Interim report
Page 1
PT AVIA AVIAN TBK DAN ENTITAS ANAKNYA/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT) INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF SEPTEMBER 30, 2025 AND FOR THE NINE-MONTH PERIOD ENDED (UNAUDITED)
Page 2
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of September 30, 2025 (Unaudited) Halaman/Pages Daftar isi Table of Contents Surat Pernyataan Direksi Directors’ Statement Letter Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3 Consolidated Statement of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Consolidated Statement of Profit or Loss and Other Komprehensif Lain Konsolidasian 4 - 5 Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6 Consolidated Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasian 7 - 8 Consolidated Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 9 - 93 Notes to the Consolidated Financial Statements
Page 4
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 1 The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ Notes September 30, 2025 December 31, 2024 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 3j, 5 2,115,879 2,329,491 Cash and cash equivalents Kas di bank dan deposito Restricted cash in bank yang dibatasi penggunaannya - 3,000 and time deposits Investasi 3i, 10 2,602,128 2,952,900 Investments Piutang usaha Trade receivables Pihak berelasi 3k, 6, 7 10,681 16,319 Related parties Pihak ketiga 3k, 6 1,415,306 1,445,418 Third parties Piutang lain-lain Other receivables Pihak berelasi 3k, 7, 8 83,294 83,283 Related parties Pihak ketiga 3k, 8 45,070 45,420 Third parties Persediaan 3l, 9 1,725,845 1,558,203 Inventories Hak retur aset 3v 18,915 19,333 Right of return assets Uang muka pemasok 7,960 5,791 Advances to suppliers Beban dibayar dimuka 30,134 14,456 Prepaid expenses Pajak dibayar dimuka 3w, 20 517 19,748 Prepaid taxes Jumlah Aset Lancar 8,055,729 8,493,362 Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Properti investasi 3o, 12 290,510 290,510 Investment properties Aset tetap - neto 3m, 13 2,196,823 1,930,297 Fixed assets - net Aset hak-guna 3n, 7, 17 152,452 180,949 Right-of-use assets Aset takberwujud 3p 30,079 28,734 Intangible assets Investasi saham 3i, 11 275,846 - Investment in shares of stock Investasi pada ventura bersama 3f, 14 21,157 19,976 Investment in joint venture Aset pajak tangguhan 3w, 20 55,015 36,144 Deferred tax assets Estimated claims for Taksiran klaim pajak penghasilan 3w, 20 40,997 29,432 income tax refund Aset tidak lancar lainnya 14,098 51,571 Other non-current assets Jumlah Aset Tidak Lancar 3,076,977 2,567,613 Total Non-Current Assets JUMLAH ASET 11,132,706 11,060,975 TOTAL ASSETS
Page 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 2 The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ Notes September 30, 2025 December 31, 2024 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Pinjaman bank jangka pendek 3u, 18 8,414 9,189 Short-term bank loans Utang usaha Trade payables Pihak berelasi 3r, 7, 15 293,982 362,941 Related parties Pihak ketiga 3r, 15 373,303 424,760 Third parties Utang lain-lain Other payables Pihak berelasi 3r, 7 425 487 Related parties Pihak ketiga 3r 21,294 24,136 Third parties Pendapatan diterima dimuka Unearned revenue Pihak berelasi 3v, 7 258 1,611 Related parties Pihak ketiga 3v 286 599 Third parties Beban akrual 3t, 16 293,695 252,661 Accrued expenses Imbalan kerja jangka pendek 3s, 19 105,847 108,618 Short-term employee benefits Utang pajak 3w, 20 119,614 72,123 Taxes payable Uang jaminan pelanggan - 3,000 Customer guarantee Provisi retur penjualan 3v 25,865 26,683 Provision for sales return Liabilitas sewa - bagian jangka Lease liabilities pendek 3n, 7, 17 11,678 64,777 - current portion Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1,254,661 1,351,585 Total Current Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Liabilitas sewa - bagian jangka Lease liabilities - non-current panjang 3n, 17 13,903 19,416 portion Liabilitas imbalan kerja 3s, 19 64,451 58,094 Employee benefit liabilities Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 78,354 77,510 Total Non-Current Liabilities Jumlah Liabilitas 1,333,015 1,429,095 Total Liabilities
Page 6
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 3 The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ Notes September 30, 2025 December 31, 2024 EKUITAS EQUITY Ekuitas yang Dapat Equity Attributable to the Diatribusikan kepada Equity Holders of the Pemilik Entitas Induk Parent Company Modal saham - nilai nominal Share capital - par value Rp 10 Rp 10 (nilai penuh) per saham (full amount) per share Modal dasar - 200.000.000.000 Authorised - 200,000,000,000 saham shares Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid - penuh - 61.953.555.600 saham 3x, 21 619,536 619,536 61,953,555,600 shares Tambahan modal disetor 3e, 22 7,793,218 7,793,218 Additional paid-in capital Saham treasuri 3x, 21 (1,080,860) (574,552) Treasury shares Surplus revaluasi aset tetap 229,406 229,406 Revaluation surplus of fixed assets Bagian penghasilan komprehensif Share of other comprehensive lain dari ventura bersama 85 85 income of joint venture Perubahan nilai wajar atas Changes in fair investasi pada surat value of investment utang negara 10 48,610 (103,357) in government bonds Keuntungan pengukuran kembali Remeasurement gain on liabilitas imbalan kerja 9,570 9,880 employee benefit liabilities Saldo laba Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya 23 124,000 124,000 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya 2,051,156 1,527,177 Unappropriated Sub-Jumlah 9,794,721 9,625,393 Sub-Total Kepentingan Non-Pengendali 3d 4,970 6,487 Non-Controlling Interests Jumlah Ekuitas 9,799,691 9,631,880 Total Equity JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11,132,706 11,060,975 TOTAL LIABILlTlES AND EQUITY
Page 7
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 4 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Nine-Month Periods Ended September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 30 September 2024/ Notes September 30, 2025 September 30, 2024 PENJUALAN NETO 3v, 7, 26 5,927,746 5,404,728 NET REVENUES BEBAN POKOK PENJUALAN 3v, 7, 27 (3,383,480) (2,999,892) COST OF GOODS SOLD LABA BRUTO 2,544,266 2,404,836 GROSS PROFIT BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES Beban penjualan 3v, 28 (1,056,523) (979,994) Selling expenses Beban umum dan General and administrative administrasi 3v, 28 (204,679) (186,009) expenses Jumlah Beban Usaha (1,261,202) (1,166,003) Total Operating Expenses LABA USAHA 1,283,064 1,238,833 OPERATING PROFIT PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES) Pendapatan keuangan 29 185,176 214,290 Finance income Beban keuangan 30 (1,808) (1,688) Finance charges Bagian atas laba neto Share in net profit of ventura bersama 14 1,181 1,398 joint venture Pendapatan lain-lain - neto 7, 31 10,234 5,845 Other income - net LABA SEBELUM BEBAN PROFIT BEFORE PAJAK PENGHASILAN 1,477,847 1,458,678 INCOME TAX EXPENSE Beban pajak penghasilan 3w, 20 (289,571) (298,555) Income tax expense LABA PERIODE BERJALAN 1,188,276 1,160,123 PROFIT FOR THE PERIOD PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS) Pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Kerugian aktuarial dari liabilitas Actuarial loss on atas imbalan kerja karyawan 3s, 19 (398) (3,157) employee benefit Pajak tangguhan terkait 3w, 20 88 695 Related deferred tax Sub-jumlah (310) (2,462) Sub-total Pos yang akan direklasifikasi Item that will be reclassified ke laba rugi: to profit or loss: Perubahan nilai wajar Changes in fair value atas investasi pada of investment in surat utang negara 10 151,967 21,860 government bonds Penghasilan (rugi) komprehensif lain - Other comprehensive income setelah pajak 151,657 19,398 (loss) - net of tax JUMLAH PENGHASILAN TOTAL COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 1,339,933 1,179,521 INCOME FOR THE PERIOD
Page 8
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 5 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) For the Nine-Month Periods Ended September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 30 September 2024/ Notes September 30, 2025 September 30, 2024 LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT PROFIT FOR THE PERIOD DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of the Pemilik Entitas Induk 1,189,793 1,160,423 Parent Company Kepentingan Non-Pengendali 3d (1,517) (300) Non-Controlling Interests JUMLAH 1,188,276 1,160,123 TOTAL JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE TOTAL COMPREHENSIVE BERJALAN YANG DAPAT INCOME FOR THE PERIOD DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of the Pemilik Entitas Induk 1,341,450 1,179,821 Parent Company Kepentingan Non-Pengendali 3d (1,517) (300) Non-Controlling Interests JUMLAH 1,339,933 1,179,521 TOTAL Laba per Saham Dasar dan Basic and Diluted Earnings per Dilusian yang Dapat Share Attributable to Diatribusikan kepada Equity Holders of Pemilik Entitas Induk 3z, 24 19.75 18.96 the Parent Company
Page 9
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 6 The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For the Nine-Month Periods Ended September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/ Equity Atributable to the Equity Holders of the Parent Company Perubahan Nilai Wajar atas Keuntungan Bagian dari Investasi pada (Kerugian) Modal Saham Surplus Penghasilan Surat Utang Pengukuran Ditempatkan Revaluasi Komprehensif Negara/ Kembali Saldo Laba/ dan Disetor Tambahan Aset Lain dari Changes Liabilitas Retained Earnings Kepentingan Penuh/ Modal Tetap/ Ventura Bersama/ in Fair Imbalan Kerja/ Non- Issued Disetor/ Revaluation Share of Other Value of Remeasurement Telah Belum Pengendali/ Jumlah and Fully Additional Surplus Comprehensive Investment in Gain or (Loss) Ditentukan Ditentukan Non- Ekuitas/ Catatan/ Paid Paid-in Saham Treasuri/ of Fixed Income of Goverment on Employee Penggunaannya/ Penggunaannya/ Sub-Jumlah/ Controlling Total Notes Share Capital Capital Treasury Shares Assets Joint Venture Bonds Benefit Liabilities Appropriated Unappropriated Sub-Total Interests Equity Saldo 31 Desember 2023 619,536 7,793,218 (16,369 ) 229,406 85 (56,408 ) 9,921 124,000 1,210,978 9,914,367 7,122 9,921,489 Balance as of December 31, 2023 Dividen - - - - - - - - (676,163 ) (676,163 ) - (676,163 ) Dividend Pembelian saham treasuri 25 - - (381,712 ) - - - - - - (381,712 ) - (381,712 ) Purchase of treasure shares Laba periode berjalan - - - - - - - - 1,160,423 1,160,423 (300 ) 1,160,123 Profit for the period Penghasilan komprehensif lain - - - - - 21,860 (2,462 ) - - 19,398 - 19,398 Other comprehensive income Saldo 30 September 2024 619,536 7,793,218 (398,081 ) 229,406 85 (34,548 ) 7,459 124,000 1,695,238 10,036,313 6,822 10,043,135 Balance as of September 30, 2024 Saldo 31 Desember 2024 619,536 7,793,218 (574,552 ) 229,406 85 (103,357 ) 9,880 124,000 1,527,177 9,625,393 6,487 9,631,880 Balance as of December 31, 2024 Dividen - - - - - - - - (665,814 ) (665,814 ) - (665,814 ) Dividend Pembelian saham treasuri 25 - - (506,308 ) - - - - - - (506,308 ) - (506,308 ) Purchase of treasure shares Laba periode berjalan - - - - - - - - 1,189,793 1,189,793 (1,517 ) 1,188,276 Profit for the period Penghasilan komprehensif lain - - - - - 151,967 (310 ) - - 151,657 - 151,657 Other comprehensive income Saldo 30 September 2025 619,536 7,793,218 (1,080,860 ) 229,406 85 48,610 9,570 124,000 2,051,156 9,794,721 4,970 9,799,691 Balance as of September 30, 2025
Page 10
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 7 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS For the Nine-Month Periods Ended September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 30 September 2024/ Notes September 30, 2025 September 30, 2024 ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan 5,965,210 5,384,906 Cash receipts from customers Pembayaran ke pemasok (3,980,600) (3,463,096) Payments to suppliers Pembayaran ke karyawan (687,448) (628,934) Payments to employees Kas yang diperoleh dari operasi 1,297,162 1,292,876 Cash provided by operations Penerimaan lain-lain 4,047 4,141 Other receipts Penerimaan penghasilan bunga 178,338 215,955 Receipts of finance income Pembayaran pajak penghasilan Payments of corporate income badan 20 (287,675) (267,813) taxes Kas Bersih yang Diperoleh dari Net Cash Provided by Aktivitas Operasi 1,191,872 1,245,159 Operating Activities ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES Penerimaan dari pelepasan Proceeds from disposal of aset tetap 13 7,329 8,835 fixed assets Penerimaan dari penjualan investasi Proceeds from sale of investment pada surat utang negara 725,298 - in government bonds Penerimaan dividen tunai 15,350 - Proceeds from cash dividends Penerimaan investasi jangka pendek - 1,285,176 Proceeds of short-term invesments Pembelian aset tetap (351,347) (229,939) Purchase of fixed assets Penambahan investasi pada Additions of investment in reksa dana (30,000) - mutual fund Penambahan investasi pada Additions of investment in surat utang negara (100,045) - government bonds Penambahan investasi jangka pendek (100,000) - Additions of short-term investments Perolehan aset hak-guna (45,514) (97,741) Additions of right-of-use assets Penambahan aset takberwujud (7,470) (5,329) Additions of intangible assets Additions of investment in Penambahan investasi saham 11 (275,846) - shares of stock Kas Bersih yang Diperoleh dari Net Cash Provided by (Digunakan untuk) (Used in) Aktivitas Investasi (162,245) 961,002 Investing Activities
Page 11
The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian The accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements form an integral part of these consolidated financial statements 8 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) For the Nine-Month Periods Ended September 30, 2025 (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 September 2025/ 30 September 2024/ Notes September 30, 2025 September 30, 2024 ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES Penerimaan pinjaman bank 18,704 36,447 Proceeds from bank loan Pembayaran pinjaman bank (19,479) (32,711 ) Payment of bank loans Perolehan saham treasuri 21 (506,308) (381,712 ) Acquisition of treasury shares Pembayaran liabilitas sewa 17 (67,759) (20,362 ) Payments of lease liabilities Pembayaran beban bunga 30 (1,808) (1,688 ) Payment of interest expense Pembayaran dividen tunai (665,814) (676,163 ) Payment of cash dividends Kas Bersih yang Digunakan untuk Net Cash Used in Aktivitas Pendanaan (1,242,464) (1,076,189 ) Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH IN CASH AND KAS DAN SETARA KAS (212,837) 1,129,972 CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS DAN CERUKAN AND BANK OVERDRAFT AT AWAL PERIODE 2,320,302 1,225,322 BEGINNING OF PERIOD KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS DAN CERUKAN AND BANK OVERDRAFT AT AKHIR PERIODE 5, 18 2,107,465 2,355,294 END OF PERIOD Kas, setara kas dan Cash, cash equivalent cerukan terdiri and bank overdrafts dari: comprise of the following: Kas dan setara kas 5 2,115,879 2,364,252 Cash and cash equivalents Cerukan 18 (8,414) (8,958) Bank overdrafts 2,107,465 2,355,294
Page 12
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9 1. UMUM 1. GENERAL a. Pendirian dan informasi umum Perusahaan a. The Company’s establishment and general information PT Avia Avian Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 6 tanggal 1 Maret 1983, yang dibuat di hadapan Indrawati Setiabudhi, S.H., notaris di Malang, yang diubah dengan akta No. 63 tanggal 23 Mei 1983 yang dibuat di hadapan notaris yang sama. Akta Perubahan Perusahaan tersebut telah disahkan berdasarkan Keputusan Departemen Kehakiman Republik Indonesia tertanggal 5 Juli 1983 dengan Surat Keputusan No. C2-4948.HT.01.01.Th83 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik In donesia No. C2- 4948.HT.01.01.Th83. PT Avia Avian Tbk (the “Company”) is established based on Deed of Establishment No. 6 dated March 1, 1983, made by Indrawati Setiabudhi, S.H., notary in Malang, that was amended based on Deed No. 63 dated May 23, 1983 by the same notary. The Company’s Deeds of Amendments have been approved based on the Decision of the Department of Justice of the Republic of Indonesia dated July 5, 1983 with Decision Letter No. C2 -4948.HT.01.01.Th83 and was published in State Gazette No. C2 -4948.HT.01.01.Th83 of the Republic of Indonesia. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dibuat melalui Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 4 Agustus 2021, sehubungan dengan perubahan status perusahaan dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka, perubahan nama Perusahaan dari PT Avia Avian menjadi PT Avia Avian Tbk, peningkatan modal dasar Perusahaan, perubahan nilai nominal saham, persetujuan pelaksanaan penawaran umum, persetujuan pelaksanaan program Alokasi Saham Karyawan (“ESA”), penyusunan kembali maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, penegasan kembali Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan, persetujuan perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan Peraturan No. I X.J.1, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 15/2020 dan POJK No. 33/2014, dan penetapan pengendali Perusahaan sesuai POJK No. 3/2021. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU -0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 12 Agustus 2021. The Company’s Articles of Association have been amended several times. The latest amendment was made through Notarial Deed No. 3 of Liestiani Wang, S.H., M.Kn., dated August 4 , 2021, regarding the change of the Company’s status from a limited company to a public company, the change in the Company’s name from PT Avia Avian to PT Avia Avian Tbk, an increase in authorised share capital, changes in the share par value, approval for public offering, approval for Employee Stock Allocation (“ESA”), rearrangement of the Company’s purposes and objectives and activities, reaffirmation of the Company’s Board of Commissioners and Directors, approval of the change in Articles of Association in accordance with Regulation No. IX.J.1, Financial Services Authority’s Regulation (“POJK”) No. 15/2020 and POJK No. 33/2014 and appointment of the Company’s controlling interests in accordance with POJK No. 3/2021. This amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decree No. AHU -0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 dated August 12, 2021. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain bergerak dalam bidang industri pengolahan dan perdagangan besar. Perusahaan berkantor pusat di Sidoarjo dan memiliki pabrik di Sidoarjo dan Serang. Based on the Company’s Articles of Association, the scope of activities of the Company comprises the processing industry and wholesale tr ading. The Company’s head office is located in Sidoarjo, with factories in Sidoarjo and Serang. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1983. The Company started its commercial operations in 1983.
Page 13
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 10 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Penawaran umum saham Perusahaan b. Public offering of the Company’s shares Berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 4 Agustus 2021 oleh Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan, perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. AHU-0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 12 Agustus 2021, para pemegang saham Perusahaan memutuskan dan menyetujui hal -hal diantaranya perubahan status Perusahaan dari perseroan tertu tup menjadi perseroan terbuka dan perubahan nama Perusahaan dari PT Avia Avian menjadi PT Avia Avian Tbk. Based on Notarial Deed No. 3 dated August 4, 2021, by Notary Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notary in South Jakarta, this amendment was approved by th e Minister of Law and Human Rights under Decision Letter No. AHU -0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 dated August 12, 2021, the shareholders of the Company decided and approved matters, including the changes of the Company’s status from a limited company to a public company and the Company’s name from PT Avia Avian to PT Avia Avian Tbk. Dalam rangka penawaran umum perdana saham Perusahaan, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran No. S -223/D.04/2021 tertanggal 30 November 202 1 dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) untuk melakukan penawaran umum perdana sebanyak 6.200.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 (angka penuh) per lembar saham dan harga penawaran sebesar Rp 930 (angka penuh) per lembar saham. Seluruh saham yang ditawarkan ke masyarakat pada saat penawaran umum perdana berasal dari saham baru yang diterbitkan Perusahaan. Efektif tanggal 8 Desember 2021, saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”). In relation to the initial public offering of the Company’s shares, the Company obtained the Notification Letter of Statement of Effective Registration No. S -223/D.04/2021 dated November 30, 2021 from the Financial Services Authority (“OJK”) to conduct an initial public offering of 6,200,000,000 shares to the public with a par value of Rp 10 (full amount) per share at an offering price of Rp 930 (full amount) per share. All of the shares offered to the public in the initial public offering were new shares issued by the Company. Effective on December 8, 2021, the Company’s shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange (“IDX”). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 7 Desember 2023, yang berita acaranya dituangkan dalam Akta Notaris No. 5 tanggal 7 Desember 2023 dari Notar is Dr. Susanti, S.H., M.Kn., para pemegang saham menyetujui untuk melakukan pembelian kembali sebanyak -banyaknya 1.425.000.000 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 21 dan 37). Based on the Annual General Shareholders Meetin g dated December 7, 2023, which was notarised by Notarial Deed No. 5 dated December 7, 2023, of Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., the shareholders agreed to repurchase 1,425,000,000 ordinary shares of the Company through a transaction at the IDX ( Notes 21 and 37). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 10 April 2025, yang berita acaranya dituangkan dalam Akta Notaris No. 2 tanggal 10 April 2025 dari Notaris Dr. Susanti, S.H., M.Kn., para pemegang saham menyetujui untuk melakukan pembelian kembali sebanyak -banyaknya 1.425.000.000 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 21 dan 37). Based on the Annual General Shareholders Meeting dated April 10, 2025, which was notarised by Notarial Deed No. 2 dated dated April 10, 2025, of Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., the shareholders agreed to repurchase 1,425,000,000 ordinary shares of the Company through a transaction at the IDX (Notes 21 and 37). c. Entitas induk dan entitas induk utama c. Parent and ultimate parent entity PT Wahana Lancar Rejeki dan PT Tancorp Surya Sentosa merupakan entitas pengendali Perusahaan. Pemilik manfaat dari Perusahaan adalah Wijono Tanoko, Hermanto Tanoko dan Ruslan Tanoko. PT Wahana Lancar Rejeki and PT Tancorp Surya Sentosa are the controlling interests of the Company. The beneficial owners of the Company are Wijono Tanoko, Hermanto Tanoko and Ruslan Tanoko.
Page 14
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 11 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) d. Entitas anak yang dikonsolidasi d. Consolidated subsidiaries Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki entitas anak dengan kepemilikan efektif sebagai berikut: As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the Company has subsidiaries with effective percentage of ownership as follows: Persentase Jumlah Aset Dimulainya Kepemilikan/ Sebelum Eliminasi/ Kegiatan Percentage Total Assets Before Elimination Komersial/ of Ownership Before Elimination Commencement Entitas Anak/ Domisili/ Bidang Usaha/ of Commercial 30 Sep. 2025/ 31 Des. 2024/ 30 Sep. 2025/ 31 Des. 2024/ Subsidiaries Domicile Nature of Business Operations Sep. 30, 2025 Dec. 31, 2024 Sep. 30, 2025 Dec. 31, 2024 Kepemilikan Langsung/ Direct Ownership PT Tirta Kencana Tatawarna (“PT TKTW”)a) Surabaya Perdagangan/Trading 2000 99,99% 99,99% 4,253,397 4,176,481 PT Solusi Rumah Perdagangan dan jasa/ Praktis (“PT SRP”) Surabaya Trading and service 2018 99.99% 99.99% 775 1,066 PT Multipro Paint Indonesia Perdagangan dan industri/ (“PT MPI”) Jakarta Trading and industry 2008 67.00% 67.00% 26,303 33,043 Kepemilikan Tidak Langsung/ Indirect Ownership Melalui PT TKTW/Through PT TKTW PT Tirtakencana Batamindo (“PT TKBI”) Batam Perdagangan/Trading 2010 99,98% 99,98% 34,632 34,708 a) dan entitas anak/and subsidiaries e. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite A udit dan karyawan e. Board of Commissioners and Directors, Audit Committee and employees Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The compositions of the Company’s Boards of Commissioners and Directors as of September 30, 2025 and December 31, 2024 are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Hermanto Tanoko Hermanto Tanoko President Commissioner Komisaris Mohammad Noor Mohammad Noor Commissioner Rachman Soejoeti Rachman Soejoeti Komisaris Oscar Christian Maria Josef - Commissioner Wezenbeek Direksi Board of Directors Direktur Utama Wijono Tanoko Wijono Tanoko President Director Wakil Direktur Utama Ruslan Tanoko Ruslan Tanoko Vice President Director Direktur Robert Christian Tanoko Robert Christian Tanoko Director Direktur Kurnia Hadi Sinanto Kurnia Hadi Sinanto Director Direktur Angelica Tanisia Jozar Angelica Tanisia Jozar Director Susunan komite audit pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The members of Company’s Audit Committee as of September 30, 2025 and December 31, 2024 are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Komite Audit Audit Committee Ketua Mohammad Noor Mohammad Noor Chief Rachman Soejoeti Rachman Soejoeti Anggota Sammy TS Lalamentik Sammy TS Lalamentik Member Anggota Wardiman Wijaya Wardiman Wijaya Member Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki masing -masing 1.342 dan 1.417 orang karyawan tetap (tidak diaudit). As of September 30, 2025 and December 31, 2024 , the Group had a total of 1,342 and 1,417 permanent employees, respectively (unaudited).
Page 15
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 12 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) f. Tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian f. Completion date of the consolidated financial statements Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak (bersama -sama “Grup”) diotorisasi oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Oktober 2025. The consolidated financial statements of the Company and subsidiaries (together the “Group”) were authorised by the Directors of the Com pany on October 30, 2025. 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS a. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia a. Change in the Indonesian Financial Accounting Standards nomenclature Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nom enklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi atas Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan ISAK yang diadopsi dari International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan mempengaruhi isi masing-masing PSAK dan ISAK. In line with the ratification of the I ndonesian Financial Reporting Standards Framework, the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK -IAI”) approved the change in the Indonesian Financial Accounting Standards nomenclature which regulates the number ing of Statements of Financial Accounting Standards (“PSAK”) and Interpretations of Financial Accounting Standards (“ISAK”). This aims to differentiate between PSAK and ISAK which are adopted from International Financial Reporting Standards (IFRS) and to t hose which are not. The change in the Indonesian Financial Accounting Standards nomenclature, which is effective on January 1, 2024, does not affect the contents of each PSAK and ISAK. b. Amendemen/penyesuaian standar yang berlaku efektif pada periode berjalan b. Amendments/improvements to standards effective in the current period Dalam periode berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai p ada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau tahun-tahun sebelumnya. In the current period, the Group has applied amendments/improvements to PSAK that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on or after January 1, 202 5. The adoption of these revised PSAKs does not result in changes to the Group’s accounting policies and has no material effect on the amounts reported for the current period or prior years. PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran” PSAK 221 (Amendment), “The Effects of Changes in Foreign Excha nge Rates”: Lack of Exchangeability c. Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan c. Standards and amendments/improvements to standards issued not yet adopted Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen -amendemen atas PSAK yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut: At the date of authorization of these consolidated financial statements, t he following standards and amendments to PSAK relevant to the Group were issued but not yet effective, with early application permitted: Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026 Effective for periods beginning on or after January 1, 2026 Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan Amendments to PSAK 109, “Financial Instruments” and PSAK 107,” Financial Instruments: Disclosure”: Classification and Measurement of Financial Instrument
Page 16
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 13 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (lanjutan) 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS (continued) c. Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan (lanjutan) c. Standards and amendments/improvements to standards issued not yet adopted (continued) Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026 (lanjutan) Effective for periods beginning on or after January 1, 2026 (continued) Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas” 2024 Annual Improvements to PSAK 107, “Financial Instru ments: Disclosures”, PSAK 109, “Financial Instruments”, PSAK 110, “Consolidated Financial Statements” and PSAK 207, “Statement of Cash Flows” Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027 Effective for periods beginning o n or after January 1, 2027 PSAK 413, “Penurunan Nilai” PSAK 413, “Impairment” Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian interim, dampak dari penerapan standar dan amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen. As at the issuance date of the interim consolidated financial statements, the effects of adopting these standard and amendments on the consolidated financial statements are not known nor reasonably estimable by management. 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian a. Basis of preparation of the consolidated financial statements Laporan keuangan kons olidasian Grup telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK -IAI) dan peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya. The consolidated financial statements of the Group have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statement of Financial Accounting Standards (“PSAK”) and Interpretations of Statement of Financial Accounting Standard (“ISAK”) issued by the Financial Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (“DSAK -IAI”) and regulations of capital market regulator for entities under its control. Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK 201, "Penyajian Laporan Keuangan" dan PSAK 234, "Laporan Keuangan Interim". The consolidated financial stateme nts have been prepared in accordance with PSAK 201, "Presentation of Financial Statements" and PSAK 234, "Interim Financial Statements". Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 202 4, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan , diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025. The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2024, except for the adoption of several amended SAKs. As disclosed in Note 2, several amended and published accounting standards were adopted effective January 1, 2025. Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan kelangsungan usaha. The Group has prepared the consolidated financial statements on the basis that it will continue to operate as a going concern.
Page 17
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCO UNTING POLICY INFORMATION (continued) a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan) a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued) Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolid asian, disusun berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing -masing akun tersebut. The consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis using the historical cost basis of accounting, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies for those accounts. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas -aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. The consolidated statements of cash flows have been prepared using direct method which classify cash flows into operating, investing and financing activities. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup. The reporting currency used in the consolidated financial statements is Rupiah, which is the Group’s functional currency. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan dan disajikan dalam jutaan Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain. Figures in the consolid ated financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah (“Rp”), unless otherwise specified. b. Klasifikasi lancar/jangka pendek dan tidak lancar/jangka panjang b. Current and non-current classification Grup menyajikan aset dan li abilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang. The Group presents assets and liabilities in the consolidated statement of financial position based on current/non-current classification. Suatu aset disajikan lancar bila: i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal, ii. untuk diperdagangkan, iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi pengg unaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan. An asset is current when it is: i. expected to be realized or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle, ii. held primarily for the purpose of trading, iii. expected to be realized within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period. Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. All other assets are classified as non-current. Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila: i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal, ii. untuk diperdagangkan, iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setela h tanggal pelaporan, atau iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode pelaporan. A liability is current when it is: i. expected to be settled in the normal operating cycle, ii. held primarily for the purpose of trading, iii. due to be settled within 12 months after the reporting period, or iv. there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting period. Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan seb agai jangka panjang. All other liabilities are classified as non-current. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang. Deferred tax assets and liabilities are classified as non- current assets and liabilities.
Page 18
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi c. Principles of consolidation Laporan keuangan konsolidasian meliputi lapor an keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi timbal balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini: The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and the entity in which the Company has the ability to directly or indirectly exercise control. Control is achieved when the Group are exposed, or have rights, to variable returns from its involvement with the investee and have the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Group control an investee if and only if the Group have all of the following: i. Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii. Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan iii. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. i. Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities of the investee, ii. Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and iii. The ability to use its power over the investee to affect its returns. Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: When the Group have less than a majority of the voting or similiar rights of an investee, the Group consider all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including: i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. i. The contractual arrangement with the other vote holders of the investee, ii. Rights arising from other contractual arrangements, and iii. The Group’s voting rights and potential voting rights. Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilangan pengendalian atas Perusahaan. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam l aporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut. The Group re -assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtain the control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Group gain control until the date the Group cease to control the subsidiary. Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama deng an Perusahaan. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Grup, kecuali dinyatakan lain. The financial statements of the subsidiar ies are prepared for the same reporting period as the Company. The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the Group, unless otherwise stated.
Page 19
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 16 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) Kepentingan non -pengendali (“KNP”) mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribus ikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan. Non-controlling interests (“NCI”) represents the portion of the profit or loss and net assets of the subsidiary not attributable directly or indirectly to the Company, which are presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and under the equity section of the consolidated statement of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to the owner of the Company. Kepentingan non -pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan non -pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk masing -masing akuisisi. Kepentingan non -pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non -pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non -pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas. Non-controlling interest may initially be measured at fair value or at the non -controlling interests’ proportionate share of the fair value of the acquiree’s identifiable net assets. The choice of measurement is made on an acquisition -by-acquisition basis. Other non-controlling interests are initially measured at fair value. Subsequent to acquisition, the carrying amount of non -controlling interests is the amount of those interests at initial recognition plus the non -controlling interests’ share of subsequent changes in equity. Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup. Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the equity holders of the parent of the Company and to the non - controlling interests (“NCI”), even if this results in the NCI having deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiary to bring their accounting policies into the line with the Group accounting policies. Seluruh sa ldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan, dan laba atau rugi hasil transaksi dari intra Grup yang belum direalisasi dan dividen diel iminasi pada saat konsolidasi. All intra and inter-group balances, transactions, income and expenses, and unrealized profits and losses resulting from intra -group transactions and dividends are eliminated on consolidations. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendali an, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan d iakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. A change in the parent’s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Company loss control over a subsid iary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while any resulting gain or loss is recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value. Transaksi perubahan nilai investasi pada Entitas Anak yang timbul dari penerbitan saham baru oleh Entitas Anak kepada Perusahaan dicatat pada akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak dan dampak transaksi dengan kepentingan non - pengendali” sebagai bagian dari “E kuitas” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Change of carrying value of investment transaction which derived from the issuance of new shares of Subsidiary to the Company is recorded as “Differences arising from changes in equity of Subsidiary and effect of transactions with non -controlling interest” account which is presented under the “Equity” account in the consolidated statement of financial position.
Page 20
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 17 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) d. Kombinasi bisnis d. Business combination Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan. Business combinations are accounted for using acquisition method. The consideration transferred in a business combination is measured at fair value, which is c alculated as the sum of the acquisition -date fair values of the assets transferred by the Group, liabilities incurred by the Group to the former owners of the acquiree, and the equity interests issued by the Group in exchange for control of the acquiree. T he acquisition-related costs incurred are expensed in the current period. Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan. At the acquisition date, the identifiable assets acquired and the liabilities assumed are recognized at their fair value except for certain assets and liabilities that are measured in accordance with the relevant standards. Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill. The excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for non - controlling interest an d the fair value of the acquirer’s previously held equity interest in the acquiree (if any) over the net of the acquisition -date amounts of the identifiable assets acquired and liabilities assumed is recorded as goodwill. Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi. If the fair value of the net assets acqu ired is in excess of the aggregate consideration transferred, the Group re-assesses whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and reviews the procedures used to measure the amounts to be recognized at the acquisition date. If the reassessment still results in an excess of the fair value of net assets acquired over the aggregate consideration transferred, then the gain is recognized in profit or loss. Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement ), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pe ngukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta -fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi. When the consideration trans ferred by the Group in a business combination includes assets or liabilities resulting from a contingent consideration arrangement, the contingent consideration is measured at its acquisition date fair value and included as part of the consideration transf erred in a business combination. Changes in the fair value of the contingent consideration that qualify as measurement period adjustments are adjusted retrospectively, with corresponding adjustments against goodwill. Measurement period adjustments are adju stments that arise from additional information obtained during the measurement period (which cannot exceed one year from the acquisition date) about facts and circumstances that existed at the acquisition date.
Page 21
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 18 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) d. Kombinasi bisnis (lanjutan) d. Business combination (continued) Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syar at sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. The subsequent accounting for changes in the fair value of the contingent consideration that do not qualify as measurement period adjustments depends on how the contingent consideration is classified. Contingent consideration that is cl assified as equity is not remeasured at subsequent reporting dates and its subsequent settlement is accounted for within equity. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi. Contingent consideration classified as an asset or liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK 109 is measured at fair value with the changes in fair value recognized in profit or loss in accordance with PSAK 109. Other contingent consideration that is not within the scope of PSAK 109 is measured at fair value at each reporting date with changes in fair value recognized in profit or loss. Bila suatu kombinasi bisnis dil akukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal aku isisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan tersebut dilepas/dijual. When a business combination is achieved in stages, the Group’s previously held equity interests in the acquired entity are remeasured to its acquisition -date fair value and the resulting gain or loss, if any, is recognized in profit or loss. Amounts arising from interests in the acquiree prior to the acquisition date that have p reviously been recognized in other comprehensive income are reclassified to profit or loss where such treatment would be appropriate if that interests were disposed of. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelapora n saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan yang di akui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. If the initial accounting for a business combination is incomplete by the end of the reporting period in which the combination occurs, the Group reports provisional amounts for the items for which the accounting is incomplete. Those provisional amounts are adjusted retrospectively during the measurement period, or additional assets or liabilities are recognized, to reflect new information obtained about facts and circumstances that existed as at the acquisition date that, if known, would have affected the amount recognized as at that date. e. Kombinasi bisnis entitas sepengendali e. Business combination of entities under common control Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini, transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas -entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut. Business combination involving entities under common control is accounted in accordance with PSAK 338. Under this PSAK, business combination of entities under common control transactions, such as tran sfers of business conducted within the framework of the reorganization of the entities that are in the same group, is not a change of ownership in terms of economic substance, hence, the transaction does not result in a gain or loss for the Group as a whol e or for individual entities within the Group.
Page 22
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 19 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) e. Kombinasi bisnis entitas sepengendali (lanjutan) e. Business combination of entitie s under common control (continued) Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Business combinations under common control are accounted for using the pooling-of-interests method. Metode penyatuan kepemilik an diterapkan seolah - olah entitas -entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan m odal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang. The pooling -of-interest method is applied as if the entities had been combined from the period when the merging entities were placed under common control. The difference between the consideration transferred and the book value of the net assets of the acquiree is presented under “additional paid -in capital” and is not recycled to profit or loss nor reclassified to retained earnings when control is lost. f. Investasi pada ventura bersama f. Investment in joint ventures Pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari peng aturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas. Investments in joint arrangements are classified as either joint operations o r joint ventures depending on the contractual rights and obligations of each investor rather than the legal structure of the joint arrangement. Group has assessed the nature of its joint arrangements and determined them to be joint ventures. A joint ventur e is accounted for using the equity method. Sesuai metode ekuitas, investasi pada ventura bersama pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari pihak yang diakuisisi atas laba rugi, dan bagiannya atas pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari pihak yang diakuisisi atas penghasilan komprehensif lainnya. Under the equity method, the investment in a joint venture is initially recognised at cost and adjusted thereafter to recognise the investor’s share of the post - acquisition profits or losses of the investee in profit or loss, and its share of movements in other comprehensive income of the investee in other comprehensive income. Dividen yang diterima atau ya ng akan diterima dari ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Dividends received or receivable from a joint venture are recognised as a reduction in the carrying amount of the investment. Jika bagian Grup atas kerugian vent ura bersama sama dengan atau melebihi kepentingannya pada ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban legal atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama ventura bersama. When the Group’s share of losses in a joint venture equals or exceeds its interest in the joint ventures, including any other unsecured receivables, the Group does not recognise further losses, unless it has incurred legal or constructive obligatio ns or made payments on behalf of the joint venture. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara Grup dan ventura bersama telah dieliminasi sebesar kepemilikan Grup pada ventura bersama tersebut. Unrealised gains and losses on transactions between the Group and a joint venture have been eliminated to the extent of the Group’s interest in the joint venture. Setiap akhir periode pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa investasi pada ventura bersama mengalami penurunan nilai. At the end of each reporting period, the Group assesses whether there is objective evidence that investment in a joint venture is impaired.
Page 23
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 20 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POL ICY INFORMATION (continued) g. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing g. Foreign currency transactions and balances Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata -rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi periode berjalan. Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah based on the average rates of exchange published by Bank Indonesia at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to the current period operations. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia mata uang asing yang digunakan adalah sebagai berikut: As of September 30, 2025 and December 31, 2024 , the middle rates published by Bank Indonesia of foreign currencies used are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 1 Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”) 16,680 16,162 United States Dollar 1 (“US Dollar”) 1 Yuan China (“CNY”) 2,343 2,214 Chinese Yuan 1 (“CNY”) 1 Dolar Singapura (“SGD”) 12,934 11,919 Singapore Dollar 1 (“SGD”) 1 Euro (“Euro”) 19,561 16,851 Euro 1 (“Euro”) 1 Poundsterling Inggris (“GBP”) 22,428 20,333 Great Britain Poundsterling 1 (“GBP”) h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi h. Transactions with related parties Grup memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. The Group has transactions with related parties as defined under PSAK 224 “Related Party Disclosures”. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. The transactions are made based on terms agreed by the parties. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. All material transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements. i. Instrumen keuangan i. Financial instruments Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Financial assets and financial liabilities are recognized on the consolidated statement of financial position when the Group becomes a party to the contractual provisions of the instrument. (i) Aset keuangan (i) Financial assets Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini: The Group classifies its financial assets into the following categories. (i) aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi; (ii) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”); dan (iii) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”). (i) financial assets measured at amortised cost; (ii) financial assets measured at fair value either through profit or loss (“FVTPL”); and (iii) financial assets measured at fair value through other comprehensive income (“FVOCI”).
Page 24
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 21 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement (continued) Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah penentuan arus kasnya semata -mata dari pembayaran pokok dan bunga. The classification depends on the Group’s business model and the contractual t erms of the cash flows when determining whether their cash flows are solely payment of principal and interest. Grup menentukan klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan bergantung pada model bisni s dimana investasi tersebut diadakan. Grup mereklasifikasi investasi pada instrumen utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah. The Group determines the classification of its financial assets at initial recognition. For investments in debt instruments, this will depend on the business model in which the investment is held. The Group reclassifies investments in debt instruments when and only when its business model for managing those assets changes. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, yang terdiri dari kas dan setara kas, kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek, piutang usaha dan piutang lain -lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, yang terdiri dari investasi pada surat utang negara, investasi saham, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang ter diri dari investasi reksa dana. As of September 30, 202 5 and December 31, 2024, the Group has financial assets measured at amortised costs, which comprise cash and cash equivalents, restricted cash in bank and time deposits, short -term inves tments, trade receivables and other receivables, financial assets measured at fair value through other comprehensive income, which comprise of investment in government bonds , investment in shares of stock, and financial assets measured at fair value through profit or loss, which comprise of investment in mutual funds. - Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi - Financial assets held at amortised cost Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis “dimiliki untuk mendapatkan arus kas” dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”. This classification applies to debt instruments which are held under a “hold to collect” business model and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” (“SPPI”) criteria. Pada pengakuan awal, aset keuangan yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan, diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai waja r dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (“EIR”). Keuntungan atau kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat yang dic atat pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi. At initial recognition, financial assets that do not have a significant financing component are recognised at their transaction price. Other financial assets are initially recognised at fair va lue less related transaction costs. They are subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate (“EIR”) method. Any gains or losses on derecognition or modification of a financial asset held at amortised cost are recognised in profit or loss.
Page 25
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 22 [ 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement (continued) - Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain - Financial assets held at FVOCI Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan di mana arus kasnya memenuhi kriteria “semata - mata dari pembayaran pokok dan bunga”. This cla ssification applies to debt instruments that are held under a business model where they are held for collection of contractual cash flows and also for sale (“collect and sell”) and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” criteria. Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya transaksi menggunakan metode EIR), keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari selisih kurs diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan, keuntungan atau kerugian nilai wajar kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada l aba rugi. All movements in the fair value of these financial assets are taken through other comprehensive income, except for the recognition of impairment gains or losses, interest (including transaction costs by revenue applying the effective interest method), gains or losses arising on derecognition and foreign exchange gains and losses which are recognised in profit or loss. When the financial asset is derecognised, the cumulative fair value gains or losses previously recognised in other comprehensive i ncome is reclassified to profit or loss. - Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - Financial assets at fair value through profit or loss Aset yang tidak memenuhi kriteria untuk biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui pe nghasilan komprehensif lain diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari investasi reksa dana yang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, dia kui dalam laporan laba rugi dan disajikan bersih dalam laporan laba rugi di dalam keuntungan/(kerugian) lainnya dalam periode kemunculannya. Assets that do not meet the criteria for amortised cost or FVOCI are measured at fair value through profit or loss . A gain or loss on investment in mutual funds that is subsequently measured at fair value through profit or loss and is not part of a hedging relationship is recognised in profit or loss and presented net in the statement of profit or loss within other ga ins/(losses) in the period in which it arises. Penghentian pengakuan Derecognition Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika: A financial asset is derecognised when: - hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - the righ ts to receive cash flows from the asset have expired; or
Page 26
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 23 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Penghentian pengakuan (lanjutan) Derecognition (continued) - Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan ‘pass-through’; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. - the Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material dela y to a third party under a ‘pass -through’ arrangement; and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset , but has transferred control of the asset. Penurunan nilai Impairment Grup menilai berdasarkan basis forward looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) terhadap aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan dan ni lai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan. The Group assesses on a forward -looking basis, the Expected Credit Losses (“ECL”) associate d with its financial assets carried at amortised cost and FVOCI. The impairment method applied depends on whether there has been a significant increase in credit risk. Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keua ngan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam melakukan penilai an, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan info rmasi yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal. At each reporting date, the Group asse sses whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Group uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of ECL. To make that assessment, the Group compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initia l recognition and considers reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition. Untuk piutang usaha dan piutang lain -lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan yang diizinkan oleh PSAK 109, yang mensyaratkan ekspektasi kerugian seu mur hidup harus diakui sejak pengakuan awal aset keuangan. For trade receivables and other receivables without significant financing components, the Group applies the simplified approach permitted by PSAK 109, which requires expected lifetime losses to be recognised from the initial recognition of the financial assets.
Page 27
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Penurunan nilai (lanjutan) Impairment (continued) Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Gru p juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang di miliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unlikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A f inancial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows. Kas dan setara kas dan investasi jangka pendek juga tunduk pada persyaratan penurunan nilai PSAK 109. ECL didasarkan pada rating kredit bank untuk mengestimasi kemungkinan gagal bayar selama jangka waktu tertentu dan menggunakan referensi Basel II yang digunakan secara umum untuk mengestimasi kerugian yang muncul dari gagal bayar. Cash and cash equivalents and short -term investments are als o subject to impairment requirements of PSAK 109. The ECL rates are based on the bank’s credit rating to estimate the probability of default over a given time horizon and utilise the commonly used Basel II reference to estimate the losses arising on default. (ii) Liabilitas keuangan (ii) Financial liabilities Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Financial liabilities are classified as follows: financial liabilities at fair value through profit or loss and financial liabilities at amortised cost. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup hanya memiliki liabilita s keuangan yang diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, yang terdiri dari pinjaman bank jangka p endek, utang usaha, utang lain -lain, beban akrual, liabilitas sewa, dan uang jaminan pelanggan. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the Group only had financial liabilities measured at amortised cost, which comprise short-term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses, lease liabilities and customer guarantee. Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode EIR. Liabilitas keuangan tidak diakui ketika liabilitas keuangan telah dilepaskan atau dibatalkan. After initial recognition wh ich is at fair value plus transaction costs, the Group measures all financial liabilities at amortised cost using the EIR method. A financial liability is derecognised when the obligation under the liability is discharged or cancelled.
Page 28
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (iii) Saling hapus instrumen keuangan (iii) Offsetting of financial instruments Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untu k menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the statement of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis, or realise the asset and settle the liability simultaneously. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of b usiness and in the event of default in solvency or bankruptcy of the Group or the counterparty. j. Kas dan setara kas j. Cash and cash equivalents Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya dan cerukan. Setara kas didefinisikan sebagai investasi jangka pendek dan sangat likuid yang dap at dikonversi ke sejumlah kas yang telah diketahui dan tidak memiliki risiko perubahan nilai yang signifikan. Pada laporan posisi keuangan konsolidasian, cerukan disajikan bersama sebagai pinjaman bank dalam liabilitas jangka pendek. In the consolidated statement of cash flows, cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks, and time deposits with original maturity periods of three months or less since the acquisition date, which are not pledged as collateral nor restricted for use and bank overdrafts. Cash equivalents are defined as short-term, highly liquid investments that are readily convertible into known amounts of cash and which are subject to insignificant risk of changes in value. In the consolidated statement of financial positi on, bank overdraft is shown within bank loans in current liabilities. Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan sampai 12 (dua belas) bulan disajikan sebagai investasi jangka pendek dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Time deposits with maturity period more than 3 (three) months up to 12 (twelve) months are presented as short-term investments in the consolidated statement of financial position. k. Piutang usaha dan piutang lain-lain k. Trade and other receivables Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Piutang lain -lain merupakan saldo piutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha biasa. Trade receivables are amounts due from customers for merchandise sold or services performed in the ordinary course of business. Other receivables are receivables arising from transactions outside of the ordinary course of business. Piutang usaha dan piutang lain -lain pada awalny a diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode EIR, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai. Trade and other receivables are recognised initiall y at fair value and subsequently measured at amortised cost using the EIR method, if the impact of discounting is significant, less any provision for impairment.
Page 29
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) k. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) k. Trade and other receivables (continued) Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piu tang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar. If collection of the receivables is expected in one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer), they are classified as curr ent assets. If not, they are presented as non-current assets. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan menurut PSAK 109 untuk mengukur ECL yang menggunakan kerugian seumur hidup untuk semua piutang usaha dan piutang lain -lain. Untuk mengukur ECL, piutang usaha dan piutang lain -lain dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit bersama dan piutang yang telah lewat jatuh tempo. The Group applies the PSAK 109 simplified approach to measure ECL which uses a lifetime ECL for all trade and other receivables. To measure the ECL, trade and other receivables have been grouped based on shared credit risk characteristics and the receivables days past due. Lihat Catatan 3i untuk penurunan nilai aset keuangan, termasuk piutang usaha dan piutang lain - lain. Refer to Note 3i for impairment of financial assets, including trade and other receivables. Jumlah kerugian penurunan nilai diakui laba rugi. Ketika piutang usaha yang mana cadangan penurunan nilai nya telah diakui menjadi tidak dapat terkoleksi di periode selanjutnya, piutang tersebut dihapus-bukukan terhadap akun pencadangan nya. Pemulihan kemudian atas jumlah yang sebelumnya dihapus-bukukan dikreditkan terhadap laba rugi. The amount of the impairment loss is recognised in profit or loss. Wh en a trade receivable for which an impairment allowance had been recognised becomes uncollectible in a subsequent period, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written -off are credited against profit or loss. l. Persediaan l. Inventories Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Harga perolehan ditentukan dengan me nggunakan metode rata-rata tertimbang. Harga perolehan barang jadi dan pekerjaan dalam proses terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan biaya overhead produksi (berdasarkan kapasitas normal operasi). Persediaan tidak mencak up biaya pinjaman. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha biasa, dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penjualan. Cost is determined using the weighted average method. The cost of finished goods and work in progress comprises raw materials, direct labour, other direct costs and related production overheads (based on normal operating capacity). It excludes borrowing costs. Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale. Penyisihan untuk persediaan lambat bergerak dan usang dibuat berdasarkan telaah manajemen setiap akhir tahun. A provision for slow -moving inventories and obsolescence is made based on management’s review at the end of the year.
Page 30
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 27 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) m. Aset tetap m. Fixed assets Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai maksud manaje men. Biaya perolehan tersebut juga termasuk estimasi awal atas biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan pemulihan lokasi dan biaya untuk mengganti komponen dari aset tetap pada saat penggantian, bila kriteria pengakuan terpenuhi. Fixed assets are initially recognised at cost, which comprises its purchase price and any additional costs directly attributable to bringing the asset to its working condition and location for its intended use. Such cost also includes the initial estimation of the costs o f dismantling and removing the fixed assets and restoring the sites and the cost of replacing part of such fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada. Subsequent to initial recognition, fixed assets are carried at cost less accumulated depreciation and impairment losses, if any. Aset tetap, kecuali tanah, didepresiasi menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap dengan tahun sebagai berikut: Fixed assets, except land, are depreciated using the straight-line method over their expected economic useful lives at the following years: Tahun/Years Bangunan dan prasarana 10 - 30 Buildings and improvements Mesin dan peralatan 4 - 25 Machinery and equipment Instalasi listrik 4 - 20 Electricity installations Kendaraan 4 - 10 Vehicles Peralatan kantor 4 - 15 Office equipment Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Costs associated with the acquisition of legal right of land when the land was first acquired are recognized as part of the cost of land. Costs associated with the extension or renewal of legal right of land are recognized as an intangible asset and amortized over the legal life of the land rights or economic life of the land, whichever is shorter. Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing - masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing -masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan meng alihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”. The Group analyzes the facts and circumstances for each type of land rights in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately represent an underlying economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the underlying assets to the Group, but gives the rights to use the underlying assets, the Group applies the accounting treatment of these transactions as leases under PSAK 116, “Leases”. If land rights are substantially similar to land purchase s, the Group applies PSAK 216, “Property, Plant and Equipment”. Tanah dicatat pada nilai revaluasian. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup berkala untuk memastikan bahwa jumlah yang tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang di tentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Land is stated at its revalued amount. Revaluations are performed with sufficient regularity such that the carrying amount is not materially different from that which would be determined using fair values at the consolidated statement of financial position.
Page 31
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) m. Aset tetap (lanjutan) m. Fixed assets (continued) Surplus revaluasi aset tetap yang termasuk dalam ekuitas dipindahkan ke dalam saldo laba pada saat penghentian/pelepasan aset oleh entitas. Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laba rugi. The revaluation surplus included in equity is transferred to retained earnings upon termination/disposal of assets by the entity. Transfer of revaluation surplus to retained earnings is not made through profit or loss. Nilai tercatat atas aset tetap diestimasi apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang memberikan indikasi bahwa nilai perolehan mungkin tidak sepenuhnya dapat diperoleh kembali. The carrying amount of fixed assets is estimated whenever events or changes in circumstances indicate that its carrying amount may not be fully recoverable. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. An item of fixed assets is derecognised upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on the derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in profit or loss in t he year the asset is derecognised. Pada setiap periode pelaporan , nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan direviu, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. The asset’s residual values, useful lives and methods of depreci ation are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate, at each reporting period. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap pada saat aset tetap tersebu t telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan sesuai tujuannya. Construction in progress is stated at cost. The accumulated cost will be transferred to the appropriate fixed asset account when the construction is completed and the asset is ready for its intended use. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada nilai tercatat aset tetap terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekono mi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait, jika ada. Repairs and maintenance expenses are expensed to profit or loss as incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the related fixed asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed standard of performance of the existing asset will flow to the Group and is dep reciated over the remaining useful life of the related asset, if any. n. Sewa n. Leases Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa dibuat berdasarkan substansi perjanjian itu sendiri dan penilaian apakah pemenuhan atas perjan jian bergantung dari penggunaan aset tertentu atau aset, dan apakah perjanjian memberikan hak untuk menggunakan aset. The determination of whether an arrangement is, or contains, a lease is made based on the substance of the arrangement and assessment of whether fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets, and the arrangement conveys a right to use the asset.
Page 32
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 29 [ 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued) Sebagai Penyewa As Lessee Grup menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai -rendah. Grup mengakui liabilitas s ewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak -guna yang merupakan hak untuk menggunakan aset pendasar. The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except for short - term leases and leases of low-value assets. The Group recognises lease liabilities to make lease payments and right -of-use assets representing the right to use the underlying assets. Aset hak-guna Right-of-use assets Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau un tuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. The right -of-use asset is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any l ease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to dismantle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of th e lease, less any lease incentives received. Aset hak -guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak -guna atau akhir masa sewa. Jika Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi pembelian, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset yang mendasarinya. Selain itu, aset hak -guna juga dikurangkan dengan kerugian penurunan nilai, apabila ada, dan disesuaikan untuk pengukuran kembali tertentu atas liabilitas sewa. The right -of-use asset is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right-of-use asset or the end of the lease term. If the Group is reasonably certain to ex ercise a purchase option, the right -of-use asset is depreciated over the underlying asset’s useful life. In addition, the right -of- use asset is reduced by impairment losses, if any, and adjusted for certain remeasurements of the lease liability. Liabilitas sewa Lease liabilities Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka men ggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto. The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, using the incremental borrowing rate. Generally, the Group uses its incremental borrowing rate as the discount rate. Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa. Pembayaran sewa yang harus dilakukan berdasarkan opsi perpanjangan tertentu juga termasuk dalam pengukuran liabilitas. Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise fixed payments, including in - substance fixed payments less any lease incentive receivable. Lease payments to be made under reasonably certain extension options are also included in the measurement of the liability. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan beban keuangan. Utang sewa yang terkait, dikurangi dengan beban keuangan, dimasukkan ke dalam “Liabilitas sewa”. Elemen bunga dari beban keuang an dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga periodik yang konstan untuk saldo liabilitas yang tersisa pada setiap periode. Each lease payment is allocated between the liability and the finance cost. The correspond ing rental obligations, net of finance cost, are included in “Lease liabilities”. The finance cost is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period.
Page 33
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued) Sebagai Penyewa (lanjutan) As Lessee (continued) Modifikasi sewa Lease modification Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika kedua kondisi berikut terpenuhi: The Group accounts for a lease modification as a separate lease if both condition met: - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu atau lebih aset yang mendasarinya; dan - pembayaran sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga yang berdiri sendiri untuk peningkatan ruang lingkup dan setiap penyesuaian yang tepat atas harga yang berdiri sendiri t ersebut untuk mencerminkan keadaan kontrak tertentu. - the modification increases the scope of the lease by adding the right to use one or more underlying assets; and - the consideration for the lease increases by an amount commensurate with the stand -alone price for the increase in scope and any appropriate adjustments to that stand-alone price to reflect the circumstances of the particular contract. Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sew a, Grup: For a lease modification that is not accounted for as a separate lease, at the effective date of the lease modification, the Group: - mengukur kembali dan mengalokasikan pembayaran dalam kontrak yang dimodifikasi. - menentukan masa sewa dar i sewa yang dimodifikasi. - mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa yang direvisi menggunakan tingkat diskonto yang direvisi berdasarkan sisa masa sewa dan sisa pembayaran sewa dengan penyesuaian yang sesuai dengan aset ha k-guna. Tingkat diskonto yang direvisi ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal efektif modifikasi. - menurunkan nilai tercatat aset hak -guna untuk mencerminkan penghentian sebagian atau seluruh sewa untuk modifikasi sewa yang mengurangi ruang lingkup sewa. Grup mengakui dalam laporan laba rugi setiap keuntungan atau kerugian yang berkaitan dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa, dan - membuat penyesuaian yang sesuai dengan aset hak-guna untuk semua modifikasi sewa lainnya. - remeasures and allocate the consideration in the modified contract. - determines the lease term of the modified lease. - remeasures the lease liability by discounting the revised lease payments using a revised discount rate on the basis of the remaining lease term and the remaining lease payment with a corresponding adjustment to the right -of-use assets. The revised discount rate is determined as the Group’s incremental borrowing rate at the effective date of the modification. - decreases the carrying amount of the right - of-use asset to reflect the partial or full termination of the lease for lease modifications that decrease the scope of the lease. The Group recognises in profit or loss any gain or loss relating to the partial or full termination of the lease, and - makes a corresponding adjustment to the right -of- use asset for all other lease modifications. Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah Short-term leases and leases of low-value assets Grup memilih untuk tidak men gakui aset hak -guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang sejak tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi pembelian dan aset bernilai -rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa atas aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa. The Group elected not to recognise right -of-use assets and lease liabilities for short -term leases which have a lease term of 12 months or less from the commencement date an d do not contain a purchase option and low-value assets. Lease payments on short- term leases and leases of low -value assets are recognised as expense on a straight-line basis over the lease term.
Page 34
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 31 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued) Sebagai Pesewa As Lessor Pada sewa di mana Grup tidak mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat kepemilikan suatu aset diklasifika sikan sebagai sewa operasi. Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk melakukan negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewa an dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen diakui sebagai pendapatan pada periode perolehan. Leases in which the Group does not transfer substantially all the risks and rewards of ownership of an asset ar e classified as operating leases. Rental income from operating leases is recognized on a straight-line basis over the terms of the relevant lease. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognised over the lease term on the same basis as rental income. Contingent rents are recognised as revenue in the period in which they are earned. o. Properti investasi o. Investment properties Properti yang dimiliki un tuk disewakan dalam jangka panjang atau untuk kenaikan harga atau keduanya, dan yang tidak ditempati oleh entitas -entitas dalam Grup, diklasifikasikan sebagai properti investasi. Properti investasi juga mencakup properti yang sedang dikonstruksi atau dikem bangkan untuk digunakan sebagai properti investasi di masa depan. Property that is held for long -term rental yield or for capital appreciation or both, and that is not occupied by the entities within the Group, is classified as investment property. Inves tment property also includes property that is being constructed or developed for future use as an investment property. Properti investasi awalnya diukur berdasarkan biayanya, termasuk biaya transaksi yang terkait dan biaya pinjaman yang berlaku. Investment property is measured initially at its cost, including related transaction costs and where applicable borrowing costs. Setelah pengakuan awal, properti investasi dicatat sebesar nilai wajarnya. Properti investasi yang sedang dalam pengembangan ulan g untuk penggunaan lebih lanjut sebagai properti investasi atau ketika pasar menjadi kurang aktif tetap dicatat sebesar nilai wajarnya. Properti investasi dalam konstruksi diukur menggunakan nilai wajar jika nilai wajar dianggap dapat diukur secara andal. Properti investasi dalam konstruksi yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, tetapi Perusahaan mengharapkan nilai wajarnya dapat diukur secara andal ketika konstruksi selesai, diukur senilai biaya dikurangi penurunan nilai sampai nilai wajarnya dapat diukur secara andal atau konstruksi diselesaikan - yang mana yang lebih awal. After initial recognition, investment property is carried at fair value. Investment property that is being redeveloped for continuing use as an investment property or fo r which the market has become less active continues to be measured at fair value. Investment property under construction is measured at fair value if the fair value is considered to be reliably determinable. Investment properties under construction for which the fair value cannot be determined reliably, but for which the Company expects that the fair value of the property will be reliably determinable when construction is completed, are measured at cost less impairment until the fair value becomes reliably determinable or construction is completed - whichever is earlier. Properti investasi Grup terdiri dari: Investment properties of the Group consist of the following: (i) Tanah (i) Land Merupakan tanah yang belum ditentukan tujuan penggunaannya dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Represents land that its intended use has not been determined yet and is not for use in the production o r supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the ordinary course of business. (ii) Bangunan (ii) Building Merupakan gedung perkantoran yang disewakan kepada pihak lain. Represents office buildings rented to other parties.
Page 35
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 32 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) o. Properti investasi (lanjutan) o. Investment properties (continued) Nilai wajar didasarkan kepada harga pasar aktif, disesuaikan, jika perlu, dengan perbedaan alam, lokasi atau kondisi dari aset tersebut. Jika informasi tersebut tidak tersedia, Grup menggunakan metode penilaian alternatif, seperti harga terbaru di pasar yang kurang aktif atau proyeksi arus kas yang didiskontokan. Penilaian dilakukan pada tanggal neraca oleh penilai ahli dengan kualifikasi yang diakui dan relevan dan memiliki pengalaman terbaru atas lokasi dan kategori dari properti investasi dinilai. Penilaian ini membentuk dasar untuk nilai tercatat pada lapora n keuangan konsolidasian. Perubahan nilai wajar diakui di laba rugi sebagai bagian dari “Penghasilan (beban) lain-lain - neto”. Fair value is based on active market prices, adjusted, if necessary, for differences in the nature, location or condition of the specific asset. If this information is not available, the Group uses alternative valuation methods, such as recent prices on less active markets or discounted cash flow projections. Valuations are performed as of the financial position date by professional valuers who hold recognised and relevant professional qualifications and have recent experience in the location and category of the investment property being valued. These valuations form the basis for the carrying amounts in the consolidated financial statements. Changes in the fair value are recognised in profit or loss as part of “Other income (expenses) - net”. Properti investasi dihentikan pengakuannya baik saat dilepas atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari pelepasannya. Selisih antara hasil neto pelepasan dan nilai tercatat aset diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian pengakuan. Investment properties are derecognised either when they have been dis posed of or when they are permanently withdrawn from use and no future economic benefit is expected from their disposal. The difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset is recognised in profit or loss in the period of derecognition. Pengalihan dilakukan ke (atau dari) properti investasi hanya jika terdapat perubahan penggunaan. Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, biaya yang dianggap untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi, Grup memperhitungkan properti tersebut sesuai dengan kebijakan yang tercantum dalam aset tetap sampai dengan tanggal perubahan yang digunakan. Transfers are made to (or from) investment property only when there is a change in use. For a transfer from investment property to owner -occupied property, the deemed cost for subsequent accounting is the fair value at the date of change in use. If an owner - occupied property becomes an investment property, the Group accounts for such property in accordance with the policy stated under fixed assets up to the date of change in use. p. Aset takberwujud p. Intangible assets Biaya yang terkait dengan pemeliharaa n program piranti lunak komputer diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang dapat secara langsung diatribusikan kepada desain dan pengujian produk piranti lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang dikendalikan oleh Grup diakui s ebagai aset takberwujud. Biaya pengembangan piranti lunak komputer diakui sebagai aset yang diamortisasi selama estimasi masa manfaat. Costs associated with maintaining computer software programs are recognised as an expense as incurred. Development costs that are directly attributable to the design and testing of identifiable and unique software products controlled by the Group are recognised as intangible assets. Computer software development costs recognised as assets are amortised over their estimated useful lives. q. Penurunan nilai aset non-keuangan q. Impairment of non-financial assets Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan (yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis), maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. The Group assesses at each reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required (i.e. an intangible asset with an indefinite useful life, an intangible asset not yet available for use, or goodwill acquired in a business combination), the Group makes an estimate of the asset’s recoverable amount.
Page 36
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 33 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTI NG POLICY INFORMATION (continued) q. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) q. Impairment of non-financial assets (continued) Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset ata u unit penghasil kas dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulih kannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian p enurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi. An asset’s recoverable amount is the higher of the asset’s or its cash -generating unit’s fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable am ount and an impairment loss is recognized immediately in profit or loss, unless the relevant asset is carried at revalued amount, in which the impairment loss is treated as a revaluation decrease. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan - perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre -tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset s elain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. An assessment is made at each annual reporting period as to whether there is any indication th at previously recognized impairment losses recognized for an asset other than goodwill may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi -asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah ter pulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai ke naikan revaluasi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. A previou sly recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, unless the relevant asset is carried at a revalued amount, in whic h case the reversal of the impairment loss is treated as a revaluation increase. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset’s revised carrying amount, less any residual value, on a s ystematic basis over its remaining useful life.
Page 37
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 34 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) r. Utang usaha dan utang lain-lain r. Trade and other payables Utang usaha adalah k ewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha biasa dari pemasok. Utang lain -lain merupakan saldo utang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha biasa. Trade payables are obligations to pay for goods or services tha t have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Other payables are payables arising from transactions outside of the ordinary course of business. Utang usaha dan utang lain -lain diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek j ika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Trade and other payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). If not, they are presented as non-current liabilities. Utang usaha dan utang lain -lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode EIR. Trade and other payables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the EIR method. s. Imbalan kerja s. Employee benefits Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana s emua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi. Short-term employee benefits are employee benefits which are due for payment within twelve months after the reporting pe riod and recognized when the employees have rendered this related service. Liabilities are recognized when the employee renders services to the Group where all changes in the carrying amount of the liability are recognized in profit or loss. Imbalan pascakerja program imbalan pasti Defined benefit plan Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang -Undang (Perppu) No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang kemudian disahkan menjadi Undang -Undang No. 6 tahun 2023. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenai kan manfaat pasti pensiun tahunan. The Group recognized unfunded employee benefits liability in accordance with Government Regulation in Lieu of Law (“Perppu”) No. 2 of 2022 on Job Creation which was later passed into Law No. 6 in 2023. Pension costs und er the Group’s defined benefit pension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected -unit-credit method and applying the assumptions on discount rate and annual rate of increase in compensation. Pengukuran kembali, terdiri d ari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui da lam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui sebaga i pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Remeasurement, comprising actuarial gains and losses, the effect of the changes to the asset ceiling (if applicable) and the return on plan assets ( excluding interest), is reflected immediately in the consolidated statement of financial position with a charge or credit recognized in other comprehensive income in the period in which they occur in order for the net pension asset or liability recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplus. Remeasurement recognized in other comprehensive income is reflected immediately as a separate item under other comprehensive income in equity and will not be reclassified to profit or loss.
Page 38
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 35 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) s. Imbalan kerja (lanjutan) s. Employee benefits (continued) Imbalan pascakerja program imbalan pasti (lanjutan) Defined benefit plan (continued) Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Past servic e cost is recognized in profit or loss when the plan amendment or curtailment occurs, or when the Group recognizes related restructuring costs or termination benefits, if earlier. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilit as atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: Net interest is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset. Defined benefit costs are categorized as follows: • Biaya jasa (te rmasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian) • Beban atau pendapatan bunga neto • Pengukuran kembali • Service cost (including current service cost, past service cost, as well as gains and losses on curtailments and settlements) • Net interest expense or income • Remeasurement Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi . Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. The Group presents the first two compone nts of defined benefit costs in profit or loss. Curtailment gains and losses are accounted for as past service costs. t. Akrual dan provisi t. Accruals and provisions Akrual dan provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum m aupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Akrual dan provisi tidak diakui untuk kerugian operasi di masa mendatang. Accruals and provisions are recognised when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation. Accruals and provisions are not recognised for future operating losses. Akrual dan provisi diukur sebesar nil ai kini dari estimasi terbaik manajemen atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban. Peningkatan provisi karena berjalannya waktu diakui sebagai beban bunga. Accruals and provisions are measured at the present value of management’s best estimate of the expenditure required to settle the present obligation at the end of the reporting period. The discount rate used to determine the present value is a pretax rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the liabi lity. The increase in the provision due to the passage of time is recognised as interest expense. Akrual dan provisi direviu pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus kas keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi tersebut dibalik. Accruals and provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer proba ble that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.
Page 39
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 36 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) u. Pinjaman u. Borrowings Pinjaman diakui pada awalnya sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya transaksi yang terjadi. Pinjaman kemudian dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi; selisih antara hasil perolehan (dikurangi dengan biaya transaksi) dan nilai penarikan diakui dalam laba rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode EIR. Borrowings are recognised initially at fair value, net of transaction costs incurred. Borrowings are subsequently carried at amortised cost; any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value is recognised in profit or loss over the period of the borrowing, using the EIR method. Biaya yang dibayarkan untuk pembukaan fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pin jaman sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya tersebut ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sejauh tidak ada bukti bahwa ada kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya tersebut dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk layanan likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait. Fees paid on the establishment of loan facilities are recognised as transaction costs of the loan to the extent that it is probable that some or all of the facility will be drawn down. In this case, the fee is deferred until the draw -down occurs. To the extent that there is no evidence that it is probable that some or all of the facility will be drawn down, the fee is capitalised as a pre-payment for liquidity services and amortised over the period of the facility to which it relates. Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali Grup memiliki hak tanpa syarat untuk menunda pembayaran liabilitas selama paling tid ak 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Borrowings are classified as current liabilities unless the Group has an unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting date. v. Pengakuan pendapatan dan beban v. Revenue and expense recognition Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan p engendalian barang atau jasa kepada pelanggan . Grup secara umum menyimpulkan bahwa Grup adalah prinsipal dalam pengaturan pendapatannya. Revenue is measured based on the consideration to which the Group expects to be entitled in a contract with a custome r and excludes amounts collected on behalf of third parties. The Group recognizes revenue when it transfers control of a product or service to a customer. The Group has generally concluded that it is the principal in its revenue arrangements. Penjualan barang Sale of goods Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian aset dialihkan kepada pelanggan, umumnya pada saat penyerahan barang. Revenue from sale of goods is recognised at the point in time when control of the asset is tran sferred to the customer, generally on delivery of the goods. Grup mempertimbangkan apakah ada janji lain dalam kontrak yang merupakan kewajiban pelaksanaan terpisah yang perlu dialokasikan sebagian dari harga transaksi. Dalam menentukan harga transaksi untuk penjualan barang, Grup mempertimbangkan pengaruh dari imbalan variabel. The Group considers whether there are other promises in the contract that are separate performance obligations to which a portion of the transaction price needs to be allocated . In determining the transaction price for the sale of goods, the Group considers the effects of variable consideration. Pendapatan dari penjualan ini diakui berdasarkan harga jual dikurangi diskon, estimasi insentif penjualan, rabat volume dan biaya pe masaran dan promosi lainnya, dan tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Revenue from these sales is recognised based on the sales price, net of the discount, estimated sales incentives, volume rebates and other marketing and promotion costs and excludes Value Added Tax (“VAT”).
Page 40
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 37 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) v. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) v. Revenue and expense recognition (continued) (i) Imbalan variabel (i) Variable consideration Jika imbalan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup mengestimasi jumlah imbalan yang menjadi haknya sebagai imbalan atas pengalihan barang kepada pelanggan. Imbalan variabel diestimasi pada awal kon trak dan dibatasi hingga kemungkinan besar bahwa pembalikan pendapatan yang material dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan imbalan variabel kemudian diselesaikan. If the consideration in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it will be entitled in exchange for transferring the goods to the customer. The variable consideration is estimated at contract inception and constrained until it is highly probable that a material revenue reversal in the amount of cumulative revenue recognised will not occur when the associated uncertainty with the variable consideration is subsequently resolved. Beberapa kontrak untuk penjualan barang memberi hak retur dan rabat volume kepada pelanggan. Hak retur dan rabat volume menimbulkan imbalan variabel. Some contracts for the sale of goods provide customers with a right of return and volume rebates. The rights of return and volume rebates give rise to variable consideration. - Hak retur - Rights of return Kontrak tertentu memberi pelanggan hak untuk mengembalikan barang dalam jangka waktu tertentu. Certain contracts provide a customer with the right to return the goods within a specified period. Grup menggunakan metode nilai yang diharapkan untuk mengestimasi barang yang tidak akan dikembalikan karena metode ini paling baik memprediksi jumlah imbalan variabel yang menjadi hak Grup. Ketentuan dalam PSAK 115 tentang estimasi batasan atas imbalan variabel juga diterapkan untuk menentukan jumlah imbalan variabel yang dapat dimasukkan ke dalam harga transaksi. The Group uses the expected value method to estimate the goods that will not be returned because this method best predicts the amount of var iable consideration to which the Group will be entitled. The requirements in PSAK 115 on constraining estimates of variable consideration are also applied in order to determine the amount of variable consideration that can be included in the transaction price. Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mengestimasi barang yang diharapkan akan dikembalikan dan mengakui provisi retur penjualan sebagai liabilitas kontrak beserta hak retur aset (untuk penyesuaian beban pokok penjualan atas provisi retur penjualan tersebut) sebagai aset kontrak. At each reporting period, the Group estimates the goods that are expected to be returned and recognises a provision for sales return as a contract liability and the right of return asset (for the corresponding cost of g oods sold of the provision for sales return) as a contract asset. - Rabat volume - Volume rebate Kontrak tertentu dengan pelanggan memberikan rabat volume berdasarkan pencapaian penjualan selama periode program rabat. Grup mengakui liabilitas kontrak terkait dengan rabat volume ini sebagai bagian dari beban akrual pemasaran dan promosi pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Certain contracts customers provide volume rebate based on the sales achievement during the rebate programme period. The Group has recognised contract liability related to this volume rebate as part of accrual marketing and promotion in the consolidated statement of financial position.
Page 41
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 38 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLI CY INFORMATION (continued) v. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan) v. Revenue and expense recognition (continued) Program loyalitas pelanggan Customer loyalty programme Grup memiliki program poin loyalitas yang memungkinkan pelanggan mengum pulkan poin yang dapat ditukarkan dengan barang gratis. Poin loyalitas menimbulkan kewajiban pelaksanaan terpisah karena memberikan hak material kepada pelanggan. Sebagian dari harga transaksi dialokasikan ke poin loyalitas yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan harga jual berdiri sendiri dan diakui sebagai liabilitas kontrak sampai poin tersebut ditukarkan. Liabilitas kontrak tersebut disajikan sebagai bagian dari “Beban akrual” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Pendapatan diakui pada saat penukaran produk oleh pelanggan. The Group has a loyalty points programme that allows customers to accumulate points that can be redeemed for free goods. The loyalty points give rise to a separate performance obligation as they provide a material right t o the customer. A portion of the transaction price is allocated to the loyalty points awarded to customers based on relative stand -alone selling price and recognised as a contract liability until the points are redeemed. The contract liability is presented as part of “Accrued expenses” in the consolidated statements of financial position. Revenue is recognised upon redemption of products by the customer. Ketika pihak lain terlibat dalam penyediaan barang gratis kepada pelanggannya, Grup menentukan apakah ia adalah prinsipal atau agen dalam transaksi ini dengan mengevaluasi sifat dari janjinya kepada pelanggan. Grup sepenuhnya bertanggung jawab untuk memenuhi janji atas pemberian barang gratis kepada pelanggan yang memenuhi syarat. Grup menetapkan bahwa Gr up mengendalikan barang gratis sebelum ditransfer ke pelanggan dan memiliki kemampuan untuk mengarahkan penggunaan barang gratis tersebut. Oleh karena itu, Grup menyimpulkan bahwa Grup adalah prinsipal dalam pengaturan ini. Pada saat penukaran poin loyalit as oleh pelanggan, Grup mencatat biaya barang gratis sebagai bagian dari harga pokok penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. When another party is involved in providing promotional free goods to its customer, th e Group determines whether it is a principal or an agent in these transactions by evaluating the nature of its promise to the customer. The Group is primarily responsible for fulfilling the promise to provide free goods to eligible customers. The Group determined that they control the free goods before they are transferred to customers and have the ability to direct the use of the free goods. Therefore, the Group concluded that it is the principal in this arrangement. Upon redemption of loyalty points by th e customer, the Group records the cost of promotional free goods as part of the cost of goods sold in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. Beban Expenses Biaya dan beban diakui dalam laba rugi dalam periode saat terjadinya menggunakan dasar akrual. Cost and expenses are recognised in profit or loss in the period when incurred on an accrual basis. w. Pajak penghasilan w. Income tax Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung pada ekuitas atau kombinasi bisnis. Income tax expense comprises current and deferred tax. Income tax expense is recognized in profit or loss except to the extent that it relates to items recognized outside profit or loss, either in other comprehensive income or directly in equity or business combinations. Pajak kini Current tax Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. Current tax expense is calculated using tax ra tes that have been enacted or substantively enacted at end of the reporting period, and is provided based on the estimated taxable income for the year. Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect to situations in which app licable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provision where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities.
Page 42
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 39 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) w. Pajak penghasilan (lanjutan) w. Income tax (continued) Pajak kini (lanjutan) Current tax (continued) Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Underpayment or overpayment of corporate income tax are presented as part of income tax expense in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan. Interests and penalties arising from ta x assessments and underpayment or overpayment of other taxes are presented as part of other operating income or expenses since they are not considered as part of the income tax expense. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketet apan pajak diterima. Jika Grup mengajukan keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup. Amendments to tax obligations are recorde d when a tax assessment letter is received. If the Group files an appeal, the Group considers whether it is probable that a taxation authority will accept the appeal and reflect its effect on the Group’s tax obligations. Pajak tangguhan Deferred tax Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompe nsasi perbedaan temporer dan rugi fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill. Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences at the reporting date between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences with certain exceptions. Deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax losses carry -forward to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years aga inst which the deductible temporary differences and tax losses carry -forward can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary differences arise from the initial recognition (other than in a business combination or transactions that give rise to equal taxable and deductible temporary differences) of assets and liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition, deferred tax liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition of goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang -undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax laws that have been enacted or substantively enacted at the end of reporting period. The related tax effects of the provisions for and/or reversals of a ll temporary differences during the year, including the effect of change in tax rates, are credited or charged to current period operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to other comprehensive income or directly in equity.
Page 43
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 40 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) w. Pajak penghasilan (lanjutan) w. Income tax (continued) Pajak tangguhan (lanjutan) Deferred tax (continued) Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan. The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow all or part of the benefit of that deferred tax asset to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable income will allow the deferred tax assets to be recovered. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disaji kan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan. Deferred tax assets and liabilities are offset when a legally enforceable right exists to offset current tax assets against current tax liabilities, and the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to t he same taxable entity, or the Group intends to settle its current tax liabilities and assets on a net basis, or to realise the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered. Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax Pendapatan, beban-beban dan aset -aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali: Revenue, expenses and assets are recognized net of the amount of Value Added Tax (“VAT”) except: • PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan • Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN. • Where the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable from the taxation authority, in which case the VAT is recognized as part of the cost of acquisi tion of the asset or as part of the expense of the asset or as part of the expense item as applicable; and • Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included. Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor paja k termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian. The net amount of VAT recoverable from, or payable to, the taxation authorities is included as part of receivables or payables in the consolidated statements of financial position. x. Modal saham x. Share capital Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang penerimaan, setelah dikurangi pajak. Ordinary shares are classified as equity. Incremental costs directly attributable to the issue of new ordinary shares or options are shown in equity as a deduction, net of tax, from the proceeds. Biaya yang terjadi sehubungan de ngan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan langsung dengan penerimaan dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Costs incurred in connection with the Company’s issuance of share capital to the public were offset directly with the proceeds and presented as a deduction to the additional paid -in capital account in the consolidated statements of financial position.
Page 44
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 41 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) x. Modal saham (lanjutan) x. Share capital (continued) Ketika entitas Grup membeli modal saham ekuitas Perusahaan (saham treasuri), imbalan yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara lang sung dapat diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perusahaan sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perusahaan. Where any Group entity purchases the Company’s equity share capital (treasury shares), the consideration paid, including any directly attributable incremental costs (net of income taxes) is deducted from equity attributable to the Company’s equity holders until the shares are cancelled or reissued. Where such ordin ary shares are subsequently reissued, any consideration received, net of any directly attributable incremental transaction costs and the related income tax effects, is included in equity attributable to the Company’s equity holders. y. Dividen y. Dividends Distribusi dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian Grup pada periode dimana dividen telah disetujui oleh pemegang saham entitas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Grup (“RUPS”). Dividend distribution to the Group’s shareholders is recognised as a liability in the Group’s consolidated financial statements in the period in which the dividends are approved by the Group’s General Meeting of Shareholders. z. Laba per saham z. Earnings per share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata -rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode berjalan. Basic earnings per share are calculated by dividing the profit attributable to the equity holders of the Company by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period. Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka jumlah saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan proporsional atas jumlah saham beredar seolah -olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal. If the number of ordinary shares outstanding is increased withou t an increase in resources, the number of ordinary shares outstanding before the event is adjusted for the proportionate change in the number of ordinary shares outstanding as if the event had occurred at the beginning of the earliest period presented. aa. Pengukuran nilai wajar aa. Fair value measurement Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (Fair Value Less Cost of Disposal atau “FVLCD”). The Group initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business combinations. The Group also measur e certain recoverable amounts of the Cash Generating Unit (“CGU”) using Fair Value Less Cost of Disposal (“FVLCD”). Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transf er a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either: i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. i) In the principal market for the asset or liability, or ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.
Page 45
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 42 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) aa. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) aa. Fair value measurement (continued) Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup. The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Group. Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pel aku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non -keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya. A fair value measurement of a non -financial asset takes into account a market participant’s ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use. Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan ( input) yang dapat diamati ( observable) yang relevan dan meminimalkan masukan ( input) yang tidak dapat diamati (unobservable). The Group use valuation techni ques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs. Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarn ya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan ( input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: All assets and lia bilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole: i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran. ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan ( input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati ( observable) baik secara langsung atau tidak langsung. iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan ( input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati ( unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung. i) Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities. ii) Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is signific ant to the fair value measurement is directly or indirectly observable. iii) Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifika n terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on recurring basis, the Group determine whether transfers have occurred between levels in the hierarchy by re -assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.
Page 46
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 43 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) bb. Informasi segmen bb. Segment information Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasi utama. Pengambil keputus an operasi utama, yang bertanggung jawab mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi, telah diidentifikasi sebagai komite pengarah yang mengambil keputusan strategis. Operating segments are reported in a manner consistent with t he internal reporting provided to the chief operating decision -maker. The chief operating decision-maker, who is responsible for allocating resources and assessing the performance of the operating segments, has been identified as the steering committee that makes strategic decisions. Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk yang dikelola secara independen oleh masing -masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengel ola segmen melaporkan secara langsung kepada manajemen Grup yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen. Pengungkapan tambahan pada masing - masing segmen terdapat dalam Catatan 36, termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen. For management purposes, the Group is organised into two operating segments based on their products which are ind ependently managed by the respective segment managers responsible for the performance of the respective segments under their charge. The segment managers report directly to the Group’s management who regularly review the segment’s results in order to alloc ate resources to the segments and assess the segment’s performance. Additional disclosures on each of these segments are shown in Note 3 6, including the factors used to identify the reportable segments and the measurement basis of segment information. cc. Peristiwa setelah periode pelaporan cc. Events after the reporting period Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan kons olidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan konsolidasian. Events after the reporting period that provide additional information about the Group’s posit ion at the reporting period (adjusting events) are reflected in the consolidated financial statements. Events after the reporting period that are not adjusting events, if any, are disclosed when material to the consolidated financial statements. 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi da n asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Estimasi, asumsi, dan pertimbangan tersebut dievaluasi secara terus menerus berdasarka n pengalaman historis dan faktor -faktor lainnya, termasuk harapan peristiwa di masa datang yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada. The preparation of the Group’s consolidated financial statements requires management to make judgements, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Estimates, assumptions and judgements are continuously evaluated based on his torical experience and other factors, including expectations of future events that are believed to be reasonable under the circumstances. Grup telah mengidentifikasi hal -hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi dan asumsi signifikan dan diman a hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda dan dapat memengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan konsolidasian Grup yang dilaporkan dalam tahun mendatang. The Group has identifi ed the following matters under which significant judgements, estimates and assumptions are made and where actual results may differ from these estimates under different assumptions and conditions and may materially affect the consolidated financial results or financial position of the Group reported in future years.
Page 47
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 44 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Penilaian model bisnis Business model assessment Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk m encapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang disajikan. Classification and measurement of financial assets depends on the results of the SPPI testing and the business model test. The Group determines the business model at a level that reflects how groups of financial assets are managed together to achieve a particular business objective. This assessment includes judg ment reflecting all relevant evidence including how the performance of the assets is evaluated and their performance measured, the risks that affect the performance of the assets and how these are managed and how the managers of the assets are compensated. The Group monitors financial assets measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income that are derecognized prior to their maturity to understand the reason for their disposal and whether the reasons are consistent with the objec tive of the business for which the asset was held. Monitoring is part of the Group’s continuous assessment of whether the business model for which the remaining financial assets are held continues to be appropriate and if it is not appropriate whether there has been a change in business model and so a prospective change to the classification of those assets. No such changes were required during the periods presented. Nilai wajar aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) Fair value fi xed assets (land) and investment properties (land and buildings) Nilai wajar dari aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) ditentukan menggunakan teknik valuasi. Aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) milik G rup divaluasi oleh penilai independen profesional yang memiliki kualifikasi yang relevan dan pengalaman yang berhubungan dengan lokasi dan segmen aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) yang akan dinilai. Untuk semua penilaian, penggunaan saat ini setara dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. The fair value of fixed assets (land) and investment properties (land and buildings) is determined by using valuation techniques. The Group’s fixed assets (land) and investment properties (lan d and buildings) were valued by independent professionally qualified valuers who hold a recognised relevant professional qualification and have recent experience in the locations and segment of the fixed assets (land) and investment properties (land and buildings) valued. For all valuations, their current use equates to the highest and best use. Nilai wajar untuk tanah yang dimiliki dalam aset tetap dan properti investasi ditentukan menggunakan pendekatan pasar. Pendekatan ini mempertimbangkan nilai pasar tanah untuk properti pembanding di sekitar lokasi, dengan penyesuaian- penyesuaian tertentu yang dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik dari tanah tersebut, seperti status sertifikasi tanah, ukuran properti, lokasi, akses menuju lokasi. Hal yang paling signifikan dalam pendekatan ini adalah harga pasar tanah per meter persegi. The fair value for land held in fixed assets and investment properties was determined using the market approach. This approach takes into account the market price of land for comparable properties in the vicinity, with certain adjustments for differences due to different characteristics of the land, such as land certificate status, property size, location and accessibility. The most significant input into this valuation approach is the land market price per square metre. Nilai wajar untuk bangunan yang dimiliki dalam properti investasi ditentukan menggunakan pendekatan pendapatan dengan model arus kas diskontoan. Asumsi signifikan dalam pendekatan ini adalah tingk at tarif sewa dan biaya jasa dan tingkat diskonto. The fair value for building held in investment properties was determined using the income approach with the discounted cash flow model. The significant assumption under this approach are rental and servic e charge rates and the discount rate.
Page 48
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 45 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Beban akrual pemasaran dan promosi Accrued marketing and promotion expenses Grup mengevaluasi kelayakan beban akrual promosi dan pemasaran pada setiap akhir periode pelaporan. The Group evaluates the appropriateness of accrued marketing and promotion expenses at every end of reporting period. Grup membuat pertimbangan yang signifikan untuk mengestimasi jumlah beban akrual pemasaran dan promosi pada akhir tahun. Asumsi -asumsi utama dalam penentuan beban akrual pemasaran dan promosi adalah harga barang promosi dan estimasi pencapaian penjualan. Ketidakpastian muncul sehubungan dengan harga barang promosi dan jumlah aktual pencapaian penjualan, yang mungkin berbeda dengan estimasi. Setiap perubahan dari faktor-faktor ini akan berdampak pada jumlah realisasi yang dapat berbeda dari beban a krual pemasaran dan promosi. The Group exercised significant assumptions and judgements to estimate the accrued marketing and promotion expenses amounts at the end of the year. The key assumptions in determining the accrued marketing and promotion expense s were price of the promotional goods and estimated sales achievement. Uncertainties exist with respect to price of the promotional goods and the actual sales achievement, which may be different from the estimation. Any changes in these factors will impact the realisable amount which can be different from the reported accrued marketing and promotion expenses. Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 30 tahun. The fixed assets are depreciated on a straight -line method over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 to 30 years. Grup secara periodik menelaah estimasi masa manfaat aset tetap berdasarkan beberapa faktor diantaranya spesifikasi teknis, operasi dan kebutuhan usaha. Laporan keuangan konsolidasian dapat terpengaruh secara material terhadap perubahan dalam estimasi tersebut. Manajemen akan merevisi beban penyusutan dimana masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya, atau penghapusan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang atau aset non -strategis yang dihe ntikan penggunaannya atau dijual. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13. The Group periodically reviews the estimated useful lives of fixed assets based on several factors such as technical specification, operation and business needs. The consolidated financial statements could be materially affected by changes in these estimates. Management will revise the depreciation charged where useful lives are different to those previously estimated, or it will write off or written down technically obs olete or non -strategic assets that have been abandoned or sold. Further details are disclosed in Note 13. Sewa Leases Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset, bahkan jika hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan. Determining whether an arrangement is or contains a lease requires careful judgement to assess whether the arrangement conveys a right to obtain substantially all the economic benefits from the use of the asset throughout the period of use and the right to direct the u se of the asset, even if the right is not explicitly specified in the arrangement. Grup memiliki berbagai perjanjian sewa dimana Grup bertindak sebagai lessee sehubungan dengan aset tertentu. Grup mengevaluasi apakah risiko dan manfaat yang signifikan at as kepemilikan aset sewaan dialihkan kepada penyewa atau dipertahankan oleh Grup berdasarkan PSAK 116, yang mengharuskan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi atas pengalihan risiko dan manfaat kepemilikan aset yang disewa. The Group has various le ase agreements where the Group acts as a lessee in respect of certain assets. The Group evaluates whether significant risks and rewards of ownership of the leased asset are transferred to the lessee or retained by the Group based on PSAK 116, which requires the Group to make judgements and estimates of the transfer of risks and rewards of ownership of the leased asset.
Page 49
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 46 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Sewa (lanjutan) Leases (continued) Karena Grup tidak dapat dengan mudah menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk sampai pada tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bung a pinjaman inkremental, Grup mempertimbangkan faktor -faktor utama berikut: risiko kredit korporat Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu di mana sewa dimasukkan, dan mata uang di mana pembayaran sewa ditentukan. Since the Group could not readily determine the implicit rate, management uses the Group’s incremental borrowing rate as a discount rate. There are a number of factors to consider in determining an incremental borrowing rate, many of which need judgement in order to be able to reliably quantify any necessary adjustments to arrive at the final discount rates. In determining the incremental borrowing rate, the Group considers the following main factors: the Group’s corporate credit risk, the lease term, the lease payment term, the economic environment, the time at which the lease is entered into, and the currency in which the lease payments are denominated. Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat dibatalkan, bersama dengan setiap periode yang tercakup dalam opsi untuk memperpanjang sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau setiap periode yang tercakup dalam opsi untuk mengakhiri sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan. The Group determines the lease term as the no n- cancellable term of the lease, together with any periods covered by an option to extend the lease if it is reasonably certain to be exercised, or any periods covered by an option to terminate the lease, if it is reasonably certain not to be exercised. Pertimbangan dilakukan dalam mengevaluasi apakah cukup pasti akan menggunakan opsi untuk memperbarui atau mengakhiri sewa. Artinya, Grup mempertimbangkan seluruh faktor relevan yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan pembaruan atau penghentian. Grup juga mempertimbangkan apakah ada penalti signifikan untuk membatalkan (atau untuk tidak memperpanjang) kontrak, adanya leasehold improvement yang diperkirakan memiliki nilai sisa yang signifikan atau faktor lain mencakup sejarah durasi sewa dan biaya serta halangan bisnis untuk menggantikan aset sewa dalam menelaah hak yang dapat dipaksakan untuk memperpanjang sewa diluar kontrak tertulis. The Group applies judgement in evaluating whether it is reasonably certain whether or not to exercise the option to renew or terminate the lease. That is, it considers all relevant factors that create an economic incentive for it to exercise either the renewal or termination. The Group also considers whether there are significant penalties to terminate (or not extend ) the contracts, any leasehold improvement are expected to have a significant remaining value or other factors including historical lease durations and the costs and business disruption required to replace the leased assets in assessing the enforceable rig hts to extend the lease beyond the written contract. Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau perubahan signifikan dalam keadaan yang berada dalam kendali dan memengaruhi kemampuan Grup untuk menggunakan atau tidak menggunakan opsi untuk memperbarui atau menghentikan. The Group reassesses the lease term if there is a significant event or change in circumstances that is within its control and affects its ability to exercise or not to exercise the option to renew or to terminate.
Page 50
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 47 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Instrumen keuangan Financial instruments Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup mengg unakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung penghasilan komprehensif lain Grup. The Group’s carry certain financial assets and liabilities at fair value, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair value would differ if the Company utilized a different valuation methodology. Any changes in a fair value of these financial assets and liabilities would directly affect the Company’s other comprehensive income. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan dalam Catatan 33. The carrying amounts of financial assets and financial liabilities carried at fair values in the consolidated statements of financial position as of September 30, 2025 and December 31, 2024 are disclose in Note 33. Penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak Allowance for obsolescence and slow-moving inventories Penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak diestimasi berdasarkan fa kta dan situasi terbaik yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan ji ka terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 9. Allowance for obsolescence and slow-moving inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amounts of inventories are disclosed in Note 9. Imbalan pasca kerja dan pensiun Pension and employee benefits Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asu msi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingk at kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas . Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat liabilitas imbalan kerja diungkapkan pada Catatan 19. The determination of the Group’s obligations and cost for pension and employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among othe rs, discount rates, future annual salary increase, annual employee turn -over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Group’s assumptions are recognized immediatel y as a separate item under other compreh ensive income in equity. While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group’s actual experiences or significant changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employee benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the employee benefits obligation are disclosed in Note 19.
Page 51
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 48 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha Allowance for impairment of trade receivables Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif pr ovisi didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati Grup secara historis. Grup akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have sim ilar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Group’s historical observed default rates. The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward-looking information. Misalnya, jika prakiraan k ondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor usaha Grup, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan p erubahan dalam estimasi ke depan dianalisa kembali. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the Group’s industry sector, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed. Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan EC L adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili actual default pelanggan di masa depan. Informasi meng enai ECL atas piutang usaha Grup diungkapkan pada Catatan 6. The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circum stances and of forecast economic conditions. The Group’s historical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer’s actual default in the future. The information about the ECLs on the Group’s trade receivables is disclosed in Note 6. Menentukan apakah poin loyalitas memberikan hak material kepada pelanggan Determining whether the loyalty points provide material rights to customers Segmen ritel Grup menjalankan program poin loyalitas yang memungkin kan pelanggan untuk mengumpulkan poin ketika mereka membeli barang di toko ritel Grup. Poin-poin tersebut dapat ditukarkan dengan produk gratis, bergantung pada jumlah poin minimum yang diperoleh. Grup menilai apakah poin loyalitas tersebut memberikan hak material kepada pelanggan yang perlu untuk diperhitungkan sebagai kewajiban pelaksanaan terpisah. The Group’s retail segment operates a loyalty points program which allows customers to accumulate points when they purchase products in the Group’s retail st ores. The points can be redeemed for free products, subject to a minimum number of points obtained. The Group assessed whether the loyalty points provide a material right to the customers that needs to be accounted for as a separate performance obligation. Grup menetapkan bahwa poin loyalitas memberikan hak material yang tidak akan diterima pelanggan tanpa menandatangani kontrak. Produk gratis yang diterima pelanggan ketika menukar poin loyalitasnya tidak mencerminkan harga yang berdiri sendiri yang akan dibayar oleh pelanggan yang tidak memiliki hubungan dengan Grup untuk produk tersebut. Hak pelanggan juga terkumpul ketika membeli produk tambahan. The Group determined that the loyalty points provide a material right that customers would not receive with out entering into the contract. The free products the customers would receive by exercising the loyalty points do not reflect the stand -alone selling price that customers without an existing relationship with the Group would pay for those products. The cus tomers’ right also accumulates as they purchase additional products.
Page 52
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 49 5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Kas Cash on hand Rupiah 3,320 3,407 Rupiah Lain-lain 25 81 Others Jumlah kas 3,345 3,488 Total cash on hand Kas di bank Cash in banks Rupiah Rupiah PT Bank UOB Indonesia 322,257 164,238 PT Bank UOB Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 108,505 85,160 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 23,940 106,965 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk 10,464 36,087 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5,720 6,114 (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara Tbk 768 2,756 PT Bank Tabungan Negara Tbk PT Bank Permata Tbk 497 2,450 PT Bank Permata Tbk Lain-lain 5,227 6,970 Others Dolar AS US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (AS$ 9.341 pada tahun 2025 dan (US$ 9,341 in 2025 and AS$ 16.249 pada tahun 2024) 156 263 US$ 16,249 in 2024) Jumlah kas di bank 477,534 411,003 Total cash in banks Deposito Time deposits Rupiah Rupiah PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 550,000 600,000 (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara Tbk 535,000 670,000 PT Bank Tabungan Negara Tbk PT Bank Mandiri Taspen 300,000 150,000 PT Bank Mandiri Taspen PT Bank Maspion Indonesia Tbk 150,000 150,000 PT Bank Maspion Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 100,000 100,000 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk - 100,000 PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 100,000 PT Bank Maybank Indonesia Tbk PT Bank Permata Tbk - 25,000 PT Bank Permata Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 20,000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jumlah deposito 1,635,000 1,915,000 Total time deposits Jumlah (tidak termasuk cerukan) 2,115,879 2,329,491 Total (excluding bank overdraft) Tingkat bunga deposito per tahun 5.50% - 6.75% 6.50% - 6.75% Annual interest rate of time deposits Kas dan setara kas termasuk hal -hal berikut untuk kepentingan penyajian laporan arus kas konsolidasian: Cash and cash equivalents include the following for the purposes of the consolidated statement of cash flows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Kas dan setara kas 2,115,879 2,329,491 Cash and cash equivalents Cerukan (Catatan 18) (8,414 ) (9,189 ) Bank overdraft (Note 18) Kas dan setara kas 2,107,465 2,320,302 Cash and cash equivalents Tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya. There is no balance of cash and cash equivalents pledged as collateral and restricted in use.
Page 53
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 50 6. PIUTANG USAHA 6. TRADE RECEIVABLES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Pihak ketiga 1,416,617 1,446,729 Third parties Pihak berelasi (Catatan 7) 10,681 16,319 Related parties (Note 7) Sub-jumlah 1,427,298 1,463,048 Sub-total Dikurangi : cadangan kerugian Less : allowance for impairment penurunan nilai piutang usaha (1,311) (1,311 ) losses of trade receivables Jumlah 1,425,987 1,461,737 Total Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables is as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Belum jatuh tempo 1,378,504 1,416,747 Not yet due Lewat jatuh tempo: Overdue: 1 - 30 hari 22,910 23,677 1 - 30 days 31 - 60 hari 12,551 9,717 31 - 60 days Lebih dari 60 hari 13,333 12,907 Over 60 days Dikurangi cadangan kerugian Less allowance for impairment penurunan nilai piutang usaha (1,311) (1,311 ) losses of trade receivables Jumlah piutang usaha 1,425,987 1,461,737 Total trade receivables Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha Grup adalah sebagai berikut: Movements in the Group’s allowance for ECLs of trade receivables are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Saldo awal (1,311 ) (1,469) Beginning balances Perubahan selama periode berjalan - 158 Changes during the period Saldo akhir (1,311) (1,311) Ending balances Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang pada akhir periode pelaporan, manajemen Grup berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Based on a review of the status of receivable accounts at the end of the reporting per iod, the Group’s management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses from uncollectible receivables. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh piutang usaha Grup dalam mata uang Rupiah. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, all of the Group’s trade receivables are denominated in Rupiah. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha masing -masing sebesar Rp 1.378.504 dan Rp 1.416.747 belum jatuh tem po dan tidak mengalami penurunan nilai. Piutang ini akan jatuh tempo dalam waktu 1-60 hari. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, tr ade receivables amounting to Rp 1,378,504 and Rp 1,416,747, respectively, were not past due and not impaired. These receivables will be due in 1-60 days. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 terdapat piutang usaha masing -masing sebesar Rp 47.483 dan Rp 44.990 telah lewat jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai. Piutang tersebut berasal dari sejumlah pelanggan yang tidak memiliki sejarah gagal bayar. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, tr ade receivables amounting to Rp 47,483 and Rp 44,990, respectively, were past due but not impaired. These relate to a number of independent customers for whom there is no recent history of default. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha sebesar Rp 1.311 mengalami penurunan nilai dan telah diprovisikan. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, tr ade receivables amounting to Rp 1,311 were impaired and have been fully provisioned.
Page 54
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 51 6. PIUTANG USAHA (lanjutan) 6. TRADE RECEIVABLES (continued) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha tertentu Grup dijaminkan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan perjanjian fidusia senilai Rp 562.860 (Catatan 18). As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the Group’s certain trade receivables are pledged as collateral for the loan facilities from PT Ba nk Mandiri (Persero) Tbk with fiduciary agreement totalling Rp 562,860 (Note 18). Lihat Catatan 3 3 mengenai risiko kredit piutang usaha untuk memahami bagaimana Grup mengelola dan mengukur kualitas kredit piutang usaha. Refer to Note 3 3 on the credit ri sk of trade receivables to understand how the Group manages and measures the credit quality of trade receivables. 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES a. Sifat hubungan pihak berelasi a. Nature of relationship Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan lainnya dengan pihak -pihak berelasi, yang terafiliasi dengan Grup melalui kepemilikan langsung dan tak langsung, dan/atau dibawah entitas sepengendali. Tranksaksi antara pihak-pihak berelasi di lakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. In the normal course of business, the Group enters into trade and other transactions with related parties, which are affiliated with the Group through direct or indirect ownership, and/or under common control entity. The transactions among related parties are made based on terms agreed by the parties. Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain: In the normal course of business, the Group entered into certain transactions with related parties, including the following: Pihak-pihak berelasi/ Sifat hubungan/ Jenis transaksi/ Related parties Nature of relationship Nature of transactions PT Avia Avian Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian alat-alat dan Industri Pipa sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan, pendapatan sewa Have the same key management bangunan kantor dan penggantian biaya/ personnel and under common control entity Sales of goods, purchase of tools and building materials, office building rent income and expense reimbursement PT Mitra Mulia Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian bahan pembantu Makmur sama dan dalam entitas sepengendali/ dan pendapatan sewa bangunan pabrik/ Have the same key management Sales of goods, purchase of supplies personnel and under common control entity and building materials and factory building rent income PT Sarana Depo Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang dan sewa bangunan/ Kencana sama dan dalam entitas sepengendali/ Sales of goods and building rent Have the same key management personnel and under common control entity PT Wahana Lentera Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian alat-alat dan Raya sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan, pendapatan sewa Have the same key management bangunan kantor dan penggantian biaya/ personnel and under common control entity Sales of goods, purchase of tools and building materials, office building rent income and expense reimbursement PT Kencana Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian alat-alat dan Lintasindo sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan dan penggantian biaya/ Internasional Have the same key management Sales of goods, purchase of tools and building personnel and under common control entity materials and expense reimbursement PT Panca Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang dan pembelian alat-alat dan Kalsiumindo sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan/Sales of goods and Perkasa Have the same key management purchases of tools and building materials personnel and under common control entity
Page 55
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 52 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) a. Sifat hubungan pihak berelasi (lanjutan) a. Nature of relationship (continued) Pihak-pihak berelasi/ Sifat hubungan/ Jenis transaksi/ Related parties Nature of relationship Nature of transactions PT Megadepo Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang dan pembelian alat-alat dan Indonesia sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan/Sales of goods and Have the same key management purchases of tools and building materials personnel and under common control entity PT Caturkarda Depo Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang/Sales of goods Bangunan Tbk sama dan dalam entitas sepengendali/ Have the same key management personnel and under common control entity PT Bangun Bersama Investasi pada ventura bersama/ Penjualan barang, pendapatan sewa bangunan Solusindo Investment in joint venture kantor dan pembelian bahan bangunan/ Sales of goods, office building rental income and purchases of building materials Dewan Komisaris Manajemen personil kunci/ Gaji dan imbalan kerja jangka pendek dan Direksi/ Key management personnel lainnya/Salaries and other short-term Board of compensation benefits Commissioners and Directors b. Saldo dengan pihak berelasi b. Balances with related parties 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Piutang usaha Trade receivables PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk 5,409 8,018 PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk PT Megadepo Indonesia 3,014 5,202 PT Megadepo Indonesia PT Bangun Bersama Solusindo 1,443 1,940 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 815 1,159 Others Jumlah 10,681 16,319 Total Persentase terhadap jumlah aset 0.10% 0.15% Percentage to total assets Piutang lain-lain Other receivables PT Avia Avian Industri Pipa 68,732 70,752 PT Avia Avian Industri Pipa PT Wahana Lentera Raya 12,679 10,293 PT Wahana Lentera Raya Lain-lain 1,883 2,238 Others Jumlah 83,294 83,283 Total Persentase terhadap jumlah aset 0.75% 0.75% Percentage to total assets Aset hak-guna Right-of-use assets PT Sarana Depo Kencana 13,295 52,622 PT Sarana Depo Kencana Persentase terhadap jumlah aset 0.12% 0.48% Percentage to total assets
Page 56
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 53 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) b. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan) b. Balances with related parties (continued) 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Utang usaha Trade payables PT Avia Avian Industri Pipa 195,513 207,725 PT Avia Avian Industri Pipa PT Wahana Lentera Raya 39,639 47,315 PT Wahana Lentera Raya PT Kencana Lintasindo Internasional 30,134 20,006 PT Kencana Lintasindo Internasional PT Mitra Mulia Makmur 18,546 75,906 PT Mitra Mulia Makmur PT Bangun Bersama Solusindo 7,096 8,234 PT Bangun Bersama Solusindo PT Panca Kalsiumindo Perkasa 2,963 3,745 PT Panca Kalsiumindo Perkasa Lain-lain 91 10 Others Jumlah 293,982 362,941 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 22.06% 25.40% Percentage to total liabilities Utang lain-lain Other payables Lain-lain 425 487 Others Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.03% 0.03% Percentage to total liabilities Pendapatan diterima dimuka Unearned revenue Lain-lain 258 1,611 Others Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.02% 0.11% Percentage to total liabilities Liabilitas sewa Lease liabilities PT Sarana Depo Kencana - 52,622 PT Sarana Depo Kencana Persentase terhadap jumlah Percentage to total liabilitas - 3.68% liabilities c. Transaksi dengan pihak berelasi c. Transactions with related parties 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pendapatan Revenue PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk 16,709 16,100 PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk PT Megadepo Indonesia 16,450 13,941 PT Megadepo Indonesia PT Bangun Bersama Solusindo 4,710 6,919 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 2,960 3,813 Others Jumlah 40,829 40,773 Total Persentase terhadap jumlah pendapatan 0.69% 0.75% Percentage to total revenue
Page 57
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 54 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) c. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) c. Transactions with related parties (continued) 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pembelian persediaan Purchase of inventories PT Avia Avian Industri Pipa 800,806 735,941 PT Avia Avian Industri Pipa PT Mitra Mulia Makmur 267,784 223,094 PT Mitra Mulia Makmur PT Wahana Lentera Raya 217,382 192,673 PT Wahana Lentera Raya PT Kencana Lintasindo Internasional 105,869 89,875 PT Kencana Lintasindo Internasional PT Bangun Bersama Solusindo 33,969 22,155 PT Bangun Bersama Solusindo PT Panca Kalsiumindo Perkasa 26,584 27,235 PT Panca Kalsiumindo Perkasa Lain-lain 1,552 2,431 Others Jumlah 1,453,946 1,293,404 Total Persentase terhadap jumlah Percentage to total cost of beban pokok penjualan 42.97% 43.12% goods sold Pendapatan sewa gedung kantor Factory and office building dan pabrik rental income PT Wahana Lentera Raya 909 909 PT Wahana Lentera Raya Lain-lain 1,706 1,676 Others Jumlah 2,615 2,585 Total Persentase terhadap jumlah Percentage to total pendapatan lain-lain - neto 25.55% 44.23% other income - net d. Kompensasi manajemen kunci d. Key management compensation Gaji dan kompensasi keseja hteraan jangka pendek lainnya yang dibebankan untuk Dewan Komisaris dan Direksi Grup untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp 89.469 dan Rp 83.997. Salaries and other short -term compensation benefits expensed to the Group’s Board of Commissioners and Directors for the nine month periods ended September 30, 2025 and 2024 amounted to Rp 89,469 and Rp 83,997, respectively. 8. PIUTANG LAIN-LAIN 8. OTHER RECEIVABLES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Pihak berelasi (Catatan 7) 83,294 83,283 Related parties (Note 7) Pihak ketiga Third parties Piutang bunga investasi pada Interest receivables from investment surat utang negara 32,613 37,779 in government bonds Lain-lain 12,457 7,641 Others Jumlah 128,364 128,703 Total Berdasarkan penilaian manajemen atas kerugian kredit ekspektasian, manajemen Grup berkeyakinan bahwa kerugian kredit ekspektasian mendekati nol, sehingga pencadangan penurunan nilai atas piutang lain -lain tidak diperlukan. Based on management’s assessment of the expected credit losses, the management of the Group believes that the expected credit losses are close to zero, as such, the provision for impairment of other receivables is not necessary.
Page 58
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 55 9. PERSEDIAAN 9. INVENTORIES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Barang jadi 1,122,826 1,051,043 Finished goods Bahan baku 376,803 266,785 Raw materials Barang dalam proses 64,895 41,994 Work in process Barang promosi 45,051 36,584 Promotional goods Bahan pembantu 38,635 34,790 Supplies Suku cadang 14,653 8,823 Spareparts Persediaan dalam perjalanan 82,876 132,686 Inventories in transit Sub-jumlah 1,745,739 1,572,705 Sub-total Penyisihan persediaan usang Provision for obsolescence dan lambat bergerak (19,894 ) (14,502 ) and slow-moving inventories Jumlah 1,725,845 1,558,203 Total Mutasi penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak adalah sebagai berikut: Movement in the provision for obsolescence and slow - moving inventories are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Saldo awal 14,502 9,241 Beginning balance Penambahan 5,392 5,261 Addition Saldo akhir 19,894 14,502 Ending balance Berdasarkan penelaahan a tas kondisi dan tingkat perputaran persediaan, manajemen Grup berkeyakinan bahwa penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai persediaan. Based on the review of the condition and t urnover of the inventory items, the Group’s management believes that the provision for obsolescence and slow -moving inventories is adequate to cover any possible losses from the decrease in the value of inventories. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh persediaan dijaminkan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan perjanjian fidusia senilai Rp 763.198 (Catatan 18). As of September 30, 2025 and December 31, 2024, all inventories ar e pledged as collateral for the loan facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with fiduciary agreements totalling Rp 763,198 (Note 18). Persediaan diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran atau pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 41,7 juta dan Rp 2.544.303 pada tanggal 30 September 2025 dan AS$ 37,5 juta dan Rp 2.083.097 pada tanggal 31 Desember 2024, yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemu ngkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. Inventories are covered against losses from fire or theft and other risks under blanket amounting to US$ 41.7 million and Rp 2, 544,303 as of September 30, 202 5 and US$ 37.5 million and Rp 2,083,097 as of December 31, 2024, which in management’s opinion are adequate to cover any possible losses arising from such risks. 10. INVESTASI 10. INVESTMENTS 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Surat utang negara 2,448,538 2,931,602 Government bonds Investasi jangka pendek 100,000 - Short-term investment Reksa dana 53,590 21,298 Mutual funds Jumlah 2,602,128 2,952,900 Total
Page 59
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 56 10. INVESTASI (lanjutan) 10. INVESTMENTS (continued) a. Investasi jangka pendek a. Short-term investments Investasi jangka pendek terdiri atas deposito berjangka dengan jangka waktu 6 bulan dari PT Pan Indonesia Tbk. Saldo pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing- masing adalah sebesar Rp 100.000 dan nihil. Investasi jangka pendek didenominasi dalam mata uang Rupiah. Tingkat suku bunga deposito tersebut pada 30 September 2025 adalah sebesar 6,50%. Short-term investments comprise of time deposits with 6 months term from PT Pan Indonesia Tbk. The outstanding balance as of September 30, 2025 and December 31, 2024 amounted to Rp 100,000 and nill, respectively. Short-term investments are denominated in Rupiah. Annual interest rate of the time deposits in September 30, 2025 is 6.50%. Lihat Catatan 33 mengenai risiko kredit dari investasi jangka pendek untuk memahami bagaimana Grup mengelola dan mengukur kualitas kredit atas investasi jangka pendek. Refer to Note 3 3 on the credit risk of the short -term investments to understand how the Group manages and measures the credit quality of short -term investments. b. Investasi pada surat utang negara b. Investment in government bonds Seluruh investasi pada surat utang negara didenominasi dalam mata uang Rupiah. All investment in government bonds are denominated in Rupiah. SUN diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan t ingkat suku bunga tetap antara 5,13% hingga 7,00% per tahun dan akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara tanggal 15 April 2026 sampai dengan 15 April 2032. Investasi pada SUN akan digunakan untuk keperluan modal kerja Grup dan pembangunan pabrik di Cirebon, sehingga investasi tersebut disajikan sebagai aset lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian. SUN issued by the Government of the Republic of Indonesia bear fixed interest rates ranging from 5.13% to 7.00% per annum and will be due on various dates from April 15, 2026 to April 15, 2032. Investment in government bonds is used for the Group’s working capital purpose and construction of the factory in Cirebon, as such, the investment is presented as current assets in the consolidated statement of financial position. Bunga atas SUN ini akan diterima setiap 6 (enam) bulan sekali. Pendapatan bunga efektif yang diperoleh selama periode berjalan pada 30 September 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp 114.425 dan Rp 115.086 (Catatan 29). The interest of the SUN will be received every 6 (six) months. Effective interest income earned during the period September 30, 2025 and 2024 amounted to Rp 114,425 and Rp 115,086, respectively (Note 29). Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, keuntungan (kerugian) nilai wajar neto yang belum direalisasi atas investasi pada instrumen utang masing-masing sebesar Rp 48.610 dan (Rp 103.357) diakui dalam ekuitas sebagai perubahan nilai wajar atas investasi pada surat utang negara. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the net unrealised gain (loss) of fair value on investment in debt instruments of Rp 48,610 and (Rp 103,357), respectively, was recognised in equity under changes in fair value of investment in government bonds. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, keuntungan neto atas nilai wajar masing -masing sebesar Rp 983 dan nihil telah direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi periode berjalan. For the nine months period ended September 30, 2025 and 2024, the net gain in fair value amounted to Rp 983 and nill, respectively, has been reclassified from equity to profit or loss in current period. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan y ang mengindikasikan adanya bukti objektif penurunan nilai wajar aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, sehingga, tidak diperlukan cadangan penurunan. The management is of the opinion that there are no events or changes in c ircumstances that indicate a permanent decline in the fair value of the financial assets at FVOCI, therefore, no provision for impairment is necessary.
Page 60
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 57 11. INVESTASI SAHAM 11. INVESTMENT IN SHARES OF STOCK Pada tanggal 13 Maret 2025, Perusahaan melakukan penyertaan modal saham sebesar 16,67% pada PT Dextone Lemindo melalui penerbitan saham baru PT Dextone Lemindo yang diambil oleh Perusahaan dengan nilai transaksi Rp 275.846. Pernyataan saham ini tidak tercatat di bursa dan tidak mempunyai kuotasi harga di pasar aktif dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Nilai wajar dari investasi saham ini diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian yang wajar dengan nilai input yang tidak dapat diobservasi (Level 3). On March 13, 2025, the Company made an investment in shares of 16.67% in PT Dextone Lemindo through the issuance of new shares by PT Dextone Lemindo, which were acquired by the Company, with a transaction value of Rp 275,846 . This investment in shares is not listed on stock exchange and does not have a quoted price in an active market and classified as financial asset at fair value through other comphrehensive income . The fair value of investment in shares is estimated using appropriate valuation techniques with unobservable inputs (Level 3). PT Dextone Lemindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha industri perekat/lem. PT Dextone Lemindo is a company e ngaged in the adhesive/glue industry. 12. PROPERTI INVESTASI 12. INVESTMENT PROPERTIES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Tanah 272,487 272,487 Land Bangunan 18,023 18,023 Building Jumlah 290,510 290,510 Total Mutasi perubahan prop erti investasi adalah sebagai berikut: The movement of investment properties is as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Saldo awal 290,510 290,113 Beginning balance Perubahan nilai wajar - 397 Changes in fair value Saldo akhir 290,510 290,510 Ending balance Properti investasi berupa bangunan yang merupakan gedung p erkantoran yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 317, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, serta tanah yang terletak di Makassar seluas 175.798 m 2 yang dimiliki sendiri oleh Grup. Bangunan merupakan gedung perkantoran dalam kontrak Bangun Guna S erah (“BOT”) selama 30 tahun yang disewakan kepada pihak-pihak berelasi, sedangkan tanah merupakan tanah kosong dimana manajemen belum menentukan tujuan penggunaannya. Building held in investment properties represents the office building located on Jl. Ah mad Yani No. 317, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur and land located in Makassar covering an area of 175,798 m 2 that is owned by the Group. Buildings represents office building under Build, Operate and Transfer (“BOT”) contract for 30 years that are rented to related parties, while the land is empty land for which management has not yet determined the intended use. Nilai wajar properti investasi pada tanggal 31 Desember 202 4 didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh penila i independen, Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Suhartanto Budhihardjo dan Rekan melalui laporannya pada tanggal 21 Januari 202 5 (untuk tanah) dan KJPP Iskandar dan Rekan pada tanggal 24 Januari 2025 (untuk bangunan). The fair values of investment prop erties as of December 31, 2024 are based on valuations performed by independent appraisals, Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Suhartanto Budhihardjo dan Rekan through its reports dated January 21, 202 5 (for land) and KJPP Iskandar dan Rekan dated January 24, 2025 (for building). Tidak terdapat perpindahan antar level atas pengukuran nilai wajar selama periode berjalan. There was no inter -level transfers of fair value measurement during the current period.
Page 61
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 58 12. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 12. INVESTMENT PROPERTIES (continued) Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian atas properti investasi selama periode 30 September 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: Amounts recognised in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for investment properties during the period September 30, 2025 and 2024 are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pendapatan sewa berasal dari Rental income derived from properti investasi 2,411 2,414 investment properties Biaya operasi langsung Direct operating expenses (termasuk perbaikan dan (including repairs and pemeliharaan) (2,119) (1,995) maintenance) Pengukuran nilai wajar atas properti investasi tanah menggunakan Level 2 hierarki nilai wajar. Penilaian atas properti investasi tanah dilakukan dengan pendekatan pasar. The fair value measurement of land held in investment properties uses Level 2 of the fair value hierarchy. The valuation of land held in investment property is carried out using the market approach. Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga tanah per meter persegi (m2) yang didasarkan dari harga pasar tanah di sekitar lokasi, disesuaikan dengan perbedaan atribut utama seperti jenis dan hak yang melekat pada properti, lokasi, karakteristik fisik, ukuran, dan penggunaan aset, sebagai berikut: The most significant input in this approach is the land price per square meter (m2) assumption which is based on the market price of land located in the vicinity, adjusted for the difference in main attributes such as the type and rights on the property, location, physical characteristics, size and use of the assets, as follows: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 Tanah Land Harga per m2 (nilai penuh) 1,550,000 Price per m2 (full amount) Pengukuran nilai w ajar atas properti investasi bangunan menggunakan Level 3 hierarki nilai wajar. Penilaian atas properti investasi bangunan dengan pendekatan pendapatan (metode arus kas diskontoan). Input yang tidak dapat diobservasi yang digunakan dalam menentukan nilai wajar properti investasi bangunan adalah sebagai berikut: The fair value measurement of building held in investment properties uses Level 3 of the fair value hierarchy. The valuation of building held in investment property is carried out using an income ap proach (discounted cash flow method). Unobservable input used in determining the fair value of building held in investment properties is as follows: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 Bangunan Buildings Tarif sewa per m2 (termasuk biaya jasa - Rental rate per m2 (including - service nilai penuh) 2,230,000 charge full amount) Tingkat diskonto 10.02% Discount rate Rincian properti investasi Grup yang diukur pada nilai wajar dan informasi hirar ki nilai wajar adalah sebagai berikut: Details of the Group’s investment properties measured at fair value and information about the fair value hierarchy are as follows: 30 September 2025/September 30, 2025 Level 1 Level 2 Level 3 Total Tanah tidak dipakai - 272,487 - 272,487 Unused land Bangunan yang disewakan - - 18,023 18,023 Leased-out properties Jumlah - 272,487 18,023 290,510 Total
Page 62
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 59 12. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 12. INVESTMENT PROPERTIES (continued) Rincian properti investasi Grup yang diuk ur pada nilai wajar dan informasi hirarki nilai wajar adalah sebagai berikut: (lanjutan) Details of the Group’s investment properties measured at fair value and information about the fair value hierarchy are as follows: (continued) 31 Desember 2024/December 31, 2024 Level 1 Level 2 Level 3 Total Tanah tidak dipakai - 272,487 - 272,487 Unused land Bangunan yang disewakan - - 18,023 18,023 Leased-out properties Jumlah - 272,487 18,023 290,510 Total Sensitivitas dari nilai wajar properti investasi bangunan terhadap asumsi utama adalah sebagai berikut: Sensitivity of fair value of building investment property on the principal assumptions is as follows: Perubahan nilai wajar/Changes in fair value Asumsi Perubahan asumsi/ Changes in assumption Kenaikan asumsi/ Increase in assumption 31 Desember 2024/ December 31, 2024 Penurunan asumsi/ Decrease in assumption 31 Desember 2024/ December 31, 2024 Assumptions Bangunan Building Tarif sewa (termasuk 1% Kenaikan Penurunan Rental rate (including biaya jasa) sebesar/ sebesar/ service charge) increase decrease by 0.94% by 0.94% Tingkat diskonto 1% Penurunan Kenaikan Discount rate sebesar/ sebesar/ decrease increase by 0.82% by 0.83% 13. ASET TETAP - NETO 13. FIXED ASSETS - NET 30 September/September 30, 2025 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Revaluasi/ Ending balance Additions Deductions Reclassifications Revaluation balance Nilai revaluasi Revalued amount Tanah 543,234 - - - - 543,234 Land Harga perolehan Cost Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan dan Buildings and prasarana 412,523 308 (14) 2,120 - 414,937 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 869,408 5,193 (4,745) 53,252 - 923,108 equipment Instalasi listrik 98,493 87 (209) 128 - 98,499 Electricity installations Kendaraan 356,895 45,826 (20,928) - - 381,793 Vehicles Peralatan kantor 253,778 31,628 (696) - - 284,710 Office equipment Sub-jumlah 2,534,331 83,042 (26,592) 55,500 - 2,646,281 Sub-total Aset tetap dalam Assets under pembangunan 354,561 310,492 - (55,500) - 609,553 construction Sub-jumlah 2,888,892 393,534 (26,592) - - 3,255,834 Sub-total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan dan Buildings and prasarana 107,762 10,214 (9) - - 117,967 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 480,051 49,822 (3,153) - - 526,720 equipment Instalasi listrik 52,209 6,433 (209) - - 58,433 Electricity installations Kendaraan 158,534 33,774 (17,817) - - 174,491 Vehicles Peralatan kantor 160,039 22,026 (665) - - 181,400 Office equipment Sub-jumlah 958,595 122,269 (21,853) - - 1,059,011 Sub-total Nilai buku 1,930,297 2,196,823 Net book value
Page 63
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 60 13. ASET TETAP - NETO (lanjutan) 13. FIXED ASSETS - NET (continued) 31 Desember/December 31, 2024 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Revaluasi/ Ending balance Additions Deductions Reclassifications Revaluation balance Nilai revaluasi Revalued amount Tanah 543,234 - - - - 543,234 Land Harga perolehan Cost Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan dan Buildings and prasarana 399,917 2,586 (57) 10,077 - 412,523 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 814,580 8,448 (2,015) 48,395 - 869,408 equipment Instalasi listrik 97,733 420 - 340 - 98,493 Electricity installations Kendaraan 325,524 62,388 (31,017) - - 356,895 Vehicles Peralatan kantor 215,545 39,684 (1,451) - - 253,778 Office equipment Sub-jumlah 2,396,533 113,526 (34,540) 58,812 - 2,534,331 Sub-total Aset tetap dalam Assets under pembangunan 93,712 319,661 - (58,812) - 354,561 construction Sub-jumlah 2,490,245 433,187 (34,540) - - 2,888,892 Sub-total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Kepemilikan langsung Direct ownership Bangunan dan Buildings and prasarana 94,564 13,223 (25) - - 107,762 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 420,239 61,123 (1,311) - - 480,051 equipment Instalasi listrik 43,841 8,368 - - - 52,209 Electricity installations Kendaraan 139,834 41,474 (22,774) - - 158,534 Vehicles Peralatan kantor 132,604 28,046 (611) - - 160,039 Office equipment Sub-jumlah 831,082 152,234 (24,721) - - 958,595 Sub-total Nilai buku 1,659,163 1,930,297 Net book value Beban penyusutan dibebankan sebagai berikut: The depreciation expenses were charged to the following: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Beban pabrikasi (Catatan 27) 28,715 26,556 Factory overhead (Note 27) Beban penjualan (Catatan 28) 60,085 54,639 Selling expenses (Note 28) Beban umum dan administrasi General and administrative expenses (Catatan 28) 33,469 30,274 (Note 28) Jumlah 122,269 111,469 Total Nilai perolehan dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing- masing sebesar Rp 138.819 dan Rp 119.872, terdiri atas mesin dan peralatan, instalasi listrik dan peralatan kantor. The costs of fixed assets that have been fully depreciated but still being utilised as of September 30, 2025 and December 31, 2024 are amounted to Rp 138,819 and Rp 119,872, respectively, consisting of machinery and equipment, electricity installations and office equipment. Rincian pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of disposal of fixed assets are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Penerimaan dari pelepasan aset tetap 7,329 8,835 Proceeds from disposal of fixed assets Nilai buku aset tetap yang dijual (4,739) (7,749) Net book value of disposed fixed assets Keuntungan pelepasan Gain on disposal of aset tetap (Catatan 31) 2,590 1,086 fixed assets (Note 31)
Page 64
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 61 13. ASET TETAP - NETO (lanjutan) 13. FIXED ASSETS - NET (continued) Aset tetap dalam pembangunan merupakan proyek yang masih belum selesai pada tanggal laporan keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Fixed assets under construction represents projects that have not been completed at the date of the consolidated financial statements with the details as follows: Perkiraan % penyelesaian/ Estimated % of completion 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Bangunan dan prasarana 5% - 95% 20% - 80% Buildings and improvements Mesin dan peralatan 50% - 95% 70% - 95% Machinery and equipment Instalasi listrik 90% - 95% 90% - 95% Electricity installations Aset tetap dalam pembangunan diperkirakan akan selesai pada tahun 2025-2026. The estimated completion date of the assets under construction will be in 2025-2026. Tidak ada perbedaan yang material antara nilai wajar dan nilai tercatat dari aset tetap Grup selain tanah. There is no material difference between the fair value and carrying value of the Group’s fixed assets other than land. Jika tanah milik Grup diukur berdasarkan biaya historis, jumlah tercatatnya akan menjadi Rp 300.962 pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Had the Group’s land been measured on historical cost basis, their carrying amount would have been Rp 300,962 as of September 30, 2025 and December 31, 2024. Grup memiliki beberapa bidang tanah dengan rin cian sebagai berikut: The Group has land properties with the details as follows: Lokasi/Location Luasan/Area Penggunaan lahan/Land utilization Sidoarjo 105,121 m2 Pabrik/Factory Serang 36,880 m2 Pabrik/Factory Medan 22,652 m2 Pabrik/Factory Cirebon 110,211 m2 Pabrik/Factory Bekasi 2,992 m2 Pabrik/Factory Hak atas tanah Grup berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (“SHGB”) yang memiliki masa berlaku antara tahun 2026 hingga 2049. Manajemen berpendapat bahwa SHGB tersebut dapat diperpanjang. The Group’s land represents land -use rights (“SHGB”) that will expire between 2026 until 2049. Management believes that the SHGB can be extended. Tanah diukur dengan metode revaluasian. Pengukuran nilai wajar terakhir tahun 2023 dilak ukan oleh KJPP Suhartanto Budhihardjo dan Rekan, selaku penilai independen, dalam laporannya tanggal 31 Januari 202 4 dan 15 Februari 2024. Land is measured using the revaluation model. The latest fair value measurement for the year 2023 was carried out by KJPP Suhartanto Budhihardjo dan Rekan, an independent appraiser, in its reports dated January 31, 2024 and February 15, 2024. Pengukuran nilai wajar atas tanah menggunakan Level 2 hierarki nilai wajar. Penilaian atas tanah dilakukan dengan pendekatan p asar. Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga tanah per meter persegi (m 2) yang didasarkan dari harga pasar tanah di sekitar lokasi, disesuaikan dengan perbedaan atribut utama seperti jenis dan hak yang melekat pada properti, lokasi, karakteristik fisik, ukuran, dan penggunaan aset. Asumsi harga tanah per m 2 yang digunakan pada tahun 2023 adalah berkisar antara Rp 1.190.000 - Rp 4.000.000 (nilai penuh) per m2. The fair value measurement of land uses Level 2 of the f air value hierarchy. The valuation of the land is carried out using the market approach. The most significant input in this approach is the land price per square metre (m 2) assumption which is based on the market price of land located in the vicinity, adju sted for the difference in main attributes such as the type and rights on the property, location, physical characteristics, size and use of the assets. The assumption land price per m 2 used in 2023 ranges from Rp 1,190,000 - Rp 4,000,000 (full amount) per m2.
Page 65
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 62 13. ASET TETAP - NETO (lanjutan) 13. FIXED ASSETS - NET (continued) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap tertentu dijaminkan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank OCBC NI SP Tbk dengan perjanjian fidusia dan perjanjian Hak Tanggungan terhadap aset tetap tertentu senilai Rp 967.990 (Catatan 18). As of September 30, 2025 and December 31, 2024, certain fixed assets are pledged as collateral for the loan facilitie s from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank OCBC NISP Tbk with fiduciary and mortgage agreements over certain fixed assets amounting to Rp 967,990 (Note 18). Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lain berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 58,7 juta dan Rp 1.639.767 pada tanggal 30 September 2025 dan AS$ 50,1 juta dan Rp 1.580.524 pada tanggal 31 Desember 2024. Manajemen berpe ndapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. Fixed assets, except for land, are covered against losses from fire and other risks under blanket policies amounting to US$ 58.7 million and Rp 1,639,767 as of September 30, 2025 and US$ 50.1 million and Rp 1,580,524 as of December 31, 2024. Management is of the opinion that the sum insured is adequate to cover any possible losses arising from such risks. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan atas keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Based on management’s evaluation , there were no events or changes in circumstances which might indicate an impairment in the value of fixed assets as of September 30, 2025 and December 31, 2024. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 tidak ada aset tetap yang tidak digunakan. As of September 30, 2025 and December 31, 2024 there were no idle fixed assets. 14. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA 14. INVESTMENT IN JOINT VENTURE 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Saldo awal 19,976 17,298 Beginning balance Bagian atas laba ventura bersama 1,181 2,678 Share of profit of a joint venture Nilai tercatat 21,157 19,976 Carrying amount Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, ventura bersama yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut: As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the joint venture of the Group is follows: Nama entitas/ Domisili/ Persentase kepemilikan/ Kegiatan usaha/ Entity name Domicile Percentage of ownership Business activity PT Bangun Bersama Industri semen, mortar dan beton/ Solusindo Indonesia 50% Industry of cement, mortar and concrete 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Aset lancar 51,041 52,842 Current assets Aset tidak lancar 684 694 Non-current assets Liabilitas jangka pendek 8,737 13,002 Current liabilities Liabilitas jangka panjang 675 583 Non-current liabilities Pendapatan 37,633 40,757 Revenue Laba periode berjalan 2,362 5,356 Profit for the period Jumlah laba komprehensif periode Total comprehensive profit berjalan 2,362 5,356 for the period Arus kas yang (digunakan untuk) Cash flows (used in) diperoleh dari dari aktivitas operasi (644 ) 1,672 provided by operating activities Arus kas yang digunakan untuk Cash flows used in aktivitas investasi (91 ) (16 ) investing activities
Page 66
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 63 14. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA (lanjutan) 14. INVESTMENT IN JOINT VENTURE (continued) Rekonsiliasi atas ringkasan informasi keuangan yang disajikan terhadap nilai buku dari kepentingan Grup dalam ventura bersama adalah sebagai berikut: The reconciliation of the summarised financial information presented to the carrying amount of the Group’s interests in the joint venture is as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Pada awal tahun 39,953 34,597 At the beginning of the year Jumlah penghasilan Total comprehensive income komprehensif periode berjalan 2,362 5,356 for the period Pada akhir periode 42,315 39,953 At the end of the period Persentase kepemilikan 50% 50% Percentage of ownership Nilai tercatat 21,157 19,976 Carrying amount Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas nilai tercatat investasi pada ventura bersama. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, management believes that there are no impairment indicators on the carrying amounts of investment in joint venture. 15. UTANG USAHA 15. TRADE PAYABLES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 7) 293,982 362,941 Related parties - Rupiah (Note 7) Pihak ketiga: Third parties: Rupiah 272,297 269,565 Rupiah Dolar AS 44,876 79,732 US Dollar CNY 41,960 63,499 CNY SGD 9,058 4,456 SGD Euro 5,112 7,307 Euro GBP - 201 GBP Sub-jumlah 373,303 424,760 Sub-total Jumlah 667,285 787,701 Total Utang usaha yang merupakan bagian dari pen gaturan pembiayaan pemasok sebesar nihil dan Rp 75.906 masing-masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 (Catatan 34). Trade payables of which amounts that are part of supplier finance arrangements as of September 30, 202 5 and December 31, 2024 amounted to nill and Rp 75,906, respectively (Note 34). Jangka waktu kredit dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, berkisar 30 sampai dengan 60 hari (tidak termasuk pengaturan keuangan pemaso k) dan 45 hingga 60 hari (termasuk pengaturan keuangan pemasok). Purchases of raw and indirect materials , have credit terms of 30 to 60 days (excluding supplier finance arrangements) and 45 to 60 days (including supplier finance arrangements). 16. BEBAN AKRUAL 16. ACCRUED EXPENSES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Pemasaran dan promosi 220,784 187,362 Marketing and promotion Ongkos angkut 31,558 31,184 Freight Komisi penjualan 30,568 28,659 Sales commission Lain-lain 10,785 5,456 Others Jumlah 293,695 252,661 Total
Page 67
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 64 17. SEWA 17. LEASE Grup memiliki kontrak sewa bangunan yang digunakan dalam operasinya. Grup dibatasi untuk menyewakan kembali aset sewaan. Kontrak sewa ini merupakan sew a bangunan oleh PT TKTW dan PT TKBI, dari PT Sarana Depo Kencana, pihak berelasi, dan dari pihak ketiga, yang digunakan sebagai kantor cabang. The Group has lease contracts for buildings used in its operation. The Group is restricted from assigning and subleasing the leased assets. These lease contracts represent leases for buildings by PT TKTW and PT TKBI, from PT Sarana Depo Kencana, a related party, and from third parties, which are used as branch offices. Grup juga memiliki sewa peralatan kantor deng an nilai yang rendah. Grup menerapkan pengecualian pengakuan ‘sewa aset bernilai rendah’ untuk sewa tersebut. The Group also has certain leases of office equipment with low value. The Group applies the ‘lease of low-value assets’ recognition exemptions for these leases. Di bawah ini adalah jumlah tercatat dari aset hak -guna yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian Grup dan mutasinya: Below are the carrying amounts of right -of-use assets recognised on the Group’s consolidated statement of financial position and its movements: 30 September 2025/September 30, 2025 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Deduction balance Harga perolehan Acquisition cost Bangunan 229,336 45,514 (151 ) 274,699 Buildings Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan 48,387 74,011 (151 ) 122,247 Buildings Nilai tercatat 180,949 152,452 Carrying amount 31 Desember 2024/December 31, 2024 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Deduction balance Harga perolehan Acquisition cost Bangunan 235,090 121,861 (127,615 ) 229,336 Buildings Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan 84,539 91,463 (127,615 ) 48,387 Buildings Nilai tercatat 150,551 180,949 Carrying amount Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut: Amounts recognised in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Beban penyusutan aset hak-guna - Depreciation of right-of-use assets - beban penjualan (Catatan 28) 73,158 67,635 selling expenses (Note 28) Beban penyusutan aset hak-guna - Depreciation of right-of-use assets - beban administrasi dan umum general and administrative expenses (Catatan 28) 853 626 (Note 28) Beban bunga atas liabilitas sewa Interest expense on lease liabilities (Catatan 30) 1,284 1,337 (Note 30) Sewa aset bernilai rendah dan Low value assets and sewa jangka pendek 575 625 short-term lease Jumlah 75,870 70,223 Total
Page 68
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 65 17. SEWA (lanjutan) 17. LEASE (continued) Di bawah ini adalah jumlah tercatat dari liabilitas sewa yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian Grup: Below are the carr ying amounts of lease liabilities recognised on the Group’s consolidated statement of financial position: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Saldo awal 84,193 26,690 Beginning balance Penambahan 9,147 82,261 Additions Pembayaran (67,759 ) (24,758 ) Payments Saldo akhir 25,581 84,193 Ending balance Dikurangi: Bagian lancar (11,678 ) (64,777 ) Less: Current portion Bagian tidak lancar 13,903 19,416 Non-current portion Pembayaran sewa operasi minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa operasi pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Future minimum lease payments under operating leases together with the present value of the minimum lease payments as of September 30, 2025 and December 31, 2024 were as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Liabilitas sewa bruto - pembayaran Lease liabilities - future sewa dimasa mendatang lease payments Tidak lebih dari 1 tahun 13,189 66,112 Less than 1 year 1-5 tahun 9,528 14,767 1-5 years Lebih dari 5 tahun 18,604 18,604 More than 5 years Jumlah 41,321 99,483 Total Beban keuangan dimasa depan atas Future finance charges liabilitas sewa (15,740 ) (15,290 ) of lease liabilities Nilai kini liabilitas sewa 25,581 84,193 Present value of lease liabilities 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Nilai kini liabilitas sewa adalah Present value of lease liabilities sebagai berikut: is as follows: Tidak lebih dari 1 tahun 11,678 64,777 Less than 1 year 1-5 tahun 4,703 10,216 1-5 years Lebih dari 5 tahun 9,200 9,200 More than 5 years Jumlah 25,581 84,193 Total Tidak ada pembatasan signifikan yang ditetapkan oleh lessor dalam perjanjian sewa pembiayaan dengan Grup terkait dengan penggunaan aset atau pencapaian kinerja keuangan tertentu. There is no significant restriction imposed by lease arrangements between the lessor and the Group on the use of the assets or maintenance of certain financial performance. 18. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK 18. SHORT-TERM BANK LOANS 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 PT Bank OCBC NISP Tbk 8,414 9,189 PT Bank OCBC NISP Tbk Jumlah 8,414 9,189 Total
Page 69
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 66 18. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 18. SHORT-TERM BANK LOANS (continued) Grup memiliki beberapa fasilitas pinjaman sebagai berikut: The Group has several loan facilities as follows: Pemberi Tanggal jatuh Tingkat suku Nama entitas/ pinjaman/ Jenis fasilitas/ Mata uang/ Jumlah fasilitas/ tempo/ bunga/ Jaminan/ Entity name Lender Facility type Currency Total facility Maturity date Interest rate Collateral PT Avia Avian PT Bank Mandiri Kredit Modal Kerja/ Rupiah Rp940,000 27 Agustus/ 4.25% Piutang usaha, persediaan, Tbk (Persero) Tbk Working Capital Loan August 2026 dan aset tetap/ Trade receivables, inventories and fixed assets Letter of Credit (“L/C”) Dolar AS/ AS$/US$1,500,000 Impor atau SKBDN/ US Dollar Import L/C or SKBDN Treasury Line Dolar AS/ AS$/US$10,000,000 US Dollar Bank Garansi/ Rupiah Rp2,000 Bank Guarantee PT TKTW PT Bank Mandiri Kredit Modal Kerja/ Rupiah Rp550,000 27 Agustus/ 4.25% Piutang usaha, persediaan, (Persero) Tbk Working Capital Loan August 2026 dan tanah milik PT Sarana Depo Kencana/ Trade receivables, inventories. and PT Sarana Depo Kencana’s land PT MPI PT Bank OCBC Fasilitas cerukan/ Rupiah Rp10,000 10 Maret/ 8.25% Tanah dan bangunan/ NISP Tbk Overdraft facility March 2026 Land and building Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang belum digunakan. As of September 30, 2025 and December 31, 2024, the Group has undrawn facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dana yang diperoleh dari p injaman bank digunakan untuk modal kerja. Bank garansi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk digunakan untuk jaminan pembayaran pembelian gas dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero). The funds received from the bank loans are used for working capital. Bank g uarantee from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk is used for payment guarantee for gas procurement from PT Perusahaan Gas Negara (Persero). Berdasarkan perjanjian pinjaman, debitur diharuskan untuk memenuhi persyaratan tertentu, seperti persyaratan rasio keua ngan dan persyaratan administrasi. Grup telah memenuhi persyaratan rasio keuangan dan persyaratan administrasi serta telah memperoleh surat persetujuan pengesampingan dari PT Bank OCBC NISP Tbk atas rasio yang tidak memenuhi persyaratan. Under the loan agreements, the borrowers are required to fulfill certain covenants, such as financial covenants and administrative requirements. The Group has complied with the financial covenants and administrative requirements as well as had obtained the waiver letter from PT Bank OCBC NISP Tbk for the ratios that not complied the requirements. 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA 19. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Imbalan kerja jangka pendek 100,605 103,376 Short-term employee benefits Imbalan pascakerja 69,693 63,336 Post-employment benefits Jumlah 170,298 166,712 Total Dikurangi : Liabilitas jangka pendek (105,847 ) (108,618 ) Less : Current liabilities Liabilitas jangka panjang 64,451 58,094 Non-current liabilities a. Imbalan kerja jangka pendek a. Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka pendek terdiri atas akrual atas gaji, tunjangan h ari raya, dan bonus yang akan dibayarkan pada tahun 2025 dan 2026. Short-term employee benefits comprise accruals for salary, religious allowance and bonus which will be paid in 2025 and 2026.
Page 70
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 67 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (continued) b. Liabilitas imbalan pascakerja b. Post-employment benefits liability Grup mengakui liabilitas imbalan kerja karyawan yang tidak didanai berdasarkan peraturan yang berlaku. Liabilitas imbalan pascakerja dihitung menggun akan metode Projected Credit Unit. The Group recognised an unfunded employee benefits liability in accordance with the applicable regulation. The post-employment benefits liability is calculated using the Projected Credit Unit method. Liabilitas imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan, dalam laporannya tanggal 24 Januari 2025 dan 31 Januari 2025 untuk 31 Desember 2024. The post -employment benefits liability is calculated by the independent actuary, Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan, in its reports dated January 24, 2025 and January 31, 2025 for December 31, 2024. Jumlah yang diakui pada laba rugi konsolidasian adalah sebagai berikut: The amount recognised in consolidated profit or loss is as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Biaya jasa kini 6,833 6,688 Current service cost Biaya bunga 2,270 1,568 Interest cost Biaya jasa lalu (2,301 ) - Past service cost Jumlah beban imbalan kerja 6,802 8,256 Total employee benefits expense Mutasi n ilai kini liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: Movements in the present value of post-employment benefits liability are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Saldo awal 63,336 59,521 Beginning balance Beban imbalan kerja 6,802 9,255 Employee benefits expense Pembayaran manfaat (843 ) (5,484 ) Benefits paid Kerugian aktuaria neto Net actuarial loss dibebankan ke penghasilan charged to other komprehensif lain 398 44 comprehensive income Saldo akhir 69,693 63,336 Ending balance Dikurangi : bagian jangka pendek (5,242 ) (5,242 ) Less : current portion Bagian jangka panjang 64,451 58,094 Non-current portion Asumsi-asumsi dasar yang digunakan untuk menentukan liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: The principal assumptions used in determining the post- employment benefits liability are as follows: Usia pensiun : Sesuai tingkatan pada tahun 2024 : Retirement age Based on level in 2024 Tingkat kenaikan gaji : 1% - 7% pada tahun 2024 : Annual rate of increase in salary tahunan 1% - 7% % in 2024 Tingkat diskonto : 7,00% - 7,25% pada tahun 2024 : Discount rate 7.00% - 7.25% in 2024 Tingkat kematian : TMI-IV-2019 : Mortality rate Tingkat kecacatan : 5% dari tingkat kematian/5% of mortality rate : Disability rate
Page 71
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 68 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES (continued) b. Liabilitas imbalan pascakerja (lanjutan) b. Post-employment benefits liability (continued) Grup terekspos dengan beberapa risiko mela lui program imbalan pasti. Risiko yang paling signifikan adalah sebagai berikut: The Group is exposed to a number of risks through its defined benefit pension plans. The most significant risks are as follows: Perubahan tingkat diskonto Changes in discount rate Penurunan tingkat diskonto akan meningkatkan liabilitas program. A decrease in the discount rate will increase plan liabilities. Tingkat kenaikan gaji Salary growth rate Liabilitas imbalan pensiun Grup berhubungan dengan tingkat kenaikan g aji, dan semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akan menyebabkan semakin besarnya liabilitas. The Group’s pension obligations are linked to the salary growth rate, and a higher salary growth rate will lead to higher liabilities. Analisis sensitivitas terh adap asumsi utama yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: The sensitivity analysis to the key assumptions used in determining post -employment benefits liability is as follows: Tingkat diskonto/ (Penurunan)/kenaikan/ Discount rate (Decrease)/increase 31 Desember 2024 1%/(1%) (Rp5,087)/ Rp6,840 December 31, 2024 Tingkat gaji/ Kenaikan/(penurunan)/ Salary rate Increase/(decrease) 31 Desember 2024 1%/(1%) Rp7,331/ (Rp5,595) December 31, 2024 Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas imbalan kerja di akhir periode pelaporan berkisar antara 14,91 tahun sampai 18,67 tahun pada tahun 2024. The weighted average duration of the benefit obligation at the end of the reporting period is within a range of 14.91 years to 18.67 years in 2024. Jadwal jatuh tempo dari liabilitas imbalan pascakerja tanpa diskonto adalah sebagai berikut: The maturity profile of undiscounted post -employment benefit liabilities is as follows: 31 Desember 2024/ December 31, 2024 Kurang dari 1 tahun 5,242 Within one year 1 - 5 tahun 10,818 1 - 5 years Lebih dari 5 tahun 586,252 More than 5 years Jumlah 602,312 Total Manajemen berkeyakinan bahwa saldo liabilitas imbalan pascakerja tersebut cukup untuk memenuhi imbalan minimum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Management believes that the balance of post - employment benefits liability is suffic ient to cover the minimum benefits required under the prevailing regulations.
Page 72
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 69 20. PERPAJAKAN 20. TAXATION a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Perusahaan The Company Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan - 12,152 Value Added Tax (VAT) in Pajak penghasilan pasal 21 - 148 Income tax article 21 Pajak penghasilan pasal 4(2) - 873 Income tax article 4(2) Sub-jumlah - 13,173 Sub-total Entitas anak Subsidiaries Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan 460 5,164 Value Added Tax (VAT) in Pajak penghasilan pasal 21 9 928 Income tax article 21 Pajak penghasilan pasal 4(2) 48 483 Income tax article 4(2) Sub-jumlah 517 6,575 Sub-total Jumlah 517 19,748 Total b. Utang pajak b. Taxes payable 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Perusahaan The Company Pajak Penghasilan: Income Taxes: Pasal 25 22,565 - Article 25 Pasal 29 55,448 44,314 Article 29 Pasal 21 3,116 - Article 21 Pasal 23 6,112 740 Article 23 Pasal 4(2) 167 325 Article 4(2) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) keluaran 5,457 - Value Added Tax (VAT) out Sub-jumlah 92,865 45,379 Sub-total Entitas anak Subsidiaries Pajak Penghasilan: Income Taxes: Pasal 25 1,940 1,715 Article 25 Pasal 29 505 13,749 Article 29 Pasal 4(2) 730 714 Article 4(2) Pasal 15 2 1 Article 15 Pasal 21 335 8,889 Article 21 Pasal 23 1,199 1,669 Article 23 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) keluaran 22,038 7 Value Added Tax (VAT) out Sub-jumlah 26,749 26,744 Sub-total Jumlah 119,614 72,123 Total
Page 73
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 70 20. PERPAJAKAN 20. TAXATION c. Beban pajak penghasilan c. Income tax expense 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Perusahaan The Company Kini 242,609 212,530 Current Tangguhan (8,604 ) 17,493 Deferred Sub-jumlah 234,005 230,023 Sub-total Entitas anak Subsidiaries Kini 65,745 70,977 Current Tangguhan (10,179 ) (2,445 ) Deferred Sub-jumlah 55,566 68,532 Sub-total Jumlah beban pajak penghasilan 289,571 298,555 Total income tax expense Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan konsolidasian menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran laba kena pajak adalah sebagai berikut: Reconciliation between consolidated profit before income tax expense a shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and the estimated taxable income is as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Laba sebelum beban pajak Consolidated profit before penghasilan konsolidasian 1,477,847 1,458,678 income tax expense Dikurangi laba sebelum pajak - Less profit before tax - entitas anak (273,292 ) (288,006 ) subsidiaries Disesuaikan dengan eliminasi Adjustment for consolidation konsolidasian 18,990 40,198 elimination Laba sebelum beban pajak Profit before tax attributable Perusahaan 1,223,545 1,210,870 to the Company Penyesuaian fiskal: Fiscal adjustments: Penyusutan aset tetap 13,713 10,241 Depreciation of fixed assets Aset hak-guna dan sewa 2,133 3,623 Right-of-use assets and lease Imbalan kerja 2,609 2,449 Employee benefits Provisi retur penjualan dan Provision for sales return and hak retur aset 1,791 177 right of return assets Akrual 44,451 (71,815 ) Accruals Beban yang tidak dapat dikurangkan (1,440 ) 4,326 Non-deductible expenses Pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final (168,682 ) (193,823 ) Income subject to final tax Taksiran laba kena pajak - Estimated taxable income - Perusahaan 1,118,120 966,048 the Company
Page 74
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 71 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued) Beban pajak penghasilan periode berjalan dan perhitungan taksiran utang (klaim) pa jak penghasilan adalah sebagai berikut: Income tax expense current period and the computation of the estimated income tax payable (claims for income tax refund) are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Taksiran penghasilan kena pajak Estimated taxable income (dibulatkan) (rounded off) Perusahaan 1,118,120 966,048 The Company Entitas Anak 298,840 322,623 Subsidiaries Beban pajak penghasilan - Income tax expense - periode berjalan current period Perusahaan 242,609 212,530 The Company Entitas Anak 65,745 70,977 Subsidiaries Beban pajak penghasilan menurut Income tax expense per consolidated laporan laba rugi dan penghasilan statements of profit or loss and komprehensif lain konsolidasian other comprehensive income - periode berjalan 308,354 283,507 - current period Pajak penghasilan dibayar di muka Prepayments of income taxes (Pasal 22, 23 dan 25) (Articles 22, 23 and 25) Perusahaan 187,161 165,840 Company Entitas Anak 106,237 76,025 Subsidiaries Pajak penghasilan dibayar di muka 293,398 241,865 Prepayments of income taxes Taksiran klaim Estimated claims for income pajak penghasilan - tax refund - Entitas Anak (40,997) (5,173) Subsidiaries Taksiran klaim pajak Estimated claims for income Penghasilan (40,997) (5,173) tax refund - Jumlah utang pajak penghasilan Total income tax payable Pasal 29 Article 29 Perusahaan 55,448 46,690 The Company Entitas Anak 505 125 Subsidiaries Jumlah utang pajak penghasilan Total income tax payable Pasal 29 55,953 46,815 Article 29 Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian untuk periode pajak sebagai berikut: Estimated claim for income tax refund at the date of the consolidated statement of financial posit ion consist of the claim for the period as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Taksiran klaim pajak Estimated claims for income penghasilan tax refund Entitas Anak Subsidiaries 2025 40,997 - 2025 2024 - 5,173 2024 2023 - 29,432 2023 Jumlah 40,997 34,605 Total
Page 75
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 72 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued) Rekonsiliasi antara hasil perhitungan laba sebelum beban pajak penghasilan konsolidasian dengan beban pajak penghasilan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut: Reconciliation between the computation of consolidated profit before tax expense and income tax expense as shown in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income is as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Laba sebelum beban pajak Consolidated profit before income penghasilan konsolidasian 1,477,847 1,458,678 tax expense Pengaruh pajak atas: The tax effect on: Pajak penghasilan dihitung dengan Income tax calculated at tarif pajak yang berlaku 325,126 320,909 applicable tax rate Beda tetap dan pembulatan 5,927 25,403 Permanent difference and rounding Pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final (41,483 ) (47,757 ) Income subject to final tax Jumlah beban pajak penghasilan 289,571 298,555 Total income tax expense d. Aset pajak tangguhan d. Deferred tax assets Rincian aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut: The details of deferred tax assets are as follows: 30 September 2025/September 30, 2025 Dikreditkan ke Dikreditkan penghasilan (dibebankan) komprehensif ke laba rugi/ lain/Credited Saldo awal/ Credited to other Saldo akhir/ Beginning (charged) to comprehensive Ending balance profit or loss income balance Aset tetap (42,956 ) 2,605 - (40,351) Fixed assets Aset hak-guna (17,010 ) 1,441 - (15,569) Right-of-use assets Liabilitas sewa 9,320 (1,117 ) - 8,203 Lease liabilities Liabilitas imbalan kerja 13,935 1,335 88 15,358 Employee benefits liability Beban akrual 66,342 12,942 - 79,284 Accrued expenses Penyisihan persediaan Provision for usang dan lambat obsolescence and bergerak 3,191 1,186 - 4,377 slow-moving inventories Provisi retur penjualan 8,452 667 - 9,119 Provision for sales return Hak retur aset (5,418 ) (276 ) - (5,694) Right to return assets Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai impairment losses piutang usaha 288 - - 288 of trade receivables Jumlah 36,144 18,783 88 55,015 Total
Page 76
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 73 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) d. Aset pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets (continued) Rincian aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut: (lanjutan) The details of deferred tax assets are as follows: (continued) 30 September 2025/September 30, 2025 Dikreditkan ke (Dibebankan) penghasilan dikreditkan ke komprehensif lain/ laba rugi/ Credited Saldo awal/ (Charged) to other Saldo akhir/ Beginning credited to comprehensive Ending balance profit or loss income balance Disajikan sebagai: Presented as: Aset pajak tangguhan 36,144 18,783 88 55,015 Deferred tax assets Jumlah 36,144 18,783 88 55,015 Total Terdiri atas: Comprises: Perusahaan The Company Aset pajak tangguhan 18,362 8,604 - 26,966 Deferred tax assets Entitas anak Subsidiaries Aset pajak tangguhan 17,782 10,179 88 28,049 Deferred tax assets Jumlah 36,144 18,783 88 55,015 Total 31 Desember 2024/December 31, 2024 Dikreditkan ke Dikreditkan penghasilan (dibebankan) komprehensif ke laba rugi/ lain/Credited Saldo awal/ Credited to other Saldo akhir/ Beginning (charged) to comprehensive Ending balance profit or loss income balance Aset tetap (42,116 ) (840 ) - (42,956 ) Fixed assets Aset hak-guna (15,062 ) (1,948 ) - (17,010 ) Right-of-use assets Liabilitas sewa 8,713 607 - 9,320 Lease liabilities Liabilitas imbalan Employee benefits kerja 13,097 828 10 13,935 liability Beban akrual 74,077 (7,735 ) - 66,342 Accrued expenses Penyisihan persediaan Provision for obsolescence usang dan lambat and slow-moving bergerak 2,033 1,158 - 3,191 inventories Provisi retur penjualan 7,947 505 - 8,452 Provision for sales return Hak retur aset (5,134 ) (284 ) - (5,418 ) Right to return assets Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai impairment losses piutang usaha 323 (35 ) - 288 of trade receivables Jumlah 43,878 (7,744 ) 10 36,144 Total
Page 77
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 74 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) d. Aset pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets (continued) Rincian aset pajak tangguhan adalah sebagai ber ikut: (lanjutan) The details of deferred tax assets are as follows: (continued) 31 Desember 2024/December 31, 2024 Dikreditkan (dibebankan) ke (Dibebankan) penghasilan dikreditkan ke komprehensif ke laba rugi/ lain/Credited Saldo awal/ (Charged) (charged) to other Saldo akhir/ Beginning credited to comprehensive Ending balance profit or loss income balance Disajikan sebagai: Presented as: Aset pajak tangguhan 43,878 (7,744 ) 10 36,144 Deferred tax assets Jumlah 43,878 (7,744 ) 10 36,144 Total Terdiri atas: Comprises Perusahaan The Company Aset pajak tangguhan 28,962 (10,499 ) (101 ) 18,362 Deferred tax assets Entitas anak Subsidiaries Aset pajak tangguhan 14,916 2,755 111 17,782 Deferred tax assets Jumlah 43,878 (7,744 ) 10 36,144 Total e. Administrasi e. Administration Undang-undang perpajakan Indones ia mengatur bahwa masing -masing perusahaan dalam Grup menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. The taxation laws in Indonesia require that each company in the Group submits tax returns on the basis of self-assessment. Berdasarkan perundang -undangan yang berlaku, Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. Under prevailing regulations, the Directorate General of Taxes ("DGT") may assess or amend taxes within five years from the time the tax becomes due.
Page 78
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 75 21. MODAL SAHAM 21. SHARE CAPITAL Susunan pemegang saham Perusahaan dan kepemilikannya pada tanggal -tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: The Company’s shareholders and their respective ownership as of September 30, 2025 and December 31, 2024 are as follows: Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Persentase Number of kepemilikan/ shares issued Percentage Jumlah/ Pemegang saham and fully paid of ownership Total Shareholders 30 September 2025 September 30, 2025 PT Tancorp Surya Sentosa 22,674,971,000 36.60% 226,750 PT Tancorp Surya Sentosa PT Wahana Lancar Rejeki 20,129,652,900 32.49% 201,297 PT Wahana Lancar Rejeki Archipelago Investment Archipelago Investment Private Limited 3,902,748,900 6.30% 39,027 Private Limited Rudi Tanoko 1,041,265,000 1.68% 10,413 Rudi Tanoko Rony Tanoko 51,111,500 0.08% 511 Rony Tanoko Direksi Board of Directors Robert Christian Tanoko 1,425,406,300 2.30% 14,254 Robert Christian Tanoko Ruslan Tanoko *) 153,251,300 0.25% 1,533 Ruslan Tanoko *) Wijono Tanoko 2,504,200 0.00% 25 Wijono Tanoko Kurnia Hadi Sinanto 782,500 0.00% 7 Kurnia Hadi Sinanto Angelica Tanisia Jozar 311,300 0.00% 3 Angelica Tanisia Jozar Masyarakat (masing-masing Public (each below kepemilikan di bawah 5%) 10,233,573,900 16.53% 102,336 5% ownership) Jumlah saham beredar 59,615,578,800 96.23% 596,156 Total outstanding shares Saham treasuri 2,337,976,800 3.77% 23,380 Treasury shares Jumlah 61,953,555,600 100% 619,536 Total *) Tidak Langsung melalui PT Sensasi Istana Warna *) Indirectly through PT Sensasi Istana Warna Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Persentase Number of kepemilikan/ shares issued Percentage Jumlah/ Pemegang saham and fully paid of ownership Total Shareholders 31 Desember 2024 December 31, 2024 PT Tancorp Surya Sentosa 22,674,971,000 36.60% 226,750 PT Tancorp Surya Sentosa PT Wahana Lancar Rejeki 20,129,652,900 32.49% 201,297 PT Wahana Lancar Rejeki Archipelago Investment Archipelago Investment Private Limited 3,902,748,900 6.30% 39,027 Private Limited Rudi Tanoko 1,041,265,000 1.68% 10,413 Rudi Tanoko Rony Tanoko 497,829,300 0.80% 4,978 Rony Tanoko Direksi Board of Directors Robert Christian Tanoko 1,425,406,300 2.30% 14,254 Robert Christian Tanoko Ruslan Tanoko *) 37,724,500 0.06% 378 Ruslan Tanoko *) Wijono Tanoko 2,504,200 0.00% 25 Wijono Tanoko Kurnia Hadi Sinanto 651,600 0.00% 7 Kurnia Hadi Sinanto Angelica Tanisia Jozar 222,400 0.00% 2 Angelica Tanisia Jozar Masyarakat (masing-masing Public (each below kepemilikan di bawah 5%) 11,077,130,300 17.89% 110,771 5% ownership) Jumlah saham beredar 60,790,106,400 98.12% 607,902 Total outstanding shares Saham treasuri 1,163,449,200 1.88% 11,634 Treasury shares Jumlah 61,953,555,600 100% 619,536 Total *) Tidak Langsung melalui PT Sensasi Istana Warna *) Indirectly through PT Sensasi Istana Warna
Page 79
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 76 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali masing - masing 1.174.527.600 dan 1.128.830.400 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembe lian pada BEI (Catatan 1b). Pembelian kembali saham Perusahaan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham Perusahaan. Jumlah pembayaran untuk mengakuisisi saham tersebut masing-masing adalah Rp 506.308 (Rp 382 - Rp 482/lembar sa ham - nilai penuh) dan Rp 558.183 (Rp 358 - Rp 600/lembar saham - nilai penuh) pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Saham tersebut dicatat pada “saham treasuri” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. In September 30, 2025 and December 31, 2024, the Company repurchased 1,174,527,600 and 1,128,830,400, respectively, of its own shares amounting to through purchases on the IDX (Note 1b). This repurchase transaction is intended to stabilise the Company’s share price. The total amount paid to acquire the shares was Rp 506,308 (Rp 3 82 - Rp 482/share - full amount) and Rp 5 58,183 (Rp 358 - Rp 600/share - full amount) in September 30, 2025 and December 31, 2024, respectively. The shares are held as “treasury shares” in the consolidated statement of financial position as of September 30, 2025 and December 31, 2024. Pengelolaan modal Capital management Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. The Group’s objectives when managing capital are to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern while seeking to maximise benefits to shareholders and other stakeholders. Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau me ngusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust the dividend payment to shareholders, issue new shares or raise debt financing. No changes were made in the objectives, policies or processes f or the years ended September 30, 2025 and December 31, 2024. Kebijakan Grup adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar. The Group’s policy is to maintain a healthy c apital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost. 22. TAMBAHAN MODAL DISETOR 22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Selisih nilai nominal dengan Difference between par value penerimaan setoran modal 7,874,557 7,874,557 and proceeds of share capital Biaya emisi saham (119,356 ) (119,356 ) Shares issuance costs Dampak transaksi antara entitas Transactions between entities under sepengendali 38,017 38,017 common control Jumlah 7,793,218 7,793,218 Total Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sebanyak 6.200.000.000 lembar saham de ngan nilai nominal Rp 10 (angka penuh) per lembar saham dan harga penawaran sebesar Rp 930 (angka penuh) per lembar saham. The Company made an initial public offering of 6,200,000,000 shares to the public with a par value of Rp 10 (full amount) per share at an offering price of Rp 930 (full amount) per share. Biaya emisi saham merupakan biaya transaksi yang timbul dari aktivitas Penawaran Umum Saham Perdana, antara lain mencakup biaya jasa penjaminan dan penyelenggaraan, biaya profesi penunjang pasar mod al, biaya lembaga penunjang pasar modal dan biaya lain-lain. Share issuance costs are transaction costs arising from the Initial Public Offering, which includes underwriting and management fees, supporting professional service fees, capital market supporting institution fees and other fees.
Page 80
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 77 23. SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNAANNYA 23. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengalokas ikan sampai dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. The Company is required by the Limited Liability Company Law No. 40, Year 2007 effective August 16, 2007 to allocate to and maintain a non -distributable reserve fund until the said reserve reaches at least 20% of the issued and paid capital. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 036/AA/DIR/XI/2021 bertanggal 7 September 2021 tentang Pembentukan Cadangan Umum, Direksi Perusahaan telah menyetujui untuk menyisihkan sebagian saldo laba Perusahaan untuk cadangan umum sebesar Rp 112.000 sebagai tindak lanjut atas keputusan pemegang saham Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal 14 Juni 2021. Based on the Board of Directors’ Decisi on Letter No. 036/AA/DIR/XI/2021 dated September 7, 2021 concerning the Establishment of General Reserves, the Company's Board of Directors has agreed to set aside a portion of the Company's retained earnings for general reserves amounting to Rp 112,000 a s a follow -up to the decision of the Company's shareholders in the General Meeting of Shareholders dated June 14, 2021. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 22 April 2022, para pemegang saham menyetujui tamb ahan pencadangan umum sebesar Rp 12.000 dari laba konsolidasian tahun 2021. Based on the Annual General Shareholders’ Meeting held on April 22, 2022, the Company’s shareholders approved the addition of appropriation for general a reserve of Rp 12,000 from 2021 consolidated profit. 24. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 24. BASIC AND DILUTED EARNINGS PER SHARE Rincian perhitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut: Details of basic and diluted earnings per share computation are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Income for the period attributable to equity entitas induk 1,189,793 1,160,423 holders of the parent company Rata-rata tertimbang jumlah saham Weighted average number yang beredar 60,228,477,060 61,195,090,279 of outstanding shares Laba per saham dasar Basic and diluted earnings dan dilusian (nilai penuh) 19.75 18.96 per share (full amount) Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi dilusi saham sehingga laba per saham dasar sama dengan laba per saham dilusian. The Company does not have any potentially dilutive shares. Therefore, the diluted earnings per share is equal to the basic earnings per share. 25. DIVIDEN 25. DIVIDENDS Berdasarkan Akta Notaris No. 2 yang dibuat oleh Notaris Dr. Susanti, S.H., M.Kn., dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tanggal 10 April 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun 202 4 sebesar Rp 1. 337.793 (Rp 2 2/lembar saham - nilai penuh) yang terdiri atas dividen interim sebesar Rp 671.979 (Rp 11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 21 November 2024, dan dividen final sebesar Rp 6 65.814 (Rp 11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 30 April 2025. Based on Notarial Deed No. 2 by Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., in the Annual General Shareholders’ Meeting o f the Company dated April 1 0, 202 5, the Company’s shareholders approved the distribution of cash dividends from 2024 profit amounting to Rp 1,3 37,793 (Rp 22/share - full amount) which comprises of interim dividends amounting to Rp 671,979 (Rp 11/share - full amount) paid on November 21, 2024, and final dividends of Rp 665,814 (Rp 11/share - full amount) paid on April 30, 2025.
Page 81
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 78 25. DIVIDEN (lanjutan) 25. DIVIDENDS (continued) Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 2 tanggal 4 April 2024 yang dibuat oleh Notaris Dr. Susanti, S.H., M.Kn., Notaris di Surabaya, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun 2023 sebesar Rp 1.357.652 (Rp 22/lembar saham - nilai penuh) yang terdiri atas dividen interim sebesar Rp 681.489 (Rp 11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 31 Oktober 2023, dan dividen final sebesar Rp 676.163 (Rp11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 30 April 2024. Based on Minutes of Annual General Meeting of Shareholders No. 2 dated April 4, 2024 by Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., Notary in Surabaya, the Company’s shareholders approved the distribution of cash dividends from 2023 profit amounting to Rp 1,357,652 (Rp 22/share - full amount) which comprises of interim dividends amoun ting to Rp 681,489 (Rp 11/share - full amount) paid on October 31, 2023, and final dividends of Rp 676,163 (Rp 11/share - full amount) paid on April 30, 2024. 26. PENDAPATAN NETO 26. NET REVENUES Pendapatan neto berdasarkan kategori pelanggan: Net revenues by customers category: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pihak ketiga 5,886,917 5,363,955 Third parties Pihak berelasi (Catatan 7) 40,829 40,773 Related parties (Note 7) Jumlah 5,927,746 5,404,728 Total Pendapatan neto berdasarkan jaringan distribusi: Net revenues by distribution channel: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Distributor sendiri 5,335,090 4,827,248 Owned distributor Distributor pihak ketiga 580,183 545,709 Third party distributor Penjualan langsung 12,473 31,771 Direct sales Jumlah 5,927,746 5,404,728 Total Penjualan melalui distributor sendiri merupakan penjualan yang dilakukan melalui PT TKTW (entitas anak) dan PT TKBI (entitas anak tidak langsung) kepada pelanggan. Penjualan melalui distributor pihak ketiga meru pakan penjualan yang dilakukan melalui distributor Perusahaan. Penjualan langsung merupakan penjualan kepada pelanggan non-ritel/proyek. Sales through owned distributor represent sales made through PT TKTW (subsidiary) and PT TKBI (indirect subsidiary) to the customers. Sales through third party distributor represent sales made through the Company’s distributors. Direct sales represent sales non - retails/projects. Pada tanggal 30 September 2025 dan 202 4, Grup tidak memiliki penjualan kepada pe langgan tertentu dengan total penjualan kumulatif individual masing -masing melebihi 10% dari total pendapatan konsolidasian. As of September 30, 2025 and 2024, the Group does not have any sales to certain customers with the individual cumulative amount each exceeding 10% of the total consolidated revenues. Seluruh pelanggan adalah pelanggan lokal. All customers are local customers. Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas kontrak yang berkaitan dengan kon trak penjualan masing-masing sebesar Rp 168.796 dan Rp 146.738 diakui sebagai bagian dari beban akrual pemasaran dan promosi. Liabilitas kontrak tahun sebelumnya telah terealisasi pada periode pelaporan saat ini dan telah diakui sebagai pendap atan sebesar Rp 146.738 (2024:Rp 205.579). As of September 30, 2025 and December 31, 2024, contract liabilities related to revenue contracts amounted to Rp 168,796 and Rp 146,738, respectively, were recognised as part of accr ued marketing and promotion expense. The prior year’s contract liabilities have been realised in the current reporting period and have been recog nised as revenue amounted to Rp 146,738 (2024: Rp 205,579).
Page 82
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 79 27. BEBAN POKOK PENJUALAN 27. COST OF GOODS SOLD 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pemakaian bahan baku 1,536,464 1,369,963 Raw materials usage Upah langsung 52,142 57,694 Direct labour Beban pabrikasi: Factory overhead: Upah tak langsung 92,444 71,469 Indirect labour Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed (Catatan 13) 28,715 26,556 assets (Note 13) Perawatan dan pemeliharaan 14,237 14,857 Repair and maintenance Listrik, air, dan gas 13,684 13,325 Electricity, water, and gas Pemakaian bahan pembantu 4,608 3,378 Supporting material used Perlengkapan pabrik 3,228 3,773 Factory supplies Amortisasi aset takberwujud 836 668 Amortization of intangible asset Lain-lain 12,930 9,393 Others Jumlah beban produksi 1,759,288 1,571,076 Total production cost Barang dalam proses Work in process Awal tahun 41,994 45,887 At beginning of year Akhir tahun (64,895 ) (40,251 ) At end of year Beban pokok produksi 1,736,387 1,576,712 Cost of goods manufactured Barang jadi Finished goods Awal tahun 1,051,043 996,609 At beginning of year Pembelian 1,291,481 983,507 Purchases Akhir tahun (1,122,826 ) (1,021,443 ) At end of year Beban pokok penjualan sebelum Cost of goods sold before pemakaian barang promosi 2,956,085 2,535,385 promotional goods consumption Pemakaian barang promosi 427,395 464,507 Promotional goods consumption Beban pokok penjualan 3,383,480 2,999,892 Cost of goods sold Rincian pemasok yang memiliki transaksi pembelian lebih dari 10% dari total pendapatan usaha konsolidasian adalah sebagai berikut: Detail of suppliers with purchase transactions that represent more than 10% of the total consolidated revenue is as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 PT Avia Avian Industri Pipa 800,806 735,941 PT Avia Avian Industri Pipa 28. BEBAN USAHA 28. OPERATING EXPENSES Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: The details of selling expenses are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 426,233 399,172 Salaries, wages and employee benefits Biaya angkut penjualan 183,400 149,840 Freight out Pemasaran dan promosi 146,408 151,920 Marketing and promotion Penyusutan (Catatan 13 dan 17) 133,243 122,274 Depreciation (Notes 13 and 17) Komisi penjualan 60,944 46,536 Sales commission Perjalanan dinas 39,260 42,764 Business travel Bahan bakar 22,924 21,323 Fuel Pemeliharaan 18,755 17,029 Maintenance Percetakan 13,272 16,389 Printing Lain-lain 12,084 12,747 Others Jumlah 1,056,523 979,994 Total
Page 83
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 80 28. BEBAN USAHA (lanjutan) 28. OPERATING EXPENSES (continued) Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: The details of general and administrative expenses are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 61,642 60,139 Salaries, wages and employee benefits Penyusutan (Catatan 13 dan 17) 34,322 30,900 Depreciation (Notes 13 and 17) Perlengkapan kantor 19,094 16,329 Office supplies Asuransi 16,671 14,419 Insurance Perijinan dan legalitas 14,984 8,027 Permits and legal Utilitas 11,049 10,273 Utilities Perjalanan dinas 10,835 9,297 Business travelling Jasa tenaga ahli 7,835 5,891 Professional fees Amortisasi aset takberwujud 5,289 4,808 Amortization of intangible asset Pajak dan lisensi 4,630 3,665 Tax and license Kebersihan dan keamanan 3,762 3,304 Cleaning and security Sumbangan dan jamuan 2,920 3,570 Donation and entertainment Lain-lain 11,646 15,387 Others Jumlah 204,679 186,009 Total 29. PENDAPATAN KEUANGAN 29. FINANCE INCOME 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Bunga dari investasi pada Interest from investment in surat utang negara (Catatan 10) 114,425 115,086 government bonds (Note 10) Bunga dari deposito 62,766 90,974 Interest from time deposits Bunga dari rekening giro 7,985 8,230 Interest from current account Jumlah 185,176 214,290 Total 30. BEBAN KEUANGAN 30. FINANCE CHARGES 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Beban bunga atas liabilitas sewa Interest expense on lease liabilities (Catatan 17) 1,284 1,337 (Note 17) Beban bunga pinjaman bank 524 351 Interest expense on bank loans Jumlah 1,808 1,688 Total
Page 84
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 81 31. PENDAPATAN LAIN-LAIN - NETO 31. OTHER INCOME - NET Rincian pendapatan (beban) lain -lain - neto adalah sebagai berikut: The details of other income (expenses) - net are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pendapatan dividen 15,350 - Dividend income Pendapatan sewa gedung kantor Office and factory buildings dan pabrik 3,274 3,179 rental income Keuntungan pelepasan Gain on disposal of aset tetap (Catatan 13) 2,590 1,086 fixed assets (Note 13) Keuntungan penjualan investasi Gain on sale of investment in pada surat utang negara 983 - government bonds Penjualan barang afalan 393 5,172 Sale of scrap Beban operasional atas gedung yang Operational expenses of leased disewakan (Catatan 12) (2,119 ) (1,995 ) building (Note 12) Kerugian selisih kurs - neto (11,007 ) (324 ) Loss on foreign exchange - net Lain-lain - neto 770 (1,273 ) Others - net Jumlah 10,234 5,845 Total 32. ASET ATAU LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING 32. NET MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES Aset dan liabilitas keuangan Grup dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: The Group’s financial assets and liabilities in foreign currencies are as follows: 30 September/September 30, 2025 31 Desember/December 31, 2024 Dalam mata Dalam mata uang asing/ uang asing/ Mata uang/ In original Jumlah setara/ In original Jumlah setara/ Currency currencies Equivalent to currencies Equivalent to Aset moneter Monetary assets Dolar AS/ Kas dan setara kas US Dollar 9,341 156 16,249 263 Cash and cash equivalents Liabilitas moneter Monetary liabilities Dolar AS/ Utang usaha US Dollar (2,690,398) (44,876) (4,933,321) (79,732) Trade payables CNY (17,904,240) (41,960) (28,678,389) (63,499) Euro (261,319) (5,112) (433,631) (7,307) SGD (700,333) (9,058) (373,878) (4,456) GBP - - (9,903) (201) (101,006) (155,195) Liabilitas moneter - neto (101,850) (154,932) Monetary liabilities - net
Page 85
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 82 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RI SIKO KEUANGAN 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES Aktivitas Grup rentan terhadap berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko nilai mata uang asing, risiko harga, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit dan risiko lik uiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan dipusatkan pada pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk memperkecil efek yang berpotensi merugikan kinerja keuangan Grup. Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan dalam pengawasan Direksi. The Group’s activities are exposed to a variety of financial risks: market risk (including foreign exchange risk, price risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Group’s overall risk management programme focuse s on the unpredictability of financial markets and seeks to minimise potential adverse effects on the Group’s financial performance. Financial risk management is carried out under the monitoring of the Directors. Faktor-faktor risiko keuangan Financial risk factors a. Risiko pasar a. Market risk Risiko nilai tukar mata uang asing Foreign exchange risk Mata uang fungsional Grup adalah Rupiah. Grup menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena sebagian pembelian dan biaya operasionalnya dalam mata uang asing. Penurunan/penguatan nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah, mengakibatkan utang dan biaya operasional dalam Rupiah menurun/meningkat. The Group’s functional currency is Rupiah. The Group faces foreign exchange risk as a port ion of its purchases and operating expenses are denominated in foreign currencies. The weakening/strengthening of foreign currency exchange rate against Rupiah, will cause payable and operating expenses in Rupiah decrease/increase. Analisis sensitivitas untuk risiko nilai mata uang asing Sensitivity analysis for foreign currency risk Pada tanggal 30 September 2025, jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat/melemah sebesar 10%, dengan semua variabel lain konstan, maka laba s etelah pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut akan meningkat/menurun sebesar Rp 3.488 (30 September 2024: Rp 4.637). Dampak terhadap ekuitas akan sama dengan dampak pada laba periode berjalan. As of September 30, 2025, had the Rupiah exchange rate strengthened/weakened by 10% against US Dollar, with all other variables held constant, post -tax profit for the year then ended would have been Rp 3,488 (September 30, 202 4: Rp 4,637) higher/lower. The impact on equity would have been the same as the impact on profit for the periode. Risiko harga Price risk Grup rentan terhadap risiko harga efek utang karena investasi yang dimiliki Grup diklasifikasikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan nilai wajar melalui laba rugi. Grup tidak rentan terhadap risiko harga komoditas. The Group is exposed to debt securities price risk because the inves tments held by the Group are classified on the consolidated statement of financial position at fair value through other comprehensive income and fair value through profit or loss. The Group is not exposed to commodity price risk. Untuk mengelola risiko h arga yang timbul dari investasi pada efek utang, Grup melakukan analisis terkait besarnya bunga kupon yang ditawarkan dengan tingkat imbal hasil umum yang diharapkan oleh pasar. To manage price risk arising from investments in debt securities, the Group p erforms an analysis of the number of coupon bonds offered and the required rate of return which is generally expected by the market.
Page 86
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 83 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) Risiko harga (lanjutan) Price risk (continued) Analisis sensitivitas untuk risiko harga Sensitivity analysis for price risk Pada tanggal 30 September 2025, apabila tingkat imbal hasil secara umum yang diharapkan oleh pasar bergerak naik/turun 5%, maka laba setelah pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut akan naik/turun sebes ar Rp 125.106 (30 September 2024: Rp 151.953) sebagai akibat keuntungan/(kerugian) atas investasi pada surat utang negara dan reksa dana yang diklasifikasikan sebagai FVOCI dan FVTPL. Dampak terhadap ekuitas akan sam a dengan dampak pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode berjalan. As of September 30, 202 5, if market required rate of return increased/decreased for 5%, post -tax profit for the period then ended would increased/ decreased by Rp 125,106 (September 30, 2024: Rp 151,953) as a result of gains/(losses) on inves tments in government bonds and mutual funds classified as at FVOCI and FVTPL. The impact on equity would have been the same as the impact on the consolidated profit or loss and other comprehensive income for the period. Risiko tingkat suku bunga Interest rate risk Risiko suku bunga dari kas di bank, deposito berjangka, dan investasi jangka pendek tidak signifikan. Inve stasi pada surat utang negara, pinjaman bank dan liabilitas sewa yang memiliki tingkat suku bunga tetap mengekspos Grup terhadap risiko nilai wajar suku bunga. The interest rate risk from cash in banks, time deposits and short -term investments is not sign ificant. Investment in government bonds, bank loans and lease liabilities which bear fixed interest rates expose the Group to fair value interest rate risk. Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak mat erial terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan. Laba atau rugi Grup tidak terpengaruh oleh perubahan suku bunga karena instrumen berbunga tersebut mem iliki tingkat bunga tetap dan merupakan biaya perolehan diamortisasi. No sensitivity analysis is prepared as the Group does not expect any material effect on the Group’s profit or loss arising from the effects of reasonably possible changes to interest ra tes on interest bearing financial instruments at the end of the reporting period. The Group’s profit or loss are not affected by changes in interest rates as the interest -bearing instruments carry fixed interest and are amortized cost. Grup memonitor sec ara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga da pat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Grup secara tepat waktu. The Group closely monitors the market interest rate fluctuation and market expectation so it can take necessary actions benefited most to the Group in due time.
Page 87
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 84 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) b. Risiko kredit b. Credit risk Grup terekspos risiko kredit dari kas di bank, deposito berjangka, kas di bank dan deposito yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek, investasi pada surat utang negara, investasi reksa dana, piutang usaha, dan piutang lain-lain dari pihak ketiga. The Group is exposed to credit risk from cash in bank, time deposits, restricted cash in bank and time deposits, short -term investments, investment in government bond, investment in mutual funds, tra de receivables and other receivables from third parties. Semua kas di bank, deposito berjangka, kas dan deposito yang dibatasi penggunaannya ditempatkan di bank asing dan lokal yang memiliki reputasi dan peringkat yang baik. All the cash in bank, time deposits, restricted cash in banks and short-term investments are placed in foreign and local banks with good reputation and rating. Dalam pemilihan pelanggan, Grup menerapkan kebijakan persetujuan atas kontrak penjualan berdasarkan prinsip kehati -hatian serta melakukan pengelolaan atas piutangnya. Sebagai bagian dari proses persetujuan tersebut, reputasi dan catatan historis pelanggan menjadi bahan pertimbangan. In selecting its customers, the Group applies prudent acceptance policies of new sales cont racts and perform ongoing monitoring as well as managing the collection of its receivables. As part of the approval process, the customer’s reputation and track record are taken into consideration. Berdasarkan penilaian manajemen atas kerugian kredit eks pektasian berdasarkan PSAK 109, manajemen Grup berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha dan piutang lain-lain telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Lihat Catatan 6 untuk rincian umur piutang dan cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha. Based on management’s assessment of the expected credit losses under PSAK 109, the Group’s management believes that the allowance for impairment losses of trade and other receivables is sufficient to cover possible losses from uncollectible receivables. Refer to Note 6 for detailed receivables aging and allowance for impairment losses of trade receivables. Piutang lain -lain dari pihak berelasi merupakan piutang Grup dari pihak berelasinya ata s klaim program loyalitas pelanggan dan pengembalian aktivitas pemasaran. Berdasarkan penilaian manajemen atas kerugian kredit ekspektasian berdasarkan PSAK 109, manajemen Grup berkeyakinan bahwa kerugian kredit ekspektasian untuk piutang lain -lain mendeka ti nihil, sehingga cadangan penurunan nilai atas piutang lain -lain tidak diperlukan. Other receivables from related parties represents the Group’s receivables from its related parties for customer loyalty program claim and reimbursement of marketing activ ities. Based on management’s assessment of the expected credit losses under PSAK 109, the Group’s management believes that the expected credit losses is close to nil, as such, no allowance for impairment of other receivables is necessary.
Page 88
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 85 33. TUJUAN D AN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset keuangan Grup serta eksposur maksimum risiko kredit menurut peringkat risiko kredit: The table below details the credit quality of the Group’s financial assets as well as maximum exposure to credit risk by credit risk rating grades: 30 September/September 30, 2025 Peringkat Peringkat Jumlah kredit kredit tercatat Jumlah external/ internal/ bruto/ Cadangan tercatat External Internal ECL 12 bulan atau sepanjang Gross kerugian/ neto/ credit credit umur/ carrying Loss Net carrying rating rating 12-month or lifetime ECL amount allowance amount Lancar/ Kas dan setara kas (Catatan 5) BBB Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 2,115,879 - 2,115,879 Cash and cash equivalents (Note 5) ECL sepanjang umur (pendekatan sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Lancar/ Kas di bank dan deposito yang dibatasi BBB Performing ECL 12 bulan/12-month ECL - - - Restricted cash in bank penggunaanya ECL sepanjang umur (pendekatan)/ and time deposits Lifetime ECL (simplified approach) Piutang usaha (Catatan 6) N/A (ii) ECL sepanjang umur (pendekatan 1,427,298 (1,311 ) 1,425,987 Trade receivables (Note 6) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Lancar/ Piutang lain-lain (Catatan 8) N/A Performing ECL sepanjang umur (pendekatan 128,364 - 128,364 Other receivables (Note 8) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) BBB/Baa2 Lancar/ Investasi (Catatan 10) Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 2,602,128 - 2,602,128 Investments (Note 10) Total 6,273,669 (1,311 ) 6,272,358 Total 31 Desember/December 31, 2024 Peringkat Peringkat Jumlah kredit kredit tercatat Jumlah external/ internal/ bruto/ Cadangan tercatat External Internal ECL 12 bulan atau sepanjang Gross kerugian/ neto/ credit credit umur/ carrying Loss Net carrying rating rating 12-month or lifetime ECL amount allowance amount Lancar/ Kas dan setara kas (Catatan 5) BBB Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 2,329,491 - 2,329,491 Cash and cash equivalents (Note 5) ECL sepanjang umur (pendekatan sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Lancar/ Kas di bank dan deposito yang dibatasi BBB Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 3,000 - 3,000 Restricted cash in bank penggunaanya ECL sepanjang umur (pendekatan)/ and time deposits Lifetime ECL (simplified approach) Piutang usaha (Catatan 6) N/A (ii) ECL sepanjang umur (pendekatan 1,463,048 (1,311 ) 1,461,737 Trade receivables (Note 6) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Lancar/ Piutang lain-lain (Catatan 8) N/A Performing ECL sepanjang umur (pendekatan 128,703 - 128,703 Other receivables (Note 8) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) BBB/Baa2 Lancar/ Investasi (Catatan 10) Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 2,952,900 - 2,952,900 Investments (Note 10) Total 6,877,142 (1,311 ) 6,875,831 Total Untuk piutang usaha, Grup telah menerapka n pendekatan yang disederhanakan dalam PSAK 109 untuk mengukur cadangan kerugian ECL sepanjang umur. Grup menentukan kerugian kredit ekspektasian atas pos-pos ini dengan menggunakan matriks provisi, yang diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian kredit hi storis berdasarkan status jatuh tempo debitur, disesuaikan untuk mencerminkan kondisi saat ini dan estimasi kondisi ekonomik masa depan. Oleh karena itu, profil risiko kredit dari aset tersebut disajikan berdasarkan status tunggakannya dalam matriks provis i. Catatan 6 mencakup rincian lebih lanjut atas cadangan kerugian aset tersebut. For trade receivables, the Group has applied the simplified approach in PSAK 109 to measure the loss allowance at lifetime ECL. The Group determines the expected credit losse s on these items by using a provision matrix, estimated based on historical credit loss experience based on the past due status of the debtors, adjusted as appropriate to reflect current conditions and estimates of future economic conditions. Accordingly, the credit risk profile of these assets is presented based on their past due status in terms of the provision matrix. Notes 6 include further details on the loss allowance for these assets.
Page 89
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 86 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kesulit an dalam membayar liabilitas keuangannya. Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang cukup dalam memenuhi kebutuhan kas jangka pendeknya. Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta j adwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. Liquidity risk is the risk that the Group will have difficulties in paying its financial liabilities. The Group manages its liquidity risk by maintaining an adequate level of cash and cash equivalent s to cover its short - term cash requirement. The Group also evaluates the projected and actual cash flows regularly, as well as the maturity date schedule of its financial assets and liabilities. Tabel di bawah merupakan analisis jatuh tempo liabilitas ke uangan Grup dalam rentang waktu yang menunjukkan jatuh tempo kontraktual untuk semua liabilitas keuangan untuk pemahaman terhadap arus kas. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto (termasuk pembayaran pokok dan bunga). The following table analysis the G roup’s financial liabilities by relevant maturity groupings based on their contractual maturities for an understanding of the timing of the cash flows. The amounts disclosed in the table are the contractual undi scounted cash flows (including principal and interest payments). Di bawah Lebih dari satu tahun/ 1-5 tahun/ 5 tahun/More Jumlah/ Below one year years than 5 years Total 30 September 2025 September 30, 2025 Pinjaman bank Short-term jangka pendek 8,761 - - 8,761 bank loans Utang usaha 667,285 - - 667,285 Trade payables Utang lain-lain 21,719 - - 21,719 Other payables Beban akrual 293,695 - - 293,695 Accrued expenses Uang jaminan pelanggan - - - - Customers guarantee Liabilitas sewa 13,189 9,528 18,604 41,321 Lease liabilities Jumlah 1,004,649 9,528 18,604 1,032,781 Total Di bawah Lebih dari satu tahun/ 1-5 tahun/ 5 tahun/More Jumlah/ Below one year years than 5 years Total 31 Desember 2024 December 31, 2024 Pinjaman bank Short-term jangka pendek 9,360 - - 9,360 bank loans Utang usaha 787,701 - - 787,701 Trade payables Utang lain-lain 24,623 - - 24,623 Other payables Beban akrual 252,661 - - 252,661 Accrued expenses Uang jaminan pelanggan 3,000 - - 3,000 Customers guarantee Liabilitas sewa 66,112 14,767 18,604 99,483 Lease liabilities Jumlah 1,143,457 14,767 18,604 1,176,828 Total
Page 90
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 87 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RI SIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Nilai Wajar Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Grup yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut: The fair values of the financial assets and liabilities are the carrying values and the estimated fair values of the Group financial instru ments that are carried in the consolidated statements of financial position as of September 30, 2025 and December 31, 2024, are as follows: 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/ Nilai Tercatat/ Nilai Wajar/ Carrying Value Fair Values Carrying Value Fair Values Aset Keuangan Financial Assets Kas dan setara kas 2,115,879 2,115,879 2,329,491 2,329,491 Cash and cash equivalents Kas di bank dan deposito berjangka Restricted cash in bank yang dibatasi penggunaannya - - 3,000 3,000 and time deposits Investasi 2,602,128 2,602,128 2,952,900 2,952,900 Investments Piutang usaha 1,425,987 1,425,987 1,461,737 1,461,737 Trade receivables Piutang lain-lain 128,364 128,364 128,703 128,703 Other receivables Jumlah Aset Keuangan 6,272,358 6,272,358 6,875,831 6,875,831 Total Financial Assets Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Pinjaman bank jangka pendek 8,414 8,414 9,189 9,189 Short-term bank loans Utang usaha 667,285 667,285 787,701 787,701 Trade payables Utang lain-lain 21,719 21,719 24,623 24,623 Other payables Beban akrual 293,695 293,695 252,661 252,661 Accrued expenses Uang jaminan pelanggan - - 3,000 3,000 Customer guarantee Liabilitas sewa 25,581 25,581 84,193 84,193 Lease liabilities Jumlah Liabilitas Keuangan 1,016,694 1,016,694 1,161,367 1,161,367 Total Financial Liabilities Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan ( willing parties ) dan bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi. The fair values of the financial assets and liabilities are determined based on the amount at which the instrument could be exchanged in a current transaction between willing parties, other than in a forced sale or liquidation. Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal. Financial instruments presented in the consolidated statements of financial pos ition are carried at fair values, otherwise, they are presented at carrying amounts as either these are reasonable approximation of fair values or their fair values cannot be measured reliably. Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut. The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instrument for which it is practicable to estimate such value. Nilai tercatat dari kas dan setara kas, kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain -lain, pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang lain - lain, beban akrual dan uang jaminan pelanggan mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. The carrying value of cash and cash equivalents, restricted cash in bank and time deposits, short -term investments, trade receivables, other receivables, short-term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses and customer guarantee approximate their fair values due to their short-term nature.
Page 91
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 88 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) Fair Value of Financial Instruments (continued) Investasi pada surat utang negara dan reksa dana merupakan aset Grup yang nilai wajarnya didasarkan pada kuotasi harga pasar terakhir (Level 1). Investment in government bonds and mutual funds represent the G roup’s assets for which the fair value is stated based on the last quoted market prices (Level 1). Nilai wajar atas liabilitas sewa dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif. The fair value of lease liabilities are det ermined by discounting cash flows at effective interest rate. 34. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS 34. SUPPLEMENTARY CASH FLOW INFORMATION a. Aktivitas non-kas a. Non-cash activities Aktivitas non-kas yang mendukung laporan arus kas pada setiap tangg al pelaporan adalah sebagai berikut: Non-cash activities supporting the statement of cash flows at each reporting dates are as follows: 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Penambahan aset hak-guna Addition of right-of-use assets melalui liabilitas sewa 9,147 24,836 through lease liabilities Penambahan aset tetap melalui Addition of fixed assets through reklasifikasi uang muka reclassification from payment for pembelian aset tetap 42,187 36,658 purchase of fixed assets b. Rekonsiliasi utang neto b. Net debt reconciliation Kas/cerukan/ Cash/Bank Liabilitas sewa/ Jumlah/ overdraft Lease liabilities Total Saldo Balance of 1 Januari 2024 1,225,322 (26,690 ) 1,198,632 January 1, 2024 Arus kas 1,094,980 24,758 1,119,738 Cash flows Tambahan liabilitas sewa - (82,261 ) (82,261 ) Addition of lease liabilities Saldo Balance of 31 Desember 2024 2,320,302 (84,193 ) 2,236,109 December 31, 2024 Arus kas (212,837 ) 67,759 (145,078 ) Cash flows Tambahan liabilitas sewa - (9,147 ) (9,147 ) Addition of lease liabilities Saldo Balance of 30 September 2025 2,107,465 (25,581 ) 2,081,884 September 30, 2025
Page 92
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 89 34. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS (lanjutan) 34. SUPPLEMENTARY CASH FLOW INFORMATION (continued) c. Pengaturan pembiayaan pemasok c. Supplier finance arrangements Grup mengoperasikan pengaturan pembiayaan pemasok sebagai berikut dengan PT Bank DBS Indonesia: The Group operates the following types of supplier finance arrangements with PT Bank DBS Indonesia: Untuk memastikan akses mudah ke kredit untuk pemasoknya dan memfasilitasi penyelesaian awal, Grup telah melakukan pengaturan pembiayaan pemasok yang memungkinkan pemasok untuk mendapatkan pembayaran dari bank untuk jumlah yang dita gih maksimum hingga 90 hari sebelum tanggal jatuh tempo faktur. Pengaturan memungkinkan bank untuk melunasi faktur lebih awal hingga Rp 300.000 per bulan. Grup membayar bank jumlah faktur penuh pada tanggal pembayaran yang dijadwalkan seperti yang tertera dalam faktur. Karena pengaturan tidak mengizinkan Grup untuk memperpanjang pembiayaan dari bank dengan membayarnya lebih lambat dari Grup akan membayar pemasoknya, Grup tersebut menganggap jumlah yang dibayarkan kepada bank disajikan sebagai bagian dari ut ang usaha. Pada tanggal 30 September 2025, tidak terdapat utang usaha yang terutang berdasarkan pengaturan ini. In order to ensure easy access to credit for its suppliers and facilitate early settlement, the Group has entered into supplier finance arrangements that permit the suppliers to obtain payment from the banks for the amounts billed maximum up to 90 days before the invoice due date. The arrangements permit the banks to early settle invoices of up to Rp 300,000 p er month. The Group repays the banks the full invoice amount on the scheduled payment date as required by the invoice. As the arrangements do not permit the Group to extend finance from the banks by paying them later than the Group would have paid its suppliers, the Group considers amounts payable to the banks should be presented as part of trade account payables. As of September 30, 202 5, none of trade account payables were owed under these arrangements. 30 September 2025/ 31 Desember 2024/ September 30, 2025 December 31, 2024 Jumlah tercatat dari liabilitas Carrying amount of the keuangan yang merupakan financial liabilities that are subjek dari perjanjian subject to supplier finance pembiayaan pemasok arrangement Disajikan sebagai bagian dari Presented as part of “utang usaha” - 75,906 “trade payables” Rentang tanggal jatuh tempo Hari/Days Hari/Days Range of payment due dates pembayaran (setelah tanggal (after invoice date) faktur) Untuk liabilitas yang disajikan For liabilities presented as part sebagai bagian dari “utang usaha”: of “trade payables”: Liabilitas yang merupakan bagian Liabilities that are part of dari perjanjian pembiayaan supplier finance pemasok - 60 arrangements Utang usaha yang dapat dibandingkan yang bukan merupakan bagian dari Comparable trade payables pengaturan pembiayaan that are not part of supplier pemasok - 30 - 60 finance arrangement
Page 93
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 90 34. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS (lanjutan) 34. SUPPLEMENTARY CASH FLOW INFORMATION (continued) c. Pengaturan pembiayaan pemasok (lanjutan) c. Supplier finance arrangements (continued) Perubahan dalam liabilitas yang merupakan bagian dari pengaturan pembiayaan pemasok terutama disebabkan oleh pembelian barang dan penyelesaian kas. Tidak ada perubahan non -kas yang mat erial dalam liabilitas ini. Changes in liabilities that are subject to supplier finance arrangements are primarily attributable to additions resulting from purchases of goods and subsequent cash settlements. There were no material non-cash changes in these liabilities. Grup tidak menghadapi risiko likuiditas yang signifikan sebagai akibat dari pengaturan pembiayaan pemasoknya mengingat jumlah liabilitas pada pengaturan pembiayaan pemasok yang terbatas dan akses Grup ke sumber pembiayaan lain dengan persyaratan serupa. The Group does not face a significant liquidity risk as a result of its supplier finance arrangements given the limited amount of liabilities subject to supplier finance arrangements and the group’s access to other sources of finance on similar terms. 35. KOMITMEN 35. COMMITMENTS Pengeluaran modal yang telah diperjanjikan pada tanggal 30 September 2025 namun belum diakui sebagai kewajiban sebesar Rp 271.194. Capital expenditure contracted as of September 30, 2025 but not yet recognised as liabilities amounted to Rp 271,194. 36. INFORMASI SEGMEN 36. SEGMENT INFORMATION Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan laporan yang ditelaah oleh Direksi, yang telah diidentifikasikan sebagai pengambil keputusan operasional utama Grup (”CODM”) dan yang mengambil keputusan strategis. Grup menentukan segmen operasi menurut kelompok produk yang dijual. Grup menentukan segmen operasi menurut kelompok produk. Management has determi ned the operating segments based on the reports reviewed by the Directors, who has been identified as the Group’s chief operating decision maker (“CODM”) and made strategic decisions. The Group determines the operating segment by group of products. Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk segmen dilaporkan adalah sebagai berikut: The segment information provided to the Directors for the reportable segments is as follows: 30 September/September 30, 2025 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Penjualan neto 4,610,655 1,317,091 5,927,746 Net revenues Beban pokok penjualan (2,304,774) (1,078,706) (3,383,480) Cost of goods sold Laba bruto 2,305,881 238,385 2,544,266 Gross profit Beban usaha Operating expenses Beban penjualan - - (1,056,523) Selling expenses Beban umum General and administrative dan administrasi - - (204,679) expenses Jumlah Beban Usaha - - (1,261,202) Total Operating Expenses Laba usaha 1,283,064 Operating profit
Page 94
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 91 36. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 36. SEGMENT INFORMATION (continued) Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk segmen dilaporkan adalah sebagai berikut (lanjutan): The segment information provided to the Directors for the reportable segments is as follows (continued): 30 September/September 30, 2025 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Penghasilan (beban) lain-lain Other income (expenses) Pendapatan keuangan - - 185,176 Finance income Beban keuangan - - (1,808) Finance costs Bagian atas laba neto - - 1,181 Share in net profit of ventura bersama a joint venture Pendapatan (beban) lain-lain - neto - - 10,234 Other income (expenses) - net Laba sebelum beban - - 1,477,847 Profit before income pajak penghasilan tax expense Beban pajak penghasilan - - (289,571) P tax expense Laba periode berjalan - - 1,188,276 Profit for the period Informasi segmen lainnya Other segment information Belanja modal yang tidak Unallocated dapat dialokasikan - - 393,534 capital expenditures Beban depresiasi dan Unallocated amortisasi yang tidak depreciation and dapat dialokasikan - - 202,405 amortisation expenses Aset dan liabilitas Assets and liabilities Aset yang tidak dapat dialokasikan - - 11,132,706 Unallocated assets Aset Grup - - 11,132,706 The Group’s assets Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan - - 1,333,015 Unallocated liabilities Liabilitas Grup - - 1,333,015 The Group’s liabilities 30 September/September 30, 2024 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Penjualan neto 4,246,594 1,158,134 5,404,728 Net revenues Beban pokok penjualan (2,088,475) (911,417) (2,999,892) Cost of goods sold Laba bruto 2,158,119 246,717 2,404,836 Gross profit Beban usaha Operating expenses Beban penjualan - - (979,994) Selling expenses Beban umum General and administrative dan administrasi - - (186,009) expenses Jumlah Beban Usaha - - (1,166,003) Total Operating Expenses Laba usaha 1,238,833 Operating profit
Page 95
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 92 36. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 36. SEGMENT INFORMATION (continued) Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk segmen dilaporkan adalah sebagai berikut (lanjutan): The segment information provided to the Directors for the reportable segments is as follows (continued): 30 September/September 30, 2024 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Penghasilan (beban) lain-lain Other income (expenses) Pendapatan keuangan - - 214,290 Finance income Beban keuangan - - (1,688) Finance costs Bagian atas laba neto Share in net profit of ventura bersama - - 1,398 a joint venture Pendapatan (beban) lain-lain - neto - - 5,845 Other income (expenses) - net Laba sebelum beban Profit before income pajak penghasilan - - 1,458,678 tax expense Beban pajak penghasilan - - (298,555) Income tax expense Laba periode berjalan - - 1,160,123 Profit for the period Informasi segmen lainnya Other segment information Belanja modal yang tidak Unallocated dapat dialokasikan - - 243,669 capital expenditures Beban depresiasi dan Unallocated amortisasi yang tidak depreciation and dapat dialokasikan - - 185,206 amortisation expenses Aset dan liabilitas Assets and liabilities Aset yang tidak dapat dialokasikan - - 11,259,605 Unallocated assets Aset Grup - - 11,259,605 The Group’s assets Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan - - 1,216,470 Unallocated liabilities Liabilitas Grup - - 1,216,470 The Group’s liabilities SEGMEN GEOGRAFIS GEOGRAPHICAL SEGMENT 30 September 2025/ 30 September 2024/ September 30, 2025 September 30, 2024 Pendapatan neto Net revenues Lokal 5,927,746 5,404,728 Local Manajemen memonitor hasil dari kegiatan segmen dilaporkan secara ter pisah dengan tujuan untuk mengambil keputusan mengenai alokasi atas sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba bruto. Beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban dan penghasilan keuangan, penghasilan (beban) lain-lain, neto, bagian dari laba (rugi) ventura bersama dan pajak penghasilan Grup tidak termasuk dalam ukuran laba rugi yang dilaporkan kepada CODM sehingga tidak dialokasikan pada segmen dilaporkan. Management monitors the operating results of its reportable segments separately for the purpose of making decisions about resource allocation and performance assessment. Segment performance is evaluated based on gross margin. The Group’s selling expenses, general and administrative expenses, finance income and co sts, other income (expenses), net, share in profit (loss) of a joint venture and income taxes are not included in the measure of profit or loss that is reported to the CODM and therefore are not allocated to the reportable segments.
Page 96
The original consolidated financial statements included h erein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 September 2025 serta Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of September 30, 2025 and For the Nine-Month Periods Then Ended (Unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 93 37. KEJADIAN SETELAH PERIODE PELAPORAN 37. SUBSEQUENT EVENTS AFTER REPORTING PERIOD Pembelian saham treasuri Purchase of treasury shares Sampai dengan tanggal l aporan keuangan konsolidasian ini diterbitkan, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 18.745.900 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 1b). Pembelian kembali saham Perusahaan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham Perusahaan. Jumlah pembayaran untuk mengakuisisi saham tersebut adalah sebesar Rp 7.969 (Rp 404 - Rp 474/lembar saham - nilai penuh). Up to the issuance date of these consolidated financial statements, the Company repurchased 18,745,900 shares of its own ordinary shares through purchases on the IDX (Note 1b). This repurchase transaction is intended to stabilise the Company’s share price. The total amounts paid to acquire the shares were Rp 7,969 (Rp 404 - Rp 474/share - full amount). Investasi saham Investment in shares of stock Pada tanggal 15 Oktober 2025, Perusahaan melakukan tambahan penyertaan modal saham pada PT Dexton e Lemindo sebesar Rp 15.000. Atas tambahan penyertaan modal ini tidak mengubah proporsi kepemilikan saham Perusahaan. On October 15, 2025, the Company made an additional share capital investment in PT Dextone Lemindo amounting to Rp 15,000. This a dditional share capita l investment did not change the Company’s share ownership propotion.