ASC dan ASL yang anggotanya terdiri dari Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya, dan Arini Saraswaty Subianto. The shareholders of ASI are PT Adaro Strategic Capital (“ASC”) as the holder of 74.93% of the shares and PT Adaro Strategic Lestari (“ASL”) as the holder of 25.07% of the shares. The authorized party to represent ASC and ASL, both within and outside of the courts, and who is fully responsible for the management of ASC and ASL, are the Board of Directors of ASC and the Board of Directors ASL. Thus, the authority to appoint, elect, replace, or dismiss members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners of ASI is vested in the respective Boards of Directors of ASC and ASL, whose members consist of Garibaldi Thohir, Christian Ariano Rachmat, Michael W.P. Soeryadjaya, and Arini Saraswaty Subianto. Pemegang saham ASC adalah PT Trinugraha Thohir (“TNT") selaku pemegang 25% saham, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (“SRTG") selaku pemegang 25% saham, PT Persada Capital Investama (“PCI") selaku pemegang 25% saham, serta PT Triputra Investindo Arya (“TIA”) selaku pemegang 25% saham. Sedangkan pemegang saham ASL adalah SRTG selaku pemegang 29,79% saham, PCI selaku pemegang 25,27% saham, dan TIA selaku pemegang 44,94% saham. Dengan demikian, kewenangan untuk menunjuk, mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris masing-masing ASC dan ASL dipegang oleh masing-masing pemegang saham di ASC dan ASL sebagaimana tersebut. The shareholders of ASC are PT Trinugraha Thohir (“TNT”) as the holder of 25% of the shares, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (“SRTG”) as the holder of 25% of the shares, PT Persada Capital Investama (“PCI”) as the holder of 25% of the shares, and PT Triputra Investindo Arya (“TIA”) as the holder of 25% of the shares. Meanwhile the shareholders of ASL are SRTG as the holder of 29.79% of the shares, PCI as the holder of 25.27% of the shares, and TIA as the holder of 44.94% of the shares. Thus, the authority to appoint, elect, replace, or dismiss respective members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners of ASC and ASL is vested in the respective shareholders in ASC and ASL as described. TNT merupakan perseroan terbatas yang seluruhnya secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh Keluarga Thohir (yang diwakili oleh Edna Thohir, Hireka Vitaya, Garibaldi Thohir dan Erick Thohir). PCI merupakan perseroan terbatas yang seluruhnya secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh Keluarga Alm. Ir. Subianto (yang diwakili oleh Meity Subianto, Arini Saraswaty Subianto, Armeilia Widayanti Subianto, dan Ardiani Kartika Sari Subianto). TIA merupakan perseroan terbatas yang seluruhnya secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh Keluarga Theodore Permadi Rachmat (yang diwakili oleh Like Rani Imanto dan Christian Ariano Rachmat). SRTG merupakan perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya secara langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh Edwin Soeryadjaja. TNT is a limited liability company wholly owned directly and indirectly by the Thohir Family (represented by Edna Thohir, Hireka Vitaya, Garibaldi Thohir and Erick Thohir). PCI is a limited liability company wholly owned directly and indirectly by the late Ir. Subianto Family (represented by Meity Subianto, Arini Saraswaty Subianto, Armeilia Widayanti Subianto, and Ardiani Kartika Sari Subianto). TIA is a limited liability company wholly owned directly and indirectly by the Theodore Permadi Rachmat Family (represented by Like Rani Imanto and Christian Ariano Rachmat). SRTG is a public listed company whose majority of its shares are directly and indirectly owned by Edwin Soeryadjaja.
Page 16
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/5 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) a. Pendirian Perusahaan dan informasi lainnya (lanjutan) a. Establishment of the Company and other information (continued) Berdasarkan Akta No. 1 tertanggal 3 September 2024 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Based on Deed No. 1 dated 3 September 2024 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., the composition of the Company’s Boards of Commissioners and Directors as at 30 September 2025 and 31 December 2024 was as follows: Komisaris Utama (Independen) : Drs. Budi Bowoleksono : (Independent) President Commissioner Komisaris : Primus Dorimulu : Commissioners Direktur Utama : Julius Aslan : President Director Direktur : Priyadi : Directors Lie Luckman Susanti Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The composition of the Company’s Audit Committee as at 30 September 2025 and 31 December 2024 was as follows: Ketua : Drs. Budi Bowoleksono : Chairman Anggota : Ignatius Robby Sani : Members : Lindawati Gani : Pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan dan entitas anaknya memiliki 2.929 karyawan tetap (31 Desember 2024: 2.838 karyawan tetap) (tidak diaudit). As at 30 September 2025, the Company and its subsidiaries had 2,929 permanent employees (31 December 2024: 2,838 permanent employees) (unaudited). b. Struktur grup b. Group structure Pada laporan keuangan konsolidasian interim ini, Perusahaan dan entitas anaknya secara keseluruhan dirujuk sebagai “Grup”. In these interim consolidated financial statements, the Company and its subsidiaries as a whole are referred to as the “Group”. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, struktur Grup adalah sebagai berikut: As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the Group structure was as follows: Mulai beroperasi Kegiatan komersial/ Persentase kepemilikan Total aset usaha/ Commencement efektif/ (sebelum eliminasi)/ Business Kedudukan/ of commercial Effective percentage of Total assets activity Domicile operations ownership (before elimination) 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December 2025 2024 2025 2024 Entitas anak melalui kepemilikan langsung/Directly owned subsidiaries PT Adaro Indonesia Pertambangan/ Indonesia 1992 88.47% 88.47% 2,167,745 2,408,625 (“AI”) Mining PT Dianlia Setyamukti Investasi/ Indonesia - 99.99% 99.99% 50,410 51,337 (“Dianlia”) Investment PT Viscaya Investments Investasi/ Indonesia - 99.99% 99.99% 302,730 307,324 (“Viscaya”) Investment Arindo Holdings Investasi/ Mauritius 2005 90.00% 90.00% 1,692,658 1,801,946 (Mauritius) Ltd Investment (“Arindo Holdings”) a) PT Adaro Logistics Jasa/ Services Indonesia 2015 99.99% 99.99% 772,994 680,970 (“AL”) a) PT Mustika Indah Pertambangan/ Indonesia 2019 75.00% 75.00% 208,995 183,966 Permai (“MIP”) Mining a) dan entitas anaknya/and its subsidiaries
Page 17
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/6 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Struktur grup (lanjutan) b. Group structure (continued) Mulai beroperasi Kegiatan komersial/ Persentase kepemilikan Total aset usaha/ Commencement efektif/ (sebelum eliminasi)/ Business Kedudukan/ of commercial Effective percentage of Total assets activity Domicile operations ownership (before elimination) 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December 2025 2024 2025 2024 Entitas anak melalui kepemilikan langsung/Directly owned subsidiaries (lanjutan/continued) PT Adaro Persada Jasa/ Services Indonesia 2006 90.59% 90.59% 73,598 81,204 Mandiri (“APM”) a) PT Adaro Mining Jasa/ Services Indonesia 2023 99.99% 99.99% 16,819 32,104 Technologies (“AMT”) a) PT Paramitha Cipta Pertambangan/ Indonesia 2024 75.00% 75.00% 88,421 83,831 Sarana (“PCS”) Mining PT Adaro Tirta Aktivitas kantor pusat Indonesia 2019 99.02% 99.02% 103,960 107,898 Mandiri (“ATM”) a) dan perdagangan/ Head office and trading PT Semesta Centramas Pertambangan/ Indonesia 2014 75.00% 75.00% 123,209 152,402 (“SCM”) Mining PT Laskar Semesta Pertambangan/ Indonesia 2016 75.20% 75.20% 130,057 141,563 Alam (“LSA”) Mining PT Pari Coal (“PC”) Pertambangan/ Indonesia - 64.90% 64.90% 28,997 23,544 Mining PT Ratah Coal (“RC”) Pertambangan/ Indonesia - 99.90% 99.90% 149 336 Mining PT Indoprima Niaga Investasi/ Indonesia - 65.00% 65.00% 43,544 42,818 Sejahtera (“INS”) a) Investment PT Kaltara Power Indonesia Penyewaan Indonesia - 83.99% 83.99% 725,198 502,579 (“KPI”) a) pembangkit listrik dan jasa penunjang tenaga listrik/ Lease of power plant and power plant supporting services Entitas anak melalui kepemilikan tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries PT Sarana Daya Jasa/ Services Indonesia 2009 30.25% 30.25% 20,609 24,947 Mandiri (“SDM”) PT Rehabilitasi Jasa/Services Indonesia 2016 90.59% 90.59% 9,381 17,070 Lingkungan Indonesia (“RLI”) a) PT Harapan Insani Kawasan industri/ Indonesia - 90.59% 90.59% 8,035 9,590 Millenia (“HIM”) Industrial estate PT Adaro Jasabara Jasa/ Services Indonesia 2007 99.99% 99.99% 8,653 9,355 Indonesia (“AJI”) PT Indonesia Jasa pengelolaan Indonesia 1997 99.99% 99.99% 63,877 53,526 Bulk Terminal terminal/ (“IBT”) Terminal handling services Vindoor Investasi/ Mauritius 2001 90.00% 90.00% 1,155,652 1,252,859 Investments Investment (Mauritius) Ltd (“Vindoor”) a) Adaro International Perdagangan Singapura/ 2001 90.00% 90.00% 832,548 824,918 (Singapore) Pte Ltd batubara/ Singapore (“AIS”) Coal trading a) dan entitas anaknya/and its subsidiaries
Page 18
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/7 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Struktur grup (lanjutan) b. Group structure (continued) Mulai beroperasi Kegiatan komersial/ Persentase kepemilikan Total aset usaha/ Commencement efektif/ (sebelum eliminasi)/ Business Kedudukan/ of commercial Effective percentage of Total assets activity Domicile operations ownership (before elimination) 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December 2025 2024 2025 2024 Entitas anak melalui kepemilikan tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries (lanjutan/continued) PT Maritim Barito Pengangkutan Indonesia 2005 99.99% 99.99% 576,137 485,393 Perkasa (“MBP”) laut/ Sea transportation PT Harapan Bahtera Pengangkutan Indonesia 2004 99.99% 99.99% 19,908 21,523 Internusa laut/ (“HBI”) Sea transportation PT Puradika Bongkar Jasa/ Services Indonesia 2013 99.99% 99.99% 9,909 10,366 Muat Makmur (“PBMM”) PT Indonesia Multi Jasa pengelolaan Indonesia 2013 99.99% 99.99% 14,888 12,720 Purpose terminal/ Terminal (“IMPT”) Terminal handling services Orchard Maritime Penanganan dan Singapura/ 2006 99.99% 99.99% 263 265 Logistics Pte pengangkutan Singapore Ltd (“OML”) batubara/ Coal handling and barging PT Agri Multi Lestari Peternakan/ Indonesia 2016 90.59% 90.59% 4,983 5,575 (“AML”) Farming PT Adaro Tirta Jasa penunjang Indonesia 2021 99.02% 99.02% 43,125 47,119 Sarana (“ATS”) a) pertambangan/ Mining support services PT Drupadi Tirta Pengolahan air/ Indonesia 2016 99.02% 99.02% 7,088 7,291 Intan (“DTI”) Water treatment PT Adaro Tirta Pengolahan air/ Indonesia 2016 99.02% 99.02% 10,277 10,897 Gresik (“ATG”) Water treatment Adaro Capital Investasi/ Malaysia 2017 90.00% 90.00% 844,449 856,404 Limited (“ACL”) Investment PT Alam Sukses Lestari Kehutanan/ Indonesia 2018 90.59% 90.59% 2,596 2,866 (“ASR”) Forestry PT Barito Galangan Pembuatan, Indonesia 2019 99.99% 99.99% 16,957 19,486 Nusantara (“BGN”) perbaikan dan perawatan angkutan laut/ Manufacture, repair and maintenance of sea transportation PT Hutan Amanah Kehutanan/ Indonesia 2018 67.94% 67.94% 1,269 1,280 Lestari (“HAL”) Forestry PT Adaro Tirta Pengolahan air/ Indonesia 2018 89.12% 89.12% 8,055 7,693 Mentaya (“ATME”) Water treatment PT Adaro Wamco Jasa penunjang Indonesia 2019 59.41% 59.41% 12,942 12,697 Prima (“AWP”) pertambangan/ Mining support service Adaro Australia Pty Ltd Investasi/ Australia 2021 90.00% 90.00% 770 504 Investment PT Sarana Mekar Investasi/ Indonesia - 54.99% 54.99% 20,614 24,967 Pratama (“SMP”) a) Investment PT Sarana Multi Jasa/ Services Indonesia 2022 99.99% 99.99% 6,299 4,527 Talenta (“SMT”) a) dan entitas anaknya/and its subsidiaries
Page 19
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/8 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Struktur grup (lanjutan) b. Group structure (continued) Mulai beroperasi Kegiatan komersial/ Persentase kepemilikan Total aset usaha/ Commencement efektif/ (sebelum eliminasi)/ Business Kedudukan/ of commercial Effective percentage of Total assets activity Domicile operations ownership (before elimination) 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December 2025 2024 2025 2024 Entitas anak melalui kepemilikan tidak langsung/Indirectly owned subsidiaries (lanjutan/continued) PT Adaro Tirta Jasa penunjang Indonesia 2023 99.02% 99.02% 4,944 4,235 Wening (“ATW”) pengelolaan air/ Water management support services PT Adaro Tirta Pengolahan air/ Indonesia - 99.02% 99.02% 12,706 10,174 Brayan (“ATB”) Water treatment PT Adaro Jasa Jasa penunjang Indonesia 2024 99.02% 99.02% 6,749 7,288 Tirta (“AJT”) pengelolaan air/ Water management support services PT Persada Wana Kehutanan/ Indonesia - 90.59% 90.59% 5 15 Lestari (“PWL”) Forestry PT Cakra Wana Kehutanan/ Indonesia - 90.59% 90.59% 306 315 Lestari (“CWL”) Forestry PT Mandiri Wana Kehutanan/ Indonesia - 90.59% 90.59% 6 14 Lestari (“MWL”) Forestry PT Indotama Semesta Jasa pertambangan/ Indonesia - 64.97% 64.97% 31,327 24,403 Manunggal Mining services (“INDOTAMA”) PT Indovisi Sentosa Kepelabuhan/ Indonesia - 64.97% 64.97% 11,460 8,143 Mandiri (“ISM”) Port PT Mitra Rimba Usaha kehutanan/ Indonesia - 64.97% 64.97% 15 159 Indoprima (“MRI”) Forestry business PT Indo Mitra Jasa pertambangan/ Indonesia - 64.97% 64.97% 99 123 Konstruksi (“IMK”) Mining services PT Grenex Pengolahan air/ Indonesia 2024 74.26% 69.31% 5,338 5,066 Tirta Mandiri (“GTM”) Water treatment PT Kaltara Power Jasa penunjang Indonesia - 83.99% - 13,697 - Services (“KPS”)(b) tenaga listrik/ Power plant support services b) didirikan pada tahun 2025/established in 2025 c. IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian c. IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation Kegiatan AI sebelumnya diatur berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (“PKP2B”) antara AI dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (“PTBA”), dahulu Perusahaan Negara Tambang Batubara, tertanggal 16 November 1982. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 75/1996 tertanggal 25 September 1996 dan perubahan PKP2B No. J2/Ji.DU/52/82 antara PTBA dan AI tertanggal 27 Juni 1997, semua hak dan kewajiban PTBA dalam PKP2B dialihkan kepada Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”) yang diwakili oleh Menteri Pertambangan dan Energi, efektif sejak 1 Juli 1997. AI’s activities were governed by the provisions of a Coal Cooperation Agreement (“CCA”) which was entered into by AI and PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (“PTBA”), formerly Perusahaan Negara Tambang Batubara, on 16 November 1982. Based on Presidential Decree No. 75/1996 dated 25 September 1996 and the amendment to CCA No. J2/Ji.DU/52/82 between PTBA and AI on 27 June 1997, all of the rights and obligations of PTBA under the CCA were transferred to the Government of the Republic of Indonesia (the “Government”) represented by the Minister of Mines and Energy, effective from 1 July 1997.
Page 20
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/9 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) c. IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian (lanjutan) c. IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation (continued) Berdasarkan ketentuan PKP2B, AI merupakan kontraktor Pemerintah yang bertanggung jawab atas operasi penambangan batubara di area yang berlokasi di Kalimantan Selatan. AI memulai periode operasi 30 tahunnya (kecuali diperpanjang berdasarkan persyaratan dan ketentuan dalam PKP2B) pada tanggal 1 Oktober 1992 dengan memproduksi batubara di area of interest Paringin. AI berhak atas 86,5% batubara yang diproduksi dan 13,5% sisanya merupakan bagian Pemerintah. Under the terms of the CCA, AI acts as a contractor to the Government, and is responsible for coal mining operations in an area located in South Kalimantan. AI commenced its 30-year operating period (unless extended based on the terms and conditions in the CCA) on 1 October 1992 with coal produced from the Paringin area of interest. AI is entitled to 86.5% of the coal produced, with the remaining 13.5% representing the Government’s share of production. Pada tanggal 18 September 2014, AI telah menandatangani Nota Kesepahaman (“MoU”) dengan Pemerintah untuk memperbarui PKP2B AI. MoU ini ditandatangani dalam rangka proses renegosiasi penyesuaian PKP2B, yang hanya berkaitan dengan enam isu strategis yaitu: (i) Wilayah PKP2B, (ii) Kelanjutan Operasi Pertambangan, (iii) Penerimaan Negara, (iv) Kewajiban Pengolahan Dalam Negeri, (v) Kewajiban Divestasi, dan (vi) Penggunaan Tenaga Kerja Lokal, Barang-Barang, dan Jasa Dalam Negeri. On 18 September 2014, AI signed a Memorandum of Understanding (“MoU”) with the Government to amend its CCA. This MoU was signed within the framework of the renegotiation process for adjustment of the CCA, which only related to six strategic issues: (i) the CCA area, (ii) the continuation of Mining Operations, (iii) State Revenue, (iv) Obligations of Domestic Processing, (v) Obligations to Divest, and (vi) Use of Local Labour, Goods and Domestic Services. Pada tanggal 17 Januari 2018, AI telah menandatangani amandemen PKP2B dengan Pemerintah (“Amandemen PKP2B”). Amandemen ini ditandatangan dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan PKP2B untuk memenuhi Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sesuai dengan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169. On 17 January 2018, AI signed an amendment to the CCA (“Amendment to the CCA”) with the Government. This amendment was signed for the purpose of adjusting the provisions of the CCA to comply with the provisions of Law No. 4 of 2009 on Mineral and Coal Mining pursuant to the requirements as set forth in Article 169 of the said law. Pada tahun 2022, AI telah menerima Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian (“IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian”) yang diterbitkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tertanggal 13 September 2022. IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian ini telah diberikan untuk jangka waktu yang berakhir pada tanggal 1 Oktober 2032, yang dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. On 2022, AI has received a Special Mining Business Permit for the Continuation of Contract/Agreement Operation (“IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation”) issued by the Minister of Investment/Chairman of the Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia on behalf of the Minister of Energy and Mineral Resources dated 13 September 2022. The IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation has been granted for a period expiring on 1 October 2032, which can be extended in accordance with the prevailing regulations. Mulai 1 Januari 2023, ketentuan perpajakan dan/atau PNBP dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 15/2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau Penerimaan Negara Bukan Pajak di Bidang Usaha Pertambangan Batubara (Catatan 38o). Starting 1 January 2023, the provision on taxation and/or PNBP are implemented in accordance with the Government Regulations No. 15/2022 concerning Treatment of Taxation and/or Payments of Non-Tax State Revenue in The Coal Mining Sector (Note 38o).
Page 21
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/10 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) d. Perjanjian Kerjasama IBT d. IBT Cooperation Agreement Pada tanggal 25 Agustus 1990, IBT mengadakan Surat Perjanjian Dasar Kerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (dahulu Perum Pelabuhan III) (“Pelindo III”) untuk pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan Pelabuhan Umum Batubara di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Pada tanggal 10 November 1994, IBT dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (“Pelindo”) (dahulu Pelindo III) mengubah Surat Perjanjian Dasar Kerjasama menjadi Surat Perjanjian Kerjasama (“Perjanjian Kerjasama”). Berdasarkan Perjanjian Kerjasama, IBT memulai periode operasi 30 tahunnya pada tanggal 21 Agustus 1997. On 25 August 1990, IBT entered into a Basic Agreement with PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (formerly Perum Pelabuhan III) (“Pelindo III”) for the construction, development and operation of a Public Coal Port in Pulau Laut, South Kalimantan. On 10 November 1994, IBT and PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (“Pelindo”) (formerly Pelindo III) amended the Basic Agreement to a Cooperation Agreement (“Cooperation Agreement”). Under the terms of the Cooperation Agreement, IBT commenced its 30-year operating period on 21 August 1997. Perjanjian Kerjasama ini telah mengalami beberapa kali perubahan antara lain, terkait dengan royalti atau pembagian imbalan atas jasa pengelolaan terminal curah batubara dan terminal curah cair, serta kategori aset IBT yang akan dialihkan menjadi milik Pelindo setelah berakhirnya jangka waktu Perjanjian Kerjasama. This Cooperation Agreement has been amended several times, among others related to royalties or the share of handling fees for the management services of the coal bulk terminal and liquid bulk terminal and the category of assets of IBT that will become the property of Pelindo upon the expiration of the Cooperation Agreement. Pada tanggal 6 Desember 2022, IBT, Pelindo dan PT Pelindo Multi Terminal (“PMT”) telah menandatangani Perjanjian Novasi Sebagian atas Perjanjian Kerjasama, sehubungan dengan seluruh tanggung jawab, hak dan kewajiban Pelindo atas share handling fees dan jasa dermaga berdasarkan Perjanjian Kerjasama dialihkan kepada PMT. On 6 December 2022, IBT, Pelindo and PT Pelindo Multi Terminal (“PMT”) signed the Partial Novation Agreement of the Cooperation Agreement, wherein all of Pelindo’s authorities, rights, obligations and responsibilities relating to share handling fees and dock services under the Cooperation Agreement are transferred to PMT. Pada tanggal 4 Januari 2023, IBT dan PMT menandatangani Perjanjian Dasar sehubungan dengan rencana pengembangan kerja sama pengoperasian fasilitas terminal di Pelabuhan Mekar Putih, Pulau Laut, Kalimantan Selatan. On 4 January 2023, IBT and PMT entered into Heads of Agreement in relation to the development plan of cooperation in the operations of terminal facilities at Mekar Putih Port, Pulau Laut, South Kalimantan. Pada tanggal 25 Mei 2023, IBT mengakuisisi 49% saham PT Terminal Curah Utama (“TCU”) dari PMT. TCU bertanggung jawab untuk memelihara fasilitas terminal bahan bakar di Pelabuhan Mekar Putih. On 25 May 2023, IBT acquired 49% share of PT Terminal Curah Utama (“TCU’) from PMT. TCU has the responsibility to maintain the terminal fuel facilities in Mekar Putih Port. Pada tanggal 16 Agustus 2024, IBT, Pelindo dan PMT telah menandatangani Perjanjian Persiapan Kerja Sama Penyelenggaraan Fasilitas Terminal di Pelabuhan Umum Mekar Putih Setelah Berakhirnya Perjanjian Kerjasama No. 61/SPP.PR.129/PIII.94 tanggal 10 November 1994. Perjanjian ini menyepakati skema dan rencana kerja sama lanjutan agar Grup dapat melanjutkan pemanfaatan Pelabuhan Mekar Putih setelah aset build, operate and transfer diserahkan kepada Pelindo, dengan berlandaskan janji-janji dari masing- masing pihak untuk menandatangani perjanjian turunan. On 16 August 2024, IBT, Pelindo and PMT have signed a Cooperation Preparation Agreement for the Implementation of Terminal Facilities at Mekar Putih Port After the Expiration of the Cooperation Agreement No. 61/SPP.PR.129/PIII.94 dated 10 November 1994. This agreement agreed on the scheme and plan for further cooperation in order for the Group to continue utilizing Mekar Putih Port after the build, operate and transfer asset is transferred to Pelindo, based on the promises of each party to sign derivative agreements.
Page 22
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/11 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) e. Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Alur Ambang Sungai Barito e. Ambang Barito River Channel Management Cooperation Agreement Pada tanggal 28 Agustus 2007, PT Ambang Barito Nusapersada (“Ambapers”) menetapkan SDM sebagai pemenang mitra kerja sama untuk melaksanakan pengerukan Alur Ambang Sungai Barito, termasuk pengerukan mulut sungai, pemeliharaan, dan pembiayaan proyek pengerukan alur tersebut. Pada tanggal 25 Maret 2008, SDM mengadakan Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Alur Ambang Sungai Barito dengan Ambapers untuk jangka waktu 15 tahun terhitung sejak tanggal operasionalnya. Selanjutnya, SDM diberi hak pertama untuk mempertimbangkan perpanjangan perjanjian untuk lima tahun berikutnya. Pada tanggal 25 April 2022, SDM dan Ambapers telah menandatangani Amandemen I Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Alur Ambang Sungai Barito untuk memperpanjang jangka waktu perjanjian, sehingga jangka waktu perjanjian akan berakhir pada tanggal 1 Januari 2029. On 28 August 2007, PT Ambang Barito Nusapersada (“Ambapers”) appointed SDM as a partnership winner to execute the dredging of the Ambang Barito River Channel, which includes river-mouth dredging, maintenance dredging and financing of the channel dredging project. On 25 March 2008, SDM entered into an Ambang Barito River Channel Management Cooperation Agreement with Ambapers for a period of 15 years commencing its operation date. Afterwards, SDM will be given the first right to consider an extension to extend for the next five years. On 25 April 2022, SDM and Ambapers signed Amendment I to the Ambang Barito River Channel Management Cooperation Agreement to extend the agreement period, therefore the agreement shall expire on 1 January 2029. Ambapers mengenakan pungutan jasa alur untuk setiap kapal yang melalui Alur Ambang Sungai Barito sebagaimana diperkenankan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendapatan dari pengelolaan alur ini dibagi antara Ambapers dan SDM berdasarkan proporsi yang telah ditetapkan. Ambapers charges a channel fee for every ship that passes through the Ambang Barito River Channel, to the extent permitted by the prevailing laws and regulations. Revenue from the management of channel fees is distributed to Ambapers and SDM in the determined proportions. Pada tanggal 27 Februari 2025, SDM dan Ambapers telah menandatangani Perjanjian Kerjasama baru untuk melaksanakan pengerukan dan pemeliharaan Alur Pelayaran Ambang Sungai Barito. Jangka waktu perjanjian berlaku sampai dengan tanggal 20 September 2042 berdasarkan perjanjian konsesi Ambapers. Ambapers setuju untuk membayar biaya jasa berdasarkan rumus yang telah ditetapkan. Perjanjian Kerjasama baru tersebut mengakhiri Perjanjian Kerjasama sebelumnya. On 27 February 2025, SDM and Ambapers have signed a new Cooperation Agreement to carry out dredging and maintenance of the Ambang Barito River Channel. This agreement is effective until 20 September 2042, in line with Ambapers’ concession agreement. Ambapers agreed to pay a service fee based on a determined formula. This new Cooperation Agreement terminates the previous Cooperation Agreement.
Page 23
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/12 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) f. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara PC dan RC f. PC and RC Coal Contracts of Work (“CCoWs”) PC dan RC telah menandatangani PKP2B dengan Pemerintah untuk melakukan kegiatan pengusahaan pertambangan batubara sebagai berikut: PC and RC have entered into CCoWs with the Government to conduct coal mining activities as follows: No. Perusahaan/ Company Tanggal perjanjian/ Agreement date Periode operasi wilayah pertambangan/ Mining areas operation period Tanggal amandemen/ Amendment date Luas wilayah (tidak direviu)/ Area (unreviewed) Lokasi/ Location 1 PC 19 April 1999 Sampai dengan tanggal 9 April 2054 dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan/Until 9 April 2054 and can be extended in accordance with the applicable laws and regulations 14 November 2017 24,971 hektar/ hectare Kalimantan Timur/East Kalimantan 2 RC 6 September 2000 30 tahun sejak permulaan operasi penambangan yang pertama, atau periode yang lebih lama yang dapat disetujui oleh Pemerintah berdasarkan permohonan tertulis/30 years from the commencement of the first mining operation, or such longer period that may be approved by the Government based on a written application. 14 November 2017 36,490 hektar/ hectare Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah/ East Kalimantan and Central Kalimantan g. Izin Usaha Pertambangan g. Mining Business Permits Selain IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian yang dimiliki oleh AI dan PKP2B yang dimiliki PC dan RC, Grup memiliki izin usaha pertambangan sebagai berikut: Other than the IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation entered into by AI and the CCoWs entered into by the PC and RC, the Group had the following mining business permits: Surat Keputusan/Decree Izin/Permit Periode/ Period (Tahun/ Year) Luas wilayah (tidak direviu)/ Area (unreviewed) Lokasi/Location No. Nomor/ Number Tanggal/ Date Oleh/By Jenis/ Type Pemegang/ Holder 1 No. 503/188/KEP/ PERTAMBEN/2010 29 April 2010 Bupati Lahat/Regent of Lahat IUPOP MIP 20 2.000 hektar/ hectare Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan/Lahat Regency, South Sumatera Province 2 No. 0466 K/30/ MEM/2015* 12 Februari/ February 2015 KESDM/ MoEMR IUPOP PCS 20 sampai dengan/until 2029 2.500 hektar/ hectare Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan/Balangan Regency, South Kalimantan Province
Page 24
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/13 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) g. Izin Usaha Pertambangan (lanjutan) g. Mining Business Permits (continued) Surat Keputusan/Decree Izin/Permit Periode/ Period (Tahun/ Year) Luas wilayah (tidak direviu)/ Area (unreviewed) Lokasi/Location No. Nomor/ Number Tanggal/ Date Oleh/By Jenis/ Type Pemegang/ Holder 3 No. 0427 K/30/ MEM/2015* 10 Februari/ February 2015 KESDM/ MoEMR IUPOP SCM 20 sampai dengan/until 2029 2.500 hektar/ hectare Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan/Balangan Regency, South Kalimantan Province 4 No. 0636 K/30/ MEM/2015 24 Februari/ February 2015 KESDM/ MoEMR IUPOP LSA 20 sampai dengan/until 2034 2.500 hektar/ hectare Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan/Balangan Regency, South Kalimantan Province KESDM: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/MoEMR: Minister of Energy and Mineral Resources IUPOP: Izin Usaha Pertambangan Operasi dan Produksi/Operation and Production Mining Business Licence *IUPOP yang diterbitkan berdasarkan Keputusan Bupati Balangan No. 188.45/83/Kum Tahun 2009 tanggal 8 April 2009 (PCS) dan Keputusan Bupati Balangan No. 188.45/131/Kum Tahun 2009 tanggal 21 Juli 2009 (SCM), keduanya disesuaikan dengan keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam rangka perubahan status keduanya menjadi Perusahaan Penanaman Modal Asing/ IUPOP issued based on Decree of Regent of Balangan No. 188.45/83/Kum Year 2009 dated 8 April 2009 (PCS) and Decree of Regent of Balangan No. 188.45/131/Kum Year 2009 dated 21 July 2009 (SCM), both adjusted in accordance with the decree of the Minister of Energy and Mineral Resources due to their change in status to Foreign Capital Investment Companies 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION Berikut ini adalah informasi kebijakan akuntansi material yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim Grup. Kebijakan ini telah diaplikasikan secara konsisten terhadap semua periode/tahun yang disajikan, kecuali dinyatakan lain. The following is information on the material accounting policies applied in preparing the Group's interim consolidated financial statements. These policies have been applied consistently to all the periods/years presented, unless otherwise stated. a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim a. Basis of preparation of the interim consolidated financial statements Laporan keuangan konsolidasian interim Grup telah disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”. The Group’s interim consolidated financial statements have been prepared in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards and Regulation No. VIII.G.7 regarding “Financial Statement Presentation and Disclosures of Issuers or Public Companies”. Laporan keuangan konsolidasian interim Grup telah disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan tertentu yang diakui berdasarkan nilai wajar, serta menggunakan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian interim. The Group’s interim consolidated financial statements have been prepared under the historical cost convention, except for financial assets which are recognised at fair value, and using the accrual basis except for the interim consolidated statements of cash flows. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia memerlukan penggunaan estimasi dan asumsi akuntansi penting tertentu. Penyusunan laporan keuangan juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area-area yang memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau kompleks, atau area dimana asumsi dan estimasi yang berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian interim diungkapkan dalam Catatan 3. The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates and assumptions. It also requires management to exercise its judgement in the process of applying the Group’s accounting policies. The areas involving a higher degree of judgement or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the interim consolidated financial statements are disclosed in Note 3.
Page 25
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/14 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) b. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) b. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (“SFAS”) Penerapan dari standar dan amandemen terhadap standar akuntansi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 berikut tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan konsolidasian interim pada periode berjalan: The adoption of the following standard and amendments to accounting standards which are effective from 1 January 2025 did not result in substantial changes to the Group’s accounting policies and had no material effect on the amounts reported in the interim consolidated financial statements for the current period: PSAK No. 117, “Kontrak Asuransi” Amandemen PSAK No. 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing – Kekurangan Ketertukaran” SFAS No. 117, “Insurance Contracts” Amendment to SFAS No. 221, “The Effect of Changes in Foreign Exchange Rates – Lack of Exchangeability” Amandemen atas standar yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2026, tetapi penerapan dini diperkenankan, adalah sebagai berikut: The amended standard issued, but only effective for the financial year beginning 1 January 2026, but early adoption is permitted, are as follows: Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan Amendment to SFAS No. 109, “Financial Instruments” and SFAS No. 107, “Financial Instruments: Disclosure” about classification and measurement of financial instruments Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” tentang kontrak yang mengacu pada listrik bergantung alam Amendment to SFAS No. 109, “Financial Instruments” and SFAS No. 107, “Financial Instruments: Disclosure” about contracts referencing nature-dependent electricity Standar baru yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2027, tetapi penerapan dini diperkenankan, adalah sebagai berikut: The new standard issued, but only effective for the financial year beginning 1 January 2027, but early adoption is permitted, is as follows: PSAK No. 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” SFAS No. 118, “Presentation and Disclosure in Financial Statements” Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian interim ini, Grup sedang mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan amandemen pada laporan keuangan konsolidasian interim Grup. As at the completion date of these interim consolidated financial statements, the Group is evaluating the potential impact of the new standard and amendments on the Group’s interim consolidated financial statements.
Page 26
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/15 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi c. Principles of consolidation i. Entitas anak i. Subsidiaries i.1. Konsolidasi i.1. Consolidation Entitas anak merupakan semua entitas (termasuk entitas yang terstruktur), dimana Grup memiliki pengendalian. Grup mengendalikan suatu entitas ketika Grup memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan suatu entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Subsidiaries are all entities (including structured entities) over which the Group has control. The Group controls an entity when the Group is exposed to, or has rights to, variable returns from its involvement with the entity and has the ability to affect those returns through its power over the entity. Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian beralih kepada Grup dan tidak lagi dikonsolidasi sejak tanggal hilangnya pengendalian. Subsidiaries are consolidated from the date on which control is transferred to the Group and are de-consolidated from the date on which that control ceases. Saldo, transaksi, penghasilan, dan beban intra kelompok usaha dieliminasi. Keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset juga dieliminasi. Kebijakan akuntansi entitas anak telah diubah seperlunya untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan oleh Grup. Intragroup balances, transactions, income and expenses are eliminated. Profits and losses resulting from intragroup transactions that are recognised in assets are also eliminated. The accounting policies of subsidiaries have been amended where necessary to ensure consistency with the policies adopted by the Group. i.2. Akuisisi i.2. Acquisition Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat setiap kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk mengakuisisi entitas anak adalah nilai wajar seluruh aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui oleh pihak pengakuisisi kepada pemilik sebelumnya dari entitas yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup. The Group applies the acquisition method to account for business combinations. The consideration transferred for the acquisition of a subsidiary is the fair value of the assets transferred, the liabilities incurred to the former owners of the acquiree and the equity interests issued by the Group. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar setiap aset dan liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi, liabilitas dan liabilitas kontinjensi yang diambil alih, yang diperoleh dalam kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. The consideration transferred includes the fair value of any asset or liability resulting from a contingent consideration arrangement. Identifiable assets acquired, liabilities and contingent liabilities assumed in a business combination are measured initially at their fair values as at the acquisition date.
Page 27
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/16 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) i. Entitas anak (lanjutan) i. Subsidiaries (continued) i.2. Akuisisi (lanjutan) i.2. Acquisition (continued) Grup mengakui kepentingan non- pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan non- pengendali atas aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Kepentingan non- pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. The Group recognises any non- controlling interest in the acquiree on an acquisition-by-acquisition basis, either at fair value or at the non-controlling interest’s proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. Non- controlling interests are reported as equity in the consolidated statements of financial position, separate from the owners of the parent entity. Biaya terkait akuisisi dibebankan pada saat terjadinya. Acquisition-related costs are expensed as incurred. Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, Grup akan mengukur kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pada pihak yang diakuisisi sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi. Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui sebagai aset atau liabilitas dan dicatat dalam laba rugi. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. If the business combination is achieved in stages, the Group will remeasure its previously held equity interest in the acquiree at its fair value at its acquisition date and recognise the resulting gain or loss, if any, in profit or loss. Any contingent consideration to be transferred by the Group is recognised at its fair value as at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the contingent consideration that is deemed to be an asset or a liability are recognised in profit or loss. A contingent consideration that is classified as equity is not remeasured, and its subsequent settlement is accounted for within equity. Selisih lebih antara imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali dalam pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepemilikan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi, dibandingkan dengan nilai wajar bagian Grup atas aset bersih teridentifikasi yang diakuisisi, dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah tersebut lebih kecil dari nilai wajar atas aset bersih teridentifikasi entitas anak yang diakuisisi dan pengukuran atas seluruh jumlah tersebut telah ditelaah, dalam hal pembelian dengan diskon, selisih tersebut diakui secara langsung dalam laba rugi. The excess of the consideration transferred, the amount of any non- controlling interests in the acquiree and the acquisition date fair value of any previous equity interest in the acquiree over the fair value of the Group’s share of the identifiable net assets acquired is recorded as goodwill. If those amounts are less than the fair value of the net identifiable assets of the subsidiary acquired and the measurement of all amounts has been reviewed, in the case of a bargain purchase, the difference is recognised directly in profit or loss.
Page 28
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/17 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) ii. Perubahan kepemilikan atas entitas anak tanpa kehilangan pengendalian ii. Changes in ownership interest in subsidiaries without loss of control Transaksi dengan kepentingan non- pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayarkan dan bagiannya atas jumlah tercatat aset neto yang diperoleh dicatat dalam ekuitas. Keuntungan atau kerugian atas pelepasan kepada kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas. Transactions with non-controlling interests that do not result in a loss of control are accounted for as equity transactions. The difference between the fair value of any consideration paid and the relevant share acquired of the carrying amount of net assets of the subsidiary is recorded in equity. Gains or losses on disposals to non- controlling interests are also recorded in equity. iii. Pelepasan entitas anak iii. Disposal of subsidiaries Ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, Grup menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai tercatatnya ketika pengendalian hilang. Jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain juga direklasifikasi ke laba rugi atau dialihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh PSAK lain. When the Group loses control of a subsidiary, the Group derecognises the assets (including any goodwill) and liabilities of the subsidiary at their carrying amounts as at the date on which control is lost. Amounts previously recognised in other comprehensive income are also reclassified to profit or loss or transferred directly to retained earnings if required under other SFAS. Sisa investasi pada entitas anak terdahulu diakui sebesar nilai wajarnya. Setiap perbedaan antara nilai tercatat sisa investasi pada tanggal hilangnya pengendalian dan nilai wajarnya diakui dalam laba rugi. Any investment retained in the former subsidiary is recognised at its fair value. The difference between the carrying amount of the investment retained at the date when the control is lost and its fair value is recognised in profit or loss. iv. Akuntansi entitas asosiasi dan ventura bersama iv. Accounting for associates and joint ventures Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh signifikan, tetapi tidak mengendalikan, dan biasanya Grup memiliki 20% atau lebih hak suara, tetapi tidak melebihi 50% hak suara. Investasi pada entitas asosiasi dicatat pada laporan keuangan konsolidasian interim menggunakan metode ekuitas dikurangi kerugian penurunan nilai, jika ada. An associate is an entity over which the Group has significant influence, but not control, generally accompanied by a shareholding giving rise to voting rights of 20% or greater but not exceeding 50%. Investments in associates are accounted for in the interim consolidated financial statements using the equity method less impairment losses, if any. Ventura bersama merupakan pengaturan bersama antara beberapa pihak yang melakukan kesepakatan pengendalian bersama yang memiliki hak atas aset neto pengaturan tersebut. Ventura bersama ini menggunakan metode ekuitas dikurangi kerugian penurunan nilai, jika ada. A joint venture is a joint arrangement in which the parties that share joint control have rights to the net assets of the arrangement. Joint ventures are accounted for using the equity method less impairment losses, if any.
Page 29
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/18 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) iv. Akuntansi entitas asosiasi dan ventura bersama (lanjutan) iv. Accounting for associates and joint ventures (continued) - Akuisisi - Acquisitions Investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan diukur berdasarkan nilai wajar aset yang diserahkan, instrumen ekuitas yang diterbitkan atau liabilitas yang timbul atau diambil alih pada tanggal akuisisi, ditambah biaya yang berhubungan langsung dengan akuisisi. Investment in an associate or a joint venture is initially recognised at cost. The cost of an acquisition is measured at the fair value of the assets transferred, equity instruments issued or liabilities incurred or assumed as at the date of exchange, plus costs directly attributable to the acquisition. Goodwill pada akuisisi entitas asosiasi atau ventura bersama merupakan selisih lebih yang terkait dengan biaya perolehan investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dengan bagian Grup atas nilai wajar neto aset teridentifikasi dari entitas asosiasi atau ventura bersama dan dimasukkan dalam jumlah tercatat investasi. Goodwill on the acquisition of an associate or a joint venture represents the excess of the cost of acquisition of the associate or joint venture over the Group’s share of the fair value of the identifiable net assets of the associate or joint venture and is included in the carrying amount of the investment. - Metode ekuitas - Equity method Dalam menerapkan metode ekuitas, bagian Grup atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setelah perolehan diakui dalam laba rugi dan bagian Grup atas penghasilan komprehensif lain setelah tanggal perolehan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. In applying the equity method of accounting, the Group’s share of its associate’s or joint venture’s post- acquisition profit or loss is recognised in profit or loss and its share of post- acquisition other comprehensive income is recognised in other comprehensive income. Perubahan dan penerimaan distribusi dari entitas asosiasi atau ventura bersama setelah tanggal perolehan disesuaikan terhadap nilai tercatat investasi. These post-acquisition movements and distributions received from an associate or a joint venture are adjusted against the carrying amounts of the investment. Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi atau ventura bersama-sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tidak lancar tanpa jaminan, maka Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut, kecuali Grup memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran atau telah melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama. When the Group’s share of the losses of an associate or a joint venture equals or exceeds its interest in the associate or joint venture, including any other unsecured non-current receivables, the Group does not recognise further losses, unless it has obligations to make or has made payments on behalf of the associate or joint venture.
Page 30
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/19 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) iv. Akuntansi entitas asosiasi dan ventura bersama (lanjutan) iv. Accounting for associates and joint ventures (continued) - Metode ekuitas (lanjutan) - Equity method (continued) Keuntungan yang belum direalisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura bersama dieliminasi sebesar bagian Grup dalam entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang ditransfer. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama akan disesuaikan, apabila diperlukan, agar konsisten dengan kebijakan akuntansi Grup. Unrealised gains on transactions between the Group and its associate or joint venture are eliminated to the extent of the Group’s interest in the associate or joint venture. Unrealised losses are also eliminated unless the transaction provides evidence of impairment of the asset being transferred. The accounting policies of the associate or joint venture have been changed where necessary to ensure consistency with the accounting policies adopted by the Group. Dividen yang akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Dividends receivable from an associate or a joint venture are recognised as reductions in the carrying amounts of the investment. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika bukti tersebut ada, maka Grup menghitung besarnya penurunan nilai sebagai selisih antara jumlah yang terpulihkan dan nilai tercatat atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dan mengakui selisih tersebut pada laba rugi. At each reporting date, the Group determines whether there is any objective evidence that the investment in an associate or joint venture is impaired. If any such evidence exists, the Group calculates the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the associate or the joint venture and its carrying amount and recognises the amount in profit or loss. - Pelepasan - Disposals Investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dihentikan pengakuannya apabila Grup tidak lagi memiliki pengaruh signifikan atau pengendalian bersama. Grup mengukur investasi yang tersisa sebesar nilai wajar. Selisih antara jumlah tercatat investasi yang tersisa pada tanggal hilangnya pengaruh signifikan dan nilai wajarnya diakui dalam laba rugi. An investment in an associate or a joint venture is derecognised when the Group loses significant influence and joint control. The Group measures the remaining investment at fair value. The difference between the carrying amount of the retained interest at the date when significant influence is lost and its fair value is recognised in profit or loss.
Page 31
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/20 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) iv. Akuntansi entitas asosiasi dan ventura bersama (lanjutan) iv. Accounting for associates and joint ventures (continued) - Pelepasan (lanjutan) - Disposals (continued) Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan sebagian atau dilusi yang timbul pada investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dimana pengaruh signifikan dan pengendalian bersama masih dipertahankan diakui dalam laba rugi dan hanya suatu bagian proporsional atas jumlah yang telah diakui sebelumnya pada penghasilan komprehensif lain yang direklasifikasi ke laba rugi. Gains and losses arising from partial disposal or dilution of an investment in an associate or a joint venture in which significant influence and joint control is retained are recognised in profit or loss and only a proportionate share of the amount previously recognised in other comprehensive income is reclassified to profit or loss where appropriate. d. Penjabaran mata uang asing d. Foreign currency translation i. Mata uang fungsional dan penyajian i. Functional and presentation currency Akun-akun yang disertakan dalam laporan keuangan setiap entitas anggota Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”). Laporan keuangan konsolidasian interim disajikan dalam Dolar Amerika Serikat (“AS$” atau “Dolar AS”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan penyajian Grup. Items included in the financial statements of each of the Group’s entities are measured using the currency of the primary economic environment in which the relevant entity operates (the “functional currency”). The interim consolidated financial statements are presented in United States Dollars (“US$” or “US Dollars”), which is the Company’s functional currency and the Group’s presentation currency. ii. Transaksi dan saldo ii. Transactions and balances Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir tahun pelaporan diakui dalam laba rugi. Foreign currency transactions are translated into the functional currency using the exchange rates prevailing as at the date of the transactions. As at the reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currency are adjusted to reflect the prevailing exchange rates at such date. Foreign exchange gains and losses resulting from the settlement of such transactions and from the translation at year-end exchange rates of monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are recognised in profit or loss.
Page 32
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/21 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) d. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) d. Foreign currency translation (continued) ii. Transaksi dan saldo (lanjutan) ii. Transactions and balances (continued) Kurs yang digunakan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia, adalah sebagai berikut (dalam Dolar AS penuh): As at the consolidated statements of financial position dates, the exchange rates used, based on the middle rates published by Bank Indonesia, were as follows (full US Dollars amount): 30 31 Desember/ September December 2025 2024 Rupiah 10.000 (“Rp”) 0.60 0.62 Rupiah 10,000 (“Rp”) Dolar Singapura (“S$”) 0.78 0.74 Singaporean Dollar (“S$”) Dolar Australia (“A$”) 0.66 0.62 Australian Dollar (“A$”) Euro (“€”) 1.17 1.04 Euro (“€”) Yen 100 (“JP¥”) 0.67 0.63 Yen 100 (“JP¥”) Yuan (“CNY”) 0.14 0.14 Yuan (“CNY”) iii. Entitas dalam Grup iii. Group companies Hasil usaha operasi dan posisi keuangan dari seluruh entitas anak Grup (tidak ada yang mata uang fungsionalnya mata uang dari suatu ekonomi hiperinflasi) yang memiliki mata uang fungsional yang berbeda dengan mata uang penyajian Perusahaan, ditranslasikan dalam mata uang penyajian Perusahaan sebagai berikut: The results of the operations and financial position of all of the Group’s subsidiaries (none of which has the currency of a hyperinflationary economy) that have a functional currency different from the Company’s presentation currency are translated into the Company’s presentation currency as follows: (a) Aset dan liabilitas yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian, dijabarkan pada kurs penutup tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian tersebut; (b) Penghasilan dan beban untuk setiap pos laba rugi dijabarkan menggunakan kurs rata-rata (kecuali jika rata-rata tersebut bukan perkiraan wajar efek kumulatif dari kurs yang berlaku pada tanggal transaksi, maka penghasilan dan beban dijabarkan menggunakan kurs tanggal transaksi); dan (c) Seluruh selisih kurs yang timbul diakui dalam penghasilan komprehensif lain. (a) The assets and liabilities presented in the consolidated statements of financial position are translated at the closing rate at the date of the consolidated statements of financial position; (b) The income and expenses for each profit or loss item are translated at the average exchange rates (unless this average is not a reasonable approximation of the cumulative effect of the rates prevailing on the transaction dates, in which case the income and expenses are translated at the rates in force on the dates of the transactions); and (c) All of the resulting exchange differences are recognised in other comprehensive income. Dalam konsolidasi, selisih kurs yang timbul dari penjabaran investasi neto pada entitas asing dan instrumen keuangan lainnya yang ditetapkan sebagai lindung nilai atas investasi tersebut, diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi dijual, selisih kurs yang terkait direklasifikasi ke laba rugi. On consolidation, exchange differences arising from the translation of any net investments in foreign entities and other financial instruments designated as hedges of such investments, are recognised in other comprehensive income. When the investment is sold, the associated exchange differences are reclassified to profit or loss.
Page 33
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/22 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak dibatasi penggunaannya. Cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks and time deposits with maturity periods of three months or less at the time of placement that are restricted. Laporan arus kas konsolidasian interim disusun menggunakan metode langsung dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. The interim consolidated statements of cash flows have been prepared using the direct method by classifying the cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. f. Piutang f. Receivables Piutang usaha adalah jumlah terutang dari pelanggan atas penjualan batubara atau jasa yang diberikan dalam kegiatan usaha biasa. Piutang non-usaha merupakan jumlah terutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha biasa. Jika piutang diperkirakan tertagih dalam satu tahun atau kurang, piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Trade receivables are amounts due from customers for coal or services performed in the ordinary course of business. Non-trade receivables are amounts arising from transactions outside of the ordinary course of business. If the collection of the receivables is expected within one year or less, they are classified as current assets. If not, they are presented as non-current assets in the consolidated statements of financial position. Piutang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, jika efek pendiskontoan signifikan, dikurangi dengan cadangan kerugian. Trade receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, if the impact of discounting is significant, less any loss allowance. Kerugian penurunan nilai piutang disajikan sebagai bagian dari beban usaha pada laba rugi. Jumlah yang selanjutnya dapat dipulihkan kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap item baris yang sama. Impairment losses on receivables are presented as part of operating expenses in profit or loss. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the same line item. Lihat Catatan 2i untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan penentuan jumlah cadangan kerugian piutang Grup. See Note 2i for further information regarding the policy on the determination of the amount for the loss allowance on the Group’s receivables. Piutang non-usaha dari pihak berelasi pada awalnya disajikan sebagai aset tidak lancar kecuali jika ada alasan tertentu untuk disajikan sebagai aset lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Non-trade receivables from related parties are initially presented as non-current assets unless there are specific reasons for them to be presented as current assets in the consolidated statements of financial position.
Page 34
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/23 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) g. Piutang dari pengaturan jasa konsesi g. Receivables from service concession arrangements Piutang yang timbul dari proyek konsesi merupakan jasa yang diberikan sehubungan dengan pengaturan konsesi jasa dimana minimum pembayaran terjamin telah disepakati terlepas dari jumlah pemakaian. Karena panjangnya rencana pembayaran, piutang dicatat sebesar nilai kini dari penerimaan kas yang dijamin dan didiskontokan dengan menggunakan tingkat suku bunga tertentu. Bunga piutang yang diakumulasikan dalam setahun dicatat sebagai pendapatan keuangan dari pengaturan konsesi jasa dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pembayaran akan dibagi menjadi bagian yang akan dikurangkan dari piutang dan bunga atas jumlah yang belum dibayar. Receivables due from the concession project represent services provided in connection with a service concession arrangement for which guaranteed minimum payments have been agreed upon irrespective of the extent of use. Due to the length of the payment plans, receivables are the present value of future guaranteed cash receipts discounted using a certain interest rate. The annual accumulation of interest on these receivables is presented as finance income from the service concession arrangement using the effective interest method. Payments will be divided into a portion to be deducted from the receivables and interest on the unpaid amounts. h. Persediaan h. Inventories Persediaan batubara dinilai berdasarkan nilai terendah antara harga perolehan atau nilai realisasi neto. Harga perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang yang mencakup biaya penambangan, biaya tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya, dan alokasi bagian biaya overhead tetap dan variabel yang berkaitan dengan kegiatan penambangan. Biaya tersebut tidak termasuk biaya pinjaman. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Coal inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Cost is determined based on the weighted average method which includes mining costs, direct labour costs, other direct costs and an appropriate portion of fixed and variable overheads related to mining operations. It excludes borrowing costs. The net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale. Persediaan suku cadang, bahan bakar, dan perlengkapan dinilai dengan harga perolehan dikurangi dengan provisi persediaan usang dan bergerak lambat. Harga perolehan suku cadang dan perlengkapan ditentukan dengan metode rata-rata bergerak sedangkan harga perolehan untuk bahan bakar ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Provisi persediaan usang dan bergerak lambat ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing- masing jenis persediaan pada masa mendatang. Bahan pendukung kegiatan pemeliharaan dicatat sebagai beban produksi pada tahun digunakan. Spare parts, fuel and supplies are valued at cost less a provision for obsolete and slow-moving items. Cost of spare parts and supplies is determined based on the moving average method while cost of fuel is determined based on the weighted average method. A provision for obsolete and slow-moving items is determined on the basis of the estimated future usage or sale of individual inventory items. Supplies of maintenance materials are charged to production costs in the year in which they are used.
Page 35
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/24 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Aset keuangan i. Financial assets i. Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran i. Classification, recognition and measurement Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini: The Group classifies its financial assets into the following categories: (i) aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan (ii) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. (i) financial assets measured at amortised cost; and (ii) financial assets measured at fair value either through profit or loss (“FVTPL”) or through other comprehensive income (“FVOCI”). Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga. The classification depends on the Group’s business model and the contractual terms of the cash flows when determining whether their cash flows are solely payments of principal and interest (“SPPI”). Grup menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal. The Group determines the classification of its financial assets at initial recognition. (i). Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (i). Financial assets measured at amortised cost Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis “dimiliki untuk mendapatkan arus kas” dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”. This classification applies to debt instruments which are held under a “hold to collect” business model and which have cash flows that meet the SPPI criteria. Pada pengakuan awal, piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan, diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi. At initial recognition, trade receivables that do not have a significant financing component are recognised at their transaction price. Other financial assets are initially recognised at fair value plus related transaction costs. They are subsequently measured at amortised cost using the effective interest method. Any gains or losses on derecognition or modification of a financial asset held at amortised cost are recognised in profit or loss.
Page 36
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/25 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) i. Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan) i. Classification, recognition and measurement (continued) (ii). Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (ii). Financial assets measured at FVTPL Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut. Dalam semua klasifikasi, biaya transaksi dibebankan pada laba rugi: The classification applies to the following financial assets. In all cases, transaction costs are immediately expensed in profit or loss: - Instrumen utang yang tidak memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan dicatat pada laba rugi. - Investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan dividen terkait diakui pada laba rugi. - Derivatif yang bukan merupakan instrumen lindung nilai. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya diakui pada laba rugi. - Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat menentukan apakah arus kasnya semata-mata merupakan pembayaran pokok dan bunga. - Debt instruments that do not meet the criteria of amortised cost or FVOCI. Subsequent fair value gains or losses are recognised in profit or loss. - Equity investments that are held for trading or where FVOCI election has not been applied. All fair value gains or losses and related dividend income are recognised in profit or loss. - Derivatives that are not designated as a hedging instrument. All subsequent fair value gains or losses are recognised in profit or loss. - Financial assets with embedded derivatives are considered in their entirety when determining whether their cash flows are SPPI. (iii). Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (iii). Financial assets measured at FVOCI Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini: This classification applies to the following financial assets: - Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan untuk dijual dan di mana arus kasnya memenuhi kriteria “semata- mata dari pembayaran pokok dan bunga”. - Debt instruments that are held under a business model where they are held for collection of contractual cash flows and also for sale (“collect and sell”) and which have cash flows that meet the SPPI criteria.
Page 37
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/26 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) i. Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan) i. Classification, recognition and measurement (continued) (iii). Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (lanjutan) (iii). Financial assets measured at FVOCI (continued) - Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya transaksi menggunakan metode suku bunga efektif), keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari selisih kurs diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan, keuntungan atau kerugian nilai wajar kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada laba rugi. - All movements in the fair value of these financial assets are taken through other comprehensive income, except for the recognition of impairment gains or losses, interest revenue (including transaction costs by applying the effective interest method), gains or losses arising on derecognition and foreign exchange gains and losses that are recognised in profit or loss. When the financial asset is derecognised, the cumulative fair value gains or losses previously recognised in other comprehensive income are reclassified to profit or loss. - Investasi ekuitas di mana Grup membuat pilihan yang tak terbatalkan untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi pada penghasilan komprehensif lain. Pilihan ini dibuat berdasarkan instrumen per instrumen, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi investasi ekuitas, termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi pada laba rugi. Dividen diakui dalam laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan. - Equity investments where the Group has irrevocably elected to present fair value gains and losses on revaluation in other comprehensive income. The election is made on an instrument- by-instrument basis, however, it is not applicable to equity investments held for trading. Fair value gains or losses on the revaluation of such equity investments, including any foreign exchange component, are recognised in other comprehensive income. When the equity investment is derecognised, there is no reclassification of fair value gains or losses previously recognised in other comprehensive income to profit or loss. Dividends are recognised in profit or loss when the right to receive payment is established. Grup mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah. The Group reclassifies debt investments, if, and only if, the business model for managing those assets changes.
Page 38
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/27 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) ii. Penghentian pengakuan ii. Derecognition Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Financial assets are derecognised when the rights to receive cash flows from the investments have expired or have been transferred and the Group has transferred substantially all of the risks and rewards of ownership. iii. Penurunan nilai aset keuangan iii. Impairment of financial assets Grup menilai berdasarkan basis forward- looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan. The Group assesses on a forward-looking basis, the expected credit losses (“ECL”) associated with its financial assets carried at amortised cost. The impairment method applied depends on whether there has been a significant increase in credit risk. Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal. At each reporting date, the Group assesses whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Group uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of ECL. To make that assessment, the Group compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and considers reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition.
Page 39
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/28 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Aset keuangan (lanjutan) i. Financial assets (continued) iii. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) iii. Impairment of financial assets (continued) Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh saldo piutang usaha, piutang lain-lain dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan dan pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya. Pendekatan umum termasuk penelaahan perubahan signifikan risiko kredit sejak terjadinya. Penelaahan kerugian kredit ekspektasian termasuk asumsi mengenai risiko gagal bayar dan tingkat kerugian ekspektasian. Untuk piutang usaha, dalam pengkajian juga mempertimbangkan penggunaan peningkatan kredit, misalnya, letter of credit dan garansi bank. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa. The Group applies the “simplified approach” to measuring ECL which uses a lifetime expected loss allowance for all trade receivables, other receivables and contract assets without significant financing components and the “general approach” for all other financial assets. The general approach incorporates a review for any significant increase in counterparty credit risk since inception. The ECL reviews include assumptions about the risk of default and expected loss rates. For trade receivables, the assessment considers the use of credit enhancements, for example, letters of credit and bank guarantees. To measure the ECL, trade receivables have been grouped based on similar credit risk characteristics and the days past due. iv. Saling hapus antar instrumen keuangan iv. Offsetting financial instruments Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Financial assets and liabilities are offset and their net amounts are reported in the consolidated statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis or realise the asset and settle the liability simultaneously.
Page 40
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/29 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) j. Aset tetap j. Fixed assets Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK No. 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK No. 216, “Aset tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan. The Group analyses the facts and circumstances for each type of land rights in determining the accounting for each of its land rights so that it accurately represents an underlying economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the underlying assets to the Group, but give the rights to use the underlying assets, the Group applies the accounting treatment for leases under SFAS No. 116, “Leases”. If the land rights are substantially similar to land purchases, the Group applies SFAS No. 216, “Property, plant and equipment” under which land rights are recognised at cost and not depreciated. Pada awalnya, semua aset tetap diakui sebesar harga perolehan dan setelahnya dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Aset tetap, kecuali aset tetap AI, LSA, SCM, MIP, PCS, PC dan RC, disusutkan hingga mencapai estimasi nilai sisa menggunakan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: Fixed assets are initially recognised at cost and subsequently carried at cost less accumulated depreciation and accumulated impairment losses. Fixed assets, except for the fixed assets of AI, LSA, SCM, MIP, PCS, PC and RC, are depreciated using the straight-line method to their residual values over their estimated useful lives as follows: Tahun/ Year Bangunan 10 - 30 Buildings Infrastruktur 3 - 30 Infrastructure Mesin, peralatan operasional, dan Machineries, operational equipment kendaraan 4 - 20 and vehicles Kapal 5 - 25 Vessels Peralatan kantor 3 - 10 Office equipment Aset tetap AI, LSA, SCM, MIP, PCS, PC dan RC disusutkan menggunakan metode garis lurus selama periode yang lebih rendah antara estimasi masa manfaat aset, umur tambang, atau masa jangka waktu lisensi atau kontrak yang relevan. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah sebagai berikut: The fixed assets of AI, LSA, SCM, MIP, PCS, PC and RC are depreciated using the straight-line method over the lesser of the estimated useful lives of the assets, the life of the mine, or the term of the relevant license or contract. The estimated useful lives of the fixed assets are set as follows: Tahun/ Year Bangunan 10 - 20 Buildings Infrastruktur 4 - 20 Infrastructure Mesin, peralatan operasional, dan Machineries, operational equipment kendaraan 4 - 16 and vehicles Peralatan kantor 4 - 8 Office equipment Fasilitas peremukan dan pengolahan 4 - 20 Crushing and handling facilities Jalan dan jembatan 10 - 20 Roads and bridges
Page 41
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/30 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) j. Aset tetap (lanjutan) j. Fixed assets (continued) Biaya-biaya yang terjadi setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai aset terpisah, sebagaimana mestinya, hanya jika kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat komponen yang digantikan dihapuskan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi dalam tahun buku ketika biaya- biaya tersebut terjadi. Subsequent costs are included in the asset’s carrying amount or recognised as a separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Group and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amounts of the replaced parts are derecognised. All other repairs and maintenance are charged to profit or loss during the financial year in which they are incurred. Masa manfaat, nilai sisa, dan metode penyusutan aset tetap ditelaah, jika diperlukan, setidaknya disesuaikan, pada setiap akhir tahun buku. Dampak dari setiap revisi diakui dalam laba rugi ketika perubahan terjadi. The useful lives, residual values and depreciation methods of fixed assets are reviewed and adjusted if appropriate, at the end of each financial year. The effects of any revisions are recognised in profit or loss when the changes arise. Nilai tercatat aset segera diturunkan sebesar jumlah yang dapat dipulihkan apabila nilai tercatat aset lebih besar daripada estimasi jumlah yang dapat dipulihkan (Catatan 2l). An asset’s carrying amount is written down immediately to its recoverable amount if the asset’s carrying amount is greater than its estimated recoverable amount (Note 2l). Nilai tercatat aset tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual atau diserahkan pada Pemerintah, dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian interim, dan keuntungan atau kerugian yang timbul akibat pelepasan aset tetap tersebut diakui dalam laba rugi. For assets which are no longer utilised or sold or surrendered to the Government, the carrying amounts are eliminated from the interim consolidated financial statements and the resulting gains or losses on disposals of fixed assets are recognised in profit or loss. Akumulasi biaya konstruksi bangunan, jalan dan jembatan, infrastruktur, fasilitas peremukan dan pengolahan dan pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam pembangunan. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi atau pemasangan selesai. Penyusutan dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan manajemen. The accumulated costs of the construction of buildings, roads and bridges, infrastructure, crushing and handling facilities and the installation of machineries are capitalised as construction in progress. These costs are reclassified to the fixed asset accounts when the construction or installation is complete. Depreciation is charged from the date on which the assets are ready for use in the manner intended by management.
Page 42
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/31 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) k. Goodwill k. Goodwill Goodwill timbul dari akuisisi entitas anak dan merupakan selisih imbalan yang ditransfer terhadap kepemilikan dalam nilai wajar neto atas aset, liabilitas, dan liabilitas kontinjensi teridentifikasi dan nilai wajar kepentingan non- pengendali pada pihak diakuisisi. Goodwill arises from the acquisition of subsidiaries and represents the excess of the consideration transferred over the interest in the net fair value of the net identifiable assets, liabilities and contingent liabilities of the acquiree and the fair value of the non-controlling interest in the acquiree. Untuk pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis dialokasikan pada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”), atau kelompok UPK, yang diharapkan dapat memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Setiap unit atau kelompok unit yang memperoleh alokasi goodwill mempresentasikan level terendah dalam entitas yang goodwill-nya dipantau untuk tujuan manajemen internal. Goodwill dipantau pada level segmen operasi. For the purposes of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is allocated to each Cash-Generating Unit (“CGU”), or group of CGUs, which is expected to benefit from the synergies of the combination. Each CGU or group of CGUs to which the goodwill is allocated represents the lowest level within the entity at which goodwill is monitored for internal management purposes. Goodwill is monitored at the operating segment level. l. Penurunan nilai dari aset non-keuangan l. Impairment of non-financial assets Aset yang memiliki umur manfaat tidak terbatas, misalnya goodwill atau aset takberwujud yang belum siap digunakan, tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau lebih sering jika terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Aset yang memiliki umur manfaat terbatas, diamortisasi atau disusutkan, dan diuji untuk penurunan nilai jika terdapat kejadian atau perubahaan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan merupakan jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan penurunan nilai, aset dikelompokkan pada level yang paling rendah dimana terdapat arus kas yang dapat diidentifikasi. Aset non-keuangan selain goodwill yang mengalami penurunan nilai diuji untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai, pada setiap tanggal pelaporan. Assets that have an indefinite useful life, for example, goodwill or intangible assets not ready to use, are not subject to amortisation but tested annually for impairment, or more frequently if events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. Assets that have a definite useful life are subject to amortisation or depreciation and are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. An impairment loss is recognised at the amount by which the asset’s carrying amount exceeds its recoverable amount. The recoverable amount is the higher of an asset’s fair value less costs of disposal and its value in use. For the purposes of assessing impairment, assets are grouped at the lowest level for which there is separately identifiable cash flows. Non-financial assets other than goodwill that suffer impairment are reviewed for possible reversal of the impairment at each reporting date. Pembalikan rugi penurunan nilai, untuk aset selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi. Pembalikan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset melebihi biaya perolehan disusutkan sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pembalikan dilakukan. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dibalik lagi. Reversal of impairment losses for assets other than goodwill is recognised if, and only if, there has been a change in the estimates used to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment testing was carried out. The reversal of impairment losses will be recognised immediately in profit or loss. The reversal should not result in the carrying amount of an asset exceeding what the depreciated cost would have been had the impairment not been recognised at the date on which the impairment was reversed. Impairment losses relating to goodwill will not be reversed.
Page 43
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/32 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) m. Aset eksplorasi dan evaluasi m. Exploration and evaluation assets Aktivitas eksplorasi dan evaluasi meliputi mencari sumber daya mineral setelah Grup memperoleh hak hukum untuk mengeksplorasi suatu wilayah tertentu, menentukan kelayakan teknis dan menilai komersial atas sumber daya mineral spesifik. Exploration and evaluation activity involves searching for mineral resources after the Group has obtained legal rights to explore in a specific area, determining the technical feasibility and assessing the commercial viability of an identified resource. Pengeluaran eksplorasi dan evaluasi termasuk biaya yang berhubungan langsung dengan: Exploration and evaluation expenditure includes costs that are directly attributable to: - perolehan hak untuk eksplorasi; - kajian topografi, geologi, geokimia, dan geofisika; - pengeboran eksplorasi; - pemaritan dan pengambilan contoh; dan - aktivitas yang terkait dengan evaluasi kelayakan teknis dan komersial atas penambangan sumber daya mineral. - acquisition of rights to explore; - topographical, geological, geochemical and geophysical studies; - exploratory drilling; - trenching and sampling; and - activities involved in evaluating the technical feasibility and commercial viability of extracting mineral resources. Biaya eksplorasi dan evaluasi yang berhubungan dengan suatu area of interest dibebankan pada saat terjadinya kecuali biaya tersebut dikapitalisasi dan ditangguhkan, berdasarkan area of interest, apabila memenuhi salah satu dari ketentuan berikut ini: Exploration and evaluation expenditure related to an area of interest is written off as incurred, unless it is capitalised and carried forward, on an area of interest basis, provided that one of the following conditions is met: (i) terdapat hak untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi suatu area dan biaya tersebut diharapkan dapat diperoleh kembali melalui keberhasilan pengembangan dan eksploitasi di area of interest tersebut atau melalui penjualan atas area of interest tersebut; atau (i) the tenure rights of an area are current and it is considered probable that the costs will be recouped through the successful development and exploitation of the area of interest or, alternatively, through its sale; or (ii) kegiatan eksplorasi dalam area of interest tersebut belum mencapai tahap yang memungkinkan penentuan adanya cadangan terbukti yang secara ekonomis dapat diperoleh, serta kegiatan yang aktif dan signifikan dalam atau berhubungan dengan area of interest tersebut masih berlanjut. (ii) exploration activities in the area of interest have not yet reached a stage that permits a reasonable assessment of the existence or otherwise of economically recoverable reserves and active and significant operations in or in relation to the area of interest are ongoing. Biaya yang dikapitalisasi mencakup biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan aktivitas eksplorasi dan evaluasi pada area of interest yang relevan, tidak termasuk aset berwujud yang dicatat sebagai aset tetap. Biaya umum dan administrasi dialokasikan sebagai aset eksplorasi atau evaluasi hanya jika biaya tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas operasional pada area of interest yang relevan. Capitalised costs include costs directly related to exploration and evaluation activities in the relevant area of interest, and exclude physical assets which are recorded in fixed assets. General and administrative costs are allocated to exploration or evaluation assets only to the extent that those costs can be related directly to operational activities in the relevant area of interest. Pengeluaran eksplorasi dan evaluasi yang dikapitalisasi dihapusbukukan ketika kondisi tersebut di atas tidak lagi terpenuhi. Capitalised exploration and evaluation expenditure is written off where the above conditions are no longer satisfied.
Page 44
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/33 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) m. Aset eksplorasi dan evaluasi (lanjutan) m. Exploration and evaluation assets (continued) Aset eksplorasi dan evaluasi teridentifikasi yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis pada awalnya diakui sebagai aset pada nilai wajar pada saat akuisisi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan dikurangi kerugian penurunan nilai. Pengeluaran eksplorasi dan evaluasi yang terjadi setelah perolehan aset eksplorasi dalam suatu kombinasi bisnis dicatat dengan mengacu pada kebijakan akuntansi di atas. Identifiable exploration and evaluation assets acquired in a business combination are recognised initially as assets at fair value upon acquisition, and subsequently at cost less impairment charges. Exploration and evaluation expenditure incurred subsequent to the acquisition of an exploration asset in a business combination is accounted for in accordance with the policy outlined above. Oleh karena aset eksplorasi dan evaluasi tidak tersedia untuk digunakan, maka aset tersebut tidak disusutkan. As the exploration and evaluation assets are not available for use, they are not depreciated. Aset eksplorasi dan evaluasi diuji penurunan nilainya ketika fakta dan kondisi mengindikasikan adanya penurunan nilai. Aset eksplorasi dan evaluasi juga diuji penurunan nilainya ketika terjadi penemuan cadangan komersial, sebelum aset tersebut ditransfer ke “properti pertambangan - tambang dalam pengembangan”. Exploration and evaluation assets are assessed for impairment if facts and circumstances indicate that impairment may exist. Exploration and evaluation assets are also tested for impairment once commercial reserves are found, before the assets are transferred to “mining properties - mines under development”. Pengeluaran yang terjadi sebelum entitas memperoleh hak hukum untuk mengeksplorasi suatu area spesifik dibiayakan pada saat terjadinya. Expenditure incurred before the entity obtained the legal right to explore a specific area is expensed as incurred. n. Properti pertambangan n. Mining properties Biaya pengembangan yang dikeluarkan oleh atau atas nama Grup diakumulasikan secara terpisah untuk setiap area of interest pada saat cadangan terpulihkan yang secara ekonomis dapat diidentifikasi. Biaya tersebut termasuk biaya yang dapat diatribusikan secara langsung pada konstruksi tambang dan infrastruktur terkait, tidak termasuk biaya aset berwujud dan hak atas tanah (seperti hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai) yang dicatat sebagai aset tetap. Development expenditure incurred by or on behalf of the Group is accumulated separately for each area of interest in which economically recoverable resources have been identified. Such expenditure includes costs directly attributable to the construction of mines and related infrastructure and excludes physical assets and land rights (i.e., right to build, right to cultivate and right to use), which are recorded as fixed assets. Ketika keputusan pengembangan telah diambil, jumlah tercatat aset eksplorasi dan evaluasi pada area of interest tertentu dipindahkan sebagai “tambang dalam pengembangan” pada akun properti pertambangan dan digabung dengan pengeluaran biaya pengembangan selanjutnya. Once a development decision has been taken, the carrying amount of the exploration and evaluation assets in respect of the area of interest is transferred to “mines under development” within mining properties and aggregated with the subsequent development expenditure.
Page 45
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/34 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) n. Properti pertambangan (lanjutan) n. Mining properties (continued) “Tambang dalam pengembangan” direklasifikasi ke “tambang yang berproduksi” pada akun properti pertambangan pada akhir tahap komisioning, ketika tambang tersebut dapat beroperasi sesuai dengan maksud manajemen. “Mines under development” are reclassified as “mines in production” within mining properties at the end of the commissioning phase, when the mine is capable of operating in the manner intended by management. “Tambang dalam pengembangan” tidak diamortisasi sampai direklasifikasi menjadi “tambang yang berproduksi”. No amortisation is recognised for “mines under development” until they are reclassified as “mines in production”. Ketika timbul biaya pengembangan lebih lanjut atas properti pertambangan setelah dimulainya produksi, maka biaya tersebut akan dicatat sebagai bagian dari “tambang yang berproduksi” apabila terdapat kemungkinan besar tambahan manfaat ekonomi masa depan sehubungan dengan biaya tersebut akan mengalir ke Grup. Apabila tidak, biaya tersebut dibebankan sebagai biaya produksi. When further development expenditure is incurred on a mining property after the commencement of production, the expenditure is carried forward as part of “mines in production” when it is probable that additional future economic benefits associated with the expenditure will flow to the Group. Otherwise, such expenditure is classified as a cost of production. “Tambang yang berproduksi” (termasuk biaya eksplorasi, evaluasi dan pengembangan, serta pembayaran untuk memperoleh hak penambangan dan sewa) diamortisasi dengan menggunakan metode unit produksi, dengan perhitungan terpisah yang dibuat untuk setiap area of interest. “Tambang yang berproduksi” dideplesi menggunakan metode unit produksi berdasarkan cadangan terbukti dan cadangan terduga. “Mines in production” (including reclassified exploration, evaluation and any development expenditure, and payments to acquire mineral rights and leases) are amortised using the units- of-production method, with separate calculations being made for each area of interest. “Mines in production” will be depleted using the units-of- production method on the basis of proven and probable reserves. Properti pertambangan teridentifikasi yang diperoleh melalui suatu kombinasi bisnis pada awalnya diakui sebagai aset sebesar nilai wajarnya. Pengeluaran pengembangan yang terjadi setelah akuisisi properti pertambangan dicatat berdasarkan kebijakan akuntansi yang dijelaskan di atas. Identifiable mining properties acquired in a business combination are initially recognised as assets at their fair value. Development expenses incurred subsequent to the acquisition of the mining properties are accounted for in accordance with the policy outlined above. “Tambang dalam pengembangan” dan “tambang yang berproduksi” diuji penurunan nilainya dengan mengacu pada kebijakan akuntansi pada Catatan 2l. “Mines under development” and “mines in production” are tested for impairment in accordance with the policy described in Note 2l.
Page 46
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/35 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) o. Biaya pengupasan tanah o. Stripping costs Biaya pengupasan lapisan tanah merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuang tanah penutup suatu tambang. Biaya pengupasan lapisan tanah yang terjadi pada tahap pengembangan tambang sebelum dimulainya produksi diakui sebagai biaya pengembangan tambang dan akan dideplesi menggunakan metode unit produksi berdasarkan cadangan terbukti dan cadangan terduga. Stripping costs are the costs of removing overburden from a mine. Stripping costs incurred in the development of a mine before production commences are capitalised as part of the cost of developing the mine and are subsequently depleted using the units-of-production method on the basis of proven and probable reserves. Aktivitas pengupasan lapisan tanah yang terjadi selama tahap produksi mungkin memiliki dua manfaat untuk kepentingan Grup: (i) batubara yang dapat diproses untuk menjadi persediaan dalam tahun berjalan; dan (ii) peningkatan akses ke badan batubara di periode berikutnya. Stripping activity conducted during the production phase may provide two benefits that accrue to the Group: (i) coal that is processed into inventory in the current year; and (ii) improved access to the coal body in future periods. Sepanjang manfaat dari aktivitas pengupasan lapisan tanah dapat direalisasikan dalam bentuk persediaan yang diproduksi dalam periode tersebut, Grup mencatat biaya atas aktivitas pengupasan lapisan tanah sesuai dengan prinsip PSAK No. 202, “Persediaan”. Sepanjang biaya pengupasan lapisan tanah memberikan manfaat peningkatan akses menuju badan batubara di periode yang akan datang, Grup mencatat biaya tersebut sebagai aset aktivitas pengupasan lapisan tanah, jika dan hanya jika, memenuhi kriteria berikut: To the extent that the benefit from the stripping activity is realised in the form of inventory produced, the Group accounts for the costs of this stripping activity in accordance with the principles of SFAS No. 202, “Inventories”. To the extent the benefit is improved access to the coal body, the Group recognises these costs as a stripping activity asset if, and only if, all of the following criteria are met: 1. Besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomik masa depan (peningkatan akses menuju badan batubara) yang terkait dengan aktivitas pengupasan lapisan tanah akan mengalir kepada Grup; 2. Grup dapat mengidentifikasi komponen badan batubara yang aksesnya telah ditingkatkan; dan 3. Biaya aktivitas pengupasan lapisan tanah yang terkait dengan komponen tersebut dapat diukur secara andal. 1. It is probable that the future economic benefit (improved access to the coal body) associated with the stripping activity will flow to the Group; 2. The Group can identify the component of the coal body for which access has been improved; and 3. The costs relating to the stripping activity associated with that component can be measured reliably.
Page 47
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/36 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) o. Biaya pengupasan tanah (lanjutan) o. Stripping costs (continued) Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah pada awalnya diukur pada biaya perolehan, yang merupakan akumulasi dari biaya-biaya yang secara langsung terjadi untuk melakukan aktivitas pengupasan lapisan tanah yang meningkatkan akses terhadap komponen badan batubara yang teridentifikasi, ditambah alokasi biaya overhead yang dapat diatribusikan secara langsung. Jika aktivitas insidentil terjadi pada saat yang bersamaan dengan pengupasan lapisan tanah tahap produksi, namun aktivitas insidentil tersebut tidak harus ada untuk melanjutkan aktivitas pengupasan lapisan tanah sebagaimana direncanakan, biaya yang terkait dengan aktivitas insidentil tersebut tidak dapat dimasukkan sebagai biaya perolehan aset aktivitas pengupasan lapisan tanah. A stripping activity asset is initially measured at cost, which represents the accumulation of costs directly incurred to perform stripping activity that improves access to the identified component of the coal body, plus an allocation of directly attributable overhead costs. If incidental operations are occurring at the same time as the production stripping activity, but are not necessary for the production stripping activity to continue as planned, the costs associated with these incidental operations are not included in the cost of the stripping activity asset. Ketika biaya perolehan aset aktivitas pengupasan lapisan tanah dan persediaan yang diproduksi tidak dapat diidentifikasi secara terpisah, Grup mengalokasikan biaya pengupasan lapisan tanah dalam tahap produksi antara persediaan yang diproduksi dan aset aktivitas pengupasan lapisan tanah menggunakan dasar alokasi berdasarkan ukuran produksi yang relevan. Ukuran produksi tersebut dihitung untuk komponen badan batubara teridentifikasi, dan digunakan sebagai patokan untuk mengidentifikasi sejauh mana aktivitas tambahan yang menciptakan manfaat di masa depan telah terjadi. Grup menggunakan ekspektasi volume material sisa tambang yang diekstrak dibandingkan dengan volume aktual untuk setiap volume produksi batubara. When the costs of the stripping activity asset and the inventory produced are not separately identifiable, the Group allocates the production stripping costs between the inventory produced and the stripping activity asset using an allocation basis that is based on a relevant production measure. This production measure is calculated for the identified component of the coal body, and is used as a benchmark to identify the extent to which the additional activity of creating a future benefit has taken place. The Group uses the expected volume of waste extracted compared with the actual volume for a given volume of coal production. Setelah pengakuan awal, aset aktivitas pengupasan lapisan tanah dicatat menggunakan biaya perolehan dikurangi dengan amortisasi dan rugi penurunan nilai, jika ada. Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah diamortisasi menggunakan metode unit produksi selama ekspektasi masa manfaat dari komponen badan batubara yang teridentifikasi yang menjadi lebih mudah diakses sebagai akibat dari aktivitas lapisan pengupasan tanah, kecuali terdapat metode lain yang lebih tepat. Subsequently, the stripping activity asset is carried at cost less amortisation and impairment losses, if any. The stripping activity asset is amortised using the units-of-production method over the expected useful life of the identified component of the coal body that becomes more accessible as a result of the stripping activity unless another method is more appropriate.
Page 48
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/37 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) o. Biaya pengupasan tanah (lanjutan) o. Stripping costs (conitnued) Perubahan pada ekspektasi masa manfaat dari komponen badan batubara yang teridentifikasi dinyatakan sebagai perubahan atas estimasi dan dicatat menggunakan basis prospektif. Changes to the expected useful life of the identified component of the coal body are considered changes in estimates and are accounted for on a prospective basis. Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah dicatat sebagai penambahan atau peningkatan dari aset yang ada, sehingga disajikan sebagai “properti pertambangan” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. A stripping activity asset is accounted for as an addition to, or enhancement of, an existing asset, and therefore is presented as part of “mining properties” in the consolidated statements of financial position. Aset aktivitas pengupasan lapisan tanah dimasukan ke dalam basis biaya perolehan aset saat penentuan UPK dalam tujuan pengujian penurunan nilai. Any stripping activity asset is included in the cost base of assets when determining a CGU for impairment assessment purposes. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian interim ini, Grup tidak memiliki biaya pengupasan lapisan tanah selama tahap produksi yang memenuhi kriteria untuk ditangguhkan seperti yang ditetapkan dalam kebijakan akuntansi Grup. As at the date of these interim consolidated financial statements, the Group did not have stripping costs during the production phase which qualify for deferral in accordance with the Group’s accounting policies. p. Utang usaha p. Trade payables Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang setelah tanggal pelaporan. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Trade payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less of the reporting date. If not, they are presented as non- current liabilities. Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Trade payables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method.
Page 49
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/38 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) q. Sewa q. Leases Grup sebagai pesewa The Group as a lessor Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup akan mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan. When the Group acts as a lessor, it will classify each of its leases as either an operating lease or a finance lease. Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak, maka merupakan sewa operasi. Pendapatan sewa guna usaha dari sewa operasi dimana Grup bertindak sebagai pesewa diakui sebagai pendapatan secara garis lurus selama masa sewa. To classify each lease, the Group makes an overall assessment of whether the lease transfers substantially all of the risks and rewards incidental to ownership of the underlying asset. If this is the case, then the lease is classified as a finance lease; if not, then it is an operating lease. Lease income from operating lease where the Group acts as a lessor is recognised as an income on a straight-line basis over the lease term. Grup sebagai penyewa The Group as a lessee Pada permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. At the inception of a contract, the Group assesses whether the contract is, or contains, a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in exchange for a consideration. Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Grup akan menilai apakah: To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Group will assess whether: - Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomis dari penggunaan aset identifikasian; dan - Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. - The Group has the right to obtain substantially all the economic benefits from the use of the asset throughout the period of use; and - The Group has the right to direct the use of the asset. Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna pada saat di awal, diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi: At the commencement date of the lease, the Group recognises a right-of-use asset and a lease liability. The right-of-use asset is initially measured at cost, which comprises: - jumlah pengukuran awal liabilitas sewa; - pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, dikurangi dengan insentif sewa; - biaya langsung awal yang dikeluarkan; dan - estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa. - the initial amount of the lease liability; - lease payments made at or before the commencement date, less any lease incentive; - initial direct costs incurred; and - an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease.
Page 50
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/39 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) q. Sewa (lanjutan) q. Leases (continued) Grup sebagai penyewa (lanjutan) The Group as a lessee (continued) Untuk kontrak yang mengandung komponen sewa dan tambahan satu atau lebih komponen sewa atau nonsewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa dan nonsewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. For a contract that contains a lease component and one or more additional lease or non-lease components, the Group allocates the consideration in the contract to each lease and non-lease component on the basis of their relative standalone price of the lease components and the aggregate standalone price of the non-lease components. Persyaratan sewa dinegosiasikan secara individual dan berisi berbagai persyaratan dan ketentuan yang berbeda. Perjanjian sewa tidak memberlakukan perjanjian apapun selain jaminan atas aset. Lease terms are negotiated on individual bases and contain a wide range of different terms and conditions. The lease agreements do not impose any covenants other than the security over the assets. Aset dan liabilitas yang timbul dari perjanjian sewa pada awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto. Assets and liabilities arising from lease arrangements are initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, using the incremental borrowing rate. Generally, the Group uses its incremental borrowing rate as the discount rate. Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini: Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise the following: - pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa; - fixed payments, including in-substance fixed payments less any lease incentive receivable; - pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan; - variable lease payments that depend on an index or a rate, initially measured using the index or rate as at the commencement date; - jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual; - amounts expected to be payable under a residual value guarantee; - harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan - the exercise price under a purchase option that the Group is reasonably certain to exercise; and - pembayaran penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih awal. - penalty payments for early termination of a lease unless the Group is reasonably certain not to terminate early.
Page 51
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/40 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) q. Sewa (lanjutan) q. Leases (continued) Grup sebagai penyewa (lanjutan) The Group as a lessee (continued) Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode. Each lease payment is allocated between the liability and finance cost. The finance cost is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. Grup menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya dengan mengacu pada kebijakan akuntansi pada Catatan 2l. The Group presents right-of-use assets as part of “Fixed assets” in the consolidated statements of financial position. Right-of-use assets are also tested for impairment in accordance with the policy described in Note 2l. Aset hak-guna umumnya disusutkan sepanjang waktu yang lebih pendek antara lama masa manfaat aset dan jangka waktu sewa menggunakan metode garis lurus. Jika Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi pembelian, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset yang mendasarinya. Right-of-use assets are generally depreciated over the shorter of the asset’s useful life and the lease term on a straight-line basis. If the Group is reasonably certain to exercise a purchase option, the right-of-use asset is depreciated over the underlying asset’s useful life. Sewa jangka pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah Short-term leases and low-value asset leases Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa. The Group has elected not to recognise right-of- use assets and lease liabilities for short-term leases that have a lease term of 12 months or less and leases of low-value assets. The Group recognises the lease payments associated with these leases as an expense on a straight-line basis over the lease term. Modifikasi sewa Lease modification Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika: The Group accounts for a lease modification as a separate lease if: - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset pendasar atau lebih; dan - the modification increases the scope of the lease by adding the right to use one or more underlying assets; and - imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi kontrak tertentu. - the consideration for the lease increases by an amount commensurate with the standalone price for the increase in scope and any appropriate adjustments to that standalone price to reflect the circumstances of the particular contract.
Page 52
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/41 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) q. Sewa (lanjutan) q. Leases (continued) Grup sebagai penyewa (lanjutan) The Group as a lessee (continued) Modifikasi sewa (lanjutan) Lease modification (continued) Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Grup: For a lease modification that is not accounted for as a separate lease, at the effective date of the lease modification, the Group: - mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian; - remeasures and allocates the consideration in the modified contract; - menentukan masa sewa dari sewa modifikasian; - determines the lease term of the modified lease; - mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian. Pada tanggal efektif modifikasi, tingkat diskonto revisian ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup untuk sisa masa sewa; - remeasures the lease liability by discounting the revised lease payments using a revised discount rate. At the effective date of the modification, the revised discount rate is determined as the Group’s incremental borrowing rate for the remainder of the lease term; - menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui dalam laba rugi setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut; dan - decreases the carrying amount of the right- of-use asset to reflect the partial or full termination of the lease for lease modifications that decrease the scope of the lease. The Group recognises in profit or loss any gain or loss relating to the partial or full termination of the lease; and - membuat penyesuaian terkait aset hak- guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya. - makes a corresponding adjustment to the right-of-use asset for all other lease modifications. r. Provisi r. Provisions i. Provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang i. Provision for mine rehabilitation, reclamation and mine closure Reklamasi, rehabilitasi, dan biaya lingkungan yang berkaitan dengan pemulihan atas area yang terganggu selama tahap produksi dibebankan pada beban pokok pendapatan pada saat kewajiban dari pemulihan atas area yang terganggu tersebut timbul selama penambangan. Reclamation, rehabilitation and environmental expenditure to be incurred related to the remediation of disturbed areas during the production phase are charged to the cost of revenue when an obligation arising from the disturbance occurs as extraction progresses.
Page 53
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/42 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) r. Provisi (lanjutan) r. Provisions (continued) i. Provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang (lanjutan) i. Provision for mine rehabilitation, reclamation and mine closure (continued) Kewajiban ini diakui sebagai liabilitas pada saat timbulnya kewajiban hukum atau konstruktif yang berasal dari aktivitas yang telah dilaksanakan. Kewajiban ini diukur pada saat dan setelah pengakuan sebesar nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak, yang mencerminkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban tersebut. Perubahan pada pengukuran kewajiban yang timbul selama tahap produksi juga dibebankan ke beban pokok pendapatan, sementara peningkatan kewajiban yang sehubungan dengan berlalunya waktu diakui sebagai biaya keuangan. These obligations are recognised as liabilities when a legal or constructive obligation has arisen from activities that have already been performed. This obligation is initially and subsequently measured at the present value of the expenditure expected to be required to settle the obligation using a pre-tax rate, which reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the obligation. Changes in the measurement of a liability which arise during production are also charged to the cost of revenue, while the increase in the provision due to the passage of time is recognised as finance costs. Provisi pembongkaran aset-aset tambang dan kegiatan pascatambang terkait beserta peninggalan dan pembongkaran aset-aset berumur panjang dibentuk sehubungan dengan kewajiban hukum berkaitan dengan penarikan aset tambang terkait dan aset berumur panjang lainnya termasuk pembongkaran bangunan, peralatan, fasilitas peremukan dan pengolahan, infrastruktur, dan fasilitas lainnya yang berasal dari pembelian, konstruksi atau pengembangan aset tersebut. Provision for decommissioning of mining assets and related post-mining activities, as well as the abandonment and decommissioning of other long-lived assets, is made for the legal obligations associated with the retirement of mining related assets and other long-lived assets including the decommissioning of buildings, equipment, crushing and handling facilities, infrastructure and other facilities that resulted from the acquisition, construction or development of such assets. Kewajiban ini diakui sebagai liabilitas pada saat timbulnya kewajiban hukum atau konstruktif yang berkaitan dengan penarikan sebuah aset, dengan pengukuran pada saat dan setelah pengakuan sebesar nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak, yang mencerminkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban tersebut. These obligations are recognised as liabilities when a legal or constructive obligation with respect to the retirement of an asset is incurred, with initial and subsequent measurement of the obligation at the present value of the expenditure expected to be required to settle the obligation using a pre-tax rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the obligation. Biaya penarikan aset dalam jumlah yang setara dengan jumlah liabilitas tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari suatu aset tertentu dan kemudian disusutkan atau dideplesi selama masa manfaat aset tersebut. Peningkatan kewajiban sehubungan dengan berlalunya waktu diakui dalam biaya keuangan. An asset retirement cost equivalent to these liabilities is capitalised as part of the related asset’s carrying amount, and is subsequently depreciated or depleted over the asset’s useful life. The increase in these obligations due to the passage of time is recognised as part of finance costs.
Page 54
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/43 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) r. Provisi (lanjutan) r. Provisions (continued) i. Provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang (lanjutan) i. Provision for mine rehabilitation, reclamation and mine closure (continued) Perubahan dalam pengukuran kewajiban pembongkaran yang timbul dari perubahan estimasi waktu atau jumlah pengeluaran sumber daya ekonomis (contohnya: arus kas) yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, atau perubahan dalam tingkat diskonto, akan ditambahkan pada atau dikurangkan dari, harga perolehan aset yang bersangkutan pada tahun berjalan. Jumlah yang dikurangkan dari harga perolehan aset tidak boleh melebihi nilai tercatatnya. Jika penurunan dalam liabilitas melebihi nilai tercatat aset, kelebihan tersebut segera diakui dalam laba rugi. Jika penyesuaian tersebut menghasilkan penambahan pada harga perolehan aset, Grup akan mempertimbangkan apakah hal ini mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset yang baru mungkin tidak bisa dipulihkan secara penuh. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup akan melakukan pengujian penurunan nilai terhadap aset tersebut dengan melakukan estimasi atas nilai yang dapat dipulihkan dan akan memperhitungkan setiap kerugian dari penurunan nilai yang terjadi. The changes in the measurement of decommissioning obligations that result from changes in the estimated timing or amount of the outflow of economic resources (e.g., cash flow) required to settle the obligations, or a change in the discount rate, will be added to or deducted from the cost of the related asset in the current year. The amount deducted from the cost of the asset should not exceed its carrying amount. If a decrease in the liability exceeds the carrying amount of the asset, the excess is recognised immediately in profit or loss. If the adjustment results in an addition to the cost of an asset, the Group will consider whether this is an indication that the new carrying amount of the asset may not be fully recoverable. If there is any such indication, the Group will test the asset for impairment by estimating its recoverable amount and will account for any impairment losses incurred. ii. Provisi lain-lain ii. Other provisions Provisi untuk biaya restrukturisasi, tuntutan hukum, atau hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan yang tidak berkaitan dengan penghentian aset, reklamasi, dan penutupan area pertambangan dan lainnya diakui ketika: Provisions for restructuring costs, legal claims, or environmental issues that may not involve the retirement of an asset, reclamation and closure of mining areas and others are recognised when: • Grup memiliki kewajiban hukum atau konstruktif saat kini sebagai akibat dari peristiwa masa lalu; • kemungkinan arus keluar sumber daya diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut; dan • jumlahnya dapat diestimasi secara andal. • the Group has a present legal or constructive obligation as a result of past events; • it is probable that an outflow of resources will be required to settle the obligation; and • the amount can be reliably estimated.
Page 55
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/44 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) r. Provisi (lanjutan) r. Provisions (continued) ii. Provisi lain-lain (lanjutan) ii. Other provisions (continued) Jika terdapat sejumlah kewajiban serupa, maka kemungkinan arus keluar untuk menyelesaikan kewajiban tersebut ditentukan dengan mempertimbangkan secara keseluruhan kelompok kewajiban. Walaupun kemungkinan arus keluar sehubungan dengan setiap pos kewajiban tersebut kecil, terdapat kemungkinan besar dibutuhkan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kelompok kewajiban secara keseluruhan. Jika hal itu terjadi, maka provisi diakui. Where there are a number of similar obligations, the likelihood that an outflow will be required in settlement is determined by considering the class of obligations as a whole. Although the likelihood of an outflow in respect of any one item may be small, it is probable that some outflow of resources will be needed to settle the class of obligations as a whole. If that is the case, a provision is recognised. Provisi diukur pada nilai kini dari estimasi terbaik manajemen atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak, yang mencerminkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan liabilitas yang bersangkutan. Peningkatan provisi sehubungan dengan berlalunya waktu diakui sebagai bagian dari biaya keuangan. The provision is measured at the present value of management’s best estimate of the expenditure expected to be required to settle the present obligation using a pre-tax rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the liability. The increase in the provision due to the passage of time is recognised as part of finance costs. s. Pinjaman s. Borrowings Pinjaman diakui pada awalnya sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya transaksi yang terjadi. Pinjaman kemudian dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi, dengan selisih antara hasil perolehan (dikurangi dengan biaya transaksi) dan nilai penarikan diakui dalam laba rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Borrowings are recognised initially at their fair value, net of any transaction costs incurred. Borrowings are subsequently carried at amortised cost, with any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value recognised in profit or loss over the period of the borrowing, using the effective interest method. Biaya-biaya yang dibayar untuk mendapatkan fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman tersebut, apabila besar kemungkinan akan dilakukan penarikan atas sebagian atau seluruh fasilitas tersebut. Dalam hal ini, biaya tersebut ditangguhkan sampai dilakukan penarikan. Apabila tidak terdapat bukti bahwa kemungkinan besar akan dilakukan penarikan atas sebagian atau seluruh fasilitas tersebut, biaya tersebut dikapitalisasi sebagai biaya dibayar di muka untuk biaya keuangan dan diamortisasi selama periode fasilitas terkait. Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali Grup memiliki hak pada akhir periode pelaporan untuk menunda pembayaran liabilitas selama paling tidak 12 bulan dari tanggal pelaporan. Fees paid on the establishment of loan facilities are recognised as transaction costs of the loan to the extent that it is probable that some or all of the facilities will be drawn down. In this case, the fee is deferred until the drawdown occurs. To the extent that there is no evidence that it is probable that some or all of the facility will be drawn down, the fee is capitalised as a prepayment for financing costs and amortised over the period of the facility to which it relates. Borrowings are classified as current liabilities unless the Group has a right at the end of the reporting period to defer the settlement of the liability for at least 12 months from the reporting date.
Page 56
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/45 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) s. Pinjaman (lanjutan) s. Borrowings (continued) Kovenan yang harus dipatuhi oleh Grup, pada atau sebelum akhir periode pelaporan, dipertimbangkan dalam mengklasifikasikan perjanjian pinjaman dengan perjanjian sebagai lancar atau tidak lancar. Kovenan yang harus dipatuhi oleh Grup setelah periode pelaporan tidak memengaruhi klasifikasi pada tanggal pelaporan. Covenants that the Group is required to comply with, on or before the end of the reporting period, are considered in classifying loan arrangements with covenants as current or non-current. Covenants that the Group is required to comply with after the reporting period do not affect the classification at the reporting date. t. Biaya pinjaman t. Borrowing costs Biaya pinjaman baik yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diatribusikan dengan akuisisi, konstruksi atau produksi aset kualifikasian, dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut sampai aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan maksudnya atau dijual. Untuk pinjaman yang dapat diatribusi secara langsung pada suatu aset kualifikasian, jumlah yang dikapitalisasi adalah sebesar biaya pinjaman yang terjadi selama tahun berjalan, dikurangi pendapatan investasi lain-lain dari pinjaman tersebut. Untuk pinjaman yang tidak dapat diatribusi secara langsung pada suatu aset kualifikasian, jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi dengan pengeluaran untuk aset kualifikasian. Entitas menghentikan kapitalisasi biaya pinjaman ketika secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian telah selesai. Borrowing costs either directly or indirectly attributable to the acquisition, construction or production of a qualifying asset are capitalised as part of the cost of that asset until such time as the asset is substantially ready for its intended use or sale. For borrowings directly attributable to a qualifying asset, the amount to be capitalised is determined as the actual borrowing costs incurred during the period, less any income earned on the temporary investment of such borrowings. For borrowings that are not directly attributable to a qualifying asset, the amount to be capitalised is determined by applying a capitalisation rate to the amount spent on the qualifying asset. An entity shall cease capitalising borrowing costs when substantially all of the activities necessary to prepare the qualifying assets are complete. Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi. All other borrowing costs are recognised in profit or loss in the period in which they are incurred. u. Imbalan kerja karyawan u. Employee benefits i. Imbalan pasca kerja i. Post-employment benefits Skema pensiun diklasifikasikan sebagai program iuran pasti atau program imbalan pasti, tergantung pada substansi ekonomi dari syarat dan kondisi utama program tersebut. Pension schemes are classified as either defined contribution plans or defined benefit plans, depending on the economic substance of the plan as derived from its principal terms and conditions.
Page 57
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/46 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) u. Imbalan kerja karyawan (lanjutan) u. Employee benefits (continued) i. Imbalan pasca kerja (lanjutan) i. Post-employment benefits (continued) Program iuran pasti adalah program pensiun yang mewajibkan Grup membayar sejumlah iuran tertentu kepada entitas terpisah. Grup tidak memiliki kewajiban hukum atau konstruktif untuk membayar iuran lebih lanjut jika entitas tersebut tidak memiliki aset yang cukup untuk membayar seluruh imbalan atas jasa yang diberikan pekerja pada tahun berjalan dan tahun- tahun sebelumnya. A defined contribution plan is a pension plan under which the Group pays fixed contributions into a separate entity. The Group has no legal or constructive obligations to pay further contributions if the fund does not hold sufficient assets to pay all employees the benefits relating to employee service in the current and prior years. Program imbalan pasti adalah program pensiun yang bukan merupakan program iuran pasti. Program imbalan pasti adalah program pensiun yang menentukan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima seorang pekerja pada saat pensiun, biasanya berdasarkan pada satu atau lebih faktor seperti usia, masa kerja, dan kompensasi. A defined benefit plan is a pension plan that is not a defined contribution plan.Typically, defined benefit plans define an amount of pension benefit that an employee will receive upon retirement, usually dependent on one or more factors such as age, years of service and compensation. Grup harus mencadangkan jumlah minimal imbalan pensiun sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan pada hukum yang berlaku di Indonesia (“Peraturan Ketenagakerjaan”) atau Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) atau Peraturan Perusahaan (“PP”), mana yang lebih tinggi. Oleh karena Peraturan Ketenagakerjaan atau PKB atau PP menetapkan formula untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, maka pada dasarnya, program pensiun berdasarkan Peraturan Ketenagakerjaan atau PKB atau PP adalah program imbalan pasti. The Group is required to allocate a provision for a minimum amount of pension benefit in accordance with the manpower regulations on the applicable law in Indonesia (“Manpower Regulations”) or the Group’s Collective Labour Agreement (the “CLA”) or Company Regulation (“CR”), whichever is higher. Since the Manpower Regulations or the CLA or the CR sets the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance pension plans under the Manpower Regulations or the CLA or the CR represent defined benefit plans. Sehubungan dengan program imbalan pasti, liabilitas diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian setara dengan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir tahun pelaporan dikurangi nilai wajar aset program. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. In relation to defined benefit plans, a liability is recognised in the consolidated statement of financial position is equivalent to the present value of the defined benefit obligation at the end of the reporting year less the fair value of plan assets. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan arus kas keluar yang diestimasi dengan menggunakan tingkat bunga obligasi korporat berkualitas tinggi dalam denominasi mata uang dimana imbalan akan dibayarkan dan memiliki jangka waktu jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban pensiun. Apabila tidak terdapat pasar aktif untuk obligasi korporat tersebut, digunakan bunga obligasi pemerintah. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using the interest rates of high-quality corporate bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid, and that have terms of maturity approximating the terms of the related pension obligations. When there is no active market for such bonds, the market rates of government bonds are used.
Page 58
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/47 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) u. Imbalan kerja karyawan (lanjutan) u. Employee benefits (continued) i. Imbalan pasca kerja (lanjutan) i. Post-employment benefits (continued) Biaya jasa lalu diakui segera dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti diakui pada saat kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Past service costs are recognised immediately in profit or loss. Gains or losses on the curtailment or settlement of a defined benefit plan are recognised when the curtailment or settlement occurs. Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi-asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan pada ekuitas dalam laporan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun dimana beban tersebut terjadi. Akumulasi saldo pengukuran kembali dilaporkan di saldo laba. Remeasurements arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are charged or credited to equity in the consolidated statement of other comprehensive income in the period in which the expense arise. The accumulated remeasurements balance is reported in retained earnings. Untuk program iuran pasti, Grup membayar iuran untuk program jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang dikelola oleh Pemerintah, dengan dasar kewajiban. Grup tidak memiliki kewajiban membayar lebih lanjut jika iuran tersebut telah dibayarkan. Iuran tersebut diakui sebagai beban imbalan kerja ketika jatuh tempo. Iuran dibayar di muka diakui sebagai aset sepanjang pengembalian dana atau pengurangan pembayaran masa depan dimungkinkan. For defined contribution plans, the Group pays contributions for old age protection and pension protection to the Government administered pension insurance plans on a mandatory basis. The Group has no further payment obligations once the contributions have been paid. The contributions are recognised as employee benefit expenses when they become due. Prepaid contributions are recognised as an asset to the extent that a cash refund or reduction in future payments is available. ii. Pesangon pemutusan kontrak kerja ii. Termination benefits Pesangon pemutusan kontrak kerja dibayarkan ketika pekerja diberhentikan, atau ketika pekerja menerima tawaran imbalan dari entitas atas terminasi kontrak kerja. Grup mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja pada tanggal yang lebih dahulu dari: (i) ketika Grup tidak bisa lagi membatalkan penawaran pesangon; dan (ii) ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam lingkup PSAK No. 237, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi” dan melibatkan pembayaran pesangon pemutusan kontrak kerja. Dalam hal pekerja menerima tawaran imbalan dari entitas atas terminasi kontrak kerja, pesangon pemutusan kontrak kerja diukur berdasarkan ekspektasi jumlah karyawan yang menerima penawaran tersebut. Pesangon pemutusan kontrak kerja yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah tanggal pelaporan didiskontokan ke nilai kini. Termination benefits are payable when employment is terminated or when the employee accepts a compensation offer from the entity for terminating the employment contract. The Group recognises termination benefits at the earlier of the following dates: (i) when the Group can no longer withdraw the offer of those benefits; and (ii) when the Group recognises costs for a restructuring that is within the scope of SFAS No. 237, “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets” and involves the payment of termination benefits. In the case the employee accepts an offer of compensation from the entity upon termination of the employment contract, the termination benefits are measured based on the number of employees expected to accept the offer. Benefits falling due more than 12 months after the reporting date are discounted to their present value.
Page 59
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/48 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) v. Modal saham v. Share capital Saham biasa dikelompokkan sebagai ekuitas, dan biaya langsung yang berkaitan dengan penerbitan saham baru atau opsi disajikan sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi pajak, dari jumlah yang diterima. Ordinary shares are classified as equity, and incremental costs directly attributable to the issuance of new shares or options are shown in equity as a deduction, net of tax, from the proceeds. w. Pembagian dividen w. Dividend distributions Pembagian dividen kepada pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian interim dalam periode ketika pembagian dividen telah diumumkan. Dividend distributions to the Company's shareholders are recognised as a liability in the interim consolidated financial statements in the period when the dividend has been declared. x. Laba per saham x. Earnings per share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun berjalan. Basic earnings per share is calculated by dividing the profit for the period attributable to the equity holders of the Company by the weighted- average number of ordinary shares outstanding during the year. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemegang modal Perusahaan yang telah disesuaikan dengan biaya keuangan dan keuntungan atau kerugian selisih kurs atas utang obligasi konversi, serta pengaruh pajak yang bersangkutan, dengan jumlah tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan, berdasarkan asumsi bahwa semua opsi telah dilaksanakan dan seluruh utang obligasi konversi telah dikonversikan. Diluted earnings per share is calculated by dividing profit for the period attributable to the equity holders of the Company adjusted for finance costs and foreign exchange gains or losses on convertible bonds and their related tax effects, by the weighted-average number of issued and fully paid-up shares during the period, assuming that all options have been exercised and all convertible bonds have been converted. y. Kombinasi bisnis entitas sepengendali y. Business combinations of entities under common control Kombinasi bisnis entitas sepengendali dibukukan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interests). Business combinations of entities under common control are accounted for using the pooling-of- interests method. Selisih antara harga konsiderasi yang diterima dengan nilai tercatat setiap transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dibukukan sebagai bagian tambahan modal disetor dalam bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian. The difference between the consideration received and the carrying amount of each restructuring transaction among entities under common control is recorded as part of additional paid-in capital in the equity section of the consolidated statements of financial position.
Page 60
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/49 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) z. Pengakuan pendapatan dan beban z. Revenue and expense recognition Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Revenue from contracts with customers Pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa sebagai berikut: Revenue recognition has to fulfil five steps of assessment: 1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. 4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). 1. Identify contract(s) with a customer. 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are promises in a contract to transfer goods or services that are distinct to a customer. 3. Determine the transaction price. The transaction price is the amount of consideration to which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a customer less the estimated amount of service level guarantee that will be paid during the contract period. 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative stand-alone selling prices of each distinct item of goods or services promised in the contract. Where these are not directly observable, the relative stand-alone selling prices are estimated based on expected cost plus margin. 5. Recognise revenue when the performance obligation is satisfied by transferring the promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or services).
Page 61
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/50 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) z. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) z. Revenue and expense recognition (continued) Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) Revenue from contracts with customers (continued) Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian dialihkan kepada pelanggan. Terdapat kondisi di mana pertimbangan diperlukan berdasarkan lima indikator pengendalian di bawah ini: Revenue from sales of goods is recognised when control transfers to the customer. There may be circumstances when judgement is required based on the five indicators of control below: 1. Pelanggan telah memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset dan memperoleh kemampuan untuk mengarahkan penggunaan atas, dan memperoleh secara substansial seluruh sisa manfaat dari barang. 2. Pelanggan memiliki kewajiban kini untuk membayar sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam kontrak penjualan. 3. Pelanggan telah menerima barang. Penjualan barang dapat tergantung pada penyesuaian berdasarkan inspeksi terhadap pengiriman oleh pelanggan. Dalam hal ini, penjualan diakui berdasarkan estimasi terbaik Grup terhadap kualitas dan/atau kuantitas saat pengiriman, dan penyesuaian kemudian dicatat dalam akun pendapatan. Secara historis, perbedaan antara kualitas dan kuantitas, estimasi dan/atau aktual tidak signifikan. 4. Pelanggan telah memiliki hak kepemilikan legal atas barang. 5. Pelanggan telah menerima kepemilikan fisik atas barang. 1. The customer has the significant risks and rewards of ownership and has the ability to direct the use of, and obtain substantially all of the remaining benefits from, the goods. 2. The customer has a present obligation to pay in accordance with the terms of the sales contract. 3. The customer has accepted the goods. Sales revenue may be subject to adjustment based on the inspection of shipments by the customer. In these cases, sales are recognised based on the Group’s best estimate of the grade and/or quantity at the time of shipment, and any subsequent adjustments are recorded against revenue. Historically, the differences between estimated and actual grade and/or quantity have not been significant. 4. The customer has the legal title to the goods. 5. The customer has physical possession of the goods. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut: A performance obligation may be satisfied at the following: a. Pada waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau b. Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan. a. Point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or b. Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a performance obligation satisfied over time, the Group selects an appropriate measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognised as the performance obligation is satisfied.
Page 62
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/51 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) z. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) z. Revenue and expense recognition (continued) Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) Revenue from contracts with customers (continued) Aset kontrak adalah hak imbalan Grup dalam pertukaran barang atau jasa yang dialihkan Grup kepada pelanggan. Liabilitas kontrak adalah kewajiban Grup untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan di mana Grup telah menerima imbalan (atau jumlah imbalan yang jatuh tempo) dari pelanggan tersebut. A contract asset is an entity’s right to consideration in exchange for goods or services that the entity has transferred to a customer. A contract liability is an entity’s obligation to transfer goods or services to a customer for which the entity has received consideration (or an amount of consideration is due) from the customer. i. Penjualan batubara i. Sales of coal Pendapatan penjualan diakui pada setiap penjualan individu pelanggan. Pengendalian beralih ke pelanggan dan pendapatan penjualan diakui ketika produk dimuat ke kapal di mana batubara akan dikirim ke pelabuhan tujuan atau tempat pelanggan. Sales revenue is recognised on each individual sale when control transfers to the customer. Control passes to the customer and sales revenue is recognised when the product is loaded onto the vessel on which the coal will be shipped to the destination port or the customer’s premises. Grup secara umum menjual batubara dengan syarat Free on Board (“FOB”), di mana Grup tidak memiliki tanggung jawab untuk pengangkutan atau asuransi setelah pengendalian barang telah berlalu di pelabuhan muat. Untuk jangka waktu ini hanya ada satu kewajiban pelaksanaan, yaitu untuk penyediaan produk pada titik di mana pengendalian lewat. Selain itu juga, Grup menjual batubara dengan syarat Cost, Insurance and Freight (“CIF”), tetapi berdasarkan perjanjian penjualan, kepemilikan dan risiko kerugian atas batubara akan tetap berada pada Grup sampai batubara melewati pelabuhan bongkar. Dalam kondisi ini, Grup menganggap bahwa biaya asuransi dan pengangkutan bukan merupakan kewajiban pelaksanaan terpisah melainkan satu kewajiban pelaksanaan dengan penjualan batubara dikarenakan pengendalian atas batubara berpindah ke pembeli pada saat batubara tersebut sudah sampai di lokasi pembeli. Oleh karena itu Grup tidak memiliki kewajiban pelaksanaan terpisah untuk jasa pengangkutan dan asuransi yang disediakan. The Group generally sells its coal products on Free on Board (“FOB”) terms, where the Group has no responsibility for freight or insurance once control of the goods has passed at the loading port. Under these terms, there is only one performance obligation, for the provision of product at the point where control passes. In addition, the Group also sells coal on Cost, Insurance and Freight (“CIF”) terms, but under the sales agreement, the title and risk of loss of coal shall remain with the Group until the coal passes the discharging port. Under this condition, the Group considers that the insurance and freight costs are not separate performance obligations but one performance obligation with the sale of coal as the control over the coal only passes to the buyer when the coal has arrived at the buyer’s location. Accordingly, the Group does not have any separate performance obligations for the transportation and insurance services provided.
Page 63
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/52 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) z. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) z. Revenue and expense recognition (continued) Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan) Revenue from contracts with customers (continued) ii. Pendapatan jasa logistik, termasuk jasa sewa dan jasa lainnya ii. Rendering of logistics services, including rental and other services Grup mengakui pendapatan atas terpenuhinya kewajiban pelaksanaan dalam suatu periode waktu hanya jika Grup dapat mengukur dengan andal atas penyelesaian kewajiban pelaksanaan. Dalam keadaan tertentu, Grup mungkin tidak dapat mengukur hasil atas kewajiban pelaksanaan secara wajar, tetapi Grup berekspektasi untuk memulihkan biaya yang timbul dalam memenuhi kewajiban pelaksanaan. Dalam keadaan tersebut, Grup mengakui pendapatan hanya sebatas biaya yang timbul sampai Grup dapat mengukur hasil kewajiban pelaksanaan secara wajar. The Group recognises revenue for a performance obligation satisfied over time only if the Group can reasonably measure its progress towards complete satisfaction of the performance obligation. In some circumstances, the Group may not be able to reasonably measure the outcome of a performance obligation, but the Group expects to recover the costs incurred in satisfying the performance obligation. In those circumstances, the Group recognises revenue only to the extent of the costs incurred until such time that it can reasonably measure the outcome of the performance obligation. Pendapatan dari jasa logistik, termasuk jasa sewa dan jasa lainnya, diakui atas dasar pekerjaan yang diselesaikan dalam suatu waktu pada saat jasa tersebut diberikan kepada pelanggan. Revenue from logistics services, including rental and other services, is recognised on the basis of the work completed over time as the services are delivered to the customer. iii. Perjanjian konsesi jasa iii. Service concession arrangements Pendapatan keuangan dari perjanjian konsesi jasa merupakan pendapatan bunga dari piutang jasa konsesi yang timbul dari pengaturan jasa konsesi dan diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Finance income from service concession arrangements represents the interest income on the service concession receivable arising from a service concession arrangement and is recognised using the effective interest method. Beban Expenses i. Beban dari kontrak dengan pelanggan i. Expenses from contracts with customers Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak (“biaya untuk memenuhi”) atau penambahan untuk mendapatkan kontrak (“biaya untuk memperoleh”) dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 115 dan diakui sebagai aset. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut. The costs that directly relate to the contract generate resources to satisfy the contract (“cost to fulfil”) or are incremental to obtaining a contract (“cost to obtain”) and are expected to be recovered. These costs are therefore eligible for capitalisation under SFAS No. 115 and recognised as assets. Such costs will be amortised on a systematic basis that is consistent with the transfer of the goods or services to which an asset relates.
Page 64
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/53 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) z. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) z. Revenue and expense recognition (continued) Beban (lanjutan) Expenses (continued) ii. Beban-beban lainnya ii. Other expenses Beban-beban lainnya diakui pada saat terjadinya. Other expenses are recognised when they are incurred. aa. Penghasilan keuangan aa. Finance income Penghasilan keuangan diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Ketika pinjaman atau piutang mengalami penurunan nilai, Grup mengurangi nilai tercatatnya menjadi jumlah terpulihkannya, yakni estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan berdasarkan suku bunga efektif awal dari instrumen tersebut, dan terus mengamortisasi diskonto sebagai penghasilan keuangan. Penghasilan keuangan atas pinjaman yang diberikan dan piutang yang mengalami penurunan nilai diakui menggunakan suku bunga efektif awal. Finance income is recognised using the effective interest method. When a loan or receivable is impaired, the Group reduces the carrying amount to its recoverable amount, being the estimated future cash flows discounted at the original effective interest rate of the instrument, and continues to amortised the discount as finance income. Finance income on impaired loans and receivables is recognised using the original effective interest rate. ab. Pajak penghasilan kini dan tangguhan ab. Current and deferred income tax Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laba rugi, kecuali jika pajak itu terkait dengan kejadian atau transaksi yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, beban pajak tersebut masing-masing diakui pada penghasilan komprehensif lain atau secara langsung dicatat ke ekuitas. Tax expenses consist of current tax and deferred tax. Tax is recognised in profit or loss, except it relates to events or transactions that are recognised in other comprehensive income or directly in equity. In such cases, the tax expense is recognised in other comprehensive income or directly in equity, respectively. Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, di negara dimana Perusahaan dan entitas anaknya beroperasi dan menghasilkan penghasilan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang diambil dalam Surat Pemberitahuan Tahunan sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi atas peraturan pajak yang berlaku. Jika perlu, manajemen menentukan provisi dibentuk berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar pada otoritas pajak. The current income tax charge is calculated based on the tax regulations applicable at the financial reporting date, in the countries where the Company and its subsidiaries operate and generate taxable income. Management periodically evaluates the positions taken in the Annual Tax Return concerning situations where the applicable tax rules require interpretation of the prevailing tax regulations. If necessary, management determines provisions based on the amounts expected to be paid to the tax authorities.
Page 65
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/54 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) ab. Pajak penghasilan kini dan tangguhan (lanjutan) ab. Current and deferred income tax (continued) Untuk penghasilan yang menjadi subjek pajak penghasilan final, beban pajak diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan akuntansi yang diakui dan disajikan sebagai bagian dari beban operasional pada tahun berjalan dikarenakan pajak tersebut tidak memenuhi kriteria sebagai pajak penghasilan. For income that is subject to final income tax, tax expenses are recognised proportionally with the accounting revenue recognised and presented as part of the operating expenses in the current year, as this tax does not satisfy the criteria of income tax. Pajak penghasilan tangguhan diakui, dengan menggunakan metode liabilitas untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian interim. Namun, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika timbul dari pengakuan awal goodwill; dan pada saat pengakuan awal suatu aset atau liabilitas yang timbul dari transaksi selain kombinasi bisnis yang pada saat transaksi tersebut tidak mempengaruhi laba rugi akuntansi maupun laba rugi pajak dan tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangi dalam jumlah yang sama. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau yang secara substansial telah berlaku pada akhir tahun pelaporan dan diharapkan diterapkan jika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasikan atau liabilitas pajak penghasilan tangguhan diselesaikan. Deferred income tax is recognised, using the liability method, on temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts in the interim consolidated financial statements. However, deferred tax liabilities are not recognised if they arise from the initial recognition of goodwill; and deferred income tax is not accounted for if it arises from the initial recognition of an asset or liability in a transaction other than a business combination that at the time of the transaction affects neither accounting nor taxable profit or loss and does not give rise to equal taxable and deductible temporary differences. Deferred income tax is determined using the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the end of the reporting year and are expected to apply when the related deferred income tax asset is realised or the deferred income tax liability is settled. Aset pajak penghasilan tangguhan diakui hanya jika besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang masih dapat digunakan. Deferred income tax assets are recognised only to the extent that it is probable that future taxable profits will be available against which the temporary differences can be utilised. Liabilitas dan aset pajak tangguhan tidak diakui untuk perbedaan temporer antara nilai tercatat dan dasar pengenaan pajak atas investasi dalam entitas asosiasi dan ventura bersama dimana Grup dapat mengendalikan waktu pembalikan perbedaan temporer dan kemungkinan besar perbedaan tersebut tidak akan dibalik di masa mendatang. Deferred tax liabilities and assets are not recognised for temporary differences between the carrying amount and tax bases of investments in associates and joint ventures where the Group is able to control the timing of the reversal of the temporary differences and it is probable that the differences will not be reversed in the foreseeable future.
Page 66
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/55 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) ab. Pajak penghasilan kini dan tangguhan (lanjutan) ab. Current and deferred income tax (continued) Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus jika terdapat hak yang berkekuatan secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini. Deferred income tax assets and liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current tax liabilities. Selain pajak penghasilan, Grup juga mengakui bentuk pembayaran lain ke Pemerintah yang dihitung berdasarkan produksi atau pendapatan (royalti). Iuran eksploitasi dan royalti dianggap sebagai pajak penghasilan apabila mereka memiliki karakteristik sebagai pajak penghasilan. Hal ini dipertimbangkan demikian apabila dipersyaratkan oleh Pemerintah dan jumlah terutang didasarkan pada penghasilan kena pajak daripada kuantitas fisik yang diproduksi atau persentase dari penjualan. Untuk perjanjian yang demikian, pajak penghasilan dan pajak penghasilan ditangguhkan akan dicatat sesuai dengan penjelasan di atas untuk bentuk lain perpajakan. Kewajiban Grup yang timbul dari ketentuan iuran eksploitasi atau royalti dalam IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian AI, PC dan RC atau Izin Usaha Pertambangan entitas pertambangan lain di dalam Grup tidak memenuhi kriteria sebagai pajak penghasilan, sehingga diakui sebagai provisi dan dicatat sebagai beban pokok pendapatan. In addition to income tax, the Group also recognises other types of payments to the Government that are calculated based on production or revenue (i.e. royalty fees). Exploitation fees and royalty fees are accounted for as income taxes when they have the characteristics of an income tax. This is considered to be the case when the tax is imposed by the Government and the amount payable is based on taxable income rather than on physical quantities produced or a percentage of revenue. For such arrangements, current and deferred income tax is provided on the same basis as described above for other forms of taxation. The obligations of the Group arising from exploitation fees or royalty arrangements under AI’s IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation, PC and RC’s CCoWs or the IUPs of other mining entities in the Group do not satisfy these criteria, therefore, they are recognised as current provisions and included in cost of revenue. ac. Laporan segmen ac. Segment reporting Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Direksi merupakan pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis. Operating segments are reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating decision-maker (Board of Directors). The Board of Directors is responsible for allocating resources and assessing the performance of the operating segments and making strategic decisions.
Page 67
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/56 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan, serta jumlah pendapatan dan beban selama tahun pelaporan. Estimasi, asumsi, dan pertimbangan tersebut dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lainnya, termasuk harapan peristiwa di masa datang yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada. The preparation of interim consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and the disclosure of contingent assets and liabilities at the reporting date and the reported amounts of revenue and expenses during the reporting year. Estimates, assumptions and judgements are continually evaluated and are based on historical experience and other factors, including expectations of future events that are believed to be reasonable under the circumstances. Grup telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi dan asumsi signifikan dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan konsolidasian Grup yang dilaporkan dalam tahun mendatang. The Group has identified the following matters under which significant judgements, estimates and significant assumptions are made and where actual results may differ from these estimates under different assumptions and conditions and may materially affect the consolidated financial results or financial position of the Group reported in future years. - Provisi atas kerugian kredit ekspektasian aset keuangan - Provision for ECL of financial assets Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian piutang usaha. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa (misalnya berdasarkan geografi, tipe produk, tipe dan/atau peringkat pelanggan, dan nilai pertanggungan dari letter of credit dan bentuk lain). The Group uses a provision matrix to calculate ECL for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar credit risk characteristics (e.g., by geography, product type, customer type and/or rating, and coverage by letters of credit and other forms). Matriks provisi pada mulanya didasarkan pada tingkat gagal bayar historis Grup yang diobservasi. Grup akan memperbaharui matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi forward-looking. Sebagai contoh, jika perkiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama periode depan, yang dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-looking dianalisis. The provision matrix is initially based on the Group’s historical observed default rates. The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward- looking information. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next period, which can lead to an increased number of defaults, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historically observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed.
Page 68
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/57 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) - Provisi atas kerugian kredit ekspektasian aset keuangan (lanjutan) - Provision for ECL of financial assets (continued) Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, perkiraan atas kondisi ekonomi dan kerugian kredit ekspektasian merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah kerugian kredit ekspektasian paling dipengaruhi oleh perubahan keadaan dan perkiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan perkiraan kondisi ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan datang. The assessment of the correlation between historically observed default rates, forecast economic conditions and ECL is a significant estimate. The amount of ECL is sensitive to changes in circumstances and forecast economic conditions. The Group’s historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of a customer’s actual default in the future. Selain provisi penurunan nilai kolektif, Grup juga menerapkan provisi khusus untuk aset keuangan selain piutang. Tingkat provisi tertentu dievaluasi oleh manajemen berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kolektibilitas piutang. Dalam kasus ini, Grup menggunakan penilaian berdasarkan fakta dan keadaan terbaik yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, lamanya hubungan Grup dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan kredit pihak ketiga dan faktor pasar yang diketahui, untuk mencatat cadangan khusus untuk pelanggan terhadap jumlah yang jatuh tempo dalam jumlah yang diharapkan untuk dikumpulkan. Cadangan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan karena informasi tambahan yang diterima mempengaruhi jumlah yang diestimasi. In addition to a collective impairment provision, the Group also implements specific provisions for financial assets other than receivables. The level of a specific provision is evaluated by management on the basis of factors that affect the collectability of the accounts. In these cases, the Group uses judgement based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of the Group’s relationship with the customers and customers’ credit status based on third-party credit reports and known market factors, to record specific allowances for customers against amounts due in amounts that it expects to collect. These specific allowance are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts estimated. - Pajak penghasilan - Income taxes Perhitungan beban pajak penghasilan masing- masing perusahaan dalam Grup memerlukan pertimbangan dan asumsi dalam menentukan penyisihan modal dan pengurangan beban tertentu selama proses pengestimasian. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan entitas di dalam Grup yang beroperasi dalam IUPK melibatkan penafsiran terhadap Undang- Undang dan peraturan perpajakan yang berlaku. The calculation of income tax expense for each company within the Group requires judgements and assumptions in determining the capital allowances and deductibility of certain expenses during the estimation process. In particular, the calculation of income tax expense of entities within the Group operating in IUPK involves the interpretation of applicable tax laws and regulations. Penghasilan yang diperoleh perusahaan- perusahaan dalam Grup kadang-kadang dapat dikenakan pajak final dan non-final. Penentuan penghasilan yang dikenakan pajak final dan non- final dan juga biaya pengurang pajak sehubungan dengan penghasilan yang dikenakan pajak non-final memerlukan pertimbangan dan estimasi. The revenue of the entities within the Group is sometimes also subject to both final and non- final income tax. Determining the amount of revenue subject to final and non-final tax as well as expenses relating to revenue from the non- final income tax regime requires judgements and estimates.
Page 69
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/58 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) - Pajak penghasilan (lanjutan) - Income taxes (continued) Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”). Sebagai akibatnya, terjadi ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Grup dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat. All judgements and estimates made by management as discussed above may be challenged by the Directorate General of Taxation (“DGT”). As a result, the ultimate tax determination becomes uncertain. The resolution of tax positions taken by the Group can take several years to complete and it is difficult to predict the ultimate outcome. Where the final outcome of these matters is different from the amounts initially recorded, such differences will have an impact on the income tax and deferred income tax provision in the period in which this determination is made. Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, dan perbedaan temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” didiskusikan di bawah, asumsi atas pembentukan laba kena pajak sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas tingkat produksi yang diharapkan, volume penjualan, harga komoditas, dan lain-lain, yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga ada kemungkinan perubahan estimasi dan asumsi akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang. Deferred tax assets, including those arising from tax losses and other temporary differences, are recognised only where it is considered more likely than not that they will be recovered, which depends on the generation of sufficient future taxable profits. Similar to “impairment of non- financial assets” discussed below, assumptions about the generation of future taxable profits are heavily affected by management’s estimates and assumptions regarding the expected production levels, sales volumes, commodity prices, etc, which are subject to risk and uncertainty, and hence there is a possibility that changes in circumstances will alter the projected future taxable profits. - Provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang - Provision for mine rehabilitation, reclamation and closure Seperti yang dijelaskan pada Catatan 39 atas laporan keuangan konsolidasian interim ini, terdapat beberapa Peraturan Pemerintah dan Kementerian yang mengatur kewajiban rehabilitasi, reklamasi, dan penutupan tambang untuk perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia. Oleh karena itu, AI, SCM, LSA, dan MIP menghitung provisi rehabilitasi, reklamasi, dan penutupan tambang atas dasar peraturan- peraturan tersebut. As discussed in Note 39 to these interim consolidated financial statements, there are several Government and Ministerial Regulations dealing with rehabilitation, reclamation and mine closure obligations of mining companies operating in Indonesia. Therefore, AI, SCM, LSA and MIP have calculated provisions for mine rehabilitation, reclamation and closure based on these regulations.
Page 70
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/59 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) - Provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang (lanjutan) - Provision for mine rehabilitation, reclamation and closure (continued) Seperti yang dijelaskan pada Catatan 2r laporan keuangan konsolidasian interim ini, biaya reklamasi, rehabilitasi, dan lingkungan yang berkaitan dengan pemulihan atas area terganggu selama tahap produksi dibebankan pada beban pokok pendapatan pada saat kewajiban berkaitan dengan pemulihan tersebut timbul selama proses penambangan. Reklamasi area terganggu dan pembongkaran aset tambang dan aset-aset berumur panjang lainnya akan dilakukan selama beberapa tahun mendatang dan persyaratan atas reklamasi ini terus berubah untuk memenuhi ekspektasi politik, lingkungan, keamanan, dan publik. Dengan demikian waktu pelaksanaan dan jumlah arus kas di masa mendatang yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban pada setiap tanggal pelaporan dipengaruhi oleh ketidakpastian yang signifikan. Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang termasuk umur operasi, perkiraan biaya di masa mendatang, waktu kegiatan, tarif diskonto, dan tingkat inflasi. As discussed in Note 2r to these interim consolidated financial statements, reclamation fee, rehabilitation and environmental expenditure to be incurred related to the remediation of disturbed areas during the production phase are charged to cost of revenue when the obligation arising from the disturbance occurs as extraction progresses. The reclamation of disturbed areas and decommissioning of mining assets and other long-lived assets will be undertaken several years into the future and precise requirements are constantly changing to satisfy political, environmental, safety and public expectations. As such, the timing and amounts of future cash flows required to settle the obligations at each of the reporting dates are subject to significant uncertainty. The key assumptions used in determining the provision for mine rehabilitation, reclamation and closure included the life of operation, estimated future costs, timing of activities, discount rates, and inflation rates. - Estimasi cadangan - Reserve estimation Cadangan batubara adalah bagian yang dapat ditambang secara ekonomis dari sumber daya batubara yang menghasilkan perkiraan tonase dan kualitas yang, menurut pendapat orang yang berkompeten yang membuat perkiraan, dapat menjadi dasar proyek yang layak secara teknis dan ekonomis, setelah dengan mempertimbangkan “Faktor Pengubah” yang relevan secara material. Coal reserves are the economically mineable part of coal resources that result in an estimated tonnage and quality which, in the opinion of the competent person making the estimates, can be the basis of a technically and economically viable project, after taking account of material relevant “Modifying Factors”. Faktor Pengubah adalah pertimbangan yang digunakan untuk mengkonversi sumber daya batubara menjadi cadangan batubara. Ini termasuk, namun tidak terbatas pada, faktor pertambangan (antara lain faktor geologi dan teknis termasuk kuantitas dan kualitas, teknik produksi dan nisbah kupas berdasarkan karakter deposit), faktor pengolahan, faktor infrastruktur, faktor ekonomi (antara lain biaya produksi, biaya transportasi, belanja modal masa depan, kewajiban penutupan tambang dan nilai tukar), faktor pemasaran (antara lain permintaan komoditas dan harga komoditas), faktor hukum, lingkungan, sosial dan pemerintah. Modifying Factors are considerations used to convert coal resources to coal reserves. These include, but are not restricted to, mining factors (among others geological and technical factors including quantities and qualities, production techniques and stripping ratios based on deposit character), processing factors, infrastructure factors, economic factors (among others production cost, transport cost, future capital expenditure, mine closure obligations and exchange rates), marketing factors (among others commodity demand and commodity prices), legal, environmental, social and governmental factors.
Page 71
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/60 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) - Estimasi cadangan (lanjutan) - Reserve estimation (continued) Grup menentukan dan melaporkan cadangan batubaranya berdasarkan prinsip yang terdapat dalam Australasian Joint Ore Reserves Committee untuk Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumber Daya Mineral dan Cadangan Bijih (“JORC”) yang merupakan anggota Komite untuk Standar Pelaporan Cadangan Mineral Internasional (“CRIRSCO”). The Group determines and reports its coal reserves based on the principles of the Australasian Joint Ore Reserves Committee for Reporting Exploration Results, Mineral Resources and Ore Reserves (the “JORC”) which is a member of the Committee for Mineral Reserves International Reporting Standards (the “CRIRSCO”). Perkiraan cadangan dapat berubah dari tahun ke tahun karena perubahan asumsi yang terkait dengan Faktor Pengubah. Perubahan cadangan yang diestimasikan dapat mempengaruhi hasil dan posisi keuangan konsolidasian Grup dalam berbagai cara, di antaranya: The estimates of reserves may change from year to year due to changes in assumptions related to Modifying Factors. Changes in estimated reserves may affect the Group’s consolidated financial results and financial position in a number of ways, including the following: • Nilai tercatat aset dapat terpengaruh akibat perubahan estimasi arus kas masa depan. • Penyusutan, deplesi, dan amortisasi yang dibebankan ke dalam laba rugi dapat berubah dimana beban-beban tersebut ditentukan berdasarkan metode unit produksi, atau dimana masa manfaat ekonomi umur aset berubah. • Provisi penutupan tambang dapat berubah apabila terjadi perubahan dalam perkiraan cadangan yang mempengaruhi ekspektasi tentang waktu atau biaya kegiatan ini. • Nilai tercatat aset/liabilitas pajak tangguhan dapat berubah karena perubahan estimasi atas kemungkinan terpulihkannya manfaat pajak. • Asset carrying amounts may be affected due to changes in the estimated future cash flows. • Depreciation, depletion and amortisation charged to profit or loss may change where such charges are determined based on the unit-of-production method or where the economic useful lives of assets change. • Provision for mine closure may change where changes in estimated reserves affect expectations about the timing or cost of these activities. • The carrying amount of deferred tax assets/liabilities may change due to changes in estimates of the likelihood of the recoverability of the tax benefits. - Estimasi masa manfaat aset tetap - Estimating useful lives of fixed assets Grup mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan ekspektasi perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Grup terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir periode pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas. The Group estimates the useful lives of its fixed assets based on expected asset utilisation supported by business plans and strategies that also consider the expected market behaviour. The estimation of the useful lives of fixed assets is based on the Group’s assessment of industry practice, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful lives are reviewed at least at each financial period-end and are updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limitations on the use of the assets. However, it is possible that future results of operations could be materially affected by changes in the estimates brought about by changes in the factors mentioned above.
Page 72
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/61 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) - Penurunan nilai aset non-keuangan dan goodwill - Impairment of non-financial assets and goodwill Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas, termasuk goodwill, diukur berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi atas proyeksi arus kas, harga batubara (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga, dan faktor- faktor terkait), tingkat inflasi, estimasi cadangan Batubara (lihat ‘Estimasi cadangan’), tingkat penjualan dan produksi, struktur biaya, dan tingkat diskonto setelah pajak yang diterapkan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai yang dapat dipulihkan kembali dari aset dan goodwill. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset dan goodwill mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi. The recoverable amount of a cash-generating asset or group of assets, including goodwill, is measured at the higher of its fair value less costs of disposal or value in use. The determination of fair value less costs of disposal or value in use requires management to make estimates and assumptions regarding cash flow projections, coal prices (taking into account current and historical prices, price trends and related factors), inflation rates, estimated coal reserves (see 'Estimated reserves'), sales and production levels, cost structures and the post-tax discount rate applied. These estimates and assumptions are subject to risk and uncertainty, and hence there is a possibility that changes in circumstances will alter these projections, which may have an impact on the recoverable amount of the assets and goodwill. In such circumstances, some or all of the carrying amounts of the assets and goodwill may be further impaired or the impairment charges may be reduced with the impact being recorded in profit or loss. - Estimasi nilai wajar - Fair value estimation Ketika nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat diukur berdasarkan harga dikutip dalam pasar aktif, nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian yang mencakup model Diskonto Arus Kas (“DAK”). Input untuk model ini diambil dari pasar yang dapat diobservasi dimana memungkinkan, tetapi tidak mudah dilakukan, membutuhkan tingkat pertimbangan dalam menentukan nilai wajar tersebut. Pertimbangan mencakup pertimbangan atas input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen keuangan yang dilaporkan. Lihat Catatan 41(2) untuk informasi lebih lanjut. When the fair values of financial assets and financial liabilities recorded in the consolidated statements of financial position cannot be measured based on quoted prices in active markets, their fair value is measured using valuation techniques including Discounted Cash Flow (“DCF”) models. The inputs to these models are taken from observable markets where possible, but where this is not feasible, a degree of judgement is required in establishing fair values. Judgements include considerations of inputs such as liquidity risk, credit risk and volatility. Changes in assumptions about these factors could affect the reported fair value of financial instruments. Refer to Note 41(2) for further disclosures.
Page 73
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/62 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) - Kepentingan dalam pengaturan bersama - Interests in joint arrangements Pertimbangan diperlukan untuk menentukan ketika Grup memiliki pengendalian bersama, yang membutuhkan penilaian mengenai aktivitas yang relevan dan ketika keputusan yang berkaitan dengan aktivitas tersebut membutuhkan persetujuan dengan suara bulat. Grup menentukan bahwa aktivitas yang relevan untuk pengaturan bersama adalah aktivitas yang berkaitan dengan keputusan keuangan, operasional dan modal dari pengaturan tersebut. Judgement is required to determine when the Group has joint control, which requires an assessment of the relevant activities and when the decisions in relation to those activities require unanimous consent. The Group has determined that the relevant activities for its joint arrangements are those relating to the financial, operating and capital decisions of the arrangement. Pertimbangan juga diperlukan untuk mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai pengendalian bersama atau ventura bersama. Pengklasifikasian pengaturan tersebut mengharuskan Grup untuk menilai hak dan kewajiban yang timbul dari pengaturan tersebut. Secara khusus, Grup mempertimbangkan: Judgement is also required to classify a joint arrangement as either a joint operation or a joint venture. Classifying the arrangement requires the Group to assess its rights and obligations arising from the arrangement. Specifically, it considers: • Struktur dari pengaturan bersama - apakah dibentuk melalui kendaraan terpisah. • Ketika pengaturan tersebut terstruktur melalui kendaraan terpisah, Grup juga mempertimbangkan hak dan kewajiban yang timbul dari: • The structure of the joint arrangement whether it is structured through a separate vehicle. • When the arrangement is structured through a separate vehicle, the Group also considers the rights and obligations arising from: a. Bentuk legal dari kendaraan terpisah; b. Persyaratan dari perjanjian kontraktual; dan c. Fakta dan kondisi keadaan lainnya, jika relevan. a. The legal form of the separate vehicle; b. The terms of the contractual arrangement; and c. Other relevant facts and circumstances. Penilaian ini sering membutuhkan pertimbangan yang signifikan. Kesimpulan yang berbeda mengenai pengendalian bersama dan apakah suatu pengaturan adalah sebuah operasi bersama atau ventura bersama, dapat memiliki dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian interim. This assessment often requires significant judgement. A different conclusion on joint control and on whether the arrangement is a joint operation or a joint venture, may materially affect the interim consolidated financial statements. Grup memiliki pengaturan bersama yang terstruktur melalui ventura bersama, Kestrel Coal Group Pty Ltd (“Kestrel”), PT Dumai Tirta Persada (“DTP”), PT Bhakti Energi Persada dan entitas anaknya (“BEP”) dan TCU. Struktur dan persyaratan dari perjanjian kontraktual mengindikasikan bahwa Grup memiliki hak atas aset bersih dari pengaturan bersama tersebut. Grup menilai fakta dan kondisi lain yang berkaitan dengan pengaturan ini dan menyimpulkan bahwa pengaturan tersebut merupakan sebuah ventura bersama. Lihat Catatan 13 untuk informasi lebih lanjut. The Group has joint arrangements that are structured through joint ventures, being Kestrel Coal Group Pty Ltd (“Kestrel”), PT Dumai Tirta Persada (“DTP”), PT Bhakti Energi Persada and its subsidiaries (“BEP”) and TCU. These structures and the terms of the contractual arrangements indicate that the Group has rights to the net assets of the arrangements. The Group also assessed the other facts and circumstances relating to these arrangements and concluded that the arrangements are joint ventures. Refer to Note 13 for further information.
Page 74
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/63 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 4. KOMBINASI BISNIS ANTAR ENTITAS SEPENGENDALI 4. BUSINESS COMBINATIONS OF ENTITIES UNDER COMMON CONTROL Berdasarkan Akta Notaris No. 63 tertanggal 27 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, PT Alamtri Power Indonesia (sebelumnya bernama PT Adaro Power) (“API”) menjual kepemilikan seluruh sahamnya di KPI sebesar 209.755 saham dengan presentase kepemilikan sebesar 84% kepada Perusahaan dengan nilai transaksi sebesar AS$219.000 atau setara dengan Rp3.579.117.000.000 (nilai penuh). Pengalihan bisnis ini dicatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (“pooling of interest method”) sesuai dengan PSAK No. 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Selisih antara nilai pengalihan dengan nilai buku bersih yang diterima sebesar AS$30 disajikan dalam bagian ekuitas sebagai bagian dari tambahan modal disetor dalam laporan keuangan konsolidasian interim pada tanggal 31 Desember 2024 (Catatan 22). Based on Notarial Deed No. 63 dated 27 June 2024 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta, PT Alamtri Power Indonesia (previously named PT Adaro Power) (“API”) sold its all shares in KPI of 209,755 shares with the percentage of ownership of 84% to the Company with a transaction value of US$219,000 or equivalent to Rp3,579,117,000,000 (full amount). The transfer of business was accounted using the pooling of interest method as required under SFAS No. 338, "Business Combinations of Entities Under Common Control". The difference between the transfer value and the net book value received amounted to US$30 is presented in the equity section as part of additional paid-in capital in the interim consolidated financial statements on 31 December 2024 (Note 22). 5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Kas 32 728 Cash on hand Kas di bank - Rupiah Cash in banks - Rupiah PT Bank SMBC Indonesia Tbk PT Bank SMBC Indonesia Tbk (“SMBC Indonesia”) 209,518 4,936 (“SMBC Indonesia”) PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) 66,410 182,457 (Persero) Tbk (“BRI”) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”) 16,738 53,109 (“Bank Mandiri”) PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) 11,374 12,405 (Persero) Tbk (“BNI”) PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk (“Bank Permata”) 9,250 27,803 (“Bank Permata”) PT Bank UOB Indonesia PT Bank UOB Indonesia (“UOB Indonesia”) 7,115 11,071 (“UOB Indonesia”) PT Bank DBS Indonesia PT Bank DBS Indonesia (“DBS Indonesia”) 6,693 11,163 (“DBS Indonesia”) Lain-lain (di bawah AS$10.000) 10,169 6,567 Others (below US$10,000) Total rekening Rupiah 337,267 309,511 Total Rupiah accounts Kas di bank - Dolar AS Cash in banks - US Dollars BRI 284,963 131,317 BRI BNI 252,303 258,989 BNI UOB Indonesia 164,207 157,981 UOB Indonesia DBS Indonesia 103,245 26,372 DBS Indonesia SMBC Indonesia 66,888 6,546 SMBC Indonesia Bank Mandiri 36,385 211,350 Bank Mandiri PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) 19,031 26,059 PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) DBS Bank Ltd 12,208 25,300 DBS Bank Ltd United Overseas Bank Ltd 11,309 9,256 United Overseas Bank Ltd Sumitomo Mitsui Banking Sumitomo Mitsui Banking Corporation (“SMBC”) 313 10,310 Corporation (“SMBC”) Lain-lain (di bawah AS$10.000) 3,603 5,971 Others (below US$10,000) Total rekening Dolar AS 954,455 869,451 Total US Dollar accounts Kas di bank - Mata uang lain Cash in banks - Other currencies Lain-lain (di bawah AS$10.000) 1,832 566 Others (below US$10,000) Total kas di bank 1,293,554 1,179,528 Total cash in banks
Page 75
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/64 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 5. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Deposito berjangka - Rupiah Time deposits - Rupiah BRI 22 64,083 BRI Lain-lain (di bawah AS$10.000) 3,447 2,750 Others (below US$10,000) Total deposito berjangka Rupiah 3,469 66,833 Total Rupiah time deposits Deposito berjangka - Dolar AS Time deposits - US Dollars PT Bank QNB Indonesia Tbk 42,975 55,290 PT Bank QNB Indonesia Tbk DBS Bank Ltd 31,900 21,209 DBS Bank Ltd BRI 30,000 35,000 BRI SMBC 15,000 - SMBC United Overseas Bank Ltd - 10,000 United Overseas Bank Ltd BNI - 100,000 BNI Bank Permata - 50,000 Bank Permata Lain-lain (di bawah AS$10.000) 100 100 Others (below US$10,000) Total deposito berjangka Dolar AS 119,975 271,599 Total US Dollars time deposits Total deposito berjangka 123,444 338,432 Total time deposits Total 1,417,030 1,518,688 Total Kas dan setara kas termasuk kas yang ditempatkan ke dalam rekening khusus devisa hasil ekspor dari sumber daya alam sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 8/2025 (Catatan 38u). Cash and cash equivalents include the cash held into a special account for foreign exchange export proceeds from natural resources in accordance with Government Regulation No. 8/2025 (Note 38u). Tidak ada kas dan setara kas yang dimiliki oleh pihak berelasi. There is no cash and cash equivalents held by related parties. Deposito berjangka yang dimiliki Grup memiliki jatuh tempo kurang dari tiga bulan sejak penempatannya dan tidak dijaminkan. Time deposits owned by the Group have maturity dates less than three months from placement and are unsecured. Rekening bank milik KPI dan ATB dijadikan jaminan pinjaman bank (Catatan 18). KPI and ATB's bank accounts were pledged for bank loans (Note 18). Tingkat suku bunga kontraktual deposito berjangka selama periode/tahun berjalan adalah sebagai berikut: The contractual interest rates on time deposits during the period/year were as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Rupiah 5.00% - 6.25% 5.00% - 6.50% Rupiah Dolar AS 4.00% - 6.15% 4.25% - 6.35% US Dollars
Page 76
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/65 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 6. DEPOSITO BERJANGKA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA 6. RESTRICTED TIME DEPOSITS 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Deposito berjangka - Rupiah Time deposits - Rupiah BRI 6,810 4,357 BRI BNI 1,988 1,247 BNI Bank Mandiri 1,209 1,232 Bank Mandiri PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (“BPD”) 277 282 Bangka Belitung (“BPD”) Total deposito berjangka Rupiah 10,284 7,118 Total Rupiah time deposits Deposito berjangka - Dolar AS Time deposits - US Dollars BRI 25,700 25,065 BRI Bank Mandiri 5,337 5,305 Bank Mandiri Total deposito berjangka Dolar AS 31,037 30,370 Total US Dollars time deposits Total 41,321 37,488 Total Tingkat suku bunga kontraktual deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya selama periode/tahun berjalan adalah sebagai berikut: The contractual interest rates on the restricted time deposits during the period/year were as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Rupiah 2.25% - 6.25% 1.80% - 6.25% Rupiah Dolar AS 1.00% - 4.25% 1.00% - 4.00% US Dollars Tidak ada kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya dengan pihak berelasi. There are no restricted cash and time deposits held with related parties. Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya ditempatkan sebagai jaminan rehabilitasi tambang, reklamasi dan pascatambang pada BRI, BNI, Bank Mandiri dan BPD (Catatan 39), termasuk bunga yang diperpanjang otomatis pada saat jatuh tempo. The restricted time deposits are placed as security for mine rehabilitation, reclamation and post-mining guarantees with BRI, BNI, Bank Mandiri and BPD (Note 39), including rolled-over interest on maturity. 7. INVESTASI LAIN-LAIN 7. OTHER INVESTMENTS Rincian seluruh investasi lain-lain yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut: Details of other investments owned by the Group are as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 514,621 493,227 Financial assets at FVOCI Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi 28,548 57,124 Financial assets at FVTPL Total 543,169 550,351 Total Dikurangi: bagian lancar 32,568 62,506 Less: current portion Bagian tidak lancar 510,601 487,845 Non-current portion
Page 77
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/66 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 7. INVESTASI LAIN-LAIN (lanjutan) 7. OTHER INVESTMENTS (continued) a. Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain a. Financial assets at FVOCI Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain terdiri dari investasi pada efek utang berupa obligasi Pemerintah dan ekuitas yang tidak diperdagangkan di bursa dengan ekspektasi realisasi lebih dari satu tahun. Financial assets at FVOCI represent investment in debt securities in the form of Government bonds and unlisted equity securities with expected realisation of more than one year. Mutasi nilai wajar atas aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dengan kerugian neto sebesar AS$109.939 (30 September 2024: kerugian neto AS$140) disajikan pada penghasilan komprehensif lain untuk periode berjalan. Fair value movements in financial assets at FVOCI for the nine-month periods ended 30 September 2025 with a net losses of US$109,939 (30 September 2024: net losses US$140) is presented in other comprehensive income for the period. Nilai wajar efek yang tidak diperdagangkan di bursa dihitung dari arus kas yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pasar dan premi risiko yang spesifik atas efek yang tidak diperdagangkan tersebut. The fair value of unlisted securities are based on discounted cash flows using a rated based on the market interest rates and risk premiums specific to the unlisted securities. Sebagian dari penambahan aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain di periode berjalan merupakan penambahan dari reklasifikasi dari investasi pada entitas asosiasi di API dan PT Maruwai Coal (“MC”), PT Juloi Coal (“JC”), PT Lahai Coal (“LC”), PT Kalteng Coal (“KC”) dan PT Sumber Barito Coal (“SBC”) (secara keseluruhan dirujuk sebagai “entitas- entitas AMC”) karena pada tanggal 2 Juni 2025, Grup kehilangan pengaruh signifikan pada API dan entitas-entitas AMC, karena tidak ada lagi anggota Direksi Perusahaan yang menjabat sebagai anggota Direksi AlamTri, dimana API dan entitas-entitas AMC merupakan entitas anak dari AlamTri, sehingga Grup telah menyajikannya sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan mereklasifikasi penghasilan komprehensif lain ke laba atau rugi (Catatan 30). The additions of financial assets at FVOCI during the current period includes additions from reclassification of investments in associates in API and PT Maruwai Coal (“MC”), PT Juloi Coal (“JC”), PT Lahai Coal (“LC”), PT Kalteng Coal (“KC”) dan PT Sumber Barito Coal (“SBC”) (collectively referred to as “AMC entities”) as on 2 June 2025, the Group has lost its significant influence in API and AMC entities, as there is no member of the Board of Directors of the Company who still holds the position as the Board of Directors of AlamTri, in which API and AMC entities are the subsidiaries of AlamTri, therefore, the Group presents it as financial assets at FVOCI and reclassified the other comprehensive income to profit or loss (Note 30). Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya bukti objektif penurunan nilai wajar aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, sehingga, tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas aset keuangan tersebut pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Management is of the opinion that there are no events or changes in circumstances that indicate objective evidence of a decline in the fair value of financial assets at FVOCI, therefore, no impairment allowance is required for these financial assets as at 30 September 2025 and 31 December 2024.
Page 78
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/67 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 7. INVESTASI LAIN-LAIN (lanjutan) 7. OTHER INVESTMENTS (continued) b. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi b. Financial assets at FVTPL Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi saham pada perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek. Financial assets at FVTPL represent investments in listed share on a stock exchange. Pada tanggal 23 Juni 2025, Grup menjual investasi saham Perusahaan di CITA melalui bursa dengan harga nilai wajar sebesar AS$35.210 berdasarkan harga dikutip di pasar aktif dan mencatat keuntungan sebesar AS$2.404 selama periode tersebut sebagai bagian dari Pendapatan lain-lain, neto pada laporan laba rugi konsolidasian interim (Catatan 30). On 23 June 2025, the Group sold the Company’s investment in shares in CITA through the stock exchange at a fair value price of US$35,210 based on quoted prices in an active market and recorded a gain of US$2,404 of the period as part of Other income, net in the interim consolidated statement of profit or loss (Note 30). Mutasi nilai wajar atas aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dengan keuntungan neto sebesar AS$5.059 (30 September 2024: keuntungan neto sebesar AS$3.810) disajikan sebagai bagian dari Pendapatan lain-lain, neto pada laporan laba rugi konsolidasian interim (Catatan 30). Fair value movements in financial assets at FVTPL for the nine-month periods ended 30 September 2025 with net gains of US$5,059 (30 September 2024: net gains of US$3,810) are presented as part of Other income, net in the interim consolidated statement of profit or loss (Note 30). Nilai wajar efek yang diperdagangkan di bursa dihitung berdasarkan harga dikutip dalam pasar aktif. The fair values of listed securities are based on quoted prices in active markets. Eksposur maksimum atas risiko kredit pada tanggal pelaporan adalah sebesar nilai tercatat investasi pada efek utang dan ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan melalui laba rugi. The maximum exposure to credit risk at the reporting date is the carrying amount of the investments in debt and equity securities classified as financial assets at FVOCI and FVTPL. Investasi lain-lain didenominasikan dalam mata uang Dolar AS dan Rupiah. Other investments are denominated in US Dollars and Rupiah. Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties. Lihat Catatan 41(2) untuk informasi nilai wajar dari investasi lain-lain. Refer to Note 41(2) for information on the fair value of other investments. 8. PIUTANG USAHA 8. TRADE RECEIVABLES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Pihak ketiga 431,960 306,370 Third parties Pihak berelasi 93,045 110,497 Related parties Sub-total 525,005 416,867 Sub-total Dikurangi: cadangan kerugian (14,665) (15,359) Less: loss allowance Total, neto 510,340 401,508 Total, net Piutang usaha Grup berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: The Group’s trade receivables are denominated in the following currencies: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Rupiah 288,155 243,924 Rupiah Dolar AS 236,850 172,943 US Dollars Total 525,005 416,867 Total
Page 79
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/68 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 8. PIUTANG USAHA (lanjutan) 8. TRADE RECEIVABLES (continued) Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables is as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Lancar 488,680 384,677 Current Jatuh tempo 1 - 30 hari 14,065 10,962 Overdue by 1 - 30 days Jatuh tempo 31 - 60 hari 4,570 2,250 Overdue by 31 - 60 days Jatuh tempo 61 - 90 hari 503 336 Overdue by 61 - 90 days Jatuh tempo lebih dari 90 hari 17,187 18,642 Overdue by more than 90 days Total 525,005 416,867 Total Perubahan cadangan kerugian piutang usaha adalah sebagai berikut: The changes in the loss allowance on trade receivables were as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Saldo awal periode/tahun 15,359 16,499 Balance at the beginning of the period/year Penambahan/(pengurangan) 95 (670) Additions/(deductions) Pembalikan cadangan kerugian (789) (470) Reversal of loss allowance Saldo akhir periode/tahun 14,665 15,359 Balance at the end of the period/year Penambahan dan pembalikan cadangan kerugian piutang usaha disajikan oleh Grup sebagai bagian dari “Beban usaha - umum dan administrasi - lain- lain” dalam laporan laba rugi konsolidasian interim. Additions and reversal on loss allowance on trade receivables are presented by the Group as part of “Operating expenses - general and administrative - others” in the interim consolidated statements of profit or loss. Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties. Lihat Catatan 41(1) untuk informasi tentang risiko kredit Grup. Refer to Note 41(1) for information about the Group’s exposure to credit risk. Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk menutupi penurunan nilai dari piutang usaha. Management believes the established allowance is adequate to cover the impairment of trade receivables. 9. PIUTANG LAIN-LAIN 9. OTHER RECEIVABLES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Pihak ketiga 58,511 57,563 Third parties Pihak berelasi 657 546 Related parties Total 59,168 58,109 Total Dikurangi: bagian lancar 18,668 17,609 Less: current portion Bagian tidak lancar 40,500 40,500 Non-current portion Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang lain-lain sebagian besar merupakan piutang dari EGAT International Company Limited (“EGATi”), kepentingan non-pengendali (Catatan 23) dan piutang bunga. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, other receivables mainly represent receivables from EGAT International Company Limited (“EGATi”), a non-controlling interest (Note 23) and interest receivables. Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties.
Page 80
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/69 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 9. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 9. OTHER RECEIVABLES (continued) Lihat Catatan 41(1) untuk informasi tentang risiko kredit Grup. Refer to Note 41(1) for information about the Group’s exposure to credit risk. Manajemen Grup berpendapat bahwa cadangan kerugian atas piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 tidak material sehingga cadangan kerugian kredit ekspektasian tidak diperlukan. The Group’s management is of the opinion that the loss allowance of other receivables as at 30 September 2025 and 31 December 2024 is not material. Therefore, a provision for ECL is not considered necessary. 10. UANG MUKA 10. ADVANCES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Uang muka proyek dan pembelian Advances for the projects and purchase aset tetap 46,122 60,794 of fixed assets Uang muka kepada pemasok 8,632 15,784 Advances to suppliers Royalti 3,483 2,546 Royalties Lain-lain 2,399 1,315 Others Total 60,636 80,439 Total Dikurangi: bagian lancar 14,378 15,157 Less: current portion Bagian tidak lancar 46,258 65,282 Non-current portion Manajemen berpendapat bahwa seluruh uang muka tersebut dapat dipulihkan. Management believes that all advances and prepayments are recoverable. 11. PERSEDIAAN 11. INVENTORIES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Persediaan batubara 68,145 33,359 Coal inventory Bahan bakar dan minyak pelumas 20,599 17,022 Fuel and lubricants Suku cadang 17,230 15,312 Spare parts Lain-lain 3,281 2,856 Others Total 109,255 68,549 Total Pada tanggal 30 September 2025, persediaan Grup telah diasuransikan terhadap risiko kerusakan signifikan dengan nilai pertanggungan sebesar AS$73.607 (31 Desember 2024: AS$64.318). Manajemen Grup berpendapat bahwa persediaan telah diasuransikan secara memadai untuk menutupi risiko kehilangan dan kerusakan. As at 30 September 2025, the Group's inventories were covered by insurance against the risk of material damage with a coverage of US$73,607 (31 December 2024: US$64,318). The Group's management is of the opinion that inventories are adequately insured to cover the risks of loss and damage. Manajemen Grup berpendapat bahwa semua persediaan dapat digunakan atau dijual dan nilai realisasi neto persediaan masih melebihi nilai tercatat persediaan, sehingga tidak diperlukan adanya provisi persediaan usang dan penurunan nilai pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. The Group management is of the opinion that all inventories can be either used or sold and the net realisable value of inventories still exceeds the carrying value of inventories, therefore, a provision for obsolete stock and decline in value is not considered necessary as at 30 September 2025 and 31 December 2024.
Page 81
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/70 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS 30 September 2025 Selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan/ Exchange differences Saldo due to Saldo awal/ financial akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ statements Ending balance Additions Disposals Reclassifications translation balance Harga perolehan Acquisition costs Kepemilikan langsung Direct ownership Tanah 33,357 3,482 - 5,020 (449) 41,410 Land Bangunan 65,624 262 (2) 1,725 (553) 67,056 Buildings Infrastruktur 180,405 1,235 - 13,187 (1,419) 193,408 Infrastructure Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan 586,031 4,844 (1,024) 1,113 (720) 590,244 equipment and vehicles Kapal 525,857 6,451 (1,899) 13,867 (489) 543,787 Vessels Peralatan kantor 8,078 221 (174) (70) (96) 7,959 Office equipment Fasilitas peremukan dan pengolahan 373,974 - - 7,931 - 381,905 Crushing and handling facilities Jalan dan jembatan 301,318 3 - - - 301,321 Roads and bridges Sub-total 2,074,644 16,498 (3,099) 42,773 (3,726) 2,127,090 Sub-total Aset dalam pembangunan 457,432 259,577 - (42,773) (792) 673,444 Construction in progress Aset hak-guna Right-of-use assets Tanah 60 - - - - 60 Land Bangunan 4,741 690 (73) - (76) 5,282 Buildings Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan 8,928 1,494 (5) - (92) 10,325 equipment and vehicles Fasilitas peremukan dan pengolahan 14,473 - - - - 14,473 Crushing and handling facilities Kapal - 21,960 - - - 21,960 Vessels Peralatan kantor 98 174 - - - 272 Office equipment Sub-total 28,300 24,318 (78) - (168) 52,372 Sub-total Total 2,560,376 300,393 (3,177) - (4,686) 2,852,906 Total Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan (37,983) (2,071) 2 (78) 216 (39,914) Buildings Infrastruktur (115,936) (8,257) - - 325 (123,868) Infrastructure Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan (553,916) (7,785) 1,024 - 459 (560,218) equipment and vehicles Kapal (221,014) (23,151) 707 - 189 (243,269) Vessels Peralatan kantor (6,840) (382) 172 78 82 (6,890) Office equipment Fasilitas peremukan dan pengolahan (367,824) (1,081) - - - (368,905) Crushing and handling facilities Jalan dan jembatan (258,353) (4,344) - - - (262,697) Roads and bridges Sub-total (1,561,866) (47,071) 1,905 - 1,271 (1,605,761) Sub-total Aset hak-guna Right-of-use assets Tanah (60) - - - - (60) Land Bangunan (3,416) (696) 73 - 59 (3,980) Buildings Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan (5,751) (1,844) 5 - 70 (7,520) equipment and vehicles Fasilitas peremukan dan pengolahan (14,472) (1) - - - (14,473) Crushing and handling facilities Kapal - (2,151) - - - (2,151) Vessels Peralatan kantor (71) (34) - - - (105) Office equipment Sub-total (23,770) (4,726) 78 - 129 (28,289) Sub-total Total (1,585,636) (51,797) 1,983 - 1,400 (1,634,050) Total Nilai buku neto 974,740 1,218,856 Net book value
Page 82
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/71 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember/ December 2024 Selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan/ Exchange differences Saldo due to Saldo awal/ financial akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ statements Ending balance Additions Disposals Reclassifications 1 ) translation balance Harga perolehan Acquisition costs Kepemilikan langsung Direct ownership Tanah 34,578 52 - (703) (570) 33,357 Land Bangunan 63,671 1,079 (20) 1,727 (833) 65,624 Buildings Infrastruktur 165,377 13,784 (294) 3,081 (1,543) 180,405 Infrastructure Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan 582,022 5,906 (1,480) 690 (1,107) 586,031 equipment and vehicles Kapal 435,933 70,533 (2,238) 22,329 (700) 525,857 Vessels Peralatan kantor 8,430 676 (1,044) 183 (167) 8,078 Office equipment Fasilitas peremukan dan pengolahan 371,090 1,220 - 1,664 - 373,974 Crushing and handling facilities Jalan dan jembatan 278,979 9,992 - 12,347 - 301,318 Roads and bridges Sub-total 1,940,080 103,242 (5,076) 41,318 (4,920) 2,074,644 Sub-total Aset dalam pembangunan 96,676 405,934 (2,340) (42,021) (817) 457,432 Construction in progress Aset hak-guna Right-of-use assets Tanah 60 - - - - 60 Land Bangunan 5,231 - (373) - (117) 4,741 Buildings Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan 7,549 1,706 (223) - (104) 8,928 equipment and vehicles Fasilitas peremukan dan pengolahan 14,473 - - - - 14,473 Crushing and handling facilities Peralatan kantor 98 - - - - 98 Office equipment Sub-total 27,411 1,706 (596) - (221) 28,300 Sub-total Total 2,064,167 510,882 (8,012) (703) (5,958) 2,560,376 Total Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan (35,831) (2,468) 20 - 296 (37,983) Buildings Infrastruktur (107,285) (9,024) 34 - 339 (115,936) Infrastructure Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan (546,286) (9,260) 1,107 - 523 (553,916) equipment and vehicles Kapal (195,289) (26,453) 494 - 234 (221,014) Vessels Peralatan kantor (7,012) (506) 544 - 134 (6,840) Office equipment Fasilitas peremukan dan pengolahan (367,116) (708) - - - (367,824) Crushing and handling facilities Jalan dan jembatan (254,861) (3,492) - - - (258,353) Roads and bridges Sub-total (1,513,680) (51,911) 2,199 - 1,526 (1,561,866) Sub-total Aset hak-guna Right-of-use assets Tanah (52) (8) - - - (60) Land Bangunan (3,110) (757) 316 - 135 (3,416) Buildings Mesin, peralatan operasional Machineries, operational dan kendaraan (4,025) (2,069) 201 - 142 (5,751) equipment and vehicles Fasilitas peremukan dan pengolahan (10,763) (3,709) - - - (14,472) Crushing and handling facilities Peralatan kantor (25) (46) - - - (71) Office equipment Sub-total (17,975) (6,589) 517 - 277 (23,770) Sub-total Total (1,531,655) (58,500) 2,716 - 1,803 (1,585,636) Total Nilai buku neto 532,512 974,740 Net book value 1) Terdapat reklasifikasi dari aset tetap ke uang muka sebesar AS$703. 1) There was a reclassification of fixed assets to advances amounting to US$703.
Page 83
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/72 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Beban penyusutan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 was allocated as follows: 30 September 2025 2024 Beban pokok pendapatan (Catatan 28) 50,437 40,667 Cost of revenue (Note 28) Beban usaha (Catatan 29) 1,349 2,198 Operating expenses (Note 29) Kapitalisasi sebagai aset tetap 11 4 Capitalised as fixed assets Total 51,797 42,869 Total Perhitungan kerugian atas pelepasan aset tetap untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: The calculation of loss on disposal of fixed assets for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 was as follows: 30 September 2025 2024 Harga perolehan 3,177 5,560 Acquisition costs Akumulasi penyusutan (1,983) (1,866) Accumulated depreciation Carrying amount Nilai buku aset tetap yang dilepas 1,194 3,694 of disposed fixed assets Dikurangi: Less: - Penerimaan dari pelepasan Consideration received from - aset tetap 46 157 disposal of fixed assets Kerugian atas pelepasan Loss on disposal of aset tetap (Catatan 30) 1,148 3,537 fixed assets (Note 30) Beberapa aset tetap tertentu AI yang dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian interim ini dan diperoleh selama masa PKP2B menjadi properti milik Pemerintah (Barang Milik Negara atau “BMN”). Berdasarkan IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian, AI masih memiliki hak untuk menggunakan seluruh BMN yang diperoleh selama masa PKP2B sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. AI juga diharuskan untuk memelihara dan mengamankan semua properti milik Pemerintah dan mengembalikannya kepada Pemerintah setelah tidak digunakan lagi untuk operasi pertambangan, serta membayar tarif tertentu atas penggunaan BMN tersebut (Catatan 38o). Certain fixed assets of AI recorded in these interim consolidated financial statements and acquired during the term of the CCA remain the property of the Government (Barang Milik Negara or “BMN”). Based on the IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation, AI continues to have the right to use all BMN which had been acquired during the CCA period in accordance with the prevailing laws and regulations. AI is also required to maintain and secure all property items of the Government and return them to the Government once they are no longer used for mining operations, and pay a certain tariff for the utilisation of BMN (Note 38o). Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama IBT dengan Pelindo beserta dengan perubahannya, sebagian aset tetap IBT, yang berada di dalam wilayah operasi pelabuhan batubara dan dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian interim ini akan menjadi milik Pelindo setelah berakhirnya 30 tahun periode operasi. In accordance with the Cooperation Agreement between IBT and Pelindo, including its amendment, certain fixed assets of IBT which are located in the coal port operation and recorded in these interim consolidated financial statements will become the property of Pelindo at the end of the 30-year operating period.
Page 84
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/73 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Tidak ada perbedaan signifikan antara nilai wajar dan nilai buku aset tetap, kecuali beberapa tanah, bangunan serta aset tetap lain. Total nilai wajar dan nilai buku aset tetap tersebut pada tanggal 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar AS$34.690 dan AS$23.953. Nilai wajar tersebut berdasarkan laporan penilaian independen terakhir dari Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Tobing Panuturi dan Rekan, penilai independen yang terdaftar di OJK, No. 00663/2.0171- 00/PI/02/0420/1/VII/2024 dan No. 00664/2.0171- 00/PI/02/0420/1/VII/2024 tertanggal 5 Juli 2024. There is no significant difference between the fair value and carrying amount of fixed assets, except for certain land, buildings and other fixed assets. The total fair values and the carrying amount of such fixed assets as at 31 December 2024 were US$34,690 and US$23,953, respectively. The fair value is based on the latest independent appraisal reports by Kantor Jasa Penilai Publik (”KJPP”) Tobing Panuturi dan Rekan, registered as independent valuers with OJK, No. 00663/2.0171-00/PI/02/0420/1/VII/2024 and No. 00664/2.0171-00/PI/02/0420/1/VII/2024 dated 5 July 2024, respectively. Pada tanggal 30 September 2025, aset tetap Grup telah diasuransikan terhadap semua risiko kerusakan dengan total pertanggungan kurang lebih sebesar AS$1.422.540 (31 Desember 2024: AS$1.315.021), kecuali untuk aset tetap yang tidak bisa diasuransikan seperti tanah, pengerukan Alur Ambang Sungai Barito, dan aset dalam pembangunan tertentu. Manajemen Grup berpendapat bahwa aset tetap telah diasuransikan secara memadai pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. As at 30 September 2025, the Group's fixed assets were insured against all risks of damage with total coverage of approximately US$1,422,540 (31 December 2024: US$1,315,021), except for fixed assets that could not be insured, such as land, the Barito River Channel dredging, and certain construction in progress. The Group management is of the opinion that fixed assets were adequately insured as at 30 September 2025 and 31 December 2024. Pada tanggal 30 September 2025, harga perolehan atas aset tetap Grup yang telah disusutkan penuh namun masih dipakai sebesar AS$1.211.352 (31 Desember 2024: AS$1.206.596). As at 30 September 2025, the acquisition cost of the Group's fixed assets that have been fully depreciated but are still in use amounted to US$1,211,352 (31 December 2024: US$1,206,596). Aset dalam pembangunan Construction in progress Aset dalam pembangunan merupakan proyek yang belum selesai pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian interim dengan rincian sebagai berikut: Construction in progress represents projects that were not completed as at the date of the interim consolidated statements of financial position as follows: Persentase Akumulasi Estimasi penyelesaian/ biaya/ penyelesaian/ Aset dalam Percentage of Accumulated Estimated Construction pembangunan completion costs completion in progress 30 September 2025 30 September 2025 Bangunan, pembangkit listrik dan Oktober 2025 - Desember 2028/ Buildings, power plant infrastruktur 1% - 99% 633,994 October 2025 - December 2028 and infrastructure Jalan dan jembatan 4% - 98% 25,892 Oktober 2025 - Desember 2026/ Roads and bridges October 2025 - December 2026 Fasilitas peremukan dan Oktober 2025 - Juni 2026/ Crushing and handing pengolahan 55% - 98% 5,349 October 2025 - June 2026 facilities Lain-lain 1% - 99% 8,209 Bervariasi/ Various Others Total 673,444 Total 31 Desember 2024 31 December 2024 Bangunan, pembangkit listrik dan 1% - 99% 422,047 Januari 2025 - Desember 2026/ Buildings, power plant infrastruktur January 2025 - December 2026 and infrastructure Jalan dan jembatan 1% - 60% 19,433 Februari 2025 - Desember 2026/ Roads and bridges February 2025 - December 2026 Fasilitas peremukan dan 1% - 99% 11,420 Januari 2025 - Desember 2026/ Crushing and handing pengolahan January 2025 - December 2026 facilities Lain-lain 10% - 99% 4,532 Bervariasi/ Various Others Total 457,432 Total
Page 85
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/74 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Beberapa aset tetap kepemilikan langsung tertentu telah dijaminkan sebagai jaminan untuk pinjaman perjanjian fasilitas KPI (Catatan 18a) dan pinjaman properti komersial (Catatan 18e). Certain direct ownership fixed assets have been pledged as security for facility agreement loan of KPI (Note 18a) and commercial property loan (Note 18e). Sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup, manajemen melakukan pengujian penurunan nilai atas aset non-keuangan (aset tetap, properti pertambangan dan aset lain-lain tertentu) bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak terpulihkan. In accordance with the Group’s accounting policies, management tests its non-financial assets (fixed assets, mining properties and certain other assets) for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat indikasi adanya penurunan nilai aset tetap. Management is of the opinion that there was no indication of impairment in the carrying value of fixed assets. 13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA 13. INVESTMENTS IN ASSOCIATES AND JOINT VENTURES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Ventura bersama Joint ventures Kestrel 735,221 732,060 Kestrel BEP 63,368 63,443 BEP DTP 7,565 6,996 DTP Lain-lain 370 239 Others Entitas asosiasi Associates API - 129,047 API Entitas-entitas AMC - 1 AMC entities 806,524 931,786 Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for impairment penurunan nilai atas investasi (44,383) (44,383) losses on investments Total, neto 762,141 887,403 Total, net Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas asosiasi dan ventura bersama yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut: As at 30 September 2025 and 31 December 2024 the associates and joint ventures of the Group were as follows: Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 31 Desember/ Nama entitas/ Kedudukan/ 30 September December Kegiatan usaha/ Name of entity Domicile 2025 2024 Business activity Ventura bersama/ Joint ventures Kestrel Australia 47.99% 47.99% Pertambangan batubara kokas/ Coking coal mine BEP Indonesia 18.50% 18.50% Pengangkutan batubara/ Coal transportation DTP Indonesia 49.00% 49.00% Pengolahan air/ Water treatment TCU Indonesia 49.00% 49.00% Jasa pemeliharaan fasilitas terminal/ Terminal facility maintenance services Entitas asosiasi/Associates API Indonesia - 14.83% Investasi/ Investment Entitas-entitas AMC/AMC entities Indonesia - 0.01% Pertambangan batubara/ Mining activities PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (sebelumnya bernama PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) (“AMI”) PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (previously named PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) (“AMI”) Pada tanggal 20 Juni 2024, Grup melepaskan seluruh kepemilikan investasi atas AMI dengan harga jual sebesar AS$510.304. Selisih antara harga jual dan nilai buku investasi sebesar AS$322.936 (Catatan 30). On 20 June 2024, the Group disposed of all investment ownership in AMI with a selling price of US$510,304. The difference between the selling price and the book value of investment amounted to US$322,936 (Note 30).
Page 86
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/75 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA (lanjutan) 13. INVESTMENTS IN ASSOCIATES AND JOINT VENTURES (continued) Kestrel Kestrel Pada bulan Desember 2024, Kestrel mengalami kejadian frictional ignition yang mengakibatkan penghentian produksi dalam jangka pendek, namun Kestrel telah kembali beroperasi pada bulan Januari 2025. Penurunan produksi Kestrel, yang terjadi bersamaan dengan penurunan persediaan batubara pada bulan Desember 2024, dapat menghalangi kemampuannya untuk memenuhi pembatasan tertentu dari perjanjian pinjamannya pada tahun 2025. Kestrel telah mendapatkan pembebasan atas pembatasan tersebut, yang mencakup seluruh jangka waktu yang dipandang berisiko. Manajemen Kestrel berpandangan bahwa penghentian produksi dalam jangka pendek tersebut tidak akan berdampak pada kemampuannya dalam membayar utang ketika jatuh tempo. In December 2024, Kestrel experienced a frictional ignition event that resulted in a short production outage, but Kestrel has resumed its operations in January 2025. Kestrel's reduced production, which coincided with a lower level of coal stocks in December 2024, could hinder its ability to meet a certain loan covenant in 2025. Kestrel has obtained covenant waivers, which cover all periods that were considered to be at-risk. Kestrel management is of the view that the short production outage will not impact Kestrel’s ability to pay its debts as and when they fall due. Tabel di bawah ini menampilkan ringkasan informasi keuangan ventura bersama Grup, dimana semuanya tidak diperdagangkan di bursa. The table below provides a summary of the financial information of the Group's joint ventures, all of which are unlisted. Kestrel DTP BEP Lain-lain/Others 31 31 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December September December September December 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 Kas dan setara kas 152,814 129,466 545 1,087 1,364 1,980 1,005 935 Cash and cash equivalents Aset lancar 297,610 231,663 3,992 3,230 1,366 1,982 1,264 1,098 Current assets Aset tidak lancar 1,947,008 2,002,632 24,823 24,570 83,742 83,415 71 4,701 Non-current assets Liabilitas keuangan jangka pendek Current liabilities (not (tidak termasuk include trade payable and utang usaha dan liabilitas lain-lain) 95,398 103,665 439 151 3 25 574 1,196 other liabilities) Liabilitas jangka pendek 137,560 147,782 1,377 1,076 159 81 580 1,196 Current liabilities Liabilitas keuangan jangka panjang Non-current liabilities (not (tidak termasuk include trade payable and utang usaha dan liabilitas lain-lain) 588,758 577,465 12,000 12,447 306 313 - 4,114 other liabilities) Liabilitas jangka panjang 636,004 624,038 12,000 12,447 306 313 - 4,114 Non-current liabilities Kepentingan non-pengendali - - - - (1,311) (1,349) - - Non-controlling interests Pendapatan 432,484 712,728 3,779 4,705 - - 835 766 Revenue Depreciation Penyusutan dan amortisasi (93,561) (112,053) (3) (4) - (15) (1) (1) and amortisation Penghasilan keuangan 6,166 10,014 6 15 23 200 33 9 Finance income Biaya keuangan (39,076) (57,346) (933) (1,291) - (7) - (239) Finance costs (Rugi)/laba sebelum (Loss)/profit before pajak penghasilan 4,542 19,384 1,631 2,152 (179) (137) 569 505 income tax Manfaat/(beban) Income tax pajak penghasilan 4,037 (5,815) - - - - (111) (167) benefit/(expense) Profit/(loss) Laba/(rugi) periode/tahun berjalan 8,579 13,569 1,631 2,152 (179) (137) 458 338 for the period/year (Kerugian)/penghasilan Other comprehensive komprehensif lain (loss)/income for periode/tahun berjalan - - (470) (620) (219) (344) 58 (29) the period/year Total penghasilan/(kerugian) Total comprehensive komprehensif periode/tahun income/(loss) for berjalan, setelah pajak 8,579 13,569 1,161 1,532 (398) (481) 516 309 the period/year, net of tax Percentage Persentase kepemilikan (%) 47.99 47.99 49.00 49.00 18.50 18.50 49.00 49.00-65.88 of ownership (%)
Page 87
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/76 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA (lanjutan) 13. INVESTMENTS IN ASSOCIATES AND JOINT VENTURES (continued) Tabel di bawah ini menampilkan ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi Grup, dimana semuanya tidak diperdagangkan di bursa. The table below provides a summary of the financial information of the Group's associates, all of which are unlisted. Entitas-entitas AMC/ API *) AMC entities*) 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December 2025 2024 2025 2024 Kas dan setara kas - 30,489 - 466,546 Cash and cash equivalents Aset lancar - 86,326 - 652,940 Current assets Aset tidak lancar - 832,220 - 695,600 Non-current assets Liabilitas jangka pendek - 16,267 - 155,738 Current liabilities Liabilitas jangka panjang - 43,019 - 36,399 Non-current liabilities Kepentingan non-pengendali - 61 - - Non-controlling interests Pendapatan - 35,380 - 1,152,053 Revenue Penyusutan dan amortisasi - (9,349) - (26,807) Depreciation and amortisation Penghasilan keuangan - 15,518 - 20,815 Finance income Biaya keuangan - (9,327) - (10,476) Finance costs Laba sebelum pajak penghasilan - 45,980 - 574,694 Profit before income tax Laba periode/tahun berjalan - 44,278 - 449,148 Profit for the period/year Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive periode/tahun berjalan - 15,574 - 75 income for the period/year Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income periode/tahun berjalan - 59,852 - 449,223 for the period/year Laba periode/tahun berjalan Profit for the period/year yang dapat diatribusikan kepada attributable to owners of pemilik entitas induk - 43,873 - 449,148 the parent entity Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income periode/tahun berjalan for the period/year yang dapat diatribusikan attributable to kepada pemilik entitas induk - 59,447 - 449,223 owners of the parent entity Persentase kepemilikan (%) - 14.83 - 0.01 Percentage of ownership (%) *) Pada tanggal 2 Juni 2025, Grup kehilangan pengaruh signifikan pada API dan entitas-entitas AMC, karena tidak ada lagi anggota Direksi Perusahaan yang menjabat sebagai anggota Direksi AlamTri, dimana API dan entitas-entitas AMC merupakan entitas anak dari AlamTri, sehingga Grup telah menyajikannya sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (Catatan 7) dan mereklasifikasi penghasilan komprehensif lain ke laba atau rugi (Catatan 30)/On 2 June 2025, the Group has lost its significant influence in API and AMC entities, as there is no member of the Board of Directors of the Company who still holds the position as the Board of Directors of AlamTri, in which API and AMC entities are the subsidiaries of AlamTri, therefore, the Group presents it as financial assets at FVOCI (Note 7) and reclassified the other comprehensive income to profit or loss (Note 30). Rekonsiliasi dari ringkasan informasi keuangan yang disajikan terhadap nilai buku dari kepentingan Grup dalam ventura bersama adalah sebagai berikut: The reconciliation of the summarised financial information presented to the carrying amount of the Group's interests in joint ventures are as follows: Ventura bersama Joint ventures Kestrel DTP BEP Lain-lain/Others 31 31 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December September December September December 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024 At the beginning Pada awal periode/tahun 1,462,475 1,448,906 14,277 12,506 86,352 84,182 489 1,071 of the period/year Penambahan - - - 239 - 2,651 - 273 Additions Pengurangan - - - - - - - (1,115) Deductions Dividen - - - - - - (250) (49) Dividends (Kerugian)/penghasilan Other comprehensive komprehensif lain (loss)/income periode/tahun berjalan - - (470) (620) (219) (344) 58 (29) for the period/year Laba/(rugi) Profit/(loss) periode/tahun berjalan 8,579 13,569 1,631 2,152 (179) (137) 458 338 for the period/year Pada akhir periode/tahun 1,471,054 1,462,475 15,438 14,277 85,954 86,352 755 489 At the end of the period/year Percentage of Persentase kepemilikan (%) 47.99 47.99 49.00 49.00 18.50 18.50 49.00 49.00-65.88 ownerships (%) 705,959 701,842 7,565 6,996 15,901 15,976 370 239 Properti pertambangan 17,259 18,215 - - 47,467 47,467 - - Mining properties Waran 12,003 12,003 - - - - - - Warrants Penurunan nilai - - - - (44,383) (44,383) - - Impairment Carrying value of Nilai tercatat investasi pada investments in joint ventura bersama 735,221 732,060 7,565 6,996 18,985 19,060 370 239 ventures
Page 88
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/77 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 13. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA (lanjutan) 13. INVESTMENTS IN ASSOCIATES AND JOINT VENTURES (continued) Rekonsiliasi dari ringkasan informasi keuangan yang disajikan terhadap nilai buku dari kepentingan Grup dalam entitas asosiasi adalah sebagai berikut: The reconciliation of the summarised financial information presented to the carrying amount of the Group's interests in associates are as follows: Entitas asosiasi Associates Entitas-entitas AMC/ API AMI AMC Entities 31 31 31 30 Desember/ 30 Desember/ 30 Desember/ September December September December September December 2025 2024 2025 2024 2025 2024 Pada awal At the beginning periode/tahun 859,199 918,052 - 976,331 1,156,403 857,712 of the period/year Dividen - (118,984) - - - (150,532) Dividends Selisih nilai transaksi Differences in value from restrukturisasi entitas restructuring of entities sepengendali - 684 - - - - under common control (Kerugian)/keuntungan komprehensif Other comprehensive (loss)/ lain periode/tahun berjalan (11,152) 15,574 - (2,242) - 75 income for the period/year Laba periode/tahun berjalan 577 43,873 - 248,762 112,993 449,148 Profit for the period/year Pada akhir periode/tahun 848,624 859,199 - 1,222,851 1,269,396 1,156,403 At the end of the period/year Persentase kepemilikan (%) - **) 14.83 - - *) - **) 0.01 Percentage of ownership (%) - 127,407 - - - 1 Pembangkit listrik - 1,640 - - - - Power plants Nilai tercatat investasi Carrying value of pada entitas asosiasi - 129,047 - - - 1 investments in associates *) Pada bulan Juni 2024, Grup telah melepaskan seluruh investasinya pada AMI/On June 2024, the Group has disposed its investments in AMI. **) Pada tanggal 2 Juni 2025, Grup kehilangan pengaruh signifikan pada API dan entitas-entitas AMC, karena tidak ada lagi anggota Direksi Perusahaan yang menjabat sebagai anggota Direksi AlamTri, dimana API dan entitas-entitas AMC merupakan entitas anak dari AlamTri, sehingga Grup telah menyajikannya sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (Catatan 7) dan mereklasifikasi penghasilan komprehensif lain ke laba atau rugi (Catatan 30)/On 2 June 2025, the Group has lost its significant influence in API and AMC entities, as there is no member of the Board of Directors of the Company who still holds the position as the Board of Directors of AlamTri, in which API and AMC entities are the subsidiaries of AlamTri, therefore, the Group presents it as financial assets at FVOCI (Note 7) and reclassified the other comprehensive income to profit or loss (Note 30). Ventura bersama dan entitas asosiasi Grup, merupakan perusahaan swasta tertutup dan tidak terdapat harga pasar yang dikutip yang tersedia untuk entitas tersebut. The Group's joint ventures and associates, are private companies and there are no quoted market prices available for these entities. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, bagian atas kerugian komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang diakui Grup masing-masing adalah sebesar AS$14.562 dan AS$1.131, sedangkan bagian atas keuntungan neto entitas asosiasi dan ventura bersama yang diakui Grup masing-masing adalah sebesar AS$4.178 dan AS$73.906. For the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024, the share of other comprehensive loss from associates and joint ventures recognised by the Group amounted to US$14,562 and US$1,131, respectively, while the share in net profit of associates and joint ventures recognised by the Group amounted to US$4,178 and US$73,906, respectively. Grup memiliki wakil dalam Direksi dan Dewan Komisaris pada ventura bersama di atas. The Group has representatives on the Boards of Directors and Commissioners in the above joint ventures. Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya bukti objektif penurunan nilai wajar investasi, sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai atas investasi pada ventura bersama. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penyisihan penurunan nilai cukup untuk menutupi adanya kerugian penurunan nilai buku investasi pada asosiasi dan ventura bersama. The Group's management is of the opinion that there are no events or changes in circumstances that indicate objective evidence of a decline in the fair value of investments, so that no impairment allowance is required for investments in joint ventures. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, management is of the opinion that the allowance for impairment losses was adequate to cover any losses from the impairment of the carrying amounts of investments in associates and joint ventures.
Page 89
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/78 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 14. PROPERTI PERTAMBANGAN 14. MINING PROPERTIES 30 September 2025 Tambang yang Tambang dalam berproduksi/ pengembangan/ Mines in Mines under Jumlah/ production development Total Harga perolehan Acquisition costs Saldo awal 2,205,715 21,062 2,226,777 Beginning balance Penambahan 6,852 5,815 12,667 Additions Saldo akhir 2,212,567 26,877 2,239,444 Ending balance Akumulasi amortisasi Accumulated amortisation Saldo awal (1,729,369) - (1,729,369) Beginning balance Amortisasi (35,713) - (35,713) Amortisation Saldo akhir (1,765,082) - (1,765,082) Ending balance Penyisihan atas kerugian penurunan nilai (81,199) - (81,199) Provision for impairment losses Total nilai tercatat 366,286 26,877 393,163 Total carrying amount 31 Desember/ December 2024 Tambang yang Tambang dalam berproduksi/ pengembangan/ Mines in Mines under Jumlah/ production development Total Harga perolehan Acquisition costs Saldo awal 2,165,499 105,304 2,270,803 Beginning balance Mutasi dari tambang dalam Transfer from mines under pengembangan ke tambang development to mines yang berproduksi 29,686 (29,686) - in production Penambahan 10,530 13,071 23,601 Additions Pengurangan*) - (67,627) (67,627) Deductions*) Saldo akhir 2,205,715 21,062 2,226,777 Ending balance Akumulasi amortisasi Accumulated amortisation Saldo awal (1,684,416) - (1,684,416) Beginning balance Amortisasi (44,953) - (44,953) Amortisation Saldo akhir (1,729,369) - (1,729,369) Ending balance Penyisihan atas kerugian penurunan nilai Provision for impairment losses Saldo awal (81,199) (66,972) (148,171) Beginning balance Pembalikan*) - 66,972 66,972 Reversal *) Saldo akhir (81,199) - (81,199) Ending balance Total nilai tercatat 395,147 21,062 416,209 Total carrying amount *) Karena kehilangan pengendalian atas BEE *) Due to loss of control of BEE Seluruh amortisasi properti pertambangan dialokasikan ke beban pokok pendapatan (Catatan 28). All amortisation of mining properties was allocated to cost of revenue (Note 28). Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai dan cadangan kerugian penyisihan penurunan nilai properti pertambangan cukup untuk menutupi kerugian penurunan nilai properti pertambangan. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, management is of the opinion that there are no indicators of impairment, and the provision for impairment in the value of mining properties is adequate to cover any potential losses from the impairment of the carrying amounts of mining properties.
Page 90
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/79 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 15. GOODWILL 15. GOODWILL 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Nilai tercatat 737,278 737,278 Carrying amount Rincian goodwill berdasarkan lini usaha, sebagai berikut: Details of goodwill based on lines of business, are as follows: Pertambangan dan perdagangan batubara/ Coal mining Logistik/ Jumlah/ and trading Logistic Total 30 September 2025 dan 30 September 2025 and 31 Desember 2024 658,947 78,331 737,278 31 December 2024 Sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup, goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan dan/atau ketika terdapat suatu indikasi bahwa nilai tercatatnya mengalami penurunan nilai (Catatan 2l). Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah ("UPK"). In accordance with the Group’s accounting policy, goodwill is tested for impairment annually and/or when the circumstances indicate the carrying amount may be impaired (Note 2l). For the purpose of assessing impairment, assets are grouped at the lowest level for which there are separately identifiable cash flows ("CGU"). Asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan jumlah terpulihkan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The key assumptions used for recoverable amount calculations as at 31 December 2024 were as follows: Pertambangan dan perdagangan batubara/ Coal mining Logistik/ and trading Logistics 31 Desember/December 2024 Tingkat pertumbuhan setelah lima tahun/Growth rate after five years 0% 0% Tingkat diskonto setelah pajak (untuk perhitungan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual)/Post-tax discount rate (for fair value less costs of disposal calculation) 9.0% 9.0% Perhitungan ini menggunakan proyeksi arus kas berdasarkan anggaran keuangan yang disetujui oleh manajemen. Asumsi utama yang lain termasuk proyeksi arus kas, harga batubara, estimasi cadangan batubara, tingkat inflasi, tingkat penjualan dan produksi dan struktur biaya. These calculations use cash flow projections based on financial budgets approved by the management. Other key assumptions include projected cash flows, coal price, estimated coal reserves, inflation rate, sales and production levels and cost structures. Manajemen menentukan asumsi utama berdasarkan kombinasi pengalaman masa lalu dan sumber eksternal. Management determined the key assumptions based on a combination of past experience and external sources. Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah terpulihkan dari setiap UPK ditentukan berdasarkan perhitungan nilai wajar aset dikurangi biaya pelepasan yang membutuhkan penggunaan asumsi-asumsi. Teknik penilaian menggunakan input-input yang signifikan yang tidak dapat diobservasi, yang merupakan nilai wajar Tingkat 3. As at 31 December 2024, the recoverable amount of the CGUs was determined based on fair value less cost of disposal calculations which requires the use of assumptions. The valuation technique uses significant unobservable inputs, which represent a Level 3 fair value.
Page 91
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/80 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 15. GOODWILL (lanjutan) 15. GOODWILL (continued) Pada tanggal 31 Desember 2024, salah satu perusahaan perdagangan batubara Grup memiliki tingkat sensitivitas tertinggi atas perubahan asumsi utama. UPK tersebut memiliki kelebihan jumlah terpulihkan, dihitung berdasarkan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual, dari nilai tercatat, sebesar AS$371.696. Kenaikan tingkat diskonto (dengan asumsi lainnya tidak berubah) sebesar 6,53% akan menghapus kelebihan yang tersisa dari UPK tersebut. As at 31 December 2024, the Group’s coal trading company had the highest sensitivity to changes in key assumptions. The CGU had an excess recoverable amount, calculated based on the fair value less costs of disposal method, over the carrying amount of US$371,696. A rise in the discount rate (with other assumptions remaining unchanged) of 6.53% would remove the remaining headroom for the relevant CGU. Karena tidak terdapat indikator penurunan nilai UPK, manajemen belum memperbaharui perhitungan penurunan nilai pada tanggal 30 September 2025. As there were no indicators of impairment for any of the CGUs, management has not updated the impairment assessments as at 30 September 2025. 16. UTANG USAHA 16. TRADE PAYABLES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Pihak ketiga 272,255 172,642 Third parties Pihak berelasi 344,748 295,542 Related parties Total 617,003 468,184 Total Saldo utang usaha terutama berasal dari jasa pertambangan batubara, pembelian bahan bakar, jasa perbaikan dan pemeliharaan dan jasa pengangkutan batubara. Trade payables balances mainly arise from the coal mining services, purchase of fuel, repair and maintenance services and coal transportation services. Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: Details of trade payables based on currencies are as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Rupiah 500,370 385,637 Rupiah Dolar AS 116,631 82,540 US Dollars Dolar Australia 2 2 Australia Dollars Yen - 5 Yen Total 617,003 468,184 Total Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties.
Page 92
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/81 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 17. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 17. ACCRUED EXPENSES 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Pemasok dan kontraktor 186,905 148,957 Suppliers and contractors PNBP untuk bagian pemerintah pusat PNBP for central government and regional dan pemerintah daerah (Catatan 38o) 35,880 91,949 government’s portion (Note 38o) Bunga 10,965 9,577 Interest Lain-lain 12,832 16,652 Others Total 246,582 267,135 Total Pada 30 September 2025, akrual untuk PNBP terdiri dari akrual untuk bagian pemerintah pusat dan pemerintah daerah periode 2025. Pada tanggal 29 Juli 2025, Grup telah melakukan pembayaran lunas PNBP untuk bagian pemerintah daerah tahun 2023 dan 2024. As at 30 September 2025, the accrual PNBP consists of the accrual for the central government's portion and the regional government’s portion for the 2025 period. On 29 July 2025, the Group has fully paid PNBP for the regional government's portion for the year 2023 and 2024. Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties. 18. UTANG BANK 18. BANK LOANS 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Perjanjian Fasilitas AS$603.600 dan Rp952.100.000.000, setelah dikurangi US$603,600 and Rp952,100,000,000 biaya keuangan yang belum Facility Agreement, net of diamortisasi sebesar AS$4.357 unamortised financing cost of US$4,357 (31 Desember 2024: AS$1.918) 344,547 147,641 (31 December 2024: US$1,918) Perjanjian Fasilitas AS$250.000 dan Rp3.800.000.000.000, setelah US$250,000 and Rp3,800,000,000,000 dikurangi biaya keuangan yang belum Facility Agreement, net of diamortisasi sebesar AS$1.890 unamortised financing cost of US$1,890 (31 Desember 2024: AS$2.598) 225,928 482,521 (31 December 2024: US$2,598) Perjanjian Fasilitas AS$150.000 10,073 - Facility Agreement US$150,000 Perjanjian Kredit Rp144.770.529.123, setelah dikurangi biaya keuangan Rp144,770,529,123 Credit Agreement yang belum diamortisasi sebesar net of unamortised financing cost of AS$129 (31 Desember 2024: AS$83) 7,339 5,001 US$129 (31 December 2024: US$83) Perjanjian Pinjaman Properti Komersial 5,898 6,192 Commercial Property Loan Agreement Perjanjian Fasilitas Rp260.000.000.000, Rp260,000,000,000 Loan Agreement setelah dikurangi biaya keuangan yang net of unamortised belum diamortisasi sebesar AS$55 financing cost of US$55 (31 Desember 2024: AS$63) 5,042 5,234 (31 December 2024: US$63) Perjanjian Fasilitas AS$40.000 - 40,000 US$40,000 Facility Agreement Total 598,827 686,589 Total Dikurangi: bagian jangka pendek 11,249 40,884 Less: current portion Bagian jangka panjang 587,578 645,705 Non-current portion Tingkat suku bunga utang bank jangka panjang tersebut adalah sebagai berikut: The interest rates on the long-term bank loans were as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Dolar AS 5.2% - 8.4% 5.5% - 8.4% US Dollars Dolar Singapura 3.9% - 5.4% 5.0% - 5.4% Singapore Dollars Rupiah 7.2% - 9.2% 7.9% - 9.2% Rupiah
Page 93
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/82 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) a. Perjanjian Fasilitas AS$603.600 dan Rp952.100.000.000 a. US$603,600 and Rp952,100,000,000 Facility Agreement Pada tanggal 12 Mei 2023, KPI menandatangani Perjanjian Fasilitas dengan sindikasi bank yang dimana Bank Mandiri bertindak sebagai agen fasilitas (“Fasilitas Pinjaman KPI”). On 12 May 2023, KPI entered into a Facility Agreement with a syndicate of banks for which Bank Mandiri acts as the facility agent (“KPI’s Loan Facility”). Fasilitas Pinjaman KPI terdiri dari fasilitas pinjaman berjangka dalam mata uang: (i) Dolar AS, dengan total komitmen sebesar AS$603.600 dan tingkat suku bunga tahunan sebesar SOFR ditambah persentase tertentu ("Fasilitas Pinjaman KPI Tranche A”); serta (ii) Rupiah, dengan total komitmen sebesar Rp952.100.000.000 (nilai penuh) dan tingkat suku bunga tahunan sebesar JIBOR ditambah persentase tertentu (“Fasilitas Pinjaman KPI Tranche B”). Fasilitas Pinjaman KPI ini akan jatuh tempo paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penandatanganan Fasilitas Pinjaman KPI. KPI’s Loan Facility consists of term loan facilities made available in: (i) US Dollars, with a total commitment of US$603,600 and an annual interest rate of SOFR plus a certain percentage ("KPI’s Tranche A Loan Facility”); and (ii) Rupiah, with a total commitment of Rp952,100,000,000 (full amount) and an annual interest rate of JIBOR plus a certain percentage (“KPI’s Tranche B Loan Facility”). KPI’s Loan facility will mature no later than 10 (ten) years from the signing date of KPI’s Loan Facility. Fasilitas Pinjaman KPI akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan proyek pembangkit listrik yang berlokasi di kawasan industri yang dikembangkan oleh PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (“KIPI”) di Kalimantan Utara, Indonesia. KPI’s Loan Facility will be used for financing the development of a power plant project located in an industrial area developed by PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (”KIPI”), in North Kalimantan, Indonesia. Terkait dengan Fasilitas Pinjaman KPI, Perusahaan telah memberikan jaminan gadai atas saham secara prorata sesuai kepemilikannya dan Perusahaan juga telah memberikan jaminan perusahaan secara proporsional. Selain itu, KPI juga telah memberikan jaminan berupa jaminan gadai atas rekening bank dan jaminan fidusia atas aset tetap material milik KPI, serta akan memberikan jaminan fidusia atas piutang yang diterima oleh KPI dan hak tanggungan atas tanah yang berlokasi di area proyek KPI. In relation to KPI’s Loan Facility, the Company has pledged its shares pro-rate as per its ownership and the Company has also provided corporate guarantee proportionately. Along with that, KPI has also pledged its bank accounts and provided fiduciary security on its material fixed assets, and will provide fiduciary security on its receivables and mortgage over land located in KPI’s project area. Pada tanggal 14 November 2024, KPI dan Bank Mandiri telah menandatangani Akta Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali No. 51 sehubungan dengan perubahan pemberi jaminan, yang semula AlamTri menjadi Perusahaan. On 14 November 2024, KPI and Bank Mandiri signed Deed of Amendment and Restatement Agreement No. 51 related with changes of corporate guarantor, modifying from AlamTri to the Company. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, KPI melakukan penarikan sebesar AS$182.500 atas Fasilitas Pinjaman KPI Tranche A dan Rp287.872.000.000 (nilai penuh) (setara dengan AS$17.370) atas Fasilitas Pinjaman KPI Tranche B (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: KPI tidak melakukan penarikan atas Fasilitas Pinjaman KPI Tranche A dan Tranche B). Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, KPI tidak melakukan pembayaran atas Fasilitas Pinjaman KPI Tranche A maupun Fasilitas Pinjaman KPI Tranche B. During the nine-month periods ended 30 September 2025, KPI made drawdowns of US$182,500 on KPI’s Tranche A Loan Facility and Rp287,872,000,000 (full amount) (equivalent to US$17,370) on KPI’s Tranche B Loan Facility (for the nine-month periods ended 30 September 2024: KPI did not make any drawdowns on KPI’s Tranche A and Tranche B Loan Facility). During the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024, KPI did not make any repayments on KPI’s Tranche A and B Loan Facilities.
Page 94
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/83 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) a. Perjanjian Fasilitas AS$603.600 dan Rp952.100.000.000 (lanjutan) a. US$603,600 and Rp952,100,000,000 Facility Agreement (continued) Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari Fasilitas Pinjaman ini adalah masing-masing sebesar AS$318.760 dan Rp502.807.000.000 (nilai penuh) (setara dengan AS$30.144) (31 Desember 2024: AS$136.260 dan Rp214.935.000.000 (nilai penuh) (setara dengan AS$13.299)) dan harus dibayarkan kembali dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: As at 30 September 2025, the outstanding balances of this Loan Facility were US$318,760 and Rp502,807,000,000 (full amount) (equivalent to US$30,144) (31 December 2024: US$136,260 and Rp214,935,000,000 (full amount) (equivalent to US$13,299)) and must be repaid using the following payment schedule: Jadwal pembayaran kembali/ Jumlah pembayaran Repayment schedule kembali/ (tahun/ year) Repayment amount 2026 19,397 2027 40,998 2028 43,572 2029 46,395 2030 49,298 2031 52,143 2032 54,539 2033 42,562 Total 348,904 Sesuai dengan ketentuan dalam Fasilitas Pinjaman KPI, KPI diwajibkan untuk memenuhi kewajiban keuangan termasuk mematuhi syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Fasilitas Pinjaman KPI. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, KPI telah memenuhi rasio keuangan dan persyaratan dan ketentuan tersebut. In accordance with KPI’s Loan Facility, KPI is required to fulfil financial covenants including to comply with the terms and conditions stated in KPI’s Loan Facility. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, KPI had complied with the financial ratios and related terms and conditions. b. Perjanjian Fasilitas AS$250.000 dan Rp3.800.000.000.000 b. US$250,000 and Rp3,800,000,000,000 Facility Agreement Pada tanggal 24 Oktober 2024, AI mengadakan Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir Multivaluta AS$250.000 dan Rp3.800.000.000.000 (nilai penuh) dengan sindikasi bank, dimana BCA bertindak sebagai agen fasilitas (“Perjanjian Fasilitas”). Perusahaan bertindak sebagai penjamin atas fasilitas pinjaman ini. On 24 October 2024, AI entered into a Multicurrency of US$250,000 and Rp3,800,000,000,000 Revolving Credit Facility Agreement (full amount) with a syndicate of banks, for which BCA acts as the facility agent (“Facility Agreement”). The Company acts as the guarantor of this loan facility. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai kembali semua jumlah yang jatuh tempo berdasarkan perjanjian fasilitas pinjaman sebelumnya, tujuan umum korporasi, dan belanja modal. This loan facility was used to refinance all amounts due under the previous loan facility agreement, general corporate purpose and capital expenditures. Fasilitas ini bersifat revolving dan akan dilunasi pada tanggal jatuh tempo terakhir yaitu 24 Oktober 2027. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar Secured Overnight Financing Rate ("SOFR") ditambah persentase tertentu untuk fasilitas dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan Jakarta Interbank Offered Rate (“JIBOR”) ditambah persentase tertentu untuk fasilitas dalam mata uang Rupiah, serta tidak diikat dengan agunan apa pun. This facility is revolving and repayable on the final maturity date of 24 October 2027. The facility bears interest at Secured Overnight Financing Rate (”SOFR”) plus certain percentage for US dollar currency facility and Jakarta Interbank Offered Rate (“JIBOR”) plus a certain percentage for Rupiah currency facility, and it is not bound by any collateral.
Page 95
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/84 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) b. Perjanjian Fasilitas AS$250.000 dan Rp3.800.000.000.000 (lanjutan) b. US$250,000 and Rp3,800,000,000,000 Facility Agreement (continued) Selama tahun 2024, AI telah melakukan penarikan penuh pada fasilitas pinjaman ini sebesar AS$250.000 dan Rp3.800.000.000.000 (nilai penuh) (setara dengan AS$244.672) dengan total sebesar AS$494.672. During 2024, AI has made full drawdown of these loan facilities of US$250,000 and Rp3,800,000,000,000 (full amount) (equivalent to US$244,672) totalling US$494,672. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, AI telah melakukan pembayaran pinjaman sebesar AS$250.000. Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas pinjaman ini adalah masing-masing sebesar AS$nihil dan Rp3.800.000.000.000 (nilai penuh) (setara dengan AS$227.818) (31 Desember 2024: AS$250.000 dan Rp3.800.000.000.000 (nilai penuh) (setara dengan AS$235.119)). During the nine-month periods ended 30 September 2025, AI has made loan repayment amounting to US$250,000. As at 30 September 2025, the outstanding balances of these loan facilities were US$nil and Rp3,800,000,000,000 (full amount) (equivalent to US$227,818) (31 December 2024: US$250,000 and Rp3,800,000,000,000 (full amount) (equivalent to US$235,119). Sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Fasilitas, AI diharuskan untuk menjaga beberapa rasio keuangan tertentu. AI juga diharuskan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan mengenai anggaran dasar, kegiatan usaha, aksi korporasi, kegiatan pembiayaan dan lainnya. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, AI telah memenuhi rasio keuangan dan persyaratan dan ketentuan tersebut. In accordance with the Facility Agreement, AI is required to maintain certain financial ratios. AI is also required to comply with certain terms and conditions related to its articles of association, the nature of the business, corporate actions, financing activities and other matters. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, AI had complied with the financial ratios and related terms and conditions. c. Perjanjian Fasilitas AS$150.000 c. US$150,000 Facility Agreement Pada tanggal 19 Oktober 2022, AIS menandatangani Perjanjian Fasilitas sebesar US$100.000 dengan BRI Cabang Singapura untuk keperluan fasilitas penerbitan Letter of Credit (L/C) dan fasilitas trade line. Perjanjian Fasilitas tersebut kemudian diubah pada tanggal 9 Juni 2023, antara lain, untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas. Selain itu, pada tanggal 9 Desember 2024, AIS dan BRI menandatangani Surat Fasilitas Tambahan untuk, antara lain, mengubah jenis fasilitas menjadi revolving working capital facility dan L/C facility dengan total komitmen tidak melebihi AS$150.000. On 19 October 2022, AIS entered into a Facility Agreement of US$100,000 with BRI Singapore Branch for the purpose of Letter of Credit (L/C) issuance facility and trade line facility. The Facility Agreement was subsequently amended on 9 June 2023, among other things, to extend the facility period. In addition, on 9 December 2024, AIS and BRI signed a Supplemental Facility Letter to, among others, amend the type of the facilities to revolving working capital facility and a L/C facility with the total commitments of not exceeding US$150,000. Fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar Secured Overnight Financing Rate ("SOFR") ditambah persentase tertentu per tahun dan memiliki tanggal jatuh tempo terakhir pada 19 Oktober 2026. This loan facility is subject to an interest rate of Secured Overnight Financing Rate ("SOFR") plus a certain percentage per annum, and it has a final maturity date on 19 October 2026. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, AIS melakukan penarikan dan pembayaran masing- masing sebesar AS$41.127 dan AS$31.054. Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas pinjaman ini adalah sebesar AS$10.073 (31 Desember 2024: AS$nihil). During the nine-month periods ended 30 September 2025, AIS has made drawdown and repayment of US$41,127 and US$31,054, respectively. As at 30 September 2025, the outstanding balance of this loan facility was US$10,073 (31 December 2024: US$nil).
Page 96
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/85 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) d. Perjanjian Kredit Rp144.770.529.123 d. Rp144,770,529,123 Credit Agreement Pada tanggal 25 Mei 2023, ATB menandatangani Perjanjian Kredit sebesar Rp144.770.529.123 (nilai penuh) dengan BCA termasuk juga di dalamnya fasilitas Bank Garansi sebesar Rp7.500.000.000 (nilai penuh). APM bertindak sebagai penjamin atas fasilitas pinjaman ini. On 25 May 2023, ATB entered into a Credit Agreement of Rp144,770,529,123 (full amount) with BCA which includes a Bank Guarantee facility of Rp7,500,000,000 (full amount). APM acts as a guarantor for this loan facility. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek SPAM Brayan Kota Medan dengan kapasitas 500 liter per detik. Fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar JIBOR ditambah persentase tertentu per tahun dan akan jatuh tempo dalam jangka waktu sebelas tahun sejak tanggal dilakukannya pencairan pertama atas fasilitas pinjaman. This loan facility is utilised to finance the Brayan Medan City SPAM project with a capacity of 500 litres per second. This loan facility is subject to an interest rate of JIBOR plus a certain percentage per annum and will mature within a period of eleven years from the date of the first loan drawdown of the loan facility. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan berupa gadai saham ATM dan ATS di ATB, gadai atas rekening bank ATB, jaminan fidusia atas hasil klaim asuransi, jaminan fidusia atas bank garansi, jaminan fidusia atas hak tagih Perjanjian Kerja Sama dengan Perusahaan Umum Daerah Tirtanadi, jaminan fidusia atas mesin dan peralatan, jaminan fidusia atas piutang dan hak tanggungan atas tanah ATB yang digunakan sebagai area proyek. The loan is secured with pledges of ATM’s and ATS’ shares in ATB, pledge of ATB’s bank accounts, fiduciary security over the proceeds of insurance claims, fiduciary security over bank guarantees, fiduciary security over right to claim under the Cooperation Agreement with Perusahaan Umum Daerah Tirtanadi, fiduciary security over machineries and equipment, fiduciary security over receivables and mortgages over ATB’s land which is designated for the project area. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, ATB melakukan penarikan sebesar Rp42.397.657.456 (nilai penuh) (setara dengan AS$2.598) (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: Rp46.135.006.894 (nilai penuh) (setara dengan AS$2.895)) atas fasilitas pinjaman berjangka. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, ATB tidak melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman berjangka. During the nine-month periods ended 30 September 2025, ATB made drawdowns of Rp42,397,657,456 (full amount) (equivalent to US$2,598) (for the nine-month periods ended 30 September 2024: Rp46,135,006,894 (full amount) (equivalent to US$2,895)) on the term loan facility. During the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024, ATB did not make any repayments for the term loan facility. Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp124.568.963.098 (nilai penuh) (setara dengan AS$7.468) (31 Desember 2024: Rp82.171.305.642 (nilai penuh) (setara dengan AS$5.084)) dan harus dibayarkan kembali dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: As at 30 September 2025, the outstanding loan balance from this loan facility is Rp124,568,963,098 (full amount) (equivalent to US$7,468) (31 December 2024: Rp82,171,305,642 (full amount) (equivalent to US$5,084)) and must be repaid using the following payment schedule: Jadwal pembayaran kembali/ Jumlah pembayaran Repayment schedule kembali/ (tahun/ year) Repayment amount 2025 37 2026 261 2027 626 2028 738 2029 840 2030 924 2031 1,018 2032 1,064 2033 1,120 2034 840 Total 7,468
Page 97
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/86 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) d. Perjanjian Kredit Rp144.770.529.123 (lanjutan) d. Rp144,770,529,123 Credit Agreement (continued) Pada tanggal 16 Oktober 2024, ATB dan BCA telah menandatangani Perubahan Pertama atas Perjanjian Kredit Rp144.770.529.123 sehubungan dengan perubahan ketentuan terkait dengan kepemilikan saham, yang semula kepemilikan saham baik secara langsung maupun tidak langsung setidaknya sebesar 51% di ATB dan APM oleh AlamTri menjadi Perusahaan. On 16 October 2024, ATB and BCA signed First Amendment of Rp144,770,529,123 Credit Agreement related with changes to shareholding provisions, modifying the direct and indirect shareholding at least 51% in ATB and APM by AlamTri to the Company. Pada tanggal 22 Agustus 2025, ATB dan BCA telah menandatangani Perubahan Kedua atas Perjanjian Kredit Rp144.770.529.123, yang mengubah beberapa ketentuan salah satunya terkait batas waktu penarikan dan/atau penggunaan fasilitas kredit. On 22 August 2025, ATB and BCA signed Second Amendment of Rp144,770,529,123 Credit Agreement, which amended several provisions, one of which was related to the withdrawal deadline and/or use of credit facilities. Fasilitas pinjaman ini mensyaratkan ATB untuk menjaga rasio keuangan tertentu dan memenuhi beberapa syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Kredit. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, ATB telah memenuhi rasio keuangan dan persyaratan dan ketentuan tersebut. This loan facility requires ATB to maintain certain financial ratios and comply with several terms and conditions stated in the Credit Agreement. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, ATB had complied with the financial ratios and related terms and conditions. e. Perjanjian Pinjaman Properti Komersial e. Commercial Property Loan Agreement AIS memperoleh pinjaman properti komersial sebesar S$10.751.900 (nilai penuh) dari UOB Bank Limited Singapore sebagaimana tercantum dalam surat penawaran tertanggal 10 Oktober 2022. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembelian properti komersial. Properti tersebut dijaminkan untuk fasilitas ini (Catatan 12). Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar Singapore Overnight Rate Average (“SORA”) ditambah persentase tertentu dan memiliki jangka waktu sepuluh tahun sejak tanggal penarikan pertama. Pada tahun 2022, AIS telah melakukan penarikan sebesar S$10.751.900 (nilai penuh) dari pinjaman tersebut. AIS obtained a commercial property loan of S$10,751,900 (full amount) from UOB Bank Limited Singapore as set out in the letter of offer dated 10 October 2022. This loan facility was used for the purchase of a commercial property. The property is pledged for this facility (Note 12). The loan bears interest at the Singapore Overnight Rate Average (“SORA”) plus a certain percentage and has a final maturity date of ten years from the first drawdown date. In 2022, AIS has made a drawdown of S$10,751,900 (full amount) from the loan.
Page 98
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/87 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) e. Perjanjian Pinjaman Properti Komersial (lanjutan) e. Commercial Property Loan Agreement (continued) Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, AIS telah melakukan pembayaran cicilan sebesar S$806.400 (nilai penuh) (setara dengan AS$617) (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: S$806.400 (nilai penuh) (setara dengan AS$603)). Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas ini adalah sebesar S$7.615.900 (nilai penuh) (setara dengan AS$5.898) (31 Desember 2024: S$8.422.300 (nilai penuh) (setara dengan AS$6.192)) dan dibayarkan dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: During the nine-month periods ended 30 September 2025, AIS has made instalment payments amounting to S$806,400 (full amount) (equivalent to US$617) (for the nine-month periods ended 30 September 2024: S$806,400 (full amount) (equivalent to US$603)). As at 30 September 2025, the outstanding balance of this loan facility was S$7,615,900 (full amount) (equivalent to US$5,898) (31 December 2024: S$8,422,300 (full amount) (equivalent to US$6,192)) which is repayable according to the following schedule: Jadwal pembayaran kembali/ Jumlah pembayaran Repayment schedule kembali/ (tahun/ year) Repayment amount 2025 208 2026 833 2027 833 2028 833 2029 833 2030 833 2031 833 2032 692 Total 5,898 AIS harus memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan dalam Surat Penawaran UOB Bank Limited Singapore. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, AIS telah memenuhi persyaratan dan ketentuan tersebut. AIS is required to comply with certain terms and conditions set out in the UOB Bank Limited Singapore Letter of Offer. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, AIS had complied with such terms and conditions. f. Perjanjian Pinjaman Rp260.000.000.000 f. Rp260,000,000,000 Loan Agreement Pada tanggal 26 Februari 2024, ATM menandatangani Perjanjian Pinjaman sebesar Rp260.000.000.000 (nilai penuh) dengan Bank Permata (“Perjanjian Pinjaman”). Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek atas Instalasi Pengolahan Air (“IPA”) dengan kapasitas 270 liter per detik di Kabupaten Bekasi, membiayai proyek Penurunan Air Tak Berekening di Wilayah Utara Kota Bandung, membayar kembali pinjaman beberapa entitas anak ATM, serta membayar biaya transaksi dan biaya lain yang berhubungan dengan Perjanjian Pinjaman ini. On 26 February 2024, ATM entered into a loan agreement of Rp260,000,000,000 (full amount) with Bank Permata (“Loan Agreement”). This loan facility will be used to finance the Water Treatment Plant (“WTP”) project with a capacity of 270 litres per second in Bekasi Regency, finance the Non-Revenue Water Reduction project in the North Area of Bandung City, repay several of ATM’s subsidiaries’ loans, and pay transaction fees and other costs related to this Loan Agreement.
Page 99
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/88 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) f. Perjanjian Pinjaman Rp260.000.000.000 (lanjutan) f. Rp260,000,000,000 Loan Agreement (continued) Fasilitas pinjaman ini terdiri dari: (i) fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp220.000.000.000 (nilai penuh) yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 108 bulan sejak tanggal Perjanjian Pinjaman ini; dan (ii) fasilitas pinjaman revolving sebesar Rp40.000.000.000 (nilai penuh) yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 60 bulan sejak tanggal Perjanjian Pinjaman ini. Fasilitas ini dikenakan suku bunga sebesar JIBOR ditambah persentase tertentu dan diikat dengan jaminan berupa gadai saham yang dimiliki ATM dan entitas anaknya. This loan facility consists of: (i) a term loan facility of Rp220,000,000,000 (full amount) which will mature within 108 months from the date of this Loan Agreement; and (ii) a revolving loan facility of Rp40,000,000,000 (full amount) which will mature within 60 months from the date of this Loan Agreement. This facility is subject to interest rate at JIBOR plus a certain percentage and is bound by collateral in the form of pledges of ATM’s and its subsidiaries’ shares. Pada tanggal 25 Oktober 2024, ATM dan Bank Permata telah menandatangani Addendum I atas Perjanjian Pinjaman Rp260.000.000.000. Addendum ini berkaitan dengan ketentuan mengenai perubahan pengendalian di ATM dan beberapa entitas anaknya yang mengalihkan kendali dari AlamTri menjadi Perusahaan. On 25 October 2024, ATM and Bank Permata signed Addendum I of Rp260,000,000,000 Loan Agreement. This addendum is related to the provisions regarding the change of control of ATM and several of its subsidiaries, transferring control from AlamTri to the Company. Pada tanggal 24 Juli 2025, ATM dan Bank Permata telah menandatangani Addendum II atas Perjanjian Pinjaman Rp260.000.000.000. Addendum ini berkaitan dengan perpanjangan jangka waktu penyediaan dana menjadi 30 bulan setelah tanggal Perjanjian Pinjaman. On 24 July 2025, ATM and Bank Permata signed Addendum II of Rp260,000,000,000 Loan Agreement. This addendum is related to the extension of the availability period to 30 months from the date of the Loan Agreement. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, ATM tidak melakukan penarikan atas fasilitas pinjaman berjangka (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: Rp85.805.598.666 (nilai penuh) (setara dengan AS$5.460)). Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, ATM melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp583.478.072 (nilai penuh) (setara dengan AS$36) (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: Rpnihil). Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas pinjaman ini adalah sebesar Rp85.024.767.716 (nilai penuh) (setara dengan AS$5.097) (31 Desember 2024: Rp85.608.245.788 (nilai penuh) (setara dengan AS$5.297)) dan harus dibayarkan kembali dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: During the nine-month periods ended 30 September 2025, ATM did not make drawdown for the term loan facility (for the nine-month periods ended 30 September 2024: Rp85,805,598,666 (full amount) (equivalent to US$5,460)). During the nine-month periods ended 30 September 2025, ATM made repayment for the term loan facility amounting to Rp583,478,072 (full amount) (equivalent to US$36) (for the nine-month periods ended 30 September 2024: Rpnil). As at 30 September 2025, the outstanding balance of this loan facility is Rp85,024,767,716 (full amount) (equivalent to US$5,097) (31 December 2024: Rp85,608,245,788 (full amount) (equivalent to US$5,297)) and must be repaid using the following payment schedule: Jadwal pembayaran kembali/ Jumlah pembayaran Repayment schedule kembali/ (tahun/ year) Repayment amount 2025 35 2026 362 2027 560 2028 608 2029 795 2030 842 2031 842 2032 1,053 Total 5,097
Page 100
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/89 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) f. Perjanjian Pinjaman Rp260.000.000.000 (lanjutan) f. Rp260,000,000,000 Loan Agreement (continued) Fasilitas pinjaman ini mensyaratkan ATM untuk menjaga rasio keuangan tertentu dan memenuhi beberapa syarat dan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Pinjaman. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, ATM telah memenuhi rasio keuangan dan persyaratan dan ketentuan tersebut. This loan facility requires ATM to maintain certain financial ratios and comply with several terms and conditions stated in the Loan Agreement. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, ATM had complied with the financial ratios and related terms and conditions. g. Perjanjian Fasilitas AS$40.000 g. US$40,000 Facility Agreement Pada tanggal 5 Desember 2017, AIS menandatangani Perjanjian Uncommitted Multi- Currency Revolving Term Loan Facility sebesar AS$50.000 dengan DBS Bank Ltd. Pada tanggal 28 Februari 2022, fasilitas pinjaman ini telah diturunkan menjadi AS$40.000. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja. Pada tanggal 30 Juni 2023, AIS menandatangani surat perubahan untuk mengubah suku bunga yang berlaku atas fasilitas pinjaman ini dari London Interbank Offered Rate ("LIBOR") menjadi SOFR. Fasilitas pinjaman ini dikenakan bunga sebesar SOFR ditambah persentase tertentu. On 5 December 2017, AIS entered into an Uncommitted Multi-Currency Revolving Term Loan Facility Agreement of US$50,000 with DBS Bank Ltd. As at 28 February 2022, the loan facility has been reduced to US$40,000. This loan facility was used for working capital. On 30 June 2023, AIS signed an amendment letter to change the interest rate applicable for this loan facility from London Interbank Offered Rate (”LIBOR”) to SOFR. This loan facility bears interest at SOFR plus a certain percentage. Pada tanggal 29 November 2024, AIS menandatangani surat perubahan untuk antara lain, mengubah ketentuan mengenai jaminan dan penjamin. Setelah adanya perubahan ini, AlamTri yang sebelumnya bertindak sebagai penjamin atas fasilitas pinjaman ini dilepaskan dari kewajiban-kewajibannya sebagai penjamin dan penjamin digantikan oleh Perusahaan. On 29 November 2024, AIS signed an amendment letter to, among others, revise the provisions regarding security, and guarantor. Following this amendment, AlamTri which previously acted as the guarantor for this loan facility was subsequently released from its obligations as guarantor and the guarantor was replaced to the Company. Selanjutnya, fasilitas pinjaman ini tidak dilanjutkan pada tanggal 10 Oktober 2025. Subsequently, on 10 October 2025, this loan facility was cancelled. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, AIS telah melakukan pembayaran pinjaman penuh sebesar AS$40.000 (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: AS$nihil). During the nine-month periods ended 30 September 2025, AIS has made full loan repayment amounting to US$40,000 (for the nine-month periods ended 30 September 2024: US$nil). Pada tanggal 30 September 2025, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas pinjaman ini adalah sebesar AS$nihil (31 Desember 2024: AS$40.000). As at 30 September 2025, the outstanding balance of this loan facility was US$nil (31 December 2024: US$40,000). AIS harus memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian ini. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, AIS telah memenuhi persyaratan dan ketentuan tersebut. AIS is required to comply with certain terms and conditions set out in this agreement. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, AIS had complied with the related terms and conditions.
Page 101
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/90 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) h. Perjanjian Fasilitas AS$100.000 h. US$100,000 Facility Agreement Pada tanggal 26 Juli 2021, PCS, SCM dan LSA mengadakan Perjanjian Pinjaman Sindikasi sebesar AS$100.000 dengan sindikasi bank, yang mana PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai agen fasilitas (“Perjanjian Pinjaman Sindikasi”). Perusahaan bertindak sebagai penjamin atas fasilitas pinjaman ini. On 26 July 2021, PCS, SCM and LSA entered into a Syndicated Loan Agreement of US$100,000 with a syndicate of banks, for which PT Bank Permata Tbk acts as the facility agent (“Syndicated Loan Agreement”). The Company acts as the guarantor for this loan facility. Fasilitas pinjaman ini terdiri dari fasilitas pinjaman amortisasi berjangka sebesar AS$40.000 dan fasilitas pinjaman revolving sebesar AS$60.000 dengan tanggal jatuh tempo 26 Juli 2026 dan dibayarkan setiap kuartal. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar LIBOR ditambah persentase tertentu. Fasilitas ini tidak terikat dengan jaminan apapun. This facility consists of an amortising term loan facility of US$40,000 and a revolving credit facility of US$60,000 with a final maturity date of 26 July 2026 which is repayable on a quarterly basis. This facility bears interest at LIBOR plus a certain percentage. These facilities are not bound by any collateral. Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk membayar kembali pinjaman yang diterima dari para pemegang sahamnya, membayar biaya transaksi dan biaya lain yang berhubungan dengan Perjanjian Pinjaman Sindikasi ini dan untuk tujuan korporasi umum lainnya. These loan facilities will be used for repayment of loans obtained from the entities’ shareholders, paying transaction costs and expenses associated with the Syndicated Loan Agreement and for other general corporate purposes. PCS telah melakukan penarikan penuh pada fasilitas pinjaman amortisasi berjangka tersebut. Pada tanggal 26 Januari 2023, PCS telah melakukan pelunasan atas fasilitas pinjaman amortisasi berjangka. Dengan demikian, berdasarkan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman Sindikasi, fasilitas pinjaman amortisasi berjangka tidak dapat ditarik kembali atau dipinjam kembali, namun fasilitas pinjaman revolving tetap berlaku. PCS has made full drawdown on the amortising term loan facility. On 26 January 2023, PCS fully repaid the amortising term loan facility. Therefore, pursuant to the terms and conditions under the Syndicated Loan Agreement, the amortising term loan facility is no longer able to be re-drawn or re-borrowed, but the revolving credit facility still remains available. Pada 16 Mei 2023, SCM, PCS dan LSA melakukan perubahan Perjanjian Pinjaman Sindikasi AS$100.000 untuk mengubah suku bunga dari LIBOR menjadi SOFR. On 16 May 2023, SCM, PCS and LSA amended the US$100,000 Syndicated Loan Agreement to change the interest rate from LIBOR to SOFR. Pada tanggal 5 Juli 2024, SCM, PCS dan LSA melakukan perubahan kedua atas Perjanjian Pinjaman Sindikasi AS$100.000 untuk melakukan penurunan margin atas suku bunga fasilitas pinjaman revolving yang berlaku efektif sejak tanggal 2 Juli 2024. On 5 July 2024, SCM, PCS and LSA entered into the second amendment to the US$100,000 Syndicated Loan Agreement to reduce the margin of the interest of revolving credit facility effective as of 2 July 2024.
Page 102
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/91 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 18. UTANG BANK (lanjutan) 18. BANK LOANS (continued) h. Perjanjian Fasilitas AS$100.000 (lanjutan) h. US$100,000 Facility Agreement (continued) Pada tanggal 11 November 2024, SCM, PCS dan LSA melakukan perubahan ketiga atas Perjanjian Pinjaman Sindikasi AS$100.000 yang di antaranya untuk melakukan perubahan Penjamin, yang semula AlamTri menjadi Perusahaan yang berlaku efektif sejak tanggal 14 Oktober 2024. On 11 November 2024, SCM, PCS and LSA entered into the third amendment to the US$100,000 Syndicated Loan Agreement which among others to change the Guarantor, modifying from AlamTri to the Company, which effective as of 14 October 2024. Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, LSA dan SCM melakukan penarikan sebesar AS$40.000 dan melakukan pembayaran sebesar AS$40.000 atas fasilitas pinjaman ini (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: AS$nihil). During the nine-month periods ended 30 September 2025, LSA and SCM made drawdown of US$40,000 and repayments of US$40,000 on this loan facility (for the nine- month periods ended 30 September 2024: US$nil). Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, saldo pinjaman yang terutang dari fasilitas pinjaman ini adalah sebesar AS$nihil. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the outstanding balance of this loan facility was US$nil. Sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman Sindikasi, PCS, SCM dan LSA diharuskan untuk menjaga beberapa rasio keuangan tertentu. PCS, SCM dan LSA juga diharuskan untuk memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan mengenai syarat pendahuluan, kegiatan usaha, tujuan penggunaan pinjaman dan lainnya. PCS, SCM dan LSA telah memenuhi rasio keuangan dan persyaratan dan ketentuan tersebut. In accordance with the Syndicated Loan Agreement, PCS, SCM and LSA are required to maintain certain financial ratios. PCS, SCM and LSA are also required to comply with certain terms and conditions with regard to conditions precedent, business activities, purpose of the loan and other matters. PCS, SCM and LSA are in compliance with the financial ratios and related terms and conditions. 19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA 19. POST-EMPLOYMENT BENEFITS LIABILITIES Liabilitas imbalan pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2024 dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan, aktuaris independen, dengan laporan yang diterbitkan pada tahun 2025, sedangkan untuk jumlah liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui di laporan keuangan konsolidasian interim pada tanggal 30 September 2025 dan beban imbalan kerja untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah berdasarkan proyeksi yang dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan. Post-employment benefits liabilities as at 31 December 2024 were calculated by Riana & Partners Actuarial Consulting Firm, independent actuaries, in actuarial reports issued in 2025, while for the post-employment benefit liabilities recognised in the interim consolidated financial statements as at 30 September 2025 and post-employment benefits expense for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 are based on the projections calculated by Riana & Partners Actuarial Consulting Firm.
Page 103
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/92 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) 19. POST-EMPLOYMENT BENEFITS LIABILITIES (continued) Asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan pasca kerja karyawan Grup adalah sebagai berikut: The principal assumptions used in determining the Group’s post-employment benefits liabilities are as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Tingkat diskonto 7.00% - 7.25% 7.00% - 7.25% Discount rate Tingkat kenaikan gaji 5% 5% Salary growth rate Umur normal pensiun 55 55 Normal retirement age Tingkat mortalitas dari Tabel Mortality rate from the Indonesian Mortalitas Indonesia 100% TMI IV 100% TMI IV Mortality Table Melalui program pensiun imbalan pasti, Grup menghadapi sejumlah risiko signifikan sebagai berikut: Through its defined benefit pension plans, the Group is exposed to a number of significant risks which are detailed below: 1) Perubahan tingkat diskonto Penurunan pada tingkat diskonto menyebabkan kenaikan liabilitas program. 2) Tingkat kenaikan gaji Liabilitas imbalan pensiun Grup berhubungan dengan tingkat kenaikan gaji, dan semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akan menyebabkan semakin besarnya liabilitas. 1) Changes in discount rate A decrease in discount rate will increase plan liabilities. 2) Salary growth rate The Group’s pension obligations are linked to salary growth rate, and higher salary growth rate will lead to higher liabilities. Sensitivitas liabilitas imbalan pasti terhadap perubahan asumsi utama tertimbang pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut: The sensitivity of the defined benefit obligation to changes in the weighted principal assumptions as at 30 September 2025 is as follows: Perubahan Kenaikan Penurunan asumsi/ asumsi/ asumsi/ Changes in Increase in Decrease in assumptions assumptions assumptions Tingkat diskonto 1% (1,942) 2,180 Discount rate Tingkat kenaikan gaji 1% 2,319 (2,101) Salary growth rate Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan Grup adalah sebagai berikut: The movement in the Group’s post-employment benefits liabilities is as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Pada awal periode/tahun 29,068 23,575 At the beginning of the period/year Biaya jasa kini 2,427 5,295 Current service cost Biaya bunga, neto 1,515 1,622 Interest expense, net Biaya jasa lalu - 1,399 Past service cost Penyesuaian dari aset program - 1,365 Adjustments on plan assets Pengukuran kembali: Remeasurements: - Keuntungan dari Gain from change in - perubahan asumsi keuangan - (515) financial assumptions - Kerugian dari Loss from - penyesuaian pengalaman - 339 experience adjustments Imbalan yang dibayar (1,771) (2,780) Benefits paid Perubahan selisih kurs (904) (1,232) Foreign exchange difference Pada akhir periode/tahun 30,335 29,068 At the end of the period/year
Page 104
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/93 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) 19. POST-EMPLOYMENT BENEFITS LIABILITIES (continued) Jumlah yang diakui pada laba rugi adalah sebagai berikut: The amounts recognised in profit or loss are as follows: 30 September 2025 2024 Biaya jasa kini 2,427 2,188 Current service cost Biaya bunga, neto 1,515 1,201 Interest expense, net Pengukuran kembali: Remeasurements: - Keuntungan dari Gain from change in - perubahan asumsi keuangan - (47) financial assumptions - Kerugian dari Loss from - penyesuaian pengalaman - 4 experience adjustments Biaya jasa lalu - 1,028 Past service cost Perubahan selisih kurs (904) 415 Foreign exchange difference Total 3,038 4,789 Total Durasi rata-rata tertimbang kewajiban imbalan pasti pada akhir tahun pelaporan Grup berkisar antara 8 sampai dengan 23 tahun. The weighted average duration of the defined benefits plan obligation at the end of the reporting year for the Group is approximately 8 to 23 years. Perkiraan analisis jatuh tempo atas imbalan pensiun tidak terdiskonto pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut: Expected maturity analysis of undiscounted pension benefits as at 30 September 2025 is presented below: 30 September 2025 Kurang dari Antara Antara Lebih dari 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-5 tahun/ 5 tahun/ Jumlah/ Less than 1 year Between 1-2 years Between 2-5 years Over 5 years Total Imbalan pensiun/Pension benefits 567 2,986 13,006 121,199 137,758 Manajemen Grup berpendapat bahwa liabilitas imbalan pasca kerja cukup untuk menutupi semua imbalan pasca kerja yang diatur dalam Peraturan Ketenagakerjaan atau PP atau PKB. The management of the Group believes that the estimated liability provided for post-employment benefits is adequate to cover all post-employment benefits requirements of the Manpower Regulations or CR or CLA. 20. PROVISI REHABILITASI, REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG 20. PROVISION FOR MINE REHABILITATION, RECLAMATION AND CLOSURE 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Saldo awal 206,773 182,211 Beginning balance Penambahan 25,764 36,685 Additions Realisasi (613) (9,108) Realisation Perubahan selisih kurs (6,654) (3,015) Foreign exchange difference Saldo akhir 225,270 206,773 Ending balance Penambahan provisi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 dialokasikan ke beban pokok pendapatan (Catatan 28). Additional provisions for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 allocated to cost of revenue (Note 28).
Page 105
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/94 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 20. PROVISI REHABILITASI, REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG (lanjutan) 20. PROVISION FOR MINE REHABILITATION, RECLAMATION AND CLOSURE (continued) Asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan provisi rehabilitasi, reklamasi, dan penutupan tambang pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The key assumptions used in the calculation of the provisions for mine rehabilitation, reclamation and closure as at 30 September 2025 and 31 December 2024 are as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Tingkat inflasi 2.88% - 4.12% 2.50% - 4.12% Inflation rate Tingkat diskonto 4.90% - 7.08% 6.72% - 7.10% Discount rate Provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang merupakan provisi yang dibuat oleh Grup untuk memenuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.59/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/10/2019 (Catatan 38i) dan Peraturan Pemerintah No. 78/2010 (“PP No. 78/2010”) (Catatan 39) untuk rehabilitasi daerah aliran sungai, aktivitas reklamasi dan pascatambang atas usaha penambangan batubara. Provision for mine rehabilitation, reclamation and closure represents the provision set up by the Group to comply with the Ministerial Regulation of Environment and Forestry No. P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 (Note 38i) and Government Regulations No. 78/2010 (“GR No. 78/2010”) (Note 39) for rehabilitation of the watershed area, reclamation and post-mining activities for the coal mining business. Manajemen berkeyakinan bahwa keseluruhan provisi rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 telah cukup untuk memenuhi kewajiban sebagaimana yang diatur pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 dan PP No. 78/2010. Management believes that the provision for mine rehabilitation, reclamation and closure as at 30 September 2025 and 31 December 2024 is sufficient to meet the obligations as stipulated in the Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 and GR No. 78/2010. 21. MODAL SAHAM 21. SHARE CAPITAL Seluruh saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 5 Desember 2024. Struktur pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, biro administrasi efek, adalah sebagai berikut: All shares in the Company have been listed on the Indonesia Stock Exchange since 5 December 2024. The Company’s shareholders as at 30 September 2025 based on the records maintained by PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, the share administrator, were as follows: 30 September 2025 Persentase kepemilikan/ Percentage Lembar saham/ of ownership Jumlah/ Pemegang saham/ Shareholders Number of shares (%) Amount ASI 3,200,142,830 41.10 1,035,461 AlamTri 1,197,023,942 15.37 387,318 Garibaldi Thohir 454,011,607 5.83 146,903 Julius Aslan (Direktur Utama/President Director) 2,506,265 0.03 811 Priyadi (Direktur/Director) 207,108 0.00 67 Susanti (Direktur/Director) 22,700 0.00 7 Primus Dorimulu (Komisaris/Commissioner) 8,500 0.00 3 Pemegang saham lainnya/Other shareholders 2,932,968,808 37.67 949,012 Jumlah/Total 7,786,891,760 100.00 2,519,582
Page 106
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/95 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The composition of the Company's shareholders as at 31 December 2024 is as follows: 31 Desember/ December 2024 Persentase kepemilikan/ Percentage Lembar saham/ of ownership Jumlah/ Pemegang saham/ Shareholders Number of shares (%) Amount ASI 3,200,142,830 41.10 1,035,461 AlamTri 1,197,023,942 15.37 387,318 Garibaldi Thohir 450,360,607 5.78 145,722 Julius Aslan (Direktur Utama/President Director) 2,506,265 0.03 811 Priyadi (Direktur/Director) 207,108 0.00 67 Susanti (Direktur/Director) 22,700 0.00 7 Primus Dorimulu (Komisaris/Commissioner) 8,500 0.00 3 Pemegang saham lainnya/Other shareholders 2,936,619,808 37.72 950,193 Jumlah/Total 7,786,891,760 100.00 2,519,582 Berdasarkan Akta Notaris No. 1 tertanggal 3 September 2024 yang dibuat di hadapan Humberg Lie S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan Nomor AHU- 0055647.AH.01.02.TAHUN 2024 tertanggal 3 September 2024, pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari semula sebesar Rp1.000.000,- per saham (nilai penuh) menjadi sebesar Rp3.125,- per saham (nilai penuh) sehingga modal dasar Perusahaan yang berjumlah Rp40.000.000.000.000,- (nilai penuh) terbagi menjadi sejumlah 12.800.000.000 saham, dan dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebesar Rp21.900.633.000.000,- (nilai penuh) terbagi menjadi 7.008.202.560 saham. Based on Notarial Deed No. 1 dated 3 September 2024 made before Humberg Lie S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta, which has been approved by the Minister of Law and Human Rights with Decree No. AHU-0055647.AH.01.02.TAHUN 2024 dated 3 September 2024, the Company's shareholders approve a stock split from the original amount Rp1,000,000 per share (full amount) becomes Rp3,125 per share (full amount) resulting the Company's authorised capital becoming Rp40,000,000,000,000 (full amount) divided into 12,800,000,000 shares, and from the authorised capital that has been issued and paid up amounting to Rp21,900,633,000,000 (full amount) divided into 7,008,202,560 shares. Berdasarkan Akta Notaris No. 14 tertanggal 8 Mei 2025 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, yang telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan Surat Menteri Hukum No. AHU-AH.01.03-0126591 dan No. AHU-AH.01.09- 0230492 tanggal 8 Mei 2025, modal ditempatkan dan disetor Perusahaan adalah sebesar Rp24.334.036.750.000,- (nilai penuh) terbagi menjadi 7.786.891.760 saham. Based on Notarial Deed No. 14 dated 8 May 2025 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta, which has been accepted and recorded in the Legal Entity Administration System based on the Letter of the Minister of Law No. AHU- AH.01.03-0126591 and No. AHU-AH.01.09-0230492 dated 8 May 2025, the Company's issued and paid- up capital is Rp24,334,036,750,000 (full amount) divided into 7,786,891,760 shares. Saham biasa memberikan hak kepada pemegangnya untuk memperoleh dividen dan hasil dari pembubaran Perusahaan sesuai dengan proporsi jumlah lembar dan jumlah yang dibayarkan atas saham yang dimiliki. Ordinary shares entitle the holders to participate in dividends and the proceeds on the winding up of the Company in proportion to the number of and amounts paid on the shares held.
Page 107
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/96 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 22. TAMBAHAN MODAL DISETOR 22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Saldo awal (96,511) (212,235) Beginning balance Tambahan modal disetor saat Penawaran Umum Saham Perdana - 118,919 Additional paid-in capital from Initial Public Offering Biaya emisi saham - (3,225) Share issuance costs Selisih nilai transaksi restrukturisasi Difference in value from restructuring transactions entitas sepengendali (Catatan 4) - 30 entities under common control (Note 4) Saldo akhir (96,511) (96,511) Ending balance Tambahan modal disetor berasal dari Penawaran Umum Saham Perdana yang dilakukan pada tahun 2024 serta KPI (Catatan 4) dan biaya emisi saham. The additional paid-in capital resulted from Initial Public Offering in 2024 and KPI (Note 4) and share issuance costs. Biaya emisi saham merupakan biaya transaksi yang timbul dari aktivitas Penawaran Umum Saham Perdana, antara lain mencakup biaya pendaftaran dan komisi lain yang ditetapkan, jasa yang dibayarkan kepada penasehat hukum, akuntan, dan lain-lain. Share issuance costs are transaction costs arising from the Initial Public Offering, which includes registration fees and other regulatory fees, service fees paid to legal counsel, accountants, and others. 23. SELISIH TRANSAKSI DENGAN PIHAK NON- PENGENDALI 23. DIFFERENCE IN VALUE FROM TRANSACTIONS WITH NON-CONTROLLING INTERESTS Pada tanggal 12 Mei 2016, AI dan EGATi menandatangani Perjanjian Pengambilan Saham Baru. Pada tanggal 22 November 2016 (“Tanggal Penutupan”), AI mengeluarkan 57.857 saham kepada EGATi untuk 11,53% kepemilikan di AI, dengan nilai nominal AS$100 (nilai penuh) per saham, atau dengan total nilai nominal sebesar AS$5.786. Jumlah nilai transaksi adalah AS$325.000. EGATi membayar sebesar AS$163.500 pada saat Tanggal Penutupan dan sisanya (“Pembayaran yang Ditangguhkan”) akan dibayarkan pada saat kondisi tertentu telah terpenuhi. On 12 May 2016, AI and EGATi entered into the Subscription Agreement. On 22 November 2016 (the “Closing Date”), AI issued 57,857 shares to EGATi for 11.53% ownership in AI, with a par value of US$100 (full amount) per share, or a total nominal value amounting to US$5,786. The total value of the transaction is US$325,000. EGATi paid the amount of US$163,500 on the Closing Date and the remaining amount (“Deferred Consideration”) will be paid subject to meeting certain conditions. Transaksi ini telah disetujui oleh para pemegang saham AI berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, No. 141 tertanggal 22 November 2016. Akta ini telah disampaikan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0100877 tertanggal 22 November 2016. This transaction were approved by AI’ shareholders based on Notarial Deed of Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta, No. 141 dated 22 November 2016. This Deed was submitted and received by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in the Letter of Notice No. AHU-AH.01.03-0100877 dated 22 November 2016. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup mencatat Pembayaran yang Ditangguhkan dari EGATi sebagai selisih transaksi dengan pihak non-pengendali sebesar AS$2.900, karena kondisi tertentu dalam Perjanjian Pengambilan Saham Baru di atas telah dipenuhi selama tahun tersebut dan menerima Pembayaran yang Ditangguhkan dari EGATi adalah sebesar AS$15.800. As at 31 December 2024, Group recognised Deferred Consideration from EGATi as difference in value from transactions with non-controlling interests of US$2,900, due to certain conditions on the Subscription Agreement above being fulfilled during the years and AI has received Deferred Consideration Payments from EGATi amounted to US$15,800. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, saldo sisa atas Pembayaran yang Ditangguhkan masing-masing adalah sebesar AS$53.700 disajikan sebagai piutang lain-lain - pihak ketiga pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim (Catatan 9) dan akan dibayarkan berdasarkan Perjanjian Pengambilan Saham Baru. As at 30 September 2025 and 31 December 2024 remaining amount for Deferred Consideration amounted to US$53,700, respectively is presented as other receivables to third parties in the interim consolidated statements of financial position (Note 9) and will be paid in accordance with the Subscription Agreement.
Page 108
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/97 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 24. SALDO LABA 24. RETAINED EARNINGS Belum Dicadangkan/ dicadangkan/ Jumlah/ Appropriated Unappropriated Total Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 - 1,842,560 1,842,560 Balance as at 1 January 2024 Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Profit for the period attributable entitas induk - 1,074,705 1,074,705 to owners of the parent entity Pengukuran kembali liabilitas imbalan Remeasurement of post-employement pasca kerja, setelah pajak - 394 394 benefit, net of tax Perbedaan nilai dan transaksi Difference in value of restrukturisasi antara entitas restructuring transactions of sepengendali - (2,140) (2,140) entities under common control Dividen (Catatan 25) - (2,611,650) (2,611,650) Dividends (Note 25) Saldo pada tanggal 30 September 2024 - 303,869 303,869 Balance as at 30 September 2024 Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 45,000 394,841 439,841 Balance as at 1 January 2025 Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Profit for the period attributable entitas induk - 587,324 587,324 to owners of the parent entity Pencadangan saldo laba 10,000 (10,000) - Appropriation of retained earnings Saldo pada tanggal 30 September 2025 55,000 972,165 1,027,165 Balance as at 30 September 2025 Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-Undang berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang- Undang, mengharuskan pembentukan cadangan umum dari laba bersih sejumlah minimal 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Cadangan umum ini disajikan sebagai saldo laba dicadangkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian. The Law of the Republic of Indonesia No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies as amended by Regulation of the Government in lieu of Law of the Republic of Indonesia No. 2/2022 concerning Job Creation as enacted into law by the Law of the Republic of Indonesia No. 6/2023 concerning Enactment of Regulation of the Government in lieu of Law of the Republic of Indonesia No. 2/2022 concerning Job Creation, requires the establishment of a general reserve from net income amounting to at least 20% of a company’s issued and paid-up capital. This general reserve is presented as appropriated retained earnings in the consolidated statements of financial position. Pada tanggal 22 Mei 2025, Perusahaan telah melakukan pengalokasian sebagian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 untuk disisihkan sebagai pemenuhan dana cadangan wajib sejumlah AS$10.000 berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. On 22 May 2025, the Company has allocated a portion of its net income attributable to the owners of the parent entity of the Company for the fiscal year ended 31 December 2024, to be set aside as a mandatory reserve fund amounting to US$10,000 based on the Resolution of Annual General Meeting of Shareholders. Pada tanggal 8 November 2024, Perusahaan telah melakukan pengalokasian sebagian saldo laba Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 untuk disisihkan sebagai pemenuhan dana cadangan sejumlah AS$45.000 berdasarkan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham. On 8 November 2024, the Company has allocated a portion of its retained earnings for the year ended 31 December 2023, to be set aside as a reserve fund amounting to US$45,000 based on the Circular Resolution of the Shareholders Outside the General Meeting of Shareholders. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut. There is no time limit on the establishment of the reserve.
Page 109
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/98 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 25. DIVIDEN 25. DIVIDENDS Berikut ini adalah rincian utang dividen Grup kepada kepentingan non-pengendali: The following are details of the Group's dividends payable to non-controlling interests: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 SCM - 7,663 SCM LSA - 9,168 LSA Total - 16,831 Total Berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat, Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat dan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat yang berlaku efektif sejak tanggal 20 Juni 2024, telah disetujui pembayaran dividen interim untuk tahun 2024 sebesar AS$2.211.964 (AS$101,00/saham - nilai penuh), yang mana pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tanggal 22 Mei 2025, telah ditetapkan sebagai dividen tunai final Perusahaan tahun 2024. Dividen tunai final ini telah dibayarkan pada bulan Juni 2024. Based on the Circular Resolution of the Board of Directors, the Circular Resolution of the Board of Commisioners, and the Circular Resolution of the Shareholders, effective on 20 June 2024, interim dividends for 2024 of US$2,211,964 (US$101.00/share - full amount) was approved, which at the Company's Annual General Meeting of Shareholders on 22 May 2025, was appropriated as the Company's final cash dividend for 2024. This final cash dividend was paid in June 2024. Berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat dan Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat yang berlaku efektif sejak 10 Mei 2024, telah disetujui pembayaran dividen final untuk tahun 2023 sebesar AS$399.686 (AS$18,25/saham - nilai penuh). Dividen tunai ini telah dibayarkan pada bulan Mei 2024. Based on the Circular Resolution of the Board of Directors and the Circular Resolution of the Board of Commissioners effective on 10 May 2024, final dividends for 2023 of US$399,686 (US$18.25/share - full amount) was approved. This cash dividend was paid in May 2024. Berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat dan Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat yang berlaku efektif sejak tanggal 13 Desember 2023, telah disetujui pembayaran dividen interim untuk tahun 2023 sejumlah AS$360.046 (AS$16,44/saham - nilai penuh). Dividen tunai ini telah dibayarkan pada bulan Januari 2024. Based on the Circular Resolution of the Board of Directors and the Circular Resolution of the Board of Commissioners effective on 13 December 2023, interim dividends for 2023 of US$360,046 (US$16.44/share - full amount) was approved. This cash dividend was paid in January 2024. 26. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 26. NON-CONTROLLING INTERESTS Bagian atas Transaksi penghasilan/ dengan pihak (kerugian) non-pengendali/ Bagian atas komprehensif lain/ Saldo Saldo awal/ Transactions with laba neto/ Share in other Kehilangan akhir/ Beginning non-controlling Share in net comprehensive Dividen/ pengendalian/ Ending balance interests profit income/(loss) Dividends Loss of control balance 30 September 2025 AI 101,314 - 41,623 - (70,296) - 72,641 Lain-lain (masing-masing di bawah AS$50,000)/ Others (each below US$50,000) 263,277 - 25,922 (11,404) (22,332) - 255,463 Total 364,591 - 67,545 (11,404) (92,628) - 328,104 31 Desember/December 2024 AI 128,119 - 64,127 19 (90,951) - 101,314 Lain-lain (masing-masing di bawah AS$50,000)/ Others (each below US$50,000) 296,345 381 51,811 (1,432) (83,524) (304) 263,277 Total 424,464 381 115,938 (1,413) (174,475) (304) 364,591
Page 110
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/99 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 27. PENDAPATAN USAHA 27. REVENUE 30 September 2025 2024 Pihak ketiga: Third parties: Penjualan batubara Sales of coal Ekspor 2,780,406 3,241,898 Export Domestik 530,921 487,013 Domestic Sub-total 3,311,327 3,728,911 Sub-total Logistik Logistic Domestik Domestic Pengerukan saluran 13,434 15,176 Channel dredging Layanan terminal bahan bakar 10,163 10,094 Fuel terminal services Lain-lain 12,064 9,438 Others Sub-total 35,661 34,708 Sub-total Lain-lain Others Domestik 11,279 12,871 Domestic Pihak berelasi: Related parties: Penjualan batubara Sales of coal Domestik 133,139 164,783 Domestic Ekspor 3,816 7,277 Export Sub-total 136,955 172,060 Sub-total Logistik Logistic Domestik Domestic Pengangkutan batubara 80,043 71,029 Coal transportation Layanan terminal batubara 17,250 16,498 Coal terminal services Lain-lain 6,884 7,025 Others Sub-total 104,177 94,552 Sub-total Lain-lain Others Domestik 9,729 6,856 Domestic Total 3,609,128 4,049,958 Total Rincian pelanggan yang memiliki transaksi pendapatan lebih dari 10% dari total pendapatan usaha konsolidasian untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: Details of customers with revenue transactions that represent more than 10% of the total consolidated revenue for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 are as follows: 30 September 2025 2024 Pihak ketiga: Third parties: TNB Fuel Services Sdn. Bhd. 697,837 730,093 TNB Fuel Services Sdn. Bhd. Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties.
Page 111
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/100 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 28. BEBAN POKOK PENDAPATAN 28. COST OF REVENUE 30 September 2025 2024 Penjualan batubara Sales of coal Pertambangan 1,177,892 1,200,116 Mining Royalti kepada Pemerintah 550,195 800,000 Royalties to Government Pengangkutan dan bongkar muat 333,222 307,181 Freight and handling costs Pembelian batubara 316,639 333,533 Coal purchase Pemrosesan batubara 142,916 143,322 Coal processing Amortisasi properti pertambangan (Catatan 14) 35,713 44,079 Amortisation of mining properties (Note 14) Penyusutan (Catatan 12) 35,594 29,383 Depreciation (Note 12) Biaya rehabilitasi, reklamasi dan penutupan tambang Catatan 20) 25,764 37,112 Mine reclamation and closure costs (Note 20) Persediaan batubara (Catatan 11): Coal inventories (Note 11): Saldo awal 33,359 29,707 Beginning balance Saldo akhir (68,145) (67,736) Ending balance Total beban pokok pendapatan - penjualan batubara 2,583,149 2,856,697 Total cost of revenue - coal sales Logistik Logistic Sewa kapal 25,953 24,757 Vessel charter Pemakaian bahan 13,286 11,354 Consumable Penyusutan (Catatan 12) 12,203 9,138 Depreciation (Note 12) Lain-lain 20,172 17,325 Others Total beban pokok pendapatan - logistik 71,614 62,574 Total cost of revenue - logistic Lain-lain Others Penyusutan (Catatan 12) 2,640 2,146 Depreciation (Note 12) Perbaikan dan pemeliharaan 692 518 Repairs and maintenance Lain-lain 7,772 8,236 Others Total beban pokok pendapatan - lain-lain 11,104 10,900 Total cost of revenue - others Total 2,665,867 2,930,171 Total Rincian pemasok yang memiliki transaksi pembelian lebih dari 10% dari total pendapatan konsolidasian adalah sebagai berikut: Details of suppliers with purchase transactions that represent more than 10% of total consolidated revenue are as follows: 30 September 2025 2024 Pihak berelasi: Related parties Penjualan batubara dan jasa lainnya: Sales of coal and other services: PT Saptaindra Sejati (“SIS”) 640,545 623,552 PT Saptaindra Sejati (“SIS”) Lihat Catatan 32 untuk informasi rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Refer to Note 32 for information on the details of transactions and balances with related parties.
Page 112
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/101 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 29. BEBAN USAHA 29. OPERATING EXPENSES 30 September 2025 2024 Penjualan dan pemasaran Selling and marketing Komisi penjualan 51,192 47,174 Sales commission Lain-lain 110 135 Others Sub-total 51,302 47,309 Sub-total Umum dan administrasi General and administration PNBP untuk bagian pemerintah pusat dan PNBP for central government and pemerintah daerah (Catatan 38o) 35,880 42,545 regional government’s portion (Note 38o) Jasa profesional 33,274 25,822 Professional fees Biaya karyawan 24,552 28,701 Employee cost Pajak final 6,752 7,266 Final tax Penyusutan (Catatan 12) 1,349 2,198 Depreciation (Note 12) Biaya manajemen - 29,821 Management fee Lain-lain 18,705 18,531 Others Sub-total 120,512 154,884 Sub-total Total 171,814 202,193 Total 30. PENDAPATAN LAIN-LAIN, NETO 30. OTHER INCOME, NET 30 September 2025 2024 Keuntungan/(kerugian) selisih kurs, neto 10,700 (5,944) Foreign exchange gains/(losses), net Keuntungan neto nilai wajar Gain on fair value atas investasi lain-lain on other investments net (Catatan 7b) 7,463 3,810 (Note 7b) Kerugian atas pelepasan aset tetap Loss on disposal of fixed assets (Catatan 12) (1,148) (3,537) (Note 12) Keuntungan atas pelepasan investasi Gain on disposal of investment of pada asosiasi (Catatan 13) - 322,936 associates (Note 13) Lain-lain 22,091 8,990 Others Total, neto 39,106 326,255 Total, net 31. PERPAJAKAN 31. TAXATION a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) 135,792 139,501 Value Added Tax (“VAT”) PPh Badan 20,787 16,296 CIT Total 156,579 155,797 Total Dikurangi: bagian lancar 103,526 123,110 Less: current portion Bagian tidak lancar 53,053 32,687 Non-current portion b. Utang pajak b. Taxes payable 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 PPh Badan 27,069 14,457 CIT Pajak lain-lain: Other taxes: - PPN 8,705 1,817 VAT - - Pajak penghasilan pasal 23 dan 26 4,143 7,878 Income tax articles 23 and 26 - - Lain-lain 3,674 1,199 Others - Sub-total 16,522 10,894 Sub-total Total 43,591 25,351 Total
Page 113
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/102 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 31. PERPAJAKAN (lanjutan) 31. TAXATION (continued) c. Beban pajak penghasilan c. Income tax expense 30 September 2025 2024 Pajak penghasilan kini 152,706 166,803 Current income tax Pajak penghasilan tangguhan 7,171 903 Deferred income tax Penghasilan pajak dari Income tax penyesuaian pajak tahun sebelumnya (2,189) (476) from prior year tax adjustments Total beban pajak penghasilan Total consolidated konsolidasian 157,688 167,230 income tax expense Pajak atas laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian berbeda dengan jumlah teoritis yang dihitung menggunakan rata-rata tertimbang tarif pajak yang berlaku atas laba masing-masing entitas anak yang dikonsolidasi sebagai berikut: The tax on consolidated profit before income tax differs from the theoretical amount that would arise using the weighted average tax rate applicable to profits of the consolidated subsidiaries as follows: 30 September 2025 2024 Laba sebelum pajak penghasilan Consolidated profit before konsolidasian 812,557 1,334,126 income tax Pajak dihitung dengan tarif pajak Tax calculated at yang berlaku 181,774 248,103 applicable tax rates Penghasilan yang telah dikenakan pajak final (93,335) (168,518) Income subject to final tax Beban yang tidak dapat dikurangkan menurut pajak 56,331 92,641 Non-deductible expenses Hasil pemeriksaan pajak 213 5,682 Tax audit assessments Lain-lain 12,705 (10,678) Others Beban pajak penghasilan Consolidated income konsolidasian 157,688 167,230 tax expense Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian dengan estimasi penghasilan kena pajak konsolidasian adalah sebagai berikut: The reconciliation between the consolidated profit before income tax and estimated consolidated taxable income is as follows: 30 September 2025 2024 Laba sebelum pajak penghasilan Consolidated profit before konsolidasian 812,557 1,334,126 income tax Dikurangi: Less: Laba sebelum pajak penghasilan - Profit before income tax - Entitas anak (928,370) (1,330,752) Subsidiaries Disesuaikan dengan jurnal Adjustment for consolidation eliminasi konsolidasian 140,055 (15,104) elimination entries Laba/(rugi) sebelum pajak Profit/(loss) before income tax - penghasilan - Perusahaan 24,242 (11,730) the Company Koreksi fiskal: Fiscal corrections: Penghasilan yang telah dikenakan pajak final (4,366) (138,013) Income subject to final tax Beban yang tidak dapat dikurangkan menurut pajak 5,207 162,520 Non-deductible expenses Lain-lain (20,431) - Others Sub-total (19,590) 24,507 Sub-total Laba kena pajak - Perusahaan 4,652 12,777 Taxable income - the Company Pajak penghasilan kini - Current income tax - Perusahaan 1,023 2,811 the Company Pajak penghasilan kini - Current income tax - Entitas anak 151,683 163,992 Subsidiaries Pajak penghasilan Consolidated kini konsolidasian 152,706 166,803 current income tax
Page 114
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/103 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 31. PERPAJAKAN (lanjutan) 31. TAXATION (continued) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued) Pada tanggal 31 Desember 2024, Menteri Keuangan Republik Indonesia menetapkan Peraturan Menteri Keuangan (“PMK”) No. 136/2024 tentang Pengenaan Pajak Minimum Global Berdasarkan Perjanjian Internasional. PMK No. 136/2024 mulai berlaku di Indonesia, yurisdiksi tempat Perusahaan didirikan, sejak 1 Januari 2025. Grup berada dalam cakupan ketentuan model OECD Pilar Dua dan menerapkan pengecualian atas pengakuan dan pengungkapan informasi terkait aset dan liabilitas pajak tangguhan yang berkaitan dengan pajak penghasilan Pilar Dua sejak 1 Januari 2025. Grup berada dalam cakupan peraturan yang telah ditetapkan atau secara substansial telah ditetapkan, dan telah melakukan penilaian atas potensi eksposur Grup terhadap pajak penghasilan Pilar Dua. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, tingkat pajak efektif di sebagian besar yurisdiksi tempat Grup beroperasi berada di atas 15%. Namun demikian, terdapat beberapa yurisdiksi di mana tingkat pajak efektif berada di bawah 15%. Beban pajak penghasilan yang terkait dengan pajak penghasilan Pilar Dua di yurisdiksi yang relevan dinilai tidak material. Grup terus memantau perkembangan legislasi terkait Pilar Dua, seiring dengan implementasi model regulasi Pilar Dua oleh negara-negara lain, untuk menganalisis potensi dampak di masa depan terhadap hasil operasional dan posisi keuangan konsolidasian. On 31 December 2024, the Minister of Finance of the Republic of Indonesia enacted Minister of Finance Regulation (“PMK”) No. 136/2024 regarding Imposition of Global Minimum Tax Based on International Agreements. PMK No. 136/2024 was enacted in Indonesia, the jurisdiction in which the Company is incorporated, from 1 January 2025. The Group is within the scope of the OECD Pillar Two model rules and applied the exception to recognising and disclosing information about deferred tax assets and liabilities relating to Pillar Two income taxes from 1 January 2025. The Group is in scope of the enacted or substantially enacted legislation and has performed an assessment of the Group’s potential exposure to Pillar Two income taxes. Based on the assessment, the effective tax rates in most jurisdictions in which the Group operates are above 15%. However, there are a few jurisdictions where the effective tax rate is below 15%. The income tax expense related to Pillar Two income taxes in the relevant jurisdiction is assessed to be immaterial. The Group continues to monitor legislative developments on Pillar Two, as other countries begin to implement the Pillar Two regulatory model, to analyse the potential future impact on consolidated operating results and financial position. d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan d. Deferred tax assets/(liabilities) 30 September 2025 Ditransfer ke/ dari aset/ (liabilitas) Dikreditkan/ pajak (dibebankan) tanggungan/ pada laba rugi/ Dibebankan Transfer to/ Saldo awal/ Credited/ pada ekuitas/ from deferred Saldo akhir/ Beginning (charged) to Charged to tax assets/ Ending balance profit or loss equity (liabilities) balance Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Properti pertambangan 24,526 (7,233) - 754 18,047 Mining properties Penyisihan kerugian piutang Loss allowances usaha 3,355 (168) - - 3,187 of trade receivables Post-employment benefits Liabilitas imbalan pasca kerja 5,040 308 - (211) 5,137 liabilities Aset tetap 858 (1,287) - 55 (374) Fixed assets Liabilitas sewa 194 206 - (190) 210 Lease liabilities Provisi rehabilitasi, reklamasi Provision for mine rehabilitation, dan penutupan tambang 3,775 (484) - - 3,291 reclamation and closure Lain-lain 4,475 (3,717) - (150) 608 Others Aset pajak tangguhan - Deferred tax assets at akhir periode 42,223 (12,375) - 258 30,106 the end of the period Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities Properti pertambangan (57,691) 5,282 - (754) (53,163) Mining properties Rugi fiskal yang dibawa ke Fiscal losses carried forward masa depan 149 1 - - 150 to the future Penyisihan kerugian Loss allowances of piutang usaha 38 15 - - 53 trade receivables Post-employment benefits Liabilitas imbalan pasca kerja 25 556 - 211 792 liabilities Aset tetap (3,292) (384) - (55) (3,731) Fixed assets Liabilitas sewa 19 2 - 190 211 Lease liabilities Lain-lain 312 (268) - 150 194 Others Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities at akhir periode (60,440) 5,204 - (258) (55,494) the end of the period
Page 115
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/104 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 31. PERPAJAKAN (lanjutan) 31. TAXATION (continued) d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets/(liabilities) (continued) 31 Desember/ December 2024 Dikreditkan/ (dibebankan) pada laba rugi/ Dibebankan Saldo awal/ Credited/ pada ekuitas/ Saldo akhir/ Beginning (charged) to Charged to Akuisisi/ Ending balance profit or loss equity Acquisition balance Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Properti pertambangan 32,261 (7,735) - - 24,526 Mining properties Penyisihan kerugian piutang Loss allowances usaha 3,591 (236) - - 3,355 of trade receivables Post-employment benefits Liabilitas imbalan pasca kerja 4,246 866 (72) - 5,040 liabilities Aset tetap 1,142 (284) - - 858 Fixed assets Liabilitas sewa 1,242 (1,048) - - 194 Lease liabilities Provisi rehabilitasi, reklamasi Provision for mine rehabilitation, dan penutupan tambang 3,793 (18) - - 3,775 reclamation and closure Lain-lain 2,820 1,655 - - 4,475 Others Aset pajak tangguhan - Deferred tax assets at akhir tahun 49,095 (6,800) (72) - 42,223 the end of the year Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities Properti pertambangan (63,966) 6,275 - - (57,691) Mining properties Rugi fiskal yang dibawa ke Fiscal losses carried forward masa depan - 149 - - 149 to the future Penyisihan kerugian Loss allowances of piutang usaha 52 (14) - - 38 trade receivables Post-employment benefits Liabilitas imbalan pasca kerja 282 (245) (12) - 25 liabilities Aset tetap (3,030) (146) - (116) (3,292) Fixed assets Liabilitas sewa 155 (136) - - 19 Lease liabilities Lain-lain 202 110 - - 312 Others Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities at akhir tahun (66,305) 5,993 (12) (116) (60,440) the end of the year Beberapa entitas anak dalam posisi rugi dan hanya berfungsi sebagai kantor pusat saja, sehingga terdapat pembatasan pemakaian rugi fiskal yang dibawa ke masa depan dan ketidakpastian apakah aset pajak tangguhan ini dapat terealisasi. Karena itu, terdapat aset pajak tangguhan yang berkaitan dengan rugi fiskal yang dibawa ke masa depan dan liabilitas imbalan pasca kerja yang tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian interim ini. Several subsidiaries are in a loss position and only function as head offices, so there is a limitation on the future use of tax losses carried forward and also uncertainty as to whether the deferred tax assets will be realised. Thus, a portion of the deferred tax assets relating to tax losses carried forward and post-employment benefits liabilities has not been recognised in these interim consolidated financial statements. Analisis aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut: The analysis of deferred tax assets is as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Aset pajak tangguhan yang akan Deferred tax assets to be recovered dipulihkan dalam 12 bulan 12,306 15,933 within 12 months Aset pajak tangguhan yang akan Deferred tax assets to be recovered dipulihkan setelah 12 bulan 17,800 26,290 after 12 months Total 30,106 42,223 Total Manajemen berpendapat jika aset pajak tangguhan dapat dipulihkan sesuai dengan periode realisasi yang diekspektasikan. Management believes that the deferred tax assets could be recovered within the expected realisation period.
Page 116
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/105 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 31. PERPAJAKAN (lanjutan) 31. TAXATION (continued) d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets/(liabilities) (continued) Analisis liabilitas pajak tangguhan adalah sebagai berikut: The analysis of deferred tax liabilities is as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Liabilitas pajak tangguhan yang akan Deferred tax liabilities to be settled diselesaikan dalam 12 bulan 7,044 6,275 within 12 months Liabilitas pajak tangguhan yang akan Deferred tax liabilities to be settled diselesaikan setelah 12 bulan 48,450 54,165 after 12 months Total 55,494 60,440 Total e. Administrasi e. Administration Berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, perusahaan-perusahaan di dalam Grup yang berdomisili di Indonesia menghitung dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. DJP dapat menetapkan atau mengubah pajak dalam batas waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. Under the taxation laws of Indonesia, companies within the Group that are domiciled in Indonesia, calculate and pay tax on the basis of self assessment. The DGT may assess or amend taxes within five years from when the tax becomes due. f. Surat ketetapan pajak f. Tax assessment letters Pada tahun 2024, AI menerima surat ketetapan pajak kurang bayar atas pajak bumi dan bangunan untuk tahun pajak 2023 sebesar Rp207.065.746.265 (nilai penuh) (setara dengan AS$13.044). AI telah melunasi seluruh kekurangan pembayaran pajak tersebut dan menyajikannya sebagai bagian dari “Beban pokok pendapatan” dalam laporan laba rugi konsolidasian. In 2024, AI received an underpayment tax assessment letter for land and building tax for the 2023 fiscal year amounted to Rp207,065,746,265 (full amount) (equivalent to US$13,044). AI fully paid the underpayment taxes and presented it as part of the “Cost of revenue” in the consolidated statement of profit or loss. Selanjutnya, pada tahun 2025, AI sedang diaudit DJP berkaitan Pajak Bumi dan Bangunan tahun pajak 2024. Further, in 2025 AI is being audited by the DGT for land and building tax for fiscal year 2024. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian interim ini diterbitkan, Perusahaan, AI, RLI, ATM, APM, HBI, AML, AWP, BGN, DTI, PBMM, IMPT, MBP, SCM, ASR, LSA, AL, MIP, PCS, IBT, AJI, dan ATS sedang diaudit DJP berkaitan dengan semua jenis pajak untuk tahun pajak 2024. Entitas-entitas ini belum menerima ketetapan atau tagihan pajak karena audit pajaknya masih berlangsung. As at the completion date of these interim consolidated financial statements, the Company, AI, RLI, ATM, APM, HBI, AML, AWP, BGN, DTI, PBMM, IMPT, MBP, SCM, ASR, LSA, AL, MIP, PCS, IBT, AJI, and ATS are being audited by the DGT for all types of taxes for fiscal year 2024. These entities have not yet received the tax audit results.
Page 117
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/106 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI 32. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES a. Sifat hubungan a. Nature of relationships Pihak berelasi/ Sifat hubungan/ Jenis transaksi/ Related parties Nature of relationships Type of transactions AlamTri Pihak berelasi lainnya/ Other related party Setoran modal/ Paid-up capital SIS Pihak berelasi lainnya/ Other related party Jasa pertambangan/Mining service MC Pihak berelasi lainnya/ Other related party Pembelian batubara/ Purchase of coal LC Pihak berelasi lainnya/ Other related party Pembelian batubara/ Purchase of coal JC Pihak berelasi lainnya/ Other related party Jasa pertambangan/ Mining service AMI Pihak berelasi lainnya/ Other related party Jasa pertambangan/ Mining service DTP Ventura bersama/Joint venture Jasa manajemen/Management fees API Pihak berelasi lainnya/Other related party Jasa sewa/Rental service PT Makmur Sejahtera Wisesa (“MSW“) Pihak berelasi lainnya/Other related party Penjualan batubara/Sales of coal PT Kalimantan Aluminium Industry (“KAI“) Pihak berelasi lainnya/Other related party Penggantian biaya/Reimbursement of expenses BEP Ventura bersama/ Joint venture Jasa manajemen/Management fees PT Tanjung Power Indonesia (“TPI“) Pihak berelasi lainnya/Other related party Penjualan batubara/Sales of coal PT Bhimasena Power Indonesia (“BPI“) Pihak berelasi lainnya/Other related party Penjualan batubara/Sales of coal TCU Ventura bersama/ Joint venture Jasa pemeliharaan/Maintenance services PT Bumi Alam Seraya (“BASR“) Pihak berelasi lainnya/ Other related party Jasa lainnya/ Other services KIPI Pihak berelasi lainnya/ Other related party Penambahan aset tetap/ Additions of fixed assets Personil manajemen kunci/ Direktur dan Komisaris Grup/ Kompensasi/ Compensation Key management personnel Directors and Commissioners of the Group b. Rincian transaksi dan saldo b. Details of transactions and balances Dalam kegiatan usahanya, Grup mengadakan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, terutama meliputi transaksi-transaksi pembelian barang dan jasa dan transaksi keuangan lainnya. In the normal course of business, the Group engages in transactions with related parties, primarily consisting of purchases of goods and services and other financial transactions. 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Piutang usaha (Catatan 8) Trade receivables (Note 8) MC 41,672 42,131 MC BPI 25,457 43,306 BPI TPI 18,250 17,782 TPI SIS 5,016 1,633 SIS Lain-lain (di bawah AS$5.000) 2,650 5,645 Others (below US$5,000) Total 93,045 110,497 Total Persentase terhadap jumlah aset 1.52% 1.84% As percentage of total assets
Page 118
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/107 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 32. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) b. Rincian transaksi dan saldo (lanjutan) b. Details of transactions and balances (continued) 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Piutang lain-lain (Catatan 9) Other receivables (Note 9) KAI 385 183 KAI BASR 135 62 BASR TPI - 144 TPI Lain-lain (di bawah AS$100) 137 157 Others (below US$100) Total 657 546 Total Persentase terhadap jumlah aset 0.01% 0.01% As percentage of total assets Investasi lain-lain (Catatan 7) Other investments (Note 7) API 127,420 - API Entitas AMC 1 - AMC entities Total 127,421 - Total Persentase terhadap jumlah aset 2.08% - As percentage of total assets Biaya dibayar di muka Prepayments AlamTri 44 12 AlamTri Persentase terhadap jumlah aset 0.00% 0.00% As percentage of total assets Tambahan aset tetap Additions of fixed asset KIPI 3,412 - KIPI Persentase terhadap jumlah aset 0.06% - As percentage of total assets Utang usaha (Catatan 16) Trade payables (Note 16) SIS 247,560 223,704 SIS MC 84,245 47,188 MC MSW 5,573 10,630 MSW AlamTri 27 8,873 AlamTri Lain-lain (di bawah AS$5.000) 7,343 5,147 Others (below US$5,000) Total 344,748 295,542 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 14.86% 11.24% As percentage of total liabilities Beban yang masih harus dibayar Accrued expenses SIS 20,248 11,158 SIS Lain-lain (di bawah AS$5.000) 788 2,856 Others (below US$5,000) Total 21,036 14,014 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.91% 0.53% As percentage of total liabilities Liabilitas sewa Lease liabilities MSW 1,289 1,297 MSW Lain-lain (di bawah AS$1.000) 328 45 Others (below US$1,000) Total 1,617 1,342 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.07% 0.05% As percentage of total liabilities Pinjaman dari pihak berelasi Loans from related parties AlamTri 389,900 761,300 AlamTri SIS 14,568 15,035 SIS Total 404,468 776,335 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 17.44% 29.53% As percentage of total liabilities Liabilitas lain-lain dan provisi Other liabilities and provision AMI 1,713 5,130 AMI Lain-lain (di bawah AS$1.000) 700 792 Others (below US$1,000) Total 2,413 5,922 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.10% 0.23% As percentage of total liabilities
Page 119
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/108 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 32. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) b. Rincian transaksi dan saldo (lanjutan) b. Details of transactions and balances (continued) 30 September 2025 2024 Pendapatan (Catatan 27) Revenues (Note 27) Penjualan batubara Sales of coal BPI 115,655 145,445 BPI TPI 14,815 16,799 TPI MC 3,816 7,111 MC Lain-lain (di bawah AS$5.000) 2,669 2,705 Others (below US$5,000) Logistik Logistics MC 97,581 88,170 MC LC 5,128 5,464 LC Lain-lain (di bawah AS$5.000) 1,468 918 Others (below US$5,000) Lain-lain Others SIS 6,794 3,765 SIS Lain-lain (di bawah AS$5.000) 2,935 3,091 Others (below US$5,000) Total 250,861 273,468 Total Persentase terhadap jumlah pendapatan 6.95% 6.75% As percentage of total revenue Beban pokok pendapatan Cost of revenues Penjualan batubara Sales of coal SIS 638,686 621,570 SIS MC 293,486 321,646 MC MSW 26,548 26,186 MSW LC 23,153 11,887 LC Lain-lain (di bawah AS$5.000) 3,958 3,345 Others (below US$5,000) Logistik Logistics SIS 1,757 1,881 SIS Lain-lain (di bawah AS$1.000) 1,117 402 Others (below US$1,000) Lain-lain Others Lain-lain (di bawah AS$1,000) 147 139 Others (below US$1,000) Total 988,852 987,056 Total Persentase terhadap jumlah beban pokok pendapatan 37.09% 33.69% As percentage of total cost of revenue Beban usaha Operating expenses AlamTri 104 28,714 AlamTri Lain-lain (di bawah AS$5.000) 2,944 4,046 Others (below US$5,000) Total 3,048 32,760 Total Persentase terhadap jumlah beban usaha 1.77% 16.20% As percentage of total operating expenses Penghasilan keuangan Finance income MC - 7,982 MC Lain-lain (di bawah AS$5.000) - 1,374 Others (below US$5,000) Total - 9,356 Total Persentase terhadap jumlah penghasilan keuangan 0.00% 13.35% As percentage of total finance income Biaya keuangan Finance costs AlamTri 23,706 16,241 AlamTri Lain-lain (di bawah AS$5.000) 1,020 1,078 Others (below US$5,000) Total 24,726 17,319 Total Persentase terhadap jumlah biaya keuangan 54.73% 32.23% As percentage of total finance costs Kebijakan harga Grup untuk transaksi dengan pihak berelasi ditetapkan berdasarkan pada harga di dalam kontrak. The Group's pricing policy for transactions with related parties is determined based on the price in the contract.
Page 120
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/109 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 32. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) b. Rincian transaksi dan saldo (lanjutan) b. Details of transactions and balances (continued) Pinjaman untuk pihak berelasi Loans to related parties AlamTri AlamTri Pada tanggal 20 Desember 2021, AI memberikan fasilitas pinjaman baru sebesar AS$100.000 kepada AlamTri. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar LIBOR ditambah persentase tertentu per tahun dan dibayar setiap semester. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Desember 2026. Pada tanggal 8 November 2023, perjanjian tersebut diubah untuk mengubah tingkat suku bunga yang berlaku atas fasilitas pinjaman ini dari LIBOR menjadi SOFR, efektif mulai tanggal 1 Juli 2023. On 20 December 2021, AI provided a new loan facility of US$100,000 to AlamTri. This loan bears interest at LIBOR plus a certain percentage per year and is paid every semester. This facility will mature on 19 December 2026. On 8 November 2023, the agreement was amended to change the interest rate applicable to this loan facility from LIBOR to SOFR, effective 1 July 2023. Pada tanggal 8 Januari 2025, AI dan AlamTri telah menandatangani pengakhiran atas perjanjian pinjaman untuk mengakhiri lebih awal perjanjian pinjaman terhitung sejak tanggal 31 Desember 2024. On 8 January 2025, AI and AlamTri have signed a termination of the loan agreement to early terminate the loan agreement effective as of 31 December 2024. Pinjaman dari pihak berelasi Loans from related parties AlamTri AlamTri Pada tahun 2012, MIP menandatangani perjanjian pinjaman dengan AlamTri. Perjanjian pinjaman ini telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir pada tanggal 8 Juli 2024 untuk mengubah ketentuan mengenai jenis fasilitas pinjaman, yang berlaku efektif sejak tanggal 14 Mei 2024. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2028. Selama tahun 2024, MIP telah melakukan pelunasan atas fasilitas pinjaman ini sebesar AS$60.000. Jumlah saldo pinjaman yang terutang pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah masing-masing sebesar AS$nihil. In 2012, MIP entered into a loan agreement with AlamTri. This loan agreement has undergone several amendments, the last amendment was on 8 July 2024 to change the provisions regarding the type of loan facility, which became effective on 14 May 2024. This loan will mature on 31 December 2028. During 2024, MIP has repaid this loan facility amounting to US$60,000. The outstanding loan balances as at 30 September 2025 and 31 December 2024 are US$nil, respectively. Pada tanggal 24 Juni 2024, Perusahaan menandatangani fasilitas pinjaman sebesar AS$1.450.000 dengan AlamTri. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar SOFR ditambah persentase tertentu per tahun dan dibayar setiap kuartal. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2028. On 24 June 2024, the Company entered into a loan agreement facility amounting to US$1,450,000 with AlamTri. This loan bears interest at SOFR plus a certain percentage per year and is paid every quarter. This facility will mature on 31 December 2028.
Page 121
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/110 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 32. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 32. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) b. Rincian transaksi dan saldo (lanjutan) b. Details of transactions and balances (continued) Pinjaman dari pihak berelasi (lanjutan) Loans from related parties (continued) AlamTri (lanjutan) AlamTri (continued) Selama periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, Perusahaan telah melakukan penarikan pinjaman sebesar AS$340.000 (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: AS$840.700) dan pembayaran sebesar AS$711.400 (untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2024: AS$nihil). Jumlah saldo pinjaman yang terutang pada tanggal 30 September 2025 adalah sebesar AS$389.900 (31 Desember 2024: AS$761.300). During the nine-month periods ended 30 September 2025, the Company has made drawdown amounting to US$340,000 (for the nine-month periods ended 30 September 2024: US$840,700) and repayment amounting to US$711,400 (for the nine-month periods ended 30 September 2024: US$nil). The total outstanding loan balance as at 30 September 2025 is US$389,900 (31 December 2024: US$761,300). c. Kompensasi manajemen kunci c. Key management compensation Personel manajemen kunci meliputi Dewan Komisaris dan Direksi Grup. Untuk beberapa periode, kompensasi sebagian anggota Dewan Komisaris dan Direksi Grup yang juga merupakan Dewan Komisaris dan Direksi AlamTri dibayarkan oleh AlamTri. Kompensasi untuk Dewan Komisaris dan Direksi Grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: Key management personnel include the Board of Commissioners (“BoC”) and the Board of Directors (“BoD”) of the Group. For certain period, the compensation of some members of the BoC and BoD of the Group, who are also BoC and BoD of AlamTri, was paid by AlamTri. The compensation for the Group's Boards of Commissioners and Directors for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 was as follows: 30 September 2025 2024 Remunerasi 8,685 7,703 Remuneration Imbalan pasca kerja 297 336 Post-employment benefits Total 8,982 8,039 Total Dewan Komisaris dan Direksi tidak menerima kompensasi lain seperti rencana opsi saham manajemen. The BoC and BoD do not receive other compensation such as management stock option plans.
Page 122
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/111 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 33. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 33. BASIC AND DILUTED EARNINGS PER SHARE 30 September 2025 2024 Laba konsolidasian periode Consolidated profit for the period berjalan yang dapat diatribusikan attributable to the owners kepada pemilik entitas induk 587,324 1,074,705 of the parent entity Rata-rata tertimbang jumlah Weighted average number of saham biasa yang beredar ordinary shares outstanding (dalam ribuan lembar saham) 7,786,892 7,008,203 (in thousands of shares) Laba per saham dasar dan dilusian Basic and diluted earnings per share yang dapat diatribusikan kepada attributable to the owners pemilik entitas induk (nilai penuh) 0.07542 0.15335 of the parent entity (full amount) Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi dilusi saham sehingga laba per saham dasar sama dengan laba per saham dilusian. Laba per saham dasar telah disesuaikan dengan pemecahan nilai nominal saham (Catatan 1a). The Company has no potential share dilution effects so basic earnings per share are the same as diluted earnings per share. Basic earnings per share have been adjusted for the split in the nominal value of the shares (Note 1a). 34. ASET DAN LIABILITAS MONETER NETO DALAM MATA UANG ASING 34. NET MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES Berikut ini adalah aset dan liabilitas moneter dengan mata uang selain Dolar AS yang dimiliki Grup: The following are monetary assets and liabilities denominated in currencies other than US Dollars owned by the Group: 30 September 2025 Jumlah setara ribuan Dolar AS/ S$ JP¥ A$ CNY Equivalent Dalam/in (nilai penuh/ (nilai penuh/ (nilai penuh/ (nilai penuh/ in thousands Rp’000 full amount) full amount) full amount) full amount) of US Dollars Aset moneter Monetary assets Cash and cash Kas dan setara kas 5,683,995,534 1,986,089 - 448,894 - 342,600 equivalents Piutang usaha 4,806,424,368 - - - - 288,155 Trade receivables Pajak dibayar dimuka 2,244,492,145 - - - 4,496,256 135,193 Prepaid taxes Deposito berjangka yang Restricted time dibatasi penggunaannya 171,530,551 - - - - 10,284 deposits Investasi lain-lain 456,453,308 - - - - 27,365 Other investments Pinjaman untuk pihak ketiga 38,832,921 - - - - 2,329 Loans to third parties Service concession Piutang jasa konsesi 666,301,257 - - - - 39,946 receivables Aset tidak lancar lain-lain 3,719,912 - - - - 223 Other non-current assets Total 14,071,749,996 1,986,089 - 448,894 4,496,256 846,095 Total Liabilitas moneter Monetary liabilities Utang usaha (8,346,164,638) - - (3,146) - (500,372) Trade payables Beban yang masih harus dibayar (2,192,113,360) (5,950) - (53,759) (83,228,796) (143,155) Accrued expenses Utang pajak (145,204,980) - - - - (8,705) Taxes payable Liabilitas imbalan kerja Short-term employee jangka pendek (16,252,025) - - - - (974) benefits liabilities Liabilitas lain-lain Other liabilities dan provisi (134,407,746) - - - - (8,058) and provision Post-employment Liabilitas imbalan benefits pasca kerja (505,990,787) - - - - (30,335) liabilities Pinjaman dari pihak berelasi (243,000,000) - - - - ( 14,568) Loan from related parties Pinjaman dari pihak ketiga (178,710,000) - - - - (10,714) Loans from third parties Utang bank (4,512,400,731) (7,615,900) - - - (276,425) Bank loans Liabilitas sewa (415,738,560) - - - - (24,925) Lease liabilities Provision for mine Provisi rehabilitasi, rehabilitation, reklamasi dan reclamation penutupan tambang (3,278,881,994) - - - - (196,576) and closure Total (19,968,864,821) (7,621,850) - (56,905) (83,228,796) (1,214,807) Total Liabilitas moneter neto (5,897,114,825) (5,635,761) - 391,989 (78,732,540) (368,712) Net monetary liabilities Dalam ekuivalen AS$ (353,544) (4,364) - 258 (11,062) (368,712) US$ equivalent
Page 123
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/112 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 34. ASET DAN LIABILITAS MONETER NETO DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) 34. NET MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES (continued) Berikut ini adalah aset dan liabilitas moneter dengan mata uang selain Dolar AS yang dimiliki Grup: (lanjutan) The following are monetary assets and liabilities denominated in currencies other than US Dollars owned by the Group: (continued) 31 Desember/ December 2024 Jumlah setara ribuan Dolar AS/ S$ JP¥ A$ CNY Equivalent Dalam/in (nilai penuh/ (nilai penuh/ (nilai penuh/ (nilai penuh/ in thousands Rp’000 full amount) full amount) full amount) full amount) of US Dollars Aset moneter Monetary assets Cash and cash Kas dan setara kas 6,094,199,899 686,880 - 99,728 - 377,637 equivalents Piutang usaha 3,942,303,387 - - - - 243,924 Trade receivables Pajak dibayar dimuka 2,247,867,859 - - - 2,632,554 139,446 Prepaid taxes Deposito berjangka yang Restricted time dibatasi penggunaannya 115,041,399 - - - - 7,118 deposits Investasi lain-lain 905,988,851 - - - - 56,057 Other investments Pinjaman untuk pihak ketiga 38,029,928 - - - - 2,353 Loans to third parties Service concession Piutang jasa konsesi 611,299,993 - - - - 37,823 receivables Aset tidak lancar lain-lain 4,468,860 - - - - 277 Other non-current assets Total 13,959,200,176 686,880 - 99,728 2,632,554 864,635 Total Liabilitas moneter Monetary liabilities Utang usaha (6,232,672,506) - (7,594) (3,300) - (385,644) Trade payables Beban yang masih harus dibayar (1,698,008,349) (193,455) - (182,441) (138,748,794) (124,290) Accrued expenses Utang pajak (29,360,002) - - - - (1,817) Taxes payable Liabilitas imbalan kerja Short-term employee jangka pendek (13,084,079) - - - - (810) benefits liabilities Liabilitas lain-lain Other liabilities dan provisi (295,342,526) - - - - (18,274) and provision Post-employment Liabilitas imbalan benefits pasca kerja (469,810,588) - - - - (29,068) liabilities Pinjaman dari pihak berelasi (243,000,000) - - - - (15,035) Loan from related parties Pinjaman dari pihak ketiga (209,825,000) - - - - (12,983) Loans from third parties Utang bank (4,182,714,551) (8,422,300) - - - (264,991) Bank loans Liabilitas sewa (80,940,093) - - - - (5,008) Lease liabilities Provision for mine Provisi rehabilitasi, rehabilitation, reklamasi dan reclamation penutupan tambang (2,964,137,902) - - - - (183,402) and closure Total (16,418,895,596) (8,615,755) (7,594) (185,741) (138,748,794) (1,041,322) Total Liabilitas moneter neto (2,459,695,420) (7,928,875) (7,594) (86,013) (136,116,240) (176,687) Net monetary liabilities Dalam ekuivalen AS$ (152,190) (5,829) (5) (18) (18,645) (176,687) US$ equivalent
Page 124
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/113 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 34. ASET DAN LIABILITAS MONETER NETO DALAM MATA UANG ASING (lanjutan) 34. NET MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES (continued) Aset dan liabilitas moneter di atas dijabarkan menggunakan kurs penutupan Bank Indonesia tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. The monetary assets and liabilities mentioned above are translated using Bank Indonesia's closing exchange rates on 30 September 2025 and 31 December 2024. Apabila aset dan liabilitas dalam mata uang selain Dolar AS pada tanggal 30 September 2025 dijabarkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian interim ini, liabilitas moneter neto akan naik sekitar AS$840. If assets and liabilities denominated in currencies other than US Dollars as at 30 September 2025 were translated using the exchange rate as at the date of completion of these interim consolidated financial statements, the total net monetary liability would increase by approximately US$840. 35. INFORMASI ARUS KAS 35. CASH FLOW INFORMATION a. Transaksi non-kas a. Non-cash transactions Tabel di bawah ini menunjukkan transaksi non- kas Grup selama periode berjalan sebagai berikut: The table below shows the Group’s non-cash transactions during the period as follows: 30 September 2025 2024 Penambahan aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dari reklasifikasi Additions of financial assets at FVOCI from investasi pada entitas asosiasi 127,421 - reclassification of investments in associates Saling hapus pajak yang dapat dipulihkan Offset recoverable taxes against dengan pembayaran royalti - 27,666 royalty payments Penambahan aset tetap melalui beban Additions of fixed assets yang masih harus dibayar, utang usaha through accruals, trade payables dan liabilitas jangka panjang lain-lain 14,243 36,782 and other non-current liabilities Perolehan aset tetap Acquisition of fixed assets melalui liabilitas sewa 24,318 1,534 under leases Penambahan aset tetap dan Additions of fixed assets properti pertambangan and mining properties through dari kapitalisasi biaya pinjaman 16,892 5,859 capitalisation of borrowing costs Penambahan kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya melalui Additions of restricted cash and time bunga roll-over 876 1,100 deposits through roll-over of interest Pendapatan bunga yang diakumulasikan Interest income accumulated ke pokok pinjaman 21 29 to loan principal Penambahan aset tetap melalui kapitalisasi Additions of fixed assets through capitalisation beban penyusutan 11 4 of depreciation expense b. Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan b. Reconciliation of liabilities arising from financing activities Tabel di bawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 sebagai berikut: The tables below set out a reconciliation of liabilities arising from financing activities for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 as follows: Perubahan non-kas/ Non-cash changes Pergerakan kurs mata uang asing/ Akresi Foreign Saldo Saldo awal/ bunga/ exchange Sewa akhir/ Beginning Arus kas/ Interest rate baru/ Ending balance Cash flows accretion movement New leases balance 30 September 2025 30 September 2025 Utang bank 686,589 (78,112) (1,769) (7,881) - 598,827 Bank loans Liabilitas sewa 5,008 (3,908) - (493) 24,318 24,925 Lease liabilities Pinjaman dari pihak berelasi 776,335 (371,400) - (467) - 404,468 Loans from related parties Pinjaman dari pihak ketiga 18,248 2 - (357) - 17,893 Loans from third parties Total 1,486,180 (453,418) (1,769) (9,198) 24,318 1,046,113 Total
Page 125
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/114 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 35. INFORMASI ARUS KAS (lanjutan) 35. CASH FLOW INFORMATION (continued) b. Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan (lanjutan) b. Reconciliation of liabilities arising from financing activities (continued) Tabel di bawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 sebagai berikut: (lanjutan) The tables below set out a reconciliation of liabilities arising from financing activities for the nine-month periods ended 30 September 2025 and 2024 as follows: (continued) Perubahan non-kas/ Non-cash changes Pergerakan kurs mata uang asing/ Akresi Foreign Saldo Saldo awal/ bunga/ exchange Sewa akhir/ Beginning Arus kas/ Interest rate baru/ Ending balance Cash flows accretion movement New leases balance 30 September 2024 30 September 2024 Utang bank 180,446 (5,748) 222 649 - 175,569 Bank loans Senior Notes 697,189 - 2,563 - - 699,752 Senior Notes Liabilitas sewa 10,356 (5,177) - 14 1,534 6,727 Lease liabilities Pinjaman dari pihak berelasi 68,173 786,293 - 371 - 854,837 Loans from related parties Pinjaman dari pihak ketiga 3,013 10,659 - 295 - 13,967 Loans from third parties Total 959,177 786,027 2,785 1,329 1,534 1,750,852 Total 36. PENGHASILAN DAN BIAYA KEUANGAN 36. FINANCE INCOME AND COSTS a. Penghasilan keuangan a. Finance income 30 September 2025 2024 Penghasilan bunga dari bank 42,917 60,716 Interest income from banks Penghasilan bunga dari pinjaman 38 9,392 Interest income from loans Lain-lain 46 - Others Total 43,001 70,108 Total b. Biaya keuangan b. Finance costs 30 September 2025 2024 Beban bunga dari pinjaman 25,302 17,317 Interest expenses from loans Bunga dari utang bank Interest on bank loans dan Senior Notes 17,535 33,052 and Senior Notes Lain-lain 2,338 3,368 Others Total 45,175 53,737 Total
Page 126
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/115 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 37. SEGMEN OPERASI 37. OPERATING SEGMENTS Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan laporan yang ditelaah oleh Direksi, yang telah diidentifikasikan sebagai pengambil keputusan operasional utama Grup, dalam mengambil keputusan strategis. Management has determined the operating segments based on reports reviewed by the Board of Directors, which has been identified as the Group’s chief operating decision maker, which makes strategic decisions. Direksi mempertimbangkan operasi bisnis dari perspektif jenis bisnis yang terdiri dari pertambangan dan perdagangan batubara, logistik, penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa penunjangnya dan lain- lain (manajemen aset dan sebagainya). The Board of Directors considers the business operation from a business type perspective, which comprises coal mining and trading, logistics, electricity asset rental and its supporting services and others (asset management, etc.). Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk pelaporan segmen diungkapkan sesuai dengan ketentuan dalam PSAK, adalah sebagai berikut: The segment information provided to the Board of Directors for the reportable segments disclosed in accordance with the provisions in SFAS, was as follows: 30 September 2025 Penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa Pertambangan penunjangnya/ dan Electricity perdagangan asset rental batubara/ and its Coal mining Logistik/ supporting Lain-lain/ Eliminasi/ Konsolidasi/ and trading Logistics services Others Eliminations Consolidated Pendapatan di luar segmen 3,448,282 139,838 - 21,008 - 3,609,128 External revenue Pendapatan antar segmen - 284,313 - 38,954 (323,267) - Inter-segment revenue Pendapatan usaha 3,448,282 424,151 - 59,962 (323,267) 3,609,128 Revenue Beban pokok pendapatan (2,730,206) (206,187) - (23,991) 294,517 (2,665,867) Cost of revenue Beban penjualan dan Selling and marketing pemasaran (51,302) - - - - (51,302) expenses Beban umum dan General and administrative administrasi (87,303) (31,293) (2,618) (14,981) 15,683 (120,512) expenses Biaya keuangan (21,217) (2,243) (24) (45,889) 24,198 (45,175) Finance costs Penghasilan keuangan 51,389 5,393 2,000 6,063 (21,844) 43,001 Finance income Beban pajak penghasilan (153,930) (5,186) 15 (4,789) 6,202 (157,688) Income tax expense Laba periode berjalan 477,066 182,404 (1,281) 602 (3,922) 654,869 Profit for the period Penyusutan dan Depreciation and amortisasi (27,453) (33,895) (176) (5,320) (20,951) (87,795) amortisation 30 September 2025 30 September 2025 Aset segmen 2,597,832 767,373 725,198 1,053,159 206,221 5,349,783 Segment assets Investasi pada entitas Investments in asosiasi dan associates and ventura bersama 754,206 370 - 7,565 - 762,141 joint ventures Total aset segmen 3,352,038 767,743 725,198 1,060,724 206,221 6,111,924 Total segment assets Liabilitas segmen 1,609,196 96,769 465,253 889,181 (741,197) 2,319,202 Segment liabilities
Page 127
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/116 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 37. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 37. OPERATING SEGMENTS (continued) Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk pelaporan segmen adalah sebagai berikut: (lanjutan) The segment information provided to the Board of Directors for the reportable segments is as follows: (continued) 30 September 2024 Penyewaan aset ketenagalistrikan dan jasa Pertambangan penunjangnya/ dan Electricity perdagangan asset rental batubara/ and its Coal mining Logistik/ supporting Lain-lain/ Eliminasi/ Konsolidasi/ and trading Logistics services Others Eliminations Consolidated Pendapatan di luar segmen 3,900,971 129,260 - 19,727 - 4,049,958 External revenue Pendapatan antar segmen - 294,018 - 19,116 (313,134) - Inter-segment revenue Pendapatan usaha 3,900,971 423,278 - 38,843 (313,134) 4,049,958 Revenue Beban pokok pendapatan (3,017,412) (194,914) - (22,894) 305,049 (2,930,171) Cost of revenue Beban penjualan dan Selling and marketing pemasaran (47,309) - - - - (47,309) expenses Beban umum dan General and administrative administrasi (115,879) (23,202) (909) (15,977) 1,083 (154,884) expenses Biaya keuangan (42,285) (65) (19) (56,461) 45,093 (53,737) Finance costs Penghasilan keuangan 87,701 5,153 4,406 14,010 (41,162) 70,108 Finance income Beban pajak penghasilan (164,457) (5,764) 7 (6,491) 9,475 (167,230) Income tax expense Laba periode berjalan 663,582 202,852 3,797 251,816 44,849 1,166,896 Profit for the period Penyusutan dan Depreciation and amortisasi (29,705) (27,024) (89) (4,721) (25,836) (87,375) amortisation 31 Desember 2024 31 December 2024 Aset segmen 2,792,780 675,604 502,583 1,105,159 29,129 5,105,255 Segment assets Investasi pada entitas Investments in asosiasi dan associates and ventura bersama 751,121 239 - 136,043 - 887,403 joint ventures Total aset segmen 3,543,901 675,843 502,583 1,241,202 29,129 5,992,658 Total segment assets Liabilitas segmen 1,614,310 100,557 241,347 1,601,468 (928,506) 2,629,176 Segment liabilities Mayoritas aset tidak lancar Grup berada di Indonesia. The majority of the Group’s non-current assets are located in Indonesia. Penjualan berdasarkan tujuan adalah sebagai berikut: Sales by destination were as follows: 30 September 2025 2024 Domestik 824,906 800,783 Domestic Ekspor Export - Malaysia 702,444 731,346 Malaysia - - India 597,452 389,081 India - - Cina 377,750 588,423 China - - Jepang 331,868 496,080 Japan - - Korea 292,544 369,225 Korea - - Filipina 141,152 190,621 Philippines - - Hong Kong 97,047 169,874 Hong Kong - - Taiwan 73,115 117,476 Taiwan - - Thailand 60,906 86,340 Thailand - - Lain-lain 109,944 110,709 Others - Total 3,609,128 4,049,958 Total Penjualan antar segmen dilakukan berdasarkan pada harga di dalam kontrak. Pendapatan dari pihak eksternal yang dilaporkan kepada Direksi diukur dengan cara yang sama sebagaimana disampaikan pada laba rugi. Sales between segments are carried out at contracted prices. The revenue from external parties reported to the Board of Directors is measured in a manner consistent with that presented in profit or loss. Jumlah yang dilaporkan kepada Direksi sehubungan dengan jumlah aset dan liabilitas diukur dengan cara yang konsisten dengan yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim. The amounts provided to the Board of Directors with respect to total assets and liabilities are measured in a manner consistent with the reporting in the interim consolidated statements of financial position.
Page 128
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/117 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES a. Perjanjian penambangan, pengangkutan, pemindahan batubara, dan perjanjian terkait lainnya a. Coal mining, hauling, barging, transhipment and other related agreements AI, sebagai produsen batubara, mengadakan sejumlah perjanjian penambangan batubara. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut, AI diharuskan membayar biaya sewa dan biaya jasa kepada kontraktor, dihitung secara bulanan, berdasarkan rumus yang meliputi jumlah batubara mentah yang diangkut dan overburden yang ditambang dan diangkut. Kontraktor akan menyediakan sarana, mesin, perlengkapan, dan barang-barang lain yang diperlukan dan dalam kondisi tertentu dapat menggunakan peralatan AI sendiri untuk melakukan jasa penambangan dan transportasi, dan diharuskan memenuhi persyaratan minimum produksi tertentu. AI, as a coal producer, has entered into a number of coal mining agreements. Under the agreements, AI is required to pay contractors a rental fee and a service fee, calculated on a monthly basis, based on a formula that includes the amount of raw coal transported and overburden mined and transported. The contractors will provide the equipment, machinery, appliances and other supplies necessary and also in some instances may use AI’s own equipment for performing the mining and transportation services and are required to meet certain minimum production requirements. AI juga mengadakan perjanjian pengangkutan, transportasi, dan pemindahan batubara dengan kontraktor untuk menyediakan jasa transportasi dari wilayah utama AI ke pelabuhan tujuan yang telah ditentukan dan menyediakan jasa floating crane dari tongkang kontraktor ke kapal pelanggan. AI diharuskan membayar biaya jasa kepada kontraktor, dihitung secara bulanan, berdasarkan suatu rumus yang meliputi jumlah batubara yang diangkut. AI has also entered into coal barging, transport and transhipment agreements with contractors to provide coal transportation services from AI’s main areas to certain port destinations and to provide floating crane services from the contractors’ barge to customers’ vessels. AI is required to pay contractors a service fee, calculated on a monthly basis, based on a formula that takes into account the amount of coal transported. Pada tanggal 11 September 2015, AI mengadakan perjanjian penyediaan bahan bakar minyak dengan PT Pertamina (Persero) (“Pertamina”), dimana AI diharuskan membayar kepada Pertamina berdasarkan suatu rumus yang meliputi jumlah bahan bakar minyak yang disediakan dan harga pasar atas bahan bakar minyak dan AI juga diharuskan membeli jumlah minimum tertentu volume bahan bakar minyak setiap tahun. Perjanjian ini berlaku efektif pada tanggal 1 November 2015. Sejak tanggal 16 September 2021, berdasarkan perjanjian novasi atas fuel supply agreement yang telah dibuat dan ditandatangani oleh dan antara AI, Pertamina, dan PT Pertamina Patra Niaga, seluruh tanggung jawab, hak dan kewajiban Pertamina berdasarkan perjanjian penyediaan bahan bakar minyak dialihkan kepada PT Pertamina Patra Niaga. Perjanjian novasi ini diubah terakhir berdasarkan amandemen III atas fuel supply agreement untuk memperpanjang jangka waktu perjanjian sampai dengan 31 Januari 2023 (“FSA”). On 11 September 2015, AI entered into a fuel supply agreement with PT Pertamina (Persero) (“Pertamina”), whereby AI is required to pay Pertamina a price, based on a formula that consists of the volume of fuel supplied and the market price of fuel, and AI is required to purchase a minimum annual volume of fuel. This agreement was effective from 1 November 2015. Since 16 September 2021, according to the novation agreement of fuel supply agreement that has been made and signed by and between AI, Pertamina, and PT Pertamina Patra Niaga, all of the responsibilities, rights and obligations of Pertamina under the fuel supply agreement were transferred to PT Pertamina Patra Niaga. This novation agreement was amended last by amendment III of the fuel supply agreement to extend the term until 31 January 2023 (“FSA”). Pada tanggal 31 Januari 2023, AI mengadakan perjanjian penyediaan bahan bakar minyak dengan PT Pertamina Patra Niaga melanjutkan perjanjian antara AI dengan PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya tertuang dalam FSA. Perjanjian penyediaan bahan bakar ini berlaku sampai dengan 30 September 2029. Perjanjian ini beberapa kali di amandemen, dengan amandemen terbaru tertanggal 4 November 2024 untuk mengubah beberapa ketentuan, yang berlaku efektif mulai 1 Februari 2023. On 31 January 2023, AI entered into a new fuel supply agreement with PT Pertamina Patra Niaga which continues the agreement between AI and PT Pertamina Patra Niaga previously stated in the FSA. This fuel supply agreement effective until 30 September 2029. This agreement has been amended several times, with the latest amendment dated 4 November 2024 to change several provisions, effective from 1 February 2023.
Page 129
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/118 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) a. Perjanjian penambangan, pengangkutan, pemindahan batubara, dan perjanjian terkait lainnya (lanjutan) a. Coal mining, hauling, barging, transhipment and other related agreements (continued) Berikut ini adalah pihak-pihak yang mengadakan perjanjian dengan Grup: The following are counterparties of the Group’s commitments: Kontraktor/ Contractor Nomor perjanjian/ Agreement number Tipe perjanjian/ Agreement type Tanggal perjanjian/ Agreement date Tanggal efektif/ Effective date Akhir periode perjanjian/ Contract period end PT Bukit Makmur Mandiri Utama TS023/AI-BUMA/PKS/VI/2021 Jasa pertambangan/ Mining services 29 Juni/ June 2021 29 Juni/ June 2021 31 Desember/December 2025 SIS AI-SIS/OB&CM-2/2008 Pengupasan lapisan tanah dan penambangan batubara/ Stripping overburden and mining coal 3 Agustus/ August 2009 1 Januari/ January 2009 30 September 2042 SIS AI-SIS/CH-2/2008 Pengangkutan batubara/ Coal transportation 3 Agustus/ August 2009 1 Januari/ January 2009 30 September 2042 SIS - Sewa alat berat/ Heavy equipment rent 1 Oktober/ October 2012 1 Oktober/ October 2012 30 September 2042 SIS - Pengangkutan batubara/ Coal transportation 20 Januari/ January 2017 1 April 2016 31 Desember/December 2024*) PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk Barge/AI-MBSS/2010-2017 Pengangkutan batubara/ Coal barging 1 Oktober/ October 2010 1 Oktober/ October 2010 30 September 2026 PT Pertamina Patra Niaga KTR-007/PNA000000/2023-S0 Pemasokan bahan bakar/ Fuel supply 31 Januari/ January 2023 1 Februari/ February 2023 30 September 2029 PT Putra Perkasa Abadi 31/AI-NT/IV/2024 Jasa pertambangan/ Mining services 16 April 2024 1 Januari/ January 2023 30 September 2027 *) Perjanjian ini sedang dalam proses perpanjangan *) This agreement is in the process of extension b. Fasilitas bank b. Banking facilities Pada tanggal 5 September 2007, AI mengadakan perjanjian fasilitas perbankan dengan HSBC untuk penerbitan garansi bank. Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir pada tanggal 19 Desember 2016. Fasilitas ini memiliki limit fasilitas sebesar AS$45.000. Fasilitas ini tidak diikat dengan jaminan apapun. Perjanjian ini berlaku sampai HSBC membatalkan, menghentikan atau membebaskan AI secara tertulis dari kewajibannya berdasarkan perjanjian, atau perjanjian terkait lainnya. HSBC mengakhiri fasilitas ini sesuai dengan tanggal jatuh tempo terakhir dari bank garansi, yaitu pada bulan Juli 2025. On 5 September 2007, AI entered into a banking facility agreement with HSBC to issue bank guarantees. This agreement has been amended several times with the latest amendment dated 19 December 2016. The facility had a limit facility amounting to US$45,000. This facility is not bound by any collateral. This agreement is valid until HSBC cancels, ceases or discharges AI in writing from its obligation under the agreement, or any other related agreement. HSBC terminated this facility in accordance with the latest maturity date of the bank guarantee, which falls in July 2025. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, total fasilitas perbankan yang sudah digunakan oleh AI sebesar AS$nihil dan AS$400. Fasilitas tersebut digunakan sehubungan dengan kontrak penjualan dan jaminan reklamasi. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the total banking facilities used by AI amounted to US$nil and US$400. These facilities are used in connection with sales contracts and reclamation guarantees.
Page 130
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/119 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) b. Fasilitas bank (lanjutan) b. Banking facilities (continued) Pada tanggal 28 April 2014, AI mengadakan perjanjian fasilitas perbankan dengan Bank Mandiri. Fasilitas ini disediakan untuk penerbitan treasury line dengan limit sebesar AS$75.000 dan fasilitas garansi bank dengan limit sebesar AS$50.000 dalam bentuk jaminan penawaran dan pelaksanaan. Fasilitas ini dapat digunakan oleh perusahaan afiliasi tertentu dengan syarat dan ketentuan tertentu. Fasilitas ini tidak diikat dengan jaminan apapun. Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir pada tanggal 11 November 2024 untuk mengubah daftar pihak untuk penggunaan global line. Fasilitas bank garansi hanya berlaku sampai dengan 27 April 2023 dan fasilitas treasury line berlaku sampai dengan 27 April 2025 dan sudah tidak diperpanjang kembali. On 28 April 2014, AI entered into a banking facility agreement with Bank Mandiri. The facility is provided to issue a treasury line with a total limit amounting to US$75,000 and bank guarantees with a total limit amounting to US$50,000 in the form of bid and performance bonds. This facility can also be used by certain affiliated companies with certain terms and conditions. This facility is not bound by any collateral. The agreement has been amended several times with the latest amendments dated 11 November 2024 to amend the list of parties for global line usage. The bank guarantees facility was valid until 27 April 2023 and the treasury line facility is valid until 27 April 2025 and is not extended. Pada tanggal 27 Februari 2025, Perusahaan menandatangani Perjanjian Fasilitas Bank Garansi dan Fasilitas Forex Line dengan BRI untuk pemberian fasilitas garansi bank dengan plafond maksimal sebesar AS$80.000 yang dapat digunakan untuk penerbitan tender/bid bond, advance payment bonds, performance bonds, maintenance bonds, jaminan reklamasi, persetujuan penggunaan kawasan hutan, Standby Letters of Credit (“SBLC”)/Demand Guarantee (Counter Standby/Guarantee), dan payment guarantee, serta pemberian fasilitas foreign exchange line maksimal sebesar AS$300.000 (‘’Akta Perjanjian Fasilitas BRI’’). On 27 February 2025, the Company signed a Bank Guarantee Facility and Forex Line Facility Agreement with BRI for the provision of a bank guarantee facility with a maximum ceiling of US$80,000 which can be used for the issuance of tender/bid bonds, advance payment bonds, performance bonds, maintenance bonds, reclamation guarantees, forestry lease-use permission guarantees, Standby Letters of Credit (“SBLC”)/Demand Guarantee (Counter Standby/Guarantee), and payment guarantees, as well as the provision of a foreign exchange line facility with a maximum of US$300,000 (‘’Deed of BRI Facility Agreement’’). Fasilitas ini juga dapat digunakan oleh beberapa entitas anak Perusahaan dengan syarat dan ketentuan berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas BRI. Fasilitas ini tidak diikat dengan jaminan apapun dan berlaku sampai dengan tanggal 27 Februari 2027. This facility can also be used by several subsidiaries of the Company with certain terms and conditions based on Deed of BRI Facility Agreement. This facility is not bound by any collateral and is valid until 27 February 2027.
Page 131
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/120 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) b. Fasilitas bank (lanjutan) b. Banking facilities (continued) Pada tanggal 11 Agustus 2025, Perusahaan menandatangani Perjanjian Fasilitas Non-Cash Loan Bank Garansi dengan Bank Mandiri untuk penerbitan Bank Garansi/Counter Guarantee/ SBLC/Counter SBLC dengan total limit sebesar AS$75.000 untuk jaminan reklamasi, jaminan pembayaran, jaminan pelaksanaan, tender bond, jaminan retensi, dan jenis garansi lainnya yang mendukung usaha Perusahaan (‘’Akta Perjanjian Fasilitas Non-Cash Loan Bank Garansi’’). On 11 August 2025, the Company signed a Non- Cash Loan Bank Guarantee Facility with Bank Mandiri to issue Bank Guarantee/Counter Guarantee/SBLC/ Counter SBLC with a total limit amounting to US$75,000 for reclamation guarantees, payment guarantees, performance bond, tender bond, retention bond, and other types of guarantees that support the Company’s business (‘’Deed of Non-Cash Loan Bank Guarantee Facility Agreement’’). Fasilitas ini juga dapat digunakan oleh beberapa entitas anak Perusahaan dengan syarat dan ketentuan berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas Non-Cash Loan Bank Garansi. Fasilitas ini tidak diikat dengan jaminan apapun dan berlaku sampai dengan tanggal 10 Agustus 2026. This facility can also be used by several subsidiaries of the Company with certain terms and conditions based on Deed of Non-Cash Loan Bank Guarantee Facility Agreement. This facility is not bound by any collateral and is valid until 10 August 2026. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, total fasilitas perbankan yang sudah digunakan oleh Grup adalah masing- masing sebesar AS$73.138 dan AS$82.011. Fasilitas yang digunakan sehubungan dengan counter guarantee, jaminan reklamasi, demand guarantee dan jaminan pelaksanaan. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the total banking facilities used by the Group amounted to US$73,138 and US$82,011, respectively. Facilities used in connection with counter guarantee, reclamation guarantee, demand guarantee and performance guarantee. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, AIS memiliki uncommitted trade facilities dengan total sebesar AS$100.000 dari bank tertentu. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, total fasilitas perbankan yang sudah digunakan oleh AIS sebesar AS$nihil. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, AIS has uncommitted trade facilities for a total of US$100,000 from certain bank. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the total banking facilities used by AIS amounted to US$nil. c. Komitmen penjualan c. Sales commitments Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, AI dan MIP memiliki beberapa komitmen untuk mengirimkan batubara kepada beberapa pelanggan dengan total nilai berkisar sebesar 42 juta metrik ton (tidak direviu) dan 55 juta metrik ton (tidak diaudit), bergantung kepada kesepakatan harga. Batubara tersebut akan dikirimkan secara periodik dari tahun 2025 sampai 2032. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, AI and MIP had various commitments to deliver coal to various customers approximately totalling 42 million metric tonnes (unreviewed) and 55 million metric tonnes (unaudited), subject to price agreements. The coal will be delivered periodically from 2025 until 2032. d. Komitmen belanja modal d. Capital expenditure commitments Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mempunyai pesanan pembelian untuk kapal, peralatan tambang, konstruksi jalan tambang dan infrastruktur masing-masing sebesar AS$130.117 dan AS$211.460. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the Group had purchase orders for vessels, mining equipment, hauling roads and infrastructure construction amounting to US$130,117 and US$211,460, respectively.
Page 132
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/121 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) e. Pungutan penggunaan kawasan hutan e. Levy for use of forestry areas Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Kementerian Kehutanan, diatur bahwa penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan diluar kegiatan kehutanan dikenakan pungutan PNBP atas seluruh area kawasan hutan yang dipinjam-pakaikan dan seluruh area perjanjian pinjam pakai kawasan hutan yang masih berlaku sesuai kriteria penggunaannya dengan tarif tahunan berkisar dari Rp1.600.000/hektar sampai dengan Rp4.000.000/hektar (nilai penuh). Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Agustus 2014 dan Grup telah mengakui pungutan PNBP ini secara akrual. Based on Government Regulation No. 33 Year 2014 on the Type and Tariff of PNBP from the Use of Forestry Area for the Interest of Development other than Forestry Activities Applicable to the Forestry Ministry, it is stipulated that the use of forestry areas for the interest of development other than forestry activities is subject to a PNBP levy for the entire forest area that is leased and used and for the entire forest area for which lease and use agreements are still effective, in accordance with the utilisation criteria, with an annual tariff ranging from Rp1,600,000/hectare to Rp4,000,000/hectare (full amount). This Government Regulation is effective from August 2014 and the Group has recognised this PNBP levy on an accrual basis. Pada tanggal 30 September 2024, Pemerintah mengundangkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menetapkan bahwa penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan dikenakan pungutan PNBP dengan tarif tahunan berkisar antara Rp2.500.000/hektar hingga Rp4.700.000/hektar. Peraturan ini mencabut PP No. 33/2014. Namun, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2022 (“PP No. 15/2022”), ketentuan PNBP di bidang lingkungan hidup dan kehutanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang PNBP yang berlaku pada saat IUPK untuk Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian diterbitkan, yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2014. Meskipun PP No. 15/2022 telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 18/2025, ketentuan terkait pengenaan PNBP di bidang lingkungan hidup dan kehutanan tidak mengalami perubahan. On 30 September 2024, the Government issued Government Regulation No. 36 Year 2024 on the Type and Tariff of Non-Tax State Revenue applicable to the Environment and Forestry Ministry which stipulates that the use of forestry area for the interest of development other than forestry activities is subject to a PNBP levy with an annual tariff ranging from Rp2,500,000/hectare to Rp4,700,000/hectare. This regulation has revoked GR No. 33/2014. However, according to Government Regulation No. 15 of 2022 (“GR No. 15/2022”), the provisions regarding the PNBP in the environment and forestry sectors shall be based on the regulation which prevails on the time of IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operation is issued, which is based on GR No. 33/2014. Although GR No.15/2022 has been amended by Government Regulation No. 18/2025, the provisions regarding the PNBP in the environment and forestry sectors has not changed. f. Perjanjian Fasilitas Bahan Bakar f. Fuel Facilities Agreement Pada tanggal 31 Januari 2023, IBT mengadakan Perjanjian Fasilitas Bahan Bakar baru dengan PT Pertamina Patra Niaga, di mana PT Pertamina Patra Niaga setuju untuk menyewa fasilitas bahan bakar tersebut dan IBT akan melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas bahan bakar di terminal tersebut, dengan tujuan untuk memasok bahan bakar ke Grup Adaro dan pihak ketiga. Atas penggunaan fasilitas tersebut, PT Pertamina Patra Niaga setuju untuk membayar biaya sewa, biaya pengoperasian dan pemeliharaan per barel bahan bakar yang dimuat dan biaya penanganan pelabuhan per kiloliter berdasarkan bahan bakar yang dibongkar dan dimuat. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 30 September 2029. On 31 January 2023, IBT entered into a new Fuel Facility Agreement with PT Pertamina Patra Niaga, whereby PT Pertamina Patra Niaga agreed to lease the fuel facilities and IBT will carry out the operation and maintenance of the fuel facilities in the terminal, for the purpose of supplying fuel to Adaro Group and third parties. For the use of the facilities, PT Pertamina Patra Niaga agreed to pay a lease fee, operation and maintenance fee per barrel of fuel loaded and a port handling fee per kilolitre based on the fuel discharged and loaded. This agreement is valid until 30 September 2029.
Page 133
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/122 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) g. Undang-Undang Pertambangan g. Mining Law Pada tanggal 10 Juni 2020, telah diundangkan Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (“UU No. 3/2020”). On 10 June 2020, Law No. 3 of 2020 on Amendment to Law No. 4 of 2009 on Mineral and Coal Mining ("Law No. 3/2020") was promulgated. UU No. 3/2020 mengatur beberapa hal, di antaranya ketentuan terkait hak, kewajiban, dan larangan dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. UU No. 3/2020 telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir melalui Undang-Undang No. 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Law No. 3/2020 governs several provisions, including provisions related to rights, obligations, and prohibitions in mineral and coal mining business activities. Law No. 3/2020 has undergone several amendments with the latest amendment through Law No. 2 of 2025 regarding the fourth amendment of Law No. 4 of 2009 regarding Mineral and Coal Mining. Pada tanggal 9 September 2021, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 96 Tahun 2021 (“PP No. 96/2021”) yang mengatur mengenai Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Pemerintah Indonesia telah melakukan perubahan terhadap PP No. 96/2021 dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 25/2024 pada tanggal 30 Mei 2024 dan perubahan keduanya melalui penerbitan Peraturan Pemerintah No. 39/2025 pada tanggal 11 September 2025. On 9 September 2021, the Government issued Government Regulation No. 96 of 2021 (“GR No.96/2021”) concerning the Implementation of Mineral and Coal Business Activities. The Indonesian government has amended PP No. 96/2021 by issuing Government Regulation No. 25/2024 on 30 May 2024 and its second amendment through the issuance of Government Regulation No. 39/2025 on 11 September 2025. Grup terus memonitor perkembangan peraturan pelaksana Undang-Undang tersebut secara ketat dan akan mempertimbangkan dampak terhadap operasi Grup, jika ada, pada saat peraturan-peraturan pelaksana ini diterbitkan. The Group is closely monitoring the progress of the implementing regulations for the Law and will consider the impact on the Group’s operations, if any, as these regulations are issued. h. Peraturan Menteri No. 25/2013 h. Ministerial Regulation no. 25/2013 Pada bulan Agustus 2013, KESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 25/2013 mengenai penyediaan, pemanfaatan, dan tata niaga bahan bakar nabati sebagai bahan bakar lain. Peraturan ini menyatakan bahwa perusahaan pertambangan harus secara bertahap mencampurkan bahan bakar nabati dengan bahan bakar solar. In August 2013, the MoEMR issued Ministerial Regulation No. 25/2013 on the supply, use of and trade in biofuel as an alternative energy source. This regulation requires coal companies to gradually blend biofuel with diesel fuel. Pada tanggal 19 Februari 2025, KESDM menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati yang berlaku sejak 25 Februari 2025 dan mencabut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008, termasuk Peraturan Menteri No. 25/2013. On 19 February 2025, the MoEMR issued Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 4 of 2025 concerning the Business and Utilisation of Biofuels which came into effect on 25 February 2025 and revoked Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 32 of 2008 concerning the Provision, Utilisation, and Trade of Biofuels as Other Fuels as amended several times, most recently by Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 12 of 2015 concerning the Third Amendment to Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 32 of 2008, including Regulation of the Minister No. 25/2013.
Page 134
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/123 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) h. Peraturan Menteri No. 25/2013 (lanjutan) h. Ministerial Regulation no. 25/2013 (continued) Grup terus memonitor penerapan peraturan ini dan dampaknya terhadap operasi Grup. The Group is closely monitoring the adoption of this regulation and its impact upon the Group’s operations. i. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.59/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/10/2019 i. Ministerial Regulation of Environment and Forestry No. P.59/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/10/2019 Pada bulan November 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (“KLHK”) mengeluarkan Peraturan Menteri No. P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai. In November 2019, the Ministry of Environment and Forestry (“MoE&F”) issued Ministerial Regulation No. P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 regarding the Planting for the Rehabilitation of Watershed Areas. Peraturan ini merupakan pedoman bagi pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (“IPPKH”) yang memiliki kewajiban untuk melakukan penanaman rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (“DAS”) pada lokasi yang ditetapkan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam peraturan ini, dan dengan tata cara pelaksanaan penanaman sesuai ketentuan yang diatur dalam peraturan ini. This regulation is a guideline for Borrow and Use of Forest Area Permit (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan/”IPPKH”) holders, who are obligated to perform rehabilitation of watershed at a location stipulated in accordance with the provisions set forth in this regulation, and with the procedure of rehabilitation according to the provisions set forth in this regulation. AI sebagai pemegang IPPKH (saat ini menjadi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (“PPKH”)) sudah mulai melaksanakan kewajiban atas penanaman rehabilitasi DAS tersebut dan telah mengakui kewajiban ini secara akrual. Grup terus memonitor penerapan peraturan ini dan dampaknya terhadap operasi Grup. AI as the holder of an IPPKH (currently known as Forest Area Usage Agreement (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan/”PPKH”)) has started to fulfil the obligation by planting the rehabilitation of the watershed and have recognised this obligation on an accrual basis. The Group is closely monitoring the adoption of this regulation and its impact upon the Group’s operations. j. Peraturan Menteri No. 48/2017 j. Ministerial Regulation No. 48/2017 Pada tanggal 3 Agustus 2017, KESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 48/2017 tentang Pengawasan Pengusahaan di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (“Permen No. 48/2017”). Peraturan ini di antaranya mengatur mengenai persyaratan pengalihan saham dan perubahan Direksi dan/atau Komisaris. Setiap pengalihan saham di AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA dan MIP memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari KESDM. On 3 August 2017, the MoEMR issued Ministerial Regulation No. 48/2017 regarding the Control of Enterprises in the Energy and Mineral Resources Sector (“Ministerial Regulation No. 48/2017”). This regulation governs the transfer of shares and changes in the Directors and/or Commissioners. Any transfer of shares of AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA and MIP is subject to the prior approval of the MoEMR.
Page 135
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/124 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) k. Peraturan Menteri No. 7/2020 k. Ministerial Regulation No. 7/2020 Pada tanggal 3 Maret 2020, KESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 7/2020 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan dan Pelaporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (“Permen No. 7/2020”). Permen No. 7/2020 ini antara lain mencabut Peraturan Menteri No. 11/2018 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (“Permen No. 11/2018”), Peraturan Menteri No. 22/2018 tentang Perubahan atas Permen No. 11/2018, Peraturan Menteri No. 51/2018 tentang Perubahan Kedua atas Permen No. 11/2018 dan ketentuan mengenai perubahan Direksi dan/atau Komisaris di bidang pertambangan mineral dan batubara sebagaimana diatur dalam Permen No. 48/2017. On 3 March 2020, the MoEMR issued Ministerial Regulation No. 7/2020 regarding Procedures for the Granting of Areas, Licensing and Reporting on Mineral and Coal Mining Activities (“Permen No. 7/2020”). Permen No. 7/2020 revokes, among others, Ministerial Regulation No. 11/2018 on the Procedures for the Granting of Areas, Licensing and Reporting on Mineral and Coal Mining Activities (“Permen No. 11/2018”), Ministerial Regulation No. 22/2018 on the Amendment to Permen No. 11/2018, Ministerial Regulation No. 51/2018 on the Second Amendment to Permen No. 11/2018 and provisions regarding changes in the Directors and/or Commissioners in the mineral and coal mining sector as stipulated in Ministerial Regulation No. 48/2017. Permen No. 7/2020 ini di antaranya mengatur tentang penyiapan dan penetapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (“WIUP”) dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (“WIUPK”), Sistem Informasi Wilayah Pertambangan, tata cara pemberian WIUP dan WIUPK, tata cara pemberian perizinan, hak, kewajiban, dan larangan dan rencana kerja anggaran biaya dan laporan. Berdasarkan persyaratan dan ketentuan atau tata cara dalam Permen No. 7/2020 tersebut, setiap perubahan saham di AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA dan MIP wajib terlebih dahulu mendapatkan persetujuan KESDM atau gubernur sesuai dengan kewenangannya dan setiap perubahan Direksi dan/atau Komisaris di AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA dan MIP wajib disampaikan kepada KESDM atau gubernur sesuai kewenangannya. Namun demikian, berdasarkan UU No. 3/2020, seluruh kewenangan pemerintah daerah di bidang pertambangan mineral dan batubara dialihkan kepada pemerintah pusat. Permen No. 7/2020 ini telah diubah dengan Peraturan Menteri No. 16/2021 tentang Perubahan atas Permen No. 7/2020 yang diterbitkan pada tanggal 29 Juni 2021. Permen No. 7/2020 regulates the preparation and determination of Mining Permit Areas (“WIUP”) and Special Mining Permit Areas (“WIUPK”), Information System of Mining Areas, procedures for granting WIUP and WIUPK, licensing procedures, rights, obligations and prohibitions and budget work plans and reports. Based on the terms and conditions or procedures in Permen No. 7/2020, any changes in shares of AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA and MIP are subject to prior approval from the MoEMR or the governor according to their authority and any changes in Directors and/or Commissioners of AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA and MIP must be submitted to the MoEMR or governor according to their authority. However, based on Law No. 3/2020, all authorities of local government in coal and mineral mining have been transferred to the central government. Permen No. 7/2020 has been amended through Ministerial Regulation No. 16/2021 regarding the Amendment to Permen No. 7/2020 issued on 29 June 2021. Pada tanggal 19 April 2018, KESDM menerbitkan Keputusan Menteri No. 1796K/30/MEM/2018 mengenai Pedoman Pelaksanaan Permohonan, Evaluasi, serta Penerbitan Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang di antara lain mengatur pedoman pelaksanaan permohonan, evaluasi, dan penerbitan IUPK Operasi Produksi perpanjangan dari Kontrak Karya atau PKP2B yang telah berakhir. On 19 April 2018, the MoEMR issued Ministerial Decree No. 1796K/30/MEM/2018 regarding the Guidelines for the Application, Evaluation, and Issuance of Licences in the Mineral and Coal Mining Sector, which among others regulates the guidelines for the implementation of application, evaluation and the issuance of an IUPK Operation Production as an extension of an expired Contract of Work or CCA/CCoW.
Page 136
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/125 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) l. Peraturan Menteri No. 7/2017 l. Ministerial Regulation No. 7/2017 Pada tanggal 11 Januari 2017, KESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 7/2017, yang telah terakhir kali diubah melalui Peraturan Menteri No. 11/2020 yang mengatur tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 7/2017, beberapa ketentuan di Peraturan Menteri No. 17/2010 berhubungan dengan harga patokan penjualan untuk mineral dan batubara dicabut sejak tanggal tersebut. On 11 January 2017, the MoEMR issued Ministerial Regulation No. 7/2017, which was most recently amended through Ministerial Regulation No. 11/2020, regulating the Procedures for the Setting of Benchmark Prices for Metal Minerals and Coal Sales. Under the Ministerial Regulation No. 7/2017, the provisions of Ministerial Regulation No. 17/2010 relating to benchmark prices for minerals and coal sales are revoked from that date. Pada tanggal 27 Februari 2023, KESDM menerbitkan Keputusan Menteri No. 41.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Batubara. Keputusan Menteri ini mengatur formula-formula baru untuk perhitungan Harga Batubara Acuan dan Harga Patokan Batubara yang berlaku sejak tanggal 27 Februari 2023. On 27 February 2023, the MoEMR issued Ministerial Decree No. 41.K/MB.01/MEM.B/2023 regarding the Guidelines for the Determination of Benchmark Prices for the Sale of Coal Commodity. This Ministerial Decree stipulates new formulas for the calculation of the Coal Reference Price and the Coal Benchmark Price which are effective from 27 February 2023. Pada tanggal 11 Agustus 2023, KESDM menerbitkan Keputusan Menteri No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Batubara, yang sejak tanggal tersebut mencabut Keputusan Menteri No. 41.K/MB.01/MEM.B/2023. Keputusan Menteri No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023 mengatur terkait: (i) formula-formula baru untuk perhitungan Harga Batubara Acuan dan Harga Patokan Batubara, serta (ii) penetapan spesifikasi acuan dan perhitungan Harga Jual Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk kepentingan umum dan Pemenuhan Kebutuhan Bahan Baku/Bahan Bakar Industri di dalam negeri selain Industri Pengolahan dan/atau Pemurnian Mineral Logam, yang berlaku sejak tanggal 11 Agustus 2023. Pada tanggal 24 Februari 2025, KESDM menerbitkan Keputusan Menteri No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025 Tahun 2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara (“Keputusan Menteri No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025”), yang berlaku sejak 1 Maret 2025 dan mencabut Keputusan Menteri No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023. Keputusan Menteri No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025 antara lain mengatur terkait: (i) perubahan formula Harga Batubara Acuan (“HBA”) dan penetapan HBA yang akan dilakukan pada tanggal 1 dan 15 setiap bulannya, serta (ii) penggunaan Harga Patokan Batubara sebagai harga batas bawah dalam penjualan batubara. On 11 August 2023, the MoEMR issued Ministerial Decree No.227.K/MB.01/ MEM.B/2023 regarding the Guidelines for the Determination of Benchmark Prices for the Sale of Coal Commodity, which revoked Ministerial Decree No. 41.K/MB.01/MEM.B/2023 from that date. Ministerial Decree No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023 stipulates: (i) new formulas for the calculation of the Coal Reference Price and the Coal Benchmark Price, and (ii) the determination of the reference specification and calculation of the Selling Price of Coal for the Supply of Electricity for the public interest and to Fulfilment of the Raw Materials/Fuels Needs for Domestic Industry other than the Metal Mineral Processing and/or Refining Industry, which are effective from 11 August 2023. On 24 February 2025, the MoEMR issued Ministerial Decree No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025 of 2025 regarding the Guidelines for the Determination of Benchmark Prices for the Sales of Metallic Mineral and Coal Commodities (“Ministerial Decree No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025”), which comes into effect on 1 March 2025 and revokes Ministerial Decree No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023. Ministerial Decree No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025, among other things, stipulates: (i) the revisions of the formula of Coal Reference Price (“HBA”) and the determination of HBA which will be conducted on the 1st and 15th of each month, and (ii) the use of Coal Benchmark Price as the lower limit price in the sales of coal.
Page 137
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/126 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) l. Peraturan Menteri No. 7/2017 (lanjutan) l. Ministerial Regulation No. 7/2017 (continued) Pada tanggal 8 Agustus 2025, KESDM menetapkan Keputusan Menteri No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 Tahun 2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara (“Keputusan Menteri No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025”). Keputusan Menteri No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 ini mengatur antara lain (i) formula untuk perhitungan HBA dan penetapan HBA yang akan dilakukan pada tanggal 1 dan 15 setiap bulannya, (ii) formula untuk perhitungan Harga Patokan Batubara dan penggunaan Harga Patokan Batubara sebagai harga batas bawah dalam penjualan batubara, dan (iii) dalam hal harga jual batubara berdasarkan kontrak lebih rendah dari Harga Patokan Batubara maka Harga Patokan Batubara tetap digunakan dalam penghitungan kewajiban perpajakan dan menjadi harga dasar dalam pengenaan iuran produksi. Keputusan Menteri No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 ini mencabut Keputusan Menteri No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025 sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Menteri No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025. Grup terus memonitor perkembangan peraturan ini dan dampaknya terhadap operasi Grup. On 8 August 2025, the MoEMR enacted Ministerial Decree No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 regarding the Guidelines for the Determination of Benchmark Prices for the Sales of Metallic Mineral and Coal Commodities (“Ministerial Decree No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025”). This Ministerial Decree No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 stipulates among others: (i) the formula for the calculation of HBA and the determination of HBA which will be conducted on the 1st and 15th of each month, (ii) formulas for the calculation of the Coal Benchmark Price and the use of Coal Benchmark Price as the lower limit price in the sales of coal, and (iii) in the event that the selling price of coal under the contract is lower than the Coal Benchmark Price, the Coal Benchmark Price will still be used in calculating tax obligations and will become the base price for the contribution of production. This Decree No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025 revoked the Ministerial Decree No. 72.K/MB.01/MEM.B/2025 as of the date of the enactment of Decree No. 268.K/MB.01/MEM.B/2025. The Group is closely monitoring the development of this regulation and its impact upon the Group’s operations. m. Keputusan Menteri No. 267.K/MB.01/ MEM.B/2022 dan Keputusan Menteri No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023 m. Ministerial Decree No. 267.K/MB.01/MEM.B/ 2022 and Ministerial Decree No. 399.K/MB.01/ MEM.B/2023 Pada tanggal 21 November 2022, KESDM mengeluarkan Keputusan Menteri No. 267.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri (“Keputusan Menteri No. 267.K/MB.01/MEM.B/2022”), yang mencabut Keputusan Menteri No. 139.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri dan Keputusan Menteri No. 13.K/HK.021/MEM.B /2022 tentang Pedoman Pengenaan Sanksi Administratif, Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri, dan Pengenaan Denda serta Dana Kompensasi Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri. On 21 November 2022, MoEMR issued Ministerial Decree No. 267.K/MB.01/ MEM.B/2022 concerning Fulfilment of Domestic Coal Needs ("Ministerial Decree No. 267.K/MB.01/MEM.B /2022"), which revoked Ministerial Decree No. 139.K/HK.02/ MEM.B/2021 concerning Meeting Domestic Coal Needs and Ministerial Decree No. 13.K/HK.021/MEM.B/2022 concerning Guidelines for Imposing Administrative Sanctions, Prohibiting Coal Sales to Abroad, and Imposing Fines and Compensation Funds to Meet Domestic Coal Needs.
Page 138
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/127 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) m. Keputusan Menteri No. 267.K/MB.01/ MEM.B/2022 dan Keputusan Menteri No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023 (lanjutan) m. Ministerial Decree No. 267.K/MB.01/MEM.B/ 2022 and Ministerial Decree No. 399.K/MB.01/ MEM.B/2023 (continued) Keputusan Menteri No. 267.K/MB.01/MEM.B/ 2022 antara lain mengatur terkait: (i) penetapan persentase penjualan batubara untuk kebutuhan dalam negeri sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari rencana jumlah produksi batubara tahunan sebagaimana tercantum dalam persetujuan awal Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Tahunan (“RKAB”), atau perubahannya yang disetujui oleh Pemerintah, yang mana yang lebih tinggi, (ii) kewajiban pembayaran denda dan dana kompensasi atas tidak terpenuhinya kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (“DMO”), (iii) sanksi administratif termasuk larangan ekspor batubara, (iv) harga jual batubara sebesar AS$70 per metrik ton kapal FOB untuk pasokan listrik untuk kepentingan publik, serta (v) penugasan untuk pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri pada keadaan darurat. Ministerial Decree No. 267.K/MB.01/MEM.B/ 2022 stipulates among others: (i) the percentage of coal sales for domestic needs of 25% (twenty five percent) of the planned annual coal production volume as stated in the initial approval of Annual Work Plan and Budget (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Tahunan or “RKAB”), or the amendment to the RKAB, approved by the Government, whichever is higher, (ii) obligation to pay fines and/or compensation funds for non-fulfilment of domestic market obligation (“DMO”), (iii) administrative sanctions including export ban, (iv) coal sales price of US$70 per metric tonne FOB vessel for supplying coal for electricity provided in the public interest, and (v) assignment to meet domestic coal needs in an emergency condition. Pada tanggal 17 November 2023, KESDM mengeluarkan Keputusan Menteri No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023 terkait Perubahan atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 267.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang (“Keputusan Menteri No. 399.K/MB.01/ MEM.B/2023”), yang antara lain mengatur: (i) penetapan persentase penjualan batubara untuk kebutuhan dalam negeri (“DMO”) sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari realisasi produksi pada tahun berjalan, (ii) penghapusan kewajiban pembayaran denda dan hanya dikenakan kewajiban pembayaran dana kompensasi atas tidak terpenuhinya kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (“DMO”), (iii) perubahan formula perhitungan dana kompensasi dan (iv) pengenaan kewajiban dana kompensasi untuk pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri tahun 2022 dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri ini. Grup akan senantiasa berupaya memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri No. 267.K/MB.01/MEM.B/ 2022 sebagaimana diubah dengan Keputusan Menteri No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023. On 17 November 2023, MoEMR issued Ministerial Decree No.399.K/MB.01/ MEM.B/2023 regarding Amendments to the Decree of the Ministerial of Energy and Mineral Resources Number 267.K/MB.01/MEM.B/2022 ("Ministerial Decree No. 399.K/MB.01/MEM.B/ 2023”), which among others stipulates: (i) percentage of coal sales for domestic market obligations (“DMO”) at 25% (twenty five percent) of actual production in the current year, (ii) eliminating the obligation to pay fines and only subject to the obligation to pay compensation funds for non-fulfilment of obligations to meet domestic market obligations (“DMO”), (iii) changes to the calculation formula of compensation funds and (iv) imposition of compensation fund obligations to meet domestic coal needs in 2022 are implemented in accordance with the provisions of this Ministerial Decree. The Group will continue to strive to meet its obligations as stipulated in the Ministerial Decree No. 267.K/MB.01/MEM.B/ 2022 as amended by Ministerial Decree No. 399.K/MB.01/MEM.B /2023. n. Keputusan Menteri No. 58.K/HK.02/MEM.B/ 2022 n. Ministerial Decree No. 58.K/HK.02/MEM.B/ 2022 Pada tanggal 23 Maret 2022, KESDM mengeluarkan Keputusan Menteri No. 58.K/HK.02/MEM.B/2022 tentang Harga Jual Batubara Untuk Pemenuhan Kebutuhan Bahan Baku/Bahan Bakar Industri di Dalam Negeri. On 23 March 2022, the MoEMR issued Ministerial Decree No.58.K/HK.02/MEM.B/2022 regarding the Selling Price of Coal to Fulfil Domestic Needs for Industrial Raw Materials/Fuels.
Page 139
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/128 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) n. Keputusan Menteri No. 58.K/HK.02/MEM.B/2022 (lanjutan) n. Ministerial Decree No. 58.K/HK.02/MEM.B/2022 (continued) Keputusan Menteri ini antara lain mengatur harga jual batubara untuk pemenuhan bahan baku/bahan bakar industri di dalam negeri sebesar AS$90 per metrik ton kapal FOB (untuk batubara dengan spesifikasi sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri). Penetapan harga jual batubara untuk pemenuhan bahan baku/bahan bakar industri di dalam negeri tidak berlaku atas industri pengolahan dan/atau pemurnian mineral logam. This Ministerial Decree, among other things, regulates the selling price of coal to meet the domestic needs for raw material/industrial fuel at US$90 per metric tonne FOB vessel (for coal with specifications as stipulated in the Ministerial Decree). The selling price of coal to meet the needs of domestic industrial raw materials/fuels does not apply to the metal mineral processing and/or refining industry. Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2022 dan mencabut Keputusan Menteri No. 206.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Harga Jual Batubara untuk Pemenuhan Kebutuhan Bahan Baku/Bahan Bakar Industri Semen dan Pupuk di Dalam Negeri. This Ministerial Decree came into effect on 1 April 2022 and revoked Ministerial Decree No. 206.K/HK.02/MEM.B/2021 concerning the Selling Price of Coal for Fulfilment of the Raw Material/Fuel for the Cement and Fertiliser Domestic Industry. Manajemen berpendapat bahwa implementasi Keputusan Menteri ini tidak berdampak signifikan terhadap penjualan dan kinerja keuangan Grup. Management believes that the implementation of this Ministerial Decree will not have a significant impact on the Group's sales and financial performance. o. Peraturan Pemerintah No. 15/2022 o. Government Regulation No. 15/2022 Pada tanggal 11 April 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 15/2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau PNBP di Bidang Usaha Pertambangan Batubara (‘’PP No. 15/2022’’), yang di antaranya mengatur sebagai berikut: On 11 April 2022, the Government issued Government Regulation No. 15/2022, on the Treatment of Taxation and/or PNBP in the Coal Mining Sector (‘’GR No. 15/2022’’), which regulates among others, the following: - Tarif PNBP berupa penjualan hasil tambang per ton dihitung berdasarkan formula yang diatur dalam peraturan ini dengan tarif sebesar 14% sampai dengan 28% (dikalikan harga jual), tergantung dengan Harga Batubara Acuan (“HBA”) yang berlaku, dikurangi tarif iuran produksi/royalti batubara dan dikurangi tarif pemanfaatan BMN eks PKP2B dari hasil produksi per ton (0,21% dikalikan harga jual). - PNBP bagian Pemerintah Pusat sebesar 4% dan bagian Pemerintah Daerah sebesar 6% dari keuntungan bersih pemegang IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan mineral dan batubara pada saat IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian diterbitkan. - The PNBP rate for sales of mining products per tonne is calculated based on the formula stipulated in this regulation at a rate of 14% to 28% (multiplied by the selling price), depending on the applicable Coal Reference Price (“HBA”), minus the tariff for contribution of production/royalty for Coal and minus the tariff for utilisation of BMN ex- PKP2B from production yield per tonne (0.21% multiplied by the selling price). - PNBP for the Central Government's share of 4% and Local Government’s portion of 6% of the net profit of IUPK holders for the Continuation of Contract/Agreement Operations, in accordance with the provisions of laws and regulations in the field of mineral and coal mining at the time the IUPK for the Continuation of Contract/Agreement Operations is issued.
Page 140
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/129 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) o. Peraturan Pemerintah No. 15/2022 (lanjutan) o. Government Regulation No. 15/2022 (continued) Pada tanggal 11 April 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 15/2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau PNBP di Bidang Usaha Pertambangan Batubara (‘’PP No. 15/2022’’), yang di antaranya mengatur sebagai berikut: (lanjutan) - PNBP di bidang lingkungan hidup dan kehutanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang PNBP yang berlaku pada saat IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian diterbitkan. - Tarif PPh Badan sebesar 22% - Pajak bumi dan bangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak bumi dan bangunan yang berlaku. On 11 April 2022, the Government issued Government Regulation No. 15/2022, on the Treatment of Taxation and/or PNBP in the Coal Mining Sector (‘’GR No. 15/2022’’), which regulates among others, the following: (continued) - PNBP in the environmental and forestry sector in accordance with the provisions of the laws and regulations in the applicable PNBP sector at the time IUPK for the Continuation of Contract Operations/ Agreement is issued. - CIT rate of 22%. - Land and building tax in accordance with the prevailing laws and regulations in the field of land and building tax. Pada tanggal 11 April 2025, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 18/2025 tentang perubahan atas PP No. 15/2022, yang mulai berlaku setelah 15 hari terhitung sejak tanggal diundangkan (‘’PP No. 18/2025’’). Ketentuan dalam PP No. 18/2025 ini mengubah di antaranya: - perhitungan penghasilan usaha harus menggunakan harga yang lebih tinggi antara harga patokan batubara yang merupakan harga batas bawah penjualan batubara pada saat transaksi dan harga sesungguhnya atau harga seharusnya yang diterima atau diperoleh. - perubahan rentang HBA untuk penetapan tarif PNBP atas penjualan hasil tambang per ton. - tarif PPh Badan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pajak penghasilan. Grup telah melaksanakan ketentuan peraturan ini sejak tanggal berlakunya, yaitu tanggal 26 April 2025 dan terus memonitor perkembangan peraturan ini dan akan mempertimbangkan dampak terhadap operasi Grup, jika ada. On 11 April 2025, the Government issued Government Regulation No. 18/2025 concerning amendments to GR No. 15/2022, which came into effect 15 days after the date of promulgation (‘’GR No. 18/2025’’). The provision in GR No. 18/2025 changes, among others: - the calculation of business income must use the higher price between the coal reference price which is the lower limit price for coal sales at the time of the transaction and the actual price or price that should be received or obtained. - change of range of HBA to determine PNBP tariff for sales of mining products per tonne. - Corporate Income Tax rate is in accordance with the prevailing laws and regulations in the field of income tax. The Group has implemented the provisions of this regulation since its effective date, that is 26 April 2025 and continues to monitor developments in these regulations and will consider the impact on the Group's operations, if any.
Page 141
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/130 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) p. Peraturan Pemerintah No. 26/2022, sebagaimana telah dicabut dengan Peraturan Pemerintah No. 19/2025 p. Government Regulation No. 26/2022, as has been revoked by Government Regulation No. 19/2025 Pada tanggal 15 Agustus 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 26/2022 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, antara lain mengatur penerimaan pemanfaatan sumber daya alam mineral dan batubara, seperti: (i) Iuran tetap untuk IUP dan IUPK Operasi Produksi Mineral Logam dan Batubara sebesar Rp60.000/hektar/tahun; dan IUP dan IUPK Eksplorasi Mineral Logam dan Batubara sebesar Rp30.000/hektar/tahun, (ii) Iuran produksi/royalti untuk batubara (Open pit) berdasarkan tingkat kalori dan level HBA antara 5,0% sampai 13,5% dari harga per metrik ton; (iii) Iuran produksi/royalti untuk batubara (underground) berdasarkan tingkat kalori dan level HBA antara 4,0% sampai 12,5% dari harga per metrik ton. On 15 August 2022, the Government issued Government Regulation No. 26/2022, concerning Types and Tariffs for Types of PNBP that apply to the Ministry of Energy and Mineral Resources, which among others regulates receipts from the use of natural mineral and coal resources, such as: (i) fixed contribution rate of IUP and IUPK Mineral and Production Operations amounting to Rp60,000/hectare/year; and IUP and IUPK Mineral and Coal Exploration amounting to Rp30,000/hectare/year; (ii) contribution of production/royalty for Coal (Open pit) ranging based on calorie and HBA level at a percentage ranging from 5.0% to 13.5% of the price per metric-tonne; (iii) contribution of production/royalty for coal (underground) ranging based on calorie and HBA level at a percentage ranging from 4.0% to 12.5% of the price per metric-tonne. Pada tanggal 11 April 2025, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 19/2025 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (‘’PP No. 19/2025’’). PP No. 19/2025 ini mulai berlaku setelah 15 hari terhitung sejak tanggal diundangkan dan mencabut serta menyatakan tidak berlaku Peraturan Pemerintah No. 26/2022. PP No. 19/2025 mengubah di antaranya ketentuan tarif iuran produksi/royalti untuk batubara (open pit) dengan HBA ≥ 90 AS$ pada tingkat kalori ≤ 4.200 Kkal/Kg dan tingkat kalori > 4.200 - 5.200 Kkal/Kg. On 11 April 2025, the Government issued Government Regulation No. 19/2025, concerning Types and Tariffs for Types of PNBP that applies in Ministry of Energy and Mineral Resources (‘’GR No. 19/2025’’). GR No.19/2025 will come into effect 15 days from the date of promulgation and revokes and declares the invalidation of Government Regulation No. 26/2022. GR No. 19/2025 changes, among others, the provisions of production fee/royalty rates for coal (open pit) with HBA ≥ 90 US$ at a calorie level of ≤ 4,200 Kcal/Kg and a calorie level of > 4,200 - 5,200 Kcal/Kg. Grup terus memonitor perkembangan peraturan ini dan akan mempertimbangkan dampak terhadap operasi Grup, jika ada. The Group continues to monitor developments in this regulation and will consider the impact on the Group’s operations, if any.
Page 142
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/131 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) q. Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 (“UU No. 6/2023”) q. Law No. 6 of 2023 (“Law No. 6/2023”) Pada tanggal 31 Maret 2023, telah diundangkan UU No. 6/2023 yang menetapkan Perppu No. 2/2022 menjadi Undang-Undang. Perppu No. 2/2022 telah ditetapkan pada tanggal 30 Desember 2022 sebagai tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi No. 91/PUU-XVIII/2020 yang mengamanatkan perbaikan atas UU No. 11/2020, di mana perubahan dan penggantian yang dilakukan, di antaranya, mengenai peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha, ketenagakerjaan, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, pengadaan tanah, dan kawasan ekonomi. Dengan berlakunya UU No. 6/2023, terkonfirmasi bahwa UU No. 11/2020 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. On 31 March 2023, Law No. 6 of 2023 which stipulated Perppu No. 2/2022 became law. Perppu No. 2/2022 was enacted on 30 December 2022 as a follow up to the Constitutional Court Decision No. 91/PUU- XVIII/2020 which mandates improvements to Law 11/2020, where amendments and replacements were made among others, regarding improvements to the investment ecosystem and business activities, employment, ease of doing business, encouragement to research and innovation, land acquisition, and economic zones. With the enactment of Law No. 6/2023, Law No. 11/2020 is revoked and no longer valid. Manajemen berpendapat bahwa implementasi UU No. 6/2023 tidak memiliki dampak signifikan pada kinerja keuangan Grup. Management believes that the implementation of Law No. 6/2023 has no significant impact on the Group’s financial performance. r. Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2022 r. Government Regulation No. 50 of 2022 Pada tanggal 12 Desember 2022, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2022 (“PP No. 50/2022”) tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan. On 12 December 2022, the Government issued Government Regulation No. 50 of 2022 (“GR No. 50/2022”) concerning Procedures for the Implementation of Rights and Fulfilment of Tax Obligations. PP No. 50/2022 mengatur tentang pembaruan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan yang bertujuan untuk memberikan kepastian hukum, keadilan, kemudahan dan kejelasan kepada masyarakat dalam memahami ketentuan mengenai pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan, meliputi ketentuan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak dan integrasi data kependudukan dengan data perpajakan, pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan secara elektronik, serta ketentuan mengenai pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban pajak karbon. Manajemen berpendapat bahwa implementasi peraturan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan Grup. GR No. 50/2022 stipulates renewal of implementation of rights and fulfilment of tax obligations, which aims to provide more legal certainty, justice, ease and clarity to the public in understanding the implementation of tax rights and the fulfilment of obligations, such as provisions for Tax Identity Number registration and integration of population data with taxation data, implementation of tax rights and the fulfilment of obligations electronically, as well as provisions regarding the implementation of rights and the fulfilment of obligations in carbon tax. Management believes that the implementation of this regulation will not have a significant impact on the Group’s financial performance.
Page 143
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/132 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) s. Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2022 s. Government Regulation No. 55 of 2022 Pada tanggal 20 Desember 2022, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 55 tahun 2022 (“PP No. 55/2022”) tentang Penyesuaian Pengaturan dibidang Pajak Penghasilan. On 20 December 2022, the Government issued Government Regulation No. 55 of 2022 (“GR No. 55/2022”) concerning the Adjustments to the Regulations in the field of Income Taxes. PP No. 55/2022 mengatur antara lain administrasi perpajakan bagi Wajib Pajak dengan peredaran bruto tertentu dalam jangka waktu tertentu, pengecualian dari objek Pajak Penghasilan (“PPh”), biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dan penurunan tarif PPh bagi Perusahaan Terbuka yang memenuhi persyaratan tertentu. Manajemen berpendapat bahwa implementasi peraturan ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan Grup. GR No. 55/2022 regulates, among other things, tax administration for taxpayers with a certain gross income within a certain period of time, exemptions from income tax (“PPh”) objects, costs that can be deducted from gross income and reduced PPh rates for public companies that meet certain requirements. Management believes that the implementation of this regulation has no significant impact on the Group’s financial performance. t. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 21/2022 t. Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 21/2022 Pada tanggal 21 September 2022, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerbitkan Peraturan Menteri No. 21/2022 ("Permen LHK 21/2022”) tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon (“NEK”). On 21 September 2022, the Ministry of Environment and Forestry issued Ministerial Regulation No. 21/2022 ("Permen LHK 21/2022”) concerning the Implementation of Carbon Economic Values (“NEK”). Peraturan ini di antaranya mengatur mengenai penyelenggaraan NEK melalui berbagai mekanisme, salah satunya melalui perdagangan karbon, baik dalam negeri maupun luar negeri; pengukuran, pelaporan dan verifikasi penyelenggaraan NEK; dan sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca. Peraturan ini juga mengatur ketentuan yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha untuk dapat melakukan perdagangan karbon. This regulation regulates, among others, implementation of the NEK through various mechanisms, one of which is through carbon trading, both domestically and abroad; measurement, reporting and verification of NEK implementation; and a certificate of reducing greenhouse gas emissions. This regulation also stipulates conditions that must be met by business actors to be able to carry out carbon trading. Grup memonitor perkembangan implementasi peraturan tersebut secara ketat dan akan mempertimbangkan dampak terhadap operasi Grup, jika ada. The Group is closely monitoring the implementation of the regulations and will consider the impact on the Group’s operations, if any. u. Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2023 (“PP No. 36/2023”) u. Government Regulation No. 36 of 2023 (“GR No. 36/2023”) Pada tanggal 12 Juli 2023, Pemerintah menerbitkan PP No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam yang mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam, dan mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2023. On 12 July 2023, the Government issued GR No. 36/2023 concerning Foreign Exchange Export Proceeds from Natural Resources Business Management and/or Processing Activities which revoked the Government Regulation No. 1 of 2019 on Foreign Exchange Export Proceeds from Natural Resources Business, Management and/or Processing Activities, became effective on 1 August 2023.
Page 144
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/133 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) u. Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2023 (“PP No. 36/2023”) (lanjutan) u. Government Regulation No. 36 of 2023 (“GR No. 36/2023”) (continued) PP No. 36/2023 mengatur tentang kewajiban devisa berupa Devisa Hasil Ekspor (“DHE”) Sumber Daya Alam (“SDA”) ke dalam sistem keuangan Indonesia melalui penempatan ke dalam Rekening Khusus DHE SDA pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dan/atau Bank yang Melakukan Kegiatan Usaha dalam Valuta Asing. DHE SDA yang telah dimasukkan dan ditempatkan ke dalam Rekening Khusus DHE SDA wajib tetap ditempatkan paling sedikit sebesar 30% dan paling singkat 3 (tiga) bulan sejak penempatan dalam Rekening Khusus DHE SDA. GR No. 36/2023 regulates the obligation of foreign exchange in the form of Foreign Exchange Export Proceeds (“DHE”) Natural Resources (“SDA”) into the financial system in Indonesia through placement into a DHE SDA Special Account at Indonesian Export Financing Institutions and/or Banks Conducting Business Activities in Foreign Currency. DHE SDA that has been placed into a DHE SDA Special Account must remain placed at least 30% and for a minimum of 3 (three) months after placement in the DHE SDA Special Account. Pada tanggal 17 Februari 2025, Pemerintah Indonesia telah mengubah PP No. 36/2023 dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2025 (“PP No. 8/2025”), yang akan berlaku pada tanggal 1 Maret 2025. Berdasarkan PP No. 8/2025, DHE SDA yang telah dimasukkan dan ditempatkan ke dalam Rekening Khusus DHE SDA menjadi wajib tetap ditempatkan sebesar 100% dan paling singkat 12 (dua belas) bulan sejak penempatan dalam Rekening Khusus DHE SDA. DHE SDA yang telah di tempatkan ke dalam Rekening Khusus DHE SDA tersebut dapat digunakan untuk beberapa hal sebagaimana diatur dalam PP No. 8/2025. Grup terus memonitor perkembangan implementasi dan dampak dari peraturan ini terhadap operasi Grup, jika ada. On 17 February 2025, the Government of Indonesia has amended GR No. 36/2023 by issuing Government Regulation No. 8 of 2025 (“GR No. 8/2025”), which will come into effect on 1 March 2025. Based on GR No. 8/2025, DHE SDA that has been placed into the DHE SDA Special Account must remain placed at 100% and for a minimum of 12 (twelve) months since the placement in the DHE SDA Special Account. DHE SDA which has been placed in the DHE SDA Special Account can be used for several things as stipulated in GR No. 8/2025. The Group continues to monitor the progress of the implementation and the impact of this regulation on the Group's operations, if any. v. Peraturan Menteri No. 9/2025 v. Ministerial Regulation No. 9/2025 Pada tanggal 15 April 2025, KESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 9 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pengenaan, Penghitungan, Serta Pembayaran Dan/Atau Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Direktorat Jenderal Mineral Dan Batubara (“Peraturan Menteri No. 9/2025”), yang berlaku 30 hari kalender sejak tanggal diundangkan. Peraturan Menteri No. 9/2025 mengatur, antara lain, tentang perubahan tata cara penghitungan harga dasar yang digunakan dalam penghitungan iuran produksi/royalti, sebagaimana sebelumnya diatur dalam Keputusan Menteri No. 18.K/HK.02/MEM.B/2022 yang telah dicabut dengan Keputusan Menteri Nomor 121.K/MB.01/MEM.B/2025 sejak tanggal 27 Maret 2025. On 15 April 2025, the MoEMR issued Ministerial Regulation No. 9 of 2025 concerning Procedures for the Imposition, Calculation, and Payment and/or Deposit of Non-Tax State Revenue at the Directorate General of Minerals and Coal (“Ministerial Regulation No. 9/2025”), which is effective 30 calendar days from the date of enactment. Ministerial Regulation No. 9/2025 regulates, among others, changes to the procedures for calculating the base price used in calculating production fees/royalties, as previously regulated in Ministerial Decree No. 18.K/HK.02/MEM.B/2022 which has been revoked by Ministerial Decree No. 121.K/MB.01/MEM.B/2025 as of 27 March 2025. Grup terus memonitor perkembangan peraturan ini dan dampaknya terhadap operasi Grup. The Group is closely monitoring the development of this regulation and its impact upon the Group’s operations.
Page 145
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/134 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) w. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2024 (“PMK 131/2024”) w. Minister of Finance Regulation Number 131 of 2024 ("PMK 131/2024") Pada tanggal 31 Desember 2024, Menteri Keuangan Republik Indonesia telah mengesahkan PMK 131/2024 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) atas Impor Barang Kena Pajak, Penyerahan Barang Kena Pajak, Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean, yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025. On 31 December 2024, the Minister of Finance of the Republic of Indonesia enacted PMK 131/2024 concerning the Treatment of Value Added Tax (“VAT”) on the Import of Taxable Goods, Delivery of Taxable Goods, Delivery of Taxable Services, Utilisation of Intangible Taxable Goods from Outside the Customs Area within the Customs Area, and Utilisation of Taxable Services from Outside the Customs Area within the Customs Area, which comes into effect on 1 January 2025. PMK 131/2024 ini menetapkan tarif PPN menjadi 12% untuk barang kena pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor, hunian mewah (rumah mewah, apartemen, kondominium, town house), pesawat udara, balon udara, peluru senjata api, dan kapal pesiar. PMK 131/2024 sets the VAT rate at 12%, for taxable luxury goods such as in the form of motor vehicles, luxury residences (luxury houses, apartments, condominiums, townhouses), aircraft, hot air balloons, firearm ammunition, and yachts. Selain barang kena pajak yang tergolong mewah sebagaimana di atas, PPN dihitung dengan cara mengalikan tarif 12% dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa Nilai Lain sebesar 11/12 dari nilai impor, harga jual atau penggantian (tidak termasuk untuk penyerahan barang dan/atau jasa kena pajak dengan menggunakan dasar pengenaan pajak nilai lain dan besaran tertentu yang ketentuannya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan secara tersendiri), sehingga tarif efektif PPN tetap 11%. Aside from taxable goods that are classified as luxury, as mentioned above, VAT is calculated by multiplying the 12% rate by the Dasar Pengenaan Pajak in a form of Nilai Lain amounting to 11/12 of the import value, selling price, or compensation (excluding the supply of taxable goods and/or services using a tax base in the form of nilai lain and besaran tertentu, as separately stipulated under tax laws and regulations), which renders the effective VAT rate remains 11%. x. Perjanjian Fasilitas Pinjaman AS$50.000 x. US$50,000 Loan Facility Agreement Pada tanggal 20 September 2021, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan AMI, dimana Perusahaan memberikan fasilitas pinjaman sampai sebesar AS$50.000 kepada AMI dengan syarat dan kondisi tertentu. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan sebesar LIBOR ditambah persentase tertentu per tahun yang dibayarkan secara kuartalan. Fasilitas pinjaman ini memiliki jatuh tempo pada tanggal 17 September 2026. Pinjaman ini tanpa jaminan dan tidak memiliki jadwal angsuran pelunasan. Fasilitas pinjaman digunakan untuk investasi dan membiayai keperluan korporasi secara umum. Pada tanggal 16 November 2023 perjanjian ini telah diamandemen untuk mengubah ketentuan terkait suku bunga referensi dari LIBOR menjadi SOFR yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2023. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian interim ini, AMI belum melakukan penarikan atas fasilitas pinjaman ini. On 20 September 2021, the Company signed a Loan Agreement with AMI, where the Company provided a loan facility of up to US$50,000 to AMI with certain terms and conditions. This loan bears an annual interest rate of LIBOR plus a certain percentage per year which is paid quarterly. This loan facility has a maturity date of 17 September 2026. This loan is unsecured and has no repayment installment schedule. Loan facilities are used for investment and financing general corporate needs. On 16 November 2023, this agreement was amended to change the provisions related to the reference interest rate from LIBOR to SOFR which became effective from 1 July 2023. As at the completion date of these interim consolidated financial statements, AMI has not made any withdrawals from this loan facility.
Page 146
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/135 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) y. Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior Rp325.000.000.000 y. Senior Term Loan Facility Agreement Rp. 325,000,000,000 Pada tanggal 14 Juni 2023, DTP menandatangani Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior dengan sindikasi lembaga pembiayaan infrastruktur sebesar Rp325.000.000.000 (nilai penuh). ATM dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk bertindak sebagai penjamin atas fasilitas pinjaman ini. On 14 June 2023, DTP entered into a Senior Term Loan Facility Agreement Rp325,000,000,000 (full amount) with a syndication of infrastructure financing institutions. ATM and PT Adhi Karya (Persero) Tbk act as guarantors for this loan facility. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek SPAM Kota Dumai kapasitas 450 liter per detik. Fasilitas pinjaman ini dikenakan suku bunga tetap sebesar persentase tertentu per tahun yang terhitung sejak tanggal perjanjian hingga tahun ketujuh. Sedangkan untuk tahun kedelapan sampai seterusnya dikenakan suku bunga sebesar JIBOR ditambah persentase tertentu per tahun. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo dalam jangka waktu enam belas tahun sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior dan pembayaran angsuran akan dibayarkan setiap enam bulan dengan angsuran pertama pada bulan Juni 2025. This loan facility is utilised to finance the Dumai City SPAM project with a capacity of 450 litres per second. This loan facility bears a fixed interest rate of a certain percentage per annum starting from the date of the agreement until the seventh year. While the eighth year onwards bears an interest rate of the JIBOR plus a certain percentage per annum. This loan facility will mature within a period of sixteen years from the signing date of the Senior Term Facility Loan Agreement and the instalment payment is payable every six-months with the first instalment in June 2025. Pinjaman ini dijamin dengan jaminan di antaranya berupa gadai atas saham ATM di DTP, jaminan gadai atas rekening bank DTP, jaminan fidusia atas hasil klaim asuransi, jaminan fidusia atas mesin dan perlengkapan, jaminan fidusia atas piutang dan hak tanggungan atas tanah dan bangunan. The loan is secured with, among others, pledge of ATM’s shares in DTP, pledge of DTP’s bank accounts, fiduciary security of the proceeds of insurance claims, fiduciary security of the machineries and supplies, fiduciary security of the receivables and mortgages for land and buildings. Fasilitas pinjaman ini mensyaratkan DTP untuk menjaga rasio keuangan tertentu dan memenuhi beberapa syarat dan ketentuan yang tercantum di dalam perjanjian pinjaman. Pada tanggal 11 November 2024, DTP menandatangani Akta Amandemen Pertama atas Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior sehubungan dengan perubahan ketentuan terkait perubahan definisi entitas grup perusahaan serta perubahan struktur permodalan dan kepemilikan dari AlamTri menjadi Perusahaan. This loan facility also requires DTP to maintain certain financial ratios and comply with several terms and conditions stated in the loan agreement. On 11 November 2024, DTP signed the First Amendment Deed to the Senior Term Loan Facility Agreement in connection with changes to the provisions related to the changes of definitions for group company entities, as well as changes to the capital structure and ownership from AlamTri to the Company. Pada tanggal 14 Agustus 2025, DTP menandatangani Amandemen Kedua atas Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior, yang mengatur terkait perubahan kovenan. On 14 August 2025, DTP signed the Second Amendment to the Senior Term Loan Facility Agreement, which regulates changes to covenant.
Page 147
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/136 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 38. PERJANJIAN PENTING, IKATAN, DAN KONTINJENSI (lanjutan) 38. SIGNIFICANT AGREEMENTS, COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (continued) z. Litigasi atau kasus hukum z. Litigation or legal cases Kasus arbitrase AIS AIS arbitration case Pada tanggal 3 Juni 2024, AIS mengajukan Permohonan Arbitrase kepada International Chamber of Commerce, untuk mengklaim kurang lebih sebesar AS$106.000 terhadap pihak lawan sehubungan dengan wanprestasi berdasarkan suatu kontrak. Selanjutnya, pihak lawan mengajukan gugatan balik, mengklaim kurang lebih sebesar AS$229.947 terhadap AIS. Proses arbitrase masih berlangsung. On 3 June 2024, AIS filed a Request for Arbitration with the International Chamber of Commerce, claiming approximately US$106,000 against a counterparty in respect of its breaches under a contract. Subsequently, the counterparty filed a counterclaim, claiming approximately US$229,947 against AIS. The arbitration proceeding is still ongoing. Kasus gugatan lahan Land lawsuit case Pada tanggal 4 September 2024, Hariyadi mendaftarkan gugatan terhadap Perusahaan, LSA, SIS, SCM, dan PT Cakradenta Agung Pertiwi (pihak ketiga) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terkait penguasaan dan pemanfaatan lahan, dengan total gugatan sebesar Rp3 triliun, beserta uang paksa sebesar Rp5 juta per hari apabila lalai atau terlambat melaksanakan putusan. Pada tanggal 3 Oktober 2025, Hariyadi menyatakan banding setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 22 September 2025 mengeluarkan Putusan menolak gugatan Hariyadi untuk seluruhnya. On 4 September 2024, Hariyadi registered a lawsuit against the Company, LSA, SIS, SCM and PT Cakradenta Agung Pertiwi (a third party) at the South Jakarta District Court, related to the control and utilisation of land, with a total claim amounting to Rp3 trillion, along with a coercive fine of Rp5 million per day in the event of failure or delay in executing the judgment. On 3 October 2025, Hariyadi registered an appeal after the Panel of Judges of the South Jakarta District Court on 22 September 2025 issued a decision that rejected Hariyadi’s lawsuit in its entirety. Grup (beserta ventura bersamanya) dari waktu ke waktu terlibat dalam berbagai tuntutan hukum yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis Grup. Grup berkeyakinan bahwa keputusan yang tidak menguntungkan sehubungan dengan tuntutan hukum yang sedang berjalan, atau keharusan untuk membayar sejumlah ganti rugi dari tuntutan hukum tersebut, kemungkinan besar tidak akan mempengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi konsolidasian secara material. From time to time, the Group (including its joint ventures) is involved in various legal proceedings as a normal consequence of the Group’s business. The Group is of the opinion that adverse decisions in any pending or threatened proceedings, or any amounts it may be required to pay by reason thereof, are unlikely to have a material adverse effect on its financial condition or the consolidated results of operations. 39. JAMINAN REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG 39. RECLAMATION GUARANTEES AND MINE CLOSURE Pada tanggal 20 Desember 2010, Pemerintah mengeluarkan peraturan implementasi atas Undang- Undang Mineral No. 4/2009, yaitu PP No. 78/2010 yang mengatur aktivitas reklamasi dan pascatambang untuk pemegang IUP-Eksplorasi dan IUP-Operasi Produksi. Ketentuan peralihan dalam PP No. 78/2010 menegaskan bahwa para pemegang PKP2B juga wajib mematuhi peraturan ini. On 20 December 2010, the Government released an implementing regulation for Mining Law No. 4/2009, i.e., GR No. 78/2010 dealing with reclamation and post-mining activities for both IUP-Exploration and IUP-Production Operation holders. The transitional provisions in GR No. 78/2010 make it clear that CCA/CCoW holders are also required to comply with this regulation.
Page 148
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/137 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 39. JAMINAN REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG (lanjutan) 39. RECLAMATION GUARANTEES AND MINE CLOSURE (continued) Pemegang IUP-Eksplorasi, ketentuannya antara lain, harus memuat rencana reklamasi di dalam rencana kerja dan anggaran biaya eksplorasinya dan menyediakan jaminan reklamasi berupa deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah. An IUP -Exploration holder, among other requirements, must include a reclamation plan in its exploration work plan and budget and provide a reclamation guarantee in the form of a time deposit placed at a state-owned bank. Pemegang IUP-Operasi Produksi, ketentuannya antara lain, harus menyiapkan (1) rencana reklamasi lima tahunan; (2) rencana pascatambang; (3) menyediakan jaminan reklamasi yang dapat berupa rekening bersama atau deposito berjangka yang ditempatkan pada bank pemerintah, bank garansi, atau cadangan akuntansi (bila memenuhi persyaratan); dan (4) menyediakan jaminan pascatambang berupa deposito berjangka yang ditempatkan di bank pemerintah. An IUP-Production Operation holder, among other requirements, must (1) prepare a five-year reclamation plan; (2) prepare a post-mining plan; (3) provide a reclamation guarantee which may be in the form of a joint account or time deposit placed at a state-owned bank, a bank guarantee, or an accounting provision (if it meets the requirements); and (4) provide a post-mine guarantee in the form of a time deposit at a state-owned bank. Penempatan jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang tidak menghilangkan kewajiban pemegang IUP dari ketentuan untuk melaksanakan aktivitas reklamasi dan pascatambang. The requirement to provide a reclamation guarantee and a post-mining guarantee does not release the IUP holder from the requirement to perform reclamation and post-mining activities. Pada tanggal 3 Mei 2018, KESDM mengeluarkan Peraturan Menteri No. 26/2018 (“Permen ESDM 26/2018”) mengenai prinsip pertambangan dan pengawasan yang tepat dalam aktivitas pertambangan mineral dan batubara, dan pada tanggal 7 Mei 2018, KESDM mengeluarkan Keputusan Menteri (“Kepmen ESDM”) No. 1827 K/30/MEM/2018 mengenai pedoman untuk teknik dan prinsip pertambangan yang tepat. Pada tanggal peraturan ini berlaku efektif, Peraturan Menteri No. 07/2014 mengenai reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara dicabut dan tidak berlaku lagi. Dari waktu ke waktu, AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA dan MIP dapat melakukan peninjauan atau revisi terhadap rencana- rencana yang telah ada, termasuk di antaranya adalah rencana reklamasi dan pascatambang sesuai ketentuan yang berlaku. On 3 May 2018, the MoEMR issued Ministerial Regulation No. 26/2018 (“Permen ESDM 26/2018”) regarding proper mining principles and supervision in mineral and coal mining activities, and on 7 May 2018, the MoEMR issued Ministerial Decree (“Kepmen ESDM”) No. 1827 K/30/MEM/2018 regarding guidelines for proper mining techniques and principles. As at the effective date of these regulations, Ministerial Regulation No. 07/2014 regarding mine reclamation and post-mining activities in mineral and coal mining activities was revoked and is no longer valid. From time to time, AI, PC, RC, PCS, SCM, LSA and MIP can review or revise existing plans, including reclamation and post-mining plans in accordance with the applicable regulations. Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 menyatakan bahwa perusahaan wajib memberikan jaminan reklamasi dan pascatambang yang dapat berupa deposito berjangka, bank garansi, atau cadangan akuntansi yang semuanya mempunyai jangka waktu sesuai dengan jadwal reklamasi. Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 states that a company is required to provide mine reclamation and post-mining guarantees which may be in form of a time deposit, bank guarantee or accounting reserve, all of which have a duration corresponding to the reclamation schedule.
Page 149
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/138 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 39. JAMINAN REKLAMASI DAN PENUTUPAN TAMBANG (lanjutan) 39. RECLAMATION GUARANTEES AND MINE CLOSURE (continued) Tabel di bawah ini menunjukkan jaminan reklamasi yang diwajibkan dan ditempatkan oleh Grup pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The below table sets out reclamation guarantees that are required and have been placed by the Group as at 30 September 2025 and 31 December 2024: Perusahaan/Entity Surat Keputusan/Decree Jumlah penempatan/Placed amount Bentuk/Form Nomor/Number Tanggal/Date Periode/ Period 30 September 2025 31 Desember/ December 2024 Dalam Rupiah (nilai penuh)/In Rupiah (full amount) AI 467/30/DJB/2013 629/30/DJB/2013 968/37.03/DBT/2014 674/30/DJB/2014 1178/30/DJB/2015 755/30/DJB/2016 1153/30/DJB/2017 2776/30/DJB/2017 576/37.06/DJB/2018 666/37.06/DJB/2019 1120/37.06/DJB/2019 221/37.06/DJB/2020 121/37/DBT.PL/2020 B-1942/MB.07/DBT.PL/2021 B-77/MB.07/DJB.T/2022 B-3252/MB.07/DBT.PL/2022 T-485/MB.07/MEM.B/2022 T-231/MB.07/MEM.B/2023 T-4135/MB.07 /DBT.PL/2023 B-5/MB.07/DJB.T/2024 T-8216/MB.07/DBT.PL/2024 19 Maret/March 2013 12 April 2013 23 April 2014 25 April 2014 27 Juli/July 2015 27 Mei/May 2016 31 Mei/May 2017 29 Desember/December 2017 21 Maret/March 2018 27 Februari/February 2019 17 Juni/June 2019 7 Februari/February 2020 11 Mei/May 2020 20 Mei/May 2021 6 Januari/January 2022 17 Juni/June 2022 12 Oktober/October 2022 14 Maret/March 2023 11 Juli/July 2023 1 Januari/January 2024 30 November 2024 2013-2017 2018-2022 2019-2022 2020 2013-2019 2013-2020 2014-2020 2021 2014-2021 2023-2027 2022 2014-2022 2014-2022 Rp911,461,165,971 Rp997,396,769,571 Bank garansi/ Bank guarantees MIP 540/625/Pertamb/2014 540/3495/DESDM/IV-1/2019 B-998/MB.07/DJB.T/2024 30 Juni/June 2014 31 Desember/December 2019 28 Mei/May 2024 2014-2018 2019-2023 2024-2028 Rp1,502,688,591 Rp7,003,825,910 Rp9,755,003,913 Rp1,502,688,591 Rp7,003,825,910 Rp3,570,053,902 Deposito berjangka pada bank pemerintah/ Time deposits at a state-owned bank PC 1051/37.06/DJB/2018 B-1556/MB.07/DJB.T/2021 25 Juni/June 2018 28 Desember/December 2021 2019-2020 2022-2023 Rp2,981,083,800 Rp2,981,083,800 Deposito berjangka/ Time deposits RC 1047/37.06/DJB/2018 B-1064/MB.07/DJB.T/2022 25 Juni/June 2018 10 Maret/March 2022 2019-2020 2022-2023 Rp1,290,635,000 Rp1,290,635,000 Deposito berjangka/ Time deposits SCM 1641/30/DJB/2016 2588/30/DJB/2017 1983/37.06/DJB/2018 2309/37.06/DJB/2018 1526/37.06/DJB/2019 1164/37/DBT.PL/2020 T-7/MB.07/MEM.B/2023 B-2404/MB.07/DJB.T/ 2023 B-48/MB.07/DJB.T/2025 17 November 2016 30 November 2017 23 November 2018 21 Desember/December 2018 11 September 2019 3 November 2020 3 Januari/January 2023 19 Desember/December 2023 7 Januari/January 2025 2014 - 2018 2017 - 2018 2014 - 2017 2018 2019 - 2023 2014 - 2018 2014 - 2018, 2021 2019 - 2023 2024 - 2028 Rp23,834,135,032 Rp13,489,322,700 Deposito berjangka/ Time deposits LSA 1622/30/DJB/2016 2583/30/DJB/2017 1913/37.06/DJB/2018 15/37.03/DBT/2020 B-1942/MB.07/DBT.PL/2021 789/MB.07.09/DJB/2021 T-813/MB.07/MEM.B/2022 T-808/MB.07/MEM.B/ 2023 T-812/MB.07/MEM.B/ 2023 T-1913/MB.07/DJB.T/2024 B-439/MB.07/DJB.T/2025 24 November 2016 30 November 2017 14 November 2018 6 Januari/January 2020 20 Mei/May 2021 9 April 2021 7 Desember/December 2022 4 Oktober/October 2023 4 Oktober/October 2023 28 Oktober/October 2024 12 Maret/March 2025 2016-2020 2016-2020 2016, 2018-2020 2016-2020 2016, 2018 - 2020 2021-2025 2016 - 2020, 2021 2019 - 2021, 2022 2021 - 2025 2021 - 2025 2021 - 2025 Rp2,974,386,900 Rp16,620,554,831 Rp2,974,386,900 Rp1,467,946,000 Bank garansi/ Bank guarantees Deposito berjangka/ Time deposiits PCS 1640/30/DJB/2016 1240/37.06/DJB/2018 2006/37.06/DJB/2019 T-812/MB.07/MEM.B/2022 17 November 2016 21 Juli/July 2018 26 November 2019 7 Desember/December 2022 2018-2022 2018-2022 2019-2022 2022 Rp25,192,258,187 Rp25,192,258,187 Deposito berjangka/ Time deposits Dalam ribuan AS Dolar/In thousands of US Dollars PC B-1182/MB.07/DJB.T/2024 B-1261/MB.07/DBT.T/2024 4 Juli/July 2024 17 Juli/July 2024 2024 - 2028 AS$5,046 AS$5,046 Bank garansi/ Bank guarantees Tabel di bawah ini menunjukkan jaminan pascatambang yang diwajibkan dan ditempatkan oleh Grup pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The below table shows the post-mining guarantees that are required and have been placed by the Group as at 30 September 2025 and 31 December 2024: Perusahaan/Entity Surat Keputusan/Decree Jumlah penempatan/Placed amount Bentuk/Form Nomor/Number Tanggal/Date Periode/ Period 30 September 2025 31 Desember/ December 2024 Dalam Rupiah (nilai penuh)/In Rupiah (full amount) MIP 540/1042/Pertamb/2010 T-243/MB.07/MEM.B/2023 2 Juni/June 2010 15 Maret/March 2023 2012-2020 2021-2028 Rp18,538,728,462 Rp13,301,040,492 Rp18,538,728,462 Rp7,029,979,292 Deposito berjangka pada bank pemerintah/ Time deposits at a state-owned bank SCM 1042/MB.07.09/DJB/2021 4 Mei/May 2021 2021-2027 Rp15,509,383,794 Rp8,383,450,699 Deposito berjangka/ Time deposits LSA 1040/MB.07.09/DJB/2021 4 Mei/May 2021 2021-2032 Rp14,938,587,891 Rp9,805,842,308 Deposito berjangka/ Time deposits PCS B-1056/MB.07/DJB.T/ 2021 28 Oktober/October 2021 2020-2029 Rp6,222,483,310 Rp3,363,504,492 Deposito berjangka/ Time deposits Dalam ribuan AS Dolar/In thousands of US Dollars AI 279/30/DJB/2013 14 Februari/February 2013 2014-2020 AS$27,960 AS$27,960 Deposito berjangka/ Time deposits
Page 150
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/139 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 40. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN 40. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES Pada tanggal 30 September 2025, Grup mengklasifikasikan kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, pinjaman untuk pihak ketiga, aset lancar lain-lain, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang jasa konsesi dan aset tidak lancar lain-lain sebesar AS$2.079.803 (31 Desember 2024: AS$2.059.890) sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan melalui laba rugi masing-masing sebesar AS$514.621 (31 Desember 2024: AS$493.227) dan AS$28.548 (31 Desember 2024: AS$57.124). As at 30 September 2025, the Group classified cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, loans to third parties, other current assets, restricted time deposits, service concession receivables and other non-current assets amounting to US$2,079,803 (31 December 2024: US$2,059,890) as financial assets measured at amortised cost and financial assets at fair value through other comprehensive income and through profit or loss amounting to US$514,621 respectively (31 December 2024: US$493,227) and US$28,548 (31 December 2024: US$57,124). Pada tanggal 30 September 2025, Grup mengklasifikasikan utang usaha, beban yang masih harus dibayar, pinjaman dari pihak ketiga, pinjaman dari pihak berelasi, liabilitas lain-lain dan provisi, utang bank dan liabilitas sewa sebesar AS$1.912.788 (31 Desember 2024: AS$2.176.938) sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. As at 30 September 2025, the Group classified trade payables, accrued expenses, loans from third parties, loans from related parties, other liabilities and provision, bank loans and lease liabilities amounting to US$1,912,788 (31 December 2024: US$2,176,938) as financial liabilities measured at amortised cost. 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Grup terekspos terhadap berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk dampak risiko nilai tukar mata uang asing, risiko tingkat harga, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko likuiditas. Tujuan dari proses manajemen risiko Grup adalah untuk mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengelola risiko dasar dalam upaya melindungi kesinambungan bisnis dalam jangka panjang dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Grup. The various activities carried out expose the Group to various financial risks: market risk (including the impact of foreign exchange rate risk, price level risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The aim of the Group's risk management process is to identify, measure, monitor and manage basic risks in an effort to protect long-term business continuity and minimise unexpected impacts on the Group's financial performance. Grup menggunakan berbagai metode untuk mengukur risiko yang dihadapinya. Metode ini meliputi analisis sensitivitas untuk risiko tingkat suku bunga, nilai tukar dan risiko harga lainnya dan analisis umur piutang untuk risiko kredit. The Group uses various methods to measure the risks it faces. This method includes sensitivity analysis for interest rate risk, exchange rate and other price risks and aging of receivables analysis for credit risk. (1) Faktor risiko keuangan (1) Financial risk factors a. Risiko pasar a. Market risk (i) Risiko nilai tukar mata uang asing (i) Foreign exchange risk Pembiayaan dan sebagian besar pendapatan dan pengeluaran operasi dari entitas anak yang beroperasi dari Perusahaan didenominasi dalam mata uang Dolar AS, yang secara tidak langsung merupakan lindung nilai alami (natural hedging) terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Namun, Grup memiliki eksposur terhadap risiko mata uang asing yang timbul dari pembayaran dividen kepada pemegang saham dan biaya operasi lainnya dalam mata uang Rupiah. The financing and the majority of the revenue and operating expenditure of the operating subsidiaries of the Company are denominated in US Dollars, which indirectly represents a natural hedging on exposure to fluctuations in foreign exchange rates. However, the Group is exposed to foreign exchange risk arising from dividend payments to the shareholders and other operating expenses in Rupiah.
Page 151
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/140 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (1) Faktor risiko keuangan (lanjutan) (1) Financial risk factors (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) (i) Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan) (i) Foreign exchange risk (continued) Manajemen telah membuat kebijakan untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang fungsional perusahaan dalam Grup. Pada tanggal 30 September 2025, jika Rupiah melemah/menguat sebesar 10% terhadap Dolar AS dengan semua variabel konstan, laba setelah pajak dalam periode tahun berjalan akan menjadi lebih rendah AS$22.524 atau menjadi lebih tinggi AS$18.429 (31 Desember 2024: lebih rendah AS$5.747 atau menjadi lebih tinggi AS$4.702), terutama diakibatkan penjabaran keuntungan/kerugian translasi kas dan setara kas, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, investasi lain-lain, pinjaman untuk pihak ketiga, piutang jasa konsesi, aset tidak lancar lain-lain, utang usaha, beban yang masih harus dibayar, utang bank, liabilitas sewa, pinjaman dari pihak ketiga, pinjaman dari pihak berelasi dan liabilitas lain-lain dan provisi. Management has created a policy to manage foreign currency exchange rate risk against the functional currency of companies in the Group. On 30 September 2025, if the Rupiah weakens/strengthens by 10% against the US Dollar with all variables constant, profit after tax in the current period will be lower US$22,524 or higher US$18,429 (31 December 2024: lower US$5,747 or higher US$4,702), mainly due to the translation of gains/losses on cash and cash equivalents, restricted time deposits, trade receivables, other investments, loans to third parties, concession service receivables, other non-current assets, trade payables, accrued expenses, bank loans, lease liabilities, loan from third parties, loan from related parties, and other liabilities and provision. (ii) Risiko harga (ii) Price risk Operasi Grup terekspos terhadap risiko pasar terkait dengan fluktuasi harga dari harga komoditas yang diperdagangkan di pasar batubara dunia. Namun demikian, aset dan liabilitas keuangan Grup tidak terekspos secara signifikan terhadap fluktuasi harga batubara dunia karena penyelesaian aset dan liabilitas keuangan berdasarkan harga yang tercantum dalam kontrak jual beli batubara yang ditentukan pada saat pengiriman. The Group’s operations are exposed to market risks related to the price volatility of commodity prices traded on world coal markets. However, the Group’s financial assets and liabilities are not significantly exposed to the price volatility of world coal markets because the settlement of financial assets and liabilities is based on the prices stipulated in the coal sales and purchase agreements that will be determined at the time of delivery. Grup terekspos risiko harga yang berasal dari investasi yang dicatat sebesar nilai wajar melalui laba rugi atau aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan melalui laba rugi. The Group is exposed to price risk from investments that are carried at FVTPL or financial assets at FVOCI and FVTPL.
Page 152
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/141 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (1) Faktor risiko keuangan (lanjutan) (1) Financial risk factors (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) (ii) Risiko harga (lanjutan) (ii) Price risk (continued) Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi pada efek utang, Grup melakukan analisa terkait besarnya bunga kupon yang ditawarkan pada obligasi dan tingkat imbal hasil yang secara umum diharapkan oleh pasar. Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi efek yang tidak diperdagangkan di bursa, Grup melakukan diversifikasi portofolionya. Kinerja investasi Grup yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain dimonitor secara periodik. To manage price risk arising from investments in debt securities, the Group performs an analysis of the coupon rates offered on bonds and the required rate of return that is generally expected by the market. To manage the price risk arising from investments in unlisted securities, the Group diversifies its portfolio. The performance of the Group’s investments at FVTPL or FVOCI is monitored periodically. Pada tanggal 30 September 2025, apabila harga atas investasi lain-lain Grup yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain 5% lebih tinggi atau lebih rendah dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami perubahan, maka total ekuitas akan naik atau turun sebesar AS$27.158 (31 Desember 2024: AS$27.518). On 30 September 2025, if the price of the Group's other investments measured at fair value through profit or loss or through other comprehensive income is 5% higher or lower assuming other variables have not changed, then total equity will increase or decrease by US$27,158 (31 December 2024: US$27,518). (iii) Risiko suku bunga (iii) Interest rate risk Risiko suku bunga Grup terutama timbul dari pinjaman jangka panjang dalam mata uang Dolar AS. Risiko suku bunga dari kas tidak signifikan dan semua instrumen keuangan lainnya tidak dikenakan bunga. Pinjaman yang diterbitkan dengan tingkat bunga variabel mengekspos Grup terhadap risiko suku bunga arus kas. The Group’s interest rate risk arises from long-term borrowings denominated in US Dollars. The interest rate risk on cash is not significant and all other financial instruments are not interest bearing. Borrowings issued at variable rates expose the Group to cash flow interest rate risk. Grup menganalisis eksposur dari risiko bunga secara dinamis. Beberapa skenario disimulasikan dengan beberapa pertimbangan seperti pembiayaan kembali, memperbaharui dari kondisi yang ada dan alternatif lain pembiayaan. Berdasarkan skenario tersebut di atas, Grup mengelola risiko arus kas dari suku bunga dengan melakukan pembiayaan pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah. The Group analyses its interest rate exposure on a dynamic basis. Various scenarios are simulated taking into consideration the refinancing of existing positions, and alternative financing. Based on the above scenarios, the Group manages its cash flows interest rate risk by refinancing borrowings at a lower interest rate.
Page 153
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/142 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (1) Faktor risiko keuangan (lanjutan) (1) Financial risk factors (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) (iii) Risiko suku bunga (lanjutan) (iii) Interest rate risk (continued) Pada tanggal 30 September 2025, jika tingkat suku bunga atas pinjaman jangka panjang 10 basis poin lebih tinggi/lebih rendah, dengan asumsi semua variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk periode berjalan akan menjadi lebih rendah/tinggi sebesar AS$803 (31 Desember 2024: laba setelah pajak akan menjadi lebih rendah/tinggi sebesar AS$1.164). On 30 September 2025, if the interest rate on long-term loans were 10 basis points higher/lower, assuming all other variables are constant, profit after tax for the current period would be US$803 lower/higher (31 December 2024: profit after tax will be lower/higher by US$1,164). b. Risiko kredit b. Credit risk Pada tanggal 30 September 2025, total maksimum eksposur dari risiko kredit adalah AS$2.622.940 (31 Desember 2024: AS$2.609.513). Risiko kredit terutama berasal dari kas di bank, deposito berjangka, aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan melalui laba rugi, piutang usaha, piutang lain-lain, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, pinjaman untuk pihak ketiga, aset lancar lain-lain, piutang jasa konsesi dan aset tidak lancar lain-lain. On 30 September 2025, the maximum total exposure to credit risk is US$2,622,940 (31 December 2024: US$2,609,513). Credit risk mainly comes from cash in banks, time deposits, financial assets at fair value through other comprehensive income and through profit and loss, trade receivables, other receivables, restricted time deposits, loans to third parties, other current assets, service concession receivables and other non-current assets. Semua kas di bank, deposito berjangka, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya ditempatkan di bank asing dan lokal yang memiliki reputasi. All cash in banks, time deposits, restricted time deposits are placed in reputable foreign and local banks. Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan laba rugi dengan memonitor reputasi, peringkat kredit dan menekan risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Kualitas kredit dari aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan laba rugi yang diperdagangkan di bursa yang dapat diambil dari referensi peringkat kredit eksternal adalah sebagai berikut: The Group manages credit risk associated with financial assets at fair value through other comprehensive income and profit or loss by monitoring reputation, credit ratings and reducing the aggregate risk of each party to the contract. The credit quality of financial assets at fair value through other comprehensive income and profit or loss traded on the exchange which can be taken from external credit rating references is as follows: 30 September 31 Desember/ 2025 December 2024 Dengan pihak yang memiliki With parties who have peringkat kredit eksternal external credit ratings ( Pefindo): (Pefindo): idA+ 20,243 15,975 idA+
Page 154
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/143 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (1) Faktor risiko keuangan (lanjutan) (1) Financial risk factors (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Manajemen yakin akan kemampuannya untuk terus mengendalikan dan mempertahankan eksposur yang minimal terhadap risiko kredit mengingat Grup memiliki kebijakan yang jelas dalam pemilihan pelanggan, perjanjian yang mengikat secara hukum untuk penjualan batubara, jasa penambangan, dan jasa lainnya yang telah dilakukan, dan secara historis mempunyai tingkat yang rendah untuk piutang usaha yang bermasalah. Management is confident in its ability to continue to control and maintain minimal exposure to credit risk, since the Group has clear policies on the selection of customers, legally binding agreements in place for coal sales, mining services and other services rendered, and historically low levels of bad debts in trade receivables. Kebijakan umum Grup untuk penjualan batubara dan pemberian jasa untuk pelanggan yang sudah ada dan pelanggan baru adalah sebagai berikut: - memilih pelanggan (pada umumnya adalah perusahaan pembangkit listrik unggulan) dengan kondisi keuangan yang kuat dan reputasi yang baik. - menerima pelanggan baru dan penjualan batubara serta pemberian jasa disetujui oleh pihak yang berwenang sesuai dengan kebijakan delegasi kekuasaan Grup. - meminta pembayaran dengan menggunakan Letter of Credit untuk pelanggan baru. The Group’s general policies for coal sales and rendering services to new and existing customers are as follows: - selecting customers (mostly blue-chip power plant companies) with strong financial conditions and good reputations. - acceptance of new customers and sales of coal and rendering services being approved by the authorised personnel according to the Group’s delegation of authority policy. - requesting payments by Letter of Credit for new customers. c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk Seluruh saldo terutang dari piutang usaha, piutang lain-lain, pinjaman untuk pihak ketiga, aset lancar lain-lain, piutang jasa konsesi dan aset tidak lancar lain-lain di atas terutama berasal dari pelanggan/pihak ketiga/pihak berelasi yang sudah bertransaksi dengan Grup lebih dari 12 bulan dan tidak memiliki sejarah wanprestasi yang material. The entire outstanding balances from trade receivables, other receivables, loans to third parties, other current assets, service concession receivables and other non- current assets are mostly derived from customers/third parties/related parties which have transacted with the Group for more than 12 months and do not have any history of material default.
Page 155
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/144 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (1) Faktor risiko keuangan (lanjutan) (1) Financial risk factors (continued) c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued) Risiko likuiditas merupakan risiko yang muncul dalam situasi dimana posisi arus kas Grup mengindikasikan bahwa arus kas masuk dari pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk memenuhi arus kas keluar untuk pengeluaran jangka pendek. Untuk mengatur risiko likuiditas, Grup memonitor dan menjaga tingkat kas dan setara kas yang diperkirakan cukup untuk mendanai kegiatan operasional Grup dan mengurangi pengaruh fluktuasi arus kas. Manajemen Grup juga secara rutin memonitor perkiraan arus kas dan arus kas aktual, termasuk profil jatuh tempo pinjaman, dan secara terus- menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk kesempatan memperoleh dana. Sebagai tambahan, Grup juga mengatur untuk memiliki fasilitas stand-by loan yang dapat ditarik sesuai dengan permintaan untuk mendanai kegiatan operasi pada saat diperlukan. Liquidity risk is defined as a risk that arises in situations where the cash inflow from short-term revenue is not enough to cover the cash outflow of short-term expenditure. To manage its liquidity risk, the Group monitors its level of cash and cash equivalents and maintains these at a level deemed adequate to finance the Group’s operational activities and to mitigate the effect of fluctuations in cash flow. The Group’s management also regularly monitors projected and actual cash flow, including loan maturity profiles and continuously assesses the financial markets for opportunities to raise funds. In addition, the Group has a standby loan facility that can be drawn down upon request to fund its operations as and when needed. Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup pada tanggal pelaporan berdasarkan kelompok jatuh temponya dari sisa periode hingga tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel ini adalah nilai arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto termasuk estimasi pembayaran bunga: The table below analyses the Group’s financial liabilities at the reporting date into relevant maturity groupings based on the remaining period to the contractual maturity date. The amounts disclosed in the table represent contractual undiscounted cash flows including estimated interest payments: Lebih dari tiga Lebih dari satu bulan dan tahun dan kurang dari satu kurang dari lima tahun/More than tahun/More than Kurang dari tiga three months and one year and not Lebih dari lima bulan/Less than not later than later than tahun/More than three months one year five years five years Jumlah/Total 30 September 2025 Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Utang usaha/Trade payables 617,003 - - - 617,003 Beban yang masih harus dibayar/ Accrued expenses 210,702 - - - 210,702 Utang bank/Bank loans 21,173 32,881 512,262 200,716 767,032 Liabilitas lain-lain dan provisi/ Other liabilities and provision 19,433 - 19,537 - 38,970 Pinjaman dari pihak berelasi/ Loans from related parties 5,294 16,129 439,278 15,519 476,220 Pinjaman dari pihak ketiga/ Loans from third parties - - 12,026 9,654 21,680 Liabilitas sewa/Lease liabilities 1,620 4,696 18,476 628 25,420 Jumlah/Total 875,225 53,706 1,001,579 226,517 2,157,027
Page 156
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/145 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (1) Faktor risiko keuangan (lanjutan) (1) Financial risk factors (continued) c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued) Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup pada tanggal pelaporan berdasarkan kelompok jatuh temponya dari sisa periode hingga tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel ini adalah nilai arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto termasuk estimasi pembayaran bunga: (lanjutan) The table below analyses the Group’s financial liabilities at the reporting date into relevant maturity groupings based on the remaining period to the contractual maturity date. The amounts disclosed in the table represent contractual undiscounted cash flows including estimated interest payments: (continued) Lebih dari tiga Lebih dari satu bulan dan tahun dan kurang dari satu kurang dari lima tahun/More than tahun/More than Kurang dari tiga three months and one year and not Lebih dari lima bulan/Less than not later than later than tahun/More than three months one year five years five years Jumlah/Total 31 Desember/December 2024 Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Utang usaha/Trade payables 468,184 - - - 468,184 Beban yang masih harus dibayar/ Accrued expenses 175,186 - - - 175,186 Utang dividen/Dividend payable 16,831 - - - 16,831 Utang bank/Bank loans 53,199 36,003 667,261 108,318 864,781 Liabilitas lain-lain dan provisi/ Other liabilities and provision 13,001 - 17,556 - 30,557 Pinjaman dari pihak berelasi/ Loans from related parties 10,478 32,669 891,974 17,455 952,576 Pinjaman dari pihak ketiga/ Loans from third parties - - 15,255 7,499 22,754 Liabilitas sewa/Lease liabilities 871 2,101 2,259 879 6,110 Jumlah/Total 737,750 70,773 1,594,305 134,151 2,536,979 Manajemen berpendapat bahwa tidak ada masalah risiko likuiditas signifikan untuk Grup karena Grup memiliki modal kerja yang positif dan arus kas operasi yang positif. Management is of the opinion that there is no significant liquidity risk for the Group since the Group has positive working capital and positive operating cash flows. (2) Estimasi nilai wajar (2) Fair value estimation Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. The fair value of financial assets and liabilities is estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes. Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. The fair value is the amount for which an asset could be exchanged or a liability settled between knowledgeable and willing parties in an arm’s length transaction. PSAK No. 113, “Pengukuran nilai wajar”, mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hierarki nilai wajar sebagai berikut: SFAS No. 113, “Fair value measurement”, requires disclosure of fair value measurements through the following fair value measurement hierarchy: • Harga dikutip (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1); • Input selain harga yang dikutip dari pasar yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya turunan dari harga) (Tingkat 2); dan • Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3). • Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities (Level 1); • Inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (that is, as prices) or indirectly (that is, derived from prices) (Level 2); and • Inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (that is, unobservable inputs) (Level 3).
Page 157
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/146 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (2) Estimasi nilai wajar (lanjutan) (2) Fair value estimation (continued) Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset keuangan yang tidak disajikan Grup pada nilai wajarnya: The table below describes the carrying amount and fair value of the financial assets that are not presented by the Group at fair value: Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Carrying amount Fair value 30 September 2025 30 September 2025 Piutang lain-lain dari kepentingan 53,700 50,726 Other receivables from non-controlling non-pengendali interests 31 Desember 2024 31 December 2024 Piutang lain-lain dari kepentingan Other receivables from non-controlling non-pengendali 53,700 48,219 interests Utang bank merupakan liabilitas dengan tingkat bunga mengambang, sehingga nilai tercatat setara dengan nilai wajar. Bank loans are liabilities with floating interest rates, thus the carrying amount approximate their fair values. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, nilai wajar investasi tertentu lainnya diukur menggunakan Tingkat 1 dari hierarki nilai wajar, sedangkan aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan laba rugi diukur menggunakan Tingkat 3 dari hierarki nilai wajar. As at 30 September 2025 and 31 December 2024, the fair value of investments certain other investments is measured using Level 1 of the fair value hierarchy, while financial assets at fair value through other comprehensive income and profit or loss are measured using Level 3 of the fair value hierarchy. Piutang lain-lain dari kepentingan non- pengendali merupakan aset tak berbunga, sehingga nilai tercatat aset keuangannya tidak menunjukkan nilai wajarnya. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang lain-lain dari kepentingan non- pengendali dihitung menggunakan Tingkat 3 dari hierarki nilai wajar. Other receivables from non-controlling interests are non-interest bearing assets, so the carrying value of the financial assets does not indicate their fair value. At 30 September 2025 and 31 December 2024, other receivables from non- controlling interests were accounted for using Level 3 of the fair value hierarchy. Nilai wajar aset keuangan dari konsesi jasa menggunakan arus kas yang didiskontokan berdasarkan tingkat suku bunga terakhir dari aset keuangan dari proyek konsesi. Pengungkapan nilai wajar aset keuangan dari proyek konsesi jasa dihitung dengan menggunakan input Tingkat 3. The fair value of financial assets from service concessions uses discounted cash flows based on the latest interest rates on financial assets from concession projects. Disclosure of the fair value of financial assets from service concession projects is calculated using Level 3 inputs. Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan lainnya telah berkisar menunjukkan nilai wajarnya karena memiliki sifat jangka pendek dari instrumen keuangannya. The carrying values of other financial assets and liabilities have ranged from fair value due to the short-term nature of the financial instruments.
Page 158
PT ADARO ANDALAN INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARIES Lampiran 5/147 Schedule CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 (Dinyatakan dalam ribuan Dolar AS, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2025 AND 31 DECEMBER 2024 (Expressed in thousands of US Dollars, unless otherwise stated) 41. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) (2) Estimasi nilai wajar (lanjutan) (2) Fair value estimation (continued) Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat pengalihan antar tingkat. For the years ended 30 September 2025 and 31 December 2024, there are no transfers between levels. (3) Manajemen risiko permodalan (3) Capital risk management Dalam mengelola permodalannya, Grup senantiasa mempertahankan kelangsungan usaha serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. In managing its capital, the Group safeguards its ability to continue as a going concern and to maximise benefits to the shareholders and other stakeholders. Grup secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal, serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang. The Group actively and regularly reviews and manages its capital to ensure the optimal capital structure and return to the shareholders, taking into consideration the efficiency of capital use based on operating cash flows and capital expenditure and also consideration of future capital needs. Grup juga berusaha mempertahankan keseimbangan antara tingkat pinjaman dan posisi ekuitas untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal. Tidak ada perubahan pada pendekatan Grup dalam mengelola permodalannya selama tahun berjalan. The Group also seeks to maintain a balance between its level of borrowing and equity position in order to ensure the optimal capital structure and return. There were no changes in the Group’s approach to capital management during the period. 42. OTORISASI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM 42. AUTHORISATION OF THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Laporan keuangan konsolidasian interim ini diotorisasi untuk diterbitkan sesuai dengan resolusi Direksi Perusahaan tanggal 31 Oktober 2025. This interim consolidated financial statements is authorised for publication in accordance with the resolution of the Company's Board of Directors dated 31 October 2025.