Interim report
Page 1
PT SUPER BANK INDONESIA TBK LAPORAN KEUANGAN / FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNI 2026 * DAN 31 DESEMBER 2025 , SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 * DAN 2025 / 30 JUNE 2026 * AND 31 DECEMBER 2025 AND FOR THE SIX - MONTH PERIODS ENDED 30 JUNE 2026 * AND 2025 * ) TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED
Page 2
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk HALAMAN/ ISI PAGE CONTENTS SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI DIRECTORS‘ STATEMENT OF RESPONSIBILITIES LAPORAN KEUANGAN PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026: FINANCIAL STATEMENTS FOR THE PERIOD ENDED 30 JUNE 2026: LAPORAN POSISI KEUANGAN --------------------- 1 ------------ STATEMENT OF FINANCIAL POSITION LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ---------------------------- 3 STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND ---------- OTHER COMPREHENSIVE INCOME LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ----------------- 4 - 5 ------------ STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY LAPORAN ARUS KAS ----------------------------------- 6 – 7 ----------------------- STATEMENT OF CASH FLOWS CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN --------- 8 – 85 ------- NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Page 4
1 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 30 Juni/ June 2026*) 31 Desember/ December 2025 ASET ASSETS Kas 29 102) 217) Cash Giro pada Bank Indonesia 4,6, 29 867.754) 389.295 Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain Current accounts with other banks - Pihak ketiga 4,7,29 47.379) 59.644) Third parties - Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 4,8,29 900.000) 1.808.594- Placements with Bank Indonesia and other banks Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 4,9,29 162.624) 420.351) Securities purchased under resale Agreements (reverse repo) Kredit yang diberikan 4,10,29 Loans receivable - Pihak ketiga 13.344.888) 9.541.864) Third parties - - Pihak berelasi 27 91.280) 76.395) Related parties - Jumlah kredit yang diberikan 13.436.168) 9.618.259) Total loans receivable Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (454.346)) (418.681) Less: Allowance for impairment losses Jumlah kredit yang diberikan - bersih 12.981.822) -9.199.578) Total loans receivable - net Efek-efek - bersih 4,11,29 10.498.803) 7.852.894) Securities - net Aset tetap - bersih 12 69.953) 75.194) Fixed assets - net Aset takberwujud - bersih 13 512.505) 432.987) Intangible assets - net Aset pajak tangguhan 18 109.040) 134.127) Deferred tax assets Aset lain-lain 4,14,29 855.602) 909.431) Other assets JUMLAH ASET 27.005.584) 21.282.312) TOTAL ASSETS LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS LIABILITIES Liabilitas segera 15,36 105.642) 784.359) Liabilities due immediately Simpanan nasabah 4,16,29 Deposits from customers - Pihak ketiga 15.856.662) 11.782.038) Third parties - - Pihak berelasi 27 75.192) 45.091) Related parties - Jumlah simpanan nasabah 15.931.854) 11.827.129) Total deposits from customers Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 4,17,29 2.062.330) -) Securities sold under repurchase agreements (repo) Beban masih harus dibayar 4,19,29 302.669) 341.320) Accrued expenses Liabilitas lain-lain 4,20,29 308.960) 129.898) Other liabilities Liabilitas imbalan pascakerja 38.756) 35.012) Post-employment benefits liabilities JUMLAH LIABILITAS 18.750.211) 13.117.718) TOTAL LIABILITIES *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements.
Page 5
2 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026*) December 2025 EKUITAS EQUITY Modal saham – nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham Seri A Share capital – par value Rp 100 (full amount) per Series A shares Modal Dasar 100.000.000.000 lembar saham Authorised Capital 100,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor penuh 33.897.017.650 lembar saham Seri A 21 3.389.702) 3.389.702) Issued and fully paid-in capital 33.897.017.650 shares Series A Tambahan modal disetor 21 5.538.342) 5.538.342) Additional paid-in capital Cadangan nilai wajar 21 (22.251) 69.578) Fair value reserve (Defisit) saldo laba (Deficit) retained earnings Telah ditentukan penggunaannya 13.100) 13.100) Appropriated Belum ditentukan penggunaannya (663.520) (846.128) Unappropriated JUMLAH EKUITAS 8.255.373) 8.164.594) TOTAL EQUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 27.005.584) 21.282.312) TOTAL LIABILITIES AND EQUITY *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements.
Page 6
3 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes Periode enam bulan berakhir 30 Juni/ Six-month periods ended June 2026*) 2025 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL OPERATING INCOME AND EXPENSES Pendapatan dan beban bunga Interest income and expenses Pendapatan bunga 22 1.499.672) 904.492) Interest income Beban bunga 23 (488.818) (239.198)) Interest expense Pendapatan bunga bersih 1.010.854) 665.294) Net interest income Pendapatan operasional lainnya Other operating income Pendapatan provisi dan komisi 36.949) 6.488 Fees and commissions income Keuntungan dari penjualan efek-efek untuk tujuan investasi 20.170) 2.272 Gain on sale of for investment Pendapatan operasional lainnya - bersih 5) 57 Other operating income - net Jumlah pendapatan operasional 57.124) 8.817 Total operating income Beban operasional Operating expenses Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan 24 (246.138) (136.106) Impairment losses on financial assets Beban umum dan administrasi 25 (340.556) (291.500) General and administrative expenses Beban tenaga kerja 26 (246.571) (214.585) Personnel expenses Beban lain-lain (312) (1.439) Other expenses Jumlah beban operasional (833.577) (643.630) Total operating expenses LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 234.401) 30.481) PROFIT BEFORE INCOME TAX (Beban) manfaat pajak penghasilan 18 (51.793) (9.973) Income tax (expense) benefit LABA BERSIH 182.608) 20.508) NET PROFIT PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN: OTHER COMPREHENSIVE INCOME: Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Items that will not be reclassified to profit or loss Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak penghasilan -) -) Remeasurements of post- employment benefits liabilities, net of income tax Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Items that will be reclassified to profit or loss Perubahan cadangan nilai wajar efek- efek untuk tujuan investasi, setelah pajak penghasilan 11e (91.829) 50.332) Movement in fair value reserve of investment securities, net of income tax PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH PAJAK PENGHASILAN (91.829) 50.332) OTHER COMPREHENSIVE INCOME, NET OF INCOME TAX JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 90.779) 70.840) TOTAL COMPREHENSIVE PROFIT LABA BERSIH PER SAHAM EARNINGS PER SHARE (NILAI PENUH) 32 (FULL AMOUNT) Dasar 5.4) 0.7) Basic Dilusian 5.4) 0.7) Diluted *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements.
Page 7
4 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements. Saldo laba (defisit)/ Retained earnings (deficit) Catatan/ Notes Modal disetor/ Share capital Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital Cadangan nilai wajar/Fair value reserve Telah ditentukan penggunaannya/ Appropriated Belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated Jumlah ekuitas/ Total equity Saldo 31 Desember 2025 3.389.702 5.538.342 69.578 13.100 (846.128) 8.164.594 Balance 31 December 2025 Tambahan modal disetor 21 - - - - -) -) Additional paid-in capital Penerbitan saham insentif 21 - - - - -) -) Issuance of incentive share Penghasilan komprehensif tahun berjalan: Comprehensive income for the year: Laba bersih tahun berjalan - -) - - 182.608) 182.608) Net income for the year Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak penghasilan: -) - Other comprehensive income - net of income tax: Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja karyawan - -) - - - - Remeasurement of employee benefits liabilities Perubahan cadangan nilai wajar efek- efek untuk tujuan investasi -) -)) (91.829) -) -)) (91.829)) Changes in fair value reserve of investment securities Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - -) (91.829) - 182.608) 90.779) Total comprehensive income for the year Saldo 30 Juni 2026*) 3.389.702) 5.538.342)) (22.251)) 13.100) (663.520)) 8.255.373)) Balance 30 June 2026*)
Page 8
5 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements. Saldo laba (defisit)/ Retained earnings (deficit) Catatan/ Notes Modal disetor/ Share capital Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital Cadangan revaluasi aset tetap/ Fixed assets revaluation reserve Cadangan nilai wajar / Fair value reserve Telah ditentukan penggunaannya/ Appropriated Belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated Jumlah ekuitas/ Total equity Saldo 31 Desember 2024 2.884.541 3.302.851 - (6.332) 13.100 (946.628) 5.247.532 Balance 31 December 2024 Penerbitan saham insentif 21 150 9.738 - - - - 9.888) Issuance of incentive share Penghasilan komprehensif periode berjalan: Comprehensive income for the period: Laba bersih periode berjalan - - - - - 20.508) 20.508) Net income for the period Penghasilan komprehensif lain - setelah pajak penghasilan: Other comprehensive income - net of income tax: Perubahan cadangan nilai wajar efek-efek utang untuk tujuan investasi -) -) -) 50.332) -) -)) 50.332)) Changes in fair value reserve of investment debt securities Jumlah laba komprehensif periode berjalan - - - 50.332) - 20.508) 70.840) Total comprehensive income for the period Saldo 30 Juni 2025 2.884.691) 3.312.589) -) 44.000)) 13.100) (926.120)) 5.328.260)) Balance 30 June 2025
Page 9
6 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF CASH FLOWS FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Periode berakhir 30 Juni/ Period ended 30 June Notes 2026*) 2025 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan bunga, provisi dan komisi 1.412.211) 846.966) Interest, fees and commissions received Penerimaan kredit yang telah dihapusbukukan 24 5.759) 6.887) Recovery from written-off loans Pembayaran bunga (468.889) (219.626) Interest paid Pembayaran gaji dan kompensasi lainnya (271.420) (211.514) Payments of salaries and other compensation Pembayaran pesangon karyawan -) (3.082) Payments of termination benefits Pembayaran beban umum dan administrasi (300.670) (169.563) Payments of general and Administrative expenses Penerimaan pendapatan operasional lainnya 5) 57) Other operating income received Pembayaran beban operasional lainnya (312) (1.439) Payments of other operating expenses Arus kas sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi 376.684) 248.686) Cash flows before changes in operating assets and liabilities (Kenaikan) dalam aset operasi: (Increase) in operating assets: Kredit yang diberikan (4.030.196) (1.972.538) Loans receivable Aset lain-lain (45,625) (67.173) Other assets (4,075,821) (2.039.711) Kenaikan/(penurunan) dalam liabilitas operasi: Increase/(decrease) in operating liabilities: Liabilitas segera 24.273) (287.984) Liabilities due immediately Simpanan nasabah 4.104.725) 3.482.378) Deposits from customers Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 2.062.330) (129.972) Securities sold under repurchase agreements Beban yang masih harus dibayar (5.685) 19.979) Accrued expenses Liabilitas lain-lain 163.126) 34.348) Other liabilities 6.348.769) 3.378.693) Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 2,649,632) 1.587.668) Net cash from operating activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Pembelian efek-efek (10.201.052) (4.489.815) Purchases of securities Penjualan efek-efek dan penerimaan efek-efek yang jatuh tempo 6.969.632) 3.742.674) Proceeds from sales of securities and proceeds from securities that have been matured Perolehan aset tetap (6.203) (12.850) Acquisition of fixed assets Perolehan aset takberwujud (108.326) (156.857) Acquisition of intangible assets Penjualan aset tetap ----) ----) Proceeds from sales of fixed assets Penjualan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual -) -) Proceeds from sales of assets held for sale Kas bersih (digunakan untuk) aktivitas investasi (3.345.949) (916.848) Net cash (used in) investing activities *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements.
Page 10
7 PT SUPER BANK INDONESIA Tbk LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk STATEMENT OF CASH FLOWS FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Periode berakhir 30 Juni/ Period ended 30 June Notes 2026*) 2025 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Penerimaan modal disetor 21 ----) ---150) Share capital received Pembayaran biaya penerbitan saham 21 ----) ----) Payments for shares issuance costs Pembayaran liabilitas sewa (3.924) (5.010) Payment on lease liabilities Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan (3.924) (4.860) Net cash from financing activities PENINGKATAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (700.241) 665.960) NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2.678.100) 431.617) CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.977.859 1.097.577) CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF YEAR Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of: Kas 102) 211) Cash Giro pada Bank Indonesia 6 867.754) 698.018) Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain 7 47.379) 125.248) Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 8 900.000) 274.100) Placements with Bank Indonesia and other bank with original maturities of 3 months or less from acquisition date Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 9 162.624) -) Securities purchased under resale agreement with original maturities of 3 months or less from acquisition date 1.977.859) 1.097.577) *) Tidak diaudit *) Unaudited Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements.
Page 11
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8 1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION a. Pendirian dan informasi umum a. Establishment and general information PT Super Bank Indonesia Tbk (untuk selanjutnya disebut sebagai "Bank") sebelumnya bernama PT Bank Fama International yang berkedudukan dan berkantor pusat di Revenue Tower Lt. 28 -29, SCBD, Lot 13, District 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 -53, Jakarta 12190 didirikan dengan Akta Pendirian Bank No. 36 pada tanggal 5 Maret 1993 di hadapan Notaris Herlien, S.H. A kta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan tertanggal 17 Juni 1993 No. C -2- 4750HT.01.01.Tahun 1993 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 6 Agustus 1993 No. 63, Tambahan Ber ita Negara Republik Indonesia No. 3538/1993. PT Super Bank Indonesia Tbk (hereinafter referred to as the “Bank”) formerly under the name of PT Bank Fama International which is domiciled and has its head office at Revenue Tower 28 th-29th floor, SCBD, Lot 13, District 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52- 53, Jakarta 12190 was established by Deed No. 36 on 5 March 1993, before Notary Herlien, S.H. The Bank’s Articles of Incorporation were approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in its Decision Letter dated 17 June 1993 No. C -2- 4750HT.01.01.Tahun 1993 and promulg ated in State Gazette of Indonesia dated 6 August 1993 No.63, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia No. 3538/1993. Bank telah mendapat izin sebagai bank umum sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 834/KMK.017/1993 tanggal 11 Oktober 1993. The Bank has received a license as a commercial bank according to the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 834/KMK.017/1993 dated 11 October 1993. Berdasarkan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan No. KEP -14/PB.1/2023 tanggal 10 Februari 2023, Bank disetujui untuk mengubah penggunaan izin usahanya menjadi atas nama PT Super Bank Indonesia. Perubahan ini efektif pada tanggal 10 Februari 2023. Based on the Decision of Deputy Commissioner of Banking Supervisor I of Financial Services Authority No. KEP-14/PB.1/2023 dated 10 February 2023, the Bank was approved to change the use of its business license to PT Super Bank Indonesia. The change was effective as of 10 February 2023. Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., No. 143 tanggal 23 Desember 2022 tentang perubahan nama Bank, Bank mengubah nama dari PT Bank Fama International menjadi PT Super Bank Indonesia. Perubahan ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat Keputusan No.AHU - 0003003.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 16 Januari 2023. Based on deed of Jose Dima Satria S.H., M.Kn., No. 143 dated 23 December 2022 regarding the change of Bank’s name, the Bank changes its name from PT Bank Fama International to PT Super Bank Indonesia. This change was approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its approval letter No.AHU - 0003003.AH.01.02.TAHUN 2023 dated 16 January 2023. Berdasarkan surat persetujuan OJK No. S - 42/PB.1/2022 tanggal 29 November 2022 perihal Rencana Pemindahan Alamat Kantor Pusat, Kantor Pusat Bank berlokasi di Revenue Tower Lt. 6, SCBD, Lot 13, District 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 -53, Jakarta 12190 (sebelumnya berlokasi di Jl. Asia Afrika No. 115, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung 40112). Based on approval letter from OJK No.S - 42/PB.1/2022 dated 29 November 2022 regarding Plan for Change of Head Office Address, the Bank’s Head Office is located at Revenue Tower 6th Floor, SCBD, Lot 13, District 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52- 53, Jakarta 12190 (previously was located at Jl. Asia Afrika No. 115, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung 40112). Berdasarkan surat pemberitahuan Bank kepada OJK No. 064/DIR -OPS/SBI/VII/2024 tanggal 22 Juli 2024 perihal Pemberitahuan Rencana Pemindahan Alamat Kantor Pusat Bank ke Revenue Tower Lt. 28-29, SCBD, Lot 13, District 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190. Perubahan ini efektif pada tanggal 2 September 2024. Based on the Bank's notification letter to OJK No. 064/DIR-OPS/SBI/VII/2024 dated 22 July 2024 regarding the Notification of the Plan to Relocate the Bank’s Head Office Address to Revenue Tower, 28th-29th Floor, SCBD, Lot 13, District 8, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 -53, Jakarta 12190. This change was effective as of 2 September 2024.
Page 12
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) a. Establishment and general information (continued) Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir berdasarkan Akta Aulia Taufani S.H., No. 64 tanggal 18 Desember 2025 tentang perubahan anggaran dasar telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.AHU-AH.01.03-0255969 tanggal 19 Desember 2025. The Bank’s Articles of Association have been amended several times. The latest amendment based on Notarial Deed of Aulia Taufani S.H., No. 64 dated 18 December 2025 regarding the change its articles of association had been notified to the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on Notification Receipt on the Amendment of Articles of Association letter No.AHU-AH.01.03-0255969 dated 19 December 2025. Pemegang saham terakhir ( ultimate shareholders ) dari pemegang saham Bank dengan pengaruh signifikan adalah sebagai berikut: The ultimate shareholders of the Bank’s shareholders with significant influence are as follows: • PT Elang Media Visitama (“EMV”): Pemegang saham pengendali EMV adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, dengan pemilik manfaat akhir yaitu Eddy Kusnadi Sariaatmadja. • PT Elang Media Visitama (“EMV”): The controlling shareholder of EMV is PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, with ultimate beneficial owner of Eddy Kusnadi Sariaatmadja. • PT Kudo Teknologi Indonesia (“KTI”) dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. (“ADH”): Pemegang saham pengendali KTI dan A5 -DB adalah Grab Holdings Limited, dengan pemilik manfaat akhir yaitu Anthony Tan Ping Yeow. • PT Kudo Teknologi Indonesia (“KTI”) and A5 - DB Holdings Pte. Ltd. (“ADH”): The controlling shareholder of KTI and A5-DB is Grab Holdings Limited, with ultimate beneficial owner of Anthony Tan Ping Yeow. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The composition of the Bank's Board of Commissioners and Board of Directors as of 30 June 2026 and 31 December 2025 was as follows: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Dewan Komisaris Board of Commissioners Presiden Komisaris/ Komisaris Independen Anton Hermanto Gunawan President Commissioner/ Independent Commissioner Komisaris Independen Zanubba Arifah CH.R. Independent Commissioner Komisaris Neneng Meity Goenadi Commissioner Direksi Board of Directors Presiden Direktur Tigor M. Siahaan President Director Direktur Melisa Hendrawati Director Direktur Sukiwan Director Direktur Amalia Pratantara Director Direktur Bhavana Balramdas Vatvani Director Susunan Komite Audit pada tanggal 3 0 June 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The Composition of the Audit Committee as of 30 June 2026 and 31 December 2025 was as follows: 30 Juni/June 31 Desember/December 2026 2025 Ketua Anton Hermanto Gunawan Chairman Anggota Rustini Dewi Member Anggota Hamdi Hassyarbaini Member
Page 13
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 10 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan) a. Establishment and general information (continued) Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank No. 001/SKEP/BFI/I/2023 tanggal 17 Januari 2023, Kepala Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) dijabat oleh Cut Tashana Azia terhitung sejak tanggal 17 Januari 2023. Based on the Decree of the Board of Directors of the Bank No. 001/SKEP/BFI/I/2023 dated 17 January 2023, the Head of the Internal Audit Unit (SKAI) has been held by Cut Tashana Azia effective since 17 January 2023. b. Perubahan Modal Karena Aksi Korporasi b. Changes in Capital Due to Corporate Actions Penawaran Umum Perdana Saham Initial Public Offering Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani S.H., No. 20 tanggal 15 Agustus 2025 tentang Persetujuan pemegang saham untuk pelaksanaan rencana Penawaran Umum Perdana Saham (“PUPS”), para pemegang saham menyetujui rencana Penawaran Umum Saham Perdana Biasa kepada masyarakat melalui pasar modal serta melakukan pencatatan saham Bank di Bursa Efek Indonesia. Based on notarial deed of Aulia Taufani, S.H., No. 20 dated 15 August 2025 regarding shareholder agreement on Initial Public Offering (“IPO”), the shareholders approved the Initial Public Offering of Ordinary Shares plan to public through capital market and listing of Bank’s shares at Indonesia Stock Exchange. Bank melakukan penawaran umum perdana atas 4.406.612.300 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (nilai penuh) setiap saham dengan harga penawaran setiap saham sebesar Rp 635 (nilai penuh) kepada Masyarakat di Indonesia. Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebesar Rp 2.789.198.810.500 dan saham tersebut dicatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Desember 2025. The Bank undertook an initial public offering of 4,406,612,300 shares with a nominal value of Rp 100 (full amount) per share with offering price of Rp 635 (full amount) per share to the Public in Indonesia. The total value of this Initial Public Offering is Rp 2,789,198,810,500 and the shares were listed at Indonesia Stock Exchange on 17 December 2025. Terkait dengan pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham, pada tanggal 8 Desember 2025, PT Super Bank Indonesia Tbk telah memperoleh surat pernyataan efektif oleh OJK dengan nomor S -130/D.04/2025 mengenai Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran. In connection with the implementation of the Initial Public Offering, on 8 December 2025, PT Super Bank Indonesia Tbk obtained a letter of effective statement from the Financial Services Authority (OJK) with reference number S-130/D.04/2025 regarding the Notification of the Effectiveness of the Registration Statement. 2. DASAR PENYUSUNAN 2. BASIS OF PREPARATION a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance Laporan keuangan Bank telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (“SAK Indonesia”) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. The Bank’s financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK Indonesia”) as well as Regulation No. VIII.G.7 on the Presentation and Disclosure of Financial Statements of Issuers or Public Companies. b. Laporan keuangan Bank ini telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 28 Juli 2026. b. These financial statements of the Bank were authorized for issue by the Board of Directors on 28 July 2026.
Page 14
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 11 2. DASAR PENYUSUNAN (lanjutan) 2. BASIS OF PREPARATION (continued) c. Dasar pengukuran c. Basis of measurement Laporan keuangan disusun atas dasar akrual dengan menggunakan konsep nilai historis, kecuali jika standar akuntansi mensyaratkan pengukuran nilai wajar. The financial statements have been prepared on the accrual basis using the historical cost except where the accounting standards require fair value measurement. d. Laporan arus kas d. Statement of cash flows Laporan arus kas disusun dengan metode langsung dengan mengelompokkan ke dalam kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas meliputi kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank -bank lain, serta penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain , dan efek -efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ( reverse repo) dalam waktu tiga bulan sejak tanggal perolehan. The statements of cash flow are prepared using the direct method by classifying operating, investing and financing activities. For the purpose of the statements of cash flows, cash and cash equivalents consist of cash, current accounts with Bank Indonesia and other bank, current accounts with other banks, as well as placements with Bank Indonesia and other bank, and securit ies purchased under resale agreements (reverse repo) that mature within three months from the date of acquisition. e. Mata uang fungsional dan penyajian e. Functional and presentation currency Laporan keuangan Bank dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Bank. Kecuali dinyatakan khusus, informasi keuangan disajikan dalam jutaan Rupiah. The Bank’s financial statements are presented in Rupiah, which is the Bank’s functional currency. Except otherwise specified, financial information is presented in millions of Rupiah. f. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi f. Use of judgments, estimates and assumptions Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan - pertimbangan, estimasi -estimasi, dan asumsi - asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi, dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarka n pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. The preparation of financial statements require management to make judgments, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies, and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. Estimasi-estimasi dan asumsi -asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui secara prospektif. Estimates and underlying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognized prospectively. Informasi mengenai hal-hal penting yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan pertimbangan-pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material atau efek signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan dijelaskan di Catatan 5. Information about significant areas of estimation uncertainty and critical judgements in applying accounting policies that have a significant risk of resulting in material adjustments or significant effect on the amount recognized in the financial statements are described in Note 5.
Page 15
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 12 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES Kebijakan-kebijakan akuntansi material di bawah ini telah diterapkan secara konsisten untuk semua periode yang disajikan dalam laporan keuangan ini. The material accounting policies set out below have been applied consistently to all periods presented in these financial statements. a. Setara kas a. Cash equivalents Setara kas meliputi giro pada Bank Indonesia, giro pada bank -bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, dan efek -efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ( reverse repo) yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan sejak tanggal perolehan. Cash equivalents consist of current accounts with Bank Indonesia and other bank , current accounts with other banks, placements with Bank Indonesia and securities purchased under resale agreements (reverse repo) that mature within three months from the date of acquisition. b. Aset dan liabilitas keuangan b. Financial assets and liabilities Aset keuangan Bank terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank -bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo), kredit yang diberikan, efek -efek, dan aset lain-lain tertentu. The Bank’s financial assets consist of cash, current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks, placements with Bank Indonesia and other bank , securit ies purchased under resale agreements (reverse repo), loans receivable, securities, and certain other assets. Liabilitas keuangan Bank terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, efek -efek yang dijual dengan janji dibeli kembali ( repo), beban masih harus dibayar tertentu, dan liabilitas lain - lain tertentu. The Bank’s financial liabilities consist of liabilities due immediately, deposits from customers, securities sold under repurchase agreements (repo), certain accrued expenses and certain other liabilities. b.1. Klasifikasi b.1. Classification Aset keuangan Financial assets Terdapat tiga klasifikasi pengukuran untuk aset keuangan: biaya perolehan diamortisasi, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI). There are three measurement classifications for financial assets: amortized cost, fair value through profit or loss (FVTPL) and fair value through other comprehensive income (FVOCI). ● Biaya perolehan diamortisasi: Aset keuangan dengan arus kas kontraktual semata dari pembayaran pokok dan bunga dan yang dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya adalah untuk memperoleh arus kas kontraktualnya; ● Amortized cost: Financial assets with contractual cash flows that comprise the solely payment of principal and interest and which are held in a business model whose objective is to collect the contractual cash flows; ● Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset keuangan dengan arus kas kontraktual yang terdiri dari pembayaran pokok dan bunga saja dan yang dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya adalah untuk menerima arus kas kontraktualnya atau untuk dijual; dan ● Fair value through other comprehensive income: Financial assets with contractual cash flows that comprise the payment of principal and interest only and which are held in a business model whose objective is to collect their cash flows or to sell; and ● Nilai wajar melalui laba rugi: Aset keuangan lainnya yang tidak masuk dalam kategori di atas diukur pada FVTPL. ● Fair value through profit or loss: Any other financial assets not falling into the categories above are measured at FVTPL.
Page 16
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 13 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued) b.1. Klasifikasi (lanjutan) b.1. Classification (continued) Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued) Aset keuangan diklasifikasikan ke dalam klasifikasi pengukuran ini berdasarkan dua kriteria: Financial assets are classified into these measurement classifications on the basis of two criteria: ● Model bisnis dimana aset keuangan dikelola; dan ● The business model within which the financial asset is managed; and ● Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (khususnya apakah arus kas kontraktual merupakan pembayaran pokok dan bunga semata). ● The contractual cash flows characteristics of the financial asset (specifically whether the contractual cash flows represent 'solely payments of principal and interest'). Aset keuangan tidak direklasifikasi setelah pengakuan awal, kecuali dalam periode setelah Bank mengubah model bisnis yang mengelola aset keuangan. Financial assets are not reclassified subsequent to their initial recognition, except in the period after the Bank changes its business model for managing financial assets. Liabilitas keuangan Financial liabilities Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori berikut pada saat pengakuan awal: Financial liabilities are classified into the following categories at initial recognition: i. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang mempunyai 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu liabilitas keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan; i. Fair value through profit or loss, which has 2 (two) sub-classifications, i.e. those designated as such upon initial recognition and those classified as held for trading; ii. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi terdiri dari liabilitas keuangan non -derivatif yang tidak dimiliki Bank untuk diperdagangkan dan tidak ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi. ii. Financial liabilities measured at amortized cost. Financial liabilities measured at amortized cost consist of non - derivative financial liabilities that are not held for trading purposes and not designated at fair value through profit or loss. b.2. Pengakuan b.2. Recognition Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pertama kali pada saat Bank menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Financial assets and financial liabilities are initially recognized when the Bank becomes a party to the contractual provisions of the instruments.
Page 17
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued) b.2. Pengakuan (lanjutan) b.2. Recognition (continued) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar ditambah/dikurangi (untuk instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal) biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut. A financial asset or financial liability is initially measured at fair value plus/less (for financial instruments not subsequently measured at fair value through profit or loss) transaction costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issuance of a financial liability. The subsequent measurement of financial assets and financial liabilities depends on their classification. Pembelian dan penjualan aset keuangan yang lazim (regular) diakui pada tanggal perdagangan dimana Bank memiliki komitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut. Regular purchases and sales of financial assets are recognized on the trade date on which the Bank has a commitment to purchase or sell those assets. Biaya transaksi hanya meliputi biaya -biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diper oleh atau diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan liabilitas. Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset keuangan atau sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi seh ubungan dengan liabilitas keuangan. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or the issuance of a financial liability and are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. In the case of financial assets, transaction costs are added to the amount recognized initially, while for financial liabilities, transaction costs are deducted from the amount of debt recognized initially. Such transaction costs are amortized over the terms of the instruments based on the effective interest method and are recorded as part of interest income for transaction costs related to financial assets or interest expense for transaction costs related to financial liabilities. b.3. Penghentian pengakuan b.3. Derecognition Bank menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kedaluwarsa, atau Bank mengalihkan seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Bank secara substansial telah mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang dialihkan. The Bank derecognizes a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire, or when the Bank transfers the rights to receive the contractual cash flows from the financial asset in a transaction in which substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset are transferred.
Page 18
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued) b.3. Penghentian pengakuan (lanjutan) b.3. Derecognition (continued) Bank menghapusbukukan aset keuangan dan cadangan kerugian penurunan nilai terkait pada saat Bank menentukan bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih. The Bank writes off a financial asset and any related allowance for impairment losses, when the Bank determines that the financial asset is uncollectible. Bank menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. The Bank derecognizes a financial liability when its contractual obligations are discharged or cancelled or expired. b.4. Saling hapus b.4. Offsetting Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Bank memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan Bank berniat untu k menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is presented in the statement of financial position when, and only when, the Bank currently has a legally enforceable right to set off the amounts and it intends either to settle them on a net basis or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Bank atau pihak lawan. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default, or in solvency or bankruptcy of the Bank or the counterparty. Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi. Income and expenses are presented on a net basis only when permitted by accounting standards. b.5. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi b.5. Amortized cost measurement Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal, dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan untuk aset keuangan dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Nilai tercatat bruto aset keuangan merupakan biaya perolehan diamortisasi aset keuangan sebelum dikurangi cadangan kerugian penurun an nilai. The amortized cost of a financial asset or liability is the amount at which the financial asset or liability is measured at initial recognition, minus principal repayments, plus or minus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between the initial amount recognized and the maturity amount, and minus any allowance for impairment losses. The gross carrying amount of financial asset is the amortized cost of a financial asset before adjusting for any allowance for impairment losses.
Page 19
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026 AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 16 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued) b.6. Pengukuran nilai wajar b.6. Fair value measurement Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur ( orderly transaction) antara pelaku pasar ( market participants) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Bank memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya. Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date in the principal market or, in its absence, the most advantageous market to which the Bank has access at that date. The fair value of a liability reflects its non - performance risk. Jika tersedia, Bank mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika transaksi atas aset dan liabilitas terjadi dengan frekuensi dan volume yang memadai untuk menyediakan informasi penentuan harga secara berkelanjutan. When available, the Bank measures the fair value of a financial instrument using the quoted price in an active market for that instrument. A market is regarded as active if transactions for the asset or liability take place with sufficient frequency and volume to provide pricing information on an ongoing basis. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Bank menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi dan relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian yang dipilih menggabungkan semua faktor yang diperhitungkan oleh pelaku pasar dalam penentuan harga transaksi. If there is no quoted price in an active market, then the Bank uses valuation techniques that maximize the use of relevant observable inputs and minimize the use of unobservable inputs. The chosen valuation technique incorporates all the factors that marke t participants would take into account in pricing a transaction. Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima. Jika Bank menetapkan bahwa nilai wajar pada pengakuan awal berbeda dengan harga transaksi dan nilai wajar tidak dapat dibuktikan dengan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen keuangan yang identik atau berdasarkan teknik penilaian yang hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi, maka nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal disesuaikan untuk menangguhkan perbedaan antara nilai wajar pada saat pengakuan awal dan harga transaksi. Setelah pengakuan awal, perbedaan tersebut diakui dalam laba rugi berdasarkan umur dari instrumen tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. The best evidence of the fair value of a financial instrument at initial recognition is normally the transaction price, i.e., the fair value of the consideration given or received. If the Bank determines that the fair value at initial recognition differs from the transaction price and the fair value is evidenced neither by a quoted price in an active market for an identical instrument nor based on a valuation technique that uses only data from observable markets, then the financial instrument is initially measured at fair value, adjusted to defer the difference between the fair value at initial recognition and the transaction price. Subsequently, that difference is recognized in profit or loss on an appropriate basis over the life of the instrument but no la ter than when the valuation is wholly supported by observable market data or the transaction is closed out.
Page 20
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 17 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued) b.6. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) b.6. Fair value measurement (continued) Jika aset atau liabilitas yang diukur pada nilai wajar memiliki harga penawaran dan harga permintaan, maka Bank mengukur aset dan posisi beli berdasarkan harga penawaran dan mengukur liabilitas dan posisi jual berdasarkan harga permintaan. If an asset or a liability measured at fair value has a bid price and an ask price, then the Bank measures assets and long positions at a bid price and liabilities and short positions at an ask price. Portofolio aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar, yang terekspos risiko pasar dan risiko kredit yang dikelola oleh Bank berdasarkan eksposur netonya baik terhadap risiko pasar ataupun risiko kredit diukur berdasarkan harga yang akan diterima untuk posisi neto jual (atau dibayar untuk mengalihkan posisi neto beli) untuk eksposur risiko tertentu. Penyesuaian pada level portofolio tersebut dialokasikan pada aset dan liabilitas individual berdasar kan penyesuaian risiko relatif dari masing - masing instrumen individual di dalam portofolio. Portfolios of financial assets and financial liabilities measured at fair value, that are exposed to market risk and credit risk that are managed by the Bank on the basis of the net exposure to either market or credit risk, are measured on the basis of a price that would be received to sell a net long position (or paid to transfer a net short position) for a particular risk exposure. Those portfolio -level adjustme nts are allocated to the individual assets and liabilities on the basis of the relative risk adjustment of each of the individual instruments in the portfolio. c. Kas c. Cash Kas terdiri dari kas di khasanah dan kas kecil. Cash comprised of cash in vault and petty cash. Setelah pengakuan awal, kas diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Subsequent to initial recognition, cash is measured at amortized cost. d. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain, d. Current accounts with Bank Indonesia and other banks Setelah pengakuan awal, giro pada Bank Indonesia dan bank lain diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. After initial recognition, current accounts with Bank Indonesia and other banks are measured at amortized cost using the effective interest method. Giro pada bank lain dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai, jika ada. Current accounts with other banks are stated at their outstanding balance, net of allowance for impairment losses, if any. e. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain e. Placements with Bank Indonesia and other bank Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (“FASBI”), call money, deposito berjangka dan lain-lain. Placements with Bank Indonesia and other bank are placements in the form of Bank Indonesia Deposit Facility (“FASBI”), call money, time deposits and others. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai, jika ada. Placements with Bank Indonesia and other bank are stated at amortized cost using the effective interest rate less allowance for impairment losses, if any.
Page 21
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 18 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Kredit yang diberikan f. Loans receivable Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut, dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Loans receivable are initially measured at fair value plus transaction costs that are attributable to obtain the financial asset, and subsequently measured at their amortized cost using the effective interest rate method, net of allowance for impairment losses. Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam pengakuan kredit yang diberikan yang merupakan bagian dari suku bunga efektif meliputi biaya provisi. Costs directly attributable to loans receivable recognition which are part of effective interest rate comprise provision fee. g. Penurunan nilai aset keuangan g. Impairment of financial assets Pada setiap tanggal pelaporan, Bank akan mengukur cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Perubahan atas kerugian kredit ekspektasian diakui pada laba rugi tahun berjalan. Bank menggunakan model kerugian kredit ekspektasian (“KKE”) yang memasukka n informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking) dan tidak membutuhkan kejadian kerugian kredit ( actual loss ) terjadi untuk mengakui cadangan kerugian penurunan nilai. At each reporting date, the Bank shall measure the allowance for impairment losses of financial assets. Changes in expected credit losses are recognized in the current year profit or loss. The Bank uses expected credit losses (“ECL”) model that incorporates forward -looking information and does not require an actual loss event to have occurred for an impairment provision to be recognized. KKE diakui untuk seluruh instrumen utang keuangan, komitmen pinjaman dan jaminan keuangan yang diklasifikasikan sebagai hold to collect atau hold to collect and sell dan memiliki arus kas SPPI. KKE tidak diakui untuk instrumen keuangan yang di tetapkan sebagai FVTPL dan instrumen ekuitas yang ditetapkan sebagai FVOCI. ECL are recognized for all financial debt instruments, loan commitments and financial guarantees that are classified as hold to collect or hold to collect and sell and have SPPI cash flows. ECL is not recognized for financial instruments designates as FVTPL and equity instruments designates as FVOCI. Bank mengukur cadangan kerugian pada jumlah yang sama dengan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur aset keuangan (KKE lifetime), kecuali untuk aset keuangan dibawah ini yang diukur pada kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (KKE 12 bulan): The Bank measures loss allowances at an amount equal to lifetime ECL, except for the following financial assets for which they are measured as 12-month ECL: - instrumen keuangan dengan risiko kredit rendah; dan - financial instruments with low credit risk; and - instrumen keuangan dengan risiko kredit yang belum meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. - financial instruments for which credit risk has not increased significantly since initial recognition. Bank menganggap efek -efek investasi yang diterbitkan oleh pemerintah dalam mata uang Rupiah dan dana yang ditempatkan pada Bank Indonesia memiliki risiko kredit yang rendah, karena pokok dan bunga efek -efek pemerintah tersebut dijamin oleh pemerintah dan tidak ada kerugian yang pernah terja di. Bank tidak menerapkan pengecualian risiko kredit yang rendah atas instrumen keuangan lainnya. The Bank considers investment in securities issued by the government denominated in Rupiah and funds placed with Bank Indonesia to have a low credit risk, since the principal and interest of government securities are guaranteed by the government and there is no historical loss experience. The Bank does not apply low credit risk exemption to any other financial instruments.
Page 22
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 19 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) g. Impairment of financial assets (continued) KKE 12 bulan adalah bagian dari KKE yang dihasilkan dari kejadian gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Instrumen keuangan yang diakui dari KKE 12 bulan disebut sebagai ‘instrumen keuangan tahap 1’. 12-month ECL are the portion of ECL that results fro m default events on a financial instrument that are possible within 12 months after the reporting date. Financial instruments for which a 12 -month ECL is recognized are referred to as ‘stage 1 financial instruments’. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur aset keuangan adalah kerugian kredit ekpektasian yang dihasilkan dari semua kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur instrumen keuangan. Instrumen keuangan yang diakui dari kerugian kredit ekspektasian sep anjang umur aset keuangan tetapi tidak memburuk (credit-impaired) disebut sebagai ‘instrumen keuangan tahap 2’. Lifetime ECL are the ECL that results from all possible default events over the expected life of the financial instrument. Financial instruments for which a lifetime ECL is recognized but which are not credit -impaired are referred to as ‘stage 2 financial instruments’. Instrumen keuangan tahap 2 adalah aset keuangan yang telah mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan (SKR). Untuk sebagian besar portofolio, indikator utama SKR adalah penurunan signifikan dalam peringkat kredit dari fasilitas kredit sejak peng akuan awal. Bank menggunakan indikator seperti 30 hari tunggakan, sebagai backstops pada indikator utama. Stage 2 financial instrument is a financial asset that experienced significant increase in credit risk. For the majority of portfolios, the primary indicator of a SICR is a significant deterioration in the credit rating grade of a facility since origination. The Bank uses indicators, such as 30 days past due arrears, as backstops to these primary indicators. KKE adalah estimasi kemungkinan kerugian kredit berdasarkan probabilitas tertimbang. KKE diukur sebagai berikut : ECL is a probability-weighted estimate of credit losses. ECL is measured as follows: - Aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan: sebesar nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu perbedaan antara arus kas terutang sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Bank). - Financial assets that are not credit - impaired at the reporting date: as the present value of all cash shortfalls (i.e. the difference between the cash flows due to the entity in accordance with the contract and the cash flows that the Bank expects to receive). - Aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan: sebagai perbedaan antara nilai tercatat bruto dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan. - Financial assets that are credit-impaired at the reporting date: as the difference between the gross carrying amount and the present value of estimated future cash flows. - Komitmen pinjaman yang belum ditarik: sebesar nilai kini dari selisih antara arus kas kontraktual terutang kepada Bank jika komitmen direalisasi menjadi pinjaman dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Bank. - Undrawn loan commitments: as the present value of the difference between the contractual cash flows that are due to the Bank if the commitment is drawn-down and the cash flows that the Bank expects to receive.
Page 23
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 20 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) g. Impairment of financial assets (continued) Aset keuangan yang memburuk Credit-impaired financial assets Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menilai apakah aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan dalam bentuk efek utang yang dicatat pada FVOCI memburuk atau gagal bayar (disebut sebagai ‘aset keuangan tahap 3’). Aset keuangan memburuk ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk pada perkiraan arus kas masa depan dari aset keuangan telah terjadi. At each reporting date, the Bank asses ses whether the financial assets carried at amortized cost and debt financial assets carried at FVOCI are credit -impaired or defaulted (referred to as ‘Stage 3 financial assets’). A financial asset is ‘credit-impaired’ when one or more events that have a detrimental impact on the estima ted future cash flows of the financial assets have occurred. Bukti bahwa aset keuangan memburuk mencakup data yang dapat diobservasi sebagai berikut: Evidence that a financial asset is credit-impaired includes the following observable data: - Kesulitan keuangan yang signifikan dari debitur atau penerbit; - Significant financial difficulty of the borrower or issuer; - Pelanggaran kontrak seperti gagal bayar atau tunggakan; - A breach of contract such as a default or past due event; - Restrukturisasi pinjaman oleh Bank dengan ketentuan yang Bank tidak akan pertimbangkan sebelumnya; - The restructuring of loan by the Bank on terms that the Bank would not consider otherwise; - Kemungkinan bahwa peminjam akan mengalami kebangkrutan atau reorganisasi keuangan lainnya; atau - The possibility that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganization; or - Hilangnya dari pasar aktif suatu efek dikarenakan kesulitan keuangan. - The disappearance of an active market for a securities because of financial difficulties. Definisi dari gagal bayar yang digunakan dalam pengukuran KKE selaras dengan definisi yang digunakan untuk manajemen risiko kredit internal untuk semua portofolio. Definisi tersebut juga selaras dengan definisi regulator atas gagal bayar. Gagal bayar terja di ketika terdapat indikator bahwa debitur diragukan dapat memenuhi secara penuh kewajiban kontraktual atas kredit kepada Bank, atau ketika eksposur telah jatuh tempo lewat dari 90 hari. The definition of default used in measuring ECL is aligned to the definition used for internal credit risk management purposes across all portfolios. This definition is also in line with the regulatory definition of default. Default occurs when there are indicators that a debtor is unlikely to fully satisfy contractual credit obligations to the Bank, or the exposure is 90 days past due. Pengukuran KKE ECL measurements KKE diukur berdasarkan perkalian dari faktor risiko kredit berikut pada level fasilitas, didiskontokan untuk mencerminkan nilai waktu dari uang: ECL is measured as the product of the following credit risk factors at the facility level, discounted to incorporate the time value of money: - Probability of default (PD): estimasi terhadap kemungkinan debitur mengalami gagal bayar dalam jangka waktu tertentu. - Probability of default (PD): the estimate of the likelihood that a borrower will default over a given period. - Exposure at default (EAD): perkiraan nilai eksposur neraca saat gagal bayar dengan memperhitungkan pembayaran pokok dan bunga, perkiraan penambahan penarikan dan bunga akrual. - Exposure at default (EAD): the expected balance sheet exposure at default by taking into account repayments of principal and interest, expected additional drawdowns and accrued interest.
Page 24
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 21 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) g. Impairment of financial assets (continued) Pengukuran KKE (lanjutan) ECL measurements (continued) - Loss given default (LGD): perkiraan kerugian pada saat debitur mengalami gagal bayar, yang dinyatakan dalam bentuk persentase dari EAD atas fasilitas, dengan memperhitungkan biaya pemulihan langsung dan tidak langsung. - Loss given default (LGD): the expected loss in the event when the borrower is defaulting, expressed as a percentage of the facility’s EAD, taking into account direct and indirect recovery costs. Risiko kredit tersebut disesuaikan dengan informasi kini dan masa depan melalui penggunaan variabel makroekonomi. These credit risk factors are adjusted for current and forward-looking information through the use of macro-economic variables. Periode yang diperhitungkan ketika mengukur KKE adalah periode yang lebih pendek antara umur ekspektasian dan periode kontrak aset keuangan. Umur ekspektasian dapat dipengaruhi oleh pembayaran dimuka dan periode kontrak maksimum melalui opsi perpanjangan k ontrak. Untuk portofolio revolving tertentu, umur ekspektasian dinilai sepanjang periode dimana Bank terekspos dengan risiko kredit, bukan sepanjang periode kontrak. The period considered when measuring ECL is the shorter of the expected life and the contractual term of the financial asset. The expected life may be impacted by prepayments and the maximum contractual term by extension options. For certain revolving portfolios, the expected life is assessed over the period that the Bank is exposed to credit risk, not the contractual term of contract. Bank menggabungkan informasi forward-looking ke dalam penilaiannya tentang apakah risiko kredit suatu instrumen telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dan pengukuran KKE. Berdasarkan pertimbangan berbagai informasi aktual dan prakiraan eksternal, Bank merumuskan pandangan 'normal case' tentang arah masa depan variabel ekonomi yang relevan serta berbagai skenario prakiraan representasi kemungkinan lainnya. Proses ini meliba tkan pengembangan dua skenario ekonomi tambahan dan mempertimbangkan kemungkinan relatif dari setiap hasil. Informasi eksternal mencakup data ekonomi dan prakiraan yang diterbitkan oleh badan pemerintah dan otoritas moneter di negara tempat Bank beroperasi, seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan sumber independen lainnya. The Bank incorporates forward -looking information into both its assessment of whether the credit risk of an instrument has increased significantly since its initial recognition and its measurement of ECL. Based on consideration of a variety of external act ual and forecast information, the Bank formulates a ‘normal case’ view of the future direction of relevant economic variables as well as a representative range of other possible forecast scenarios. This process involves developing two additional economic scenarios and considering the relative probabilities of each outcome. External information includes economic data and forecasts published by governmental bodies and monetary authorities in the countries where the Bank operates, such as Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan other independent sources. Normal case merupakan hasil yang paling mungkin terjadi dan selaras dengan informasi yang digunakan oleh Bank untuk tujuan lain seperti perencanaan strategis dan penganggaran. Skenario lain menunjukkan hasil yang lebih optimis dan lebih pesimis. Secara berkala, Bank melakukan stress testing terhadap guncangan yang lebih ekstrim untuk mengkalibrasi penentuan skenario representatif lainnya. The normal case represents the most -likely outcome and is aligned with information used by the Bank for other purposes such as str ategic planning and budgeting. The other scenarios represent more optimistic and more pessimistic outcomes. Periodically, the Bank carries out stress testing of more extreme shocks to calibrate its determination of the other representative scenarios.
Page 25
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 22 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) g. Impairment of financial assets (continued) Pengukuran KKE (lanjutan) ECL measurements (continued) Bank telah mengidentifikasi dan mendokumentasikan pendorong utama risiko kredit dan kerugian kredit untuk setiap portofolio instrumen keuangan dan, dengan menggunakan analisis data historis, telah memperkirakan hubungan antara variabel makroekonomi dan risiko kredit dan kerugian kredit. The Bank has identified and documented key drivers of credit risk and credit losses for each portfolio of financial instruments and, using an analysis of historical data, has estimated relationships between macroeconomic variables and credit risk and credit losses. Penyajian cadangan KKE dalam laporan posisi keuangan Presentation of allowance for ECL in the statement of financial position Cadangan kerugian untuk KKE disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut: Loss allowances for ECL are presented in the statement of financial position as follows: - Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi: sebagai pengurang dari nilai tercatat bruto aset; - Financial assets measured at amortized cost: as a deduction from the gross carrying amount of the assets; - Komitmen pinjaman, umumnya sebagai provisi, dicatat dalam liabilitas lain-lain; - Loan commitments, generally as a provision, recorded as part of other liabilities; - Jika instrumen keuangan mencakup komponen yang telah ditarik dan yang belum ditarik, dan Bank tidak dapat mengidentifikasi KKE pada komponen komitmen pinjaman secara terpisah dari komponen yang telah ditarik: Bank menyajikan cadangan kerugian gabungan untuk kedua komponen. Jumlah gabungan cadangan kerugian disajikan sebagai pengurang dari nilai tercatat bruto komponen yang telah ditarik. Kelebihan dari cadangan kerugian atas nilai tercatat komponen yang telah ditarik disajikan sebagai liabilitas lain-lain. - Where a financial instrument includes both drawn and undrawn component, and the Bank cannot identify the ECL on the loan commitment component separately from the drawn component: the Bank presents a combined loss allowance for both components. The combined amount is presented as a deduction from the gross carrying amount of the drawn component. Any excess of the loss allowance over the gross carrying amount of the drawn component is presented as other liabilities. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Financial assets measured at fair value through other comprehensive income Pengukuran KKE untuk aset keuangan instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI) menggunakan pendekatan dan model perhitungan yang sama dengan pengukuran KKE untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Untuk aset keuangan instrumen utang dalam kategori FVOCI, sa ldo di laporan posisi keuangan mencerminkan nilai wajar instrumen, dengan KKE dibukukan terpisah sebagai cadangan pada penghasilan komprehensif lain. Perubahan atas kerugian kredit ekspektasian diakui pada laba rugi tahun berjalan. The ECL measurement for debt Instrument financial assets measured at fair value through other comprehensive income (FVOCI) uses the same approach and calculation model in measuring ECL for financial assets carried at amortized cost. For debt instrument fin ancial assets in FVOCI category, the balance in the statement of financial position reflects the instrument’s fair value, with the ECL held as a the separate reserve within other comprehensive income. Changes in expected credit losses are recognized in the current year profit or loss.
Page 26
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 23 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Efek-efek h. Securities Seluruh efek-efek yang dimiliki Bank terdiri dari obligasi korporasi dan obligasi pemerintah yang diperdagangkan di pasar modal. All securities owned by the Bank consist of corporate bonds and government bonds traded in the capital market. Efek-efek (selain Surat Berharga Syariah Negara dan surat berharga lainnya berdasarkan prinsip syariah) yang diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada saat pengakuan awal diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi langsung yang bersifat inkremental, dan setelahnya diukur pada bi aya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Securities (other than Sovereign Sharia Securities and other securities based on sharia principles) which are classified as measured at amortized cost are initially measured at fair value plus incremental direct transaction costs, and subsequently at their amortized cost using the effective interest method. Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”) dan pada saat pengakuan awal diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi langsung yang bersifat inkremental, dan setelahnya diukur pada nilai wajarnya. Securities which are classified as measured at fair value through other comprehensive income (“FVOCI”) are initially measured at fair value plus incremental direct transaction costs and subsequently measured at their fair value. Untuk efek -efek yang diukur dengan FVOCl, keuntungan dan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk beberapa hal di bawah ini yang diakui dalam laba rugi, sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi: For securities measured at FVOCI, gains and losses are recognized in other comprehensive income, except for the following, which are recognized in profit or loss, in the same manner as for financial assets measured at amortized costs: - pendapatan bunga menggunakan metode suku bunga efektif; - interest income using effective interest rate method; - kerugian kredit ekspektasian dan pemulihan; dan keuntungan dan kerugian selisih kurs. - expected credit losses and reversals; and foreign exchange gain and losses. Ketika efek -efek yang diukur pada FVOCI dihentikan pengakuannya, keuntungan dan kerugian yang terakumulasi yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain di reklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi. When securities measured at FVOCI is derecognized, the cumulative gain or loss previously recognized in other comprehensive income is reclassified from equity to profit or loss. Surat berharga syariah adalah surat bukti investasi berdasarkan prinsip syariah yang lazim diperdagangkan di pasar uang syariah dan/atau pasar modal syariah, antara lain Surat Berharga Syariah Negara dan surat berharga lainnya berdasarkan prinsip syariah. Sharia securities are proof of investments based on sharia principles that are commonly traded in the sharia money market and/or sharia capital markets, including Sovereign Sharia Securities and other securities based on sharia principles. Bank menentukan klasifikasi investasi pada sukuk dan efek lain berprinsip syariah yang mempunyai karakteristik yang serupa dengan sukuk, sesuai dengan PSAK No. 410 tentang ”Akuntansi Sukuk”. The Bank determines the classification of investments in sukuk and other securities under sharia principles which have similar characteristic with sukuk, in accordance with PSAK No. 410 regarding “Accounting for Sukuk”.
Page 27
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Efek-efek (lanjutan) h. Securities (continued) Investasi pada sukuk diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus kas kontraktual, melakukan penjualan sukuk, dan terdapat persyaratan kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu a tau pembayaran pokok dan/atau hasilnya. Investments in sukuk are measured at fair value through other comprehensive income. The investment is held in a business model whereby the primary goal is obtaining contractual cash flows, to sell sukuk and has contractual terms in determining the specific date of principal payments and/or the returns. Seluruh perubahan nilai wajar diakui pada penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dipindahkan ke laba rugi. All changes in fair value are recognized in other comprehensive income. When sukuk is derecognized, accumulated gain or loss which has previously recognized in other comprehensive income is reclassified to profit or loss. i. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) i. Securities purchased under resale agreements (reverse repo) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar harga jual kembali yang disepakati dikurangi dengan selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati (pendapatan bunga yang ditangguhkan) dan penyisihan kerugian penurunan nilai. Seli sih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek itu dibeli hingga saat dijual kembali. Securities purchased under resale agreements (reverse repo) are presented as receivable at the agreed resale price, net of the difference between the purchase price and agreed resale price (unearned interest income) and allowance for impairment losses. The difference between the purchase price and the agreed resale price are amortized using effective interest rate as interest income over the period, commencing from the acquisition date to the resale date. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi. Securities purchased under resale agreements (reverse repo) are classified as financial assets measured at amortized cost. j. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) j. Securities sold under repurchase agreements (repo) Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi dengan bunga dibayar dimuka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang disepakati diperlakukan sebagai beban bunga dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek -efek tersebut diju al hingga dibeli kembali dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Securities sold under repurchase agreements are presented as liabilities in the statement of financial position at the agreed repurchase price net of the unamortized interest. The dif ference between the selling price and the agreed repurchase price is treated as unamortized interest and recognized as interest expense over the period, commencing from the selling date to the repurchase date using effective interest rate method.
Page 28
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Aset tetap k. Fixed assets Setelah pengakuan awal, tanah dan bangunan diukur menggunakan model revaluasi. Tanah dan bangunan diukur pada nilai wajarnya pada tanggal revaluasi dan disajikan sebesar nilai wajar dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Penilaian terhadap tanah dan bangunan dilakukan oleh penilai independen eksternal yang memenuhi kualifikasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan nilai wajarnya pada tanggal pelaporan. Subsequent to initial recog nition, land and buildings are measured using revaluation model. The land and buildings are measured at fair value on the revaluation date and carried at their fair value less subsequent accumulated depreciation and subsequent accumulated impairment losses. Valuation of land and buildings are carried out by qualified external independent appraisers. Revaluations are carried out with sufficient regularity to ensure that the carrying amount of revalued assets do not differ materially from their f air values at the reporting date. Jika jumlah nilai tercatat meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian cadangan revaluasi aset tetap. Akan tetapi, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, maka penurunan tersebut diakui dalam laba rugi. Any increase arising on the revaluation is recognized in other comprehensive income and accumulated in equity as part of fixed assets revaluation reserve. However, the increase is recognized in profit or loss to the extent that it reverses a revaluation decrease of the same asset previously recognized in profit or loss. Any decrease arising on the revaluation is recognized in profit or loss. Akan tetapi, penurunan nilai tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain sepanjang tidak melebihi saldo cadangan revaluasi aset tetap untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tersebut mengurangi jumlah akumulasi dalam ekuitas yang dicatat sebagai cadangan revaluasi aset tetap. Kenaikan dan penurunan revaluasi tidak saling hapus. Cadangan revaluasi aset tetap yang termasuk dalam ekuitas dialihkan ke saldo laba ketika aset tersebut dihentikan pengakuannya. However, the decrease is recognized in other comprehensive income to the extent of any credit balance existing in the fixed assets revaluation reserve in respect of that asset. The decrease recognized in other comprehensive income reduces the amount accumulated in equity recorded as fixed assets revaluation reserve. Revaluation increases and decreases are not offset. The fixed assets revaluation reserve included in equity is transferred to retained earnings when the assets are derecognized. Aset tetap selain tanah dan bangunan dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian biaya perolehan tanah dan tidak disusutkan. Fixed assets other than land and building are stated at cost less their accumulated depreciation, except for costs relating with legal processing on the land rights are recognized as part of acquisition cost of land and is not depreciated. Inventaris kantor dan leasehold improvements disusutkan berdasarkan metode garis lurus (straight-line method ), berdasarkan masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut: Office equipments and leasehold improvements are depreciated using straight -line method, based upon the estimated economic useful lives of the related fixed assets, as follows: Tahun/Years Inventaris kantor 4 - 8 Office equipments Leasehold improvements 8 Leasehold improvements
Page 29
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Aset tetap (lanjutan) k. Fixed assets (continued) Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi apabila kemungkinan besar Bank akan mendapatkan manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut yang melebihi standar kinerja yang diperkirakan sebelumnya. The cost of repairs and maintenance is charged to profit or loss as incurred. Significant improvement and addition are capitalized when it is probable that the Bank will receive future economic benefits in excess of the originally assessed standard of performance of the assets. Estimasi masa manfaat ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan secara prospektif. Estimated economic useful lives, depreciation method, and residual value are reviewed at the end of each reporting period and adjusted prospectively, if appropriate. Biaya perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan pada laba rugi tahun berjalan. When assets are retired or otherwise disposed of, their cost and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is recognized in the current year’s profit or loss. Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menelaah nilai tercatat aset tetap untuk menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai terpulihkan aset tetap tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi apabila nilai tercatat suatu aset melebihi nilai terpulihkan. At each reporting date, the Bank reviews the carrying amount of fixed assets to determine whether there is any indication of impairment. If any such indication exists, then the recoverable amount of the fixed asset is estimated. An impairment loss is recognized in profit or loss if the carrying amounts of an asset exceeds its recoverable amount. l. Aset takberwujud l. Intangible assets Piranti lunak memiliki masa manfaat yang terbatas dan diakui sebesar harga perolehan, selanjutnya dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan kerugian penurunan nilai. Software has a finite useful life and recognized at acquisition cost, subsequently carried at cost less accumulated amortization and accumulated impairment losses. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh lisensi piranti lunak dan mempersiapkan piranti lunak tersebut siap untuk digunakan dikapitalisasi. The costs incurred to acquire software license and bring that software ready to use are capitalized. Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program piranti lunak diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang dapat secara langsung diatribusikan dalam pembuatan dan pengujian produk piranti lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang dikendalikan oleh Bank diakui sebagai aset takberwujud. Costs associated with maintaining software programs are recognized as expense when incurred. Development costs that are directly attributable to the design and testing of identifiable and unique software products controlled by the Bank is recognized as intangible assets. Pengeluaran pengembangan lain yang tidak memenuhi kriteria ini diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang sebelumnya diakui sebagai beban tidak dapat diakui sebagai aset pada periode berikutnya. Other development expenditures that do not meet these criteria are recognized as expense when incurred. Development costs previously recognized as expense are not recognized as asset in a subsequent period.
Page 30
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 27 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Aset takberwujud (lanjutan) l. Intangible assets (continued) Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang masa manfaat piranti lunak tersebut, sejak tanggal piranti tersebut siap untuk dipakai. Estimasi masa manfaat dari piranti lunak adalah 8 tahun. Amortization is recognized in profit or loss on a straight-line basis over the estimated useful life of the software, from the date it is ready for use. The estimated useful life of software is 8 years. Aset takberwujud dihentikan pengakuannya atau dilepas ketika tidak lagi terdapat manfaat masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Intangible assets shall be derecognized or disposed when no future economic benefits are expected from its use or disposal. m. Liabilitas segera m. Liabilities due immediately Liabilitas segera merupakan liabilitas Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Setelah pengakuan awal, liabilitas segera diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilities due immediately represent the Bank’s liability to external parties which by nature should be paid immediately in accordance with the requirements in the agreement which have been previously determined. Subsequent to initial recognition, liabilities due immediately are measured at amortized cost. n. Simpanan nasabah n. Deposits from customers Setelah pengakuan awal, giro, tabungan, dan deposito berjangka diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Subsequent to initial recognition, current accounts, saving accounts, and time deposits, are measured at amortized cost using the effective interest method. o. Pendapatan dan beban bunga o. Interest income and expenses Pendapatan bunga atas aset keuangan baik yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau biaya perolehan diamortisasi dan beban bunga atas seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, diakui pada laba rugi berdasarkan suku bunga efektif. Interest income for financial assets held at either fair value through other comprehensive income or amortized cost and interest expense on all financial liabilities held at amortized cost are recognized in profit or loss using the effective interest rate method. Metode suku bunga efektif adalah metode dalam menghitung biaya perolehan diamortisasi atas aset atau liabilitas keuangan dan alokasi atas pendapatan atau beban bunga pada periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah tingkat bunga yang mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan sepanjang umur yang diekspektasi atas instrumen keuangan, atau periode yang lebih pendek, atas nilai tercatat bruto dari aset keuangan (ketika aset tidak mengalami penurunan nilai) atau pada biaya perolehan diamortisasi untuk liabilitas keuangan. The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability and of allocating the interest income or interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that discounts estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or, when appropriate, a shorter period, to the gross carrying amount of the financial asset (when the asset is not credit – impaired) or to the amortized cost of the financial liability.
Page 31
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) o. Pendapatan dan beban bunga (lanjutan) o. Interest income and expenses (continued) Saat menghitung suku bunga efektif, Bank melakukan estimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh perjanjian kontraktual atas instrumen keuangan (antara lain opsi pelunasan dipercepat) tapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini termasuk seluruh provisi yang dibayar atau diterima atas kontrak yang merupakan bagian kesatuan dengan suku bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premium atau diskonto. When calculating the effective interest rate, the Bank estimates cash flows considering all contractual terms of the financial instrument (for example prepayment options) but does not consider future credit losses. This calculation includes all fees paid or received between parties to the contract that are an integral part of the effective interest rate, transaction costs and all other premiums or discounts. Ketika estimasi arus kas telah direvisi, nilai tercatat atas aset atau liabilitas keuangan disesuaikan untuk merefleksikan arus kas yang aktual dan direvisi, didiskontokan pada suku bunga efektif awal. Penyesuaian ini diakui sebagai pendapatan atau beban bunga pada periode dilakukannya revisi. When the estimates of cash flows have been revised, the carrying amount of the financial asset or liability is adjusted to reflect the actual and revised cash flows, discounted at the instruments original effective interest rate. The adjustment is recognized as interest income or expense in the period in which the revision is made. Nilai tercatat bruto dari aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi dari sebuah aset keuangan sebelum cadangan kerugian kredit ekspektasian. Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, suku bunga efektif diaplikasikan pada nilai tercatat bruto dari aset (jika aset tersebut tidak dikategorikan gagal bayar) atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas. Namun, untuk aset keuangan yang gagal bayar (Tahap 3) setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung dengan mengaplikasikan suku bunga efektif pada biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan. Jika aset tersebut sudah tidak dikategorikan gagal bayar (Tahap 3), maka perhitungan pendapatan bunga kembali ke basis bruto. The gross carrying amount of a financial asset is the amortized cost of a financial asset before adjusting any expected credit loss allowance. In calculating interest income and expense, the effective interest rate is applied to the gross carrying amount of the asset (when the asset is not in default category) or to the amortized cost of the liability. However, for financial assets that have become default (Stage 3) subsequent to initial recognition, interest income is calculated by applying the effective interest rate to the amortized cost of the financial asset. If the asset is no longer categ orized as default (Stage 3), then the calculation of interest income reverts to the gross basis. p. Provisi dan komisi p. Fees and commisions Pendapatan dan beban provisi dan komisi atas aset dan liabilitas keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, dimasukkan dalam perhitungan suku bunga efektif. Pendapatan dan beban ini diamortisasi sepanjang ekspektasi umur aset atau liabilitas keuangan, atau selama periode risiko. Fees and commissions income and expense of financial assets and liabilities, which are an integral part of the effective interest rate are included in the calculation of effective interest rate. These income and expense are amortized during the expected life of financial assets or liabilities, or during the period of the risk. Provisi dan komisi lainnya diakui sebagai pendapatan dan beban pada saat terjadinya transaksi, dan jika terkait dengan jasa dalam kurun waktu tertentu, maka akan diamortisasi sepanjang waktu tersebut. Other fees and commissions are recognized as income and expense at the transaction date, and if associated with services in a specified period, they will be amortized over the period. Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit diakui sebagai pendapatan pada saat terjadinya transaksi dan diklasifikasikan sebagai pendapatan operasional lainnya. Fees and commissions, which are not related to lending activities are recognized as revenue on the transaction date and classified under other operating income.
Page 32
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 29 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Pajak penghasilan q. Income tax Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tangguhan. Beban pajak penghasilan diakui pada laba rugi, kecuali untuk komponen yang diakui secara langsung di ekuitas atau di penghasilan komprehensif lain. Income tax expense consists of current and deferred tax. Income tax expense is recognized in profit or loss except to the extent that it relates to items recognized directly in equity or in other comprehensive income. Beban pajak kini adalah jumlah pajak yang dibayarkan, atau terutang atas laba kena pajak atau kerugian pajak selama tahun berjalan dengan menggunakan tarif pajak yang secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan . Pajak kini juga mencakup penyesuaian terhadap provisi pajak yang dibuat tahun - tahun sebelumnya, baik untuk merekonsiliasi pajak penghasilan dengan pajak yang dilaporkan di surat pemberitahuan tahunan, at au untuk memperhitungkan perbedaan yang muncul dari pemeriksaan pajak. Current tax expense is the amount of tax paid, or payable on taxable income or loss for the year using tax rates substantively enacted as of the reporting date. Current tax also includes true-up adjustments made to the previous years’ tax provisions either to reconcile them with the income tax reported in annual tax returns, or to account for differences arising from tax assessments. Beban pajak kini diukur dengan menggunakan estimasi terbaik atas jumlah yang diperkirakan akan dibayar atau diterima, dengan mempertimbangkan ketidakpastian terkait dengan kompleksitas peraturan pajak. Current tax expense is measured using the best estimate of the amount expected to be paid or received, taking into consideration the uncertainty associated with the complexity of tax regulations. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tujuan pelaporan keuangan dan jumlah yang digunakan untuk tujuan perpajakan. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan terhadap perbedaan temporer pada saat pembalikan, berdasarkan peraturan yang tel ah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan. Kebijakan akuntansi ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak, serta kompensasi rugi fiskal yang timbul di periode berjalan yang diharapkan untuk direalisasikan di periode mendatang, sepanjang realisasi manfaat tersebut kemungkinan besar terjadi. Deferred tax is recognized in respect of temporary differences between the carrying amounts of assets and liabilities for financial reporting purposes and the amounts used for taxation purposes. Deferred tax is measured at the tax rates that are expected to be applied to temporary differences when they reverse, based on the laws that have been enacted or substantively enacted as of the reporting date. This accounting policy also requires the recognition of tax benefits, such as tax loss carryforwards, which are originated in the current period that are expected to be realized in the future periods, to the extent that realization of such benefits is probable. Aset pajak tangguhan merupakan saldo bersih atas manfaat pajak tangguhan yang timbul dan dipergunakan sampai dengan tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi sepanjang kemungkinan besar manfaat pajak terkait ti dak dapat terealisasi; pengurangan tersebut akan dibalik ketika kemungkinan realisasi melalui laba kena pajak di masa depan meningkat. Deferred tax assets represent the net remaining balance of deferred tax benefits that have been originated and utilized through the reporting date. Deferred tax assets are reviewed at each reporting date and are reduced to the extent that it is no longer p robable that the related tax benefit will be realized; such reductions are reversed when the probability of their realization through future taxable profits improves. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk digunakan. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting date and recognized to the extent that it has become probable that future taxable income will be available against which they can be used.
Page 33
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) r. Imbalan kerja karyawan r. Employee benefits Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan. Short-term employee benefits are recognized when they are payable to the employees. Imbalan pasca kerja Post-employment benefits Imbalan pascakerja diakui sebagai biaya dan dihitung sebesar nilai kini dari estimasi jumlah liabilitas imbalan pascakerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan tersebut pada masa kini dan masa lalu. The post -employment benefits are recognized as an expense and calculated at the present value of the estimated future post-employment benefit obligation arising from current and past services rendered by the employee. Imbalan pascakerja secara aktuaris dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. The post -employment benefits are calculated using the Projected Unit Credit method. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti bersih, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain terdiri atas: Remeasurement of net defined benefit liabilities (assets), which is recognized as other comprehensive income consists of: i. Keuntungan dan kerugian aktuarial; i. Actuarial gain and losses; ii. Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga bersih atas liabilitas (aset); dan ii. Return on plan assets, excluding amounts that is included in net interest on liabilities (assets); and iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga bersih atas liabilitas (aset). iii. The effect of the asset ceiling, excluding amounts included in the net interest of liabilities (assets). Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti - bersih, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Remeasurement of defined benefit liabilities (assets) - net, which is recognized as other comprehensive income is not reclassified to profit or loss in the subsequent periods. s. Transaksi pihak-pihak berelasi s. Transactions with related parties Dalam laporan keuangan ini, istilah pihak -pihak berelasi digunakan sesuai dengan PSAK No. 224 mengenai "Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Semua transaksi material yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. In these financial statements, the term related parties are used as defined in PSAK No. 224 regarding “Related Party Disclosures”. All material transactions with related parties are disclosed in the notes to the financial statements. t. Laba per saham t. Earnings per share Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata -rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun berjalan. Basic earnings per share are computed by dividing net profit with the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year. Laba bersih per saham dilusian dihitung dengan membagi jumlah rata -rata tertimbang saham biasa yang beredar dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif yang dimiliki Bank. Diluted earnings per share is calculated by dividing the weighted average number of ordinary shares outstanding plus the assumed conversion of all dilutive potential ordinary shares owned by Bank.
Page 34
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 31 3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan) 3. SUMMARY OF MATERIAL ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Informasi Segmen u. Segment Information Segmen operasi adalah suatu komponen dari Bank yang melakukan aktivitas bisnis yang menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait atas transaksi dengan komponen lain. Bank mengidentifikasikan segmen operasi berdasarkan pelaporan internal yang dikaji secara berkala oleh pengambil keputusan operasional utama dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi tersebut. An operating segment is a component of the Bank that engages in business activities from which it may earn revenue and incur expenses, including revenues and expenses relating to transactions with other components. The Bank identifies its operating segments on the basis of internal reports that are regularly reviewed by the chief operating decision maker in order to allocate resources to the segment and asses its performance. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada Direksi sebagai pengambil keputusan operasional Bank Operating segments are reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the board of Directors as the Bank chief operating decision maker. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item -item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal -hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Revenues, expenses, results, segment assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to the segment. 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT a. Pengenalan dan Gambaran Umum a. Introduction and Overview Bank telah menetapkan strategi manajemen risiko dan struktur organisasi yang jelas, disesuaikan dengan tujuan, kebijakan, ukuran, kompleksitas usaha, serta kemampuan Bank, untuk memastikan penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal yang efektif. The Bank has established clear risk management strategies and an organizational structure that are aligned with its objectives, policies, size, business complexity, and capabilities, supporting the effective implementation of risk management and internal controls. b. Risiko Kredit b. Credit Risk Risiko kredit didefinisikan sebagai risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas bisnis Bank. Selain pada aktivitas pemberian kredit, risiko kredit dapat berasal dari berbagai instrumen keuangan seperti kredit yang diberikan, efek-efek dan komitmen dan kontinjensi dengan risiko kredit. Credit risk is defined as the risk arising from default of debtors and/or other parties to settle their liabilities to the Bank. Credit risk may arise from various business operations of the Bank. In addition to credit lending activities, credit risk may arise from various financial instruments, such as loans receivable, securities and commitments and contingencies with credit risk. Risiko kredit juga mencakup pengelolaan terhadap risiko konsentrasi kredit, counterparty credit risk, settlement risk, dan country risk. Credit risk also includes management of credit concentration risk, counterparty credit risk, settlement risk, and country risk.
Page 35
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 32 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) Penerapan manajemen risiko kredit berlandaskan pada berbagai kebijakan, pedoman dan prosedur terkait risiko kredit Bank. Seluruh ketentuan internal dikaji ulang secara berkala agar sejalan dengan perubahan peraturan perbankan, perkembangan usaha Bank dan kondisi perekonomian. Implementation of credit risk management is governed by variou s Bank’s credit risk policies, guidelines, and procedures. All internal provisions are reviewed periodically to reflect changes in the banking regulations, the Bank’s business growth and economic condition. Pelaksanaan penilaian profil risiko kredit dilakukan Bank atas penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko. Parameter yang digunakan sebagai dasar penilaian risiko inheren terdiri dari komposisi portofolio aset dan tingkat konsentrasi, kualitas penyediaan dana dan kecukupan pencadangan, strategi penyediaan dana dan sumber pendanaan, dan faktor eksternal. Berdasarkan penilaian tersebut, Bank melakukan tindak lanjut, agar komposisi portofolio tidak terkonsentrasi pada sektor maupun debitur besar tertentu, memperta hankan kualitas aset pada tingkat risiko yang dipandang aman, mempertahankan kecukupan pencadangan, memastikan bahwa pemberian kredit dan pengambilan keputusan kredit telah dikelola secara memadai dan sesuai dengan limit yang telah ditetapkan. Credit risk profile assessment is conducted by the Bank in assessing inherent risk and quality of risk management implementation. Parameters used as the basis for inherent risk assessment consist of composition of asset portfolio and level of concentration, quality of provision of funds and adequacy of provision, funding strategy and source of funding, and external factors. Based on the assessment, the Bank will perform follow -up actions, so that the composition of the portfolio is not concentrated in cer tain sectors or large debtors, maintain asset quality at the sound level of risk, maintain the adequacy of provision, ensure that the lending process and credit decision have been managed adequately and within the approved limit. Penerapan manajemen risiko yang dilakukan Bank dalam rangka pemantauan dan pengendalian risiko kredit antara lain sebagai berikut: The implementation of the risk management performed by the Bank in order to monitor and control credit risk, among others, are as follows: - Proses pemberian kredit dan pengambilan keputusan kredit senantiasa mengacu pada kebijakan tertulis yang telah dimiliki Bank mengenai Kebijakan Perkreditan Bank dan kebijakan dan/atau pedoman terkait yang relevan, dimana semua keputusan kredit dilakukan melalui Komite Kredit sesuai piagam yang berlaku. - Credit lending and credit decisions always refer to written policies held by the Bank concerning Bank Credit Policy and relevant related policies and/or guidelines, where all credit decisions are made through the Credit Committee in accordance with the applicable charter. - Bank secara berkala melakukan pemantauan terhadap portofolio pinjaman, antara lain meliputi pemantauan pertumbuhan pinjaman, kualitas pinjaman, kecukupan pencadangan dan konsentrasi terhadap portofolio Bank. - The Bank periodically performs monitoring on loan portfolio, including monitoring on loan growth, loan quality, loan concentration by economic sectors, adequacy of provision, and concentration of the Bank’s portfolio. - Melakukan pemantauan secara intensif dan menyusun solusi penyelesaian terhadap setiap kredit bermasalah termasuk kemungkinan restrukturisasi kredit. - Perform intensive monitoring and prepare solution for each non -performing loan, including probability of credit restructuring. - Melakukan identifikasi risiko kredit pada setiap produk/aktivitas baru, termasuk mitigasi risiko yang diperlukan. - Perform credit risk identification for each new product/activity, including the required risk mitigation.
Page 36
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 33 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) i. Risiko kredit maksimum i. Maximum credit risk Untuk aset keuangan yang diakui di laporan posisi keuangan, eksposur maksimum terhadap risiko kredit sama dengan nilai tercatat. Untuk komitmen fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan, eksposur maksimum terhadap risiko kredit adalah sebesar jumlah komitmen tersebut. For financial assets recognized in the statement of financial position, the maximum exposure to credit risk equals their carrying amounts. For the unused committed loan facilities, the maximum exposure to credit risk is the committed amount. Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum Bank terhadap risiko kredit untuk instrumen keuangan pada laporan posisi keuangan dan rekening administratif dengan risiko kredit, tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau perlindungan kredit lainnya: The following table presents the Bank’s maximum exposure to credit risk of financial instruments in the statement of financial position and off-balance sheet accounts with credit risk, without taking into account any collateral held or other credit enhancement: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Laporan posisi keuangan Statement of financial position Giro pada Bank Indonesia 867.754 389.295 Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain 47.379 59.644 Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 900.000 1.808.594 Placements with Bank Indonesia and other Banks Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 162.624 420.351 Securities purchased under resale agreements (reverse repo) Kredit yang diberikan 12.981.822 9.199.578 Loans receivable Efek-efek 10.498.803 7.852.894 Securities Aset lain-lain* 674.356 825.678 Other assets* Rekening administratif dengan risiko kredit Off-balance sheet accounts with credit risk Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan – committed 100.007 400.007 Unused loan facilities – committed 26.232.745 20.956.041 *Sesuai catatan 14, aset lain -lain yang termasuk aset keuangan terdiri dari bunga yang masih akan diterima, security deposits , security settlement, tagihan payment gateway dan uang muka penyaluran kredit channeling. *According to note 14, other assets included in financial assets consist of accrued interest, security deposits, security settlement, payment gateway receivables and loan channeling advance payment. Tabel di bawah ini menunjukkan eksposur maksimum neto atas risiko kredit untuk efek - efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025: The table below shows the net maximum exposure to credit risk on securities purchased under resale agreements on 30 June 2026 and 31 December 2025: Eksposur maksimum / Exposure maximum Agunan / Collateral Eksposur neto/ Net exposure 30 Juni 2026 162.624) (162.322) 302) 30 June 2026 31 Desember 2025 420.351) (433.261) -) 31 December 2025
Page 37
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 34 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) ii. Risiko konsentrasi kredit ii. Credit concentration risks Pengungkapan risiko kredit maksimum berdasarkan pihak lawan sebelum memperhitungkan agunan yang dimiliki: The disclosure on the maximum credit risk by type of counterparties without taking into account any collateral held: 30 Juni/June 2026 Pemerintah (termasuk Bank Indonesia)/ Government (including Bank Indonesia) Bank/Banks Perusahaan/ Corporates Ritel/ Retail Jumlah/ Total Laporan posisi keuangan Statement of financial position Giro pada Bank Indonesia 867.754 - - - 867.754 Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain - 47.379 - - 47.379 Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 900.000 - - - 900.000 Placements with Bank Indonesia and Other Bank Kredit yang diberikan - - 6.152.873 6.828.949 12.981.822 Loans receivable Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 162.624 - - - 162.624 Securities purchased under resale agreements (reverse repo) Efek-efek 9.177.306 - 1.321.497 - 10.498.803 Securities Aset lain-lain* 230.677 24 235.753 207.902 674.356 Other assets* Rekening administratif dengan risiko kredit Off-balance sheet accounts with credit risk Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan – committed - - 100.000 7 100.007 Unused loan facilities - committed 11.338.361 197.403 7.810.123 7.036.858 26.232.745 Persentase 43% 1% 30% 26% 100% Percentage *Sesuai catatan 14, aset lain -lain yang termasuk aset keuangan terdiri dari penyelesaian surat berharga, bunga yang masih akan diterima, security deposits , tagihan payment gateway dan uang muka penyaluran kredit channeling. *According to note 14, other assets included in financial assets consist of securities settlement, accrued interest, security deposits, payment gateway receivables and loan channeling advance payment. 31 Desember/December 2025 Pemerintah (termasuk Bank Indonesia)/ Government (including Bank Indonesia) Bank/Banks Perusahaan/ Corporates Ritel/ Retail Jumlah/ Total Laporan posisi keuangan Statement of financial position Giro pada Bank Indonesia 389.295 - - - 389.295 Current accounts with Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain - 59.644 - - 59.644 Current accounts with other banks Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 1.808.594 - - - 1.808.594 Placements with Bank Indonesia and Other Bank Kredit yang diberikan - - 2.731.724 6.467.854 9.199.578 Loans receivable Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 420.351 - - - 420.351 Securities purchased under resale agreements (reverse repo) Efek-efek 7.070.308 - 782.586 - 7.852.894 Securities Aset lain-lain* 429.997 - 28.188 367.493 825.678 Other assets* Rekening administratif dengan risiko kredit Off-balance sheet accounts with credit risk Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan – committed - - 400.000 7 400.007 Unused loan facilities - committed 10.118.545 59.644 3.942.498 6.835.354 20.956.041 Persentase 48% 1% 19% 32% 100% Percentage *Sesuai catatan 14, aset lain -lain yang termasuk aset keuangan terdiri dari bunga yang masih akan diterima, security deposits, tagihan payment gateway dan uang muka penyaluran kredit channeling. *According to note 14, other assets included in financial assets consist of accr ued interest, security deposits, payment gateway receivables and loan channeling advance payment.
Page 38
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 35 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) iii. Agunan iii. Collaterals Pedoman Bank mengenai agunan antara lain mencakup jenis agunan yang dapat diterima sebagai mitigasi risiko kredit, perhitungan rasio jaminan, serta frekuensi penilaian agunan untuk setiap jenis agunan. Penentuan nilai dan jenis agunan yang diminta juga tergantung pada penilaian risiko kredit dari debitur. The Bank’s guideline for collateral regulates the acceptability of the types of collateral, collateral ratio calculation, and frequency of appraisal for each collateral type. The amount and type of collateral required also depend on the assessment of debtors’ credit risk. Jenis jaminan yang dapat diterima oleh Bank adalah jaminan benda tidak bergerak seperti deposito berjangka/setoran kas, tanah dan bangunan dan jaminan benda bergerak seperti mobil, piutang pembiayaan, dan sebagainya. Selain agunan kebendaan tersebut, Bank juga menerima agunan perorangan (personal guarantee) dan agunan perusahaan ( corporate guarantee ). Kondisi, legalitas, peruntukan jaminan (sebagai agunan utama dan tambahan) serta rasio jaminan telah diatur dalam kebijakan Bank. The types of collateral which can be accepted by the Bank are non -movable object collateral such as time deposit/cash, land and building and movable object collateral such as car, financing receivable, etc. In addition to these types of collateral, the Bank al so accepts personal guarantees and corporate guarantees. The condition, legality, collateral purpose (as main and additional collateral) and collateral ratio are regulated under the Bank’s policy. Tabel berikut menyajikan komposisi kredit yang diberikan (sebelum cadangan kerugian penurunan nilai) yang mendapatkan manfaat dari agunan sebagai mitigasi dari risiko kredit: The following table presents the composition of loans receivable (before allowance for impairment losses) that benefit from collateralization as credit risk mitigation: 30 Juni/June 2026 31 Desember/December 2025 Nilai kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai/ Balance of loans receivable before allowance for impairment losses Nilai kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai/ Balance of loans receivable before allowance for impairment losses Jenis agunan/ Type of collateral Dijamin penuh 100.447 139.668 Deposito berjangka/ setoran kas, tanah dan bangunan/ Time deposits/ cash margin, land and buildings Fully secured Dijamin penuh 6.250.279 2.752.055 Piutang pembiayaan yang dijaminkan fidusia/ Fiducia financing receivables Fully secured Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset non-keuangan yang diperoleh Bank selama tahun berjalan dengan mengambil alih kepemilikan agunan yang merupakan jaminan terhadap aset keuangan. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, there were no non -financial assets obtained by the Bank during the year by taking repossession of collateral held as security against financial assets held.
Page 39
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 36 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) iv. Kualitas aset keuangan iv. Quality of financial assets Bank memiliki kebijakan untuk memelihara secara akurat dan konsisten peringkat risiko seluruh portofolio aset keuangan. Hal ini akan memfasilitasi manajemen risiko yang terfokus pada risiko yang ada dan perbandingan eksposur kredit di seluruh lini bisnis d an produk. Sistem peringkat ini didukung oleh informasi jumlah hari tunggakan atau Days Past Due (“DPD”) untuk setiap debitur pada setiap periode pelaporan. The Bank has a policy to maintain accurate and consistent risk ratings across the portfolio of financial assets. This facilitates focused risk management of the applicable risks and the comparison of credit exposures across all lines of business and products. The rating system is supported by Days Past Due (“DPD”) information for each d ebtor at each reporting period. Berdasarkan penilaian, kualitas kredit (tingkat kolektibilitas) ditetapkan menjadi: 1. Lancar 2. Dalam Perhatian Khusus 3. Kurang Lancar 4. Diragukan 5. Macet Based on the assessment, credit quality (collectability level) is determined as: 1. Current 2. Special Mention 3. Substandard 4. Doubtful 5. Loss Kualitas kredit dikelola oleh Bank dengan menggunakan kolektibilitas berdasarkan peniliaian terhadap 3 pilar yang terdiri dari: 1. Prospek usaha 2. Kinerja debitur 3. Kemampuan membayar The quality of credit is managed by the Bank using collectability in based on assessment toward 3 pillars comprising: 1. Business prospect 2. Debtor’s performance 3. Ability to pay Penetapan kualitas kredit melalui analisis 3 pilar dilakukan dengan mempertimbangkan signifikansi dan materialitas dari setiap faktor penilaian dan komponen serta relevansi dari faktor penilaian dan komponen terhadap debitur yang bersangkutan. Tingkat kolektibilitas debitur direviu ulang secara berkala ses uai dengan ketentuan yang berlaku. The determination of credit quality through the 3 pillars analysis is conducted by taking into account the significance and materiality of each assessment factor and component, as well as the relevance of such factors and components to the respective debtor. The debtor's collectability level is reviewed periodically in accordance with applicable provisions. v. Kerugian kredit ekspektasian v. Expected credit loss Bank telah menerapkan perhitungan Kerugian Kredit Ekspektasian (KKE) mengacu pada prinsip -prinsip PSAK 109, dimana menghitung pencadangan KKE secara forward looking . MEV (Macroeconomic Variables ), merupakan salah satu parameter/komponen pada perhitungan KKE secara pendekatan Forward Looking. The Bank has implemented the calculation of Expected Credit Loss (ECL) in accordance with the principles of PSAK 109, whereby ECL allowances are calculated using a forward-looking approach. Macroeconomic Variables (MEV) represent one of the key parameters/components in the forward - looking ECL calculation.
Page 40
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 37 4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) v. Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan) v. Expected credit loss (continued) Bank menggunakan 2 (dua) Metode Perhitungan KKE, yaitu: 1) Perhitungan secara Kolektif, yaitu perhitungan KKE secara portofolio. Pada metode ini, Bank menggunakan hari tunggakan (DPD) sebagai basis dalam penentuan model PD (Probability of Default) untuk masing -masing debitur, serta model LGD ( Loss Given Default) mempertimbangkan pembayaran recovery. Sedangkan EAD (Exposure at Default) merupakan posisi semua aset On & Off-Balance sheet. 2) Perhitungan secara Individu, untuk portofolio besar dengan kondisi yang mengalami penurunan nilai dan portofolio dengan eksposur di atas Rp 200 miliar. Perhitungan ini menggunakan pendekatan DCF (Discounted Cash Flow) atau pendekatan agunan (Collateral) yang dihitung secara individu. The Bank applies two (2) ECL calculation methods, as follows: 1) Collective Assessment, which represents portfolio -based ECL calculation. Under this method, the Bank uses day past due (DPD) as the basis for determining the Probability of Default (PD) for each debtor, as well as the Loss Given Default (LGD) model considers the recovery payments. Exposure at Default (EAD) represents the outstanding position of all on - and off - balance sheet assets. 2) Individual Assessment, for large exposure portfolios with impaired conditions and portfolios with exposures above IDR 200 billion. This calculation uses the DCF (Discounted Cash Flow) or Collateral approach which is calculated at the individual level. Sesuai prinsip-prinsip PSAK 109, Bank juga menetapkan kriteria Tahap 1 untuk debitur - debitur dengan kualitas portofolio yang baik. Tahap 2 untuk debitur -debitur yang mengalami kondisi peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan (SICR) dan Tahap 3 untuk debitur-debitur yang menunggak/default dengan kolektibilitas 3,4,5 atau mengalami penurunan nilai. (lihat catatan 3.g untuk penjelasan mengenai klasifikasi instrumen keuangan Tahap 1, Tahap 2, dan Tahap 3) In accordance with PSAK 109 principles, the Bank also defines Stage 1 criteria for debtors with good portfolio quality. Stage-2 for debtors under Significant Increase in Credit Risk (SICR) condition and Stage -3 for defaulted debtors with collectability 3,4,5 or impaired. (refer to No te 3.g for further details on the classification of financial instruments into Stage 1, Stage 2, and Stage 3.) Untuk memudahkan penyajian, Bank menggolongkan aset keuangan ke dalam 5 peringkat internal (bucket) sebagai berikut: To facilitate presentation, the Bank’ classifies its financial assets into 5 internal ratings (buckets) as follows: ● Bucket 1: DPD 0 ● Bucket 1: DPD 0 ● Bucket 2: DPD 1-30 ● Bucket 2: DPD 1-30 ● Bucket 3: DPD 31-60 ● Bucket 3: DPD 31-60 ● Bucket 4: DPD 61-90 ● Bucket 4: DPD 61-90 ● Bucket 5: DPD > 90 atau mengalami restrukturisasi ● Bucket 5: DPD > 90 or under restructuring
Page 41
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 38 0B4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) v. Analisis risiko kredit (lanjutan) v. Credit risk analysis (continued) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 nilai tercatat aset keuangan berdasarkan kualitas kredit adalah sebagai berikut: As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the carrying amount of financial assets based on credit quality was as follows: 30 Juni/June 2026 Tahap 1/ Stage 1 Tahap 2/ Stage 2 Tahap 3/ Stage 3 Jumlah/ Total Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Bucket 1 867.754) -) -) 867.754) Bucket 1 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (-) -) -) -) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat 867.754) -) -) 867.754) Carrying amount Giro pada bank- bank lain Current accounts with other banks Bucket 1 47.379) -) -) 47.379 Bucket 1 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (-) -) -) -) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat 47.379) -) -) 47.379) Carrying amount Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other bank Bucket 1 900.000) -) -) 900.000 Bucket 1 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai -) -) -) -) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat 900.000) -) -) 900.000) Carrying amount Kredit yang diberikan Loans receivable Bucket 1-2 12.765.672) -) -) 12.765.672) Bucket 1-2 Bucket 3-4 -) 440.866) -) 440.866) Bucket 3-4 Bucket 5 -) -) 229.630) 229.630) Bucket 5 Nilai tercatat bruto 12.765.672) 440.866) 229.630) 13.436.168) Gross carrying amount Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (282.336) (35.638) (136.372) (454.346) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat neto 12.483.336) 405.228) 93.258) 12.981.822) Net carrying amount Efek-efek ) Securities Bucket 1 10.498.803) -) -) 10.498.803) Bucket 1 Nilai tercatat bruto 10.498.803) -) -) 10.498.803) Gross carrying amount Cadangan kerugian penurunan nilai – penghasilan komprehensif lain (11.549.) -) -) (11.549) Allowance for impairment losses – other comprehensive income Aset lain-lain* Other assets* Bucket 1-2 609.870) -) -) 609.870) Bucket 1-2 Bucket 3-4 -) 74.504) -) 74.504) Bucket 3-4 Bucket 5 -) -) 1.106) 1.106) Bucket 5 Nilai tercatat bruto 609.870) 74.504) 1.106) 685.480) Gross carrying amount Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (5.337) (5.572) (215) (11.124) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat neto 604.533) 68.932) 891) 674.356 Net carrying amount *Sesuai catatan 14, aset lain -lain yang termasuk aset keuangan terdiri dari penyelesaian surat berharga, bunga yang masih akan diterima, security deposits , tagihan payment gateway dan uang muka penyaluran kredit channeling. *According to note 14, other assets included in financial assets consist of securities settlement, accrued interest, security deposits, payment gateway receivables and loan channeling advance payment.
Page 42
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 39 0B4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk (continued) v. Analisis risiko kredit (lanjutan) v. Credit risk analysis (continued) 31 Desember/December 2025 Tahap 1/ Stage 1 Tahap 2/ Stage 2 Tahap 3/ Stage 3 Jumlah/ Total Giro pada Bank Indonesia Current accounts with Bank Indonesia Bucket 1 389.295) -) -) 389.295) Bucket 1 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (-) -) -) -) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat 389.295) -) -) 389.295) Carrying amount Giro pada bank- bank lain Current accounts with other banks Bucket 1 59.644) -) -) 59.644) Bucket 1 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (-) -) -) -) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat 59.644) -) -) 59.644) Carrying amount Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other bank Bucket 1 1.808.594) -) -) 1.808.594) Bucket 1 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai -) -) -) -) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat 1.808.594) -) -) 1.808.594) Carrying amount Kredit yang diberikan Loans receivable Bucket 1-2 8.865.263) -) -) 8.865.263) Bucket 1-2 Bucket 3-4 -) 477.231) -) 477.231) Bucket 3-4 Bucket 5 -) -) 275.765) 275.765) Bucket 5 Nilai tercatat bruto 8.865.263) 477.231) 275.765) 9.618.259) Gross carrying amount Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (186.878) (36.645) (195.158) (418.681) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat neto 8.678.385) 440.586) 80.607) 9.199.578) Net carrying amount Efek-efek ) Securities Bucket 1 7.852.894) -) -) 7.852.894) Bucket 1 Nilai tercatat bruto 7.852.894) -) -) 7.852.894) Gross carrying amount Cadangan kerugian penurunan nilai – penghasilan komprehensif lain (8.049) -) -) (8.049) Allowance for impairment losses – other comprehensive income Aset lain-lain* Other assets* Bucket 1-2 793.298) -) -) 793.298) Bucket 1-2 Bucket 3-4 -) 37.036) -) 37.036) Bucket 3-4 Bucket 5 -) -) 1.945) 1.945) Bucket 5 Nilai tercatat bruto 793.298) 37.036) 1.945) 832.279) Gross carrying amount Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (3.193) (2.953) (455) (6.601) Less: allowance for impairment losses Nilai tercatat neto 790.105) 34.083) 1.490) 825.678 Net carrying amount *Sesuai catatan 14, aset lain-lain yang termasuk aset keuangan terdiri dari bunga yang masih akan diterima, security deposits , tagihan payment gateway dan uang muka penyaluran kredit channeling. *According to note 14, other assets included in financial assets consist of accrued interest, security deposits, payment gateway receivables and loan channeling advance payment.
Page 43
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 40 B4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) c. Risiko Pasar c. Market Risk Risiko pasar adalah risiko terjadinya perubahan harga pasar, seperti tingkat suku bunga dan nilai tukar valuta asing, yang akan mempengaruhi pendapatan Bank atau nilai dari instrumen keuangan yang dimilikinya. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Bank tidak memiliki eksposur bisnis terkait mata uang asing karena bisnis utama Bank menggunakan mata uang Rupiah. Bank juga tidak memiliki risiko pasar pada kategori Trading Book. Oleh karena itu, risiko pasar yang ada pada Bank hanya terkait risiko suku bunga, dan hanya ada pada kategori Banking Book. Market risk is the risk that changes in market prices, such as interest rates and foreign exchange rates, will affect the Bank’s income or the value of its holdings of financial instruments. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the Bank has no foreign currency exposure from the business as the main business of the Bank is in Rupiah. The Bank has also no exposure in the Trading B ook category. Therefore, the Bank’s market risk is limited to interest rate risk in the Banking Book category. Pada kategori Banking Book , Bank memiliki instrumen keuangan dengan klasifikasi Amortized Cost (AC) dan klasifikasi Fair Value to Other Comprehensive Income (FVOCI) . Untuk mengelola risiko suku bunga pada portofolio surat berharga tersebut, Bank telah melakukan pemantauan secara harian dengan menggunakan sensitivitas terhadap suku bunga dengan metode DV01, serta menerapkan Management Actio n Trigger (MAT) yang memantau Unrealized Gain/Loss atas portofolio surat berharga, sehingga Bank dapat memitigasi dampak perubahan harga pasar surat berharga terhadap permodalan Bank. Risiko suku bunga pada Banking Book (IRRBB) dapat berasal dari Gap Ris k, yakni risiko yang disebabkan oleh risiko perbedaan waktu perubahan suku bunga ( repricing risk ). Untuk pengelolaan risiko suku bunga pada Banking Book, Bank melakukan pengukuran risiko dengan pendekatan standar secara bulanan dengan menggunakan 2 (dua) m etode, yakni pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (EVE) dan pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (NII). Pengelolaan risiko pasar dilakukan dibawah koordinasi dari Assets & Liabilities Committee (ALCO), sebagai komite tingkat direksi yang juga mempunyai kewenangan untuk menetapkan batasan risiko pasar. Seluruh hasil pemantauan dan analisis risiko pasar dilaporkan secara berkala kepada ALCO dan Komite Manajemen Risiko, serta disampaikan kepada Dewan Komisaris melalui Komite Pemantau Risiko. In Banking Book portfolio, the Bank has financial instruments classified as Amortized Cost (AC) and Fair Value to Other Comprehensive Income (FVOCI). To manage interest rate risk on the securities portfolio, the Bank has carried out daily monitoring using sensitivity to interest rates with the DV01 method, as well as implementing Management Action Trigger (MAT) which monitors Unrealized Gain/Loss on the securities portfolio, so that the Bank can mitigate the impact changes in market prices of securities on Bank’s capital. Interest rate risk in the Banking Book (IRRBB) may arise from Gap Risk, which is the risk caused by timing differences in interest rate changes (repricing risk). In order to manage interest rate risk in the Banking Book, the Bank measu res risk using a standardized approach on a monthly basis using 2 (two) methods: measurements based on changes in the Economic Value of Equity (EVE) and measurements based on changes in Net Interest Income (NII). The management of market risk is carried out under the coordination of the Assets & Liabilities Committee (ALCO), a board -level committee with the authority to set market risk limits. All results from the monitoring and analysis of market risk are reported periodically to ALCO and the Risk Management Committee, and subsequently presented to the Board of Commissioners through the Risk Oversight Committee. d. Risiko Likuiditas d. Liquidity Risk Risiko likuiditas adalah risiko akibat ketidak mampuan Bank untuk memenuhi liabilitas yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Liquidity risk is the risk caused by the Bank’s inability to settle liabilities at due date from cash flow funding sources and/or high -quality liquid assets that could be collateralized, without disrupting the activities and financial condition of the Bank.
Page 44
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 41 B4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) d. Risiko Likuiditas (lanjutan) d. Liquidity Risk (continued) Bank mengelola risiko likuiditas setidaknya melalui analisis rasio berikut: - Liquidity Coverage Rasio (LCR) untuk memastikan Bank memiliki kecukupan aset likuid berkualitas tinggi untuk menutupi total arus kas keluar bersih selama 30 hari kedepan dalam skenario keuangan stress, dan - Net Stable Funding Rasio (NSFR) untuk memastikan Bank memiliki struktur pendanaan yang stabil dan cukup untuk mendukung asetnya berdasarkan karakteristik likuiditas aset tersebut. Untuk melengkapi pengukuran risiko likuiditas, Bank secara berkala mengukur gap likuiditas serta melakukan stress test guna memastika n ketahanan likuiditas Bank dalam menghadapi situasi krisis. Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan dibawah koordinasi dari Assets & Liabilities Committee (ALCO), sebagai komite tingkat direksi yang juga mempunyai kewenangan untuk menetapkan batasan ris iko likuiditas. Seluruh hasil pemantauan dan analisis risiko likuiditas dilaporkan secara berkala kepada ALCO dan Komite Manajemen Risiko, serta disampaikan kepada Dewan Komisaris melalui Komite Pemantau Risiko. The Bank manages liquidity risk at least through the following ratio analysis: - Liquidity Coverage Ratio (LCR) aims to ensure that the Bank maintains sufficient high-quality liquid assets to cover total net cash outflows over the next 30 days under stressed financial scenario, and - Net Stable Funding Ratio (NSFR) aims to ensure that the Bank maintains stable funding structure that is sufficient to support its assets based on liquidity characteristics of those assets. To complement liquidity risk measurements, the Bank periodically measures the liquidity gap and conducts stress test to ensure the Bank’s liquidity resilience in adverse conditions. The management of liquidity risk is carried out under the coordination of the Assets & Liabilities Committee (ALCO), a board -level committee with the authority to set liquidity risk limits. All results from the monitoring and analysis of liquidity risk are reported periodically to ALCO and Risk Management Committee, and subs equently presented to the Board of Commissioners through the Risk Oversight Committee. Sisa jatuh tempo kontraktual dari liabilitas keuangan Residual contractual maturities of financial liabilities Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nilai nominal bruto arus kas masuk (keluar) berdasarkan sisa jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan adalah sebagai berikut: As of 30 June 2026 and 31 December 2025 , the gross nominal cash inflow (outflow) based on contractual remaining maturity of the financial liabilities were as follows: 30 Juni/June 2026 Nilai tercatat/ Carrying Nilai nominal bruto arus kas masuk (keluar)/ Gross nominal cash inflow Kurang dari 3 bulan/ Less than 3-12 bulan/ Lebih dari 12 bulan/ More than amount (outflow) 3 months months 12 months Liabilitas non- derivatif Non-derivative liabilities Liabilitas segera 105.642 (105.642) (105.642) -) -) Liabilities due immediately Simpanan nasabah 15.931.854 (16.053.966) (15.482.176) (571.790) -) Deposits from customers Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 2.062.330 (2.062.687) (2.062.687) -) -) Securities sold under repurchase agreements Liabilitas lain-lain* 228,990 (234.004) (200.435) (7.638) (25.931) Other liabilities* 18.328.816 (18.456.299) (17.850.940) (579.428) (25.931) *Liabilitas lain -lain terdiri dari liabilitas proteksi kredit, liabilitas sewa, dan utang pembelian aset tetap (Catatan 20). *Other liabilities consist of loan protection liabilities, lease liabilities and payables on fixed assets purchases (Note 20).
Page 45
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 42 B4. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 4. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) d. Risiko Likuiditas (lanjutan) d. Liquidity Risk (continued) 31 Desember/December 2025 Nilai tercatat/ Carrying Nilai nominal bruto arus kas masuk (keluar)/ Gross nominal cash inflow Kurang dari 3 bulan/ Less than 3-12 bulan/ Lebih dari 12 bulan/ More than amount (outflow) 3 months months 12 months Liabilitas non- derivatif Non-derivative liabilities Liabilitas segera 784.359 (784.359) (784.359) -) -) Liabilities due immediately Simpanan nasabah 11.827.129 (11.920.914) (2.528.697) (9.392.217) -) Deposits from customers Liabilitas lain-lain* 83.566 (90.832) (52.796) (4.467) (33.569) Other liabilities* 12.695.054 (12.796.105) (3.365.852) (9.396.684) (33.569) *Liabilitas lain -lain terdiri dari liabilitas proteksi kredit, liabilitas sewa, dan utang pembelian aset tetap (Catatan 20). *Other liabilities consist of loan protection liabilities, lease liabilities and payables on fixed assets purchases (Note 20). e. Pengelolaan permodalan e. Capital Management Sasaran utama atas kebijakan pengelolaan permodalan yang dilakukan oleh Bank adalah untuk mematuhi ketentuan permodalan eksternal yang berlaku dan untuk mempertahankan rasio permodalan yang sehat agar dapat mendukung usaha dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham. The primary objectives of the Bank’s capital management policy are to ensure that the Bank complies with externally imposed capital requirements and that the Bank maintains healthy capital ratios in order to support its business and to maximize shareholders’ value. Bank mengelola struktur modal dan melakukan penyesuaian atas struktur tersebut terhadap perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aktivitasnya. Untuk mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal tersebut, Bank dapat melakukan penambahan setoran modal inti dari pemegang saham. The Bank manages its capital structure and makes adjustments to it in the light of changes in economic conditions and the risk characteristics of its activities. In order to maintain or adjust the capital structure, the Bank may inject additional core capital from shareholders. 5. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI 5. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS Informasi mengenai pertimbangan, asumsi dan ketidakpastian estimasi dijelaskan di bawah ini dan pada catatan-catatan di bawah ini: Information about the judgment, assumptions and estimation uncertainties is set out below and in the following notes: a. Pertimbangan a. Judgments Informasi tentang pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan disajikan dalam catatan berikut: Information about judgments made in applying accounting policies that have the most significant effect on the amounts recognized in the financial statements are included in the following notes: ‒ Catatan 3.b.1 – klasifikasi aset keuangan: penilaian model bisnis dimana aset tersebut dikelola dan penilaian persyaratan kontraktual dari aset keuangan apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang; ‒ Notes 3.b.1 – classification of financial assets: assessment of the business model within which the assets are held and assessment of whether the contractual terms of the financial assets are solely payments of principal and interest on the principal amount outstanding;
Page 46
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 43 5. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI (lanjutan) 5. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued) Informasi tentang pertimbangan yang dibuat dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan disajikan dalam catatan berikut (lanjutan): Information about judgments made in applying accounting policies that have the most significant effect on the amounts recognized in the financial statements are included in the following notes (continued): ‒ Catatan 3.g dan 4.b – menerapkan kriteria untuk menentukan apakah risiko kredit atas aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, menentukan metodologi untuk penggunaan informasi yang bersifat perkiraan masa depan ke dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian dan pemilihan model yang digunakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian. Bank menggunakan pertimbangan penempatan segmentasi atas produk-produk baru yang belum memiliki data historis yang cukup, dimana d ata proksi diterapkan berdasarkan kesamaan karakteristik dan tujuan jenis kreditnya dengan model atas segmentasi model yang tersedia; ‒ Notes 3.g and 4.b – establishing the criteria for determining whether credit risk on the financial assets has increased significantly since initial recognition, determining the methodology for incorporating forward - looking information into the measurement of expected credit losses and selection of models used to measure expected credit losses. The Bank uses judgment in segmenting new products for which there is insufficient historical data, whereby proxy data is applied according to the similarity of the characteristics and purpose of the loan type with the available segmentation models; ‒ Catatan 3.q, 18.c, dan 18.d – pengakuan aset pajak tangguhan: ketersediaan laba kena pajak pada periode mendatang untuk memungkinkan Bank mengakui aset pajak tangguhan. ‒ Notes 3.q, 18.c and 18.d – recognition of deferred tax assets: availability of future taxable profit to enable the Bank to recognize deferred tax assets. b. Asumsi dan estimasi ketidakpastian b. Assumptions and uncertainties estimation Informasi tentang asumsi dan estimasi ketidakpastian yang dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas tahun berikutnya disajikan dalam catatan berikut: ‒ Catatan 4.b – penurunan nilai kredit yang diberikan: penentuan input ke dalam model pengukuran kerugian kredit ekspektasian, termasuk asumsi utama yang digunakan dalam mengestimasi arus kas yang dapat diperoleh kembali dan penggunaan informasi yang bersifat perki raan masa depan ( forward- looking); Information about the assumptions and uncertainties estimation that may result in material adjustments to the carrying amounts of assets and liabilities in the following year is included in the following notes: ‒ Note 4.b – impairment of loans receivable: determinations of inputs into the expected credit losses measurement model, including key assumptions used in estimating recoverable cash flows and incorporation of forward-looking information;
Page 47
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN BERAKHIR 30 JUNI 2026 AND 2025*) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026 AND 2025*) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 44 5. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI (lanjutan) 5. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued) b. Asumsi dan estimasi ketidakpastian (lanjutan) b. Assumptions and uncertainties estimation (continued) ‒ Informasi forward-looking Pengukuran kerugian kredit ekspektasian mencerminkan jumlah rata -rata probabilitas tertimbang yang tidak bias dari rentang hasil akhir masa depan yang mungkin terjadi. Dalam menetapkan informasi forward looking dalam model PSAK 109, Bank menggunakan variabel makroekonomi. Variabel makroekonomi yang digunakan terdiri dari: BI Rate, Inflasi, tingkat tukar mata uang (USD/IDR), Produk Domestik Bruto (PDB), dan tingkat pengangguran. Bank menggunakan variabel makroekonomi sebagai berikut: ‒ Forward-looking information The measurement of expected credit losses reflects an unbiased probability -weighted range of possible future outcomes. In applying forward -looking information in PSAK 109 credit models, the Bank uses macroeconomics variables. The macroeconomic variables used, among others, consisted of BI Rate, Inflation, exchange rate (USD/IDR), Gross Domestic Products (GDP) growth, and unemployment rate. The Bank used macroeconomic variables as follows: Skenario/ Scenario Bunga Bank Indonesia / BI Rate Inflasi / Inflation Tingkat Tukar Mata Uang (USD/IDR) / Exchange Rate Tingkat pertumbuhan pendapatan bruto nasional (PDB)/ Gross Domestic Products (GDP) Tingkat pengangguran/ Unemployment rate 2026 2025 2026 2025 2026 2025 2026 2025 2026 2025 Optimis/ Optimistic 3,4% 3,4% 0,6% 0,6% 15.619 15.619 7,0% 7,0% 4,2% 4,2% Dasar/ Base 4,4% 4,4% 1,9% 1,9% 16.454 16.454 4,9% 4,9% 4,9% 4,9% Pesimis/ Pessimistic 5,5% 5,5% 3,2% 3,2% 17.288 17.288 2,8% 2,8% 5,5% 5,5% Dalam menentukan probabilitas tertimbang dari skenario yang akan terjadi di masa depan, Bank telah melakukan analisis berdasarkan informasi historis. Bank menerapkan tiga skenario makroekonomi berikut untuk mencerminkan jumlah yang tidak bias dan probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian hasil yang kemungkinan dapat terjadi dalam mengestimasi KKE: In determining the probability weighted of each scenario that will occur in the future, the Bank has conducted an analysis based on historical information. The Bank applied the following three macroeconomic scenarios to reflect an unbiased probability-weighted range of possible future outcomes in estimating ECL: ‒ Skenario dasar: Skenario ini mencerminkan bahwa kondisi makroekonomi saat ini terus berlanjut; dan ‒ Base scenario: This scenario reflects that current macroeconomic conditions continue to prevail; and ‒ Skenario optimis dan pesimis: Skenario ini ditetapkan relatif terhadap skenario dasar; mencerminkan kondisi makroekonomi terbaik dan terburuk berdasarkan kombinasi pendekatan statistik dan penilaian dari subject matter expert berdasarkan kondisi ekonomi saat ini. ‒ Optimistic and pessimistic scenarios: These scenarios are set relative to the base scenario; reflecting best and worst -case macroeconomic conditions based on combination of statistical approach and subject matter expert’s assessment from current economic conditions. Pembobotan rata -rata yang diterapkan di Bank ditetapkan dibawah ini : The average weightings applied across the Bank are set out below: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Optimis 10% 10% Optimistic Dasar 70% 70% Base Pesimis 20% 20% Pessimistic
Page 48
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 45 6. GIRO PADA BANK INDONESIA 6. CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah 867.754 389.295 Rupiah 7. GIRO PADA BANK-BANK LAIN 7. CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS a. Berdasarkan mata uang a. By currency 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah 47.379 59.644 Rupiah b. Berdasarkan hubungan dengan pihak lawan b. By relationships with counterparties 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Pihak Ketiga Third Parties Rupiah 47.379 59.644 Rupiah c. Berdasarkan pihak lawan c. By counterparties 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Pihak Ketiga Third Parties PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 30.778 49.622 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk 12.060 5.201 PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk 2.515 - PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Maybank Indonesia Tbk 1.678 1.674 PT Bank Maybank Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk 200 - PT Bank Mandiri Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk 86 22 PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Standard Chartered Tbk 50 - PT. Standard Chartered Bank Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 10 9 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk 2 3.116 PT Bank Sahabat Sampoerna Tbk 47.379 59.644 Tidak terdapat saldo giro pada bank -bank lain yang diblokir atau digunakan sebagai agunan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. There were no current accounts with other banks which were blocked or used as collateral as of 30 June 2026 and 31 December 2025. d. Tingkat suku bunga rata-rata per tahun d. Average interest rates per annum 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah 0.65% 0,78% Rupiah 8. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN 8. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANK a. Berdasarkan mata uang a. By currency 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Bank Indonesia Bank Indonesia Rupiah 750.000 1.808.594 Rupiah Bank lain Other Banks Rupiah 150.000 - Rupiah 900.000 1.808.594
Page 49
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 46 8. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan) 8. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANK (continued) b. Berdasarkan jenis b. By type 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Bank Indonesia Bank Indonesia Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (“FASBI”) 750.000 1.808.594 Bank Indonesia Deposit Facilities (“FASBI”) Bank lain Other banks Call money 150.000 - Call money 900.000 1.808.594 Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang digunakan sebagai jaminan. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, there were no placements with Bank Indonesia and other Bank which were used as collateral. c. Berdasarkan pihak lawan c. By counterparties 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (“FASBI”) Bank Indonesia’s Deposit Facilites (“FASBI”) Bank Indonesia 750.000 1.808.594 Bank Indonesia Call money Call Money PT Bank Permata Tbk 150.000 - PT Bank Permata Tbk 900.000 1.808.594 d. Tingkat suku bunga rata-rata per tahun d. Average interest rate per annum 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah 4,93% 3,75% Rupiah e. Berdasarkan jangka waktu e. By contract period Rincian penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut: Details of placements with Bank Indonesia and other bank based on contract periods are as follows: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 1 - 3 bulan 900.000 1.808.594 1 - 3 months 9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (REVERSE REPO) 9. SECURITIES PURCHASED UNDER RESALE AGREEMENTS (REVERSE REPO) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) adalah dalam mata uang Rupiah dan ditempatkan pada Bank Indonesia. Securities purchased under resale agreements (reverse repo) were denominated in Rupiah and were placed at Bank Indonesia. a. Berdasarkan jenis a. By type 30 Juni/June 2026 Pihak lawan/ Counterparty Jenis efek yang mendasari/ Type of underlying securities Tanggal mulai/ Starting date1) Tanggal jatuh tempo/ Maturity date2) Tingkat suku bunga/ Interest rate Nilai Pembelian/ Proceed value Pendapatan yang akan diterima/ Accrued income Harga jual kembali/ Reselling price Nilai tercatat/ Carrying value3) Bank Indonesia VR0047 1 Apr/Apr 2026 1 Jul/Jul 2026 5,39% 49.525 675 50.199 50.199 Bank Indonesia VR0047 1 Apr/Apr 2026 1 Jul/Jul 2026 5,41% 49.525 677 50.202 50.202 Bank Indonesia VR0047 1 Apr/Apr 2026 1 Jul/Jul 2026 5,44% 31.993 440 32.433 32.433 Bank Indonesia VR0047 10 Jun/Jun 2026 9 Sep/Sep 2026 7,25% 29.663 125 30.208 29.790 160.706 1.917 163.042 162.624
Page 50
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 47 9. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (REVERSE REPO) 9. SECURITIES PURCHASED UNDER RESALE AGREEMENTS (REVERSE REPO) a. Berdasarkan jenis (lanjutan) a. By type (continued) 31 Desember/December 2025 Pihak lawan/ Counterparty Jenis efek yang mendasari/ Type of underlying securities Tanggal mulai/ Starting date1) Tanggal jatuh tempo/ Maturity date2) Tingkat suku bunga/ Interest rate Nilai Pembelian/ Proceed value Pendapatan yang akan diterima/ Accrued income Harga jual kembali/ Reselling price Nilai tercatat/ Carrying value3) Bank Indonesia SPN122611 05 3 Des/Dec 2025 4 Mar 2026 4,90% 37.511 148 37.976 37.658 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia VR0070 31 Des/Dec 2025 7 Jan 2026 4,75% 36.240 5 36.273 36.245 Bank Indonesia SPN122611 05 3 Des/Dec 2025 4 Mar 2026 4,89% 28.133 111 28.481 28.244 Bank Indonesia SPN122611 05 3 Des/Dec 2025 4 Mar 2026 4,88% 28.133 111 28.481 28.244 419.937 415 421.395 420.351 1) Tanggal dimulai merupakan tanggal yang sama dengan tanggal pembelian efek. 1) Start date is the same as the securities purchase date. 2) Tanggal jatuh tempo merupakan tanggal yang sama dengan tanggal penjualan kembali efek. 2) Maturity date is the same as the securities resale date. 3) Nilai tercatat merupakan harga pembelian efek ditambah dengan pendapatan bunga yang sudah diakui. 3) Carrying amount is securities purchase price added with interest income recognised. b. Berdasarkan periode jatuh tempo b. By maturity period Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali akan diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan. Securities purchased under resale agreements will be settled no more than 12 months after the date of the financial position. 10. KREDIT YANG DIBERIKAN 10. LOANS RECEIVABLE a. Berdasarkan jenis kredit a. By type 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Modal kerja 7.217.032) 3.514.365) Working capital Konsumsi 6.099.763) 6.001.839) Consumption Investasi 28.093) 25.660) Investment 13.344.888) 9.541.864) Pihak berelasi Related parties Investasi 61.278) 76.395) Investment Modal kerja 30.000) 50.000) Working capital Konsumsi 2) -) Consumption 91.280) 76.395) Jumlah kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai 1113.436.168) 9.618.259) Total loans receivable before allowance for impairment losses Cadangan kerugian penurunan nilai (454.346) (418.681) Allowance for impairment losses Jumlah kredit yang diberikan – bersih 12.981.822) 9.199.578) Total loans receivable – net
Page 51
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 48 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 10. LOANS RECEIVABLE (continued) b. Berdasarkan target pasar b. By target market 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah Rupiah Pihak ketiga Third parties Ritel & UMKM 7.153.728) 6.788.289) Retail & UMKM Non-Ritel & Non-UMKM 6.191.160) 2.753.575) Non-Retail & Non-UMKM 13.344.888) 9.541.864) Pihak berelasi Related parties Ritel & UMKM 2) -) Retail & UMKM Non-Ritel & Non-UMKM 91.278) 76.395) Non-Retail & Non-UMKM 91.280) 76.395) Jumlah kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai 13.436.168) 9.618.259) Total loans receivable before allowance for impairment losses Cadangan kerugian penurunan nilai (454.346) (418.681) Allowance for impairment losses Jumlah kredit yang diberikan – bersih 12.981.822) 9.199.578) Total loans receivable – net c. Berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo c. By remaining period to maturity date 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 < 1 tahun 11.664.762) 8.652.779) < 1 years 1 - 2 tahun 624.999) 702.677) 1 - 2 years > 2 - 3 tahun 1.135.140) 248.958) > 2 - 3 years > 3 - 5 tahun 4.595) 6.002) > 3 - 5 years > 5 - 10 tahun 3.132) 4.209) > 5 - 10 years >10 tahun 3.540) 3.634) > 10 years Jumlah kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai 13.436.168) 9.618.259) Total loans receivable before allowance for impairment losses Cadangan kerugian penurunan nilai (454.346) (418.681) Allowance for impairment losses Jumlah kredit yang diberikan - bersih 12.981.822) 9.199.578) Total loans receivable – net d. Tingkat suku bunga rata-rata per tahun d. Average interest rate per annum 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah Rupiah Modal kerja 16,76% 22,09% Working capital Investasi 9.96% 9,94% Investment Konsumsi 46,14% 35,03% Consumption
Page 52
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 49 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 10. LOANS RECEIVABLE (continued) e. Perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit yang diberikan e. Movement of gross carrying amount and allowance for impairment losses on loans receivable Tabel berikut menyediakan penjelasan bagaimana perubahan signifikan atas nilai tercatat bruto atas kredit yang diberikan selama periode berjalan berkontribusi terhadap perubahan cadangan kerugian penurunan nilai untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025: The following table provides an explanation of how significant changes in the gross carrying amount of loans during the period contributed to changes in allowance for impairment losses for the years ended 30 June 2026 and 31 December 2025: Tahun berakhir 30 Juni 2026/ Year ended 30 June 2026 Tahap 1/ Stage 1 Tahap 2/ Stage 2 Tahap 3/ Stage 3 Jumlah/ Total Saldo 1 Januari 2026 8.865.263) 477.231) 275.765) 9.618.259) Balance 1 January 2026 Kredit yang diberikan yang baru diperoleh 8.658.423) -) -) 8.658.423) New loans receivable originated Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (tahap 1) 64.820) (61.930)) (2.890)) -) Transferred to 12-month expected credit losses (stage 1) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 2) (1.433.015)) 1.436.679) (3.664)) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 2) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 3) (1.344)) (589.954)) 591.298) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 3) Kredit yang diberikan yang telah dilunasi dari pelanggan dan melalui proteksi kredit (3.388.475)) (821.160)) (413.394)) (4.623.029)) Loans receivable that have been repaid from customer and through credit protection Penghapusbukuan selama tahun berjalan -) -) (217.485)) (217.485)) Write-off during the year Saldo 30 Juni 2026 12.765.672) 440.866) 229.630) 13.436.168) Balance 30 June 2026 Tahun berakhir 31 Desember 2025/ Year ended 31 December 2025 Tahap 1/ Stage 1 Tahap 2/ Stage 2 Tahap 3/ Stage 3 Jumlah/ Total Saldo 1 Januari 2025 6.117.789) 146.184) 162.443) 6.426.416) Balance 1 January 2025 Kredit yang diberikan yang baru diperoleh 9.327.300) -) -) 9.327.300) New loans receivable originated Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (tahap 1) 50.244) (47.665)) (2.579)) -) Transferred to 12-month expected credit losses (stage 1) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 2) (2.301.678)) 2.310.699) (9.021)) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 2) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 3) (9.095)) (732.875)) 741.970) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 3) Kredit yang diberikan yang telah dilunasi dari pelanggan dan melalui proteksi kredit (4.319.297)) (1.199.112)) (326.313)) (5.844.722)) Loans receivable that have been repaid from customer and through credit protection Penghapusbukuan selama tahun berjalan -) -) (290.735)) (290.735)) Write-off during the year Saldo 31 Desember 2025 8.865.263) 477.231) 275.765) 9.618.259) Balance 31 December 2025
Page 53
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 50 10. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 10. LOANS RECEIVABLE (continued) e. Perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit yang diberikan (lanjutan) e. Movement of gross carrying amount and allowance for impairment losses on loans receivable (continued) Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit yang diberikan untuk tahun -tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The movement of allowance for impairment losses on loans receivable during the years ended 30 June 2026 and 31 December 2025 was as follows: Tahun berakhir 30 Juni 2026/ Year ended 30 June 2026 Tahap 1/ Stage 1 Tahap 2/ Stage 2 Tahap 3/ Stage 3 Jumlah/ Total Saldo 1 Januari 2026 186.878) 36.645) 195.158) 418.681) Balance 1 January 2026 Kredit yang diberikan yang baru diperoleh 108.961) -)) -)) 108.961) New loans receivable originated Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (tahap 1) 6.328) (5.260)) (1.068)) -) Transferred to 12-month expected credit losses (stage 1) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 2) (47.077)) 48.777) (1.700)) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 2) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 3) (16)) (55.716)) 55.732 -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 3) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali 27.262 11.192 105.735) 144.189)) Net change in exposures and remeasurements Penghapusbukuan selama tahun berjalan -) -) (217.485)) (217.485)) Write-off during the year Saldo 30 Juni 2026 282.336) 35.638) 136.372) 454.346) Balance 30 June 2026 Tahun berakhir 31 Desember 2025/ Year ended 31 December 2025 Tahap 1/ Stage 1 Tahap 2/ Stage 2 Tahap 3/ Stage 3 Jumlah/ Total Saldo 1 Januari 2025 210.553) 26.749) 134.401) 371.703) Balance 1 January 2025 Kredit yang diberikan yang baru diperoleh 205.260) -)) -)) 205.260) New loans receivable originated Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (tahap 1) 10.182) (9.188)) (994)) -) Transferred to 12-month expected credit losses (stage 1) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 2) (77.846)) 81.183) (3.337)) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 2) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (tahap 3) (458)) (101.960)) 102.418) -) Transferred to lifetime expected credit losses (stage 3) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali (160.813) 39.861 253.405) 132.453)) Net change in exposures and remeasurements Penghapusbukuan selama tahun berjalan -) -) (290.735)) (290.735)) Write-off during the year Saldo 31 Desember 2025 186.878) 36.645) 195.158) 418.681) Balance 31 December 2025 Pergerakan antar tahap dalam tabel di atas adalah agregasi dari pergerakan bulanan selama tahun berjalan dan menunjukkan akumulasi dari transaksi-transaksi selama tahun berjalan. The inter -stage movements within the tables presented above are an aggregation of monthly movements over the year and will therefore reflect the accumulation of multiple transactions during the year. Selama tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Bank tidak memiliki transaksi yang menghasilkan pengakuan atas aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk. During the years ended 30 June 2026 and 31 December 2025, the Bank did not engage in transactions that resulted into recognition of purchased or originated credit impaired assets.
Page 54
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 51 11. EFEK-EFEK 11. SECURITIES a. Berdasarkan jenis a. By type 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah Rupiah Biaya perolehan yang diamortisasi: Amortized cost: Obligasi pemerintah 2.102.902) 21.148) Government bonds Nilai wajar melalui penghasilan Fair value through other komprehensif lain (“FVOCI”): comprehensive income “FVOCI”): Obligasi pemerintah 7.074.404) 6.272.779) Government bonds Surat Berharga Syariah Negara -) 776.381) Sovereign Sharia Securities Obligasi korporasi 1.321.497) 782.586) Corporate bonds Jumlah 10.498.803) 7.852.894) Total Cadangan kerugian penurunan nilai untuk efek- efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, masing - masing sebesar Rp 11.549 dan Rp 8.049 dicatat pada penghasilan komprehensif lain. Allowance for impairment losses for securities measured at fair value through other comprehensive income as of 30 June 2026 and 31 December 2025, respectively amounting to Rp 11,549, and Rp 8,049, respectively were recorded in other comprehensive income. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, obligasi pemerintah yang dijadikan jaminan untuk efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali ( repo) masing -masing sebesar Rp 2.062.330 dan Rp nil. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, government bonds pledged as collateral for securities sold under repurchased agreements (repo) amounting to Rp 2,062,330 and Rp nill, respectively. b. Berdasarkan akad syariah b. By sharia contract Termasuk di dalam efek -efek adalah efek -efek dengan akad syariah: Included in securities are securities under sharia contracts: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Ijarah - 776.381 Ijarah c. Transaksi dengan pihak berelasi c. Transaction with related parties Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada saldo efek-efek yang diterbitkan oleh pihak berelasi. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, there were no balances of securities issued by related parties.
Page 55
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 52 11. EFEK-EFEK (lanjutan) 11. SECURITIES (continued) d. Berdasarkan peringkat d. By rating Peringkat penerbit obligasi korporasi adalah sebagai berikut: Rating of issuers of corporate bonds was as follows: 30 Juni /June 2026 Pihak lawan Pemeringkat/ Agencies Peringkat/ Rating Nilai tercatat/ Carrying amount Counterparty Provident Investasi Bersama Pefindo A 252.325 Provident Investasi Bersama Indah Kiat Pulp & Paper Pefindo A+ 223.067 Indah Kiat Pulp & Paper Chandra Asri Petrochemic Pefindo AA- 153.953 Chandra Asri Petrochemic Oki Pulp & Paper Mills Pefindo A+ 124.485 Oki Pulp & Paper Mills PT. Bumi Resources Tbk Pefindo A+ 103.640 PT. Bumi Resources Tbk Lontar Papyrus Pulp & Paper Pefindo A 102.379 Lontar Papyrus Pulp & Paper Summit Oto Finance Pefindo AAA 101.070 Summit Oto Finance Merdeka Copper Gold Pefindo A+ 59.797 Merdeka Copper Gold Int Jaringan Eko Pefindo A 51.219 Int Jaringan Eko Merdeka Battery Material Pefindo A 50.132 Merdeka Battery Material PT. Petrindo Jaya Kreasi Pefindo A 48.855 PT. Petrindo Jaya Kreasi Sarana Multi Infrastruktur Pefindo AAA 22.969 Sarana Multi Infrastruktur Adira Dinamika Multi Finance Pefindo AAA 22.670 Adira Dinamika Multi Finance Surya Artha Nusantara Finance Pefindo & Fitch AA+ 4.936 Surya Artha Nusantara Finance 1.321.497 31 Desember/December 2025 Pihak lawan Pemeringkat/ Agencies Peringkat/ Rating Nilai tercatat/ Carrying amount Counterparty Indah Kiat Pulp & Paper Pefindo A+ 305.702 Indah Kiat Pulp & Paper Oki Pulp & Paper Mills Pefindo A+ 123.758 Oki Pulp & Paper Mills Summit Oto Finance Pefindo AAA 103.505 Summit Oto Finance Lontar Papyrus Pulp & Paper Pefindo A 103.388 Lontar Papyrus Pulp & Paper Int Jaringan Eko Pefindo A 53.641 Int Jaringan Eko PT. Petrindo Jaya Kreasi Pefindo A 49.411 PT. Petrindo Jaya Kreasi Sarana Multi Infrastruktur Pefindo AAA 23.000 Sarana Multi Infrastruktur Surya Artha Nusantara Finance Pefindo & Fitch AA+ 20.181 Surya Artha Nusantara Finance 782.586 Efek-efek berupa obligasi pemerintah melalui Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, sovereign rating Republik Indonesia adalah Baa2, sesuai dengan yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional, Moody's. Peringkat Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan mengikuti Republik Indonesia. Securities in the form of government bonds were issued by the Government of Republic of Indonesia through Bank Indonesia and the Ministry of Finance. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, sovereign rating of the Republic of Indonesia was Baa2, as assigned by international rating agency, Moody's. The rating for Bank of Indonesia and the Ministry of Finance follows the sovereign rating of the Republic of Indonesia. e. Tingkat suku bunga rata-rata per tahun e. Average interest rate per annum 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Obligasi pemerintah 6.1% 5,8% Government bonds Obligasi korporasi 8.7% 9,4% Corporate bonds
Page 56
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 53 11. EFEK-EFEK (lanjutan) 11. SECURITIES (continued) f. Perubahan cadangan nilai wajar efek -efek untuk tujuan investasi yang diukur pada FVOCI f. Movement in fair value reserve of investment securities measured at FVOCI Keuntungan (kerugian) dari perubahan cadangan nilai wajar efek -efek untuk tujuan investasi yang diukur pada FVOCI adalah sebagai berikut: Gain (loss) from movement in fair value reserve of investment securities measured at FVOCI was as follows: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Saldo awal sebelum pajak tangguhan 89.202) (8.118) Beginning balance before deferred income tax Keuntungan yang telah direalisasi selama tahun berjalan yang direklasifikasi ke laba rugi (20.690) (24.584) Realized gains during the year which are reclassified to profit or loss Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi selama tahun berjalan - bersih (101.345) 120.042) Unrealized gains (losses) during the year - net Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai 3.500) 1.862) Addition of allowance for impairment losses Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan (29.333) 89.202) Total before deferred income tax Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 18c) 7.082) (19.624) Deferred income tax (Note 18c) (22.251) 69.578) 12. ASET TETAP 12. FIXED ASSETS 30 Juni/June 2026 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Saldo akhir/ Ending balances Model biaya: Cost model Inventaris kantor 59.790) 5.203) 64.993) Office equipments Leasehold improvements 11.429) 11.429) Leasehold improvements Aset dalam pembangunan -) 1.082) 1.082) Construction in Progress 71.219) 6.285) 77.504) ) ) ) Aset hak-guna 43.708) -) 43.708) Right-of-use assets 114.927) 6.285) 121.212) Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Inventaris kantor (26.397) (7.012) (33.409) Office equipments Leasehold improvements (2.271) (638) (2.909) Leasehold improvements (28.668) (7.650) (36.318) Aset hak-guna (11.065) (3.876) (14.941) Right-of-use assets (39.733) (11.526) (51.259) Nilai buku bersih 75.194) ) 69.953) Net book value
Page 57
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 54 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember/December 2025 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Reklasifikasi/ Reclassification Saldo akhir/ Ending balances Model biaya: Cost model Inventaris kantor 41.039) 7.790) 10.961) 59.790) Office equipments Leasehold improvements 1.441) -) 9.988) 11.429) Leasehold improvements Aset dalam pembangunan 17.058) 3.891) (20.949) -) Construction in progress 59.538) 11.681) -) 71.219) ) ) ) ) Aset hak-guna 43.708) -) -) 43.708) Right-of-use assets 103.246) 11.681) -) 114.927) Akumulasi penyusutan: Accumulated depreciation: Inventaris kantor (14.552) (11.845) -) (26.397) Office equipments Leasehold improvements (1.302) (969) -) (2.271) Leasehold improvements (15.854) (12.814) -) (28.668) Aset hak-guna (3.314) (7.751) -) (11.065) Right-of-use assets (19.168) (20.565) -) (39.733) Nilai buku bersih 84.078) ) 75.194) Net book value Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan memadai untuk menutupi kerugian potensial. Management believes that the insurance coverage was sufficient to cover potential losses. Selama periode -periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025, beban penyusutan aset tetap dan aset hak -guna yang dibebankan ke beban umum dan administrasi masing -masing sebesar Rp 11.526 dan Rp 9.360. (Catatan 25). During the periods ended 30 June 2026 and 30 June 2025, the depreciation expense of fixed assets and right-of-use assets that were charged to general and administrative expenses amounting to Rp 11.526 and Rp 9.360 respectively (Note 25). Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, beberapa aset tetap yang dimiliki oleh Bank sudah disusutkan penuh dan masih digunakan masing - masing sebesar Rp 7.042 dan Rp Rp 6.795. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, several assets were fully depreciated and still used by Bank amounting respectively to Rp 7,042 and Rp 6,795, respectively. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat penghentian pengakuan aset tetap. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, there was no derecognition of fixed assets. Aset hak-guna meliputi transaksi sewa yang dilakukan Bank dimana Bank menyewa gedung untuk gedung kantor cabang dan pusat dengan jangka waktu masing-masing selama 3 dan 5 tahun. Kontrak tersebut mencakup opsi untuk memperbarui sewa untuk periode tambahan dengan durasi yang sama setelah akhir masa kontrak. The right -of-use assets include the Bank’s lease transaction whereby the Bank leases the building for its branch and head office building for a term of 3 and 5 years, respectively. The contracts include an option to renew the lease for an additional p eriod of the same duration after the end of the contract term. Pada tanggal 30 Juni 2026, bank tidak memiliki aset dalam pembangunan. Pada 31 Desember 2025 aset dalam pembangunan atas renovasi bangunan dan instalasi untuk ruang kantor telah selesai. As of 30 June 2026, the Bank did not have any balance of construction in progress. As of December 31, 2025, assets under construction for building renovations and office space installations have been completed. Aset tetap kecuali tanah telah diasuransikan pada PT Great Eastern General Insurance Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 65.273 dengan masa pertanggungan dari 19 Februari 2026 sampai dengan 19 Februari 2027. Jenis risiko yang ditanggung oleh pihak asuransi adalah kerugian fisik, gangguan atau hambatan bisnis, kerusakan atau kehancuran. Fixed assets except land were insured with PT Great Eastern General Insurance Indonesia with a total coverage of Rp 65,273 for the period 19 February 2026 to 19 February 2027. The type of risk borne by the insurance company is physical loss, business interruption or interference, destruction or damage.
Page 58
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 55 12. ASET TETAP (lanjutan) 12. FIXED ASSETS (continued) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, terdapat saldo terutang untuk pembelian peralatan dan furnitur tertentu masing -masing sebesar Rp 2.293 dan Rp 2.211 (Catatan 20). As of 30 June 2026 and 31 December 2025, there were unpaid payables for purchases of certain tools and furniture amounted respectively to Rp 2,293 and Rp 2,211, respectively (Note 20). Tidak terdapat aset tetap yang digunakan Bank sebagai jaminan. There are no fixed assets pledged by the Bank for collateral. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi terjadinya penurunan nilai atas aset tetap. Management believes that there was no indication that the fixed assets were impaired. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Bank melakukan peninjauan kembali atas masa manfaat, metode penyusutan dan nilai residu aset tetap dan menyimpulkan bahwa belum diperlukan perubahan atas metode dan asumsi tersebut. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the Bank performed a review on useful life, depreciation method and residual value of fixed assets and concluded that no change in these method and assumptions was necessary. 13. ASET TAKBERWUJUD 13. INTANGIBLE ASSETS 30 Juni/June 2026 Penambahan/ Additions Saldo awal/ Beginning balance Pengembangan sendiri/ Internal developed Pengembangan pihak ketiga/ External developed Reklasifikasi/ Reclassification Pengurangan/ Deduction Saldo akhir/ Ending balances Harga perolehan Acquisition cost Perangkat lunak 365.279) -) 22.587) 176.363) -) 564.229) Software Perangkat lunak dalam penyelesaian 122.161) 75.049) 10.520) (176.363) -) 31.368) Software construction in progress 487.440) 75.049) 33.107) -)) -) 595.596) Akumulasi amortisasi Accumulated amortization Perangkat lunak (54.453) -) (28.639) -) -) (83.092) Software (54.453) -) (28.639) -) -) (83.092) 432.987) 512.505) 31 Desember/December 2025 Penambahan/ Additions Saldo awal/ Beginning balance Pengembangan sendiri/ Internal developed Pengembangan pihak ketiga/ External developed Reklasifikasi/ Reclassification Pengurangan/ Deduction Saldo akhir/ Ending balances Harga perolehan Acquisition cost Perangkat lunak 210.753) 17.244) -) 137.637)) (355) 365.279) Software Perangkat lunak dalam penyelesaian 39.819) 104.097) 115.882) (137.637)) -) 122.161 ) Software construction in progress 250.572) 121.341) 115.882) -)) (355) 487.440) Akumulasi amortisasi Accumulated amortization Perangkat lunak (21.383) (603) (32.537) -) 70 (54.453) Software (21.383) (603) (32.537) -) 70 (54.453) 229.189) 432.987) Amortisasi aset takberwujud untuk periode-periode berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, masing- masing sebesar Rp 28.639 dan Rp 15.031, dibebankan sebagai beban umum dan administrasi (Catatan 25). The amortization of intangible assets for the periods ended 30 June 2026 and 2025, amounting to 28,639 and Rp 15,031, respectively and was charged to general and administrative expenses (Note 25). Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, terdapat saldo terutang untuk perolehan perangkat lunak masing-masing sebesar Rp 69 dan Rp 239. As of 30 June 2026 and 31 December 2025 , there were unpaid payables to acquire software amounted to Rp 69 and Rp 239.
Page 59
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 56 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Bunga yang masih akan diterima - bersih 336.064 240.490 Accrued interest receivables - net Penyelesaian surat berharga 149.082 344.112 Securities settlement Tagihan payment gateway 121.534 113.290 Receivables from payment gateway Proteksi kredit dibayar dimuka 106.313 47.787 Prepaid loan protection Uang muka penyaluran kredit channeling 61.352 124.157 Loan channeling advance payment Beban dibayar dimuka 44.102 22.334 Prepaid expenses Hak kompensasi 10.658 5.626 Compensation right Securities deposits 6.324 3.629 Securities deposits Lain-lain 20.173 8.006 Others 855.602 909.431 Bunga yang masih akan diterima - bersih Accrued interest receivables - net 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Rupiah Rupiah Kredit yang diberikan 243.687) 146.657) Loans receivable Efek-efek 92.353) 93.833) Securities Penempatan pada Bank lain 24) -) Placement in other Bank 336.064) 240.490) Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Bank mencatat cadangan kerugian penurunan nilai atas bunga yang masih akan diterima masing-masing sebesar Rp 11.124 dan Rp 6.602. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the Bank recorded the allowance of accrued interest receivables amounted to Rp 11.124 and Rp 6,602, respectively. Penyelesaian surat berharga merupakan penyelesaian transaksi pembelian dan penjualan surat berharga diakui pada tanggal penyelesaian (settlement date). Purchases and sales of securities are recognized on the settlement date, which is the date when the securities are delivered to or received from the counterparty and payment is made. Tagihan payment gateway merupakan dana pembayaran nasabah in-transit melalui payment gateway yang akan diselesaikan dalam maksimum lima hari. Receivable from payment gateway represent customer payment fund in -transit from payment gateway which will be settled in maximum of five days. Uang muka penyaluran kredit channeling merupakan dana yang disediakan oleh Bank guna memenuhi kewajiban Bank dalam rangka penyaluran kredit. Loan channeling advance payment represents funds provided by the Bank to fulfill the Bank's obligations in loans. Lain-lain merupakan jumlah piutang yang harus dibayar kepada Bank yang timbul dari transaksi pinjaman serta aktivitas operasional lainnya. Others represents receivables due from the Bank arising from loan -related transactions and other operational activities. Mulai Januari 2025, Bank menjalin perjanjian dengan PT Fokus Solusi Proteksi untuk melindungi portofolio ritel tertentu dengan premi sebesar Rp 382.007. Pada tanggal 30 Juni 2026, bank mencatat hak kompensasi dan proteksi kredit dibayar dimuka masing-masing sebesar Rp 10.658 dan Rp 106.313, dan pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 5.626 dan Rp 47.787. Starting January 2025, the Bank entered agreement with PT Fokus Solusi Proteksi to protect certain retail portfolio with premium amounted to Rp 382,007. As of 30 June 2026, the Bank recorded the compensation right and prepaid loan protection amounted to Rp 10,658 and Rp 106,313, and as of 31 December 2025 amounted to Rp 5,626 and Rp 47,787 respectively. Agunan yang diambilalih merupakan aset yang diperoleh sehubungan dengan debitur -debitur yang tidak dapat memenuhi atau melunasi kewajibannya. Agunan yang diambilalih terutama terdiri dari tanah dan bangunan. Saldo agunan yang diambilalih merupakan estimasi nilai bersih yang dapat direalisasi. Foreclosed assets represent assets acquired in connection with debtors who are unable to fulfill or settle their obligations. Foreclosed collaterals mainly consist of land and buildings. The foreclosed assets balance represented estimated net realizable value. 14. ASET LAIN-LAIN 14. OTHER ASSETS
Page 60
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 57 15. LIABILITAS SEGERA 15. LIABILITIES DUE IMMEDIATELY 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Liabilitas penyelesaian efek-efek -) 702.989) Securities settlement liabilities Liabilitas terkait transaksi nasabah 105.642) 81.370) Customer transaction liability 105.642) 784.359) Liabilitas penyelesaian efek -efek merupakan tampungan atas uang penjualan efek-efek yang belum diselesaikan. Securities settlement liabilities represent the payment of securities that have not been settled. Liabilitas terkait transaksi nasabah merupakan pengiriman dana ( transfer) dari satu pihak kepada pihak lainnya melalui bank sebagai perantara, dimana pada akhir periode laporan, dana tersebut belum efektif diterima atau dikreditkan ke rekening penerima dana (beneficiary). Customer transaction liability represents transfer of funds from one party to another through the Bank as intermediary, where at the end of reporting period, the fund has not been effectively received or credited to the beneficiary account. 16. SIMPANAN NASABAH 16. DEPOSITS FROM CUSTOMERS a. Berdasarkan jenis a. By type 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Giro Current accounts Pihak ketiga 438.921 294.061 Third parties Pihak berelasi 26.853 122 Related parties 465.774 294.183 Tabungan Saving accounts Pihak ketiga 3.004.945 2.222.195 Third parties Pihak berelasi 6.724 12.319 Related parties 3.011.669 2.234.514 Deposito berjangka Time deposits Pihak ketiga 12.412.796 9.265.782 Third parties Pihak berelasi 41.615 32.650 Related parties 12.454.411 9.298.432 Jumlah 15.931.854 11.827.129 Total Simpanan nasabah yang diblokir dan dijadikan sebagai jaminan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, adalah masing -masing sebesar Rp nil dan Rp nil. Deposits from customers which were blocked and pledged as collaterals as of 30 June 2026 and 31 December 2025, amounted to Rp nil and Rp nil, respectively. b. Berdasarkan jangka waktu b. By time period Deposito berjangka berdasarkan jangka waktu pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025: Time deposits by time period as of 30 June 2026 and 31 December 2025: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Hingga 1 bulan 10.835.304 7.933.934 Up to 1 month Lebih dari 1-3 bulan 870.853 775.304 More than 1-3 months Lebih dari 3-6 bulan 349.503 312.686 More than 3-6 months Lebih dari 6-12 bulan 398.751 276.508 More than 6-12 months 12.454.411 9.298.432
Page 61
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 58 16. SIMPANAN NASABAH (lanjutan) 16. DEPOSITS FROM CUSTOMERS (continued) c. Tingkat suku bunga efektif rata -rata tertimbang per tahun c. Weighted average effective interest rate per annum Tingkat suku bunga efektif rata -rata tertimbang pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025: The weighted average effective interest rate as of 30 June 2026 and 31 December 2025: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Giro 0,30% 0,58% Current accounts Tabungan 5,19% 5,35% Saving accounts Deposito berjangka 7,42% 7,34% Time deposits 17. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI (REPO) 17. SECURITIES SOLD UNDER REPURCHASE AGREEMENT (REPO) 30 Juni/June 2026 Pihak lawan/ counterparty Jenis efek yang mendasari/ Type of underlying securities Tanggal mulai/ Commencement date Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Nilai nominal/ nominal amount Tingkat suku bunga/ Interest rate Harga beli kembali/ Repurchase price Nilai tercatat/ Carrying value Bank Indonesia SRBI 26-Jun-26 03-Jul-26 450.000 6,50% 446.233 446.072 Bank Indonesia SRBI 26-Jun-26 03-Jul-26 550.000 6,50% 542.584 542.388 Bank Indonesia SRBI 29-Jun-26 01-Jul-26 600.000 6,05% 560.044 560.044 Bank Indonesia SRBI 29-Jun-26 01-Jul-26 300.000 6,05% 282.406 282.406 Bank Indonesia SRBI 29-Jun-26 01-Jul-26 140.000 6,05% 136.380 136.380 Bank Indonesia SRBI 29-Jun-26 01-Jul-26 100.000 6,05% 95.040 95.040 2.140.000 2.062.687 2.062.330 18. PERPAJAKAN 18. TAXATION a. Komponen pajak penghasilan yang diakui dalam laba rugi adalah sebagai berikut: a. Component of income tax recognized in profit or loss are as follows: Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Pajak Penghasilan: Income Taxes: - Kini Current - - Penyesuaian terhadap beban pajak tahun-tahun sebelumnya -) -) Adjustment to - prior year’s tax expense - Tangguhan Pemulihan (pembentukan) perbedaan temporer 51.793) 9.973) Deferred - Reversal (origination) of temporary difference Beban (manfaat) pajak penghasilan 51.793) 9.973) Income tax expense (benefit)
Page 62
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 59 18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued) a. Komponen pajak penghasilan yang diakui dalam laba rugi adalah sebagai berikut (lanjutan): a. Component of income tax recognized in profit or loss are as follows (continued): Rekonsiliasi antara laba (rugi) akuntansi sebelum pajak penghasilan dikali tarif pajak yang berlaku dengan beban (manfaat) pajak penghasilan adalah sebagai berikut: The reconciliation between accounting profit (loss) before income tax multiplied by the prevailing tax rate and income tax expense (benefit) was as follows: Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 234.401) 30.481 Profit (loss) before income tax Tarif pajak 22%) 22% Statutory tax rate 51.568) 6.706 Pengaruh pajak atas perbedaan permanen 225) 3.267 Tax effect on permanent differences Penyesuaian terhadap beban pajak tahun- tahun sebelumnya -) -) Adjustment to prior years tax expense Penyesuaian terhadap pajak tangguhan -) -) Adjustment to deferred tax Tax loss carryforwards yang tidak diakui -) -) Unrecognized tax loss carryforwards Beban (manfaat) pajak penghasilan 51.793) 9.973) Income tax expense (benefit) b. Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan kini b. Tax reconciliation between profit (loss) before income tax and current income tax expense Periode-periode berakhir 30 juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 234.401) 30.481) Profit (loss) before income tax Perbedaan temporer: Temporary differences: Penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif 31.025) (20.023) Provision of impairment losses on earning assets Penurunan nilai aset tersedia untuk dijual -) -) Impairment expense of assets held for sale Beban penyusutan dan amortisasi (20.616) (15.304) Depreciation and amortization expenses Beban akrual, bonus, dan imbalan kerja lainnya (103.640) (4.877) Accruals, bonus, and other employee benefits expense Beban imbalan pascakerja 2.856) 3.618) Post-employment benefit expenses Beban akrual (1.150) 19.975) Accrual expenses Jumlah beda temporer (91.525) (16.611) Total temporary differences Perbedaan permanen: -) -) Permanent differences: Beban yang tidak dapat dikurangkan – bersih 1.022) 14.851) Non-deductible expenses – net Laba (rugi) kena pajak 143.898) 28.271) Taxable income (loss) Utilisasi kompensasi rugi fiskal 2022 -) (27.417) Utilization on fiscal compensation 2022 Utilisasi kompensasi rugi fiskal 2023 (132.612) (1.304) Utilization on fiscal compensation 2023 Utilisasi kompensasi rugi fiskal 2024 (11.286) -) Utilization on fiscal compensation 2023 Laba fiskal setelah kompensasi rugi fiskal -) -) Taxable income after fiscal compensation Tarif pajak yang berlaku 22%) 22% Enacted tax rate Beban pajak penghasilan kini -) -) Current income tax expense Laba kena pajak yang diperoleh dari laba sebelum pajak penghasilan setelah dilakukan koreksi fiskal sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku akan menjadi dasar dalam perhitungan dan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan. Taxable income which was obtained from profit before income tax after fiscal correction is in accordance with applicable tax regulation will be the basis for calculating and preparing the Corporate Income Tax Returns (SPT). Dalam laporan keuangan ini, jumlah penghasilan kena pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 didasarkan atas perhitungan sementara, karena Bank belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan pajak penghasilan badan. In these financial statements, the amount of taxable income for the period ended 30 June 2026 and 2025 is based on preliminary calculations, as the Bank has not yet submitted its corporate income tax returns.
Page 63
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 60 18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued) b. Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan kini (lanjutan) b. Tax reconciliation between profit (loss) before income tax and current income tax expense (continued) Tidak terdapat pembayaran pajak dibayar di muka oleh Bank yang dapat dikreditkan dalam perhitungan pajak penghasilan badan terutang untuk Tahun yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. There are no prepaid taxes paid by the Bank that can be credited in the calculation of corporate income tax payable for Year ending 30 June 2026 and 31 December 2025. Tidak terdapat pajak penghasilan badan terutang pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. There were no corporate income tax payables as of 30 June 2026 and 31 December 2025. c. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan c. Deferred Tax Assets (Liabilities) 30 Juni/June 2026 Saldo awal/ Beginning balance Diakui pada laba rugi/ Recognized in profit or loss Diakui pada pendapatan komprehensif lainnya/ Recognized in other comprehensive income Saldo akhir/ Ending balance Aset tetap, aset hak guna, dan aset takberwujud (15.200) (4.191)) -) (19.391) Fixed assets, right- of-use assets and intangible assets Liabilitas sewa 2.780) (345)) ----) 2.435) Lease liabilities Liabilitas imbalan pascakerja 7.703) 628)) -) 8.38.331) Post-employment benefits liabilities Bonus yang masih harus dibayar 42.407) (22.801)) -) 19.606) Accrued bonus Cadangan nilai wajar (19.624) -) 26.706) 7.082) Fair value reserve Cadangan kerugian penurunan nilai 25.343) 6.826) -) 32.169) Allowance for impairment losses Beban yang masih harus dibayar 4.034) (253) -) 3.781) Accrued expense Kompensasi rugi fiskal 86.684 (31.657) - 55.027 Tax loss carryforwards 134.127 (51.793) 26.706) 109.040 31 Desember/December 2025 Saldo awal/ Beginning balance Diakui pada laba rugi/ Recognized in profit or loss Diakui pada pendapatan komprehensif lainnya/ Recognized in other comprehensive income Saldo akhir/ Ending balance Aset tetap, aset hak guna, dan aset takberwujud 721) (15.921) -) (15.200) Fixed assets, right- of-use assets and intangible assets Liabilitas sewa 4.087) (1.307) -) 2.780) Lease liabilities Liabilitas imbalan pascakerja 5.816) 2.117) (230)) 7.703) Post-employment benefits liabilities Bonus yang masih harus dibayar 24.227) 18.180) -) 42.407) Accrued bonus Cadangan nilai wajar 1.786) -) (21.410) (19.624) Fair value reserve Cadangan kerugian penurunan nilai 53.355) (28.012) -) 25.343) Allowance for impairment losses Beban yang masih harus dibayar 4.018) 16) -) 4.034) Accrued expense Kompensasi rugi fiskal 105.346 (18.662) -) 86.684) Tax loss carryforwards 199.356 (43.589) (21.640)) 134.127) Bank mengakui secara terpisah aset pajak tangguhan terkait liabilitas sewa dan liabilitas pajak tangguhan terkait aset hak -guna. Namun, tidak terdapat dampak terhadap laporan posisi keuangan karena saldo tersebut memenuhi syarat untuk saling hapus. The Bank has recognized a separate deferred tax assets in relation to its lease liabilities and a deferred tax liability in relation to its right-of-use assets. However, there was no impact on the statement of financial position because the balances qualify for offsetting.
Page 64
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 61 18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued) c. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan (lanjutan) c. Deferred Tax Assets (Liabilities) (continued) Aset pajak tangguhan diakui sehubungan dengan pos -pos tersebut karena kemungkinan besar laba kena pajak di masa mendatang akan tersedia sehingga Bank dapat mendapatkan manfaatnya. Deferred tax assets were recognized with respect to these items because it is probable that the future taxable profits will be available against which the Bank can utilize the benefits thereform. d. Kompensasi rugi fiskal d. Tax loss carryforwards Saldo kompensasi rugi fiskal Bank dapat diikhtisarkan sebagai berikut: The Bank’s tax loss carryforwards can be summarized as follows: 30 Juni/ June 2026 2025 Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 234.401) 30.481) Profit (loss) before income tax Koreksi fiskal (91.025) (1.760) Fiscal adjustments Laba fiskal (kompensasi rugi fiskal) 143.376) 28.721) Fiscal income (tax loss carryforwards) Kompensasi rugi fiskal yang diakui -) -) Recognized tax loss carryforwards Kompensasi rugi fiskal yang tidak diakui -) -) Unrecognized tax loss carryforwards) Tarif pajak yang berlaku 22%) 22% Enacted tax rate Dampak manfaat pajak yang tidak diakui -) -) Unrecognized tax benefit Berikut saldo rugi pajak belum dikompensasi Bank adalah sebagai berikut: The Bank’s tax loss carryforwards were as follows: Tahun rincian permulaan/ Year of origination Tahun kadaluwarsa/ Year of expiry 30 Juni/ Juni 2026 31 Desember/ December 2025 2024 2029 (497.794) (509.080) 2023 2028 -) (132.612) (497.794) (641.692) Kompensasi rugi fiskal per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sesuai dengan tabel di atas, akan kadaluwarsa dalam jumlah yang bervariasi di antara tahun 2027 sampai dengan 2029 jika tidak dimanfaatkan terhadap laba kena pajak di masa mendatang. Aset pajak tangguhan per 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 telah diakui sejauh kemungkinan besar bahwa laba kena pajak di masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan oleh Bank. Tax loss carryforward as of 30 June 2026 and 31 December 2025 as presented in above table, will expire in varying amounts between 2027 to 2029 if not utilized against future taxable profits. Deferred tax assets as of 31 March 2026 and 31 December 2025, have been re cognized to the extent that it is probable that future taxable profits will be available against which the Bank can utilize the benefits therefrom. Sebagian porsi dari aset pajak tangguhan belum diakui atas kompensasi rugi fiskal, karena tidak terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak di masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan oleh Bank terhadap manfaat tersebut: Certain portion of deferred tax assets have not been recognized in respect of the tax loss carryforwards, because it is not probable that future taxable profit will be available against which Bank can use the benefits thereform: 30 Juni /June 2026 31 Desember/December 2025 Jumlah bruto/ Gross amount Dampak pajak/ Tax effect Jumlah bruto/ Gross amount Dampak pajak/ Tax effect Kompensasi rugi fiskal/ Tax loss carryforwards 247.670 54.487 247.670 54.487
Page 65
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 62 18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued) e. Surat Ketetapan Pajak e. Tax Assessments Letters Tahun Pajak 2022 Fiscal Year 2022 Pada tanggal 18 Mei 2026 Bank menerima surat pemberitahuan pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2022. Hingga saat ini pemeriksaan pajak masih sedang berlangsung. On 18 May 2026, the Bank received a letter of tax audit notification for fiscal year 2022. The tax audit is still ongoing until the time being. Tahun Pajak 2020 Fiscal Year 2020 Pada tanggal 21 Mei 2025 Bank menerima surat pemberitahuan pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2020. On 21 May 2025, the Bank received a letter of tax audit notification for fiscal year 2020. Pada tanggal 5 Desember 2025 Bank menerima Surat Keterangan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dan Surat Tagihan Pajak (“STP”) atas pemeriksaan pajak tahun 2020 sebagai berikut: ● STP Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa sebesar Rp 129.520.303. ● SKPKB Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp 1.497.169.103. On 5 December 2025, the Bank received Underpayment Tax Assessment Letters (“SKPKB”) and Tax Collection Letters (“STP”) for tax audit 2020 as follows: ● SKPKB and STP Value Added Tax for Goods and Services amounting to Rp129,520,303. ● SKPKB Corporate Income Tax amounting to Rp 1,497,169,103. Bank telah membayar SKPKB dan STP tersebut di atas pada tanggal 12 Desember 2025. Dengan demikian, kasus pajak untuk tahun pajak 2020 telah selesai. The Bank has paid the SKPKB and STP above on 12 December 2025. Thus, the tax case for the 2020 tax year has been completed. Tahun Pajak 2021 Fiscal Year 2021 Pada tanggal 25 April 2024 Bank menerima surat pemberitahuan pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2021. Risalah akhir telah ditandatangani pada tanggal 10 Desember 2024. On 25 April 2024, the Bank received a letter of tax audit notification for fiscal year 2021. The final minutes have already been signed on 10 December 2024. Pada tanggal 13 Desember 2024 Bank menerima Surat Keterangan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dan Surat Tagihan Pajak (“STP”) atas pemeriksaan pajak tahun 2021 sebagai berikut: On 13 December 2024, the Bank received Underpayment Tax Assessment Letters (“SKPKB”) and Tax Collection Letters (“STP”) for tax audit 2021 as follows: ● SKPKB dan STP Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa sebesar Rp 3.609. ● SKPKB Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar Rp 8. ● SKPKB and STP Value Added Tax for Goods and Services amounting to Rp 3,609. ● SKPKB Income Tax Article 23 amounting to Rp 8. ● SKPKB Pajak Penghasilan Badan sebesar Rp 2.255 ● SKPKB Corporate Income Tax amounting to Rp 2,255. Bank telah membayar SKPKB dan STP tersebut di atas pada tanggal 10 Januari 2025. Dengan demikian, kasus pajak untuk tahun pajak 2021 telah selesai. The Bank has paid the SKPKB and STP above on 10 January 2025. Thus, the tax case for the 2021 tax year has been completed. f. Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Bank melaporkan/menyetorkan pajak-pajaknya berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat memeriksa dan menilai kembali pajak - pajak tersebut dalam jangka waktu sesuai yang berlaku. f. Under the taxation laws of Indonesia, the Bank submits tax returns on the basis of self - assessment. The tax authorities may examine and re-assess the corporate tax returns within the time period specified in the prevailing statute of limitation.
Page 66
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 63 18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued) f. Posisi Bank atas pajak dapat dipertanyakan oleh fiskus. Manajemen dapat mempertahankan posisi pajak Bank yang diyakini secara teknis telah sesuai dengan peraturan perpajakan. Oleh karena itu, manajemen yakin bahwa akrual atas liabilitas pajak adalah cukup untuk semua tahun yang belum diperiksa. Penentuan jumlah pajak penghasilan melibatkan estimasi dan asumsi serta pertimbangan mengenai kejadian mendatang. Informasi baru yang tersedia dapat menyebabkan perubahan kep utusan oleh manajemen atas kecukupan dari liabilitas pajak. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi beban pajak pada periode dimana fakta dan keadaan pendasar berubah. f. The Bank’s tax positions may be challenged by the tax authorities. Management vigorously defends the Bank’s tax positions which are believed to be grounded on sound technical basis, in compliance with the tax regulations. Accordingly, management believes that the accruals for tax liabilities are adequate for all open tax years. Dete rmining the amount of income tax involves estimates and assumptions, as well as judgment about future events. New information may become available that causes management to change its judgment regarding the adequacy of existing tax liabilities. Such changes will impact tax expense in the period in which the underlying facts and circumstances change. 19. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 19. ACCRUED EXPENSES 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Beban yang masih harus dibayar 145.224 142.970 Accrued expenses Bonus yang masih harus dibayar 92.400 143.461 Accrued bonus Beban bunga yang masih harus dibayar 65.045 46.780 Accrued interest Penawaran umum saham perdana - 8.109 Initial public offering 302.669 341.320 Beban yang masih harus dibayar terdiri dari beban kantor dan umum kepada pihak ketiga. Accrued expenses represent office expenses and general expenses to third parties. Beban bunga yang masih harus dibayar merupakan bunga simpanan nasabah yang masih harus dibayarkan kepada nasabah. Accrued interest represents interest on customers’ deposits which have to be paid to the customers. 20. LIABILITAS LAIN-LAIN 20. OTHER LIABILITIES 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Liabilitas proteksi kredit 197.731 50.127 Loan protection liabilities Liabilitas sewa 28.966 31.228 Lease liabilities Utang karyawan 24.714 2.246 Payroll liabilities Utang pajak lainnya 19.313 17.454 Other tax payables Cadangan kerugian penurunan nilai atas rekening administratif 6.470 10.825 Allowance for impairment losses on off-balance sheet items Pendapatan yang ditangguhkan - kredit 6.608 5.388 Deferred revenue - loan Utang pembelian aset tetap 2.293 2.211 Payables on fixed assets purchases Lain-lain 22.865 10.419 Others 308.960 129.898 Liabilitas proteksi kredit merupakan kewajiban atas perjanjian dengan PT Fokus Solusi Proteksi untuk melindungi portofolio ritel tertentu. Loan protection liabilities represent the agreement with PT Fokus Solusi Proteksi to protect certain retail portofolio. Liabilitas sewa merupakan kewajiban atas sewa yang memenuhi kriteria yang tertuang pada PSAK 116. Lease liabilities represent obligation of leases that fulfill criteria set by PSAK 116.
Page 67
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 64 21. MODAL SAHAM 21. SHARE CAPITAL Kepemilikan saham dan persentase pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: Share ownership and percentage as of 30 June 2026 and 31 December 2025 were as follows: 30 Juni/June 2026 Jumlah saham/ Number of shares (full amount) Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership (%) Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh/ Number of issued and paid- up share capital Pemegang saham (kepemilikan masing-masing diatas 5%) Shareholders (ownership interest above 5%) PT Elang Media Visitama 9.379.640.459 27,67 937.964 PT Elang Media Visitama GXS Bank Pte. Ltd. 5.985.442.692 17,66 598.544 GXS Bank Pte. Ltd. PT Kudo Teknologi Indonesia 5.650.340.722 16,67 565.034 PT Kudo Teknologi Indonesia A5-DB Holdings Pte. Ltd. 5.605.786.773 16,54 560.579 A5-DB Holdings Pte. Ltd. Kakaobank Corp 2.934.040.535 8,66 293.404 Kakaobank Corp Masyarakat (kepemilikan masing- masing dibawah 5%) 4.341.766.469 12,80 434.177 Public (ownership interest below 5%) Jumlah 33.897.017.650 100,00 3.389.702 Total 31 Desember/December 2025 Jumlah saham/ Number of shares (full amount) Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership (%) Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh/ Number of issued and paid- up share capital Pemegang saham (kepemilikan masing-masing diatas 5%) Shareholders (ownership interest above 5%) PT Elang Media Visitama 9.354.117.559 27,60 935.412 PT Elang Media Visitama PT Kudo Teknologi Indonesia 5.650.340.722 16,67 565.034 PT Kudo Teknologi Indonesia GXS Bank Pte. Ltd. 3,538,848,642 10,44 353,885 GXS Bank Pte. Ltd. A5-DB Holdings Pte. Ltd. 3.398.682.495 10,03 339.868 A5-DB Holdings Pte. Ltd. Kakaobank Corp 2.934.040.535 8,66 293.404 Kakaobank Corp Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. 2,493,833,503 7,36 249,383 Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. Masyarakat (kepemilikan masing-masing dibawah 5%) 6.527.154.194 19,24 652.716 Public (ownership interest below 5%) Jumlah 33.897.017.650 100,00 3.389.702 Total Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham (Akta No. 147 tanggal 28 April 2025 yang dibuat dihadapan Notaris Jose Dima Satria, S.H, M.H. di Jakarta), pemegang saham menyetujui peningkatan modal saham sebanyak 150.000.000 saham sebesar Rp 150 (dengan n ominal Rp 1 (nilai penuh) per saham) yang ditempatkan dan disetor penuh melalui penerbitan saham insentif terkait program insentif jangka panjang yang diberikan terhadap karyawan tertentu. Kepemilikan Saham terkait program insentif ini oleh karyawan diwaki li oleh Bersama Sustainability Trust. Based on Decision of Shareholders (Deed No. 147 dated 28 April 2025 made before Notary Jose Dima Satria, S.H, M.H. in Jakarta), the shareholders approved the increase in share capital of 150,000,000 shares amounted to Rp 150 (with nominal of Rp 1 (full amo unt) per share) which was issued and paid -up through the issuance of incentive shares related to long term incentive program, which was extended to certain employees. Share ownership related to this incentive program by employees is represented by Bersama Sustainability Trust.
Page 68
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 65 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Pada tanggal pemberian saham insentif kepada karyawan tertentu tersebut, selisih nilai wajar dengan nilai nominal saham diakui sebagai bagian dari beban tenaga kerja (lihat Catatan 26) dan tambahan modal disetor sebesar Rp 9.738. Perubahan ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar No.AHU-AH.01.03-0116267 tanggal 29 April 2025. On the date the incentive shares were granted to certain employees, the difference between the fair value and the nominal value of the shares is recognized as part of personnel expenses (see Note 26) and additional paid-in capital of Rp 9,738. These changes have been notified to The Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on Notification Receipts on the Amendment of Articles of Association letter No.AHU -AH.01.03- 0116267 dated 29 April 2025. Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham (akta No. 2 tanggal 5 Agustus 2025 di hadapan Notaris Aulia Taufani S.H., notaris di Jakarta) pemegang saham menyetujui untuk menjual mengalihkan, dan menyerahkan Rp 353.885 modal saham milik Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GX S Bank Pte. Ltd. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU -AH.01.09- 0321717 dan No. AHU -AH.01.03-0208299 pada tanggal 6 Agustus 2025. Based on Decision Letter of Shareholders (deed of notary public No. 2 dated 5 August 2025 of Aulia Taufani S.H., in Jakarta), the shareholders approved to sale, transfer, and hand over Rp 353,885 of share capital owned by Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. to GXS Bank Pte. Ltd. These changes have been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its approval letter No. AHU -AH.01.09- 0321717 and No. AHU -AH.01.03-0208299 dated 6 August 2025. Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham (akta No. 19 tanggal 15 Agustus 2025 di hadapan Notaris Aulia Taufani S.H., di Jakarta) pemegang saham menyetujui perubahan terkait hak saham Seri B menjadi sama dengan pemegang saham Seri A, dan mengakui perubahan nama Watiga Trust Ltd menjadi GLAS Trust (Singapore) Ltd. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU -AH.01.03-0216939 dan No. AHU-AH.01.09-0325647 pada tanggal 15 Agustus 2025. Based on Decision Letter of Shareholders (deed of notary public No. 19 dated 15 August 2025 of Aulia Taufani, S.H., in Jakarta), the shareholders approved the change of rights of share Series B to be equal that of Series and acknowledge the change of Watiga Trust Ltd to GLAS Trust (Singapore) Ltd. These changes have been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its approval letter No. AHUAH.01.03 -0216939 and No. AHU - AH.01.09-0325647 dated 15 August 2025. Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani S.H., No. 20 tanggal 15 Agustus 2025 tentang Persetujuan pemegang saham untuk pelaksanaan rencana Penawaran Umum Perdana Saham ("PUPS") dengan menerbitkan saham baru sebanyak - banyaknya 6.473.503.700 saham baru seri A yang mewakili 18% dari modal ditempatkan dan disetor Bank setelah PUPS, Perubahan status Bank dari sebelumnya perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka, peningkatan modal dasar dari semula Rp 5.000.000 menjadi Rp 10.000.000, dan perubahan kegiat an usaha guna memenuhi persyaratan dalam peraturan perundang -undangan yang berlaku. Based on notarial deed of Aulia Taufani, S.H., No. 20 dated 15 August 2025, regarding shareholder agreement on Initial Public Offering (“IPO”) of shares with issuance of new shares amounted 6,473,503,700 new shares Series A representing 18% of total issued and paid -up capital after IPO of shares, change of Bank status from private company to public company, increase in share capital from Rp 5,000,000 to Rp 10,000,000, and change in business activity to comply with prevailing laws and regulations. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU-AH.01.03- 0217235 pada tanggal 15 Agustus 2025. These changes have been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its approval letter No. AHU- AH.01.03-0217235 dated 15 August 2025. Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani S.H., No. 35 tanggal 11 November 2025 tentang kapitalisasi agio dan penggabungan saham (reverse stock split) atas seluruh saham seri B. Perubahan ini tidak mengubah jumlah modal dasar Bank, namun menyebabkan penyesuaian pada komposisi modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat sebesar Rp 64.350 dari sebelumnya Rp 2.884.691 menjadi Rp 2.949.041 serta tambahan modal disetor menurun sebesar Rp 64.350 dari sebelumnya Rp 3.312.589 menjadi Rp 3.248.239. Based on notarial deed of Aulia Taufani, S.H., No. 35 dated 11 November 2025, regarding share premium capitalization and the reverse stock split of all Series B shares. This share consolidation did not alter the Bank’s authorized capital but resulted in an adjustment to the composition of issu ed and fully paid capital which increased Rp 64,350 from previously Rp 2,884,691 to Rp 2,949,041 and the additional paid-in capital which decreased Rp 64,350 from previously Rp 3,312,589 to Rp 3,248,239.
Page 69
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 66 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU -AH.01.03-0248514 pada tanggal 12 November 2025. These changes have been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its approval letter No. AHU - AH.01.03-0248514 dated 12 November 2025. Pada tanggal 17 Desember 2025, Bank mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode SUPA. On December 17, 2025, the Bank listed its shares on the Indonesia Stock Exchange under the ticker code SUPA. Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 64 tanggal 18 Desember 2025, mengenai keputusan pemegang saham atas perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Bank telah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham dengan menerbitkan 4.406.612.300 saham baru atau sebesar 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Saham tersebut ditawarkan kepada m asyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 635 per saham. Dana yang dihimpun dari Penawaran Umum Perdana Saham tersebut, setelah dikurangi biaya emisi saham, berjumlah Rp 2.730.764. Dari transaksi tersebut, Bank mengakui tambahan modal disetor sebesar Rp 2.290.103 da n peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 440.661. Based on Notarial Deed No. 64 of Aulia Taufani, S.H., dated December 18, 2025, concerning the shareholders’ resolution approving the amendment to the Articles of Association in connection with the Initial Public Offering (“IPO”), the Bank completed its IPO by issuing 4,406,612,300 new shares, representing 13% of the issued and fully paid -up share capital, with a par value of Rp 100 per share. These shares were offered to the publ ic at an offering price of Rp 635 per share. The net proceeds from the IPO, after deducting share issuance costs, amounted to Rp 2,730,764. The transaction resulted in the recognition of additional paid-in capital (share premium) of Rp 2,290,103 and an inc rease in issued and fully paid -up share capital of Rp 440,661. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. AHU -AH.01.03-0255969 pada tanggal 19 Desember 2025. These changes have been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia based on its approval letter No. AHU - AH.01.03-0255969 dated 19 December 2025. Pada periode Desember 2025, PT Elang Media Visitama melakukan pembelian saham Bank melalui Bursa Efek Indonesia sebanyak 178.317.400. Transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak berdampak terhadap modal saham maupun ekuitas Bank, namun hanya mengakibatkan perubahan komposisi kepemilikan saham. During the period ended December 2025, PT Elang Media Visitama acquired 178,317,400 shares of the Bank through the Indonesia Stock Exchange. The transaction constituted a transfer between shareholders and did not affect the Bank’s share capital or equity, but only resulted in a change in the composition of share ownership. Pada periode Januari 2026, A5-DB Holdings Pte. Ltd. melakukan pembelian saham Bank melalui Bursa Efek Indonesia sebanyak 362.716.600. Transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak berdampak terhadap modal saham maupun ekuitas Bank, namun hanya mengakibatkan perubahan komposisi kepemilikan saham. Pada periode Februari 2026, A5 -DB Holdings Pte. Ltd. melakukan pembelian saham Bank melalui Bursa Efek Indonesia sebanyak 1.582.895.025. Transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak berdampak terhadap modal saham maupun ekuitas Bank, namun hanya mengakibatkan perubahan komposisi kepemilikan saham. During the period ended January 2026, A5-DB Holdings Pte. Ltd. acquired 362,716,600 shares of the Bank through the Indonesia Stock Exchange. The transaction constituted a transfer between shareholders and did not affect the Bank’s share capital or equity, but only resulted in a change in the composition of share ownership. During the period ended February 2026, A5 -DB Holdings Pte. Ltd. acquired 1,582,895,025 shares of the Bank through the Indonesia Stock Exchange. The transaction constituted a transfer between shareholders and did not affect t he Bank’s share capital or equity, but only resulted in a change in the composition of share ownership.
Page 70
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 67 21. MODAL SAHAM (lanjutan) 21. SHARE CAPITAL (continued) Pada periode Maret 2026, A5 -DB Holdings Pte. Ltd. melakukan pembelian sebanyak 71.300.000 saham Bank melalui Bursa Efek Indonesia. Transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak berdampak terhadap modal saham ditempatkan dan disetor maupun total ekuitas Bank, namun mengakibatkan perubahan kom posisi kepemilikan saham. Pada periode Mei 2026, Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya pada Bank kepada GXS Bank Pte. Ltd. Setelah pengalihan tersebut, GXS Bank Pte. Ltd. memiliki 5.985.442.692 lembar saham Bank yang sebelumnya dimiliki oleh Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. Pengalihan saham tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak mengakibatkan perubahan atas modal saham ditempatkan dan disetor maupun total ekuitas Bank. Transaksi ini mengakibatkan perubahan struktur kepemilikan langsung dan tidak langsung Grab atas Bank menjadi: - Kepemilikan langsung sebesar 32,81% melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5 -DB Holdings Pte. Ltd. - Kepemilikan tidak langsung sebesar 17,66% melalui GXS Bank Pte. Ltd. Pada periode Mei 2026, A5 -DB Holdings Pte. Ltd. melakukan pembelian saham sebanyak 111.267.653 lembar saham Bank melalui Bursa Efek Indonesia. Transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak berdampak terhadap modal saham ditempatka n dan disetor maupun total ekuitas Bank, namun mengakibatkan perubahan komposisi kepemilikan saham. Pada periode Juni 2026, A5-DB Holdings Pte. Ltd. dan PT Elang Media Visitama melakukan pembelian masing-masing sebanyak 88.925.000 dan 25.522.900 saham Bank melalui Bursa Efek Indonesia. Transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham dan tidak berdampak terhadap modal saham ditempatkan dan disetor maupun total ekuitas Bank, namun mengakibatkan perubahan komposisi kepemilikan saham. During March 2026, A5 -DB Holdings Pte. Ltd. acquired 71,300,000 shares of the Bank through the Indonesia Stock Exchange. The transaction represented a transfer of shares between existing shareholders and did not affect the Bank's issued and paid-up share capital or total equity. However, it resulted in a change in the Bank's shareholding composition. During May 2026, Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. transferred its entire shareholding in the Bank to GXS Bank Pte. Ltd. Following the transfer, GXS Bank Pte. Ltd. held 5,985,442,692 shares of the Bank previously owned by Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. The transfer represented a transaction between shareholders and did not result in any changes to the Bank's issued and paid- up share capital or tot al equity. As a result of the transaction, Grab's direct and indirect ownership interests in the Bank changed as follows: - Direct ownership of 32.81% through PT Kudo Teknologi Indonesia and A5 -DB Holdings Pte. Ltd. - Indirect ownership of 17,66% through GSX Bank Pte. Ltd. During May 2026, A5 -DB Holdings Pte. Ltd. acquired an additional 111,267,653 shares of the Bank through the Indonesia Stock Exchange. The transaction represented a transfer of shares between existing shareholders and did not affect the Bank's issued and paid-up share capital or total equity. However, it resulted in a change in the Bank's shareholding composition. During June 2026, A5-DB Holdings Pte. Ltd. and PT Elang Media Visitama acquired 88,925,000 and 25,522,900 shares of the Bank, re spectively, through the Indonesia Stock Exchange. These transactions represented transfers of shares between existing shareholders and did not affect the Bank's issued and paid-up share capital or total equity. However, they resulted in changes in the Bank's shareholding composition. Tambahan modal disetor Additional paid-in capital Tambahan modal disetor pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, terdiri dari: Additional p aid-in capital as of 30 June 2026 and 31 December 2025, are as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Penyesuaian nilai aset untuk pengampunan pajak 8) 8) Assets value adjustment for tax amnesty Agio saham 3.299.589) 3.299.589) Paid-in capital Penawaran umum perdana 2.357.538) 2.357.538) IPO and Share issuance cost Biaya penerbitan saham (67.435) (67.435) Share issuance cost Konversi agio saham (86.341) (86.341) Conversion paid-in capital Penerbitan saham insentif 34.983) 34.983) Issuance of incentive share Saldo Akhir 5.538.342) 5.538.342) Ending balance
Page 71
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 68 22. PENDAPATAN BUNGA 22. INTEREST INCOME Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Kredit yang diberikan 1.209.295 738.140 Loans receivable Efek-efek 266.433 159.582 Securities Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 8.007 6.495 Placements with Bank Indonesia and other bank Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 15.317 111 Securities purchased under resale agreements (reverse repo) Giro dan penempatan pada bank lain 620 164 Current accounts and placements with other banks 1.499.672 904.492 23. BEBAN BUNGA 23. INTEREST EXPENSE Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Deposito berjangka 404.643 191.775 Time deposits Tabungan 68.794 35.874 Saving accounts Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 10.785 8.398 Securities sold under repurchase agreements (repo) Giro 409 78 Current accounts Lainnya 4.187 3.073 Others 488.818 239.198 24. BEBAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN 24. IMPAIRMENT LOSSES ON FINANCIAL ASSETS Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Kredit 258.609) 166.464) Credit Hak kompensasi – kredit (Catatan 14) (10.658) (26.390) Compensation right – credit (Note 14) Pemulihan dari kredit yang dihapusbukukan (5.759) (6.887) Recovery from written-off loans Efek-efek 3.500) 514) Securities Rekening administratif (4.355) (2.749) Off-balance sheet items Lainnya 4.801) 5.154) Others 246.138) 136.106) 25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 25. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Biaya proteksi kredit (Catatan 14) 59.767 72.379 Loan protection fee (Note 14) Pengeluaran kantor 54.386 36.231 Office expenses Biaya terkait perangkat lunak 51.255 60.258 Software expenses Komunikasi 34.846 24.041 Communications Promosi 33.695 22.806 Promotion Biaya dan komisi terkait penyelenggaraan pendanaan 30.809 11.481 Fee and commission expense for funding activities Jasa profesional 29.449 25.724 Professional fee Amortisasi aset takberwujud (Catatan 13) 28.639 15.031 Amortization of intangible assets (Note 13) Penyusutan aset tetap dan aset hak- guna (Catatan 12) 11.526 9.360 Depreciation of fixed assets and right-of-use assets (Note 12) Lainnya 6.184 14.189 Others 340.556 291.500
Page 72
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 69 26. BEBAN TENAGA KERJA 26. PERSONNEL EXPENSES Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Gaji 146.097 139.137 Salaries Bonus/ Tunjangan Hari Raya (THR) 82.790 40.465 Bonus/ Festive Allowance (THR) Beban imbalan pascakerja 7.500 6.700 Post-employment benefits expense Pendidikan dan pengembangan 5.100 4.505 Education and training Honorarium komisaris 4.604 4.375 Commissioner’s honorarium Pengobatan 480 9.665 Medical Long term incentive plan (Catatan 21) - 9.738 Long term incentive plan (Note 21) Lain-lain - 26 Others 246.571 214.585 Lihat Catatan 27 untuk gaji dan tunjangan yang diberikan kepada personil manajemen kunci. Refer to Note 27 for salaries and benefits given to key management personnel. 27. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK- PIHAK BERELASI 27. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES Ikhtisar saldo Bank dengan pihak -pihak berelasi dan persentasenya terhadap total aset atau total liabilitas adalah sebagai berikut: Summary of the Bank’s balances with related parties and its percentage to total assets or total liabilities was as follows: a. Kredit yang diberikan a. Loans receivable 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Kredit yang diberikan (Catatan 10) Loans receivable (Note 10) Pihak berelasi lainnya 91.278 76.395 Other related parties Personil manajemen kunci 2 - Key management personnel Jumlah kredit yang diberikan dari pihak-pihak berelasi 91.280 76.395 Total loans receivables from related parties Persentase kredit yang diberikan dari pihak- pihak berelasi terhadap jumlah aset Percentage of loans receivable from related parties to total assets Pihak berelasi lainnya - 0,36% Other related parties Personil manajemen kunci 0,34% 0,00% Key management personnel Persentase kredit yang diberikan dari pihak- pihak berelasi terhadap jumlah aset 0,34% 0,36% Percentage of loans receivable from related parties to total assets b. Simpanan nasabah b. Deposits from customers 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Deposito berjangka (Catatan 16) Time deposits (Note 16) Personil manajemen kunci 40.615 31.650 Key management personnel Pihak berelasi lainnya 1.000 1.000 Other related parties Jumlah deposito berjangka dari pihak-pihak berelasi 41.615 32.650 Total time deposits from related parties Persentase deposito berjangka dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas Percentage of time deposits from related parties to total liabilities Personil manajemen kunci 0,22% 0,24% Key management personnel Pihak berelasi lainnya 0,01% 0,01% Other related parties Persentase deposito berjangka dari pihak- pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas 0,23% 0,25% Percentage of time deposits from related parties to total liabilities 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Tabungan (Catatan 16) Saving accounts (Note 16) Personil manajemen kunci 6.724 12.319 Key management personnel Jumlah tabungan dari pihak-pihak berelasi 6.724 12.319 Total saving accounts from related parties Persentase tabungan dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas 0,04% 0,09% Percentage of saving accounts from related parties to total liabilities
Page 73
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 70 27. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK- PIHAK BERELASI (lanjutan) 27. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) Ikhtisar saldo Bank dengan pihak-pihak berelasi dan persentasenya terhadap total aset atau total liabilitas adalah sebagai berikut (lanjutan): Summary of the Bank’s balances with related parties and its percentage to total assets or total liabilities was as follows (continued): 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Giro (Catatan 16) Current accounts (Note 16) Pihak berelasi lainnya 26.853 122 Other related parties Jumlah giro dari pihak-pihak berelasi 26.853 122 Total current accounts from related parties Persentase giro dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah liabilitas 0,14% 0,001% Percentage of current accounts from related parties to total liabilities Ikhtisar transaksi dan saldo Bank dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: Summary of transactions of the Bank with related parties were as follows: a. Pendapatan bunga dan persentasenya pendapatan bunga dari pihak -pihak berelasi terhadap jumlah pendapatan bunga adalah sebagai berikut: a. Interest income and its percentage of interest income from related parties to total interest income were as follows: Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Pendapatan bunga Interest income Pihak berelasi lainnya 3.340 7.845 Other related parties Personil manajemen kunci 1 1 Key management personnel Jumlah pendapatan bunga dari pihak-pihak berelasi 3.341 7.846 Total interest income from related parties Persentase pendapatan bunga dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah pendapatan bunga Percentage of interest income from related parties to total interest income Pihak berelasi lainnya 0,22% 0,87% Other related parties Personil manajemen kunci - - Key management personnel Persentase pendapatan bunga dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah pendapatan bunga 0,22% 0,87% Percentage of interest income from related parties to total interest income b. Beban bunga dan persentasenya beban bunga dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah beban bunga adalah sebagai berikut: b. Interest expense and its percentage of interest expense from related parties to total interest expense were as follows: Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Beban bunga Interest expense Personil manajemen kunci 1.891 913 Key management personnel Pihak berelasi lainnya 262 712 Other related parties Jumlah beban bunga dari pihak-pihak berelasi 2.153 1.625 Total interest expense from related parties Persentase beban bunga dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah beban bunga Percentage of interest interest expense from related parties to total interest expense Personil manajemen kunci 0,39% 0,38% Key management personnel Pihak berelasi lainnya 0,05% 0,30% Other related parties Persentase beban bunga dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah beban bunga 0,44% 0,68% Percentage of interest expense from related parties to total interest expense
Page 74
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 71 27. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK- PIHAK BERELASI (lanjutan) 27. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) Ikhtisar transaksi dan saldo Bank dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut (lanjutan): Summary of transactions of the Bank with related parties were as follows (continued): c. Beban umum dan administrasi serta persentasenya beban umum dan administrasi dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut: c. General and administrative expense and its percentage of general and administrative expense from related parties to total general and administrative expense were as follows: Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Beban umum dan administrasi General and administrative expense Pihak berelasi lainnya 17.413 49.773 Other related parties Pemegang saham 124 724 Shareholder Pemegang saham dengan pengaruh signifikan - 146 Shareholders with significant influence Jumlah beban umum dan administrasi dari pihak-pihak berelasi 17.537 50.643 Total general and administrative expense from related parties Persentase beban umum dan administrasi dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah beban umum dan administrasi Percentage of general and administrative expense from related parties to total general and administrative expense Pihak berelasi lainnya 5,11% 17,07% Other related parties Pemegang saham 0,04% 0,25% Shareholder Pemegang saham dengan pengaruh signifikan 0,00% 0,05% Shareholders with significant influence Persentase beban umum dan administrasi dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah beban umum dan administrasi 5,15% 17,37% Percentage of general and administrative expense from related parties to total general and administrative expense d. Perolehan aset takberwujud dan persentasenya terhadap total aset adalah sebagai berikut: d. Acquisition of intangible assets and its percentage to the total asset were as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Aset takberwujud Intangible assets Pihak berelasi lainnya 21.153 101.442 Other related parties Jumlah aset takberwujud dari pihak-pihak berelasi 21.153 101.442 Total intangible assets from related parties Persentase aset takberwujud dari pihak- pihak berelasi terhadap jumlah aset Percentage of intangible assets from related parties to total assets Pihak berelasi lainnya 0,08% 0,48% Other related parties Persentase aset takberwujud dari pihak-pihak berelasi terhadap jumlah aset 0,08% 0,48% Percentage of intangible assets from related parties to total assets e. Kompensasi dan imbalan lain kepada personil manajemen kunci e. Compensation and other benefits for key management personnel. Bank memberikan kompensasi dan imbalan lain kepada personil manajemen kunci yang terdiri dari Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing - masing sebesar Rp 115.685 dan Rp 148.154. The Bank provided compensation and other benefits for key management personnel which includes Board of Commissioners, Board of Directors and Executive Employees for the year ended 30 June 2026 and 31 December 2025, amounted to Rp 115,685 and Rp 148,154 , respectively.
Page 75
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 72 27. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK- PIHAK BERELASI (lanjutan) 27. TRANSACTIONS AND BALANCES WITH RELATED PARTIES (continued) Pihak berelasi serta sifat hubungan dan jenis transaksi dengan pihak -pihak berelasi adalah sebagai berikut: The related parties as well nature relationship and transactions with related parties was as follows: Pihak berelasi/ Related parties Sifat dari hubungan/ Nature of relationship Jenis transaksi/ Nature of transaction PT Kudo Teknologi Indonesia Pemegang saham dengan pengaruh signifikan / Shareholder with significant influence Beban umum dan administrasi/ General and administrative expense A5-DB Holdings Pte. Ltd. Pemegang saham dengan pengaruh signifikan / Shareholder with significant influence Beban umum dan administrasi/ General and administrative expense KakaoBank Corp. Pemegang saham / Shareholder Beban umum dan administrasi/ General and administrative expense GP Network Asia Pte. Ltd. Pihak berelasi lainnya / Other related party Beban umum dan administrasi dan aset takberwujud/ General and administrative expense and intangible assets GrabTaxi Holdings Pte. Ltd. Pihak berelasi lainnya / Other related party Beban umum dan administrasi dan aset takberwujud/ General and administrative expense and intangible assets Neo Service Holding Pte, Ltd Pihak berelasi lainnya / Other related party Beban umum dan administrasi/ General and administrative expense PT Teknologi Pengangkutan Indonesia Pihak berelasi lainnya / Other related party Pinjaman yang diberikan/ Loans PT Grab Teknologi Indonesia Pihak berelasi lainnya / Other related party Simpanan nasabah dan beban bunga/ Deposits from customers and interest expense PT Abhimata Acme Indonesia Pihak berelasi lainnya / Other related party Pinjaman yang diberikan, simpanan nasabah dan beban bunga/ Loans, deposits from customers and interest expense PT Visionet Internasional Pihak berelasi lainnya / Other related party Simpanan nasabah, beban bunga dan beban umum dan administrasi/ deposits from customers, interest expense and general and administrative expense PT Sakalaguna Semesta Pihak berelasi lainnya / Other related party Simpanan nasabah, beban bunga dan beban umum dan administrasi/ deposits from customers, interest expense and general and administrative expense PT Indosiar Visual Mandiri Pihak berelasi lainnya / Other related party Beban umum dan administrasi/ General and administrative expense Personil manajemen kunci/ Key management personnel Direktur dan keluarga inti/ Directors and core family Simpanan nasabah, pembayaran kompensasi dan remunerasi dan beban bunga/ Deposits from customers, payments of compensation and remuneration, and interest expense Personil manajemen kunci/ Key management personnel Komisaris dan keluarga inti/ Commissioners and core family Simpanan nasabah, pembayaran kompensasi dan remunerasi dan beban bunga/ Deposits from customers, payments of compensation and remuneration, and interest expense Personil manajemen kunci/ Key management personnel Pejabat eksekutif dan keluarga inti/ Executive employees and core family Simpanan nasabah, pembayaran kompensasi dan remunerasi dan beban bunga/ Deposits from customers, payments of compensation and remuneration, and interest expense 28. KOMITMEN DAN KONTINJENSI 28. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Komitmen Commitments Liabilitas komitmen Committed liabilities Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan - committed Unused loan facilities - committed - Pihak ketiga (100.007) (400.007) Third parties - Komitmen (100.007) (400.007) Commitments Kontinjensi Contingencies Tagihan kontinjensi Contingent receivables Pendapatan bunga atas kredit bermasalah 52.394 44.266 Interest income on non-performing loans Kontinjensi 52.394 44.266 Contingencies
Page 76
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 73 29. INSTRUMEN KEUANGAN 29. FINANCIAL INSTRUMENTS Nilai wajar instrumen keuangan Fair values of financial instruments Seluruh instrumen keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali efek -efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. All of the financial instruments are measured at amortised cost, except for securities measured at fair value through other comprehensive income. Model penilaian Valuation model Bank mengukur nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan dengan menggunakan hirarki dari metode berikut: The Bank measures fair values of financial assets and liabilities using the following hierarchy of methods: a. Level 1 a. Level 1 Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities; b. Level 2 b. Level 2 Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) maupun tidak langsung (misalnya turunan harga); dan Inputs other than quoted prices included within level 1 that are observable for the assets or liabilities, either directly (that is as prices) or indirectly (that is derived from prices); and c. Level 3 c. Level 3 Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi). Inputs for the assets or liabilities that are not based on observable market data (unobservable inputs). Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial instruments measured at fair value 30 Juni/June 2026 Nilai tercatat/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Nilai wajar/ Fair value Aset keuangan Financial assets Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Fair value through other comprehensive income Efek-efek 8.395.901 -) 8.395.901 - 8.395.901 Securities 31 Desember/December 2025 Nilai tercatat/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Nilai wajar/ Fair value Aset keuangan Financial assets Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Fair value through other comprehensive income Efek-efek 7.831.745 -) 7.831.745 - 7.831.745 Securities Tabel berikut menyajikan aset keuangan Bank yang diukur sebesar nilai wajar pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 : The tables below show the Bank’s financial assets that were measured at fair value as of 30 June 2026 and 31 December 2025 : Metode penilaian yang digunakan untuk efek -efek yang diukur pada nilai wajar menggunakan teknik penilaian harga pasar dimana seluruh input signifikan dapat diobservasi secara langsung dari harga kuotasian pasar atau menggunakan harga pasar kuotasi efek yan g memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa atau dinilai dengan menggunakan perbandingan harga pasar. Valuation method used for securities measured at fair value is using market price valuation techniques in which all significant inputs are directly observable from quoted market prices or quoted market prices for securities with similar credit, maturity and yield characteristics or using valuation model of market comparisons.
Page 77
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 74 29. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 29. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar (lanjutan) Financial instruments measured at fair value (continued) 30 Juni/June 2026 31 Desember/December 2025 Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai wajar/ Fair value Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai wajar/ Fair value Aset Assets Efek-efek 2.102.902 2.008.184 21.148 22.262 Securities Pinjaman yang diberikan 12.981.822 14.159.949 9.199.578 11.343.181 Loan receivables Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) 162.624 159.086 420.351 419.893 Securities purchased under resale agreements (reverse repo) Liabilitas Liabilities Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 2.062.330 2.054.598 - - Securities sold under repurchase agreements (repo) Aset keuangan: Financial assets: - Kas - Giro pada Bank Indonesia - Giro pada bank-bank lain - Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) - Bunga yang masih akan diterima, tagihan payment gateway, security deposits , dan uang muka penyaluran kredit channeling (bagian dari aset lain- lain). - Penyelesaian surat berharga - Cash - Current accounts with Bank Indonesia - Current accounts with other banks - Placements with Bank Indonesia and other bank - Securites purchased under resale agreements (reverse repo) - Accrued interest receivables, receivables from payment gateway, security deposit s and loan channeling advance payment (as part of other assets). - Securities settlement Liabilitas keuangan: Financial liabilities: - Liabilitas segera - Simpanan nasabah - Beban bunga yang masih akan dibayar (bagian dari Beban Masih Harus Dibayar). - Utang pembelian aset tetap (bagian dari Liabilitas Lain-Lain). - Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - Liabilities due immediately - Deposits from customers - Accrued interest payables (as part of Accrued Expenses). - Payables on fixed assets purchases (as part of Other Liabilities). - Securities sold under repurchase agreements (repo) Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan yang tidak disajikan pada nilai wajarnya: The table below summarizes the carrying amounts and fair values of those financial instruments not stated at their fair values: Nilai wajar kredit yang diberikan diukur dengan menggunakan analisis arus kas yang didiskontokan dengan memakai tingkat suku bunga pasar dan masuk sebagai hirarki level 3. Input dalam teknik penilaian termasuk arus kas yang akan diterima masa datang dan suku bunga pasar. The fair value of loan receivable was measured using discounted cash flows analysis using marke t interest rate and fall under level 3 hierarchy. Inputs into the valuation technique include expected future cash flows and market interest rate. Nilai wajar efek -efek, efek -efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ( reverse repo), dan efek- efek yang dijual dengan janji dibeli kembali ( repo) menggunakan harga kuotasian pasar dan masuk sebagai hirarki level 2. The fair value of securities, securities purchased under resale agreements (reverse repo) and securities sold under repurchase agreements (repo) were based quoted market prices and fall under level 2 hierarchy. Instrumen keuangan berikut ini merupakan instrumen keuangan jangka pendek (kurang dari satu tahun) atau yang ditinjau ulang menggunakan harga pasar secara berkala. Oleh karenanya, nilai wajar instrumen keuangan tersebut mendekati nilai tercatatnya. The following financial instruments represent financial instruments which are short term in nature (less than one year) or reprice to current market rates frequently. Therefore, the fair value of these financial instruments approximates to the carrying amount. Nilai wajar dari simpanan nasabah tanpa jatuh tempo adalah jumlah yang terutang pada saat penarikan. The fair value of deposits from customers with no stated maturity is the amount repayable on demand.
Page 78
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 75 30. PERJANJIAN YANG SIGNIFIKAN 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS a. Perjanjian kredit channeling a. Channeling loan agreement PT Indonesia Fintopia Technology PT Indonesia Fintopia Technology Pada tanggal 27 Oktober 2023, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Indonesia Fintopia Technology (“Easycash”) dalam rangka memfasilitasi permohonan pinjaman berbasis aplikasi dari pemohon melalui platform milik Easycash. Bank sepakat untuk memberikan pendanaan sebesar Rp 1.000.000. Jangka waktu perjanjian adalah untuk 1 (satu) tahun, terhitung mulai tanggal 27 Oktober 2023 hingga 27 Oktober 2024. On 27 October 2023, the Bank entered into an agreement with PT Indonesia Fintopia Technology (“Easycash”) to facilitate application-based loan applications from applicants through Easycash’s platform. The Bank agreed to provide funding amounting to Rp 1,000,000. The term of the agreement is for 1 (one) year, starting from 27 October 2023 to 27 October 2024. Pada tanggal 26 Juli 2024, Bank melakukan perpanjangan atas perjanjian kredit dengan perubahan kesepakatan pada pendanaan yang semula Rp 1.000.000 menjadi Rp 2.000.000, terhitung mulai tanggal 26 Juli 2024 hingga 26 Juli 2025. On 26 July 2024, the Bank extended the credit agreement with a change in the agreement on funding from Rp 1,000,000 to Rp 2,000,000, starting from 26 July 2024 to 26 July 2025. Pada tanggal 13 Juni 2025, Bank melakukan perpanjangan atas perjanjian kredit dengan perubahan kesepakatan pada pendanaan yang semula Rp 2.000.000 menjadi Rp 3.000.000, terhitung mulai tanggal 13 Juni 2025 hingga 13 Juni 2027. On 13 June 2025, the Bank extended the credit agreement with a change in the agreement on funding from Rp 2,000,000 to Rp 3,000,000, starting from 13 June 2025 to 13 June 2027. PT Kredit Utama Fintech Indonesia PT Kredit Utama Fintech Indonesia Pada tanggal 26 September 2025, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Kredit Utama Fintech Indonesia (“Rupiah Cepat”) dalam rangka memfasilitasi permohonan pinjaman berbasis aplikasi dari pemohon melalui platform milik Rupiah Cepat. Bank sepakat untuk membe rikan pendanaan sebesar Rp 2.000.000. Jangka waktu perjanjian adalah untuk 1 (satu) tahun, terhitung mulai tanggal 26 September 2025 hingga 26 September 2026. On 26 September 2025, the Bank entered into an agreement with PT Kredit Utama Fintech Indonesia (“Rupiah Cepat”) to facilitate application-based loan applications from applicants through the Rupiah Cepat's platform. The Bank agreed to provide funding amounting to Rp 2,000,000. The term of the agreement is for 1 (one) ye ar, stating from 26 September 2025 to 26 September 2026. b. Perjanjian dengan Neo Services Holdings Pte. Ltd. b. Agreement with Neo Services Holdings Pte. Ltd. Pada tanggal 1 Agustus 2024, Bank menandatangani Perjanjian Layanan Induk dan Perintah Kerja dengan Neo Services Holdings Pte. Ltd. untuk penyediaan jasa dukungan teknologi (coding services). Perjanjian ini terakhir diperpanjang, berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, dengan nilai kontrak tidak melebihi SGD 4.679.922 (nilai penuh). On 1 August 2024, the Bank signed a Master Services Agreement and Work Order with Neo Services Holdings Pte. Ltd. for the provision of technology support services (coding services). The agreement has been last extended, effective until 31 December 2025, with contract amount not exceeding SGD 4,679,922 (full amount). Perjanjian ini terakhir diperpanjang, berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2028, dengan nilai kontrak tidak melebihi SGD 3.150.000 (nilai penuh) untuk tahun pertama dari jangka waktu perintah kerja. The agreement has been last extended effective until 31 December 2028, with contract amount not exceeding SGD 3,150,000 (full amount) for the first year of the work order term.
Page 79
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 76 30. PERJANJIAN YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) c. Perjanjian dengan Thoughtworks Pte. Ltd. c. Agreement with Thoughtworks Pte. Ltd. Pada tanggal 17 Juni 2022, Bank mengadakan perjanjian dengan Thoughtworks Pte. Ltd. untuk: On 17 June 2022, the Bank entered into an agreement with Thoughtworks Pte. Ltd. for: - Membangun infrastruktur dan platform untuk melakukan otomasi sistem Bank. - Integrasi terkait pemantauan, logging, dan peringatan dengan infrastruktur dan aplikasi. - Penerapan praktik terbaik untuk kinerja dan kehandalan infrastruktur. - Building infrastructure and platforms for the automation of the Bank’s system. - Monitoring, logging and alerting integration with infrastructure and application. - Implementation best practices for infrastructure performance and reliability. Oleh karena itu, Thoughtworks Pte. Ltd. berhak atas imbalan jasa dan Bank berkewajiban untuk membayar imbalan jasa tersebut. Atas perjanjian ini, tidak ada persyaratan perizinan yang perlu diminta dari otoritas yang berwenang dan tidak terdapat pembatasan -pembatasan terkait perjanjian ini. Jangka waktu perjanjian adalah 5 tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian dengan opsi perpanjangan selama 1 tahun. Pada tanggal 30 Juni 2026, tidak terdapat work order efektif terkait perjanjian ini. Accordingly, Thoughtworks Pte. Ltd. is entitled for the service fees and the Bank is obliged to pay the service fees. For this agreement, there was no requirement to obtain the authorized regulatory approval and there was no restrictions under this agreement. The term of the agreement is 5 years from the date of signing the agreement with an option to renew for 1 year. As of 30 Juni 2026, there is no effective work order related to this agreement. d. Perjanjian dengan Thoughtmachine Pte. Ltd d. Agreement with Thoughtmachine Pte. Ltd Pada tanggal 30 September 2022, Bank menandatangani Perjanjian Layanan Induk dan Perintah Kerja dengan Thoughtmachine, dimana Bank menunjuk Thoughtmachine sebagai penyedia jasa untuk menyediakan perangkat lunak Vault (Core banking software system) dan layanan terkait terhadapnya berdasarkan syarat dan ketentuan Perjanjian ini. Jangka waktu perjanjian adalah 5 tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Nilai biaya lisensi mencakup biaya lisensi dasar dan biaya lisensi lebih lanjut menyesuaikan dengan pe rtambahan jumlah pelanggan. On 30 September 2022, the Bank entered into a Master Services Agreement and Work Order with Thoughtmachine, whereby the Bank appointed Thoughtmachine as a service provider to provide Vault software (Core banking software system) and related services to it under the terms and conditions of this Agreement. The term of the agreement is 5 years from the date of signing the agreement. The license fee amount includes the basic license fee and additional license fees adjusted according to the increase in the number of customers. e. Perjanjian dengan Amazon Web Services Inc (“AWS”) e. Agreement with Amazon Web Services Inc (“AWS”) Pada tanggal 17 Maret 2023, Bank menandatangani perjanjian financial services enterprise agreement dengan AWS. Lingkup layanan di dalam perjanjian adalah seluruh layanan yang disediakan oleh AWS atau afiliasinya. Perjanjian akan terus sampai dengan diakhiri oleh para pihak sesuai dengan syarat dan ketentuan perjanjian. Hingga 31 Maret 2026, status perjanjian ini masih efektif. Nilai tagihan akan sesuai dengan akumulasi penggunaan layanan AWS oleh Bank pada periode berjalan sebagaimana tercantum dalam faktu r tagihan yang diterbitkan AWS. On 17 March 2023, the Bank signed a financial services enterprise agreement with AWS. The scope of services in the agreement covers all services provided by AWS or its affiliates. The agreement will continue until terminated by the parties in accordance with its terms and conditions. As of 31 March 2026, this agreement remains effective. The fee will correspond to the accumulated usage of AWS services by the Bank during the current period as stated in the invoice issued by AWS.
Page 80
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 77 30. PERJANJIAN YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) 30. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) f. Perjanjian dengan Grab Taxi Holdings Pte. Ltd. & GP Network Asia Pte. Ltd. f. Agreement with Grab Taxi Holdings Pte. Ltd. & GP Network Asia Pte. Ltd. Pada tanggal 1 Januari 2024, Bank mengadakan perjanjian dengan Grab Taxi Holdings Pte. Ltd. & GP Network Asia Pte. Ltd. dalam rangka memberikan layanan dukungan teknologi kepada Bank. Sesuai dengan dengan perjanjian, bank akan membayar sebesar SGD 3.127. 455 (nilai penuh) atas jasa yang diterima. Jangka waktu perjanjian terhitung mulai tanggal 1 Januari 2024 hingga 31 Juli 2024. On 1 January 2024, the Bank entered into an agreement with Grab Taxi Holdings Pte. Ltd. & GP Network Asia Pte. Ltd. to provide technology support services to the Bank. In accordance with the agreement, the Bank will pay SGD 3,127,455 (full amount) for the services received. The term of the agreement is from 1 January 2024 to 31 July 2024. Perjanjian ini terakhir diperpanjang, berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2025 hanya atas layanan dari Grab Taxi Holdings Pte. Ltd., dengan nilai kontrak tidak melebihi SGD 2.350.000 (nilai penuh) per tahun. The agreement has been last extended effective until 31 December 2025, only for services from Grab Taxi Holdings Pte. Ltd., with contact amount not exceeding SGD 2,350,000 (full amount) per year. Perjanjian ini terakhir diperpanjang, berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2028 hanya atas layanan dari Grab Taxi Holdings Pte. Ltd., dengan nilai kontrak tidak melebihi SGD 1.188.756 (nilai penuh) untuk tahun pertama dari jangka waktu perintah kerja. The agreement has been last extended effective until 31 December 2028, only for services from Grab Taxi Holdings Pte. Ltd., with contact amount not exceeding SGD 1,188,756 (full amount) per year for the first year of the work order term. 31. SEGMEN OPERASI 31. OPERATING SEGMENTS Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal yang disiapkan untuk Direksi, yang bertindak sebagai pengambil keputusan operasi, yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya ke segmen dan melakukan penilaian atas performanya. Seluruh segmen operasi yang digunakan oleh Bank telah memenuhi kriteria pelaporan berdasarkan PSAK 108, “Segmen Operasi”. Operating segments are reported in accordance with the internal reporting provided to the Directors, as the chief operating decision makers, who are responsible for allocating resources to the reportable segments and assess their performance. All operating segme nts used by the Bank meet the definition of a reportable segment under PSAK 108, “Operating Segment”. Segmen operasi wilayah Bandung meliputi bisnis model usaha bank legacy dengan portofolio yang berisi produk-produk kredit konvensional, sedangkan segmen operasi wilayah Jakarta meliputi model bisnis non-legacy termasuk yang dipasarkan melalui platform digital. The Bandung operating segment includes legacy bank business models with port ofolios containing conventional credit products, while the Jakarta operating segment includes non -legacy business model, including marketed through digital platforms. Segmen operasi Bank tidak bergantung kepada fluktuasi musiman dimana Bank mengalami kenaikan/penurunan transaksi yang signifikan pada waktu tertentu. The Bank's operating segment is not subject to seasonal fluctuations where the Bank experienced a significant increase/decrease in transactions at a certain time.
Page 81
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 78 Periode berakhir 30 Juni 2026/ Period ended 30 June 2026 Bandung DKI Jakarta Jumlah / Total Pendapatan Income Pendapatan bunga bersih 222.478. 1.008.376) 1.010.854) Net interest income Pendapatan selain bunga 28) 57.096) 57.124) Non-interest income Jumlah pendapatan 2.506) 1.065.472) 1.067.978) Total income Beban operasional dan operasional lainnya Operating expenses and other operating expenses Beban operasional (2.979) (584.460) (587.439) Operating expenses Pemulihan (penambahan) kerugian penurunan nilai aset keuangan 7.922) (254.060) (246.138) Reversal (addition) of the impairment losses on financial assets Beban operasional lainnya -) -) -) Other operating expenses Jumlah beban 4.943) (838.520) (833.577) Total expenses Laba sebelum pajak penghasilan 7.449) 226.952) 234.401) Profit before income tax Beban pajak penghasilan (1.646) (50.147) (51.793) Income tax expenses Laba bersih tahun berjalan 5.803) 176.805) 182.608) Net profit for the year Periode berakhir 30 Juni 2025/ Period ended 30 June 2025 Bandung DKI Jakarta Jumlah / Total Pendapatan Income Pendapatan bunga bersih 4.363) 660.931) 665.294) Net interest income Pendapatan selain bunga 45) 8.772) 8.817) Non-interest income Jumlah pendapatan 4.408) 669.703) 674.111) Total income Beban operasional dan operasional lainnya Operating expenses and other operating expenses Beban operasional (5.561) (501.645) (507.206) Operating expenses Pemulihan (penambahan) kerugian penurunan nilai aset keuangan 24.616) (160.722) (136.106) Reversal (addition) of the impairment losses on financial assets Beban operasional lainnya (318) -) (318) Other operating expenses Jumlah beban 18.737) (662.367) (643.630) Total expenses Laba sebelum pajak penghasilan 23.145) 7.336) 30.481) Profit before income tax Beban pajak penghasilan (7.573) (2.400) ((9.973) Income tax expenses Laba bersih tahun berjalan 15.572) 4.936) 20.508) Net profit for the year 30 Juni/June 2026 Bandung DKI Jakarta Jumlah / Total Aset Assets Pinjaman yang diberikan-bersih 74.487 12.907.335 12.981.822 Loans receivable-net Pendapatan bunga yang masih akan diterima dari kredit yang diberikan 121 243.566 243.687 Accrued interest from loans receivable Aset tresuri1 400 12.476.160 12.476.560 Treasury assets1 Aset lain-lain 747 1.302.768 1.303.514 Other assets Jumlah aset 75.755 26.929.829 27.005.584 Total assets Liablilitas Liabilities Simpanan nasabah 7.127 15.924.727 15.931.854 Customer deposits Beban bunga yang masih harus dibayar - 65.045 65.045 Accrued interest expense Liabilitas tresuri2 - 2.062.330 2.062.330 Treasury liabilities2 Liabilitas lain-lain 451 690.531 690.982 Other liabilities Jumlah liabilitas 7.578 18.742.633 18.750.211 Total liabilities 31. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 31. OPERATING SEGMENTS (continued) Informasi segmen operasi disajikan berdasarkan wilayah usahanya. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen Bank sebagai berikut: The operating segments information is presented based on its business area. These business activities form the basis for reporting the Bank’s segment information as follows: 1 Aset tresuri terdiri dari giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia, efek -efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo), dan efek-efek. 1 Treasury assets consist of current accounts with Bank Indonesia and other banks, placements with Bank Indonesia, securities purchase under resale agreements (reverse repo) and securities.
Page 82
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 79 31 Desember/December 2025 Bandung DKI Jakarta Jumlah / Total Aset Assets Pinjaman yang diberikan-bersih 94.026 9.105.552 9.199.578 Loans receivable-net Pendapatan bunga yang masih akan diterima dari kredit yang diberikan 248 146.409 146.657 Accrued interest from loans receivable Aset tresuri1 352 10.530.425 10.530.777 Treasury assets1 Aset lain-lain 1.309 1.403.991 1.405.300 Other assets Jumlah aset 95.935 21.186.377 21.282.312 Total assets Liablilitas Liabilities Simpanan nasabah 6.381 11.820.748 11.827.129 Customer deposits Beban bunga yang masih harus dibayar - 46.780 46.780 Accrued interest expense Liabilitas tresuri2 - - - Treasury liabilities2 Liabilitas lain-lain 393 1.243.416 1.243.809 Other liabilities Jumlah liabilitas 6.774 13.110.944 13.117.718 Total liabilities 32. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM 32. EARNINGS (LOSSES) PER SHARE Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Jumlah laba (rugi) per saham dasar yang tersedia bagi pemegang saham biasa Bank 5,4 0,7) Total basic earnings (losses) per share attributable to the ordinary equity holders of the Bank Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Jumlah laba (rugi) per saham dilusian yang tersedia bagi pemegang saham biasa Bank 5,4 0,7) Total diluted earnings (losses) per share attributable to the ordinary equity holders of the Bank Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Laba (rugi) per saham dasar Basic earnings (losses) per share Laba (rugi) yang tersedia bagi pemegang saham biasa Bank yang digunakan dalam perhitungan laba (rugi) per saham dasar 182.609 20.508) Profit (losses) attributable to the ordinary equity holders of the Bank used in calculating basic earnings per share Laba (rugi) per saham dilusian Diluted earnings (losses) per share Laba (rugi) yang tersedia bagi pemegang saham biasa Bank yang digunakan dalam perhitungan laba per saham dilusian 182.609 20.508) Profit (losses) attributable to the ordinary equity holders of the Bank used in calculating diluted earnings per share 31. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 31. OPERATING SEGMENTS (continued) Informasi segmen operasi disajikan berdasarkan wilayah usahanya. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen Bank sebagai berikut (lanjutan): The operating segments information is presented based on its business area. These business activities form the basis for reporting the Bank’s segment information as follows (continued): 1 Aset tresuri terdiri dari giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia, efek -efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo), dan efek-efek. 1 Treasury assets consist of current accounts with Bank Indonesia and other banks, placements with Bank Indonesia, securities purchase under resale agreements (reverse repo) and securities. 2 Liabilitas tresuri terdiri dari efek -efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo). 2 Treasury liabilities consist of securities sold under repurchase agreements (repo). a. Laba (rugi) per saham dasar a. Basic earnings (losses) per share b. Laba (rugi) per saham dilusian b. Diluted earnings (losses) per share c. Laba (rugi) yang digunakan dalam perhitungan laba per saham c. Earnings (losses) used in calculating earnings per share
Page 83
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 80 32. LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (lanjutan) 32. EARNINGS (LOSSES) PER SHARE (continued) Periode-periode berakhir 30 Juni/ Periods ended 30 June 2026 2025 Jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham yang digunakan sebagai penyebut dalam perhitungan laba per saham dasar 33.897.017.650 29.415.819.715 Weighted average number of ordinary shares used as the denominator in calculating basic earnings per share Jumlah rata-rata tertimbang saham yang digunakan sebagai penyebut dalam perhitungan laba per saham dilusian 33.897.017.650 29.415.819.715 Weighted average number of shares used as the denominator in calculation diluted earnings per share 33. STANDAR AKUNTANSI YANG DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF 33. ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE ACCOUNTING STANDARDS Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut: The Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board (DSAK) but not yet effective for the Bank’s financial statements for the year ended 31 March 2026 and 31 December 2025, are as follows: PSAK yang akan berlaku sejak tanggal 1 Januari 2026: PSAK that will become effective on 1 January 2026: ● Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107 “Amendemen atas Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan”; ● Amendments to PSAK 109 and PSAK 107 “Amendments to the Classification and Measurement of Financial Instruments”; ● Penyesuaian Tahunan 2024 “Amendemen PSAK 107, PSAK 109, PSAK 110, dan PSAK 207”. ● Annual Improvements 2024 “Amendments to PSAK 107, PSAK 109, PSAK 110, and PSAK 207”. PSAK yang akan berlaku sejak tanggal 1 Januari 2027: PSAK that will become effective on 1 January 2027: ● PSAK 118, ‘‘Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan“. ● PSAK 118, ”Presentation and Disclosures in Financial Statements”. ● PSAK 413, “Penurunan Nilai“ ● PSAK 413, ”Impairment” Pada saat penerbitan laporan keuangan, Bank masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru tersebut serta pengaruhnya terhadap laporan keuangan. As of the authorization date of these financial statements, the Bank is still evaluating the potential impact of the new standards to the financial statements. d. Jumlah rata -rata tertimbang saham yang digunakan sebagai penyebut d. Weighted average number of shares used as the denominator
Page 84
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 81 34. INFORMASI TAMBAHAN 34. ADDITIONAL INFORMATION Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah seluruh kantor di Indonesia adalah sebagai berikut: As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the total number of offices in Indonesia was as follows: 30 Juni/ June 2026 31 Desember/ December 2025 Kantor pusat 1 1 Head office Kantor cabang 2 2 Branches Kantor cabang pembantu - - Sub-branches 3 3 Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah karyawan tetap Bank masing-masing berjumlah 732 dan 651 orang. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the Bank had a total of 732 and 651 permanent employees, respectively. Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat (setelah cadangan kerugian penurunan nilai) dari aset keuangan berdasarkan kolektabilitas OJK: The table below summarizes the carrying amounts (after allowance for impairment losses) of financial assets based on OJK collectability: 30 Juni/June 2026 Lancar/ Current Dalam Perhatian Khusus/ Special Mention Kurang Lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Macet/ Loss Jumlah/ Total Giro pada Bank Indonesia (Catatan 6) 867.754 - - - - 867.754 Current accounts with Bank Indonesia (Note 6) Giro pada bank-bank lain (Catatan 7) 47.379 - - - - 47.379 Current accounts with other banks (Note 7) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain (Catatan 8) 900.000 - - - - 900.000 Placements with Bank Indonesia and other bank (Note 8) Efek-efek yang di beli dengan janji di jual kembali (reverse repo) (catatan 9) 162.624 - - - - 162.624 Securities purchase under resale agreements (reverse repo) (note 9) Pinjaman yang diberikan (Catatan 10) 11.986.229 907.687 70.504 3.026 14.376 12.981.822 Loans receivable (Note 10) Efek-efek (Catatan 11) 10.498.803 - - - - 10.498.803 Securities (Note 11) 24.312.789 907.687 70.504 3.026 14.376 25.308.382 Informasi tambahan berikut yang disajikan dibawah ini merupakan informasi yang disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan/tidak merupakan informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan Indonesia: The following additional information presented below is information required by applicable regulations and is not information required by Indonesian Financial Accounting Standards: a. Umum a. General b. Aset keuangan berdasarkan kolektabilitas OJK b. Financial assets based on OJK collectablity
Page 85
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 82 34. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan) 34. ADDITIONAL INFORMATION (continued) Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat (setelah cadangan kerugian penurunan nilai) dari aset keuangan berdasarkan kolektabilitas OJK (lanjutan): The table below summarizes the carrying amounts (after allowance for impairment losses) of financial assets based on OJK collectability (continued): 31 Desember/December 2025 Lancar/ Current Dalam Perhatian Khusus/ Special Mention Kurang Lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Macet/ Loss Jumlah/ Total Giro pada Bank Indonesia (Catatan 6) 389.295 - - - - 389.295 Current accounts with Bank Indonesia (Note 6) Giro pada bank-bank lain (Catatan 7) 59.644 - - - - 59.644 Current accounts with other banks (Note 7) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain (Catatan 8) 1.808.594 - - - - 1.808.594 Placements with Bank Indonesia and other banks (Note 8) Efek-efek yang di beli dengan janji di jual kembali (reverse repo) (catatan 9) 420.351 - - - - 420.351 Securities purchase under resale agreements (reverse repo) (note 9) Pinjaman yang diberikan (Catatan 10) 8.439.297 694.533 46.957 8.104 10.687 9.199.578 Loans receivable (Note 10) Efek-efek (Catatan 11) 7.852.894 - - - - 7.852.894 Securities (Note 11) 18.549.724 694.533 46.957 8.104 10.687 19.310.005 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar adalah sebagai berikut: The Bank's Capital Adequacy Ratio (CAR) with consideration for credit, operational, and market risks was as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Aset tertimbang menurut risiko (ATMR) Risk weighted assets (RWA) - Dengan memperhitungkan risiko kredit 9.697.357 7.792.862 With credit risk charge - - Dengan memperhitungkan risiko kredit dan operasional 10.403.248 8.249.257 With credit, operational risk change - - Dengan memperhitungkan risiko kredit, operasional, dan pasar 10.403.248 8.249.257 With credit, operational and market risk change - Modal Capital Modal Tier 1 7.633.645 7.597.296 Tier 1 capital Modal Tier 2 121.217 94.585 Tier 2 capital Jumlah modal 7.754.862 7.691.881 Total capital Rasio CET 1 73,38% 92,10% CET 1 ratio Rasio Tier 1 73,38% 92,10% Tier 1 ratio Rasio Tier 2 1,17% 1,14% Tier 2 ratio Rasio KPMM – Total 74,54% 93.24% CAR ratio - Total Rasio KPMM yang diwajibkan sebelum modal penyangga 9-10% 9-10% Required CAR before buffer b. Aset keuangan berdasarkan kolektabilitas OJK (lanjutan) b. Financial assets based on OJK collectability (continued) c. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) c. Capital Adequacy Ratio (CAR)
Page 86
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 83 34. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan) 34. ADDITIONAL INFORMATION (continued) Saldo giro pada Bank Indonesia (BI) disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) dari BI, pada tanggal 30 June 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut: Current accounts with Bank Indonesia (BI) are maintained to comply with BI minimum statutory reserve requirement (GWM), As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the statutory reserve were as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Rupiah Rupiah GWM Primer – rata-rata 7,75%) 8,42%) Primary GWM - average Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai GWM. As of 30 June 2026 and 31 December 2025, the Bank complied with Bank Indonesia Regulation on the GWM. Tidak terdapat saldo giro pada bank-bank lain yang diblokir atau digunakan sebagai agunan pada pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. There were no current accounts with other banks which were blocked or used as collateral as of 30 June 2026 and 31 December 2025. Manajemen berpendapat bahwa tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Management believes that no allowance for impairment losses is required as of 30 June 2026 and 31 December 2025. Manajemen berpendapat bahwa tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Management believes that no allowance for impairment losses is required as of 30 June 2026 and 31 December 2025. Manajemen berpendapat bahwa tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Management believes that no allowance for impairment losses is required as of 30 June 2026 and 31 December 2025. Managemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul. Management believes that the allowance for impairment losses as of 30 June 2026 and 31 December 2025, were adequate to cover possible losses that may incur. ● Rasio kredit yang diberikan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (“UMKM”) terhadap jumlah kredit yang diberikan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing sebesar 53,24%, dan 41,64%, Rasio tersebut dihitung sesuai peraturan Bank Indonesia yang berlaku. ● Ratios of loans receivable extended to Micro, Small, and Medium Enterprises (“UMKM”) to total loans receivable as of 30 June 2026 and 31 December 2025, were 53.24% and 41.64%, respectively. These ratios were calculated besed on prevailing Bank Indonesia regulations. ● Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, loan to funding ratio masing-masing adalah sebesar 84,34%, dan 81,32% ● As of 30 June 2026 and 31 December 2025, loan to funding ratio was 84.34% and 81.32%. d. Giro pada Bank Indonesia d. Current accounts with Bank Indonesia e. Giro pada bank-bank lain e. Current accounts with other banks f. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain f. Placement with Bank Indonesia and other bank g. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) g. Securites purchased under resale agreements (reverse repo) h. Efek-efek h. Securities i. Kredit yang diberikan i. Loans receivable
Page 87
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 84 34. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan) 34. ADDITIONAL INFORMATION (continued) ● Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat pelampauan ataupun pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”) kepada pihak berelasi dan pihak ketiga. ● As of 30 June 2026 and 31 December 2025, there were no excess of nor violation of Legal Lending Limit (“LLL”) to related parties and third parties. Kredit yang diberikan berdasarkan sektor usaha pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut: Loans receivable by the economic sector as of 30 June 2026 and 31 December 2025, were as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Rumah tangga 6.099.766) 6.001.839) Households Pembiayaan 5.740.089) 2.302.806) Financing Perdagangan besar dan eceran 996.290) 737.337) Wholesale and retail trade Transportasi pergudangan dan komunikasi 61.278) 76.395) Transportation, warehousing, and communication Akomodasi dan penyediaan makan minum 44.135) 26.826) Accommodation and beverages Industri pengolahan 257) 2.033) Processing industry Konstruksi 1.050) 4.520) Construction Pertambangan dan penggalian 2.461) 5.235) Mining and excavation Real estate, persewaan dan jasa dunia usaha -) 200) Real estate, leasing and business services Lain-lain 490.842) 461.068) Others Jumlah kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai 13.436.168) 9.618.259) Total loans receivable before allowance for impairment losses Cadangan kerugian penurunan nilai (454.346) (418.681) Allowance for impairment losses Jumlah kredit yang diberikan - bersih 12.981.822) 9.199.578) Total loans receivable - net Kredit non-performing berdasarkan sektor usaha pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut: Non-performing loan by the economic sector as of 30 June 2026 and 31 December 2025, were as follows: i. Kredit yang diberikan (lanjutan) i. Loans receivable (continued) 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 Rumah tangga 142.487) 126.062) Households Perdagangan besar dan eceran 53.899) 98.764) Wholesale and retail trade Industri pengolahan -) 1.097) Processing industry Konstruksi 1.000) 4.428) Construction Akomodasi dan penyediaan makan minum 9.664) 2.299) Accommodation and beverages Real estate, persewaan dan jasa dunia usaha -) 200) Real estate, leasing and business services Pertambangan dan penggalian 2.461) 5.235) Mining and excavation Lain-lain 10.980) 11.805) Others Jumlah kredit yang diberikan sebelum cadangan kerugian penurunan nilai 220.491) 249.890) Total loans receivable before allowance for impairment losses Cadangan kerugian penurunan nilai (132.585) (184.142) Allowance for impairment losses Jumlah kredit non-performing – bersih 87.906) 65.748) Total non-performing loans - net
Page 88
PT SUPER BANK INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 JUNI 2026*) DAN 31 DESEMBER 2025, DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026*) DAN 2025 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT SUPER BANK INDONESIA Tbk NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 30 JUNE 2026*) AND 31 DECEMBER 2025, AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED 30 JUNE 2026*) AND 2025 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 85 34. INFORMASI TAMBAHAN (lanjutan) 34. ADDITIONAL INFORMATION (continued) ● Rasio non-performing loans (NPL) pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut: ● The non -performing loan (NPL) ratios as of 30 June 2026 and 31 December 2025, were as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 2026 December 2025 NPL bruto 1,64% 2,60% Gross NPL NPL neto1) 0,65% 0,68% Net NPL1) Kredit NPL 220.491 249.890 Non performing loans Pencadangan kredit NPL 132.585 184.142 Non performing loans allowance 1) Neto setelah cadangan kerugian penurunan nilai 1) Net of allowance for impairment losses ● Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan yang telah dibentuk adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan. ● Management believes that the allowances for impairment losses on loans receivable that have been established were adequate to cover losses that may arise as a result of uncollectible loans receivable. i. Kredit yang diberikan (lanjutan) i. Loans receivable (continued) j. Jaminan pemerintah terhadap liabilitas pembayaran untuk bank umum j. Government guarantee on obligations of commercial banks Berdasarkan Undang -Undang No. 24 tanggal 22 September 2004 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 September 2005, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2009 tanggal 13 Januari 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 3 Tahun 2008, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dibentuk unt uk menjamin liabilitas tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku, yang besaran nilai jaminannya dapat berubah jika memenuhi kriteria tertentu yang berlaku. Based on Law No. 24 dated 22 September 2004, effective on 22 September 20 05, which was amended by the Government Regulation in Lieu of Law No. 7 Year 2009 dated 13 January 2009 regarding the Determination of Government Regulation in Lieu of Law No. 3 Year 2008, Deposit Insurance Agency ("LPS") was formed to guarantee certain li abilities of commercial bank under an official guarantee program, the guaranteed amount of which can be changed according to certain applicable criteria. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 mengenai Besarnya Nilai Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), maka pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp 2.000 untuk per nasabah per bank. Based on Government Regulation No. 66 Year 2008 dated 13 October 2008 regarding The Amount of Deposit Guaranteed by Indonesia Deposit Insurance Agency (LPS), the amount of deposits covered by LPS is customer deposits up to Rp 2,000 per depositor per bank as of 30 June 2026 and 31 December 2025 . Berdasarkan surat pengumuman LPS yang terakhir diterbitkan di tahun 2026 yaitu No. PENG- 5/DSPB/2026 tanggal 23 Juni 2026, tingkat bunga penjaminan LPS menjadi sebesar 3,75% untuk simpanan dalam Rupiah dan 2,00% untuk simpanan dalam mata uang asing. Based on the latest announcement Release in 2026 which is No. PENG -5/DSPB/2026 dated 23 June 2026, the guaranteed interest rate by LPS is 3.75% for deposits denominated in Rupiah and 2.00% for deposits denominated in foreign currency. Bank adalah peserta dari program penjaminan tersebut. Premi yang telah dibayarkan selama tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing -masing adalah Rp 14.397 dan Rp 18.184. The Bank is a participant of the guarantee program. Premium paid for the years ended 30 June 2026 and 31 December 2025 were Rp 14,397 and Rp 18,184, respectively.