Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan, salam sejahtera bagi kita semua. Yang kami hormati, para tamu undangan, jajaran manajemen, dan perwakilan perusahaan tercatat serta Bapak dan Ibu investor dan calon investor yang hadir dalam kegiatan public exposed live 2026. Kegiatan public exposed live merupakan salah satu bentuk sinergi antara OJK, BEI, KPEI, dan KSEI, dalam mendukung peningkatan keterbukaan informasi serta literasi pasar modal Indonesia. Melalui kegiatan ini, masyarakat investor dan calon investor dapat memperoleh informasi mengenai kinerja, dan prospek perusahaan secara lebih mudah dan terbuka. Pada tahun ini, public exposed live diselenggarakan secara virtual pada tanggal 7 hingga 11 September 2026, dan akan diikuti oleh 45 perusahaan tercatat. Ketersediaan informasi yang akurat transparan dan mudah diakses merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi investor dan calon investor untuk memperoleh informasi yang relevan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan objektif. Akhir kata, saya mengucapkan selamat mengikuti public exposed live 2026. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi perusahaan tercatat, investor, calon investor, serta seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih. Maju terus pasar modal Indonesia. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om santi santi santi om. Selamat pagi, Bapak dan Ibu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu, namo buddhaya, dan salam kebajikan. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dalam acara public exposed live 2026, dalam rangka 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Perkenalkan, saya Vina Munawar dari IDX Channel, selaku host yang akan memandu acara ini. Dan pada sesi public exposed live kali ini, akan diisi oleh PT Telkom Indonesia Persero Tbk, atau yang dikenal dengan kode emiten TLKM. Bapak dan Ibu, Telkom Indonesia telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 14 November 1995, di mana perseroan bergerak di bidang jasa penyelenggara jaringan dan jasa telekom, sehingga perseroan masuk ke dalam sektor infrastruktur. Dan untuk itu, mari kita simak terlebih dahulu video company profile berikut ini. For over 60 years, we have built our journey overcoming challenges, and thriving through waves of innovation. We connect lives, unlock possibilities, and move forward together. We move forward. Transforming today embracing new digital ways of working. And leading the future ahead. With the Telkom 30 transformation pillars, we are reshaping our corporate culture. Strengthening our core business. Unlocking the value we've built. And shifting from operating to enabling. Across four business pillars. Delivering digital connections for everyday life. Powering growth through robust infrastructure. Enabling collaboration beyond borders. And delivering tailored digital solutions for every need. We focus on building sustainable value for our stakeholders. And to create a lasting impact. For our environment. Communities. And governance. While preserving the honor and excellence that define our journey. Telkom Indonesia today. Transform for tomorrow. Baik, Bapak Ibu hadirin sekalian, baru saja kita saksikan bersama video company profile dari PT Telkom Indonesia. Dan perlu kami ingatkan juga, bahwa peserta public exposed live 2026 dilarang merekam dan menyebarluaskan sesi public exposed ini tanpa izin resmi dari Bursa Efek Indonesia. Dan selanjutnya, hadirin yang kami hormati, saat ini telah hadir di hadapan Bapak dan Ibu manajemen dari perseroan. Yang pertama, ada Ibu Dian Siswarini, selaku Direktur Utama Telkom Indonesia. Pagi, Bu Dian. Selamat pagi. Baik, selanjutnya ada Bapak Arthur Angelo Silendra, selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia. Pagi, Bapak Angelo. Pagi, Bu. Ada Bapak Budi Satria Darma Purba, selaku Direktur Wholesale dan International Service Telkom Indonesia. Selamat pagi, Bapak Budi. Selamat pagi. Selanjutnya ada Ibu Feranita Yosefin, selaku Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Indonesia. Selamat pagi, Ibu Feranita. Selamat pagi, Bu. Selanjutnya ada Bapak Daru Mulyawan, selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel. Pagi, Bapak Daru. Selamat pagi. Dan yang terakhir ada Bapak Ahmad Reza, selaku SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Indonesia. Pagi, Bapak Reza. Pagi, Mbak Vina. Baik, selama acara berlangsung, jika ada pertanyaan, kami persilakan kepada Bapak dan Ibu peserta dapat menyampaikan pertanyaan melalui fitur Q&A yang tersedia di layar Zoom. Yang selanjutnya, akan kami bacakan pada sesi tanya jawab setelah pemaparan dari perseroan. Dan untuk itu, langsung saja kita akan menyaksikan pemaparan dari perseroan. Kepada Ibu Limiyati Purnomo, selaku EVP Shareholder Relations. Kami persilakan. Terima kasih, Mbak Vina. Selamat pagi, Bapak dan Ibu. Selamat datang pada acara public exposed live 2026 PT Telkom Indonesia Persero Tbk, yang diselenggarakan pada hari ini, 7 September 2026. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada Telkom Indonesia untuk menyampaikan paparan kinerja keuangan dan operasional semester 1 2026. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham dan peserta public exposed 2026 yang telah hadir secara virtual. Selanjutnya, sebelum kita mulai, next, izinkan kami menyampaikan beberapa hal terkait presentasi hari ini. Presentasi ini disiapkan untuk memberikan informasi kepada pemegang saham dan investor sebagai bagian dari komitmen Telkom terhadap transparansi. Beberapa informasi di dalamnya dapat berupa pernyataan berwawasan ke depan yang didasarkan pada informasi dan pandangan manajemen saat ini. Karena itu, hasil aktual dapat berbeda akibat berbagai risiko, ketidakpastian, maupun faktor lainnya. Presentasi ini juga dapat membuat metrik keuangan non-IFRS, standar akuntansi di luar standar akuntansi keuangan utama di Indonesia, serta metrik industri tertentu. Informasi tersebut disajikan sebagai tambahan, dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan informasi keuangan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Selanjutnya, izinkan kami memperkenalkan para narasumber yang hadir pada public exposed Telkom Indonesia hari ini. Di slide selanjutnya telah hadir bersama kita Ibu Dian Siswarini, Bapak Arthur Angelo Silendra, Bapak Budi Satria Darma Purba, Ibu Feranita Yosefin, Bapak Daru Mulyawan. Untuk memulai paparan, kami persilakan Ibu Dian Siswarini selaku Direktur Utama Telkom Indonesia. Kepada Bu Dian, silakan. Terima kasih. Terima kasih, Limi. Selamat pagi, Bapak dan Ibu sekalian. Dan terima kasih atas kehadirannya pada public exposed Telkom Indonesia hari ini. Izinkan saya memulai dengan gambaran singkat mengenai profil saham Telkom. Saat ini 52,1% saham Telkom dimiliki oleh Danantara dan BPBUMN. Sementara 47,9% dimiliki oleh publik. Dari porsi saham publik tersebut, sekitar 80,5% dimiliki investor asing dan 19,5% investor domestik. Yang mencerminkan basis investor Telkom yang luas dan terdiversifikasi. Saham Telkom diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode TLKM dan di New York Stock Exchange dengan kode TLK. Sejak IPO pada tahun 1995, harga saham Telkom telah tumbuh sekitar 11,1 kali sementara itu dengan memperhitungkan dividen yang dibagikan kepada pemegang saham total shareholder return Telkom mencapai 41,3 kali sejak IPO. Kinerja jangka panjang ini menjadi landasan bagi kami untuk terus memperkuat penciptaan nilai melalui transformasi Telkom Group. Selanjutnya, izinkan saya menjelaskan pilar-pilar utama transformasi tersebut. Next. Bapak dan Ibu, transformasi Telkom Group kami jalankan melalui empat pilar strategis TLKM 30 dengan tujuan memperkuat penciptaan nilai dan membangun Telkom sebagai digital telco yang semakin kompetitif. Pilar pertama, yaitu operational X dan service excellence, berfokus pada penguatan budaya dan tata kelola, disiplin alokasi modal, serta peningkatan kualitas dan imbal hasil dari produk dan layanan. Pilar kedua, streamlining, yaitu menyederhanakan portfolio dan organisasi agar sumber daya dapat semakin difokuskan pada bisnis inti dan area dengan potensi pertumbuhan yang lebih kuat. Pada pilar ketiga, yaitu unlock value, melalui monetisasi aset infrastruktur strategis dan pengembangan kemitraan untuk mengoptimalkan nilai aset dan bisnis Telkom Group. Dan pilar keempat, modus operandi shift, yaitu transformasi menuju struktur dan model operasi yang lebih efektif, termasuk pergeseran dari opco menuju holdco dan dari telco konvensional menuju digital telco. Keempat pilar ini menjadi fondasi transformasi kami untuk mendorong value creation dan total shareholder return secara berkelanjutan. Selanjutnya, saya akan menyampaikan perkembangan dari masing-masing pilar tersebut. Next. Pada pilar operational and service excellence, disiplin arus kas kami menopang pertumbuhan OCF dan FCFF. Pada semester pertama 2026, operating cash flow tumbuh 7% menjadi 34,9 triliun rupiah, sementara free cash flow to the firm meningkat 7% menjadi 44,2 triliun rupiah. Alokasi modal untuk capex dan opex juga kami jalankan secara lebih terarah. Sementara itu, monetisasi bisnis seluler tetap sehat, didukung oleh ARPU yang meningkat dan data yield yang stabil. Pada pilar streamlining, kami terus merampingkan portfolio agar sumber daya semakin terfokus pada bisnis inti. Hingga saat ini, dua bisnis telah didefestasi, delapan ditutup, dan dua dikonsolidasikan. Disiplin alokasi modal juga terus diperkuat, dengan lebih dari 94% capex dialokasikan untuk bisnis inti B2C dan B2B infrastruktur. Pada pilar unlock value, tahap satu intereksia telah diselesaikan, mencakup lebih dari 50% aset fiber dengan nilai transaksi sekitar 35,8 triliun rupiah. Tahap dua, saat ini terus berjalan dengan target penyelesaian pada semester 2 2026. Terakhir, pada pilar modus operandi shift, kami terus bergerak menuju struktur strategi holdco yang lebih fokus dan efektif. Pelaporan berbasis segmen menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas masing-masing bisnis. Pada slide berikutnya, saya akan menjelaskan lebih lanjut bagaimana perubahan model operasi tersebut mulai kami implementasikan. Next. Bapak dan Ibu, slide ini menjelaskan salah satu perubahan fundamental yang sedang kami jalankan dalam transformasi Telkom Group. Sebelumnya, struktur pelaporan kami masih banyak berbasis pada customer facing unit dan functional unit. Kondisi tersebut menyebabkan visibilitas kinerja end-to-end per bisnis menjadi kurang optimal. Karena aktivitas, aset, dan profitabilitas masih tersebar di berbagai unit operasional. Hal ini juga membatasi kemampuan kami untuk mengukur profitabilitas, return on investment, serta efektivitas alokasi modal secara lebih akurat. Melalui TLKM 30, kami melakukan delay ring, memperjelas akuntabilitas setiap bisnis, mengurangi aktivitas yang tumpang tindih antar opco, serta menyederhanakan organisasi agar lebih fokus pada bisnis inti. Saat ini, pengelolaan dan pelaporan kami telah diarahkan berbasis segmen, sehingga visibilitas terhadap profitabilitas, arus kas, dan modal yang diinvestasikan pada masing-masing bisnis menjadi lebih jelas. Struktur tersebut terdiri dari lima segmen utama, yaitu B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others and Accelerate. Jadi, perubahan ini bukan sekadar perubahan dalam pelaporan keuangan, tetapi merupakan bagian dari transformasi menuju model holdco-opco yang lebih terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada value creation. Selanjutnya, untuk membahas lebih lanjut portfolio infrastruktur digital kami, saya persilakan Bapak Budi Satria Darma Purba Direktur Hostel dan International Service untuk menyampaikan paparannya. Next. Next. Terima kasih, Bu Dian. Selamat siang, Bapak dan Ibu sekalian. Salah satu kekuatan utama Telkom Group adalah skala dan jangkauan infrastruktur digital yang kami miliki baik di Indonesia, maupun secara internasional. Saat ini, kami memiliki lebih dari 211.000 km jaringan fiber backbone mencakup jaringan domestik dan internasional yang menjangkau 501 kota di Indonesia dan terhubung dengan 27 sistem kabel laut internasional. Serta didukung oleh 122 poin operations dan jaringan kantor global. Ekosistem konektivitas internasional ini terus kami perkuat termasuk melalui milestone terbaru Nongsa Changi Cable yang semakin memperkuat konektivitas antara Batam dan Singapura serta posisi Telkom dalam ekosistem konektivitas regional. Kami juga memiliki lebih dari 45.000 menara telekomunikasi dan 301.000 BTS. Di sisi platform digital, Telkom Group mengoperasikan 35 data center baik hyperscale maupun edge data center. Kapasitas ini terus kami kembangkan termasuk melalui pengembangan data center di Batam yang akan semakin memperkuat keterhubungan ekosistem digital Batam-Singapura. Sementara untuk memperluas konektivitas, khususnya ke wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik, kami didukung oleh tiga satelit aktif dengan total kapasitas 42,2 Gbps. Seluruh kapabilitas tersebut mendukung tiga domain utama bisnis digital Telkom, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services. Yang kami bangun bukan hanya skala aset, tetapi ekosistem infrastruktur digital yang saling terhubung. Mulai dari fiber, subsea cable, hingga data center, tower, dan satelit. Bapak dan Ibu, di luar Telkomsel, bisnis infrastruktur merupakan salah satu sumber value creation terbesar bagi Telkom Group ke depannya. Selanjutnya, saya akan menjelaskan bagaimana kami memposisikan infraneksia untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Next. Bapak dan Ibu sekalian, infraneksia kami posisikan sebagai infraco yang menjadi mesin monetisasi bisnis fiber. Dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan internal Telkom Group dan pertumbuhan pendapatan wholesale eksternal. Transformasi ini kami jalankan secara bertahap. Tahap pertama telah selesai pada Desember 2025 dengan terbentuknya operating platform, pengalihan bisnis awal, dan sebagian jaringan serta dimulainya operasi komersial. Tahap kedua saat ini sedang berjalan mencakup pengalihan sisa bisnis aset jaringan sumber daya operasional serta penyelesaian tahapan korporasi yang diperlukan. Setelah proses ini selesai, infraneksia akan beroperasi sebagai neutral carrier dengan kepemilikan dan pengelolaan fiber secara end-to-end dalam satu entitas. Model ini mengombinasikan anchor demand dari Telkom Group dengan monetisasi kepada pelanggan eksternal. Secara bisnis, infraneksia memiliki dua peran utama. Pertama, sebagai penyedia fiber wholesale yang carrier netral bagi operator, ISP, data center, dan pelaku industri lainnya. Kami menargetkan kontribusi pendapatan eksternal secara bertahap mencapai sekitar 25 sampai 30%. Kedua, sebagai penyedia konektivitas bagi Telkom Group, termasuk untuk kebutuhan Telkom Enterprise, Telkomsel, Mitratel, New Tradisi, dan Telin. Dengan struktur ini, masing-masing opco dapat semakin fokus pada bisnis dan pelanggan utamanya sementara kebutuhan infrastrukturnya dilayani secara lebih terintegrasi. Dengan demikian, infraneksia tidak hanya mendorong efisiensi dan modernisasi jaringan, tetapi juga membuka peluang monetisasi aset fiber yang lebih luas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi Telkom Group. Selanjutnya, saya persilakan Bapak Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, untuk menyampaikan perkembangan bisnis seluler. Next. Terima kasih, Pak Budi Satria. Selamat pagi, Bapak dan Ibu sekalian. Pada kuartal kedua 2026, perbaikan kondisi pasar dan disiplin monetisasi terus mendukung kinerja Telkomsel. Pendapatan tumbuh 5,3% secara tahunan menjadi 28 triliun dan meningkat 1,6% secara kuartalan. EBITDA tumbuh 10,3% secara tahunan sementara laba bersih meningkat 24,9% mencerminkan perbaikan profitabilitas dibandingkan tahun lalu. Perbaikan monetisasi juga terlihat dari arbu mobile yang meningkat 11,6% secara tahunan menjadi 46.000 dan naik 2% secara kuartalan. Pada bulan Juni, arbu bahkan mencapai lebih dari 47.000, turut didukung oleh momentum Piala Dunia. Di sisi lain, data yield tetap relatif stabil sementara pilot turun tipis 0,7% secara tahunan. Basis pelanggan juga mengalami penyesuaian menjadi 153,5 juta pelanggan turun 3,1% dibandingkan tahun lalu namun relatif stabil secara kuartalan. Hal ini sejalan dengan fokus kami untuk menjaga kualitas basis pelanggan dan monetisasi yang sehat bukan semata-mata mengejar pertumbuhan volume. Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus menjaga disiplin pasar dan monetisasi dengan tetap mencermati dinamika permintaan secara kuartalan. Next. Izinkan saya juga menyampaikan perkembangan terkait investasi sub spektrum Telkomsel. Melalui lelang terbaru, kami memperoleh tambahan 100 MHz spektrum terdiri dari 20 MHz pada pita 700 MHz dan 80 MHz pada pita 2600 MHz. Dengan tambahan tersebut, total portofolio spektrum Telkomsel meningkat dari 165 MHz menjadi 265 MHz. Tambahan spektrum ini akan memperkuat cakupan dan kapasitas jaringan sekaligus mendukung perluasan 5G dan peningkatan kualitas pengalaman digital pelanggan. Biaya spektrum secara periodik dalam periode 1 tahun kurang lebih 1 triliun dan dampaknya akan terlihat pada arus kas di awal sementara dampak terhadap laba rugi 2026 relatif terbatas. Prioritas kami adalah memastikan investasi spektrum tetap dijalankan dengan disiplin alokasi modal dan visibilitas terhadap imbal hasil. Hal tersebut tercermin dari indikator produktivitas spektrum kami. Pada speser 1, revenue per MHz tumbuh 5,6% year on year BTS per MHz meningkat 7,3% dan payload per MHz tetap tumbuh positif. Sementara penurunan customer density sejalan dengan penyesuaian basis pelanggan dan fokus kami pada kualitas monetisasi. Selanjutnya, untuk membahas perkembangan bisnis B2B, saya persilakan Ibu Feranita Yosefin, Direktur Enterprise dan Business Service. Next. Terima kasih, Pak Daru. Selamat siang, Bapak dan Ibu sekalian. Pada B2B, infrastruktur, pendapatan eksternal tumbuh 4,9% menjadi 4,7 triliun didukung bisnis menara dan data center. Tenansi rasio meningkat menjadi 1,57 kali sementara okupansi data center mencapai 88% berdasarkan kapasitas terpakai. Yang mencerminkan utilisasi aset yang semakin baik. Pada B2B ICT, pendapatan eksternal tercatat 7,3 triliun turun tipis 1,3% year on year terutama dipengaruhi oleh proses streamlining sejumlah entitas anak perusahaan dan penurunan belanja pemerintah. Namun, area prioritas tetap menunjukkan pertumbuhan dengan pendapatan small medium enterprise naik 11,5% dan pelanggan indibis meningkat 11,7% menjadi 756.000. Next. Bapak dan Ibu, bisnis data center merupakan salah satu area pertumbuhan strategis Telkom Group dengan posisi yang kuat di Indonesia dan peluang untuk berkembang secara regional. Pada semester 1 2026, pendapatan Telkom Data Ekosistem mencapai 867 miliar tumbuh 11% secara tahunan dan 17% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dari sisi skala, total kapasitas efektif kami saat ini mencapai 49,9 MW ditambah lebih dari 3.000 reks melalui new centrics dengan basis pelanggan yang terdiversifikasi mulai dari global cloud providers, institusi keuangan, perusahaan teknologi, hingga pelanggan enterprises. Permintaan pada fasilitas hyperscale kami juga tetap kuat Cikarang Data Center memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan okupansi 96%. Dan secara keseluruhan telah fully leased termasuk kapasitas yang masih dalam pengembangan. Sementara itu, Singapore Data Center mencapai okupansi 90% dan Batam Data Center berkapasitas awal 6 MW ditargetkan mulai beroperasi pada semester 2 tahun ini. Ke depannya kami terus menambah kapasitas secara disiplin. Cikarang tahap 1 akan mencapai 21,5 MW sementara tahap 2 direncanakan mulai pada 2027. Di Batam, kapasitas tahap 1 ditargetkan mencapai 18 MW pada 2027. Selain pertumbuhan organik, kami juga terus mengevaluasi peluang strategic partnership untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus membuka nilai dari platform data center Telkom Group. Selanjutnya, untuk membahas kinerja keuangan dan keuangan konsolidasi perseroan, saya persilakan Bapak Arthur Angelo Shailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko untuk memberikan paparannya. Next. Terima kasih, Ibu Vera. Selamat siang, Bapak dan Ibu sekalian. Setelah melihat perkembangan masing-masing bisnis, izinkan saya menyampaikan kinerja keuangan konsolidasi Telkom Group pada semester 1. Pendapatan konsolidasi tumbuh 3,9% secara tahunan menjadi 75,9 triliun. Hal ini didukung terutama oleh perbaikan monetisasi bisnis selular serta pertumbuhan pada sejumlah bisnis infrastruktur. Telkomsel tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan tumbuh 3,3% menjadi 55,6 triliun. Perbaikan monetisasi dan disiplin biaya juga mendorong EBITDA Telkomsel tumbuh sebesar 8,6% dengan margin meningkat 230 basis poin menjadi 46,9%. Next. Pada B2B infrastruktur, gross revenue tumbuh 19% menjadi 33,1 triliun. Didukung oleh bisnis menara dan juga data center. Tenensi rasio di bisnis tower meningkat menjadi 1,57 kali sementara okupansi data center mencapai 88% yang mencerminkan utilisasi aset yang semakin baik. Pada segmen B2B ICT, pendapatan tercatat sebesar 8,8 triliun turun 5,4% year on year terutama dipengaruhi oleh proses streamlining sejumlah entitas anak dan penurunan belanja pemerintah. Namun, area prioritas tetap menunjukkan pertumbuhan dengan pendapatan SMI naik 11,5% dan pelanggan indibis naik 11,7% menjadi 756.000. Sementara itu, bisnis internasional membukukan pendapatan sebesar 6,3 triliun dengan sekitar 91% berasal dari pelanggan eksternal. Kami terus meningkatkan eksposur pada bisnis konektivitas bernilai lebih tinggi termasuk kabel laut internasional sekaligus secara bertahap mengurangi bisnis international voice. Strategi ini mulai terlihat dari external connectivity revenue yang tumbuh 18%. Kapasitas jaringan internasional terpakai naik 25% dan pendapatan IPLC tumbuh lebih dari 41%. Sejalan dengan arah tersebut, kami juga meningkatkan alokasi CAPEX ke bisnis internasional. Secara keseluruhan, fokus kami adalah mengoptimalkan infrastruktur, meningkatkan kualitas portfolio enterprise, dan memperbesar kontribusi konektivitas internasional yang bernilai tinggi. Next. Bapak dan Ibu, berdasarkan pencapaian semester 1, kami mempertahankan paduan perseroan untuk tahun 2026. Pada semester 1, pertumbuhan pendapatan tercapai tercatat 3,9% memberikan awal yang baik terhadap panduan pertumbuhan revenue normalize sebesar 1 hingga 3% untuk setahun penuh. Margin EBITDA tercatat 49,4% sedikit di bawah panduan di atas 50%. Namun, kami melihat perkembangan yang positif pada kuartal kedua. Di mana margin EBITDA telah meningkat hingga di atas 50%. Kami akan terus menjaga disiplin biaya dan kualitas pertumbuhan untuk menungkung pencapaian target sepanjang tahun 2026. Sementara itu, rasio CAPEX terhadap pendapatan berada di 14,2% pada semester pertama. Sejalan dengan rencana investasi, pada semester kedua termasuk investasi spektrum kami masih mempertahankan rasio CAPEX to revenue setahun penuh berada pada kisaran panduan sekitar 17 hingga 19%. Kami tetap disiplin dalam mengeksekusi investasi dan mencermati berbagai risiko eksternal termasuk dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi biaya input. Secara keseluruhan, kami tetap berada pada jalur yang tepat untuk mencapai sasaran 2026. Sekaligus melanjutkan transformasi dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. Terima kasih dan selanjutnya saya kembalikan sesi ini kepada Ibu Lini. Next. Terima kasih, Pak Angelo. Bapak dan Ibu sekalian, demikian paparan kinerja keuangan dan operasional PT Telkom Indonesia Persero Tbk untuk semester 1 2026. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemegang saham dan peserta yang telah mengikuti public expose hari ini. Selanjutnya, kami serahkan kembali kepada moderator dari Bursa Efek Indonesia, Mbak Vina, untuk memandu sesi tanya jawab. Terima kasih. Baik, terima kasih Bu Lini dan juga Perseroan atas pemaparan yang telah diberikan. Dan saat ini kita akan memasuki sesi tanya jawab. Dan kami telah melihat ada beberapa pertanyaan yang masuk dan akan kami coba bacakan. Yang pertama datang dari Sinta dari Tangerang. Pertanyaannya, bagaimana prospek kinerja Telkom hingga akhir 2026? Apakah pendapatan dan laba masih dapat tumbuh? Kepada Perseroan, kami persilakan untuk menjawab. Ee terima kasih kepada ee Bu Sinta dari Tangerang. Jadi ee untuk prospek kinerja Telkom di tahun 2026, kami masih melihat kinerja Telkom hingga semester pertama 2026 menunjukkan perkembangan yang ee alhamdulillah positif. Jadi pendapatan tumbuh 3,9% secara tahunan menjadi 75,9 triliun disertai pertumbuhan laba bersih yang juga tetap positif. Memasuki ee semester kedua, fokus perseroan tetap pada penguatan fundamental bisnis melalui monetisasi layanan data seluler di Telkomsel. Kemudian juga perbaikan kualitas bisnis fix band, efisiensi biaya, serta streamlining portfolio bisnis. Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan juga kenaikan profitabilitas yang berkelanjutan dengan tentunya tetap memperhatikan dinamika industri dan juga kondisi makroekonomi. Demikian ee semoga menjawab untuk pertanyaan Ibu Sinta. Baik, terima kasih Bu Dian atas jawabannya. Dan selanjutnya ada pertanyaan datang dari Wirada dari Jakarta. Bagaimana progres pelaksanaan infraaneksia tahap 2 pada second half 2026 dan berapa target porsi pendapatan eksternal dalam 1 sampai 2 tahun ke depan? Kepada perseroan kami persilakan. Terima kasih. Ee pelaksanaan tahap kedua infraaneksia masih berjalan. Ee dengan target penyelesaian sekitar akhir ee September hingga awal Oktober 2026. Jadwal mengalami sedikit pergeseran karena adanya pekerjaan tambahan setelah ee restatement laporan keuangan ee fullier 2025 serta penyelesaian dokumen tasi transaksi. Dari sisi komersial saat ini kontribusi pelanggan eksternal berada dalam kisaran ee 10 sampai 15% dari pendapatan infraaneksia. Ee ke depan kami menargetkan kontribusi tersebut ee semakin meningkat ee dengan ee harapan bisa berkontribusi sekitar 25 sampai ee 30%. Sementara Telkomsel Indihome tetap menjadi anchor ee tenant utama dengan kontribusi terbesar untuk infraaneksia. Peningkatan pendapatan eksternal akan dilakukan mulai model open access network sehingga infraaneksia dapat meningkatkan utilisasi aset fibernya dengan melayani ISP, operator jaringan, dan pelanggan eksternal lainnya. Mungkin demikian dari kami. Terima kasih Bapak Budi Satria atas jawabannya. Dan selanjutnya pertanyaan datang dari Ibu Nana dari Jakarta. Di mana pertanyaannya terkait bagaimana Telkom memastikan ekspansi data center tidak meningkatkan tekanan terhadap CAPEX dan tetap menghasilkan return yang menarik. Kepada Bapak Budi Satria kami persilakan untuk menjawab. Ee terima kasih Bu Nana atas pertanyaannya. Kami melihat ee kebutuhan investasi data center memang cukup besar. Karena itu strategi Telkom bukan hanya mengandalkan investasi organik, tapi juga mencari strategic partner yang dapat membawa kapabilitas operasional, akses kepada market khususnya hyperscare global serta kemampuan untuk mempercepat pembangunan dan utilisasi dari kapasitas yang ada. Proses strategic partnership saat ini telah memasuki tahap evaluasi banding offers dan dapat melibatkan pelepasan mayoritas kepemilikan dengan target penyelesaian pada akhir 2026. Struktur ini diharapkan memungkinkan bisnis data center untuk berkembang lebih cepat tanpa seluruh kebutuhan ekspansi harus dibiayai oleh Telkom sendiri. Dari sisi capital allocation, Telkom tetap menerapkan disiplin investasi dan berorientasi pada return. Dengan masuknya strategic partner, kebutuhan modal untuk pengembangan bisnis dapat dibagi sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan valuasi yang lebih optimal. Dan hasil transaksi juga akan meningkatkan fleksibilitas capital allocation dari Telkom baik untuk investasi pada bisnis ee inti maupun potensi tambahan untuk shareholder return. Mungkin demikian ee jawaban kami Bu Nana. Makasih. Baik, terima kasih Pak Budi atas jawabannya. Dan kita beralih ke pertanyaan selanjutnya. Datang dari Pak Deni, Jakarta. Apakah Telkom masih dapat mempertahankan dividen di tengah kebutuhan investasi dan transformasi yang cukup besar? Kepada Perseroan kami persilakan. Terima kasih atas pertanyaannya Pak Deni dari Jakarta. Ee Telkom tetap berkomitmen memberikan imbal hasil yang menarik kepada para pemegang saham. Dengan tetap menjaga kapasitas investasi dan juga kesehatan raja perusahaan. Em komitmen tersebut didukung oleh arus kas kami yang sehat serta penerapan belanja modal yang semakin disiplin dan juga terarah. Pada saat yang sama transformasi dan berbagai inisiatif value unlocking diharapkan dapat memperkuat fleksibilitas keuangan perseroan. Apabila terdapat hasil divestasi atau monetisasi aset penggunaannya akan dievaluasi secara menyeluruh termasuk untuk investasi penguatan raca maupun potensi tambahan imbal hasil kepada para pemegang saham. Kebijakan dan besaran dividen tetap mempertimbangkan kinerja keuangan kebutuhan pendanaan serta juga persetujuan dari RUPS. Terima kasih Pak Deni. Baik, makasih Pak Angelo atas jawabannya. Dan selanjutnya ada pertanyaan dari Pak Joko dari Balikpapan. Apa perkembangan terbaru spin-off Fiberco atau infraaneksia dan bagaimana transaksi ini nantinya dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham Telkom? Kepada Perseroan kami persilakan untuk menjawab. Terima kasih Pak Joko atas ee pertanyaannya. Ee pasti satu pembentukan Fiberco telah diselesaikan pada Desember 2025 mencakup pengalihan lebih dari 50% aset fiber terpilih ee Telkom dengan nilai transaksi sekitar 35,8 triliun saat ini fase 2 masih berlangsung mencakup pengalihan sisa aset ee kontrak serta sumber daya operasional dengan target penyelesaian sekitar akhir September hingga awal Oktober 2026 sesuai dengan proses dan persetujuan yang diperlukan. Secara operasional infraaneksia telah menjalankan kegiatan komersial dan membangun kemitraan dengan pelanggan eksternal termasuk operator telekomunikasi ISP dan penyedia akses jaringan. Telkom Group tetap menjadi sumber ee anchor demand dengan Telkomsel sebagai salah satu pelanggan utama sehingga memberikan basis pendapatan yang kuat sekaligus mendukung pengembangan bisnis eksternal. Demikian ee Pak Joko jawaban kami. Terima kasih. Baik, terima kasih Pak Budi atas jawabannya. Dan kita ke pertanyaan terakhir dari Bapak Kevin dari Jakarta. Bagaimana prospek pertumbuhan bisnis mobile Telkomsel hingga akhir tahun terutama di tengah kondisi daya beli yang masih menantang? Kepada Perseroan kami persilakan untuk menjawab. Baik, terima kasih Pak Kevin atas pertanyaannya. Ee kami tetap melihat fundamental bisnis mobile Telkomsel secara positif meskipun kondisi daya beli dan dinamika persaingan masih perlu dicermati. Pada semester pertama 2026 Arpu Mobile meningkat 9% secara tahunan menjadi 45,6.000. Sementara monetisasi data juga membaik tercermin dari peningkatan pendapatan per megabyte. Dalam pengelolaan bisnis ke depan Telkomsel tetap berfokus pada disiplin harga, peningkatan kualitas basis pelanggan serta monetisasi pertumbuhan kebutuhan data untuk layanan seperti video streaming, gaming, dan berbagai layanan digital lainnya. Penyesuaian struktur harga shutter pack dan penerapan registrasi biometrik juga mendukung terbentuknya basis pelanggan yang lebih sehat dengan mendorong penggunaan dan retensi nomor utama. Dengan pendekatan tersebut Telkomsel berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan traffic, kualitas pelanggan, dan keterjangkauan layanan bagi pelanggan. Demikian terima kasih. Baik, terima kasih Bapak Daru atas jawabannya dan terima kasih juga kepada manajemen dari Perseroan. Demikianlah sesi tanya jawab public PT Telkom Indonesia Tbk. Oleh karena keterbatasan waktu kami mohon maaf atas pertanyaan Bapak Ibu yang belum sempat terjawab. Apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut Bapak dan Ibu dapat menghubungi investor relation atau unit terkait dari PT Telkom Indonesia Tbk melalui portal komunikasi yang dimiliki oleh Perseroan. Hadirin yang kami hormati usai sudah paparan publik yang disampaikan oleh PT Telkom Indonesia Tbk mari kita beri applause kepada para penyaji dari Perseroan. Dan sebagai informasi terakhir tayangan public PT Telkom Indonesia Tbk ini juga dapat disaksikan kembali di YouTube Indonesia Stock Exchange. Atas nama penyelenggara kami ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu manajemen dari PT Telkom Indonesia juga kepada seluruh peserta yang sudah hadir dalam acara ini. Sampai jumpa pada acara public live yang akan datang. Aku investor saham maju terus pasar
Loading workspace