Interim report
Page 1
PT AVIA AVIAN TBK DAN ENTITAS ANAKNYA/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TANGGAL 30 JUNI 2026 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN ATAS REVIU INFORMASI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF JUNE 30, 2026 AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD THEN ENDED AND REPORT ON REVIEW OF INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL INFORMATION
Page 2
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN TBK DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TANGGAL 30 JUNI 2026 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN ATAS REVIU INFORMASI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM PT AVIA AVIAN TBK AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF JUNE 30, 2026 AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD THEN ENDED AND REPORT ON REVIEW OF INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL INFORMATION Halaman/Pages Daftar isi Table of Contents Surat Pernyataan Direksi Directors’ Statement Letter Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Report on Review of Interim Consolidated Konsolidasian Interim Financial Information Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim 1 - 3 Interim Consolidated Statement of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Interim Consolidated Statement of Profit or Loss and Other Komprehensif Lain Konsolidasian Interim 4 - 5 Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim 6 Interim Consolidated Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim 7 - 8 Interim Consolidated Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 9 - 97 Notes to the Interim Consolidated Financial Statements
Page 3
SPD
Page 4
The original report included herein is in the Indonesian Language. Laporan atas Reviu Informasi Keuangan Konsolidasian Interim Laporan No. 0003/TPC‐AS/NOW/26 Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi PT Avia Avian Tbk Report on Review of Interim Consolidated Financial Information Report No. 0003/TPC‐AS/NOW/26 The Shareholders, Boards of Commissioners and Directors PT Avia Avian Tbk Pendahuluan Introduction Kami telah mereviu informasi keuangan konsolidasian interim PT Avia Avian Tbk dan entitas anak ("Grup") terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan konsolidasian interim tanggal 30 Juni 2026, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim, termasuk informasi kebijakan akuntansi material. Manajemen bertanggung jawab atas p enyusunan dan penyajian wajar informasi keuangan konsolidasian interim ini berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu kesimpulan atas informasi keuangan konsolidasian interim ini berdasarkan reviu kami. We have reviewed the accompanying interim consolidated financial information of PT Avia Avian Tbk and its Subsidiaries (the "Group"), which comprise the interim consolidated statement of financial position as of June 30, 2026, and the interim consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income, changes in equity and cash flows for the six- month period then ended, and notes to the interim consolidated financial statements, including material accounting policy information. Management is responsible for the preparation and fair presentation of this interim consolidated financial infor mation in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards. Our responsibility is to express a conclusion on this interim consolidated financial information based on our review. Ruang Lingkup Reviu Scope of Review Kami melaksanakan reviu kami sesuai dengan Standar Perikatan Reviu 2410, "Reviu atas lnformasi Keuangan Interim yang Dilaksanakan oleh Auditor lndependen Entitas", yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan Publik Indonesia ("IAPI"). Suatu reviu atas informasi keuangan interim terdiri dari inkuiri, terutama kep ada pihak yang bertanggung jawab atas hal terkait keuangan dan akuntansi, serta penerapan prosedur analitis dan prosedur reviu lainnya. Suatu reviu memiliki ruang lingkup yang secara substansial kurang dari prosedur yang dilaksanakan dalam audit yang dilaksanakan sesuai dengan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI dan sebagai konsekuensinya, tidak memungkinkan kami untuk memperoleh keyakinan bahwa k ami akan mengetahui seluruh hal yang signifikan yang mungkin teridentifikasi dalam suatu audit. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan suatu opini audit. We conducted our review in accordance with Standard on Review Engagements 2410, "Review of Interim Financial Information Performed by the Independent Auditor of the Entity”, established by the Indonesian Institute of Certified Public Accountants ("IAPI"). A review of interim financial information consists of making inquiries, primarily of persons responsible for financial and accounting matters, and applying analytical and other review procedures. A review is substantially less in scope than an audit conduc ted in accordance with Standards on Auditing established by IAPI and consequently does not enable us to obtain assurance that we would become aware of all significant matters that might be identified in an audit. Accordingly, we do not express an audit opinion.
Page 5
The original report included herein is in the Indonesian Language. Kesimpulan Conclusion Berdasarkan reviu kami, tidak terdapat hal yang menjadi perhatian kami yang menyebabkan kami yakin bahwa informasi keuangan konsolidasian interim terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 30 Juni 2026, serta kinerja keuangan dan arus kas konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Based on our review, nothing has come to our attention that causes us to believe that the accompanying interim consolidated financial information do not present fairly, in all material respects, the consolidated financial position of the Group as of June 30, 2026, and their consolidated financial performance and cash flows for the six-month period then ended, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards. Hal Lain Other Matter Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim, laporan perubahan ekuitas konsolidasian interim, laporan arus kas konsolidasian interim, serta catatan penjelasan terkait untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025, t idak diaudit dan tidak direviu. The interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, interim consolidated statement of changes in equity, interim consolidated statement of cash flows, and the related explanatory notes for the six -month period ended June 30 , 2025, were neither audited nor reviewed. Kantor Akuntan Publik/Registered Public Accountants TERAMIHARDJA, PRADHONO & CHANDRA Novida Winata, CPA Izin Akuntan Publik/Public Accountant License No. 1114 14 Agustus 2026 August 14, 2026
Page 6
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 1 The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION As of June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ Notes June 30, 2026 December 31, 2025 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 5 2,449,883 1,654,810 Cash and cash equivalents Deposito yang Restricted dibatasi penggunaannya 2,000 - time deposit Investasi jangka pendek 10 1,949,471 2,570,080 Short-term investments Piutang usaha Trade receivables Pihak berelasi 6, 7 9,699 8,047 Related parties Pihak ketiga 6 1,412,889 1,622,216 Third parties Piutang lain-lain Other receivables Pihak berelasi 7, 8 13,995 104,759 Related parties Pihak ketiga 8 37,405 48,314 Third parties Persediaan 9 1,968,890 1,679,578 Inventories Hak retur aset 21,421 22,118 Right of return assets Uang muka pemasok 21,717 5,505 Advances to suppliers Beban dibayar dimuka 7 18,899 11,009 Prepaid expenses Pajak dibayar dimuka 20 553 95,408 Prepaid taxes Jumlah Aset Lancar 7,906,822 7,821,844 Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Properti investasi 12 289,864 289,864 Investment properties Aset tetap 13 2,379,267 2,255,297 Fixed assets Aset hak-guna 17 155,166 185,630 Right-of-use assets Aset takberwujud 31,489 31,235 Intangible assets Investasi jangka panjang 11 373,320 371,958 Long-term investments Investasi pada ventura bersama 14 21,295 20,558 Investment in joint venture Aset pajak tangguhan 20 88,768 59,222 Deferred tax assets Estimated claims for Taksiran klaim pajak penghasilan 20 12,479 11,382 income tax refund Aset tidak lancar lainnya 39,130 37,389 Other non-current assets Jumlah Aset Tidak Lancar 3,390,778 3,262,535 Total Non-Current Assets JUMLAH ASET 11,297,600 11,084,379 TOTAL ASSETS
Page 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 2 The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ Notes June 30, 2026 December 31, 2025 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS LIABILITIES LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Pinjaman bank jangka pendek 18 - 7,187 Short-term bank loans Utang usaha Trade payables Pihak berelasi 7, 15 313,093 355,641 Related parties Pihak ketiga 15 574,449 428,566 Third parties Utang lain-lain Other payables Pihak berelasi 7 1,173 710 Related parties Pihak ketiga 22,817 29,869 Third parties Pendapatan diterima dimuka Unearned revenue Pihak berelasi 7 1,174 1,606 Related parties Pihak ketiga 380 545 Third parties Beban akrual 16 380,535 293,400 Accrued expenses Imbalan kerja jangka pendek 19 91,034 115,086 Short-term employee benefits Utang pajak 20 172,316 130,885 Taxes payable Uang jaminan pelanggan 2,000 - Customer guarantee Provisi retur penjualan 28,540 29,514 Provision for sales return Liabilitas sewa - bagian jangka Lease liabilities pendek 17 9,556 64,399 - current portion Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1,597,067 1,457,408 Total Current Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Liabilitas sewa - bagian jangka Lease liabilities - non-current panjang 17 13,680 14,622 portion Liabilitas imbalan kerja 19 74,177 72,125 Employee benefits liability Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 87,857 86,747 Total Non-Current Liabilities JUMLAH LIABILITAS 1,684,924 1,544,155 TOTAL LIABILITIES
Page 8
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 3 The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) As of June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ Notes June 30, 2026 December 31, 2025 EKUITAS EQUITY Ekuitas yang Dapat Equity Attributable to the Diatribusikan kepada Equity Holders of the Pemilik Entitas Induk Parent Company Modal saham - nilai nominal Share capital - par value Rp 10 Rp 10 (nilai penuh) per saham (full amount) per share Modal dasar - 200.000.000.000 Authorised - 200,000,000,000 saham shares Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid - penuh - 61.953.555.600 saham 21 619,536 619,536 61,953,555,600 shares Tambahan modal disetor 22 7,793,195 7,793,218 Additional paid-in capital Saham treasuri 21 (1,313,762) (1,219,894) Treasury shares Penghasilan (rugi) komprehensif lain: Other comprehensive income (loss): Revaluation surplus of Surplus revaluasi aset tetap 240,755 240,755 fixed assets Bagian penghasilan komprehensif Share in other comprehensive lain dari ventura bersama 85 85 income of joint venture Perubahan nilai wajar atas Changes in fair investasi pada surat value of investment utang negara 10 (44,932) 17,624 in government bonds Keuntungan pengukuran kembali Remeasurement gain on liabilitas imbalan kerja 10,005 7,242 employee benefits liability Saldo laba Retained earnings Telah ditentukan penggunaannya 23 124,000 124,000 Appropriated Belum ditentukan penggunaannya 2,183,788 1,954,615 Unappropriated Sub-jumlah 9,612,670 9,537,181 Sub-total Kepentingan non-pengendali 6 3,043 Non-controlling interests JUMLAH EKUITAS 9,612,676 9,540,224 TOTAL EQUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11,297,600 11,084,379 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Page 9
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 4 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Six-Month Period Ended June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ Notes June 30, 2026 June 30, 2025 *) PENJUALAN NETO 26 4,590,666 3,884,282 NET REVENUES BEBAN POKOK PENJUALAN 27 (2,505,929) (2,210,445) COST OF GOODS SOLD LABA BRUTO 2,084,737 1,673,837 GROSS PROFIT BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES Beban penjualan 28 (788,767) (676,562) Selling expenses Beban umum dan General and administrative administrasi 28 (146,155) (133,583) expenses Jumlah Beban Usaha (934,922) (810,145) Total Operating Expenses LABA USAHA 1,149,815 863,692 OPERATING PROFIT PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES) Pendapatan keuangan 29 100,329 136,946 Finance income Beban keuangan 30 (967) (1,212) Finance charges Bagian atas laba neto Share in net profit of ventura bersama 14 737 1,132 joint venture Pendapatan (beban) lain-lain - neto 31 (11,960) (2,976) Other income (expenses) - net LABA SEBELUM BEBAN PROFIT BEFORE PAJAK PENGHASILAN 1,237,954 997,582 INCOME TAX EXPENSE Beban pajak penghasilan - neto 20 (299,902) (220,250) Income tax expense - net LABA PERIODE BERJALAN 938,052 777,332 PROFIT FOR THE PERIOD PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS) Pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Keuntungan (kerugian) aktuarial dari liabilitas atas Actuarial gain (loss) on imbalan kerja karyawan 19 3,526 (364) employee benefits liability Pajak tangguhan terkait 20 (776) 80 Related deferred tax Sub-jumlah 2,750 (284) Sub-total Pos yang akan direklasifikasi Item that will be reclassified ke laba rugi: to profit or loss: Perubahan nilai wajar Changes in fair value atas investasi pada of investment in surat utang negara 10 (62,556) 64,917 government bonds Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif Total other comprehensive lain - setelah pajak (59,806) 64,633 income (loss) - net of tax JUMLAH PENGHASILAN TOTAL COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 878,246 841,965 INCOME FOR THE PERIOD *) Tidak diaudit dan tidak reviu *) Neither audited nor reviewed
Page 10
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 5 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued) For the Six-Month Period Ended June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ Notes June 30, 2026 June 30, 2025 *) LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT PROFIT FOR THE PERIOD DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of the Pemilik Entitas Induk 938,416 778,196 Parent Company Kepentingan Non-Pengendali (364) (864) Non-Controlling Interests JUMLAH 938,052 777,332 TOTAL JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE TOTAL COMPREHENSIVE BERJALAN YANG DAPAT INCOME FOR THE PERIOD DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO: Equity Holders of the Pemilik Entitas Induk 878,603 842,829 Parent Company Kepentingan Non-Pengendali (357) (864) Non-Controlling Interests JUMLAH 878,246 841,965 TOTAL Laba per Saham Dasar dan Basic and Diluted Earnings per Dilusian yang Dapat Share Attributable to Diatribusikan kepada Equity Holders of Pemilik Entitas Induk 24 15.87 12.87 the Parent Company *) Tidak diaudit dan tidak reviu *) Neither audited nor reviewed
Page 11
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 6 The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY For the Six-Month Period Ended June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk/ Equity Attributable to the Equity Holders of the Parent Company Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain/ Other Comprehensive Income (Loss) Perubahan Nilai Wajar atas Keuntungan Bagian Investasi pada (Kerugian) Modal Saham Surplus Penghasilan Surat Utang Pengukuran Ditempatkan Revaluasi Komprehensif Negara/ Kembali Saldo Laba/ dan Disetor Tambahan Aset Lain dari Changes Liabilitas Retained Earnings Kepentingan Penuh/ Modal Tetap/ Ventura Bersama/ in Fair Imbalan Kerja/ Non- Issued Disetor/ Revaluation Share in Other Value of Remeasurement Telah Belum Pengendali/ Jumlah and Fully Additional Surplus Comprehensive Investment in Gain (Loss) Ditentukan Ditentukan Non- Ekuitas/ Catatan/ Paid Paid-in Saham Treasuri/ of Fixed Income of Government on Employee Penggunaannya/ Penggunaannya/ Sub-Jumlah/ Controlling Total Notes Share Capital Capital Treasury Shares Assets Joint Venture Bonds Benefits Liability Appropriated Unappropriated Sub-Total Interests Equity Saldo 1 Januari 2025 619,536 7,793,218 (574,552 ) 229,406 85 (103,357 ) 9,880 124,000 1,527,177 9,625,393 6,487 9,631,880 Balance as of January 1, 2025 Dividen 25 - - - - - - - - (665,814 ) (665,814 ) - (665,814 ) Dividends Pembelian saham treasuri 21 - - (264,648 ) - - - - - - (264,648 ) - (264,648 ) Purchase of treasury shares Laba periode berjalan - - - - - - - - 778,196 778,196 (864 ) 777,332 Profit for the period Penghasilan (rugi) komprehensif lain - - - - - 64,917 (284 ) - - 64,633 - 64,633 Other comprehensive income (loss) Saldo 30 Juni 2025 *) 619,536 7,793,218 (839,200 ) 229,406 85 (38,440) 9,596 124,000 1,639,559 9,537,760 5,623 9,543,383 Balance as of June 30, 2025 *) Saldo 1 Januari 2026 619,536 7,793,218 (1,219,894 ) 240,755 85 17,624 7,242 124,000 1,954,615 9,537,181 3,043 9,540,224 Balance as of January 1, 2026 Dividen 25 - - - - - - - - (709,243 ) (709,243 ) - (709,243 ) Dividends Pembelian saham treasuri 21 - - (93,868 ) - - - - - - (93,868 ) - (93,868 ) Purchase of treasury shares Pelepasan investasi pada entitas anak 1d, 36 - (23 ) - - - - 20 - - (3 ) (2,680 ) (2,683 ) Disposal of investment in subsidiary Laba periode berjalan - - - - - - - - 938,416 938,416 (364 ) 938,052 Profit for the period Penghasilan (rugi) komprehensif lain - - - - - (62,556 ) 2,743 - - (59,813 ) 7 (59,806 ) Other comprehensive income (loss) Saldo 30 Juni 2026 619,536 7,793,195 (1,313,762 ) 240,755 85 (44,932 ) 10,005 124,000 2,183,788 9,612,670 6 9,612,676 Balance as of June 30, 2026 *) Tidak diaudit dan tidak reviu *) Neither audited nor reviewed
Page 12
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 7 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS For the Six-Month Period Ended June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ Notes June 30, 2026 June 30, 2025 *) ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan 4,892,638 3,919,881 Cash receipts from customers Pembayaran ke pemasok (2,830,324) (2,785,604) Payments to suppliers Pembayaran ke karyawan (535,523) (473,389) Payments to employees Kas yang diperoleh dari operasi 1,526,791 660,888 Cash provided by operations Penerimaan lain-lain 11,539 9,349 Other receipts Penerimaan penghasilan bunga 109,885 135,312 Receipts of finance income Pembayaran pajak penghasilan Payments of corporate income badan 20 (289,019) (193,207) taxes Kas Bersih yang Diperoleh dari Net Cash Provided by Aktivitas Operasi 1,359,196 612,342 Operating Activities ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES Penerimaan dari penjualan investasi Proceeds from sale of investment pada surat utang negara 702,423 341,526 in government bonds Pembelian aset tetap 13 (209,969) (90,477 ) Purchase of fixed assets Additions of short-term investments Penambahan investasi jangka pendek 10 (100,000) - in time deposits Penambahan investasi pada Additions of investment in surat utang negara 10 (50,440) - government bonds Penambahan uang muka pembelian Additions of advance for aset tetap (26,965) (132,559) purchases of fixed assets Perolehan aset hak-guna 17 (13,543) (23,065 ) Additions of right-of-use assets Hasil dari penjualan entitas anak, Proceeds from sale of subsidiary, dikurangi kas yang dikeluarkan 36 7,868 - net of cash disposed Penerimaan dari pelepasan Proceeds from disposal of aset tetap 13 6,173 2,821 fixed assets Penambahan aset takberwujud (4,934) (6,026 ) Additions of intangible assets Penerimaan investasi pada Proceeds of investment in reksa dana 10 2,382 - mutual fund Additions of investment in Penambahan investasi saham 11 - (275,846 ) shares of stock Penambahan investasi pada Additions of investment in reksa dana 10 - (20,000 ) mutual fund Kas Bersih yang Diperoleh dari Net Cash Provided by (Digunakan untuk) (Used in) Aktivitas Investasi 312,995 (203,626) Investing Activities *) Tidak diaudit dan tidak reviu *) Neither audited nor reviewed
Page 13
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim The accompanying Notes to the Interim Consolidated Financial Statements form an integral part of these interim consolidated financial statements 8 PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan) Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS (continued) For the Six-Month Period Ended June 30, 2026 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ Notes June 30, 2026 June 30, 2025 *) ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES Pembayaran dividen tunai 25 (709,243) (665,814 ) Payment of cash dividends Perolehan saham treasuri 21 (93,868) (264,648 ) Acquisition of treasury shares Pembayaran liabilitas sewa 17 (65,841) (67,204 ) Payments of lease liabilities Pembayaran beban bunga 30 (979) (1,212 ) Payment of interest expense Kas Bersih yang Digunakan untuk Net Cash Used in Aktivitas Pendanaan (869,931) (998,878) Financing Activities NET INCREASE (DECREASE) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH IN CASH AND KAS DAN SETARA KAS 802,260 (590,162) CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS DAN CERUKAN AND BANK OVERDRAFT AT AWAL PERIODE 1,647,623 2,320,302 BEGINNING OF PERIOD KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS DAN CERUKAN AND BANK OVERDRAFT AT AKHIR PERIODE 5, 18 2,449,883 1,730,140 END OF PERIOD Kas, setara kas dan Cash, cash equivalent cerukan terdiri and bank overdrafts dari: comprise of the following: Kas dan setara kas 5 2,449,883 1,738,279 Cash and cash equivalents Cerukan 18 - (8,139) Bank overdrafts KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS DAN CERUKAN AND BANK OVERDRAFT AT AKHIR PERIODE 2,449,883 1,730,140 END OF PERIOD *) Tidak diaudit dan tidak reviu *) Neither audited nor reviewed
Page 14
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9 1. UMUM 1. GENERAL a. Pendirian dan informasi umum Perusahaan a. The Company’s establishment and general information PT Avia Avian Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 6 tanggal 1 Maret 1983, yang dibuat di hadapan Indrawati Setiabudhi, S.H., notaris di Malang, yang diubah dengan Akta No. 63 tanggal 23 Mei 1983 yang dibuat di hadapan notaris yang sama. Akta Perubahan Perusahaan tersebut telah disahkan berdasarkan Keputusan Departemen Kehakiman Republik Indonesia tertanggal 5 Juli 1983 dengan Surat Keputusan No. C2-4948.HT.01.01.Th83 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. C2- 4948.HT.01.01.Th83. PT Avia Avian Tbk (the “Company”) was established based on Deed of Establishment No. 6 dated March 1, 1983, made by Indrawati Setiabudhi, S.H., notary in Malang, that was amended based on Deed No. 63 dated May 23, 1983 by the same notary. The Company’s Deed of Amendments have been approved bas ed on the Decision of the Department of Justice of the Republic of Indonesia dated July 5, 1983 with Decision Letter No. C2-4948.HT.01.01.Th83 and was published in State Gazette No. C2-4948.HT.01.01.Th83 of the Republic of Indonesia. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dibuat melalui Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., No. 3 tanggal 4 Agustus 2021, sehubungan dengan perubahan status perusahaan dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka, perubahan nama Perusahaan dari PT Avia Avian menjadi PT Avia Avian Tbk, peningkatan modal dasar Perusahaan, perubahan nilai nominal saham, persetujuan pelaksanaan penawaran umum, persetujuan pelaksanaan program Alokasi Saham Karyawan (“ESA”), penyusunan kembali maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, penegasan kembali Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan, persetujuan perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan Peraturan No. IX.J.1, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 15/2020 dan POJK No. 33/2014, dan penetapan pengendali Perusahaan sesuai POJK No. 3/2021. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU -0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 12 Agustus 2021. The Company’s Articles of Association have been amended several times. The latest amendment was made through Notarial Deed No. 3 of Liestiani Wang, S.H., M.Kn ., dated August 4, 2021, regarding the change of the Company’s status from a limited company to a public company, the change in the Company’s name from PT Avia Avian to PT Avia Avian Tbk, an increase in authorised share capital, changes in the share par va lue, approval for public offering, approval for Employee Stock Allocation (“ESA”), rearrangement of the Company’s purposes and objectives and activities, reaffirmation of the Company’s Board s of Commissioners and Directors, approval of the change in Articles of Association in accordance with Regulation No. IX.J.1, Financial Services Authority’s Regulation (“POJK”) No. 15/2020 and POJK No. 33/2014 and appointment of the Company’s controlling in terests in accordance with POJK No. 3/2021. This amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decree No. AHU -0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 dated August 12, 2021. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain bergerak dalam bidang industri pengolahan dan perdagangan besar. Perusahaan berkantor pusat di Sidoarjo dan memiliki pabrik di Sidoarjo dan Serang. Based on the Company’s Articles of Association, the scope of activities of the Company comprises processing industry and wholesale trading. The Company’s head office is located in Sidoarjo, with factories in Sidoarjo and Serang. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1983. The Company started its commercial operations in 1983. b. Penawaran umum saham Perusahaan b. Public offering of the Company’s shares Berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 4 Agustus 2021 oleh Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham Perusahaan memutuskan dan menyetujui beberapa hal, antara lain perubahan status Perusahaan dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka serta perubahan nama Perusahaan dari PT Avia Avian menjadi PT Avia Avian Tbk. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. AHU-0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 12 Agustus 2021. Based on Notarial Deed No. 3 dated August 4, 2021, by Notary Liestiani Wang, S.H., M.Kn ., notary in South Jakarta, the shareholders of the Company decided and approved matters, including the changes of the Company’s status from a limited company to a public company and the Company’s name from PT Avia Avian to PT Avia Avian Tbk. This amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights under Decision Letter No. AHU -0043612.AH.01.02.TAHUN 2021 dated August 12, 2021.
Page 15
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 10 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Penawaran umum saham Perusahaan (lanjutan) b. Public offering of the Company’s shares (continued) Dalam rangka penawaran umum perdana saham Perusahaan, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran No. S -223/D.04/2021 tertanggal 30 November 2021 dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) untuk melakukan penawaran umum perdana sebanyak 6.200.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 (angka penuh) per lembar saham dan harga penawaran sebesar Rp 930 (ang ka penuh) per lembar saham. Seluruh saham yang ditawarkan ke masyarakat pada saat penawaran umum perdana berasal dari saham baru yang diterbitkan Perusahaan. Efektif tanggal 8 Desember 2021, saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”). In relation to the initial public offering of the Company’s shares, the Company obtained the Notification Letter of Statement of Effective Registration No. S -223/D.04/2021 dated November 30, 2021 from the Financial Services Authority (“OJK”) to conduct an initial public offering of 6,200,000,000 shares to the public with a par value of Rp 10 (full amount) per share at an offering price of Rp 930 (full amount) per share. All of the shares offered to the public in the initial public offering were new shares issued by the Company. Effective on December 8, 2021, the Company’s shares have been listed on the Indonesia Stock Exchange (“IDX”). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 7 Desember 2023, yang berita acaranya dituangkan dalam Akta Notaris No. 5 tanggal 7 Desember 2023 dari Notaris Dr. Susanti, S.H., M.Kn., para pemegang saham menyetujui untuk melakukan pembelian kembali sebanyak -banyaknya 1.425.000.000 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 21). Based on the Extraordinary General Shareholders Meeting dated December 7, 2023, which was notarised by Notarial Deed No. 5 dated December 7, 2023, of Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., the shareholders agreed to repurchase 1,425,000,000 ordinary shares of the Company through a transaction at the IDX (Note 21). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 10 April 2025, yang berita acaranya dituangkan dalam Akta Notaris No. 2 tanggal 10 April 2025 dari Notaris Dr. Susanti, S.H., M.Kn., para pemegang saham menyetujui untuk melakukan pembelian kembali sebanyak -banyaknya 1.425.000.000 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 21). Based on the Extraordinary General Shareholders Meeting dated April 10, 2025, which was notarised by Notarial Deed No. 2 dated April 10, 202 5, of Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., the shareholders agreed to repurchase 1,425,000,000 ordinary shares of the Company through a transaction at the IDX (Note 21). c. Entitas induk dan entitas induk utama c. Parent and ultimate parent entity PT Wahana Lancar Rejeki dan PT Tancorp Surya Sentosa merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan. Pemilik utama manfaat dari Perusahaan adalah Wijono Tanoko, Hermanto Tanoko dan Ruslan Tanoko. PT Wahana Lancar Rejeki and PT Tancorp Surya Sentosa are the controlling shareholders of the Company. The ultimate beneficial owners of the Company are Wijono Tanoko, Hermanto Tanoko and Ruslan Tanoko. d. Entitas anak yang dikonsolidasi d. Consolidated subsidiaries Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki entitas anak dengan kepemilikan efektif sebagai berikut: As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , the Company has subsidiaries with effective percentage of ownership as follows: Persentase Jumlah Aset Dimulainya Kepemilikan/ Sebelum Eliminasi/ Kegiatan Percentage Total Assets Komersial/ of Ownership Before Elimination Commencement Entitas Anak/ Domisili/ Bidang Usaha/ of Commercial Subsidiaries Domicile Nature of Business Operations 30 Juni 2026/ 31 Des. 2025/ 30 Juni 2026/ 31 Des. 2025/ June 30, 2026 Dec. 31, 2025 June 30, 2026 Dec. 31, 2025 Kepemilikan Langsung/ Direct Ownership PT Tirta Kencana Tatawarna (“PT TKTW”)a) Surabaya Perdagangan/Trading 2000 99.99% 99.99% 4,645,313 4,671,581 PT Solusi Rumah Perdagangan dan jasa/ Praktis (“PT SRP”) Surabaya Trading and service 2018 99.99% 99.99% 519 678 PT Multipro Paint Indonesia Perdagangan dan industri/ (“PT MPI”) Jakarta Trading and industry 2008 - 67.00% - 16,910
Page 16
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 11 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) d. Entitas anak yang dikonsolidasi (lanjutan) d. Consolidated subsidiaries (continued) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 202 5, Perusahaan memiliki entitas anak dengan kepemilikan efektif sebagai berikut: (lanjutan) As of June 30 , 2026 and December 31, 2025 , the Company has subsidiaries with effective percentage of ownership as follows: (continued) Persentase Jumlah Aset Dimulainya Kepemilikan/ Sebelum Eliminasi/ Kegiatan Percentage Total Assets Komersial/ of Ownership Before Elimination Commencement Entitas Anak/ Domisili/ Bidang Usaha/ of Commercial Subsidiaries Domicile Nature of Business Operations 30 Juni 2026/ 31 Des. 2025/ 30 Juni 2026/ 31 Des. 2025/ June 30, 2026 Dec. 31, 2025 June 30, 2026 Dec. 31, 2025 Kepemilikan Tidak Langsung/ Indirect Ownership Melalui PT TKTW/Through PT TKTW PT Tirtakencana Batamindo (“PT TKBI”) Batam Perdagangan/Trading 2010 99,98% 99,98% 33,977 39,074 a) dan entitas anak/and subsidiaries PT Multipro Paint Indonesia (MPI) PT Multipro Paint Indonesia (MPI) Berdasarkan Akta Notaris No. 6 yang dibuat dihadapan Rudy Siswanto, S.H. tanggal 9 April 2026, Perusahaan menjual, memindahkan dan menyerahkan saham MPI kepada PT Pacific Dwiyasaputra sebanyak 158.120 saham dengan harga sebesar Rp 8.375. Based on Notarial Deed No. 6 of Rudy Siswanto, S.H. dated April 9, 2026, the Company sold all of its ownership interest in MPI, representing 158,120 shares to PT Pacific Dwiyasaputra with a purchase price of Rp 8,375. e. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan karyawan e. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and employees Susunan Dewan Komisaris dan Direksi pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The composition of the Company’s Board s of Commissioners and Directors as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Hermanto Tanoko Hermanto Tanoko President Commissioner Komisaris Independen Lukas Rusli Mohammad Noor Independent Commissioner Rachman Soejoeti Komisaris Independen Oscar Christian Maria Josef Oscar Christian Maria Josef Independent Commissioner Wezenbeek Wezenbeek Dewan Direksi Board of Directors Direktur Utama Wijono Tanoko Wijono Tanoko President Director Wakil Direktur Utama Ruslan Tanoko Ruslan Tanoko Vice President Director Direktur Robert Christian Tanoko Robert Christian Tanoko Director Direktur Kurnia Hadi Sinanto Kurnia Hadi Sinanto Director Direktur Angelica Tanisia Jozar Angelica Tanisia Jozar Director Susunan komite audit pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The members of Company’s Audit Committee as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Komite Audit Audit Committee Ketua Lukas Rusli Mohammad Noor Chairman Rachman Soejoeti Anggota Sammy TS Lalamentik Sammy TS Lalamentik Member Anggota Wardiman Wardiman Member
Page 17
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 12 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) e. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan karyawan (lanjutan) e. Boards of Commissioners and Directors, Audit Committee and employees (continued) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , Perusahaan dan entitas anaknya (secara bersama- sama disebut “Grup”) memiliki masing-masing 1.340 dan 1.292 orang karyawan tetap (tidak diaudit). As of June 30 , 2026 and December 31, 2025 , the Company and its subsidiaries (collectively referred to herein as the “Group”) has a total of 1,340 and 1,292 permanent employees, respectively (unaudited). f. Tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian interim f. Completion date of the interim consolidated financial statements Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian interim ini, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 14 Agustus 2026. Management is responsible for the preparation and fair presentation of these interim consolidated financial statements, in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, which were completed and authorized for issuance by the Company’s Directors on August 14, 2026. 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS a. Amendemen/penyesuaian standar yang berlaku efektif pada periode berjalan a. Amendments/improvements to standards effective in the current period Dalam periode berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 202 6. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau tahun-tahun sebelumnya. In the current period, the Group has applied amendments/improvements to PSAK that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on or after January 1, 202 6. The adoption of these revised PSAKs does not result in changes to the Group’s accounting policies and has no material effect on the amounts reported for the current period or prior years. • Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan • Amendments to PSAK 109, “Financial Instruments” and PSAK 107,” Financial Instruments: Disclosures”: Classification and Measurement of Financial Instruments Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan aset keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan yang diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan karakteristik pinjaman non- course dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut juga memperkenalkan persyaratan pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi. The amendments clarify the requirements related to the date of recognition and derecognition of financial assets and financial liabilities, with an exception for derecognition of financial liabilities settled via an electronic transfer; the requirements for assessing contractual cash flow characteristics of financial assets, with additional guidance on assessment of contingent features; and the characteristics of non -course loans and contractually linked instruments. The amendments also introduce additional disclosure requirements for equity instruments at fair value through other comprehensive income and for financial instruments with contingent features.
Page 18
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 13 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (lanjutan) 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS (continued) a. Amendemen/penyesuaian standar yang berlaku efektif pada periode berjalan (lanjutan) a. Amendments/improvements to standards effective in the current period (continued) • Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas” • 2024 Annual Improvements to PSAK 107, “Financial Instruments: Disclosures”, PSAK 109, “Financial Instruments”, PSAK 110, “Consolidated Financial Statements” and PSAK 207, “Statement of Cash Flows” Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang bertentangan dalam standar. These annual improvements are limited to amendments that either clarify the wording or correct relatively minor unintended consequences, oversights or conflicts between requirements in the standards. • PSAK 338 (Revisi 2025), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali • PSAK 338 (2025 Revision), Business Combinations of Entities under Common Control Perubahan utama dalam revisi ini mencakup pengecualian entitas investasi dari ruang lingkup PSAK 338, serta tambahan definisi bisnis alihan, entitas penerima, dan entitas pengalih. Revisi ini juga mencakup rujukan jumlah tercatat bisnis alihan dan penyajia n informasi prakombinasi bisnis ketika terjadi ketidakpraktisan dalam penerapan metode penyatuan kepemilikan. The key changes introduced in this revision include the exclusion of investment entities from the scope of PSAK 338, as well as the addition of definitions for the transferred business, the receiving entity, and the transferring entity. This revision also includes references to the carrying amount of the transferred business and the presentation of pre - business combination information when the application of the pooling -of-interests method is impracticable. b. Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan b. Standards and amendments/improvements to standards issued not yet adopted Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian interim, standar dan amendemen - amendemen atas PSAK yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut: At the date of authorization of these interim consolidated financial statements, the following standards and amendments to PSAK relevant to the Group were issued but not yet effective, with early application permitted: Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027 Effective for periods beginning on or after January 1, 2027 • PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” • PSAK 118, “Presentation and Disclosure in Financial Statements” PSAK 118 menggantikan PSAK 201, mempertahankan banyak prinsip yang ada tetapi secara signifikan mengubah cara entitas melaporkan “laba atau rugi operasional.” PSAK ini menetapkan struktur yang jelas untuk laporan laba rugi dengan mengelompokkan pos -pos ke dalam kategori operasi, investasi, pembiayaan, pajak penghasilan, dan operasi yang dihentikan. Standar ini mewajibkan pengungkapan tertentu, termasuk ukuran kinerja tetapan manajemen (UKTM), yang memungkinkan investor memahami bagaimana pandangan manajemen atas kinerja keuangan perusahaan dan bagaimana ukuran tersebut dibandingkan dengan ukuran yang didefinisikan dalam PSAK 118. PSAK 118 supersedes PSAK 201, retaining many existing principles but significantly changing how entities report “operating profit or loss.” It establishes a defined structure for the statement of profit or loss, categorising items into operating, investing, financing, income taxes and discontinued operations. The standard mandates specific disclosures, including management -defined performance measures (MPMs), allowing investors to understand management's view of the company's financial performance and how these measures compare to those defined in PSAK 118.
Page 19
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (lanjutan) 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS (continued) b. Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan (lanjutan) b. Standards and amendments/improvements to standards issued not yet adopted (continued) Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen -amendemen atas PSAK yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut: (lanjutan) At the date of authorization of these consolidated financial statements, the following standards and amendments to PSAK relevant to the Group were issued but not yet effective, with early application permitted: (continued) Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027 (lanjutan) Effective for periods beginning on or after January 1, 2027 (continued) • PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” (lanjutan) • PSAK 118, “Presentation and Disclosure in Financial Statements” (continued) Meskipun PSAK 118 tidak memengaruhi pengakuan atau pengukuran pos -pos dalam laporan keuangan, dampaknya terhadap penyajian dan pengungkapan diperkirakan akan sangat luas, terutama yang berkaitan dengan laporan kinerja keuangan dan penyediaan UKTM dalam laporan keuangan. Even though PSAK 118 will not impact the recognition or measurement of items in the financial statements, its impacts on presentation and disclosure are expected to be pervasive, in particular those related to the statement of financial performance and providing MPM within the financial statements. Manajemen saat ini sedang menilai secara rinci implikasi penerapan standar baru ini pada laporan keuangan konsolidasian Grup. Dari penilaian awal, secara garis besar, dampak potensial berikut telah diidentifikasi: Management is currently assessing the detailed implications of applying the new standard on the Group’s consolidated financial statements. From the high -level preliminary assessment performed, the following potential impacts have been identified: • Meskipun adopsi PSAK 118 tidak akan berpengaruh pada laba neto Grup, Grup mengharapkan pengelompokan pos pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi ke dalam kategori baru akan memengaruhi cara perhitungan dan pelaporan laba operasi. Dari penilaian dampak garis besar yang dilakukan Grup, pos-pos berikut mungkin berpotensi memengaruhi laba operasi: • Although the adoption of PSAK 118 will have no impact on the Group’s net profit, the Group expects that Grouping items of income and expenses in the statement of profit or loss into the new categories will impact how operating profit is calculated and reported. From the high- level impact assessment that the Group has performed, the following items might potentially impact operating profit: a. Perbedaan nilai tukar yang saat ini digabungkan dalam pos ‘pendapatan lain dan keuntungan/(kerugian) lain - neto’ dalam laba operasi mungkin perlu dipisahkan, dengan beberapa keuntungan atau kerugian dari nilai tukar disajikan di bawah laba operasi. a. Foreign exchange differences currently aggregated in the line item ‘other income and other gains/(losses) - net’ in operating profit might need to be disaggregated, with some foreign exchange gains or losses presented below operating profit. b. Meskipun Grup saat ini mengakui beberapa keuntungan atau kerugian dalam laba operasi dan lainnya dalam biaya keuangan, mungkin akan terjadi perubahan mengenai tempat di mana keuntungan atau kerugian tersebut diakui, dan Grup saat ini sedang mengevaluasi kebutuhan untuk melakukan perubahan. b. Although the Group currently recognises some gains or losses in operating profit and others in finance costs, there might be a change to where these gains or losses are recognised, and the Group is currently evaluating the need for change.
Page 20
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (lanjutan) 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS (continued) b. Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan (lanjutan) b. Standards and amendments/improvements to standards issued not yet adopted (continued) Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027 (lanjutan) Effective for periods beginning on or after January 1, 2027 (continued) • PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” (lanjutan) • PSAK 118, “Presentation and Disclosure in Financial Statements” (continued) Manajemen saat ini sedang menilai secara rinci implikasi penerapan standar baru ini pada laporan keuangan konsolidasian Grup. Dari penilaian awal, secara garis besar, dampak potensial berikut telah diidentifikasi: (lanjutan) Management is currently assessing the detailed implications of applying the new standard on the Group’s consolidated financial statements. From the high -level preliminary assessment performed, the following potential impacts have been identified: (continued) • Pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan utama mungkin akan berubah akibat penerapan konsep ‘ringkasan terstruktur yang berguna’ dan prinsip yang ditingkatkan mengenai agregasi dan disaggregasi. • The line items presented on the primary financial statements might change as a result of the application of the concept of ‘useful structured summary’ and the enhanced principles on aggregation and disaggregation. • Grup tidak mengharapkan adanya perubahan signifikan dalam informasi yang saat ini diungkapkan dalam catatan, karena persyaratan untuk mengungkapkan informasi material tetap tidak berubah; namun, cara pengelompokan informasi tersebut mungkin berubah sebagai akibat dari prinsip agregasi/ disaggregasi. Selain itu, akan ada pengungkapan baru yang signifikan yang diwajibkan untuk: • The Group does not expect there to be a significant change in the information that is currently disclosed in the notes because the requirement to disclose material information remains unchanged; however, the way in which the information is Grouped might ch ange as a result of the aggregation/ disaggregation principles. In addition, there will be significant new disclosures required for: a. UKTM; a. MPM; b. rincian jenis beban untuk pos -pos yang disajikan berdasarkan fungsi dalam kategori operasi laporan laba rugi - rincian ini hanya diperlukan untuk beberapa jenis beban tertentu; dan b. a break-down of the nature of expenses for line items presented by function in the operating category of the statement of profit or loss - this break-down is only required for certain nature expenses; and c. untuk periode tahunan pertama penerapan PSAK 118, rekonsiliasi untuk setiap pos dalam laporan laba rugi antara angka yang telah disajikan ulang berdasarkan penerapan PSAK 118 dan angka yang sebelumnya disajikan berdasarkan PSAK 201. c. for the first annual period of application of PSAK 118, a reconciliation for each line item in the statement of profit or loss between the restated amounts presented by applying PSAK 118 and the amounts previously presented applying PSAK 201. • Dari perspektif laporan arus kas, akan ada perubahan cara penyajian bunga diterima dan bunga dibayar. Bunga dibayar akan disajikan sebagai arus kas pendanaan dan bunga diterima akan disajikan sebagai arus kas investasi, yang merupakan perubahan dari penyajian saat ini sebagai bagian dari arus kas operasi. • From a cash flow statement perspective, there will be changes to how interest received and interest paid are presented. Interest paid will be presented as financing cash flows and interest received as investing cash flows, which is a change from current pr esentation as part of operating cash flows.
Page 21
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 16 2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (lanjutan) 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS (continued) b. Standar dan amendemen/penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan (lanjutan) b. Standards and amendments/improvements to standards issued not yet adopted (continued) Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027 (lanjutan) Effective for periods beginning on or after January 1, 2027 (continued) • Amandemen Contoh Ilustratif PSAK 107, PSAK 118, PSAK 201, PSAK 208, PSAK 236 dan PSAK 237, “Pengungkapan tentang Ketidakpastian dalam Laporan Keuangan” • Amendments to Illustrative Examples of PSAK 107, PSAK 118, PSAK 201, PSAK 208, PSAK 236, and PSAK 237, “Disclosures about Uncertainty in Financial Statements” Amendemen contoh ilustratif bertujuan memperjelas penerapan persyaratan pengungkapan mengenai ketidakpastian dalam laporan keuangan melalui penambahan contoh ilustratif, terutama terkait dampak risiko dan ketidakpastian (termasuk contoh yang menggunakan sk enario perubahan iklim). Amendemen ini tidak mengubah prinsip pengakuan atau pengukuran dalam standar yang berlaku, melainkan memberikan panduan praktis mengenai kapan entitas perlu memberikan pengungkapan tambahan berdasarkan pertimbangan materialitas, bagaimana mengungkapkan asumsi dan estimasi yang signifikan, menjelaskan dampak risiko terhadap instrumen keuangan, penurunan nilai aset, provisi, serta penyajian informasi yang lebih terdisagregasi agar pengguna laporan keuangan memperoleh pemahaman yang le bih baik mengenai dampak ketidakpastian terhadap posisi dan kinerja keuangan entitas. The amendments to illustrative examples aims to clarify the application of disclosure requirements relating to uncertainties in financial statements by introducing additional illustrative examples, particularly those addressing the effects of risks and uncertainties (including examples based on climate change scenarios). These amendments do not change the existing recognition or measurement principles under the applicable standards; rather, they provide practical guidance on when entities should provide additional disclosures based on materiality con siderations, how to disclose significant assumptions and estimates, explain the effects of risks on financial instruments, asset impairment, and provisions, and present more disaggregated information to help users of financial statements better understand the effects of uncertainties on an entity's financial position and financial performance. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian interim, dampak dari penerapan standar dan amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen. As at the issuance date of the interim consolidated financial statements, the effects of adopting these standard and amendments on the consolidated financial statements are not known nor reasonably estimable by management. 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian a. Basis of preparation of the consolidated financial statements Laporan keuangan konsolidasian PT Avia Avian Tbk dan Entitas Anaknya disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Peraturan - Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). The consolidated financial statements of PT Avia Avian Tbk and its Subsidiaries have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards and the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by the Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan or “OJK”).
Page 22
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 17 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan) a. Basis of preparation of the consolidated financial statements (continued) Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 202 5, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam Catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2026. The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2025, except for the adoption of several amended SAKs. As disclosed in Note 2, several amended and published accounting standards were adopted effective January 1, 2026. Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan kelangsungan usaha. The Group has prepared the consolidated financial statements on the basis that it will continue to operate as a going concern. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali properti dan instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini. The consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, have been prepared on the accrual basis using the historical cost basis of accounting, except for certain properties and financial instruments that are measured at revalued amounts or fair values as explained in the related accounting policies below. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas -aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. The consolidated statements of cash flows have been prepared using direct method which classify cash flows into operating, investing and financing activities. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup. The reporting currency used in the consolidated financial statements is Rupiah, which is the Group’s functional currency. b. Klasifikasi lancar/jangka pendek dan tidak lancar/jangka panjang b. Current and non-current classification Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang. The Group presents assets and liabilities in the consolidated statement of financial position based on current/non-current classification. Suatu aset disajikan lancar bila: i. diperkirakan akan direalisasi atau diintensikan untuk dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal, ii. untuk diperdagangkan, iii. diperkirakan akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan. An asset is current when it is: i. expected to be realized or intended to be sold or consumed in the normal operating cycle, ii. held primarily for the purpose of trading, iii. expected to be realized within 12 months after the reporting period, or cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a liability for at least 12 months after the reporting period.
Page 23
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 18 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) b. Klasifikasi lancar/jangka pendek dan tidak lancar/jangka panjang (lanjutan) b. Current and non-current classification (continued) Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. All other assets are classified as non-current. Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila: i. diperkirakan akan dilunasi dalam siklus operasi normal, ii. untuk diperdagangkan, iii. telah jatuh tempo dan akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah periode pelaporan. A liability is current when it is: i. expected to be settled in the normal operating cycle, ii. held primarily for the purpose of trading, iii. due to be settled within 12 months after the reporting period, or iv. there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting period. Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang. All other liabilities are classified as non-current. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang. Deferred tax assets and liabilities are classified as non- current assets and liabilities. c. Prinsip-prinsip konsolidasi c. Principles of consolidation Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi timbal balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini: The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and the entity in which the Company has the ability to directly or indirectly exercise control. Control is achieved when the Group are exposed, or have rights, to var iable returns from its involvement with the investee and have the ability to affect those returns through its power over the investee. Thus, the Group control an investee if and only if the Group have all of the following: i. Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii. Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan iii. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. i. Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities of the investee, ii. Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and iii. The ability to use its power over the investee to affect its returns. Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: When the Group have less than a majority of the voting or similiar rights of an investee, the Group consider all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over an investee, including: i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup. i. The contractual arrangement with the other vote holders of the investee, ii. Rights arising from other contractual arrangements, and iii. The Group’s voting rights and potential voting rights.
Page 24
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 19 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas - entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilanga n pengendalian atas Perusahaan. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut. The Group re -assesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtain the control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date the Group gain control until the date the Group cease to control the subsidiary. Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Grup, kecuali dinyatakan lain. The financial statements of the subsidiar ies are prepared for the same reporting period as the Company. The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the Group, unless otherwise stated. Kepentingan non -pengendali (“KNP”) mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan. Non-controlling interests (“NCI”) represents the portion of the profit or loss and net assets of the subsidiary not attributable directly or indirectly to the Company, which are presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehens ive income and under the equity section of the consolidated statement of financial position, respectively, separately from the corresponding portion attributable to the owner of the Company. Kepentingan non -pengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan non-pengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk masing -masing akuisisi. Kepentingan non -pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non -pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non -pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas. Non-controlling interest may initially be measured at fair value or at the non -controlling interests’ proportionate share of the fair value of the acquiree’s identifiable net assets. The choice of measurement is made on an acquisition-by-acquisition basis. Other non -controlling interests are initially measured at fair value. Subsequent to acquisition, the carrying amount of non -controlling interests is the amount of those interests at initial recognition plus the non -controlling interests’ share of subsequent changes in equity. Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan non-pengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup. Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the equity holders of the parent of the Company and to the non - controlling interests (“NCI”), even if this results in the NCI having deficit balance. When necessary, adjustments are made to the financial statements of subsidiary to bring their accounting policies into the line with the Group accounting policies.
Page 25
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 20 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued) Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan, dan laba atau rugi hasil transaksi dari intra Grup yang belum direalisasi dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi. All intra and inter-group balances, transactions, income and expenses, and unrealized profits and losses resulting from intra -group transactions and dividends are eliminated on consolidations. Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Perusahaan menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. A change in the parent’s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as an equity transaction. If the Company loss control over a subsidiary, it derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while any resulting gain or loss is recognized in the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value. Transaksi perubahan nilai investasi pada Entitas Anak yang timbul dari penerbitan saham baru oleh Entitas Anak kepada Perusahaan dicatat pada akun “Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak dan dampak transaksi dengan kepentingan non -pengendali” sebagai bagian dari “Ekuitas” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Change of carrying value of investment transaction which derived from the issuance of new shares of Subsidiary to the Company is recorded as “Differences arising from changes in equity of Subsidiary and effect of transactions with non -controlling interest” account which is presented under the “Equity” account in the consolidated statement of financial position. d. Kombinasi bisnis d. Business combination Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada tahun berjalan. Business combinations are accounted for using acquisition method. The consideration transferred in a business combination is measured at fair value, which is calculated as the sum of the acquisition-date fair values of the assets transferred by the Group, liabilities incurred by the Group to the former owners of the acquiree, and the equity interests issued by the Group in exchange for control of the acquiree. The acquisition -related costs incurred are expensed in the current year. Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar, kecuali untuk: At the acquisition date, the identifiable assets acquired and the liabilities assumed are recognized at their fair value, except that: • aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berkaitan dengan pengaturan imbalan kerja diakui dan diukur masing -masing berdasarkan PSAK 212, “Pajak Penghasilan”, dan PSAK 219, “Imbalan Kerja”; • deferred tax assets or liabilities and assets or liabilities related to employee benefit arrangements are recognized and measured in accordance with PSAK 212, “Income Taxes”, and PSAK 219, “Employee Benefits”, respectively; • instrumen liabilitias atau ekuitas yang berkaitan dengan perjanjian pembayaran berbasis saham dari pihak yang diakuisisi atau pengaturan pembayaran berbasis saham Grup yang dibuat untuk menggantikan pengaturan pembayaran berbasis saham dari pihak yang meng akuisisi diukur berdasarkan PSAK 102, “Pembayaran Berbasis Saham”, pada tanggal akuisisi; dan • liabilities or equity instruments related to share - based payment arrangements of the acquiree or share-based payment arrangements of the Group entered into to replace share -based payment arrangements of the acquirer are measured in accordance with PSAK 102 , “Share -based Payment”, at the acquisition date; and • aset (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual berdasarkan PSAK 105, “Aset tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”, diukur sesuai dengan standar tersebut. • assets (or disposal groups) that are classified as held for sale in accordance with PSAK 105, “Non - current Assets Held for Sale and Discontinued Operations”, and are measured inaccordance with that standard.
Page 26
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 21 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) d. Kombinasi bisnis (lanjutan) d. Business combination (continued) Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan non-pengendali dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal a kuisisi dicatat sebagai goodwill. The excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for non - controlling interest and the fair value of the acquirer’s previously held equity interest in the acquiree (if any) over the net of the acquisition -date amounts o f the identifiable assets acquired and liabilities assumed is recorded as goodwill. Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang diambil alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal akuisisi. Jika penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan pembelian dengan diskon. If the fair value of the net assets acquired is in excess of the aggregate consideration transferred, the Group re - assesses whether it has correctly identified all of the assets acquired and all of the liabilities assumed and reviews the procedures used to measure the amounts to be recognized at the acquisition date. If the reassessment still results in an excess of the fair value of net assets acquired over the aggregate consideration transferred, then the gain is recognized in profit or loss as a gain from bargain purchase. Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement ), imbalan kontinjensi tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai penyesuaia n periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi. When the consideration transferred by the Group in a business combination includes assets or liabilities resulting from a contingent consideration arrangement, the contingent consideration is measured at its acquisition date fair value and included as part of the consideration transferred in a business combination. Changes in the fair value of the contingent consideration that qualify as measurement period adjustments are adjusted retrospectively, with corresponding adjustments against goodwill. Measurement period adjustments are adjustments that arise from additional information obtained during the measurement period (which cannot exceed one year from the acquisition date) about facts and circumstances that existed at the acquisition date. Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. The subsequent accounting for changes in the fair value of the contingent consideration that do not qualify as measurement period adjustments depends on how the contingent consideration is classified. Contingent consideration that is classified as equity i s not remeasured at subsequent reporting dates and its subsequent settlement is accounted for within equity. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi. Contingent consideration classified as an asset or liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK 109 is measured at fair value with the changes in fair value recognized in profit or loss in accordance with PSAK 109. Other contingent consideration that is not within the scope of PSAK 109 is measured at fair value at each reporting date with changes in fair value recognized in profit or loss.
Page 27
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 22 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) d. Kombinasi bisnis (lanjutan) d. Business combination (continued) Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikan tersebut dilepas/dijual. When a business combination is achieved in stages, the Group’s previously held equity interests in the acquired entity are remeasured to its acquisition -date fair value and the resulting gain or loss, if any, is recognized in profit or loss. Amounts arisin g from interests in the acquiree prior to the acquisition date that have previously been recognized in other comprehensive income are reclassified to profit or loss where such treatment would be appropriate if that interests were disposed of. Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos- pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut. If the initial accounting for a business combination is incomplete by the end of the reporting period in which the combination occurs, the Group reports provisional amounts for the items for which the accounting is incomplete. Those provisional amounts are adjusted retrospectively during the measurement period, or additional assets or liabilities are recognized, to reflect new information obtained about facts and circumstances that existed as at the acquisition date that, if known, would have affected the a mount recognized as at that date. e. Kombinasi bisnis entitas sepengendali e. Business combination of entities under common control Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338, “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”. Berdasarkan PSAK ini, transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganis asi entitas -entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut. Business combination involving entities under common control is accounted in accordance with PSAK 338, “Business Combination of Entities Under Common Control”. Under this PSAK, business combination of entities under common control transactions, such as transfers of business conducted within the framework of the reorganization of the entities that are in the same group, is not a change of ownership in terms of economic substance, hence, the transaction does not result in a gain or loss for the Group as a who le or for individual entities within the Group. Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Business combinations under common control are accounted for using the pooling-of-interests method. Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah - olah entitas -entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang. The pooling -of-interest method is applied as if the entities had been combined from the period when the merging entities were placed under common control. The difference between the consideration transferred and the book value of the net assets of the acqu iree is presented under “additional paid -in capital” and is not recycled to profit or loss nor reclassified to retained earnings when control is lost. f. Investasi pada ventura bersama f. Investment in joint ventures Pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas. Investments in joint arrangements are classified as either joint operations or joint ventures depending on the contractual rights and obligations of each investor rather than the legal structure of the joint arrangement. Group has assessed the nature of it s joint arrangements and determined them to be joint ventures. A joint venture is accounted for using the equity method.
Page 28
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 23 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) f. Investasi pada ventura bersama (lanjutan) f. Investment in joint ventures (continued) Sesuai metode ekuitas, investasi pada ventura bersama pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari pihak yang diakuisisi atas laba rugi, dan bagiannya atas pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari pihak yang diakuisisi atas penghasilan komprehensif lainnya. Under the equity method, the investment in a joint venture is initially recognised at cost and adjusted thereafter to recognise the investor’s share of the post - acquisition profits or losses of the investee in profit or loss, and its share of movements in other comprehensive income of the investee in other comprehensive income. Dividen yang diterima atau yang akan diterima dari ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Dividends received or receivable from a joint venture are recognised as a reduction in the carrying amount of the investment. Jika bagian Grup atas kerugian ventura bersama sama dengan atau melebihi kepentingannya pada ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban legal atau konstruktif atau melakuk an pembayaran atas nama ventura bersama. When the Group’s share of losses in a joint venture equals or exceeds its interest in the joint ventures, including any other unsecured receivables, the Group does not recognise further losses, unless it has incurred legal or constructive obligations or ma de payments on behalf of the joint venture. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara Grup dan ventura bersama telah dieliminasi sebesar kepemilikan Grup pada ventura bersama tersebut. Unrealised gains and losses on transactions between the Group and a joint venture have been eliminated to the extent of the Group’s interest in the joint venture. Setiap akhir periode pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa investasi pada ventura bersama mengalami penurunan nilai. At the end of each reporting period, the Group assesses whether there is objective evidence that investment in a joint venture is impaired. g. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing g. Foreign currency transactions and balances Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata -rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi periode berjalan. Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to Rupiah based on the avera ge rates of exchange published by Bank Indonesia at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to the current period operations. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia mata uang asing yang digunakan adalah sebagai berikut: As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the middle rates published by Bank Indonesia of foreign currencies used are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 1 Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”) 17,856 16,782 United States Dollar 1 (“US Dollar”) 1 Yuan China (“CNY”) 2,629 2,401 Chinese Yuan 1 (“CNY”) 1 Dolar Singapura (“SGD”) 13,806 13,069 Singapore Dollar 1 (“SGD”) 1 Euro (“Euro”) 20,360 19,753 Euro 1 (“Euro”) 1 Poundsterling Inggris (“GBP”) 23,594 22,666 Great Britain Poundsterling 1 (“GBP”)
Page 29
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) h. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi h. Transactions with related parties Grup memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. The Group has transactions with related parties as defined under PSAK 224 “Related Party Disclosures”. Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. The transactions are made based on terms agreed by the parties. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. All material transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant notes to the consolidated financial statements. i. Instrumen keuangan i. Financial instruments Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain. A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Financial assets and financial liabilities are recognized on the consolidated statement of financial position when the Group becomes a party to the contractual provisions of the instrument. (i) Aset keuangan (i) Financial assets Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini: The Group classifies its financial assets into the following categories. (i) aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi; (ii) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”); dan (iii) aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”). (i) financial assets at amortised cost; (ii) financial assets at fair value through profit or loss (“FVTPL”); and (iii) financial assets at fair value through other comprehensive income (“FVTOCI”). Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah penentuan arus kasnya semata -mata dari pembayaran pokok dan bunga. The classification depends on the Group’s business model and the contractual terms of the cash flows when determining whether their cash flows are solely payment of principal and interest. Grup menentukan klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan bergantung pada model bisnis dimana investasi tersebut diadakan. Grup mereklasifikasi investasi pada instrumen utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah. The Group determines the classification of its financial assets at initial recognition. For investments in debt instruments, this will depend on the business model in which the investment is held. The Group reclassifies investments in debt instruments when and only when its business model for managing those assets changes. Grup memiliki aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, yang terdiri dari kas dan setara kas, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek pada deposito berjangka, piutang usaha, piutang lain- lain, investasi pada surat utang jangka panjang , dan jaminan pelanggan, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, yang terdiri dari investasi pada surat utang negara, investasi saham, dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang terdiri dari investasi reksa dana. The Group has financial assets measured at amortised costs, which comprise cash and cash equivalents, restricted time deposit , short -term investment in time deposits , trade receivables , other receivables, long-term debt investment, and security deposits, financial assets measured at fair value through other comprehensive income, which comprise of investment in government bonds , investment in shares of stock, and financial assets measured at fair value through profit or loss, which comprise of investment in mutual funds.
Page 30
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement (continued) - Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi - Financial assets at amortised cost Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis “dimiliki untuk mendapatkan arus kas” dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata - mata dari pembayaran pokok dan bunga”. This classification applies to debt instruments which are held under a “hold to collect” business model and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” (“SPPI”) criteria. Pada pengakuan awal, aset keuangan yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan, diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi. At initial recognition, financial assets that do not have a significant financing component are recognised at their transaction price. Other financial assets are initially recognised at fair value less related transaction costs. They are subsequently measu red at amortised cost using the effective interest method. Any gains or losses on derecognition or modification of a financial asset held at amortised cost are recognised in profit or loss. - Aset keuangan diukur pada FVTOCI - Financial assets at FVTOCI Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan di mana arus kasnya memenuhi kriteria “semata -mata dari pembayaran pokok dan bunga”. This classification applies to debt instruments that are held under a business model where they are held for collection of contractual cash flows and also for sale (“collect and sell”) and which have cash flows that meet the “solely payments of principal and interest” criteria. Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga (termasuk biaya transaksi menggunakan metode suku bunga efektif ), keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian dan keuntungan dan kerugian dari selisih kurs diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan, keuntungan atau kerugian nilai wajar kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada laba rugi. All movements in the fair value of these financial assets are taken through other comprehensive income, except for the recognition of impairment gains or losses, interest (including transaction costs by revenue applying the effective interest method), gain s or losses arising on derecognition and foreign exchange gains and losses which are recognised in profit or loss. When the financial asset is derecognised, the cumulative fair value gains or losses previously recognised in other comprehensive income is reclassified to profit or loss.
Page 31
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan) Initial recognition and measurement (continued) - Aset keuangan diukur pada FVTPL - Financial assets at FVTPL Aset yang tidak memenuhi kriteria untuk biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari investasi reksa dana yang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai, diakui dalam laporan laba rugi dan disajikan bersih dalam laporan laba rugi di dalam keuntungan/(kerugian) lainnya dalam periode kemunculannya. Assets that do not meet the criteria for amortised cost or FVTOCI are measured at fair value through profit or loss. A gain or loss on investment in mutual funds that is subsequently measured at fair value through profit or loss and is not part of a hedgin g relationship is recognised in profit or loss and presented net in the statement of profit or loss within other gains/(losses) in the period in which it arises. Penghentian pengakuan Derecognition Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika: A financial asset is derecognised when: - hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau - the rights to receive cash flows from the asset have expired; or - Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan ‘pass- through’; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset. - the Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a ‘pass -through’ arrangement; and either (a) the Group has transferr ed substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. Penurunan nilai Impairment Grup menilai berdasarkan basis forward looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) terhadap aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit t elah meningkat secara signifikan. The Group assesses on a forward -looking basis, the expected credit losses (“ECL”) associated with its financial assets carried at amortised cost and FVTOCI. The impairment method applied depends on whether there has been a significant increase in credit risk. Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraa n usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. At each reporting date, the Group assesses whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition. When making the assessment, the Group uses the change in the risk of a default occurring over the expected life of the financial instrument instead of the change in the amount of ECL.
Page 32
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 27 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Penurunan nilai (lanjutan) Impairment (continued) Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal. To make that assessment, the Group compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition and considers reasonable and supportable information, that is available without undue cost or effort at the reporting date about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions, that is indicative of significant increases in credit risk since initial recognition. Untuk piutang usaha dan piutang lain -lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan yang diizinkan oleh PSAK 109, yang mensyaratkan ekspektasi kerugian seumur hidup harus diakui sejak pengakuan awal aset keuangan. For trade receivables and other receivables without significant financing components, the Group applies the simplified approach permitted by PSAK 109, which requires expected lifetime losses to be recognised from the initial recognition of the financial assets. Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari. Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup t idak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. The Group considers a financial asset in default when contractual payments are 90 days past due. However, in certain cases, the Group may also consider a financial asset to be in default when internal or external information indicates that the Group is unl ikely to receive the outstanding contractual amounts in full before taking into account any credit enhancements held by the Group. A financial asset is written off when there is no reasonable expectation of recovering the contractual cash flows. Kas dan setara kas dan investasi jangka pendek juga tunduk pada persyaratan penurunan nilai PSAK 109. ECL didasarkan pada rating kredit bank untuk mengestimasi kemungkinan gagal bayar selama jangka waktu tertentu dan menggunakan referensi Basel II yang digunakan secara umum untuk mengestimasi kerugian yang muncul dari gagal bayar. Cash and cash equivalents and short -term investments are also subject to impairment requirements of PSAK 109. The ECL rates are based on the bank’s credit rating to estimate the probability of default over a given time horizon and utilise the commonly used Basel II reference to estimate the losses arising on default. (ii) Liabilitas keuangan (ii) Financial liabilities Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Financial liabilities are classified as follows: financial liabilities at fair value through profit or loss and financial liabilities at amortised cost. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan yang diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, yang terdiri dari pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang lain -lain, beban akrual, liabilitas sewa, dan uang jaminan pelanggan. As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the Group only had financial liabilities measured at amortised cost, which comprise short -term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses, lease liabilities and customer guarantee.
Page 33
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) i. Instrumen keuangan (lanjutan) i. Financial instruments (continued) (ii) Liabilitas keuangan (lanjutan) (ii) Financial liabilities (continued) Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Liabilitas keuangan tidak diakui ketika liabilitas keuangan t elah dilepaskan atau dibatalkan. After initial recognition which is at fair value plus transaction costs, the Group measures all financial liabilities at amortised cost using the effective interest method. A financial liability is derecognised when the obligation under the liability is discharged or cancelled. (iii) Saling hapus instrumen keuangan (iii) Offsetting of financial instruments Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesa ikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the statement of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis, or realise the asset and settle the liability simultaneously. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default in solvency or bankruptcy of the Group or the counterparty. j. Kas dan setara kas j. Cash and cash equivalents Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaa nnya dan cerukan. Setara kas didefinisikan sebagai investasi jangka pendek dan sangat likuid yang dapat dikonversi ke sejumlah kas yang telah diketahui dan tidak memiliki risiko perubahan nilai yang signifikan. Pada laporan posisi keuangan konsolidasian, cerukan disajikan bersama sebagai pinjaman bank dalam liabilitas jangka pendek. In the consolidated statement of cash flows, cash and cash equivalents consist of cash on hand, cash in banks, and time deposits with original maturity periods of three months or less since the acquisition date, which are not pledged as collateral nor rest ricted for use and bank overdrafts. Cash equivalents are defined as short- term, highly liquid investments that are readily convertible into known amounts of cash and which are subject to insignificant risk of changes in value. In the consolidated statement of financial position, bank overdraft is shown within bank loans in current liabilities. Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan sampai 12 (dua belas) bulan disajikan sebagai investasi jangka pendek dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Time deposits with maturity period more than 3 (three) months up to 12 (twelve) months are presented as short- term investments in the consolidated statement of financial position. k. Piutang usaha dan piutang lain-lain k. Trade and other receivables Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Piutang lain -lain merupakan saldo piutang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha biasa. Trade receivables are amounts due from customers for merchandise sold or services performed in the ordinary course of business. Other receivables are receivables arising from transactions outside of the ordinary course of business. Piutang usaha dan piutang lain -lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai. Trade and other receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method, if the impact of discounting is significant, less any provision for impairment.
Page 34
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 29 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) k. Piutang usaha dan piutang lain-lain (lanjutan) k. Trade and other receivables (continued) Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar. If collection of the receivables is expected in one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer), they are classified as current assets. If not, they are presented as non-current assets. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan menurut PSAK 109 untuk mengukur ECL yang menggunakan kerugian seumur hidup untuk semua piutang usaha dan piutang lain -lain. Untuk mengukur ECL, piutang usaha dan piutang lain -lain dikelompokkan berdasarkan kar akteristik risiko kredit bersama dan piutang yang telah lewat jatuh tempo. The Group applies the PSAK 109 simplified approach to measure ECL which uses a lifetime ECL for all trade and other receivables. To measure the ECL, trade and other receivables have been grouped based on shared credit risk characteristics and the receivables days past due. Lihat Catatan 3i untuk penurunan nilai aset keuangan, termasuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Refer to Note 3i for impairment of financial assets, including trade and other receivables. Jumlah kerugian penurunan nilai diakui laba rugi. Ketika piutang yang mana cadangan penurunan nilai nya telah diakui menjadi tidak dapat terkoleksi di periode selanjutnya, piutang tersebut dihapus - bukukan terhadap akun pencadangan nya. Pemulihan kemudian a tas jumlah yang sebelumnya dihapus - bukukan dikreditkan terhadap laba rugi. The amount of the impairment loss is recognised in profit or loss. When a receivable for which an impairment allowance had been recognised becomes uncollectible in a subsequent period, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written-off are credited against profit or loss. l. Persediaan l. Inventories Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Harga perolehan barang jadi dan pekerjaan dalam proses terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan biaya overhead produksi (berdasarkan kapasitas normal operasi). Persediaan tidak mencakup biaya pinjaman. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha biasa, dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penjualan. Cost is determined using the weighted average method. The cost of finished goods and work in progress comprises raw materials, direct labour, other direct costs and related production overheads (based on normal operating capacity). It excludes borrowing co sts. Net realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale. Penyisihan untuk persediaan lambat bergerak dan usang dibuat berdasarkan telaah manajemen setiap akhir tahun. A provision for slow -moving inventories and obsolescence is made based on management’s review at the end of the year. m. Aset tetap m. Fixed assets Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai maksud manajemen. Biaya perolehan tersebut juga termasuk estimasi awal atas biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan pemulihan lokasi dan biaya untuk mengganti komponen dari aset tetap pada saat penggantian, bila kriteria pengakuan terpenuhi. Fixed assets are initially recognised at cost, which comprises its purchase price and any additional costs directly attributable to bringing the asset to its working condition and location for its intended use. Such cost also includes the initial estimatio n of the costs of dismantling and removing the fixed assets and restoring the sites and the cost of replacing part of such fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada. Subsequent to initial recognition, fixed assets are carried at cost less accumulated depreciation and impairment losses, if any.
Page 35
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) m. Aset tetap (lanjutan) m. Fixed assets (continued) Aset tetap, kecuali tanah didepresiasi menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat aset tetap dengan tahun sebagai berikut: Fixed assets, except land, are depreciated using the straight-line method over their expected economic useful lives at the following years: Tahun/Years Bangunan dan prasarana 20 - 30 Buildings and improvements Mesin dan peralatan 5 - 25 Machinery and equipment Instalasi listrik 8 - 20 Electricity installations Kendaraan 4 - 10 Vehicles Peralatan kantor 4 - 15 Office equipment Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Costs associated with the acquisition of legal right of land when the land was first acquired are recognized as part of the cost of land. Costs associated with the extension or renewal of legal right of land are recognized as an intangible asset and amorti zed over the legal life of the land rights or economic life of the land, whichever is shorter. Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing - masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing -masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika h ak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”. The Group analyzes the facts and circumstances for each type of land rights in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately represent an underlying economic event or transaction. If the land rights do not transfer control of the underlying assets to the Group, but gives the rights to use the underlying assets, the Group applies the accounting treatment of these transactions as leases under PSAK 116, “Leases”. If land rights are substantially similar to land purchases, t he Group applies PSAK 216, “Property, Plant and Equipment”. Tanah dicatat pada nilai revaluasian. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup berkala untuk memastikan bahwa jumlah yang tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Land is stated at its revalued amount. Revaluations are performed with sufficient regularity such that the carrying amount is not materially different from that which would be determined using fair values at the consolidated statement of financial position. Surplus revaluasi aset tetap yang termasuk dalam ekuitas dipindahkan ke dalam saldo laba pada saat penghentian/pelepasan aset oleh entitas. Pemindahan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laba rugi. The revaluation surplus included in equity is transferred to retained earnings upon termination/disposal of assets by the entity. Transfer of revaluation surplus to retained earnings is not made through profit or loss. Nilai tercatat atas aset tetap diestimasi apabila terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang memberikan indikasi bahwa nilai perolehan mungkin tidak sepenuhnya dapat diperoleh kembali. The carrying amount of fixed assets is estimated whenever events or changes in circumstances indicate that its carrying amount may not be fully recoverable. Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaa n antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. An item of fixed assets is derecognised upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on the derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is in cluded in profit or loss in the year the asset is derecognised. [
Page 36
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 31 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) m. Aset tetap (lanjutan) m. Fixed assets (continued) Pada setiap periode pelaporan, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan direviu, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. The asset’s residual values, useful lives and methods of depreciation are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate, at each reporting period. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan sesuai tujuannya. Construction in progress is stated at cost. The accumulated cost will be transferred to the appropriate fixed asset account when the construction is completed and the asset is ready for its intended use. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada nilai tercatat aset tetap terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi l ebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait, jika ada. Repairs and maintenance expenses are expensed to profit or loss as incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the related fixed asset when it is probable that future economic benefits in excess of the origi nally assessed standard of performance of the existing asset will flow to the Group and is depreciated over the remaining useful life of the related asset, if any. n. Sewa n. Leases Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa dibuat berdasarkan substansi perjanjian itu sendiri dan penilaian apakah pemenuhan atas perjanjian bergantung dari penggunaan aset tertentu atau aset, dan apakah perjanjian memberikan hak untuk menggunakan aset. The determination of whether an arrangement is, or contains, a lease is made based on the substance of the arrangement and assessment of whether fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets, and the arrangement conveys a right to use the asset. Sebagai Penyewa As Lessee Grup menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai -rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak -guna yang merupakan hak untuk menggunakan aset pendasar. The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except for short - term leases and leases of low-value assets. The Group recognises lease liabilities to make lease payments and right-of-use assets representing the right to use the underlying assets. Aset hak-guna Right-of-use assets Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. The right-of-use asset is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the lease liability adjusted for any lease payment made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred and an estimate of costs to disman tle and remove the underlying asset or to restore the underlying asset to the condition required by the terms and conditions of the lease, less any lease incentives received. Aset hak -guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa. Jika Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi pembelian, aset hak - guna disusutkan selama masa manfaat aset yang mendasarinya. Selain itu, aset ha k-guna juga dikurangkan dengan kerugian penurunan nilai, apabila ada, dan disesuaikan untuk pengukuran kembali tertentu atas liabilitas sewa. The right -of-use asset is subsequently depreciated using the straight-line method from the commencement date to the earlier of the end of the useful life of the right- of-use asset or the end of the lease term. If the Group is reasonably certain to exercise a purchase option, the right-of-use asset is depreciated over the underlying asset’s useful life. In addition, the right -of-use asset is reduced by impairment losses, if any, and adjusted for certain remeasurements of the lease liability.
Page 37
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 32 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued) Sebagai Penyewa (lanjutan) As Lessee (continued) Liabilitas sewa Lease liabilities Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto. The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that rate cannot be readily determined, using the incremental b orrowing rate. Generally, the Group uses its incremental borrowing rate as the discount rate. Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa. Pembayaran sewa yang harus dilakukan berdasarkan opsi perpanjangan tertentu juga termasuk dalam pengukuran liabilitas. Lease payments included in the measurement of the lease liability comprise fixed payments, including in - substance fixed payments less any lease incentive receivable. Lease payments to be made under reasonably certain extension options are also included in the measurement of the liability. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan beban keuangan. Utang sewa yang terkait, dikurangi dengan beban keuangan, dimasukkan ke dalam “Liabilitas sewa”. Elemen bunga dari beban keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat bunga periodik yang konstan untuk saldo liabilitas yang tersisa pada setiap periode. Each lease payment is allocated between the liability and the finance cost. The corresponding rental obligations, net of finance cost, are included in “Lease liabilities”. The finance cost is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. Modifikasi sewa Lease modification Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika kedua kondisi berikut terpenuhi: The Group accounts for a lease modification as a separate lease if both condition met: - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu atau lebih aset yang mendasarinya; dan - pembayaran sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga yang berdiri sendiri untuk peningkatan ruang lingkup dan setiap penyesuaian yang tepat atas harga yang berdiri sendiri tersebut untuk mencerminkan keadaan kontrak tertentu. - the modification increases the scope of the lease by adding the right to use one or more underlying assets; and - the consideration for the lease increases by an amount commensurate with the stand -alone price for the increase in scope and any appropriate adjustments to that stand-alone price to reflect the circumstances of the particular contract. Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Grup: For a lease modification that is not accounted for as a separate lease, at the effective date of the lease modification, the Group: - mengukur kembali dan mengalokasikan pembayaran dalam kontrak yang dimodifikasi. - menentukan masa sewa dari sewa yang dimodifikasi. - mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa yang direvisi menggunakan tingkat diskonto yang direvisi berdasarkan sisa masa sewa dan sisa pembayaran sewa dengan penyesuaian yang sesuai dengan aset hak -guna. Tingkat diskonto yang direvisi ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal efektif modifikasi. - remeasures and allocate the consideration in the modified contract. - determines the lease term of the modified lease. - remeasures the lease liability by discounting the revised lease payments using a revised discount rate on the basis of the remaining lease term and the remaining lease payment with a corresponding adjustment to the right -of-use assets. The revised discount rate is determined as the Group’s incremental borrowing rate at the effective date of the modification..
Page 38
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 33 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) n. Sewa (lanjutan) n. Leases (continued) Sebagai Penyewa (lanjutan) As Lessee (continued) Modifikasi sewa (lanjutan) Lease modification (continued) Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Grup: (lanjutan) For a lease modification that is not accounted for as a separate lease, at the effective date of the lease modification, the Group: (continued) - menurunkan nilai tercatat aset hak -guna untuk mencerminkan penghentian sebagian atau seluruh sewa untuk modifikasi sewa yang mengurangi ruang lingkup sewa. Grup mengakui dalam laporan laba rugi setiap keuntungan atau kerugian yang berkaitan dengan penghent ian sebagian atau seluruh sewa, dan - decreases the carrying amount of the right - of-use asset to reflect the partial or full termination of the lease for lease modifications that decrease the scope of the lease. The Group recognises in profit or loss any gain or loss relating to the partial or full termination of the lease, and - membuat penyesuaian yang sesuai dengan aset hak-guna untuk semua modifikasi sewa lainnya. - makes a corresponding adjustment to the right -of- use asset for all other lease modifications. Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah Short-term leases and leases of low-value assets Grup memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang sejak tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi pembelian dan aset bernilai -rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangk a pendek dan sewa atas aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa. The Group elected not to recognise right-of-use assets and lease liabilities for short -term leases which have a lease term of 12 months or less from the commencement date and do not contain a purchase option and low-value assets. Lease payments on short- term leases and leases of low -value assets are recognised as expense on a straight-line basis over the lease term. Sebagai Pesewa As Lessor Pada sewa di mana Grup tidak mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk melakukan negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen diakui sebagai pendapatan pada periode perolehan. Leases in which the Group does not transfer substantially all the risks and rewards of ownership of an asset are classified as operating leases. Rental income from operating leases is recognized on a straight -line basis over the terms of the relevant lease. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognised over the lease term on the same basis as rental income. Contingent rents are recognised as revenue in the period in which they are earned. o. Properti investasi o. Investment properties Properti yang dimiliki untuk disewakan dalam jangka panjang atau untuk kenaikan harga atau keduanya, dan yang tidak ditempati oleh entitas -entitas dalam Grup, diklasifikasikan sebagai properti investasi. Properti investasi juga mencakup properti yang sedang dikonstruksi atau dikembangkan untuk digunakan sebagai properti investasi di masa depan. Property that is held for long -term rental yield or for capital appreciation or both, and that is not occupied by the entities within the Group, is classified as investment property. Investment property also includes property that is being constructed or developed for future use as an investment property. Properti investasi awalnya diukur berdasarkan biayanya, termasuk biaya transaksi yang terkait dan biaya pinjaman yang berlaku. Investment property is measured initially at its cost, including related transaction costs and where applicable borrowing costs. Setelah pengakuan awal, properti investasi dicatat sebesar nilai wajarnya. Properti investasi yang sedang dalam pengembangan ulang untuk penggunaan lebih lanjut sebagai properti investasi atau ketika pasar menjadi kurang aktif tetap dicatat sebesar nilai wajarnya. After initial recognition, investment property is carried at fair value. Investment property that is being redeveloped for continuing use as an investment property or for which the market has become less active continues to be measured at fair value.
Page 39
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 34 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) o. Properti investasi (lanjutan) o. Investment properties (continued) Properti investasi dalam konstruksi diukur menggunakan nilai wajar jika nilai wajar dianggap dapat diukur secara andal. Properti investasi dalam konstruksi yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, tetapi Perusahaan mengharapkan nilai wajarnya dapat diukur secara andal ketika konstruksi selesai, diukur senilai biaya dikurangi penurunan nilai sampai nilai wajarnya dapat diukur secara andal atau konstruksi diselesaikan - yang mana yang lebih awal. Investment property under construction is measured at fair value if the fair value is considered to be reliably determinable. Investment properties under construction for which the fair value cannot be determined reliably, but for which the Company expects that the fair value of the property will be reliably determinable when construction is completed, are measured at cost less impairment until the fair value becomes reliably determinable or construction is completed - whichever is earlier. Properti investasi Grup terdiri dari: Investment properties of the Group consist of the following: (i) Tanah (i) Land Merupakan tanah yang belum ditentukan tujuan penggunaannya dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Represents land that its intended use has not been determined yet and is not for use in the production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the ordinary course of business. (ii) Bangunan (ii) Building Merupakan gedung perkantoran yang disewakan kepada pihak lain. Represents office buildings rented to other parties. Nilai wajar didasarkan kepada harga pasar aktif, disesuaikan, jika perlu, dengan perbedaan alam, lokasi atau kondisi dari aset tersebut. Jika informasi tersebut tidak tersedia, Grup menggunakan metode penilaian alternatif, seperti harga terbaru di pasar yang kurang aktif atau proyeksi arus kas yang didiskontokan. Penilaian dilakukan pada tanggal neraca oleh penilai ahli dengan kualifikasi yang diakui dan relevan dan memiliki pengalaman terbaru atas lokasi dan kategori dari properti investasi dinilai. Penilaian ini membentuk dasar untuk nilai tercatat pada laporan keuangan konsolidasian. Perubahan nilai wajar diakui di laba rugi sebagai bagian dari “Penghasilan (beban) lain-lain - neto”. Fair value is based on active market prices, adjusted, if necessary, for differences in the nature, location or condition of the specific asset. If this information is not available, the Group uses alternative valuation methods, such as recent prices on le ss active markets or discounted cash flow projections. Valuations are performed as of the financial position date by professional valuers who hold recognised and relevant professional qualifications and have recent experience in the location and category of the investment property being valued. These valuations form the basis for the carrying amounts in the consolidated financial statements. Changes in the fair value are recognised in profit or loss as part of “Other income (expenses) - net”. Properti investasi dihentikan pengakuannya baik saat dilepas atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari pelepasannya. Selisih antara hasil neto pelepasan dan nilai tercatat aset diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian pengakuan. Investment properties are derecognised either when they have been disposed of or when they are permanently withdrawn from use and no future economic benefit is expected from their disposal. The difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset is recognised in p rofit or loss in the period of derecognition. Pengalihan dilakukan ke (atau dari) properti investasi hanya jika terdapat perubahan penggunaan. Untuk pengalihan dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, biaya yang dianggap untuk akuntansi selanjutnya adalah nilai wajar pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri oleh Grup menjadi properti investasi, Grup mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap untuk properti yang dimiliki dan sesuai dengan sewa untuk properti yang dikuasai oleh penyewa sebagai aset hak-guna sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya. Transfers are made to (or from) investment property only when there is a change in use. For a transfer from investment property to owner -occupied property, the deemed cost for subsequent accounting is the fair value at the date of change in use. If an owne r-occupied property becomes an investment property, the Group shall record the investment property in accordance with the fixed assets policies for owned property and in accordance with leases for property held by a lessee as a right-of-use asset up to the date of change in use.
Page 40
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 35 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) p. Aset takberwujud p. Intangible assets Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program piranti lunak komputer diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang dapat secara langsung diatribusikan kepada desain dan pengujian produk piranti lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang dikendalikan oleh Grup diakui sebagai aset takberwujud. Biaya pengembangan piranti lunak komputer diakui sebagai aset yang diamortisasi selama estimasi masa manfaat ekonomis antara 4 sampai dengan 20 tahun. Costs associated with maintaining computer software programs are recognised as an expense as incurred. Development costs that are directly attributable to the design and testing of identifiable and unique software products controlled by the Group are recog nised as intangible assets. Computer software development costs recognised as assets are amortised over their estimated useful lives to be within 4 to 20 years. q. Penurunan nilai aset non-keuangan q. Impairment of non-financial assets Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan (yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis), maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. The Group assesses at each reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when annual impairment testing for an asset is required (i.e. an intangible asset with an indefinite useful life, an intangible asset not yet available for use, or goodwill acquired in a business combination), the Group makes an estimate of the asset’s recoverable amount. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau unit penghasil kas dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi. An asset’s recoverable amount is the higher of the asset’s or its cash-generating unit’s fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately in profit or loss, unless the relevant asset is carried at reva lued amount, in which the impairment loss is treated as a revaluation decrease. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini diku atkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. An assessment is made at each annual reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized for an asset other than goodwill may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the r ecoverable amount is estimated.
Page 41
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 36 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) q. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) q. Impairment of non-financial assets (continued) Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi -asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut di batasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nila i diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali aset yang bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. A previously recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciat ion, had no impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, unless the relevant asset is carried at a revalued amount, in which case the reversal of the impairment loss is treated as a revaluation increase. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset’s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life. r. Utang usaha dan utang lain-lain r. Trade and other payables Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha biasa dari pemasok. Utang lain -lain merupakan saldo utang yang timbul dari transaksi di luar kegiatan usaha biasa. Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Other payables are payables arising from transactions outside of the ordinary course of business. Utang usaha dan utang lain -lain diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Trade and other payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). If not, they are presented as non-current liabilities. Utang usaha dan utang lain -lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Trade and other payables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method. s. Imbalan kerja s. Employee benefits Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi. Short-term employee benefits are employee benefits which are due for payment within twelve months after the reporting period and recognized when the employees have rendered this related service. Liabilities are recognized when the employee renders services to the Group where all changes in the carrying amount of the liability are recognized in profit or loss.
Page 42
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 37 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) s. Imbalan kerja (lanjutan) s. Employee benefits (continued) Imbalan pascakerja program imbalan pasti Defined benefit plan Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang -Undang No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang -Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja menjadi Undang -Undang. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan. The Group recognized unfunded employee benefits liability in accordance with Law No. 6 of 2023 concerning the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 2022 on Job Creation to Become Law. Pension costs under the Group’s defined benefit p ension plans are determined by periodic actuarial calculation using the projected -unit-credit method and applying the assumptions on discount rate, return on plan assets and annual rate of increase in compensation. Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset (jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pen gukuran kembali diakui sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Remeasurement, comprising actuarial gains and losses, the effect of the changes to the asset ceiling (if applicable) and the return on plan assets (excluding interest), is reflected immediately in the consolidated statement of financial position with a cha rge or credit recognized in other comprehensive income in the period in which they occur in order for the net pension asset or liability recognized in the consolidated statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit and surplu s. Remeasurement recognized in other comprehensive income is reflected immediately as a separate item under other comprehensive income in equity and will not be reclassified to profit or loss. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Past service cost is recognized in profit or loss when the plan amendment or curtailment occurs, or when the Group recognizes related restructuring costs or termination benefits, if earlier. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: Net interest is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset. Defined benefit costs are categorized as follows: • Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian) • Beban atau pendapatan bunga neto • Pengukuran kembali • Service cost (including current service cost, past service cost, as well as gains and losses on curtailments and settlements) • Net interest expense or income • Remeasurement Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi . Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. The Group presents the first two components of defined benefit costs in profit or loss. Curtailment gains and losses are accounted for as past service costs. t. Akrual dan provisi t. Accruals and provisions Akrual dan provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manf aat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Akrual dan provisi tidak diakui untuk kerugian operasi di masa mendatang. Accruals and provisions are recognised when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of th e amount of the obligation. Accruals and provisions are not recognised for future operating losses.
Page 43
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 38 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) t. Akrual dan provisi (lanjutan) t. Accruals and provisions (continued) Akrual dan provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi terbaik manajemen atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban. Peningkatan provisi karena berjalannya waktu diakui sebagai beban bunga. Accruals and provisions are measured at the present value of management’s best estimate of the expenditure required to settle the present obligation at the end of the reporting period. The discount rate used to determine the present value is a pretax rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the liability. The increase in the provision due to the passage of time is recognised as interest expense. Akrual dan provisi direviu pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus kas keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi tersebut dibalik. Accruals and provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. u. Pinjaman u. Borrowings Pinjaman diakui pada awalnya sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya transaksi yang terjadi. Pinjaman kemudian dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi; selisih antara hasil perolehan (dikurangi dengan biaya transaksi) dan nilai penarikan diakui dalam laba rugi selama periode pinjaman dengan menggunakan metode EIR. Borrowings are recognised initially at fair value, net of transaction costs incurred. Borrowings are subsequently carried at amortised cost; any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value is recognised in profit or loss over the period of the borrowing, using the EIR method. Biaya yang dibayarkan untuk pembukaan fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya tersebut ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sejauh tidak ada bukti bahwa ada kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya tersebut dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk layanan likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait. Fees paid on the establishment of loan facilities are recognised as transaction costs of the loan to the extent that it is probable that some or all of the facility will be drawn down. In this case, the fee is deferred until the draw-down occurs. To the ex tent that there is no evidence that it is probable that some or all of the facility will be drawn down, the fee is capitalised as a pre - payment for liquidity services and amortised over the period of the facility to which it relates. Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali Grup memiliki hak tanpa syarat untuk menunda pembayaran liabilitas selama paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Borrowings are classified as current liabilities unless the Group has an unconditional right to defer the settlement of the liability for at least 12 months after the reporting date. v. Pengakuan pendapatan v. Revenue recognition Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan. Grup secara umum menyimpulkan bahwa Grup adalah prinsipal dalam pengaturan pendapatannya. Revenue is measured based on the consideration to which the Group expects to be entitled in a contract with a customer and excludes amounts collected on behalf of third parties. The Group recognizes revenue when it transfers control of a product or service to a customer. The Group has generally concluded that it is the principal in its revenue arrangements. Penjualan barang Sale of goods Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian aset dialihkan kepada pelanggan, umumnya pada saat penyerahan barang. Revenue from sale of goods is recognised at the point in time when control of the asset is transferred to the customer, generally on delivery of the goods.
Page 44
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 39 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) v. Pengakuan pendapatan (lanjutan) v. Revenue recognition (continued) Penjualan barang (lanjutan) Sale of goods (continued) Grup mempertimbangkan apakah ada janji lain dalam kontrak yang merupakan kewajiban pelaksanaan terpisah yang perlu dialokasikan sebagian dari harga transaksi. Dalam menentukan harga transaksi untuk penjualan barang, Grup mempertimbangkan pengaruh dari imbalan variabel. The Group considers whether there are other promises in the contract that are separate performance obligations to which a portion of the transaction price needs to be allocated. In determining the transaction price for the sale of goods, the Group consider s the effects of variable consideration. Pendapatan dari penjualan ini diakui berdasarkan harga jual dikurangi diskon, estimasi insentif penjualan, rabat volume dan biaya pemasaran dan promosi lainnya, dan tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”). Revenue from these sales is recognised based on the sales price, net of the discount, estimated sales incentives, volume rebates and other marketing and promotion costs and excludes Value Added Tax (“VAT”). (i) Imbalan variabel (i) Variable consideration Jika imbalan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup mengestimasi jumlah imbalan yang menjadi haknya sebagai imbalan atas pengalihan barang kepada pelanggan. Imbalan variabel diestimasi pada awal kontrak dan dibatasi hingga kemungkinan besar bahwa pembalikan pendapatan yang material dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan imbalan variabel kemudian diselesaikan. If the consideration in a contract includes a variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it will be entitled in exchange for transferring the goods to the customer. The variable consideration is estimated at contract inceptio n and constrained until it is highly probable that a material revenue reversal in the amount of cumulative revenue recognised will not occur when the associated uncertainty with the variable consideration is subsequently resolved. Beberapa kontrak untuk penjualan barang memberi hak retur dan rabat volume kepada pelanggan. Hak retur dan rabat volume menimbulkan imbalan variabel. Some contracts for the sale of goods provide customers with a right of return and volume rebates. The rights of return and volume rebates give rise to variable consideration. - Hak retur - Rights of return Kontrak tertentu memberi pelanggan hak untuk mengembalikan barang dalam jangka waktu tertentu. Certain contracts provide a customer with the right to return the goods within a specified period. Grup menggunakan metode nilai yang diharapkan untuk mengestimasi barang yang tidak akan dikembalikan karena metode ini paling baik memprediksi jumlah imbalan variabel yang menjadi hak Grup. Ketentuan dalam PSAK 115 tentang estimasi batasan atas imbalan variabel juga diterapkan untuk menentukan jumlah imbalan variabel yang dapat dimasukkan ke dalam harga transaksi. The Group uses the expected value method to estimate the goods that will not be returned because this method best predicts the amount of variable consideration to which the Group will be entitled. The requirements in PSAK 115 on constraining estimates of v ariable consideration are also applied in order to determine the amount of variable consideration that can be included in the transaction price. Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup mengestimasi barang yang diharapkan akan dikembalikan dan mengakui provisi retur penjualan dan hak retur aset (dan penyesuaian beban pokok penjualan atas provisi retur penjualan tersebut) juga mengakui hak retur as et untuk menerima kembali barang dari pelanggan dan melakukan penyesuaian terkait terhadap beban pokok penjualan. At each reporting period, the Group estimates the goods that are expected to be returned and recognises a provision for sales return and the right of return asset (and corresponding adjustment to cost of goods sold) is also recognized for the right to recover the goods from the customers.
Page 45
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 40 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) v. Pengakuan pendapatan (lanjutan) v. Revenue recognition (continued) Penjualan barang (lanjutan) Sale of goods (continued) (i) Imbalan variable (lanjutan) (i) Variable consideration (continued) - Rabat volume - Volume rebates Kontrak tertentu dengan pelanggan memberikan rabat volume berdasarkan pencapaian penjualan selama periode program rabat. Grup mengakui liabilitas kontrak terkait dengan rabat volume ini sebagai bagian dari beban akrual pemasaran dan promosi pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Certain contracts with customers provide volume rebates based on the sales achievement during the rebate programme period. The Group recognize liability related to volume rebates as part of accrual marketing and promotion in the consolidated statement of financial position. Program loyalitas pelanggan Customer loyalty programme Grup memiliki program poin loyalitas yang memungkinkan pelanggan mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan barang gratis. Poin loyalitas menimbulkan kewajiban pelaksanaan terpisah karena memberikan hak material kepada pelanggan. Sebagian dari harga tr ansaksi dialokasikan ke poin loyalitas yang diberikan kepada pelanggan berdasarkan harga jual berdiri sendiri dan diakui sebagai liabilitas kontrak sampai poin tersebut ditukarkan. Liabilitas kontrak tersebut disajikan sebagai bagian dari “Beban akrual” da lam laporan posisi keuangan konsolidasian. Pendapatan diakui pada saat penukaran produk oleh pelanggan. The Group has a loyalty points programme that allows customers to accumulate points that can be redeemed for free goods. The loyalty points give rise to a separate performance obligation as they provide a material right to the customer. A portion of the t ransaction price is allocated to the loyalty points awarded to customers based on relative stand -alone selling price and recognised as a contract liability until the points are redeemed. The contract liability is presented as part of “Accrued expenses” in the consolidated statements of financial position. Revenue is recognised upon redemption of products by the customer. Ketika pihak lain terlibat dalam penyediaan barang gratis kepada pelanggannya, Grup menentukan apakah ia adalah prinsipal atau agen dalam transaksi ini dengan mengevaluasi sifat dari janjinya kepada pelanggan. Grup sepenuhnya bertanggung jawab untuk memenu hi janji atas pemberian barang gratis kepada pelanggan yang memenuhi syarat. Grup menetapkan bahwa Grup mengendalikan barang gratis sebelum ditransfer ke pelanggan dan memiliki kemampuan untuk mengarahkan penggunaan barang gratis tersebut. Oleh karena itu, Grup menyimpulkan bahwa Grup adalah prinsipal dalam pengaturan ini. Pada saat penukaran poin loyalitas oleh pelanggan, Grup mencatat biaya barang gratis sebagai bagian dari harga pokok penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. When another party is involved in providing promotional free goods to its customer, the Group determines whether it is a principal or an agent in these transactions by evaluating the nature of its promise to the customer. The Group is primarily responsible for fulfilling the promise to provide free goods to eligible customers. The Group determined that they control the free goods before they are transferred to customers and have the ability to direct the use of the free goods. Therefore, the Group concluded that it is the principal in this arrangement. Upon redemption of loyalty points by the customer, the Group records the cost of promotional free goods as part of the cost of goods sold in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. w. Pajak penghasilan w. Income tax Beban (manfaat) pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak kini dan pajak tangguhan harus diakui sebagai beban atau penghasilan dan dimasukkan dalam laba rugi periode berjalan, kecuali sepanjang pajak tersebut timbul dari suatu tr ansaksi atau peristiwa yang diakui, pada periode yang sama atau berbeda, di luar laba rugi, baik dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung dalam ekuitas atau dari suatu kombinasi bisnis. Income tax expense (income) comprises current and deferred tax. Current and deferred tax shall be recognised as expense or an income and included in profit or loss for the period, except to the extent that the tax arises from a transaction or event which i s recognised, in the same or a different period, outside profit or loss, either in other comprehensive income or directly in equity or a business combination.
Page 46
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 41 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) w. Pajak penghasilan (lanjutan) w. Income tax (continued) Pajak kini Current tax Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. Current tax expense is calculated using tax rates that have been enacted or substantively enacted at end of the reporting period, and is provided based on the estimated taxable income for the year. Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect to situations in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provision where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Underpayment or overpayment of corporate income tax are presented as part of income tax expense in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income. Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan. Interests and penalties arising from tax assessments and underpayment or overpayment of other taxes are presented as part of other operating income or expenses since they are not considered as part of the income tax expense. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup. Amendments to tax obligations are recorded when a tax assessment letter is received. If the Group files an appeal, the Group considers whether it is probable that a taxation authority will accept the appeal and reflect its effect on the Group’s tax obligations. Pajak tangguhan Deferred tax Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompens asi perbedaan temporer dan rugi fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temp orer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill. Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences at the reporting date between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences with certain exceptions. Deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax losses carry-forward to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and tax losses carry-forward can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary differences arise from the initial recognition (other than in a business combination or transa ctions that give rise to equal taxable and deductible temporary differences) of assets and liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition, deferred tax liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition of goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax laws that have been enacted or substantively enacted at the end of reporting period.
Page 47
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 42 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) w. Pajak penghasilan (lanjutan) w. Income tax (continued) Pajak tangguhan (lanjutan) Deferred tax (continued) Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi -transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas. The related tax effects of the provisions for and/or reversals of all temporary differences during the year, including the effect of change in tax rates, are credited or charged to current period operations, except to the extent that they relate to items p reviously charged or credited to other comprehensive income or directly in equity. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. The measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the tax consequences that would follow from the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the carrying amount of their assets and liabilities. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan. The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable income will be available to allow all or part of the benefit of that deferred tax as set to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable income will allow the deferred tax assets to be recovered. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan liabilitas dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan. Deferred tax assets and liabilities are offset when a legally enforceable right exists to offset current tax assets against current tax liabilities, and the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to the same taxable entity, or the Gro up intends to settle its current tax liabilities and assets on a net basis, or to realise the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered. Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax Pendapatan, beban-beban dan aset -aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali: Revenue, expenses and assets are recognized net of the amount of Value Added Tax (“VAT”) except: • PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan • Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN. • Where the VAT incurred on a purchase of assets or services is not recoverable from the taxation authority, in which case the VAT is recognized as part of the cost of acquisition of the asset or as part of the expense of the asset or as part of the expense item as applicable; and • Receivables and payables that are stated with the amount of VAT included. Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian. The net amount of VAT recoverable from, or payable to, the taxation authorities is included as part of receivables or payables in the consolidated statements of financial position.
Page 48
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 43 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) w. Pajak penghasilan (lanjutan) w. Income tax (continued) Pajak final Final tax Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212, “Pajak Penghasilan”. In accordance with the tax regulation in Indonesia, final tax is applied to the gross value of transactions, even when the parties carrying the transactions are recognizing losses. Final tax is scoped out from PSAK 212, “Income Taxes”. Beban pajak sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan dan dicatat sebagai beban pajak final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak. Tax expense related to income subject to final tax is recognised in proportion to total income recognised during the current year for accounting purposes and recorded as final tax expense. The differences between the final tax paid and the amount charged as final tax expense in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income is rec ognised as prepaid tax or tax payable. x. Modal saham x. Share capital Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang penerimaan, setelah dikurangi pajak. Ordinary shares are classified as equity. Incremental costs directly attributable to the issue of new ordinary shares or options are shown in equity as a deduction, net of tax, from the proceeds. Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan langsung dengan penerimaan dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Costs incurred in connection with the Company’s issuance of share capital to the public were offset directly with the proceeds and presented as a deduction to the additional paid -in capital account in the consolidated statements of financial position. Ketika entitas Grup membeli modal saham ekuitas Perusahaan (saham treasuri), imbalan yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik eku itas Perusahaan sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasuk kan pada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perusahaan. Where any Group entity purchases the Company’s equity share capital (treasury shares), the consideration paid, including any directly attributable incremental costs (net of income taxes) is deducted from equity attributable to the Company’s equity holders until the shares are cancelled or reissued. Where such ordinary shares are subsequently reissued, any consideration received, net of any directly attributable incremental transaction costs and the related income tax effects, is included in equity attributa ble to the Company’s equity holders. y. Dividen y. Dividends Distribusi dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian Grup pada periode dimana dividen telah disetujui oleh pemegang saham entitas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Grup (“RUPS”). Dividend distribution to the Group’s shareholders is recognised as a liability in the Group’s consolidated financial statements in the period in which the dividends are approved by the Group’s General Meeting of Shareholders. z. Laba per saham z. Earnings per share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata -rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun berjalan. Basic earnings per share are calculated by dividing the profit attributable to the equity holders of the Company by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year.
Page 49
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 44 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) z. Laba per saham (lanjutan) z. Earnings per share (continued) Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka jumlah saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan proporsional atas jumlah saham beredar seolah -olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari periode sajian paling awal. If the number of ordinary shares outstanding is increased without an increase in resources, the number of ordinary shares outstanding before the event is adjusted for the proportionate change in the number of ordinary shares outstanding as if the event had occurred at the beginning of the earliest period presented. aa. Pengukuran nilai wajar aa. Fair value measurement Grup mengukur aset tetap - tanah dan properti investasi pada nilai wajar. Grup juga mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. The Group measures fixed assets - land and investment properties at fair value. The Group also initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities of the acquirees upon business combinations. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi un tuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either: i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. i) In the principal market for the asset or liability, or ii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup. The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Group. Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non -keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan mengg unakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya. A fair value measurement of a non-financial asset takes into account a market participant’s ability to generate economic benefits by using the asset in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the asset in its highest and best use. Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable). The Group use valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs. Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole: i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran. i) Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities.
Page 50
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 45 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (continued) aa. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) aa. Fair value measurement (continued) Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: (lanjutan) All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole: (continued) ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan ( input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati ( observable) baik secara langsung atau tidak langsung. iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan ( input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati ( unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung. ii) Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable. iii) Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable. Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan. For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on recurring basis, the Group determine whether transfers have occurred between levels in the hierarchy by re -assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period. bb. Informasi segmen bb. Segment information Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasi utama. Pengambil keputusan operasi utama, yang bertanggung jawab mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi, telah diidentifikasi sebagai komite pengarah yang mengambil keputusan strategis. Operating segments are reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating decision -maker. The chief operating decision-maker, who is responsible for allocating resources and assessing the performance of the operating segments, has been identified as the steering committee that makes strategic decisions. Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk yang dikelola secara independen oleh masing -masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara lan gsung kepada manajemen Grup yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen. Pengungkapan tambahan pada masing - masing segmen terdapat dalam Catatan 37, termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen. For management purposes, the Group is organised into two operating segments based on their products which are independently managed by the respective segment managers responsible for the performance of the respective segments under their charge. The segmen t managers report directly to the Group’s management who regularly review the segment’s results in order to allocate resources to the segments and assess the segment’s performance. Additional disclosures on each of these segments are shown in Note 3 7, including the factors used to identify the reportable segments and the measurement basis of segment information. cc. Peristiwa setelah periode pelaporan cc. Events after the reporting period Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan konsolidasian. Events after the reporting period that provide additional information about the Group’s position at the reporting period (adjusting events) are reflected in the consolidated financial statements. Events after the reporting period that are not adjusting events, if any, are disclosed when material to the consolidated financial statements.
Page 51
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 46 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY Penyusunan laporan keuangan konsolidasian interim Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Estimasi, asumsi, d an pertimbangan tersebut dievaluasi secara terus menerus berdasarkan pengalaman historis dan faktor -faktor lainnya, termasuk harapan peristiwa di masa datang yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada. The preparation of the Group’s interim consolidated financial statements requires management to make judgements, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Estimates, assumptions and judgements are continuously evaluated based on historical experience and other factors, including expectations of future events that are believed to be reasonable under the circumstances. Grup telah mengidentifikasi hal -hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi dan asumsi signifikan dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda dan dapat memengaruhi secara material h asil keuangan atau posisi keuangan konsolidasian Grup yang dilaporkan dalam tahun mendatang. The Group has identified the following matters under which significant judgements, estimates and assumptions are made and where actual results may differ from these estimates under different assumptions and conditions and may materially affect the consolidated financial results or financial position of the Group reported in future years. Penilaian model bisnis Business model assessment Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup mema ntau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan b isnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan d engan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang disajikan. Classification and measurement of financial assets depends on the results of the SPPI testing and the business model test. The Group determines the business model at a level that reflects how groups of financial assets are managed together to achieve a particular business objective. This assessment includes judgment reflecting all relevant evidence including how the performance of the assets is evaluated and their performance measured, the risks that affect the performance of the assets and how these are managed and how the managers of the assets are compensated. The Group monitors financial assets measured at amortized cost or fair value through other comprehensive income that are derecognized prior to their maturity to understand the reason for their disposal and whether the reasons are consistent with the objective of the business for which the asset was held. Monitoring is part of the Group’s continuous assessment of whether the business model for which the remaining financial assets are held continues to be appropriate and if it is not appropriate whether there has been a change in business model and so a prospective change to the classification of those assets. No such changes were required during the periods presented. Beban akrual pemasaran dan promosi Accrued marketing and promotion expenses Grup mengevaluasi kelayakan beban akrual promosi dan pemasaran pada setiap akhir periode pelaporan. The Group evaluates the appropriateness of accrued marketing and promotion expenses at every end of reporting period. Grup membuat pertimbangan yang signifikan untuk mengestimasi jumlah beban akrual pemasaran dan promosi pada akhir tahun. Asumsi-asumsi utama dalam penentuan beban akrual pemasaran dan promosi adalah harga barang promosi dan estimasi pencapaian penjualan. Ketidakpastian muncul sehubungan dengan harga barang promosi dan jumlah aktual pencapaian penjualan, yang mungkin berbeda dengan estimasi. Setiap perubahan dari faktor-faktor ini akan berdampak pada jumlah realisasi yang dapat berbeda dari beban akrual pemasaran dan promosi. The Group exercised significant assumptions and judgements to estimate the accrued marketing and promotion expenses amounts at the end of the year. The key assumptions in determining the accrued marketing and promotion expenses were price of the promotional goods and estimated sales achievement. Uncertainties exist with respect to price of the promotional goods and the actual sales achievement, which may be different from the estimation. Any changes in these factors will impact the realisable amount which can be different from the reported accrued marketing and promotion expenses.
Page 52
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 47 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Nilai wajar aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) Fair value of fixed assets (land) and investment properties (land and building) Nilai wajar dari aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) ditentukan menggunakan teknik valuasi. Aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) milik Grup divaluasi oleh penilai independen profesional yang memiliki kua lifikasi yang relevan dan pengalaman yang berhubungan dengan lokasi dan segmen aset tetap (tanah) dan properti investasi (tanah dan bangunan) yang akan dinilai. Untuk semua penilaian, penggunaan saat ini setara dengan penggunaan tertinggi dan terbaik. The fair value of fixed assets (land) and investment properties (land and building) is determined by using valuation techniques. The Group’s fixed assets (land) and investment properties (land and building) were valued by independent professionally qualifi ed valuers who hold a recognised relevant professional qualification and have recent experience in the locations and segment of the fixed assets (land) and investment properties (land and building) valued. For all valuations, their current use equates to the highest and best use. Nilai wajar untuk tanah yang dimiliki dalam aset tetap dan properti investasi ditentukan menggunakan pendekatan pasar. Pendekatan ini mempertimbangkan nilai pasar tanah untuk properti pembanding di sekitar lokasi, dengan penyesuaian- penyesuaian tertentu yang dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik dari tanah tersebut, seperti status sertifikasi tanah, uk uran properti, lokasi, akses menuju lokasi. Hal yang paling signifikan dalam pendekatan ini adalah harga pasar tanah per meter persegi. Nilai wajar dari bangunan ditentukan menggunakan teknik penilaian berdasarkan model arus kas yang didiskontokan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 12 dan 13. The fair value for land held in fixed assets and investment properties was determined using the market approach. This approach takes into account the market price of land for comparable properties in the vicinity, with certain adjustments for differences due to different characteristics of the land, such as land certificate status, property size, location and accessibility. The most significant input into this valuation approach is the land market price per square metre. The fair value of building held in investment properties was determined by using a valuation techniques based on a discounted cash flow model. Further details are disclosed in Notes 12 and 13. Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap Estimated useful lives of fixed assets Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 30 tahun. The fixed assets are depreciated on a straight -line method over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these fixed assets to be within 4 to 30 years. Grup secara periodik menelaah estimasi masa manfaat aset tetap berdasarkan beberapa faktor diantaranya spesifikasi teknis, operasi dan kebutuhan usaha. Laporan keuangan konsolidasian dapat terpengaruh secara material terhadap perubahan dalam estimasi terse but. Manajemen akan merevisi beban penyusutan dimana masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya, atau penghapusan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang atau aset non -strategis yang dihentikan penggunaannya atau dijua l. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13. The Group periodically reviews the estimated useful lives of fixed assets based on several factors such as technical specification, operation and business needs. The consolidated financial statements could be materially affected by changes in these estimat es. Management will revise the depreciation charged where useful lives are different to those previously estimated, or it will write off or written down technically obsolete or non-strategic assets that have been abandoned or sold. Further details are disc losed in Note 13. Sewa Leases Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset, bahkan jika hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan. Determining whether an arrangement is or contains a lease requires careful judgement to assess whether the arrangement conveys a right to obtain substantially all the economic benefits from the use of the asset throughout the period of use and the right to direct the use of the asset, even if the right is not explicitly specified in the arrangement.
Page 53
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 48 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Sewa (lanjutan) Leases (continued) Grup memiliki berbagai perjanjian sewa dimana Grup bertindak sebagai lessee sehubungan dengan aset tertentu. Grup mengevaluasi apakah risiko dan manfaat yang signifikan atas kepemilikan aset sewaan dialihkan kepada penyewa atau dipertahankan oleh Grup berdasarkan PSAK 116, yang mengharuskan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi atas pengalihan risiko dan manfaat kepemilikan aset yang disewa. The Group has various lease agreements where the Group acts as a lessee in respect of certain assets. The Group evaluates whether significant risks and rewards of ownership of the leased asset are transferred to the lessee or retained by the Group based on PSAK 116, which requires the Group to make judgements and estimates of the transfer of risks and rewards of ownership of the leased asset. Karena Grup tidak dapat dengan mudah menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk sampai pada tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu di mana sewa dimasukkan, dan mata uang di mana pembayaran sewa ditentukan. Since the Group could not readily determine the implicit rate, management uses the Group’s incremental borrowing rate as a discount rate. There are a number of factors to consider in determining an incremental borrowing rate, many of which need judgement i n order to be able to reliably quantify any necessary adjustments to arrive at the final discount rates. In determining the incremental borrowing rate, the Group considers the following main factors: the Group’s corporate credit risk, the lease term, the l ease payment term, the economic environment, the time at which the lease is entered into, and the currency in which the lease payments are denominated. Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat dibatalkan, bersama dengan setiap periode yang tercakup dalam opsi untuk memperpanjang sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau setiap periode yang tercakup dalam opsi untuk mengakhiri sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan. The Group determines the lease term as the non- cancellable term of the lease, together with any periods covered by an option to extend the lease if it is reasonably certain to be exercised, or any periods covered by an option to terminate the lease, if it is reasonably certain not to be exercised. Pertimbangan dilakukan dalam mengevaluasi apakah cukup pasti akan menggunakan opsi untuk memperbarui atau mengakhiri sewa. Artinya, Grup mempertimbangkan seluruh faktor relevan yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan pembaruan atau penghentian. G rup juga mempertimbangkan apakah ada penalti signifikan untuk membatalkan (atau untuk tidak memperpanjang) kontrak, adanya leasehold improvement yang diperkirakan memiliki nilai sisa yang signifikan atau faktor lain mencakup sejarah durasi sewa dan biaya s erta halangan bisnis untuk menggantikan aset sewa dalam menelaah hak yang dapat dipaksakan untuk memperpanjang sewa diluar kontrak tertulis. The Group applies judgement in evaluating whether it is reasonably certain whether or not to exercise the option to renew or terminate the lease. That is, it considers all relevant factors that create an economic incentive for it to exercise either the renewal or termination. The Group also considers whether there are significant penalties to terminate (or not extend) the contracts, any leasehold improvement are expected to have a significant remaining value or other factors including historical lease durations and the costs and business disruption required to replace the leased assets in assessing the enforceable rights to extend the lease beyond the written contract. Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau perubahan signifikan dalam keadaan yang berada dalam kendali dan memengaruhi kemampuan Grup untuk menggunakan atau tidak menggunakan opsi untuk memperbarui atau menghentikan. The Group reassesses the lease term if there is a significant event or change in circumstances that is within its control and affects its ability to exercise or not to exercise the option to renew or to terminate.
Page 54
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 49 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Penilaian instrumen keuangan Valuation of financial instruments Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung penghasilan komprehensif lain Grup. The Group carries certain financial assets and liabilities at fair value, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair value would differ if the Company utilized a different valuation methodology. Any changes in a fair value of these financial assets and liabilities would directly affect the Company’s other comprehensive income. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan dalam Catatan 33. The carrying amounts of financial assets and financial liabilities carried at fair values in the consolidated statements of financial position as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are disclosed in Note 33. Penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak Allowance for obsolescence and slow-moving inventories Penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak diestimasi berdasarkan fakta dan situasi terbaik yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya y ang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 9. Allowance for obsolescence and slow -moving inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amounts of inventories are disclosed in Note 9. Imbalan pasca kerja dan pensiun Pension and employee benefits Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup diakui segera sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas. Semen tara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat liabilitas imbalan kerja diungkapkan pada Catatan 19. The determination of the Group’s obligations and cost for pension and employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, future annual salary increase, annual employee turn -over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Group’s assumptions are recognized immediately as a separate item under other comprehensi ve income in equity. While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group’s actual experiences or significant changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated liabilities f or pension and employee benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the employee benefits obligation are disclosed in Note 19.
Page 55
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 50 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Penurunan nilai piutang usaha dan lain-lain Impairment of trade and other receivables Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha dan lain -lain. Tarif provisi didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati Grup secara historis. Grup akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade and other receivables. The provision rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Group’s historical observed default rates. The Group will calibrate the m atrix to adjust the historical credit loss experience with forward-looking information. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor usaha Grup, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke depan dianalisa kembali. For instance, if forecast economic conditions are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased number of defaults in the Group’s industry sector, the historical default rates are adjusted. At every reporting date, the historica l observed default rates are updated and changes in the forward-looking estimates are analysed. Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Grup dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili actual default pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL atas piutang usaha Grup diungkapkan pada Catatan 6. The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Group’s histo rical credit loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of customer’s actual default in the future. The information about the ECLs on the Group’s trade receivables is disclosed in Note 6. Menentukan apakah poin loyalitas memberikan hak material kepada pelanggan Determining whether the loyalty points provide material rights to customers Segmen ritel Grup menjalankan program poin loyalitas yang memungkinkan pelanggan untuk mengumpulkan poin ketika mereka membeli barang di toko ritel Grup. Poin-poin tersebut dapat ditukarkan dengan produk gratis, bergantung pada jumlah poin minimum yang dip eroleh. Grup menilai apakah poin loyalitas tersebut memberikan hak material kepada pelanggan yang perlu untuk diperhitungkan sebagai kewajiban pelaksanaan terpisah. The Group’s retail segment operates a loyalty points program which allows customers to accumulate points when they purchase products in the Group’s retail stores. The points can be redeemed for free products, subject to a minimum number of points obtained. The Group assessed whether the loyalty points provide a material right to the customers that needs to be accounted for as a separate performance obligation. Grup menetapkan bahwa poin loyalitas memberikan hak material yang tidak akan diterima pelanggan tanpa menandatangani kontrak. Produk gratis yang diterima pelanggan ketika menukar poin loyalitasnya tidak mencerminkan harga yang berdiri sendiri yang akan dibayar oleh pelanggan yang tidak memiliki hubungan dengan Grup untuk produk tersebut. Hak pelanggan juga terkumpul ketika membeli produk tambahan. The Group determined that the loyalty points provide a material right that customers would not receive without entering into the contract. The free products the customers would receive by exercising the loyalty points do not reflect the stand -alone selling price that customers without an existing relationship with the Group would pay for those products. The customers’ right also accumulates as they purchase additional products.
Page 56
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 51 4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI PENTING DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan) 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued) Pajak penghasilan Income tax Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Karena ketidakpastian sehubungan dengan pos-pos pajak tersebut, terdapat kemungkinan bahwa, pada saat penyelesaian perpajakan di masa depan, hasil terakhir dapat berbeda secara signifikan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 20. Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. Due to the uncertainty asso ciated with such tax items, there is a possibility that, on conclusion of open tax matters at a future date, the final outcome may differ significantly. Further details are disclosed in Note 20. Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diha ruskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 20. Deferred tax assets are recognized for deductible temporary difference to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount o f deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. Further details are disclosed in Note 20. 5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Kas Cash on hand Rupiah 3,578 2,981 Rupiah Lain-lain 25 25 Others Jumlah kas 3,603 3,006 Total cash on hand Kas di bank Cash in banks Rupiah Rupiah PT Bank UOB Indonesia 308,921 101,577 PT Bank UOB Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 142,247 188,348 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 22,841 74,855 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk 15,599 27,097 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Tabungan Negara Tbk 13,183 2,887 PT Bank Tabungan Negara Tbk PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 13,024 9,440 (Persero) Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk 4,658 6,216 PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk 2,679 3,991 PT Bank OCBC NISP Tbk Lain-lain 2,932 2,342 Others Dolar AS US Dollar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (AS$ 10.977 pada tahun 2026 dan (US$ 10,977 in 2026 and AS$ 3.017 pada tahun 2025) 196 51 US$ 3,017 in 2025) Jumlah kas di bank 526,280 416,804 Total cash in banks
Page 57
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 52 5. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Deposito Time deposits Rupiah Rupiah PT Bank Tabungan Negara Tbk 300,000 535,000 PT Bank Tabungan Negara Tbk PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 300,000 250,000 (Persero) Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk 300,000 50,000 PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Taspen 270,000 150,000 PT Bank Mandiri Taspen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 200,000 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank DBS Indonesia Tbk 200,000 - PT Bank DBS Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 150,000 100,000 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Maspion Indonesia Tbk 100,000 150,000 PT Bank Maspion Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 100,000 - (Persero) Tbk Jumlah deposito 1,920,000 1,235,000 Total time deposits Jumlah (tidak termasuk cerukan) 2,449,883 1,654,810 Total (excluding bank overdraft) Tingkat bunga deposito per tahun 5.25% - 7.50% 4.50% - 6.50% Annual interest rates of time deposits Kas dan setara kas termasuk hal -hal berikut untuk kepentingan penyajian laporan arus kas konsolidasian interim: Cash and cash equivalents include the following for the purposes of the interim consolidated statement s of cash flows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Kas dan setara kas 2,449,883 1,654,810 Cash and cash equivalents Cerukan (Catatan 18) - (7,187 ) Bank overdraft (Note 18) Kas dan setara kas 2,449,883 1,647,623 Cash and cash equivalents Tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya. There is no balance of cash and cash equivalents pledged as collateral and restricted in use. 6. PIUTANG USAHA 6. TRADE RECEIVABLES 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Pihak ketiga 1,412,889 1,625,076 Third parties Dikurangi: penyisihan atas Less: allowance for expected kerugian kredit ekspektasian - (2,860 ) credit losses Pihak ketiga - neto 1,412,889 1,622,216 Third parties - net Pihak berelasi (Catatan 7) 9,699 8,047 Related parties (Note 7) Piutang usaha - neto 1,422,588 1,630,263 Trade receivables - net Jangka waktu rata -rata kredit penjualan barang adalah 42 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan pada piutang usaha. The average credit period on sale of goods is 42 days. No interest is charged on trade receivables.
Page 58
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 53 6. PIUTANG USAHA (lanjutan) 6. TRADE RECEIVABLES (continued) Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging analysis of trade receivables is as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Belum jatuh tempo 1,357,677 1,590,071 Not yet due Lewat jatuh tempo: Overdue: 1 - 30 hari 29,153 20,294 1 - 30 days 31 - 60 hari 18,190 10,316 31 - 60 days Lebih dari 60 hari 17,568 12,442 Over 60 days Dikurangi: penyisihan atas Less: allowance for expected kerugian kredit ekspektasian - (2,860 ) credit losses Jumlah piutang usaha 1,422,588 1,630,263 Total trade receivables Mutasi penyisihan atas ECL piutang usaha Grup adalah sebagai berikut: Movements in the Group’s allowance for ECLs of trade receivables are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Saldo awal (2,860 ) (1,311 ) Beginning balances Penyisihan periode berjalan - (1,549 ) Provision for the period Pelepasan entitas anak 2,860 - Disposal of subsidiary Saldo akhir - (2,860 ) Ending balance Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang pada akhir periode pelaporan, manajemen Grup berkeyakinan bahwa penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Based on a review of the status of receivable accounts at the end of the reporting period, the Group’s management believes that the allowance for expected credit losses is adequate to cover possible losses from uncollectible receivables. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh piutang usaha Grup dalam mata uang Rupiah. As of June 30 , 2026 and December 31, 2025 , all of the Group’s trade receivables are denominated in Rupiah. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, piutang usaha masing -masing sebesar Rp 1.357.677 dan Rp 1.590.071 belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai. Piutang ini akan jatuh tempo dalam waktu 1-60 hari. As of June 30 , 2026 and December 31, 2025 , tr ade receivables amounting to Rp 1,357,677 and Rp 1,590,071, respectively, were neither past due and nor impaired. These receivables will be due in 1-60 days. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 terdapat piutang usaha masing -masing sebesar Rp 64.911 dan Rp 40.192 telah lewat jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai. Piutang tersebut berasal dari sejumlah pelanggan yang tidak memiliki sejarah gagal bayar. As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , trade receivables amounting to Rp 64,911 and Rp 40,192, respectively, were past due but not impaired. These relate to a number of independent customers for whom there is no recent history of default. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, piutang usaha masing -masing sebesar nihil dan Rp 2.860 mengalami penurunan nilai dan telah diprovisikan. As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , trade receivables amounting to nil and Rp 2,860, respectively, were impaired and have been fully provisioned. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, piutang usaha tertentu Grup dijaminkan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan perjanjian fidusia senilai Rp 562.860 (Catatan 18). As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , certain trade receivables of the Group are pledged as collateral for the loan facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with fiduciary agreement totalling Rp 562,860 (Note 18). Lihat Catatan 33 mengenai risiko kredit piutang usaha untuk memahami bagaimana Grup mengelola dan mengukur kualitas kredit piutang usaha. Refer to Note 33 on the credit risk of trade receivables to understand how the Group manages and measures the credit quality of trade receivables.
Page 59
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 54 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES a. Sifat hubungan pihak berelasi a. Nature of relationship Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan lainnya dengan pihak -pihak berelasi, yang terafiliasi dengan Grup melalui kepemilikan langsung dan tak langsung, dan/atau di bawah entitas sepengendali. Transaksi antara pihak- pihak berelasi di lakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. In the normal course of business, the Group enters into trade and other transactions with related parties, which are affiliated with the Group through direct or indirect ownership, and/or under common control entity. The transactions among related parties are made based on terms agreed by the parties. Saldo dan transaksi antara entitas induk dan entitas anaknya, yang merupakan pihak berelasi, telah dieliminasi pada saat konsolidasi dan tidak diungkapkan dalam catatan ini. Balances and transactions between the parent company and its subsidiaries, which are related parties, have been eliminated on consolidation and are not disclosed in this note. Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain: In the normal course of business, the Group entered into certain transactions with related parties, including the following: Pihak-pihak berelasi/ Sifat hubungan/ Jenis transaksi/ Related parties Nature of relationship Nature of transactions PT Avia Avian Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian alat-alat dan bahan bangunan, Industri Pipa sama dan dalam entitas sepengendali/ pendapatan sewa bangunan kantor dan penggantian biaya/ Have the same key management Sales of goods, purchase of tools and building materials, personnel and under common control entity office building rent income and expense reimbursement PT Bangun Bersama Investasi pada ventura bersama/ Penjualan barang, pendapatan sewa bangunan kantor dan Solusindo Investment in joint venture pembelian bahan bangunan/ Sales of goods, office building rental income and purchases of building materials PT Caturkarda Depo Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang/ Bangunan Tbk sama dan dalam entitas sepengendali/ Sales of goods Have the same key management personnel and entity under common control PT Kencana Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian alat-alat dan bahan bangunan Lintasindo sama dan dalam entitas sepengendali/ dan penggantian biaya/ Internasional Have the same key management Sales of goods, purchase of tools and building materials personnel and entity under common control and expense reimbursement PT Megadepo Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang dan pembelian alat-alat dan Indonesia sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan/ Have the same key management Sales of goods and purchases of tools and personnel and entity under common control building materials PT Mitra Mulia Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian bahan pembantu Makmur sama dan dalam entitas sepengendali/ dan pendapatan sewa bangunan pabrik/ Have the same key management Sales of goods, purchase of supplies personnel and entity under common control and building materials and factory building rent income PT Panca Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang dan pembelian alat-alat dan Kalsiumindo sama dan dalam entitas sepengendali/ bahan bangunan, jasa produksi/ Perkasa Have the same key management Sales of goods and purchases of tools and personnel and entity under common control building materials, production services PT Sarana Depo Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang dan sewa bangunan/ Kencana sama dan dalam entitas sepengendali/ Sales of goods and building rent Have the same key management personnel and entity under common control PT Wahana Lentera Memiliki personil manajemen kunci yang Penjualan barang, pembelian alat-alat dan bahan bangunan, Raya sama dan dalam entitas sepengendali/ pendapatan sewa bangunan kantor dan penggantian biaya/ Have the same key management Sales of goods, purchase of tools and building materials, personnel and entity under common control office building rent income and expense reimbursement Dewan Komisaris Manajemen personil kunci/ Gaji dan imbalan kerja jangka pendek lainnya/ dan Direksi/ Key management personnel Salaries and other short-term compensation benefits Board of Commissioners and Directors
Page 60
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 55 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) b. Saldo dengan pihak berelasi b. Balances with related parties 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Piutang usaha (Catatan 6) Trade receivables (Note 6) PT Megadepo Indonesia 4,689 4,074 PT Megadepo Indonesia PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk 3,980 2,027 PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk PT Bangun Bersama Solusindo 516 1,666 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 514 280 Others Jumlah 9,699 8,047 Total Persentase terhadap jumlah aset 0.09% 0.07% Percentage to total assets Piutang lain-lain (Catatan 8) Other receivables (Note 8) PT Wahana Lentera Raya 6,336 11,370 PT Wahana Lentera Raya PT Avia Avian Industri Pipa 5,752 90,703 PT Avia Avian Industri Pipa PT Mitra Mulia Makmur 1,337 601 PT Mitra Mulia Makmur PT Bangun Bersama Solusindo 462 1,292 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 108 793 Others Jumlah 13,995 104,759 Total Persentase terhadap jumlah aset 0.12% 0.95% Percentage to total assets Beban dibayar dimuka Prepaid expenses Lain-lain 100 25 Others Persentase terhadap jumlah aset 0.00% 0.00% Percentage to total assets Aset hak-guna Right-of-use assets PT Sarana Depo Kencana 28,273 55,841 PT Sarana Depo Kencana Persentase terhadap jumlah aset 0.25% 0.50% Percentage to total assets Utang usaha Trade payables PT Avia Avian Industri Pipa 185,727 233,967 PT Avia Avian Industri Pipa PT Wahana Lentera Raya 44,942 48,828 PT Wahana Lentera Raya PT Mitra Mulia Makmur 37,131 29,606 PT Mitra Mulia Makmur PT Kencana Lintasindo Internasional 35,285 32,958 PT Kencana Lintasindo Internasional PT Panca Kalsiumindo Perkasa 6,898 4,436 PT Panca Kalsiumindo Perkasa PT Bangun Bersama Solusindo 3,103 5,837 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 7 9 Others Jumlah 313,093 355,641 Total Persentase terhadap jumlah liabilitas 18.58% 23.03% Percentage to total liabilities Utang lain-lain Other payables Lain-lain 1,173 710 Others Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.07% 0.05% Percentage to total liabilities Pendapatan diterima dimuka Unearned revenue Lain-lain 1,174 1,606 Others Persentase terhadap jumlah liabilitas 0.07% 0.10% Percentage to total liabilities
Page 61
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 56 7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 7. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) b. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan) b. Balances with related parties (continued) 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Liabilitas sewa Lease liabilities PT Sarana Depo Kencana - 55,841 PT Sarana Depo Kencana Persentase terhadap jumlah Percentage to total liabilitas - 3.62% liabilities c. Transaksi dengan pihak berelasi c. Transactions with related parties 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Penjualan neto (Catatan 26) Net revenues (Note 26) PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk 15,027 11,579 PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk PT Megadepo Indonesia 10,698 10,592 PT Megadepo Indonesia PT Bangun Bersama Solusindo 1,781 3,541 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 1,359 1,936 Others Jumlah 28,865 27,648 Total Persentase terhadap jumlah penjualan 0.63% 0.71% Percentage to total revenue Pembelian persediaan Purchase of inventories PT Avia Avian Industri Pipa 522,501 485,732 PT Avia Avian Industri Pipa PT Mitra Mulia Makmur 223,746 201,521 PT Mitra Mulia Makmur PT Wahana Lentera Raya 140,997 155,486 PT Wahana Lentera Raya PT Kencana Lintasindo Internasional 95,916 68,990 PT Kencana Lintasindo Internasional PT Panca Kalsiumindo Perkasa 20,505 18,809 PT Panca Kalsiumindo Perkasa PT Bangun Bersama Solusindo 15,676 23,086 PT Bangun Bersama Solusindo Lain-lain 11 38,551 Others Jumlah 1,019,352 992,175 Total Persentase terhadap jumlah Percentage to total cost of beban pokok penjualan 40.68% 44.89% goods sold Beban sewa ruang apartement Apartment rent expense Lain-lain 75 142 Others Persentase terhadap jumlah Percentage to total general beban umum dan administrasi 0.05% 0.11% and administrative expense Pendapatan sewa gedung kantor Factory and office building dan pabrik rental income PT Wahana Lentera Raya 606 606 PT Wahana Lentera Raya Lain-lain 1,148 1,137 Others Jumlah 1,754 1,743 Total Persentase terhadap jumlah Percentage to total pendapatan lain-lain - neto 14.68% 58.57% other income - net d. Kompensasi manajemen kunci d. Key management compensation Gaji dan kompensasi kesejahteraan jangka pendek lainnya yang dibebankan untuk Dewan Komisaris dan Direksi Grup untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 70.004 dan Rp 64.792. Salaries and other short -term compensation benefits expensed to the Group’s Boards of Commissioners and Directors for the six-month period s ended June 30 , 2026 and 2025 amounted to Rp 70,004 and Rp 64,792, respectively.
Page 62
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 57 8. PIUTANG LAIN-LAIN 8. OTHER RECEIVABLES 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Pihak berelasi (Catatan 7) 13,995 104,759 Related parties (Note 7) Pihak ketiga Third parties Piutang bunga investasi pada Interest receivables from investments surat utang negara in government bonds dan utang jangka panjang 25,789 34,262 and long-term debt Lain-lain 11,616 14,052 Others Jumlah 51,400 153,073 Total Berdasarkan penilaian manajemen atas kerugian kredit ekspektasian, manajemen Grup berkeyakinan bahwa kerugian kredit ekspektasian mendekati nol, sehingga cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian belum diakui. Based on management’s assessment of the expected credit losses, the management of the Group believes that the expected credit losses are close to zero, as such, allowance for expected credit losses has not been recognized. 9. PERSEDIAAN 9. INVENTORIES 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Barang jadi 1,265,900 1,095,072 Finished goods Bahan baku 451,907 316,401 Raw materials Persediaan dalam perjalanan 121,770 129,469 Inventories in transit Barang dalam proses 58,581 68,035 Work in process Bahan pembantu 47,772 40,680 Supplies Barang promosi 32,063 35,930 Promotional goods Suku cadang 16,965 17,726 Spareparts Sub-jumlah 1,994,958 1,703,313 Sub-total Cadangan persediaan usang Allowance for obsolescence dan lambat bergerak (26,068 ) (23,735 ) and slow-moving inventories Jumlah 1,968,890 1,679,578 Total Mutasi cadangan persediaan usang dan lambat bergerak adalah sebagai berikut: Movements in the allowance for obsolescence and slow - moving inventories are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Saldo awal 23,735 14,502 Beginning balance Penyisihan periode berjalan 5,373 9,233 Provision for the period Pelepasan entitas anak (3,040 ) - Disposal of subsidiary Saldo akhir 26,068 23,735 Ending balance Berdasarkan penelaahan atas kondisi dan tingkat perputaran persediaan, manajemen Grup berkeyakinan bahwa cadangan persediaan usang dan lambat bergerak tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai persediaan. Based on the review of the condition and turnover of the inventory items, the Group’s management believes that the allowance for obsolescence and slow -moving inventories is adequate to cover any possible losses from the decrease in the value of inventories. Biaya persediaan yang diakui sebagai beban dalam “beban pokok penjualan” untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 5.373 dan Rp 3.660. The cost of inventories recognized as expense in “cost of goods sold” for the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025 amounted to Rp 5,373 and Rp 3,660, respectively.
Page 63
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 58 9. PERSEDIAAN (lanjutan) 9. INVENTORIES (continued) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh persediaan dijaminkan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan perjanjian fidusia senilai Rp 763.198 (Catatan 18). As of June 30, 2026 and December 31, 2025, all inventories are pledged as collateral for the loan facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk with fiduciary agreements totalling Rp 763,198 (Note 18). Persediaan diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran atau pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 41,7 juta dan Rp 2.541.303 pada tanggal 30 Juni 2026 dan AS$ 41,7 juta dan Rp 2.544.303 pada tanggal 31 Desember 2025 , yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. Inventories are covered against losses from fire or theft and other risks under blanket amounting to US$ 41.7 million and Rp 2,541,303 as of June 30, 2026 and US$ 41.7 million and Rp 2,544,303 as of December 31, 202 5, which in management’s opinion are adequate to cover any possible losses arising from such risks. 10. INVESTASI JANGKA PENDEK 10. SHORT-TERM INVESTMENTS 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Surat utang negara 1,697,962 2,415,606 Government bonds Deposito berjangka 200,000 100,000 Time deposits Reksa dana 51,509 54,474 Mutual funds Jumlah 1,949,471 2,570,080 Total a. Investasi pada surat utang negara a. Investment in government bonds Seluruh investasi pada surat utang negara didenominasi dalam mata uang Rupiah. All investment in government bonds are denominated in Rupiah. Surat Utang Negara ( “SUN”) diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan tingkat suku bunga tetap antara 5,13% hingga 7,00% per tahun dan akan jatuh tempo pada berbagai tanggal antara tanggal 15 Januari 2027 sampai dengan 15 April 2032. Investasi pada SUN akan digunakan untuk keperluan modal kerja Grup dan pembangunan pabrik di Cirebon, sehingga investasi tersebut disajikan sebagai aset lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim. Government bonds (“SUN”) issued by the Government of the Republic of Indonesia bear fixed interest rates ranging from 5.13% to 7.00% per annum and will be due on various dates from January 15 , 202 7 to April 15, 2032. Investment in government bonds is used for the Group’s working capital purpose and ongoing construction of the factory in Cirebon, as such, the investment is presented as current assets in the interim consolidated statement of financial position. Bunga atas SUN ini akan diterima setiap 6 (enam) bulan sekali. Pendapatan bunga efektif yang diperoleh selama periode berjalan pada 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 56.776 dan Rp 87.862 (Catatan 29). The interest of the SUN will be received every 6 (six) months. Effective interest income earned during the six- month periods ended June 30 , 2026 and 2025 amounted to Rp 56,776 and Rp 87,862, respectively (Note 29). Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , keuntungan (kerugian) neto dari perubahan nilai wajar neto yang belum direalisasi atas investasi surat utang negara masing-masing sebesar (Rp 44.932) dan Rp 17.624 diakui dalam ekuitas sebagai perubahan nilai wajar atas investasi pada surat utang negara. As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , the net unrealised gain (loss) from changes in fair value o f investment in government bonds of (Rp 44,932) and Rp 17,624, respectively, was recognised in equity under changes in fair value of investment in government bonds. Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, kerugian atas penjualan investasi pada surat utang negara masing-masing sebesar Rp 5.352 dan nihil telah direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi periode berjalan (Catatan 31). For the six -month periods ended June 30, 2026 and 2025, the loss on sale of investment in government bonds amounting to Rp 5,352 and nil, respectively, has been reclassified from equity to profit or loss in current period (Note 31).
Page 64
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 59 10. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) 10. SHORT-TERM INVESTMENTS (continued) a. Investasi pada surat utang negara (lanjutan) a. Investment in government bonds (continued) Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya bukti objektif penurunan nilai wajar aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, sehingga, tidak diperlukan cadangan penurunan. The management is of the opinion that there are no events or changes in circumstances that indicate a permanent decline in the fair value of the financial assets at FVTOCI, therefore, no provision for impairment is necessary. b. Deposito berjangka b. Time deposits Deposito berjangka didenominasi dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu enam bulan yang ditempatkan pada PT Bank Permata Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. Saldo pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 200.000 dan Rp 100.000. Tingkat suku bunga deposito berjangka tersebut pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar 5,50%-5,85% dan 6,50%. Time deposits are denominated in Rupiah have a term of six months , and placed with PT Bank Permata Tbk and PT Bank Pan Indonesia Tbk . The outstanding balance as of June 30, 2026 and December 31, 2025 amounted to Rp 200,000 and Rp 100,000, respectively. Annual interest rate of the time deposits as of June 30, 2026 and December 31, 202 5 are 5.50%-5.85% and 6.50%, respectively. Lihat Catatan 33 mengenai risiko kredit dari investasi untuk memahami bagaimana Grup mengelola dan mengukur kualitas kredit atas investasi. Refer to Note 33 on the credit risk of the investments to understand how the Group manages and measures the credit quality of investments. 11. INVESTASI JANGKA PANJANG 11. LONG-TERM INVESTMENTS Investasi jangka panjang merupakan investasi langsung di saham ekuitas dengan kepemilikan kurang dari 20% dan investasi pada surat utang jangka panjang sebagai berikut: Long-term investments represent direct investments in equity shares with ownership interests of less than 20% and long-term debt investment as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Investasi saham 290,846 290,846 Equity shares investment Surat utang jangka panjang 82,474 81,112 Long-term debt investment Jumlah 373,320 371,958 Total a. Investasi saham a. Equity shares investment Pada tanggal 13 Maret 2025, Perusahaan mengakuisisi 16,67% kepemilikan saham pada PT Dextone Lemindo (“PT DL”) melalui penerbitan saham baru PT DL, dengan nilai transaksi Rp 275.846. Pada tanggal 15 Oktober 2025, Perusahaan melakukan tambahan penyertaan modal saham sebesar Rp 15.000 sesuai dengan proporsi kepemilikannya pada PT DL, sehingga jumlah tercatat investasi pada PT DL menjadi sebesar Rp 290.846. On March 13, 2025, the Company acquired a 16.67% equity interest in PT Dextone Lemindo (“PT DL”) through the subscription of newly issued shares of PT DL, with a transaction value of Rp 275,846. On October 15, 2025, the Company made an additional capital contribution of Rp 15,000 in proportion to its ownership interest in PT DL, resulting in a total carrying amount of the investment in PT DL of Rp 290,846. Investasi pada PT DL tidak tercatat di bursa efek dan tidak mempunyai kuotasi harga di pasar aktif. Oleh karena itu, investasi ini diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Nilai wajar investasi saham diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian yang wajar dengan input yang tidak dapat diobservasi yang dikategorikan dalam hierarki nilai wajar Level 3. The investment in PT DL is not listed on any stock exchange and does not have a quoted price in an active market. Accordingly, the investment is classified as a financial asset at FVTOCI. The fair value of the investment is determined using appropriate val uation techniques incorporating significant unobservable inputs and is categorized within Level 3 of the fair value hierarchy. PT DL adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha industri perekat/lem. PT DL is a company engaged in the adhesive/glue industry.
Page 65
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 60 11. INVESTASI JANGKA PANJANG (lanjutan) 11. LONG-TERM INVESTMENTS (continued) b. Investasi pada surat utang jangka panjang b. Long-term debt investments Pada tanggal 12 Desember 2025, Perusahaan melakukan investasi pada Surat Utang Jangka Panjang (“SUJP”) yang diterbitkan oleh PT Danantara Investment Management (Persero) dengan nilai transaksi sebesar Rp 100.000. SUJP tersebut dikenakan suku bunga tetap se besar 2% per tahun, yang dibayarkan setiap 12 (dua belas) bulan. SUJP Tahun 2025 Tahap II Seri A akan jatuh tempo pada tanggal 13 Desember 2030, sedangkan SUJP Tahun 2025 Tahap II Seri B akan jatuh tempo pada tanggal 12 Desember 2032. Investasi tersebut diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan me tode suku bunga efektif, dikurangi penurunan nilai, jika ada. On December 12, 2025, the Company invested in Long- Term Debt Securities (Surat Utang Jangka Panjang / “SUJP”) issued by PT Danantara Investment Management (Persero) with a transaction value of Rp 100,000. The SUJP bear a fixed interest rate of 2% per annum, payable annually every 12 (twelve) months. The SUJP 2025 Phase II Series A will mature on December 13, 2030, while the SUJP 2025 Phase II Series B will mature on December 12, 2032. The investments are measured at amortized cost using the effective interest method, less any impairment losses, if any. Bunga atas SUJP ini akan diterima setiap 12 (dua belas) bulan sekali. Pendapatan bunga efektif yang diperoleh selama periode berjalan pada 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 2.353 dan Rp nihil (Catatan 29). The interest of the S UJP will be received every 12 (twelve) months. Effective interest income earned during the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025 amounted to Rp 2,353 and Rp nil, respectively (Note 29). 12. PROPERTI INVESTASI 12. INVESTMENT PROPERTIES 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Tanah 272,487 272,487 Land Bangunan 17,377 17,377 Building Jumlah 289,864 289,864 Total Mutasi perubahan properti investasi adalah sebagai berikut: The movements of investment properties are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Saldo awal 289,864 290,510 Beginning balance Perubahan nilai wajar - (646 ) Changes in fair value Saldo akhir 289,864 289,864 Ending balance Properti investasi terdiri dari bangunan yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 317, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, serta tanah yang terletak di Makassar seluas 175.798 m 2 yang dimiliki sendiri oleh Grup. Bangunan merupakan gedung perkantoran dalam kontrak Bangun Guna Serah (“BOT”) selama 30 tahun yang disewakan kepada pihak -pihak berelasi, sedangkan tanah merupakan tanah kosong dimana manajemen belum menentukan tujuan penggunaannya. Investment properties consist of building located at Jl. Ahmad Yani No. 317, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur and land located in Makassar covering an area of 175,798 m2 that is owned by the Group. Building represents office building under Build, Operate and Transfer (“BOT”) contract for 30 years that is rented to related part y, while the land an empty land for which management has not yet determined the intended use. Nilai wajar properti investasi didasarkan pada penilaian yang dilakukan oleh penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Suhartanto Budhihardjo dan Rekan melalui laporannya tanggal 29 Januari 2026 untuk 31 Desember 2025 (untuk tanah) dan KJPP Iskandar dan Rekan tanggal 30 Januari 2026 untuk tanggal 31 Desember 2025 (untuk bangunan). The fair values of investment properties are based on valuations performed by independent appraisers, Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Suhartanto Budhihardjo dan Rekan through its reports dated January 29, 2026 for December 31, 2025 (for land) and KJPP Iskandar dan Rekan dated January 30, 2026 for December 31, 2025 (for building). Tidak terdapat perpindahan antar level atas pengukuran nilai wajar selama periode berjalan. There was no inter-level transfers of fair value measurement during the current period.
Page 66
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 61 12. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 12. INVESTMENT PROPERTIES (continued) Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim atas properti investasi selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut: Amounts recognised in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income for investment properties during the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025 are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Pendapatan sewa berasal dari Rental income derived from properti investasi 1,610 1,609 investment properties Biaya operasi langsung Direct operating expenses (termasuk perbaikan dan (including repairs and pemeliharaan) (Catatan 31) (1,830 ) (1,384 ) maintenance) (Note 31) Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga tanah per meter persegi (m 2) yang didasarkan dari harga pasar tanah di sekitar lokasi, disesuaikan dengan perbedaan atribut utama seperti jenis dan hak yang melekat pada properti, lokasi, karakteristik fisik, ukuran, dan penggunaan aset, sebagai berikut: The most significant input in this approach is the land price per square meter (m 2) assumption which is based on the market price of land located in the vicinity, adjusted for the difference in main attributes such as the type and rights on the property, location, physical characteristics, size and use of the assets, as follows: 31 Desember 2025/ December 31, 2025 Tanah Land Harga per m2 (nilai penuh) 1,550,000 Price per m2 (full amount) Penilaian atas properti investasi bangunan dengan pendekatan pendapatan (metode arus kas diskontoan). Input yang tidak dapat diobservasi yang digunakan dalam menentukan nilai wajar properti investasi bangunan adalah sebagai berikut: The valuation of building held in investment properties is carried out using an income approach (discounted cash flow method). Unobservable input used in determining the fair value of building held in investment properties is as follows: 31 Desember 2025/ December 31, 2025 Bangunan Building Tarif sewa per m2 (termasuk biaya jasa - Rental rate per m2 (including - service nilai penuh) 2,200,000 charge full amount) Tingkat diskonto 9.67% Discount rate Rincian properti investasi Grup yang diukur pada nilai wajar dan informasi hirarki nilai wajar pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: Details of the Group’s investment properties measured at fair value and information about the fair value hierarchy as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: Level 1 Level 2 Level 3 Total Tanah - 272,487 - 272,487 Land Bangunan - - 17,377 17,377 Building Jumlah - 272,487 17,377 289,864 Total
Page 67
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 62 12. PROPERTI INVESTASI (lanjutan) 12. INVESTMENT PROPERTIES (continued) Sensitivitas dari nilai wajar properti investasi bangunan terhadap asumsi utama adalah sebagai berikut: Sensitivity of fair value of building investment property on the principal assumptions is as follows: Perubahan nilai wajar/Changes in fair value Asumsi Perubahan asumsi/ Changes in assumption Kenaikan asumsi/ Increase in assumption 31 Desember 2025/ December 31, 2025/ Penurunan asumsi/ Decrease in assumption 31 Desember 2025/ December 31, 2025/ Assumptions Bangunan Building Tarif sewa (termasuk 1% Kenaikan sebesar/ Penurunan sebesar/ Rental rate (including biaya jasa) Increase by 1.34% Decrease by 0.89% service charge) Tingkat diskonto 1% Penurunan sebesar/ Kenaikan sebesar/ Discount rate Decrease by 0.45% Increase by 0.89% 13. ASET TETAP 13. FIXED ASSETS 30 Juni 2026/June 30, 2026 Pelepasan Saldo awal/ Entitas Anak/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Revaluasi/ Disposal of Ending balance Additions Deductions Reclassifications Revaluation Subsidiary balance Nilai revaluasi Revalued amount Tanah 561,292 - - - - (12,866) 548,426 Land Harga perolehan Cost Bangunan dan Buildings and prasarana 418,767 - - 47,687 - (7,969) 458,485 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 940,361 1,152 (355) 94,942 - (6,925) 1,029,175 equipment Instalasi listrik 100,401 32 - 25,311 - (318) 125,426 Electricity installations Kendaraan 379,699 43,918 (18,071) - - (716) 404,830 Vehicles Peralatan kantor 297,112 37,499 (538) 1,127 - (1,118) 334,082 Office equipment Sub-jumlah 2,697,632 82,601 (18,964) 169,067 - (29,912) 2,900,424 Sub-total Aset tetap dalam Assets under pembangunan 652,238 149,741 - (169,067) - - 632,912 construction Sub-jumlah 3,349,870 232,342 (18,964) - - (29,912) 3,533,336 Sub-total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Bangunan dan Buildings and prasarana 121,374 7,014 - - - (5,210) 123,178 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 542,906 32,162 (129) - - (3,972) 570,967 equipment Instalasi listrik 60,590 4,460 - - - (151) 64,899 Electricity installations Kendaraan 180,547 23,692 (13,731) - - (593) 189,915 Vehicles Peralatan kantor 189,156 17,335 (486) - - (895) 205,110 Office equipment Sub-jumlah 1,094,573 84,663 (14,346) - - (10,821) 1,154,069 Sub-total Jumlah tercatat neto 2,255,297 2,379,267 Net carrying amount
Page 68
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 63 13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember 2025/December 31, 2025 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Revaluasi/ Ending balance Additions Deductions Reclassifications Revaluation balance Nilai revaluasi Revalued amount Tanah 543,234 6,709 - - 11,349 561,292 Land Harga perolehan Cost Bangunan dan Buildings and prasarana 412,523 308 (89) 6,025 - 418,767 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 869,408 5,441 (5,913) 71,425 - 940,361 equipment Instalasi listrik 98,493 328 (209) 1,789 - 100,401 Electricity installations Kendaraan 356,895 49,861 (27,057) - - 379,699 Vehicles Peralatan kantor 253,778 44,209 (875) - - 297,112 Office equipment Sub-jumlah 2,534,331 106,856 (34,143) 79,239 11,349 2,697,632 Sub-total Aset tetap dalam Assets under pembangunan 354,561 376,916 - (79,239) - 652,238 construction Sub-jumlah 2,888,892 483,772 (34,143) - 11,349 3,349,870 Sub-total Akumulasi Accumulated penyusutan depreciation Bangunan dan Buildings and prasarana 107,762 13,636 (24) - - 121,374 improvements Mesin dan Machinery and peralatan 480,051 67,167 (4,312) - - 542,906 equipment Instalasi listrik 52,209 8,590 (209) - - 60,590 Electricity installations Kendaraan 158,534 45,396 (23,383) - - 180,547 Vehicles Peralatan kantor 160,039 29,934 (817) - - 189,156 Office equipment Sub-jumlah 958,595 164,723 (28,745) - - 1,094,573 Sub-total Jumlah tercatat neto 1,930,297 2,255,297 Net carrying amount Beban penyusutan dibebankan sebagai berikut: The depreciation expenses were charged to the following: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Beban pabrikasi (Catatan 27) 15,727 19,068 Factory overhead (Note 27) Beban penjualan (Catatan 28) 43,625 39,577 Selling expenses (Note 28) Beban umum dan administrasi General and administrative expenses (Catatan 28) 24,964 22,015 (Note 28) Beban lain-lain 347 - Other expenses Jumlah 84,663 80,660 Total Nilai perolehan dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 291.240 dan Rp 172.900, terdiri atas mesin dan peralatan, instalasi listrik dan peralatan kantor. The costs of fixed assets that have been fully depreciated but still being utilised as of June 30 , 2026 and December 31, 2025 amounted to Rp 291,240 and Rp 172,900, respectively, consisting of machinery and equipment, electricity installations and office equipment. Rincian pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut: The details of disposal of fixed assets are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Penerimaan dari pelepasan aset tetap 6,173 2,821 Proceeds from disposal of fixed assets Net carrying amount Nilai tercatat aset tetap yang dijual (4,618 ) (3,282 ) of disposed fixed assets Keuntungan (kerugian) pelepasan Gain (loss) on disposal of aset tetap (Catatan 31) 1,555 (461 ) fixed assets (Note 31)
Page 69
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 64 13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued) Aset tetap dalam pembangunan merupakan proyek yang masih belum selesai pada tanggal laporan keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Fixed assets under construction represents projects that have not been completed at the date of the consolidated financial statements with details as follows: Perkiraan % penyelesaian/ Estimated % of completion 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Bangunan dan prasarana 20% - 95% 5% - 95% Buildings and improvements Mesin dan peralatan 5% - 95% 10% - 95% Machinery and equipment Instalasi listrik 20% - 95% 5% - 95% Electricity installations Aset tetap dalam pembangunan diperkirakan akan selesai pada tahun 2026-2027. The estimated completion date of the assets under construction will be in 2026-2027. Tidak ada perbedaan yang material antara nilai wajar dan nilai tercatat dari aset tetap Grup selain tanah. There is no material difference between the fair value and carrying value of the Group’s fixed assets other than land. Jika tanah milik Grup diukur berdasarkan biaya historis, jumlah tercatatnya akan menjadi masing-masing Rp 307.671 dan Rp 310.343 pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Had the Group’s land been measured on historical cost basis, their carrying amount would have been Rp 307,671 and Rp 310,343 as of June 30 , 2026 and December 31, 2025, respectively. Grup memiliki beberapa bidang tanah dengan rincian sebagai berikut: The Group has land properties with details as follows: Lokasi/Location Luasan/Area Penggunaan lahan/Land utilization Sidoarjo 105,121 m2 Pabrik/Factory Serang 36,880 m2 Pabrik/Factory Medan 22,652 m2 Pabrik/Factory Cirebon 110,211 m2 Pabrik/Factory Hak atas tanah Grup berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (“SHGB”) yang memiliki masa berlaku antara tahun 2026 hingga 2049. Manajemen berpendapat bahwa SHGB tersebut dapat diperpanjang. The Group’s land represents Land-use Rights (“SHGB”) that will expire between 2026 until 2049. Management believes that the SHGB can be extended. Tanah diukur dengan metode revaluasian. Pengukuran nilai wajar terakhir tahun 2025 dilakukan oleh KJPP Suhartanto Budhihardjo dan Rekan, selaku penilai independen, dalam laporannya tanggal 5 Agustus 2025, 3 September 2025, dan 29 Januari 2026. Land is measured using the revaluation model. The latest fair value measurement for the year 2025 was carried out by KJPP Suhartanto Budhihardjo dan Rekan, an independent appraiser, in its reports dated August 5, 2025, September 3, 2025 and January 29, 2026. Pengukuran nilai wajar atas tanah menggunakan Level 2 hierarki nilai wajar. Penilaian atas tanah dilakukan dengan pendekatan pasar. Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga tanah per meter persegi (m2) yang didasarkan dari harga pasar tanah di sekitar lokasi, disesuaikan dengan perbedaan atribut utama seperti jenis dan hak yang melekat pada properti, lokasi, karakteristik fisik, ukuran, dan penggunaan aset. Asumsi harga tanah per m 2 yang digunakan pada tahun 2025 adalah berkisar antara Rp 1.270.000 - Rp 2.760.000 (nilai penuh) per m2. The fair value measurement of land uses Level 2 of the fair value hierarchy. The valuation of the land is carried out using the market approach. The most significant input in this approach is the land price per square metre (m2) assumption which is based on the market price of land located in the vicinity, adjusted for the difference in main attributes such as the type and rights on the property, location, physical characteristics, size and use of the assets. The assumed land price per m 2 used in 2025 ranges from Rp 1,270,000 - Rp 2,760,000 (full amount) per m2. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , aset tetap tertentu dijaminkan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank OCBC NISP Tbk dengan perjanjian fidusia dan perjanjian Hak Tanggungan terhadap aset tetap tertentu senilai Rp 957.990 (Catatan 18). As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , certain fixed assets are pledged as collateral for the loan facilities from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank OCBC NISP Tbk with fiduciary and mortgage agreements over certain fixed assets amounting to Rp 957,990 (Note 18).
Page 70
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 65 13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued) Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lain berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$ 58,7 juta dan Rp 903.440 pada tanggal 30 Juni 2026 dan AS$ 58 ,7 juta dan Rp 910 .717 pada tanggal 31 Desember 2025. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut. Fixed assets, except for land, are covered against losses from fire and other risks under blanket policies amounting to US$ 58.7 million and Rp 903,440 as of June 30, 2026 and US$ 58.7 million and Rp 910,717 as of December 31, 2025. Management is of the opinion that the sum insured is adequate to cover any possible losses arising from such risks. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan atas keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Based on management’s evaluation, there were no events or changes in circumstances which might indicate an impairment in the value of fixed assets as of June 30, 2026 and December 31, 2025. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 tidak ada aset tetap yang tidak digunakan dan aset tetap yang telah dihentikan dari penggunaan aktif tetapi tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. As of June 30, 2026 and December 31, 2025 there were no idle fixed assets and fixed assets retired from active use but not classified as held for sale. 14. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA 14. INVESTMENT IN JOINT VENTURE 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Saldo awal 20,558 19,976 Beginning balance Bagian atas laba ventura bersama 737 582 Share in profit of a joint venture Saldo akhir 21,295 20,558 Ending balance Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, ventura bersama yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut: As of June 30 , 2026 and December 31, 2025 , the joint venture of the Group is as follows: Nama entitas/ Domisili/ Persentase kepemilikan/ Kegiatan usaha/ Entity name Domicile Percentage of ownership Business activity PT Bangun Bersama Industri semen, mortar dan beton/ Solusindo Indonesia 50% Industry of cement, mortar and concrete Berikut ini adalah ringkasan informasi keuangan PT Bangun Bersama Solusindo pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas: Set out below are the summarized financial information of PT Bangun Bersama Solusindo as of June 30 , 2026 and December 31, 2025 which is accounted for using the equity method: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Aset lancar 47,500 49,278 Current assets Aset tidak lancar 51 1,837 Non-current assets Liabilitas jangka pendek 4,071 9,032 Current liabilities Liabilitas jangka panjang 890 967 Non-current liabilities Penjualan 17,361 47,316 Revenue Laba periode berjalan 1,474 1,163 Profit for the period Jumlah laba komprehensif periode Total comprehensive income berjalan 1,474 1,163 for the period Arus kas yang diperoleh dari Cash flows provided by dari aktivitas operasi 3,172 1,713 operating activities Arus kas yang digunakan untuk Cash flows used in aktivitas investasi (91 ) (77 ) investing activities
Page 71
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 66 14. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA (lanjutan) 14. INVESTMENT IN JOINT VENTURE (continued) Rekonsiliasi atas ringkasan informasi keuangan yang disajikan terhadap nilai buku dari kepentingan Grup dalam ventura bersama adalah sebagai berikut: The reconciliation of the summarised financial information presented to the carrying amount of the Group’s interests in the joint venture is as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Aset neto pada awal periode 41,116 39,953 Net assets at the beginning of the period Jumlah penghasilan Total comprehensive income komprehensif periode berjalan 1,474 1,163 for the period Aset neto pada akhir periode 42,590 41,116 Net assets at the end of the period Persentase kepemilikan 50% 50% Percentage of ownership Nilai tercatat 21,295 20,558 Carrying amount Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas nilai tercatat investasi pada ventura bersama. As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , management believes that there are no impairment indicators on the carrying amounts of investment in joint venture. Berdasarkan Keputusan Sirkuler dengan Akta Notaris No. 16 tanggal 16 April 2026 oleh Notaris Anwar, S.H., M.Kn., para pemegang saham BBS telah menyetujui penurunan modal dasar dari semula sebesar Rp 38.000 menjadi Rp 8.000 dan pengurangan modal ditempatkan dan disetor dengan cara penarikan Kembali saham yang telah disetor sebanyak 30.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 30.000 kepada masing-masing pemegang saham yaitu PT Cipta Mortar Utama sebanyak 15.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 15.000 dan PT Avia Avian Tbk sebanyak 15.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 15.000. Akta perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU -0046644.AH.01.02.TAHUN 2026 tanggal 4 Juli 2026. Based on the Circular Resolution by Notarial Deed No. 16 dated April 16, 2026 of Notary Anwar, S.H., M.Kn., the shareholders of BBS approved the reduction of the authorized capital from Rp 38,000 to Rp 8,000 and the reduction of the issued and paid -up capital through the repurchase of 30,000 paid -up shares with a total nominal value of Rp 30,000 from the respective shareholders, comprising 15,000 shares with a nominal value of Rp 15,000 from PT Cipta Mortar Utama and 15,000 shares with a nominal value of Rp 15,000 from PT Avia Avian Tbk . The amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU -0046644.AH.01.02.TAHUN 2026, dated July 4, 2026. 15. UTANG USAHA 15. TRADE PAYABLES 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Pihak berelasi - Rupiah (Catatan 7) 313,093 355,641 Related parties - Rupiah (Note 7) Pihak ketiga: Third parties: Rupiah 403,279 306,762 Rupiah Dolar AS 100,682 76,887 US Dollar CNY 64,662 34,998 CNY Euro 2,758 2,597 Euro SGD 2,667 7,322 SGD GBP 401 - GBP Sub-jumlah 574,449 428,566 Sub-total Jumlah 887,542 784,207 Total Jangka waktu kredit dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, berkisar 30 sampai dengan 60 dan 45 sampai dengan 60 hari. Purchases of raw and indirect materials, have credit terms of 30 to 60 and 45 to 60 days.
Page 72
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 67 16. BEBAN AKRUAL 16. ACCRUED EXPENSES 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Pemasaran dan promosi 286,336 212,981 Marketing and promotion Ongkos angkut 59,109 36,159 Freight Komisi penjualan 27,435 38,373 Sales commission Lain-lain 7,655 5,887 Others Jumlah 380,535 293,400 Total 17. SEWA 17. LEASES Grup sebagai Penyewa The Group as Lessee Grup memiliki kontrak sewa bangunan yang digunakan dalam operasinya . Grup dibatasi untuk menyewakan kembali aset sewaan. Kontrak sewa ini merupakan sewa bangunan oleh PT TKTW dan PT TKBI, entitas anak, dari PT Sarana Depo Kencana, pihak berelasi (Catatan 7), dan dari pihak ketiga, yang digunakan sebagai kantor cabang. The Group has lease contracts for buildings used in its operation. The Group is restricted from assigning and subleasing the leased assets. These lease contracts represent leases for buildings by PT TKTW and PT TKBI, subsidiaries, from PT Sarana Depo Kencana, a related party (Note 7), and from third parties, which are used as branch offices. Grup juga memiliki sewa kendaraan dan rumah dengan jangka waktu sewa 12 bulan dan sewa peralatan kantor dengan nilai yang rendah. Grup menerapkan pengecualian pengakuan ‘sewa jangka pendek’ dan ‘sewa aset bernilai rendah’ untuk sewa tersebut. The Group also has certain leases of vehicles and housing lease terms of 12 months or less and leases of office equipment with low value. The Group applies the ‘short-term lease’ and ‘lease of low-value assets’ recognition exemptions for these leases. Di bawah ini adalah jumlah tercatat dari aset hak-guna yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian Grup dan mutasinya: Below are the carrying amounts of right -of-use assets recognised on the Group’s consolidated statement of financial position and its movements: 30 Juni 2026/June 30, 2026 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Deduction balance Harga perolehan At cost Bangunan 332,926 23,599 - 356,525 Buildings Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan 147,296 54,063 - 201,359 Buildings Nilai tercatat neto 185,630 155,166 Net carrying amount 31 Desember 2025/December 31, 2025 Saldo awal/ Saldo akhir/ Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending balance Additions Deduction balance Harga perolehan At cost Bangunan 229,336 104,311 (721 ) 332,926 Buildings Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan 48,387 99,630 (721 ) 147,296 Buildings Nilai tercatat neto 180,949 185,630 Net carrying amount
Page 73
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 68 17. SEWA (lanjutan) 17. LEASES (continued) Grup sebagai Penyewa (lanjutan) The Group as Lessee (continued) Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut: Amounts recognised in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Beban penyusutan aset hak-guna - Depreciation of right-of-use assets - beban penjualan (Catatan 28) 53,627 48,174 selling expenses (Note 28) Beban penyusutan aset hak-guna - Depreciation of right-of-use assets - beban administrasi dan umum general and administrative expenses (Catatan 28) 436 569 (Note 28) Beban bunga atas liabilitas sewa Interest expense on lease liabilities (Catatan 30) 845 876 (Note 30) Sewa aset bernilai rendah dan Low value assets and sewa jangka pendek 338 372 short-term lease Jumlah 55,246 49,991 Total Di bawah ini adalah jumlah tercatat dari liabilitas sewa yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian Grup: Below are the carrying amounts of lease liabilities recognised on the Group’s consolidated statement of financial position: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Saldo awal 79,021 84,193 Beginning balance Penambahan 10,056 64,918 Additions Pembayaran (65,841 ) (70,090 ) Payments Saldo akhir 23,236 79,021 Ending balance Dikurangi: Bagian lancar (9,556 ) (64,399 ) Less: Current portion Bagian tidak lancar 13,680 14,622 Non-current portion Pembayaran sewa operasi minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa operasi pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: Future minimum lease payments under operating leases together with the present value of the minimum lease payments as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Liabilitas sewa bruto - pembayaran Lease liabilities - future sewa di masa mendatang lease payments Tidak lebih dari 1 tahun 10,739 65,648 Less than 1 year 1-5 tahun 8,214 9,695 1-5 years Lebih dari 5 tahun 17,289 17,572 More than 5 years Jumlah 36,242 92,915 Total Beban keuangan di masa depan atas Future finance charges liabilitas sewa (13,006 ) (13,894 ) of lease liabilities Nilai kini liabilitas sewa 23,236 79,021 Present value of lease liabilities
Page 74
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 69 17. SEWA (lanjutan) 17. LEASES (continued) Grup sebagai Penyewa (lanjutan) The Group as Lessee (continued) Pembayaran sewa operasi minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa operasi pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: (lanjutan) Future minimum lease payments under operating leases together with the present value of the minimum lease payments as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: (continued) 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Nilai kini liabilitas sewa adalah Present value of lease liabilities sebagai berikut: is as follows: Tidak lebih dari 1 tahun 9,634 64,399 Less than 1 year 1-5 tahun 4,605 5,528 1-5 years Lebih dari 5 tahun 8,997 9,094 More than 5 years Jumlah 23,236 79,021 Total Tidak ada pembatasan signifikan yang ditetapkan oleh lessor dalam perjanjian sewa pembiayaan dengan Grup terkait dengan penggunaan aset atau pencapaian kinerja keuangan tertentu. There is no significant restriction imposed by lease arrangements between the lessors and the Group on the use of the assets or maintenance of certain financial performance. Jumlah pengeluaran kas untuk sewa (termasuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah) masing - masing sebesar Rp 66.179 dan Rp 67.576 untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025. The total cash outflow for leases (including short-term leases and leases of low value assets) amounted to Rp 66,179 and Rp 67,576 for the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025, respectively. Grup juga memiliki penambahan non -kas pada aset hak - guna dan liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 10.056 dan Rp 9.147 untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025. The Group also had non-cash additions to right-of-use assets and lease liabilities amounted to Rp 10,056 and Rp 9,147 for the six-month periods ended June 30 , 2026 and 2025 , respectively. Grup sebagai Pesewa The Group as Lessor Grup telah menandatangani sewa properti komersial atas portofolio properti investasi yang terdiri dari tanah dan bangunan perkantoran (Catatan 12). Grup mempertahankan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan properti tersebut dan kontrak sebagai sewa operasi. Sewa ini memiliki masa sewa 30 tahun. Semua sewa termasuk klausul memungkinkan revisi atas kenaikan biaya sewa tahunan berdasarkan kondisi pasar yang berlaku. Penghasilan sewa yang diakui Grup untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing adalah Rp 1.610 dan Rp 1.609 (Catatan 12). The Group has entered into commercial property leases on its investment property portfolio consisting of certain land and office building (Note 12). The Group retains substantially all the risks and rewards incidental to ownership of these property and accounts for the contracts as operating leases. The lease has a term of 30 years. The lease includes a clause to enable upward revision of the rental charge on an annual basis according to prevailing market conditions. Rental income recognized by the Group fo r the six -month periods ended June 30, 2026 and 2025 amounted to Rp 1,610 and Rp 1,609 respectively (Note 12). 18. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK 18. SHORT-TERM BANK LOANS 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 PT Bank OCBC NISP Tbk - 7,187 PT Bank OCBC NISP Tbk
Page 75
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 70 18. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 18. SHORT-TERM BANK LOANS (continued) Grup memiliki beberapa fasilitas pinjaman sebagai berikut: The Group has several loan facilities as follows: Pemberi Tanggal jatuh Tingkat suku Nama entitas/ pinjaman/ Jenis fasilitas/ Mata uang/ Jumlah fasilitas/ tempo/ bunga/ Jaminan/ Entity name Lender Facility type Currency Total facility Maturity date Interest rate Collateral PT Avia Avian PT Bank Mandiri Kredit Modal Kerja/ Rupiah Rp940,000 27 Agustus/ 4.25% Piutang usaha, persediaan, Tbk (Persero) Tbk Working Capital Loan August 2026 dan aset tetap/ Trade receivables, inventories and fixed assets Letter of Credit (“L/C”) Dolar AS/ AS$/US$1,500,000 Impor atau SKBDN/ US Dollar Import L/C or SKBDN Treasury Line Dolar AS/ AS$/US$10,000,000 US Dollar Bank Garansi/ Rupiah Rp2,000 Bank Guarantee PT TKTW PT Bank Mandiri Kredit Modal Kerja/ Rupiah Rp550,000 27 Agustus/ 4.25% Piutang usaha, persediaan, (Persero) Tbk Working Capital Loan August 2026 dan tanah milik PT Sarana Depo Kencana/ Trade receivables, inventories, and PT Sarana Depo Kencana’s land PT MPI PT Bank OCBC Fasilitas cerukan/ Rupiah Rp10,000 10 Maret/ 8.25% Tanah dan bangunan/ NISP Tbk Overdraft facility March 2026 Land and building Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , Grup memiliki fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang belum digunakan. As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the Group has not drawn from the facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dana yang diperoleh dari pinjaman bank digunakan untuk modal kerja. Bank garansi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk digunakan untuk jaminan pembayaran pembelian gas dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero). The funds received from the bank loans are used for working capital. Bank guarantee from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk is used for payment guarantee for gas procurement from PT Perusahaan Gas Negara (Persero). Berdasarkan perjanjian pinjaman, debitur diharuskan untuk memenuhi persyaratan tertentu, seperti persyaratan rasio keuangan dan persyaratan administrasi. Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup telah memenuhi persyaratan tersebut. Untuk rasio keuangan tertentu yang tidak memenuhi persyaratan, Grup telah memperoleh surat persetujuan pengesampingan dari PT Bank OCBC NISP Tbk. Under the loan agreements, the borrowers are required to fulfill certain covenants, such as financial covenants and administrative requirements. As of December 31, 2025, the Group has complied with these covenants. For certain financial covenant ratios tha t were not met, the Group has obtained waiver letter from PT Bank OCBC NISP Tbk. Pada tanggal 10 Maret 2026 PT MPI telah melakukan pelunasan pinjaman dari PT Bank OCBC NISP Tbk. On March 10, 2026, PT MPI has settled the loans to PT Bank OCBC NISP Tbk. 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Imbalan kerja jangka pendek 83,350 108,381 Short-term employee benefits Imbalan pascakerja 81,861 78,830 Post-employment benefits Jumlah 165,211 187,211 Total Dikurangi : Liabilitas jangka pendek (91,034 ) (115,086 ) Less : Current liabilities Liabilitas jangka panjang 74,177 72,125 Non-current liabilities a. Imbalan kerja jangka pendek a. Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka pendek terdiri atas akrual atas gaji, tunjangan hari raya, dan bonus yang akan dibayarkan pada tahun 2026 dan 2027. Short-term employee benefits comprise accruals for salary, religious allowance and bonus which will be paid in 2026 and 2027.
Page 76
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 71 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued) b. Liabilitas imbalan pascakerja b. Post-employment benefits liability Grup mengakui liabilitas imbalan kerja karyawan yang tidak didanai berdasarkan peraturan yang berlaku. Liabilitas imbalan pascakerja dihitung menggunakan metode Projected Credit Unit. The Group recognised an unfunded employee benefits liability in accordance with the applicable regulation. The post-employment benefits liability is calculated using the Projected Credit Unit method. Liabilitas imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan, dalam laporannya tanggal 5 Agustus 2026 untuk 30 Juni 2026 dan 30 Januari 2026 untuk 31 Desember 2025. The post -employment benefits liability is calculated by the independent actuary, Kantor Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan, in its reports dated August 5, 2026 for June 30, 2026 and January 30, 2026 for December 31, 2025. Jumlah yang diakui pada laba rugi adalah sebagai berikut: The amount recognised in profit or loss is as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Biaya jasa kini 4,557 8,029 Current service cost Biaya bunga 2,379 2,140 Interest cost Biaya jasa lalu - (143 ) Past service cost Jumlah beban imbalan kerja 6,936 10,026 Total employee benefits expense Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: Movements in the present value of post -employment benefits liability are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Saldo awal 78,830 63,336 Beginning balance Beban imbalan kerja 6,936 15,572 Employee benefits expense Pembayaran manfaat (379 ) (3,462 ) Benefits paid Kerugian (keuntungan) Net actuarial loss (gain) aktuaria neto dibebankan charged to other ke penghasilan komprehensif lain (3,526 ) 3,384 comprehensive income Saldo akhir 81,861 78,830 Ending balance Dikurangi : bagian jangka pendek (7,684 ) (6,705 ) Less : current portion Bagian jangka panjang 74,177 72,125 Non-current portion Asumsi-asumsi dasar yang digunakan untuk menentukan liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: The principal assumptions used in determining the post- employment benefits liability are as follows: Usia pensiun : Sesuai tingkatan antara 59 tahun - 65 tahun pada 30 Juni 2026 : Retirement age dan 31 Desember 2025 Based on level between 59 years - 65 years in June 30, 2026 and December 31, 2025 Tingkat kenaikan gaji : 5% - 7% pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 : Annual rate of increase in salary tahunan 5% - 7% % in June 30, 2026 and December 31, 2025 Tingkat diskonto : 7,25% pada 30 Juni 2026 dan 6,25% - 6,75% pada 31 Desember 2025 : Discount rate 7.25% in June 30, 2026 and 6.25% - 6.75% % in December 31,2025 Tingkat kematian : TMI-IV-2019 : Mortality rate Tingkat kecacatan : 5% dari tingkat kematian/5% of mortality rate : Disability rate
Page 77
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 72 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued) b. Liabilitas imbalan pascakerja (lanjutan) b. Post-employment benefits liability (continued) Grup terekspos dengan beberapa risiko melalui program imbalan pasti. Risiko yang paling signifikan adalah sebagai berikut: The Group is exposed to a number of risks through its defined benefit pension plans. The most significant risks are as follows: Perubahan tingkat diskonto Changes in discount rate Penurunan tingkat diskonto akan meningkatkan liabilitas program. A decrease in the discount rate will increase plan liabilities. Tingkat kenaikan gaji Salary growth rate Liabilitas imbalan pensiun Grup berhubungan dengan tingkat kenaikan gaji, dan semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akan menyebabkan semakin besarnya liabilitas. The Group’s pension obligations are linked to the salary growth rate, and a higher salary growth rate will lead to higher liabilities. Analisis sensitivitas terhadap asumsi utama yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: The sensitivity analysis to the key assumptions used in determining post -employment benefits liability is as follows: Tingkat diskonto/ (Penurunan)/kenaikan/ Discount rate (Decrease)/increase 30 Juni 2026 1%/(1%) (Rp6,601)/ Rp7,465 June 30, 2026 31 Desember 2025 1%/(1%) (Rp6,667)/ Rp7,568 December 31, 2025 Tingkat gaji/ Kenaikan/(penurunan)/ Salary rate Increase/(decrease) 30 Juni 2026 1%/(1%) Rp7,686/ (Rp6,904) June 30, 2026 31 Desember 2025 1%/(1%) Rp8,137/ (Rp7,259) December 31, 2025 Analisis sensitivitas di atas ditentukan berdasarkan perubahan wajar yang mungkin terjadi pada masing - masing asumsi yang terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan asumsi lainnya konstan. The sensitivity analyses above have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant. Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi. The sensitivity analysis presented above may not be representative of the actual change in the defined benefit obligation as it is unlikely that the change in assumptions would occur in isolation of one another as some of the assumptions may be correlated. Metode dan asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisis sensitivitas tidak berubah dari periode sebelumnya. The methods and assumptions used in preparing the sensitivity analysis did not change compared to the previous period. Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas imbalan kerja di akhir periode pelaporan berkisar antara 13,78 tahun sampai 18,93 tahun pada 30 Juni 2026 dan 13,82 tahun sampai 19,05 tahun pada 31 Desember 2025. The weighted average duration of the benefit obligation at the end of the reporting period is within a range of 13.78 years to 18.93 years in June 30, 2026 and 13.82 years to 19.05 years in December 31, 2025.
Page 78
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 73 19. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 19. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITY (continued) b. Liabilitas imbalan pascakerja (lanjutan) b. Post-employment benefits liability (continued) Jadwal jatuh tempo dari liabilitas imbalan pascakerja tanpa diskonto adalah sebagai berikut: The maturity profile of undiscounted post -employment benefit liabilities is as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Kurang dari 1 tahun 7,684 6,705 Within one year 1-5 tahun 11,385 10,404 1-5 years Lebih dari 5 tahun 659,141 615,323 More than 5 years Jumlah 678,210 632,432 Total Manajemen berkeyakinan bahwa saldo liabilitas imbalan pascakerja tersebut cukup untuk memenuhi imbalan minimum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Management believes that the balance of post - employment benefits liability is sufficient to cover the minimum benefits required under the prevailing regulations. 20. PERPAJAKAN 20. TAXATION a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid taxes 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Perusahaan The Company Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan - 7,261 Value Added Tax (VAT) in Pajak penghasilan pasal 21 - 12 Income tax article 21 Deposit pajak 1 52,370 Tax deposit Sub-jumlah 1 59,643 Sub-total Entitas Anak Subsidiaries Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masukan - 249 Value Added Tax (VAT) in Pajak penghasilan pasal 21 347 15 Income tax article 21 Pajak penghasilan pasal 4(2) 196 487 Income tax article 4(2) Deposit pajak 9 35,014 Tax deposit Sub-jumlah 552 35,765 Sub-total Jumlah 553 95,408 Total b. Utang pajak b. Taxes payable 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Perusahaan The Company Pajak Penghasilan: Income Taxes: Pasal 29 100,338 95,652 Article 29 Pasal 25 10,970 - Article 25 Pasal 4(2) 290 236 Article 4(2) Pasal 23 7,685 489 Article 23 Pasal 21 4,509 - Article 21 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) keluaran 3,521 - Value Added Tax (VAT) out Sub-jumlah 127,313 96,377 Sub-total
Page 79
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 74 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) b. Utang pajak (lanjutan) b. Taxes payable (continued) 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Entitas Anak Subsidiaries Pajak Penghasilan: Income Taxes: Pasal 25 133 2,181 Article 25 Pasal 29 28,550 953 Article 29 Pasal 4(2) 512 419 Article 4(2) Pasal 15 2 1 Article 15 Pasal 21 - 7,990 Article 21 Pasal 23 187 920 Article 23 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) keluaran 15,619 22,044 Value Added Tax (VAT) out Sub-jumlah 45,003 34,508 Sub-total Jumlah 172,316 130,885 Total c. Beban pajak penghasilan c. Income tax expense 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Perusahaan The Company Kini 243,643 181,319 Current Tangguhan (15,901 ) 6,639 Deferred Penyesuaian yang diakui di tahun Adjustments recognized in the current berjalan atas pajak penghasilan period relating to prior years' income periode sebelumnya (1,718 ) - tax Sub-jumlah 226,024 187,958 Sub-total Entitas Anak Subsidiaries Kini 88,299 41,346 Current Tangguhan (14,421 ) (9,054 ) Deferred Sub-jumlah 73,878 32,292 Sub-total Jumlah beban pajak penghasilan 299,902 220,250 Total income tax expense Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan konsolidasian menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim dengan taksiran laba kena pajak adalah sebagai berikut: Reconciliation between consolidated profit before income tax expense as shown in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and the estimated taxable income is as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Laba sebelum beban pajak Consolidated profit before penghasilan konsolidasian 1,237,954 997,582 income tax expense Dikurangi laba sebelum pajak - Less profit before tax - entitas anak (332,645 ) (146,103 ) subsidiaries Disesuaikan dengan eliminasi Adjustment for consolidation konsolidasian 217,775 99,393 elimination Laba sebelum beban pajak Profit before tax attributable Perusahaan 1,123,084 950,872 to the Company
Page 80
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 75 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued) Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan konsolidasian interim menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran laba kena pajak adalah sebagai berikut: (lanjutan) Reconciliation between interim consolidated profit before income tax expense as shown in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income and the estimated taxable income is as follows: (continued) 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Beda temporer Temporary differences Penyusutan aset tetap 19,272 9,094 Depreciation of fixed assets Aset hak-guna dan liabilitas Right-of-use assets and sewa 2,039 2,475 lease liabilities Beban imbalan kerja 1,180 1,137 Employee benefits expense Provisi retur penjualan dan Provision for sales return and hak retur aset 359 (354 ) right of return assets Akrual 49,428 (42,535 ) Accruals Beda tetap Permanent differences Beban yang tidak dapat dikurangkan 6,520 36,001 Non-deductible expenses Pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final (94,412 ) (132,515 ) Income subject to final tax Taksiran laba kena pajak - Estimated taxable income - Perusahaan 1,107,470 824,175 the Company Beban pajak penghasilan periode berjalan dan perhitungan taksiran utang (klaim) pajak penghasilan adalah sebagai berikut: Income tax expense current period and the computation of the estimated income tax payable (claims for income tax refund) are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Taksiran penghasilan kena pajak Estimated taxable income (dibulatkan) (rounded off) Perusahaan 1,107,470 824,175 The Company Entitas Anak 401,361 187,939 Subsidiaries Beban pajak penghasilan - Income tax expense - periode berjalan current period Perusahaan 243,643 181,319 The Company Entitas Anak 88,299 41,346 Subsidiaries Beban pajak penghasilan menurut Income tax expense per consolidated laporan laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss and komprehensif lain konsolidasian other comprehensive income - periode berjalan 331,942 222,665 - current period Pajak penghasilan dibayar di muka Prepayments of income taxes (Pasal 22, 23 dan 25) (Articles 22, 23 and 25) Perusahaan 143,305 113,624 The Company Entitas Anak 59,749 73,345 Subsidiaries Pajak penghasilan dibayar di muka 203,054 186,969 Prepayments of income taxes Taksiran klaim Estimated claim for income pajak penghasilan - tax refund - Entitas Anak - (32,490 ) Subsidiaries Taksiran klaim pajak Estimated claims for income Penghasilan - (32,490 ) tax refund -
Page 81
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 76 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) c. Beban pajak penghasilan (lanjutan) c. Income tax expense (continued) Beban pajak penghasilan periode berjalan dan perhitungan taksiran utang (klaim) pajak penghasilan adalah sebagai berikut: (lanjutan) Income tax expense current period and the computation of the estimated income tax payable (claims for income tax refund) are as follows: (continued) 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Jumlah utang pajak penghasilan Total income tax payable Pasal 29 Article 29 Perusahaan 100,338 67,695 The Company Entitas Anak 28,550 491 Subsidiaries Jumlah utang pajak penghasilan Total income tax payable Pasal 29 128,888 68,186 Article 29 Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian interim untuk periode pajak sebagai berikut: Estimated claims for income tax refund at the date of the interim consolidated statement of financial position consist of the claims for the period as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Taksiran klaim pajak Estimated claims for income penghasilan tax refund Perusahaan The Company 2025 1,097 - 2025 Entitas Anak Subsidiaries 2025 11,382 11,382 2025 Jumlah 12,479 11,382 Total Rekonsiliasi antara hasil perhitungan laba sebelum beban pajak penghasilan konsolidasian dengan beban pajak penghasilan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut: Reconciliation between the computation of consolidated profit before tax expense and income tax expense as shown in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income is as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Laba sebelum beban pajak Consolidated profit before income penghasilan konsolidasian 1,237,954 997,582 tax expense Pengaruh pajak atas: The tax effect on: Pajak penghasilan dihitung dengan Income tax calculated at tarif pajak yang berlaku 272,350 219,468 applicable tax rate Pengaruh pajak atas beda Tax effect on permanent tetap dan pembulatan 48,029 31,410 differences and rounding Pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final (18,759 ) (30,628 ) Income subject to final tax Penyesuaian atas pajak penghasilan Adjustments in respect of current kini tahun sebelumnya (1,718 ) - income tax of prior years Jumlah beban pajak penghasilan 299,902 220,250 Total income tax expense
Page 82
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 77 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) d. Aset (liabilitas) pajak tangguhan d. Deferred tax assets (liabilities) Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan adalah sebagai berikut: The details of deferred tax assets and liabilities are as follows: 30 Juni 2026/June 30, 2026 Dikreditkan ke Dikreditkan penghasilan (dibebankan) komprehensif ke laba rugi/ lain/Credited Saldo awal/ Credited to other Saldo akhir/ Beginning (charged) to comprehensive Ending balance profit or loss income balance Aset tetap (39,648 ) 3,694 - (35,954) Fixed assets Aset hak-guna (14,469 ) (1,040 ) - (15,509) Right-of-use assets Liabilitas sewa 7,009 85 - 7,094 Lease liabilities Liabilitas imbalan kerja 16,756 1,442 (776 ) 18,422 Employee benefits liability Beban akrual 81,335 24,911 - 106,246 Accrued expenses Penyisihan persediaan Provision for usang dan lambat obsolescence and bergerak 4,553 1,182 - 5,735 slow-moving inventories Provisi retur penjualan 10,249 (54 ) - 10,195 Provision for sales return Hak retur aset (6,528 ) 67 - (6,461) Right to return assets Cadangan atas kerugian Allowance for kredit ekspektasian expected credit losses piutang usaha (35 ) 35 - - of trade receivables Jumlah 59,222 30,322 (776) 88,768 Total Disajikan sebagai: Presented as: Aset pajak tangguhan 59,222 30,322 (776 ) 88,768 Deferred tax assets Jumlah 59,222 30,322 (776 ) 88,768 Total Terdiri atas: Comprises: Perusahaan The Company Aset pajak tangguhan 31,253 15,901 (162 ) 46,992 Deferred tax assets Entitas anak Subsidiaries Aset pajak tangguhan 27,969 14,421 (614 ) 41,776 Deferred tax assets Jumlah 59,222 30,322 (776 ) 88,768 Total 31 Desember 2025/December 31, 2025 Dikreditkan ke Dikreditkan penghasilan (dibebankan) komprehensif ke laba rugi/ lain/Credited Saldo awal/ Credited to other Saldo akhir/ Beginning (charged) to comprehensive Ending balance profit or loss income balance Aset tetap (42,956 ) 3,308 - (39,648 ) Fixed assets Aset hak-guna (17,010 ) 1,955 586 (14,469 ) Right-of-use assets Liabilitas sewa 9,320 (2,311 ) - 7,009 Lease liabilities Liabilitas imbalan Employee benefits kerja 13,935 2,663 158 16,756 liability Beban akrual 66,342 14,993 - 81,335 Accrued expenses Penyisihan persediaan Provision for obsolescence usang dan lambat and slow-moving bergerak 3,191 1,362 - 4,553 inventories Provisi retur penjualan 8,452 1,797 - 10,249 Provision for sales return Hak retur aset (5,418 ) (1,110 ) - (6,528 ) Right to return assets Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai expected credit losses piutang usaha 288 (323 ) - (35 ) of trade receivables Jumlah 36,144 22,334 744 59,222 Total
Page 83
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 78 20. PERPAJAKAN (lanjutan) 20. TAXATION (continued) d. Aset (liabilitas) pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets (liabilities) (continued) 31 Desember 2025/December 31, 2025 Disajikan sebagai: Presented as: Aset pajak tangguhan 36,144 22,334 744 59,222 Deferred tax assets Jumlah 36,144 22,334 744 59,222 Total Terdiri atas: Comprises: Perusahaan The Company Aset pajak tangguhan 18,362 12,733 158 31,253 Deferred tax assets Entitas anak Subsidiaries Aset pajak tangguhan 17,782 9,601 586 27,969 Deferred tax assets Jumlah 36,144 22,334 744 59,222 Total e. Administrasi e. Administration Undang-undang perpajakan Indonesia mengatur bahwa masing -masing perusahaan dalam Grup menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. The taxation laws in Indonesia require that each company in the Group submits tax returns on the basis of self - assessment. Berdasarkan perundang -undangan yang berlaku, Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu lima tahun sejak saat terutangnya pajak. Under prevailing regulations, the Directorate General of Taxes ("DGT") may assess or amend taxes within five years from the time the tax becomes due. 21. MODAL SAHAM 21. SHARE CAPITAL Susunan pemegang saham Perusahaan dan kepemilikannya pada tanggal -tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The Company’s shareholders and their respective ownership as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Persentase Number of kepemilikan/ shares issued Percentage Jumlah/ Pemegang saham and fully paid of ownership Total Shareholders 30 Juni 2026 June 30, 2026 PT Tancorp Surya Sentosa 22,674,971,000 36.60% 226,750 PT Tancorp Surya Sentosa PT Wahana Lancar Rejeki 20,129,652,900 32.49% 201,297 PT Wahana Lancar Rejeki Archipelago Investment Archipelago Investment Private Limited 3,902,748,900 6.30% 39,027 Private Limited Rudi Tanoko 1,041,265,000 1.68% 10,413 Rudi Tanoko Rony Tanoko 13,270,100 0.02% 133 Rony Tanoko Direksi Board of Directors Robert Christian Tanoko 1,428,906,300 2.31% 14,289 Robert Christian Tanoko Ruslan Tanoko *) 165,624,300 0.27% 1,656 Ruslan Tanoko *) Wijono Tanoko 2,504,200 0.00% 25 Wijono Tanoko Kurnia Hadi Sinanto 956,800 0.00% 10 Kurnia Hadi Sinanto Angelica Tanisia Jozar 443,900 0.00% 4 Angelica Tanisia Jozar Masyarakat (masing-masing Public (each below kepemilikan di bawah 5%) 9,743,212,200 15.73% 97,432 5% ownership) Jumlah saham beredar 59,103,555,600 95.40% 591,036 Total outstanding shares Saham treasuri 2,850,000,000 4.60% 28,500 Treasury shares Jumlah 61,953,555,600 100.00% 619,536 Total *) Tidak Langsung melalui PT Sensasi Istana Warna *) Indirectly through PT Sensasi Istana Warna
Page 84
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 79 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Susunan pemegang saham Perusahaan dan kepemilikannya pada tanggal -tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: (lanjutan) The Company’s shareholders and their respective ownership as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: (continued) Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh/ Persentase Number of kepemilikan/ shares issued Percentage Jumlah/ Pemegang saham and fully paid of ownership Total Shareholders 31 Desember 2025 December 31, 2025 PT Tancorp Surya Sentosa 22,674,971,000 36.60% 226,750 PT Tancorp Surya Sentosa PT Wahana Lancar Rejeki 20,129,652,900 32.49% 201,297 PT Wahana Lancar Rejeki Archipelago Investment Archipelago Investment Private Limited 3,902,748,900 6.30% 39,027 Private Limited Rudi Tanoko 1,041,265,000 1.68% 10,413 Rudi Tanoko Rony Tanoko 21,999,500 0.04% 220 Rony Tanoko Direksi Board of Directors Robert Christian Tanoko 1,425,406,300 2.30% 14,254 Robert Christian Tanoko Ruslan Tanoko *) 153,251,300 0.25% 1,533 Ruslan Tanoko *) Wijono Tanoko 2,504,200 0.00% 25 Wijono Tanoko Kurnia Hadi Sinanto 782,500 0.00% 7 Kurnia Hadi Sinanto Angelica Tanisia Jozar 311,300 0.00% 3 Angelica Tanisia Jozar Masyarakat (masing-masing Public (each below kepemilikan di bawah 5%) 9,959,835,500 16.08% 99,599 5% ownership) Jumlah saham beredar 59,312,728,400 95.74% 593,128 Total outstanding shares Saham treasuri 2,640,827,200 4.26% 26,408 Treasury shares Jumlah 61,953,555,600 100.00% 619,536 Total *) Tidak Langsung melalui PT Sensasi Istana Warna *) Indirectly through PT Sensasi Istana Warna Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 , Perusahaan telah melakukan pembelian kembali masing - masing 209.172.800 dan 1.477.378.000 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 1b). Pembelian kembali saham Perusahaan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham Perusahaan. Jumlah pembayaran untuk mengakuisisi saham tersebut masing -masing adalah Rp 93.868 (Rp 364 - Rp 525/lembar saham - nilai penuh) dan Rp 645.342 (Rp 382 - Rp 490/lembar saham - nilai penuh) pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 . Jumlah pembayaran untuk mengakuisisi saham tersebut pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing- masing sebesar Rp 1.313.762 dan Rp 1.219.894. Saham tersebut dicatat pada “saham treasuri” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. In June 30, 2026 and December 31, 2025 , the Company repurchased 209,172,800 and 1,477,378,000, respectively, of its own shares through purchases on the IDX (Note 1b). These repurchase transactions were intended to stabilise the Company’s share price. The total amount paid to acquire the shares was Rp 93,868 (Rp 364 - Rp 525/share - full amount) and Rp 645,342 (Rp 382 - Rp 490/share - full amount) in June 30, 2026 and December 31, 2025 , respectively. The total amount paid to acquire the shares as of June 30, 2026 and December 31, 2025 amounted to Rp 1,313,762 and Rp 1,219,894, respectively. The shares are held as “treasury shares” in interim consolidated statement of financial position as of June 30, 2026 and December 31, 2025. Pada tanggal 30 Juni 2025, Perusahaan telah melakukan pembelian kembali 1.779.925.100 lembar saham biasa Perusahaan melalui pembelian pada BEI (Catatan 1b). Pembelian kembali saham Perusahaan ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham Perusahaan. Jumlah pembayaran untuk mengakuisisi saham tersebut masing - masing adalah Rp 264,648 (Rp 358 - Rp 600/lembar saham - nilai penuh) pada 30 Juni 2025. Jumlah pembayaran untuk mengakuisisi saham tersebut pada tanggal 30 Juni 202 5 sebesar Rp 839.199. Saham tersebut dicatat pada “saham treasuri” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim tanggal 30 Juni 2025. In June 30, 2025, the Company repurchased 1,779,925,100 of its own shares through purchases on the IDX (Note 1b). This repurchase transaction is intended to stabilise the Company’s share price. The total amount paid to acquire the shares was Rp 264,648 (Rp 3 58 - Rp 600/share - full amount) in June 30, 2025. The total amount paid to acquire the shares as of June 30, 202 5 amounted to Rp 839,199. The shares are held as “treasury shares” in the interim consolidated statement of financial position as of June 30, 2025.
Page 85
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 80 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Pengelolaan modal Capital management Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal. The Group’s objectives when managing capital are to safeguard the Group’s ability to continue as a going concern while seeking to maximise benefits to shareholders and other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to reduce the cost of capital. Manajemen Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, mengembalikan mo dal kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau menjual aset untuk mengurangi jumlah utang. Tidak ada perubahan yang dibuat dalam tujuan, kebijakan, atau proses selama periode yang disajikan. The Group manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Group may adjust the dividend payment to shareholders, return capital to shareholders, issue n ew shares or sell assets to reduce debt. No changes were made in the objectives, policies or processes during the periods presented. Kebijakan Grup adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar. The Group’s policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure access to finance at a reasonable cost. 22. TAMBAHAN MODAL DISETOR 22. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Selisih nilai nominal dengan Difference between par value penerimaan setoran modal 7,874,534 7,874,557 and proceeds of share capital Biaya emisi saham (119,356 ) (119,356 ) Shares issuance costs Dampak transaksi antara entitas Transactions between entities under sepengendali 38,017 38,017 common control Jumlah 7,793,195 7,793,218 Total Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sebanyak 6.200.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 (angka penuh) per lembar saham dan harga penawaran sebesar Rp 930 (angka penuh) per lembar saham. The Company made an initial public offering of 6,200,000,000 shares to the public with a par value of Rp 10 (full amount) per share at an offering price of Rp 930 (full amount) per share. Biaya emisi saham merupakan biaya transaksi yang timbul dari aktivitas Penawaran Umum Saham Perdana, antara lain mencakup biaya jasa penjaminan dan penyelenggaraan, biaya profesi penunjang pasar modal, biaya lembaga penunjang pasar modal dan biaya lain-lain. Share issuance costs are transaction costs arising from the Initial Public Offering, which includes underwriting and management fees, supporting professional service fees, capital market supporting institution fees and other fees.
Page 86
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 81 23. SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNAANNYA 23. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang -undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 efektif tanggal 16 Agustus 2007 untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. The Company is required by the Limited Liability Company Law No. 40, Year 2007 effective August 16, 2007 to allocate to and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches at least 20% of the issued and paid capital. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 036/AA/DIR/XI/2021 bertanggal 7 September 2021 tentang Pembentukan Cadangan Umum, Direksi Perusahaan telah menyetujui untuk menyisihkan sebagian saldo laba Perusahaan untuk cadangan umum sebesar Rp 112.000 sebagai tindak lanjut atas keputusan pemegang saham Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal 14 Juni 2021. Based on the Board of Directors’ Decision Letter No. 036/AA/DIR/XI/2021 dated September 7, 2021 concerning the Establishment of General Reserves, the Company's Board of Directors has agreed to set aside a portion of the Company's retained earnings for general reserves amounting to Rp 112,000 as a follow -up to the decision of the Company's shareholders in the General Meeting of Shareholders dated June 14, 2021. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 22 April 2022, para pemegang saham menyetujui tambahan pencadangan umum sebesar Rp 12.000 dari laba konsolidasian tahun 2021. Based on the Annual General Shareholders’ Meeting held on April 22, 2022, the Company’s shareholders approved the addition of appropriation for general reserve of Rp 12,000 from 2021 consolidated profit. Tidak ada penambahan pembentukan cadangan umum pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025. No additional appropriation for general reserve has been made for the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025. 24. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 24. BASIC AND DILUTED EARNINGS PER SHARE Rincian perhitungan laba per saham dasar dan dilusian adalah sebagai berikut: Details of basic and diluted earnings per share computation are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Income for the period attributable to equity entitas induk 938,416 778,196 holders of the parent company Rata-rata tertimbang jumlah saham Weighted average number yang beredar 59,139,510,994 60,466,049,940 of outstanding shares Laba per saham dasar Basic and diluted earnings dan dilusian (nilai penuh) 15.87 12.87 per share (full amount) Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi dilusi saham sehingga laba per saham dasar sama dengan laba per saham dilusian. The Company does not have any potentially dilutive shares. Therefore, the diluted earnings per share is equal to the basic earnings per share.
Page 87
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 82 25. DIVIDEN 25. DIVIDENDS Berdasarkan Akta Notaris No. 2 yang dibuat oleh Notaris Dr. Susanti, S.H, M.Kn., dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tangga l 9 April 2026, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 1.363.453 (Rp 23/lembar saham - nilai penuh) yang terdiri atas dividen interim sebesar Rp 654.210 (Rp 11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 20 November 2025 dan dividen final sebesar Rp 709.243 (Rp 12/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 28 April 2026. Based on Notarial Deed No. 2 by Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., in the Annual General Shareholders’ Meeting of the Company dated April 9, 2026, the Company’s shareholders approved the distribution of cash dividends from 2025 profit amounting to Rp 1,363,453 (Rp 23/share - full amount) which comprises of interim dividends amounting to Rp 654,210 (Rp 11/share - full amount) paid on November 20, 2025, and final dividends of Rp 709,243 (Rp 12/share - full amount) paid on April 28, 2026. Berdasarkan Akta Notaris No. 1 yang dibuat oleh Notaris Dr. Susanti, S.H., M.Kn., dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan tanggal 10 April 2025, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun 202 4 sebesar Rp 1. 337.793 (Rp 22/lembar saham - nilai penuh) yang terdiri atas dividen interim sebesar Rp 671.979 (Rp 11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 21 November 2024, dan dividen final sebesar Rp 6 65.814 (Rp 11/lembar saham - nilai penuh) yang telah dibayarkan pada tanggal 30 April 2025. Based on Notarial Deed No. 1 by Notary Dr. Susanti, S.H., M.Kn., in the Annual General Shareholders’ Meeting of the Company dated April 10, 2025, the Company’s shareholders approved the distribution of cash dividends from 2024 profit amounting to Rp 1,337,793 (Rp 22/share - full amount) which comprises of interim dividends amounting to Rp 671,979 (Rp 11/share - full amount) paid on November 21, 2024, and final dividends of Rp 665,814 (Rp 11/share - full amount) paid on April 30, 2025. 26. PENJUALAN NETO 26. NET REVENUES Grup memperoleh pendapatan dari penjualan cat dan bahan bangunan, yang dicatat pada waktu tertentu ketika kendali atas barang dialihkan ke pelanggan pada waktu tertentu. The Group derives its revenue from the sale of paints and building materials, which is recognized at a point in time when control of the goods is transferred to the customers. Penjualan neto berdasarkan kategori pelanggan: Net revenues by customers category: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Pihak ketiga 4,561,801 3,856,634 Third parties Pihak berelasi (Catatan 7) 28,865 27,648 Related parties (Note 7) Jumlah 4,590,666 3,884,282 Total Penjualan neto berdasarkan kategori pelanggan: Net revenues by customer category: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Distributor sendiri 4,167,300 3,487,827 Own distributors Distributor pihak ketiga 423,366 387,370 Third party distributors Penjualan langsung - 9,085 Direct sales Jumlah 4,590,666 3,884,282 Total Penjualan melalui distributor sendiri merupakan penjualan yang dilakukan melalui PT TKTW (entitas anak) dan PT TKBI (entitas anak tidak langsung) kepada pelanggan. Penjualan melalui distributor pihak ketiga merupakan penjualan yang dilakukan melalui distributor Perusahaan. Penjualan langsung merupakan penjualan kepada pelanggan non-ritel/pelanggan proyek. Sales through own distributors represent sales made through PT TKTW (subsidiary) and PT TKBI (indirect subsidiary) to the customers. Sales through third party distributors represent sales made through the Company’s distributors. Direct sales represent non-retail/project sales.
Page 88
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 83 26. PENJUALAN NETO (lanjutan) 26. NET REVENUES (continued) Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, Grup tidak memiliki penjualan kepada pelanggan tertentu dengan total penjualan kumulatif individual masing-masing melebihi 10% dari total pendapatan konsolidasian. For the six -month periods ended June 30, 2026 and 2025 , the Group does not have any sales to certain customers with the individual cumulative amount each exceeding 10% of the total consolidated revenues. Seluruh pelanggan adalah pelanggan lokal. All customers are local customers. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas kontrak yang berkaitan dengan kontrak penjualan masing - masing sebesar Rp 255.772 dan Rp 157.808 diakui sebagai bagian dari beban akrual pemasaran dan promosi. Liabilitas kontrak tahun sebelumnya yang telah terealisasi pada periode pelaporan saat ini dan telah diakui sebagai pendapatan sebesar Rp 157.808 (2025: Rp 146.738). As of June 30, 2026 and December 31, 2025 , contract liabilities related to revenue contracts amounting to Rp 255,772 and Rp 157,808, respectively, were recognised as part of accrued marketing and promotion expense. The prior year’s contract liabilities which have been realised in the current reporting period and have been recognised as revenue amounted to Rp 157,808 (2025: Rp 146,738). 27. BEBAN POKOK PENJUALAN 27. COST OF GOODS SOLD 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Pemakaian bahan baku 1,262,035 1,099,527 Raw materials usage Upah langsung 35,012 46,022 Direct labour Beban pabrikasi: Factory overhead: Upah tak langsung 69,171 51,180 Indirect labour Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed (Catatan 13) 15,727 19,068 assets (Note 13) Listrik, air, dan gas 10,456 9,410 Electricity, water, and gas Perawatan dan pemeliharaan 8,712 9,686 Repairs and maintenance Pemakaian bahan pembantu 5,464 2,609 Supporting materials used Perlengkapan pabrik 1,993 2,092 Factory supplies Amortisasi aset takberwujud 592 527 Amortization of intangible asset Lain-lain 9,703 8,355 Others Jumlah beban produksi 1,418,865 1,248,476 Total production cost Barang dalam proses Work in process Awal tahun 68,035 41,994 At beginning of year Akhir tahun (58,581 ) (54,124 ) At end of year Beban pokok produksi 1,428,319 1,236,346 Cost of goods manufactured Barang jadi Finished goods Awal tahun 1,095,072 1,051,043 At beginning of year Pembelian 937,552 831,222 Purchases Akhir tahun (1,265,900 ) (1,233,286 ) At end of year Beban pokok penjualan sebelum Cost of goods sold before pemakaian barang promosi 2,195,043 1,885,325 promotional goods consumption Pemakaian barang promosi 310,886 325,120 Promotional goods consumption Beban pokok penjualan 2,505,929 2,210,445 Cost of goods sold Rincian pemasok yang memiliki transaksi pembelian lebih dari 10% dari total penjualan usaha konsolidasian adalah sebagai berikut: Details of suppliers with purchase transactions that represent more than 10% of the total consolidated revenue is as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 PT Avia Avian Industri Pipa 522,501 485,732 PT Avia Avian Industri Pipa
Page 89
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 84 28. BEBAN USAHA 28. OPERATING EXPENSES Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut: The details of selling expenses are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 312,379 278,453 Salaries, wages and employee benefits Biaya angkut penjualan 175,967 122,328 Freight out Penyusutan (Catatan 13 dan 17) 97,252 87,751 Depreciation (Notes 13 and 17) Pemasaran dan promosi 69,596 76,689 Marketing and promotion Komisi penjualan 53,691 40,202 Sales commission Perjalanan dinas 23,268 25,936 Business travel Bahan bakar 18,525 14,587 Fuel Percetakan 16,340 10,755 Printing Pemeliharaan 14,144 11,989 Maintenance Lain-lain 7,605 7,872 Others Jumlah 788,767 676,562 Total Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: The details of general and administrative expenses are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 46,795 40,531 Salaries, wages and employee benefits Penyusutan (Catatan 13 dan 17) 25,400 22,584 Depreciation (Notes 13 and 17) Asuransi 12,144 11,406 Insurance Perlengkapan kantor 11,308 13,031 Office supplies Pajak dan lisensi 9,303 1,954 Taxes and licenses Utilitas 7,846 7,103 Utilities Perjalanan dinas 7,162 7,199 Business travelling Perijinan dan legalitas 6,020 10,429 Permits and legal Pelatihan 4,234 2,019 Training Amortisasi aset takberwujud 3,783 3,576 Amortization of intangible asset Jasa tenaga ahli 3,034 4,128 Professional fees Kebersihan dan keamanan 2,424 2,752 Cleaning and security Sumbangan dan jamuan 2,128 2,096 Donation and entertainment Lain-lain 4,574 4,775 Others Jumlah 146,155 133,583 Total 29. PENDAPATAN KEUANGAN 29. FINANCE INCOME 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Bunga dari investasi pada Interest from investments in government surat utang negara dan utang bonds and long-term debts jangka panjang (Catatan 10 dan 11) 59,129 87,862 (Notes 10 and 11) Bunga dari deposito 31,313 43,869 Interest from time deposits Bunga dari rekening giro 9,887 5,215 Interest from current accounts Jumlah 100,329 136,946 Total
Page 90
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 85 30. BEBAN KEUANGAN 30. FINANCE CHARGES 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Beban bunga atas liabilitas sewa Interest expense on lease liabilities (Catatan 17) 845 876 (Note 17) Beban bunga pinjaman bank 122 336 Interest expense on bank loans Jumlah 967 1,212 Total 31. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO 31. OTHER INCOME (EXPENSES) - NET Rincian pendapatan (beban) lain-lain - neto adalah sebagai berikut: The details of other income (expenses) - net are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Penjualan barang afalan 3,456 2,184 Sale of scrap Pendapatan sewa gedung kantor Office and factory buildings dan pabrik 2,194 2,184 rental income Keuntungan (kerugian) pelepasan Gain (loss) on disposal of aset tetap (Catatan 13) 1,555 (461 ) fixed assets (Note 13) Beban operasional atas gedung yang Operational expenses of leased disewakan (Catatan 12) (1,830 ) (1,384 ) building (Note 12) Kerugian penjualan investasi Loss on sale of investment in pada surat utang negara (Catatan 10) (5,352 ) - government bonds (Note 10) Kerugian selisih kurs - neto (16,306 ) (5,280 ) Loss on foreign exchange - net Lain-lain - neto 4,323 (219 ) Others - net Jumlah (11,960 ) (2,976 ) Total 32. ASET ATAU LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING 32. NET MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES Aset dan liabilitas moneter Grup dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: The Group’s monetary assets and liabilities in foreign currencies are as follows: 30 Juni/June 30, 2026 31 Desember/December 31, 2025 Dalam mata Dalam mata uang asing/ uang asing/ Mata uang/ In original Jumlah setara/ In original Jumlah setara/ Currency currencies Equivalent to currencies Equivalent to Aset moneter Monetary assets Dolar AS/ Kas dan setara kas US Dollar 10,977 196 3,017 51 Cash and cash equivalents Liabilitas moneter Monetary liabilities Dolar AS/ Utang usaha US Dollar (5,638,559) (100,682) (4,582,898) (76,887) Trade payables CNY (24,600,007) (64,662) (14,629,500) (34,998) Euro (135,457) (2,758) (131,419) (2,597) SGD (193,187) (2,667) (560,869) (7,322) GBP (17,000) (401) Sub-jumlah (171,170) (121,804) Sub-total Liabilitas moneter - neto (170,974) (121,753) Monetary liabilities - net
Page 91
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 86 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES Aktivitas Grup rentan terhadap berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko nilai mata uang asing, risiko harga, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan dipusatkan pad a pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk memperkecil efek yang berpotensi merugikan kinerja keuangan Grup. Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan dalam pengawasan Direksi. The Group’s activities are exposed to a variety of financial risks: market risk (including foreign exchange risk, price risk and interest rate risk), credit risk and liquidity risk. The Group’s overall risk management programme focuses on the unpredictability of financial markets and seeks to minimise potential adverse effects on the Group’s financial performance. Financial risk management is carried out under the monitoring of the Directors. Faktor-faktor risiko keuangan Financial risk factors a. Risiko pasar a. Market risk Risiko nilai tukar mata uang asing Foreign exchange risk Mata uang fungsional Grup adalah Rupiah. Grup menghadapi risiko nilai tukar mata uang asing karena sebagian pembelian dan biaya operasionalnya dalam mata uang asing. Penurunan/penguatan nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah, mengakibatkan utang dan biaya operasional dalam Rupiah menurun/meningkat. The Group’s functional currency is Rupiah. The Group is exposed to foreign currency risk as several of its purchases and operating expenses are denominated in foreign currencies. The weakening/strengthening of foreign currency exchange rate against Rup iah, will cause payable and operating expenses in Rupiah decrease/increase. Grup memonitor secara ketat fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing sehingga dapat mengambil langkah- langkah yang paling menguntungkan Grup pada waktu yang tepat. Grup mengelola eksposur mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang. Jumlah eksposur mata uang asing neto Grup pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 32. The Group closely monitors the foreign exchange rate fluctuation and market expectation so it can take necessary actions that are most beneficial to the Group in due time. The Group manages the foreign currency exposure by matching, as far as possible, rec eipts and payments in each individual currency. The Group’s net open foreign currency exposure as of reporting date is disclosed in Note 32. Analisis sensitivitas untuk risiko nilai mata uang asing Sensitivity analysis for foreign currency risk Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat/melemah sebesar 10%, dengan semua variabel lain konstan, maka laba setelah pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut akan meningkat/menurun sebesarRp 7.838 (30 Juni 2025: Rp 7.168). Dampak terhadap ekuitas akan sama dengan dampak pada laba periode berjalan. For the six-month period ended June 30, 2026, had the Rupiah exchange rate strengthened/weakened by 10% against US Dollar, with all other variables held constant, post-tax profit for the period then ended have been Rp 7,838 (June 30, 2025: Rp 7,168) higher /lower. The impact on equity would have been the same as the impact on profit for the period. Risiko harga Price risk Grup rentan terhadap risiko harga efek utang karena investasi yang dimiliki Grup diklasifikasikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim sebagai diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan nilai wajar melalui laba rugi. Grup tidak rentan terhadap risiko harga komoditas. The Group is exposed to debt securities price risk because the investments held by the Group are classified on the interim consolidated statement of financial position at fair value through other comprehensive income and fair value through profit or loss. The Group is not exposed to commodity price risk. Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi pada efek utang dan reksadana, Grup melakukan analisis terkait besarnya bunga kupon yang ditawarkan dengan tingkat imbal hasil umum yang diharapkan oleh pasar. To manage price risk arising from investments in debt securities and mutual funds, the Group performs an analysis of the number of coupon bonds offered and the required rate of return which is generally expected by the market.
Page 92
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 87 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) Risiko harga (lanjutan) Price risk (continued) Analisis sensitivitas untuk risiko harga Sensitivity analysis for price risk Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, apabila tingkat imbal hasil secara umum yang diharapkan oleh pasar bergerak naik/turun 5%, maka laba setelah pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut akan naik/turun sebesar Rp 87.496 (30 Juni 2025: Rp 1 35.207) sebagai akibat keuntungan/(kerugian) atas investasi pada surat utang negara dan reksa dana yang diklasifikasikan sebagai FVOCI dan FVTPL. Dampak terhadap ekuitas akan sama dengan dampak pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode berjalan. For the six-month period ended June 30, 2026, if market required rate of return increased/decreased by 5%, post-tax profit for the period then ended would increased/decreased by Rp 87,496 (June 30, 2025: Rp 135,207) as a result of gains/(losses) on investments in government bonds and mutual funds classified as at FVTOCI and FVTPL, respectively. The impact on equity would have been the same as the impact on the consolidated profit or loss and other comprehensive income for the period. Risiko tingkat suku bunga Interest rate risk Risiko suku bunga dari kas di bank, deposito berjangka, dan investasi jangka pendek pada deposito tidak signifikan. Investasi pada surat utang negara, investasi pada surat utang jangka panjang, pinjaman bank dan liabilitas sewa yang memiliki tingkat suku bunga tetap mengekspos Grup terhadap risiko nilai wajar suku bunga. The interest rate risk from cash in banks, time deposits and short -term investments in time deposit is not significant. Investment in government bonds, long term debt investments, bank loans and lease liabilities which bear fixed interest rates expose the Group to fair value interest rate risk. Grup memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah -langkah yang paling menguntungkan Grup secara tepat waktu. The Group closely monitors the market interest rate fluctuation and market expectation so it can take necessary actions that are most beneficial to the Group in due time. Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak material terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan. Laba atau rugi Grup tidak terpengaruh oleh perubahan suku bunga karena instrumen berbunga tersebut memiliki tingkat bunga tetap dan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. No sensitivity analysis is prepared as the Group does not expect any material effect on the Group’s profit or loss arising from the effects of reasonably possible changes to interest rates on interest bearing financial instruments at the end of the reporti ng period. The Group’s profit or loss are not affected by changes in interest rates as the interest -bearing instruments carry fixed interest and are amortized using the effective interest method. b. Risiko kredit b. Credit risk Grup terekspos risiko kredit dari kas di bank, deposito berjangka, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, investasi jangka pendek, investasi pada surat utang negara, investasi reksa dana, investasi pada surat utang jangka panjang, piutang usaha dan piutang lain-lain. The Group is exposed to credit risk from cash in banks, time deposits, restricted time deposits, short -term investments, investment in government bonds, investment in mutual funds, long-term debt investment, trade receivables and other receivables. Semua kas di bank, deposito berjangka, deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya ditempatkan di bank asing dan lokal yang memiliki reputasi dan peringkat yang baik. All the cash in banks, time deposits, restricted time deposit and short -term investments are placed in foreign and local banks with good reputation and rating.
Page 93
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 88 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Dalam pemilihan pelanggan, Grup menerapkan kebijakan persetujuan atas kontrak penjualan berdasarkan prinsip kehati -hatian serta melakukan pengelolaan atas piutangnya. Sebagai bagian dari proses persetujuan tersebut, reputasi dan catatan historis pelanggan menjadi bahan pertimbangan. In selecting its customers, the Group applies prudent acceptance policies of new sales contracts and perform ongoing monitoring as well as managing the collection of its receivables. As part of the approval process, the customer’s reputation and track reco rd are taken into consideration. Berdasarkan penilaian manajemen atas kerugian kredit ekspektasian berdasarkan PSAK 109, manajemen Grup berkeyakinan bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang usaha dan piutang lain -lain telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Lihat Catatan 6 untuk rincian umur piutang dan cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang usaha. Based on management’s assessment of the expected credit losses under PSAK 109, the Group’s management believes that the allowance for expected credit losses of trade and other receivables is sufficient to cover possible losses from uncollectible receivables. Refer to Note 6 for detailed receivables aging and allowance for expected credit losses of trade receivables. Piutang lain -lain dari pihak berelasi merupakan piutang Grup dari pihak berelasinya atas klaim program loyalitas pelanggan dan pengembalian aktivitas pemasaran. Berdasarkan penilaian manajemen atas kerugian kredit ekspektasian berdasarkan PSAK 109, manajem en Grup berkeyakinan bahwa kerugian kredit ekspektasian untuk piutang lain -lain mendekati nihil, sehingga cadangan kredit ekspektasian atas piutang lain -lain tidak diperlukan. Other receivables from related parties represents the Group’s receivables from its related parties for customer loyalty program claim and reimbursement of marketing activities. Based on management’s assessment of the expected credit losses under PSAK 109, the Group’s management believes that the expected credit losses is close to nil, as such, no allowance for expected credit of other receivables is necessary. Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset keuangan Grup serta eksposur maksimum risiko kredit menurut peringkat risiko kredit: The table below details the credit quality of the Group’s financial assets as well as maximum exposure to credit risk by credit risk rating grades: 30 Juni/June 30, 2026 Peringkat Peringkat Jumlah kredit kredit tercatat Jumlah external/ internal/ bruto/ Cadangan tercatat External Internal ECL 12 bulan atau sepanjang Gross kerugian/ neto/ credit credit umur/ carrying Loss Net carrying rating rating 12-month or lifetime ECL amount allowance amount Lancar/ ECL 12 bulan/12-month ECL Setara kas (Catatan 5) BBB Performing ECL sepanjang umur (pendekatan 2,446,280 - 2,446,280 Cash equivalents (Note 5) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Deposito yang dibatasi Lancar/ ECL 12 bulan/12-month ECL penggunaanya BBB Performing ECL sepanjang umur (pendekatan)/ 2,000 - 2,000 Restricted ime deposits Lifetime ECL (simplified approach) ECL sepanjang umur (pendekatan Piutang usaha (Catatan 6) N/A (i) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) 1,422,588 - 1,422,588 Trade receivables (Note 6) Lancar/ ECL sepanjang umur (pendekatan Piutang lain-lain (Catatan 8) N/A Performing sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) 51,400 - 51,400 Other receivables (Note 8) Lancar/ Investasi jangka pendek (Catatan 10) BBB/Baa2 Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 1,897,962 - 1,897,962 Short-term investments (Note 10) Investasi pada surat utang Lancar/ jangka panjang (Catatan 11) AAA/Idn Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 82,474 - 82,474 Long-term debt investments (Note 11) Jumlah 5,902,704 - 5,902,704 Total
Page 94
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 89 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset keuangan Grup serta eksposur maksimum risiko kredit menurut peringkat risiko kredit: (lanjutan) The table below details the credit quality of the Group’s financial assets as well as maximum exposure to credit risk by credit risk rating grades: (continued) 31 Desember/December 31, 2025 Peringkat Peringkat Jumlah kredit kredit tercatat Jumlah external/ internal/ bruto/ Cadangan tercatat External Internal ECL 12 bulan atau sepanjang Gross kerugian/ neto/ credit credit umur/ carrying Loss Net carrying rating rating 12-month or lifetime ECL amount allowance amount Lancar/ Setara kas (Catatan 5) BBB Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 1,651,804 - 1,651,804 Cash equivalents (Note 5) ECL sepanjang umur (pendekatan sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Piutang usaha (Catatan 6) N/A (i) ECL sepanjang umur (pendekatan 1,633,123 (2,860) 1,630,263 Trade receivables (Note 6) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Lancar/ Piutang lain-lain (Catatan 8) N/A Performing ECL sepanjang umur (pendekatan 153,073 - 153,073 Other receivables (Note 8) sederhana)/ Lifetime ECL (simplified approach) Lancar/ Investasi jangka pendek (Catatan 10) BBB/Baa2 Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 2,515,606 - 2,515,606 Short-term investments (Note 10) Investasi pada surat utang Lancar/ jangka panjang (Catatan 11) AAA/Idn Performing ECL 12 bulan/12-month ECL 81,112 - 81,112 Long-term debt investments (Note 11) Jumlah 6,034,718 (2,860) 6,031,858 Total (i) Untuk piutang usaha, Grup telah menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam PSAK 109 untuk mengukur cadangan kerugian ECL sepanjang umur. Grup menentukan kerugian kredit ekspektasian atas pos -pos ini dengan menggunakan matriks provisi, yang diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status jatuh tempo debitur, disesuaikan untuk mencerminkan kondisi saat ini dan estimasi kondisi ekonomik masa depan. Oleh karena itu, profil risiko kredit dari aset tersebut disajikan berdasarkan status tunggakannya dalam matriks provisi. Catatan 6 mencakup rincian lebih lanjut atas cadangan kerugian aset tersebut. (i) For trade receivables, the Group has applied the simplified approach in PSAK 109 to measure the loss allowance at lifetime ECL. The Group determines the expected credit losses on these items by using a provision matrix, estimated based on historical credit loss experience based on the past due status of the debtors, adjusted as appropriate to reflect current conditions and estimates of future economic conditions. Accordingly, the credit risk profile of these assets is presented based on their past due statu s in terms of the provision matrix. Note 6 include further details on the loss allowance for these assets. c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kesulitan dalam membayar liabilitas keuangannya. Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang cukup dalam memenuhi kebutuhan kas jangka pendeknya. Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. Liquidity risk is the risk that the Group will have difficulties in paying its financial liabilities. The Group manages its liquidity risk by maintaining an adequate level of cash and cash equivalents to cover its short - term cash requirement. The Group als o evaluates the projected and actual cash flows regularly, as well as the maturity date schedule of its financial assets and liabilities.
Page 95
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 90 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Faktor-faktor risiko keuangan (lanjutan) Financial risk factors (continued) c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued) Tabel di bawah merupakan analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup dalam rentang waktu yang menunjukkan jatuh tempo kontraktual untuk semua liabilitas keuangan untuk pemahaman terhadap arus kas. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto (termasuk pembayaran pokok dan bunga). The following table s analyses the Group’s financial liabilities by relevant maturity groupings based on their contractual maturities for an understanding of the timing of the cash flows. The amounts disclosed in the table are the contractual undiscounted cash flows (including principal and interest payments). Di bawah Lebih dari satu tahun/ 1-5 tahun/ 5 tahun/More Jumlah/ Below one year years than 5 years Total 30 Juni 2026 June 30, 2026 Utang usaha 887,542 - - 887,542 Trade payables Utang lain-lain 23,990 - - 23,990 Other payables Beban akrual 380,535 - - 380,535 Accrued expenses Liabilitas sewa 10,739 8,214 17,289 36,242 Lease liabilities Uang jaminan pelanggan 2,000 - - 2,000 Customer guarantee Jumlah 1,304,806 8,214 17,289 1,330,309 Total Di bawah Lebih dari satu tahun/ 1-5 tahun/ 5 tahun/More Jumlah/ Below one year years than 5 years Total 31 Desember 2025 December 31, 2025 Pinjaman bank Short-term jangka pendek 7,187 - - 7,187 bank loans Utang usaha 784,207 - - 784,207 Trade payables Utang lain-lain 30,579 - - 30,579 Other payables Beban akrual 293,400 - - 293,400 Accrued expenses Liabilitas sewa 65,648 9,695 17,572 92,915 Lease liabilities Jumlah 1,181,021 9,695 17,572 1,208,288 Total Nilai Wajar Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Grup yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian interim tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut: The fair values of the financial assets and liabilities are the carrying values and the estimated fair values of the Group financial instruments that are carried in the interim consolidated statements of financial position as of June 30, 2026 and December 31, 2025, are as follows: 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Aset Keuangan Financial Assets Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost Kas dan setara kas 2,449,883 1,654,810 Cash and cash equivalents Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 2,000 - Restricted time deposit Piutang usaha 1,422,588 1,630,263 Trade receivables Piutang lain-lain 51,400 153,073 Other receivables Investasi jangka pendek 200,000 100,000 Short-term investments
Page 96
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 91 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) Fair Value of Financial Instruments (continued) 30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/ June 30, 2026 December 31, 2025 Nilai wajar melalui laba rugi Fair value through profit and loss Investasi jangka pendek 51,509 54,474 Short-term investments Nilai wajar melalui penghasilan Fair value through other komprehensif lain comprehensive income Investasi jangka pendek 1,697,962 2,415,606 Short-term investments Investasi jangka panjang 373,320 371,958 Long-term investments Jumlah Aset Keuangan 6,248,662 6,380,184 Total Financial Assets Liabilitas Keuangan Financial Liabilities Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost Pinjaman bank jangka pendek - 7,187 Short-term bank loans Utang usaha 887,542 784,207 Trade payables Utang lain-lain 23,990 30,579 Other payables Beban akrual 380,535 293,400 Accrued expenses Liabilitas sewa 23,235 79,021 Lease liabilities Uang jaminan pelanggan 2,000 - Customer guarantee Jumlah Liabilitas Keuangan 1,317,302 1,194,394 Total Financial Liabilities Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan ( willing parties ) dan bukan merupakan pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi. The fair values of the financial assets and liabilities are determined based on the amount at which the instrument could be exchanged in a current transaction between willing parties, other than in a forced sale or liquidation. Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal. Financial instruments presented in the interim consolidated statements of financial position are carried at fair values, otherwise, they are presented at carrying amounts as either these are reasonable approximation of fair values or their fair values cannot be measured reliably. Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut. The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instrument for which it is practicable to estimate such value. Nilai tercatat dari kas dan setara kas, deposito berjangka, piutang usaha, piutang lain -lain, pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang lain -lain, beban akrual dan uang jaminan pelanggan mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. The carrying value of cash and cash equivalents, time deposits, trade receivables, other receivables, short -term bank loans, trade payables, other payables, accrued expenses and customer guarantee approximate their fair values due to their short-term nature. Investasi pada surat utang negara dan reksa dana merupakan aset Grup yang nilai wajarnya didasarkan pada kuotasi harga pasar terakhir (Level 1). Investment in government bonds and mutual funds represent the Group’s assets for which the fair value is stated based on the last quoted market prices (Level 1).
Page 97
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 92 33. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 33. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES (continued) Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan) Fair Value of Financial Instruments (continued) Investasi pada surat utang jangka panjang merupakan aset Grup yang nilai wajarnya dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif (Level 3). Long-term debt investments represent the Group’s assets for which the fair value are determined by discounting cash flows at effective interest rate (Level 3). Investasi saham jangka panjang yang tidak diperdagangkan di pasar aktif diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian yang wajar dengan nilai input yang tidak dapat diobservasi (Level 3). Long-term investments in shares which are not traded in the active market is estimated using appropriate valuation techniques with unobservable inputs (Level 3). Nilai wajar atas liabilitas sewa dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif (Level 3). The fair value of lease liabilities are determined by discounting cash flows at effective interest rate (Level 3). 34. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS 34. SUPPLEMENTARY CASH FLOW INFORMATION a. Aktivitas non-kas a. Non-cash activities Aktivitas non-kas yang mendukung laporan arus kas pada setiap tanggal pelaporan adalah sebagai berikut: Non-cash activities supporting the statement of cash flows at each reporting dates are as follows: 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Penambahan aset hak-guna Addition to right-of-use assets melalui liabilitas sewa 10,056 9,147 through lease liabilities Penambahan aset tetap melalui Addition to fixed assets through reklasifikasi uang muka reclassification of advances for pembelian aset tetap 22,373 155,057 purchase of fixed assets b. Rekonsiliasi utang neto b. Net debt reconciliation Pinjaman bank jangka pendek/ Short-term Liabilitas sewa/ Jumlah/ bank loans Lease liabilities Total Saldo Balance of 1 Januari 2025 9,189 84,193 93,382 January 1, 2025 Arus kas dari aktivitas Cash flows from pendanaan (2,002 ) (70,090 ) (72,092 ) financing activities Perubahan non-kas: - (64,918 ) (64,918 ) Non-cash changes: Tambahan liabilitas sewa - 64,918 64,918 Addition of lease liabilities . Saldo Balance of 31 Desember 2025 7,187 79,021 86,208 December 31, 2025 Arus kas dari aktivitas Cash flows from pendanaan (7,187 ) (65,841) (73,028 ) financing activities . Perubahan non-kas: - (64,918 ) (64,918 ) Non-cash changes: Tambahan liabilitas sewa - 10,056 10,056 Addition to lease liabilities . Saldo Balance of 30 Juni 2026 - (23,236 ) (23,236 ) June 30, 2026
Page 98
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 93 35. KOMITMEN 35. COMMITMENTS Pengeluaran modal yang telah diperjanjikan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 namun belum diakui sebagai kewajiban masing -masing sebesar Rp 10.219 dan Rp 157.542. Capital expenditure contracted as of June 30, 2026 and 2025 but not yet recognised as liabilities amounted to Rp 10,219 and Rp 157,542, respectively. 36. PENJUALAN ENTITAS ANAK 36. DISPOSAL OF A SUBSIDIARY Pada tanggal 9 April 2026 , Perusahaan menjual seluruh saham PT Multipro Paint Indonesia pada PT Pacific Dwiyasaputra (Catatan 1d). On April 9, 2026, the Company disposed all of its interest in PT Multipro Paint Indonesia to PT Pacific Dwiyasaputra (Note 1d). Pada tanggal penjualan, analisis aset dan liabilitas atas hilangnya pengendalian adalah sebagai berikut: As at the date of disposal, the analysis of assets and liabilities over which control was lost is as follows: 9 April 2026/ April 9, 2026 Aset lancar Current assets Kas dan bank 507 Cash and banks Piutang usaha 36 Trade receivables Persediaan 6,087 Inventories Pajak dibayar dimuka 261 Prepaid taxes Beban dibayar dimuka 4 Prepaid expenses Aset tidak lancar Non-current assets Aset tetap 19,081 Fixed assets Aset takberwujud 283 Intangible assets Liabilitas jangka pendek Current liabilities Utang usaha (114) Trade payables Utang pajak (2) Taxes payables Beban akrual (42) Accrued expenses Utang lain-lain (6,850) Other payables Aset neto yang dijual 19,251 Net assets disposed of Kerugian atas penjualan yang termasuk dalam ”Pendapatan (beban) lain-lain - neto” (Catatan 31) adalah sebagai berikut: The loss on disposal that is included in “ Other income (expenses) - net” (Note 31) is computed as follows: 9 April 2026/ April 9, 2026 Imbalan yang diterima dalam bentuk kas Consideration received in cash and dan bank 8,375 cash in banks Aset neto yang lepas (19,251) Net assets disposed Kepentingan non-pengendali 2,680 Non-controlling interest derecognized Tambahan modal disetor 23 Additional paid in capital Kerugian atas penjualan (8,173) Loss on disposal
Page 99
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 94 36. PENJUALAN ENTITAS ANAK (lanjutan) 36. DISPOSAL OF A SUBSIDIARY (continued) Arus kas neto atas penjualan entitas anak adalah sebagai berikut: The net cash inflow on disposal of the subsidiary is as follows: 9 April 2026/ April 9, 2026 Imbalan yang diterima dalam bentuk kas Consideration received in cash and dan bank 8,375 cash in banks Dikurangi: saldo kas dan bank Less: cash and cash in banks yang dijual (507) disposed of Arus kas - aktivitas investasi 7,868 Cash inflow - investing activities 37. INFORMASI SEGMEN 37. SEGMENT INFORMATION Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan laporan yang ditelaah oleh Direksi, yang telah diidentifikasikan sebagai pengambil keputusan operasional utama Grup (”CODM”) dan yang mengambil keputusan strategis. Grup menentukan segmen operasi menuru t kelompok produk yang dijual. Management has determined the operating segments based on the reports reviewed by the Directors, who has been identified as the Group’s chief operating decision maker s (“CODM”) and made strategic decisions. The Group determines the operating segment by group of products. Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk segmen dilaporkan adalah sebagai berikut: The segment information provided to the Directors for the reportable segments is as follows: 30 Juni/June 30, 2026 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Penjualan neto 3,634,125 956,541 4,590,666 Net revenues Beban pokok penjualan (1,757,789) (748,140) (2,505,929) Cost of goods sold Laba bruto 1,876,336 208,401 2,084,737 Gross profit Beban usaha Operating expenses Beban penjualan - - (788,767) Selling expenses Beban umum General and administrative dan administrasi - - (146,155) expenses Jumlah Beban Usaha - - (934,922) Total Operating Expenses Laba usaha 1,149,815 Operating profit Penghasilan (beban) lain-lain Other income (expenses) Pendapatan keuangan - - 100,329 Finance income Beban keuangan - - (967) Finance charges Bagian atas laba neto Share in net profit of ventura bersama - - 737 joint venture Beban lain-lain - neto - - (11,960) Other expenses - net Laba sebelum beban Profit before income pajak penghasilan - - 1,237,954 tax expense Beban pajak penghasilan - neto - - (299,902) Income tax expense - net Laba periode berjalan - - 938,052 Profit for the period
Page 100
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 95 37. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 37. SEGMENT INFORMATION (continued) Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk segmen dilaporkan adalah sebagai berikut: (lanjutan) The segment information provided to the Directors for the reportable segments is as follows: (continued) 30 Juni/June 30, 2026 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Informasi segmen lainnya Other segment information Belanja modal yang tidak Unallocated dapat dialokasikan - - 232,342 capital expenditures Beban depresiasi dan Unallocated amortisasi yang tidak depreciation and dapat dialokasikan - - 143,101 amortisation expenses Aset dan liabilitas Assets and liabilities Aset yang tidak dapat dialokasikan - - 11,297,600 Unallocated assets Aset Grup - - 11,297,600 The Group’s Assets Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan - - 1,684,924 Unallocated liabilities Liabilitas Grup - - 1,684,924 The Group’s Liabilities 30 Juni/June 30, 2025 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Penjualan neto 3,058,340 825,942 3,884,282 Net revenues Beban pokok penjualan (1,532,466) (677,979) (2,210,445) Cost of goods sold Laba bruto 1,525,874 147,963 1,673,837 Gross profit Beban usaha Operating expenses Beban penjualan - - (676,562) Selling expenses Beban umum General and administrative dan administrasi - - (133,583) expenses Jumlah Beban Usaha - - (810,145) Total Operating Expenses Laba usaha - - 863,692 Operating profit Penghasilan (beban) lain-lain Other income (expenses) Pendapatan keuangan - - 136,946 Finance income Beban keuangan - - (1,212) Finance charges Bagian atas laba Share of profit of ventura bersama - - 1,132 joint venture Beban lain-lain - neto - - (2,976) Other expenses - net Laba sebelum Profit before income pajak penghasilan - - 997,582 tax expense Beban pajak penghasilan - - (220,250) Income tax expense Laba periode berjalan - - 777,332 Profit for the period
Page 101
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 96 37. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 37. SEGMENT INFORMATION (continued) Informasi segmen yang diberikan kepada Direksi untuk segmen dilaporkan adalah sebagai berikut: (lanjutan) The segment information provided to the Directors for the reportable segments is as follows: (continued) 30 Juni/June 30, 2025 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Informasi segmen lainnya Other segment information Belanja modal yang tidak Unallocated dapat dialokasikan - - 245,534 capital expenditures Beban depresiasi dan Unallocated amortisasi yang tidak depreciation and dapat dialokasikan - - 133,506 amortisation expenses 31 Desember/December 31, 2025 Solusi Barang arsitektur/ dagangan/ Architectural Trading Jumlah/ solution goods Total Aset dan liabilitas Assets and liabilities Aset yang tidak dapat dialokasikan - - 11,084,379 Unallocated assets Aset Grup - - 11,084,379 The Group’s Assets Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan - - 1,544,155 Unallocated liabilities Liabilitas Grup - - 1,544,155 The Group’s Liabilities SEGMEN GEOGRAFIS GEOGRAPHICAL SEGMENT 30 Juni 2026/ 30 Juni 2025/ June 30, 2026 June 30, 2025 Penjualan neto Net revenues Lokal 4,590,666 3,884,282 Local Manajemen memonitor hasil dari kegiatan segmen dilaporkan secara terpisah dengan tujuan untuk mengambil keputusan mengenai alokasi atas sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba bruto. Beban penjualan, beban umum dan adm inistrasi, beban dan penghasilan keuangan, penghasilan (beban) lain-lain, neto, bagian dari laba (rugi) ventura bersama dan pajak penghasilan Grup tidak termasuk dalam ukuran laba rugi yang dilaporkan kepada CODM sehingga tidak dialokasikan pada segmen dilaporkan. Management monitors the operating results of its reportable segments separately for the purpose of making decisions about resource allocation and performance assessment. Segment performance is evaluated based on gross margin. The Group’s selling expenses, general and administrative expenses, finance income and costs, other income (expenses) - net, share in profit of joint venture and income taxes are not included in the measure of profit or loss that is reported to the CODM and therefore are not allocated to the reportable segments.
Page 102
The original interim consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT AVIA AVIAN Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Tanggal 30 Juni 2026 serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT AVIA AVIAN Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2026 and For the Six-Month Period Then Ended (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 97 38. KEJADIAN SETELAH PERIODE PELAPORAN 38. SUBSEQUENT EVENTS AFTER REPORTING PERIOD Pernyataan Keputusan Rapat Statement of Meeting Resolutions Berdasarkan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Sebagai Pengganti Rapat Dewan Komisaris No. 007/AA/SK/KOM/VII/2026 tanggal 1 Juli 2026, terjadi perubahan susunan Komite Audit Perseroan sebagai berikut: Based on Circular Resolution of The Board of Commissionners in Lieu of The Board of Commissionners Meeting No. 007/AA/SK/KOM/VII/2026 dated July 1, 2026 , there was a change in the composition of the Company’s Audit Committee as follows: • Mengangkat Muhammad Kurniawan sebagai Komite Audit terhitung sejak 1 Juli 2026 menggantikan Sammy TS Lalamentik dengan akhir masa jabatan sama dengan Dewan Komisaris yang menjabat saat ini , sehingga susunan anggota Komite Audit menjadi sebagai berikut: • • Appointed Muhammad Kurniawan as an Audit Committee member effective July 1, 202 6 replacing Sammy TS Lalamentik with the end of the term of office being the same as current members of the Board of Commissioners, therefore the composition of the Audit Committee will be as follow: Komite Audit Audit Committee Ketua Lukas Rusli Chairman Anggota Wardiman Member Anggota Muhammad Kurniawan Member